ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN AIR KUMBANG KABUPATEN BANYUASIN Analysis of Farmers' Perceptions On The Performance of Agricultural Investors In Air Kumbang District Banyuasin District Agoes Thony1. Imelda Delima Anggraeni2 Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Mahasiswa Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Email: Agoes_thony@unisti. id1, emaildad5@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan persepsi antara petani lokal dan petani jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Air Kumbang dan menganalisis hubungan antara persepsi petani terhadap kinerja penyuluh dengan pendapatan usaha taninya. Dua Penyuluh Pertanian dan 80 petani padi di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin dipilih secara purposive untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Kuisioner dijugunakan sebagai instrument untuk mendapatkan data yang diinginkan dalam penelitian, kemudian dianalisa secara deskriptif. Uji korelasi spearman dilakukan untuk melihat sejauh mana hubungan antar variabel yang diamati dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Ada perbedaan persepsi petani lokal dan Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian. Ada hubungan antara persepsi petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian terhadap pendapatannya. Kata kunci : Kinerja. Penyuluh Pertanian. Pendapatan Usaha Tani Abstract The purpose of this study was to compare the perceptions of local farmers and Javanese farmers on the performance of agricultural extension agents in Air Kumbang District and to analyze the relationship between farmers' perceptions of extension workers' performance and their farming income. Two agricultural extension workers and 80 rice farmers in Air Kumbang District. Banyuasin Regency were selected purposively to become respondents in this study. Questionnaires are used as instruments to obtain the desired data in research, then analyzed descriptively. Spearman correlation test was conducted to see how far the relationship between the variables observed in this study. The results showed that . there were differences in the perceptions of local and Javanese farmers on the performance of agricultural extension workers. There is a relationship between the perceptions of local farmers and Javanese farmers on the performance of agricultural extension agents on Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni Keywords: Performance. Agricultural Extension Agent. Farming Business Income PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor yang sangat strategis dalam perekonomian nasional, khususnya dalam penyediaan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja dan lapangan berusaha, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan SDM aparat pertanian tangguh dengan ciri professional, mandiri, inovatif, kreatif dan berwawasan global yang mampu menjadi fasilitator, motivator dan regulator perlaku usaha pertanian serta mampu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing tinggi (Kusmiati, 2. Pembangunan agribisnis sangat besar peranannya dalam menunjang terciptanya ketahanan pangan. Tujuan pembangunan pertanian diantaranya adalah . meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani melalui pengembangan usaha pertanian yang berwawasan agribisnis, . mengembangkan kesempatan kerja dengan produktivitas tinggi dan kesempatan kerja yang efisien melalui pengembangan agribisnis dan . mendorong ekonomi pedesaan melalui pengembangan agribisnis yang berwawasan lingkungan (Departemen Pertanian, 2. Kinerja pembangunan pertanian dibidang pertanian difokuskan pada pengembangan masyarakat tani. Sebagai pelaku ekonomi masyarakat tani perlu dibina dalam melakukan usaha taninya. Untuk itu peran penyuluh pertanian sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Menurut Slamet . , esensi penyuluhan adalah sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang lazim digunakan oleh banyak pihak sejak tahun 1900-an. Kegiatan penyuluhan diartikan dalam berbagai pemahaman, seperti : penyebarluasan informasi, . penerangan / penjelasan, . pendidikan non formal . uar sekola. , . perubahan perilaku . rekayasa sosial, . pemasaran inovasi . eknis dan sosia. , . perubahan sosial . erilaku individu, nilai-nilai, hubungan antara individu, kelembagaan dan lain-lai. , . pemberdayaan masyarakat dan . penguatan komunitas. Memberdayakan sumberdaya manusia pertanian tidak terlepas dari peran Penyuluh Pertanian. Dengan bimbingan penyuluh Pertanian, petani dan keluarganya mampu berswadaya dan mandiri dalam memperbaiki kehidupannya sehingga dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan pertanian. Penyuluh adalah penghubung antara petani dengan perkembangan teknologi terbaru dan kebijakan- kebijakan pemerintah. Penyuluh dapat menjadi sarana kebijakan yang efektif dalam mengakomodir dan memecahkan permasalahan pertanian ditingkat Kecamatan Air Kumbang merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Banyuasin. Ibukota Kecamatan Air Kumbang adalah Cintamanis Baru yang berjarak 91 Km dari Ibukota Kabupaten. Di Kecamatan ini terdapat beberapa suku antara lain Jawa. Sunda. Bugis. Bali dan penduduk asli Banyuasin. Suku yang paling banyak menetap di Kecamatan ini adalah suku Jawa . yang hampir menyebar di semua Desa kecuali di Desa Sebubus dan Sebokor yang didominasi oleh penduduk lokal/ asli Banyuasin. Penyuluhan dikatakan sebagai Auvariabel antaraAy . nterviening variabl. dalam pembangunan . yang bertujuan untuk memperbaiki Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni kesejahteraan petani dan masyarakatnya. Dalam posisi seperti itu, kegagalan pembangunan pertanian untuk memperbaiki kesejahteraan petani bukan sematamata disebabkan oleh lemah atau rendahnya mutu / kinerja penyuluhan (Murtado, 2. Untuk melihat adakah perbedaan persepsi petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Air Kumbang perlu dilakukan pengujian secara ilmiah. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut : Apakah ada perbedaan persepsi petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Air Kumbang? Apakah ada hubungan antara persepsi petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian dengan pendapatan usaha taninya? Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : Membandingkan persepsi antara petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Air Kumbang Menganalisis hubungan antara persepsi petani terhadap kinerja penyuluh dengan pendapatan usaha taninya LANDASAN TEORI Penyuluh Pertanian Menurut Departemen Pertanian . , penyuluh pertanian adalah perorangan yang melakukan kegiatan penyuluhan pertanian. Pengertian penyuluh pertanian berdasarkan UU No. 16 Tahun 2006 adalah: . Penyuluh pegawai negeri sipil yang disebut penyuluh PNS adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian, perikanan, atau kehutanan untuk melakukan kegiatan penyuluhan. Penyuluh swasta adalah penyuluh yang berasal dari dunia usaha dan/atau lembaga yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan. Penyuluh swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. Konsep Persepsi Persepsi terkait erat dengan masalah sikap, karena persepsi merupakan komponen kognitif sikap. Dalam psikologi sosial, sikap diartikan sebagai derajat atau tingkat kesesuaian atau ketidaksesuaian seseorang terhadap objek tertentu. Kesesuaian atau ketidaksesuaian ini dinyatakan dalam skala yang menunjukkan sangat setuju atau sangat tidak setuju terhadap objek sikap (MarAoat, 1. Menurut Rogers dan Shoemaker . , karakteristik seseorang akan ikut mempengaruhi persepsi dan selanjutnya akan mempengaruhi tindakan atau De Vito . mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan persepsi adalah umur, kecerdasan, kompleksitas, kognitif, popularitas, ciri-ciri pribadi, dan kesan latihan atau hasil belajar. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni Konsep Kinerja Menurut Syahrani . , kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung. Pengertian kinerja menurut Sedarmayanti . , menyatakan bahwa kinerja merupakan sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui apakah seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaannya secara keseluruhan atau merupakan perpaduan dari hasil kerja . pa yang harus dicapai seseoran. dan kompetensi . agaimana seseorang mencapainy. Sedangkan Mangkunegara . , mengatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan padanya. Konsep Karakteristik Penyuluh Pertanian Karakteristik individu yang diperkirakan mempengaruhi kompetensi penyuluh pertanian antara lain adalah umur, tingkat pendidikan formal, pelatihan dan masa kerja. Umur Umur seseorang sangat erat hubungannya dengan kinerja. Produktivitas seseorang akan merosot dengan bertambahnya umur. Kecepatan, kecekatan, kekuatan dan koordinasi merosot dengan perjalanan waktu. Pekerjaan yang membosankan dan kurangnya rangsangann intelektual juaga akan mengurangi produktivitas (Robbins, 1. Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan (Cahyono, 1. Pendidikan Formal Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi (Penton, 2. Pelatihan Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Karyawan, baik yang baru ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah akibat perubahan lingkungan kerja, strategi, dan lain sebagainya. (Gary Dessler, 2. Masa Kerja Menurut AsAoad . masa kerja adalah lamanya waktu seseorang tenaga kerja bekerja didalam suatu organisasi. Masa kerja adalah suatu kurun waktu atau lamanya tenaga kerja itu bekerja disuatu tempat Konsep Motivasi Menurut Suparno . , motivasi adalah keadaan internal seseorang yang mendorong orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah suatu dorongan untuk tumbuh dan berkembang. Motivasi berkaitan dengan keseimbangan atau equilibrium yaitu upaya untuk membuat dirinya memadai dalam menjalani hidup. Sedangkan menurut Nimran . mendefinisikan motivasi adalah sebagai keadaan dimana usaha dan kemauan keras seseorang diarahkan kepada pencapaian hasil-hasil tertentu. Hasil-hasil yang dimaksud bisa berupa produktivitas dan kehadiran atau prilaku kerja kreatifnya. Sedangkan menurut Adair . Motivasi adalah apa yang membuat Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni orang melakukan sesuatu, tetapi arti yang lebih penting dari kata ini adalah bahwa motivasi adalah apa yang membuat orang benar-benar berusaha dan mengeluarkan energi demi apa yang mereka lakukan. Konsep Kompetensi Kompetensi menurut Spencer dan Spencer . adalah segala bentuk motif, sikap, keterampilan dan perilaku atau karakteristik pribadi lain yang penting untuk melaksanakan pekerjaan atau membedakan antara kinerja rata-rata dengan kinerja Superior. Lebih jelas lagi dia menegaskan bahwa didalam diri individu terdapat lima tipe kompetensi yaitu motif, sifat bawaan, konsep diri, pengetahuan dan keterampilan. Konsep Biaya. Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Biaya produksi adalah nilai dari semua faktor produksi yang digunakan, baik dalam bentuk benda maupun jasa selama proses produksi berlangsung (Soekartawi, 2. Dalam arti luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi, 2. Shim dan Siegel . menyebutkan bahwa penerimaan total diperoleh dari hasil penjualan output . roduksi usahatan. Artinya, penerimaan diperoleh dari jumlah produksi dikalikan dengan harga per satuan produksi tersebut. Kerangka Berfikir Karakteristik PPL Persepsi Petani terhadap Kinerja PPL Karakteristik Petani Pendapatan Petani Keterangan : = mempengaruhi = berhubungan METODE PENELITIAN Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . Daerah yang dipilih sebagai tempat penelitian adalah Desa Sebubus dan Desa Panca Mulya yang berada di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer . arakteristik petani, karakteristik penyuluh, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, dan persepsi petani terhadap kinerja penyulu. dan data sekunder . ata kondisi umum Kecamatan Air Kumbang dan Kabupaten Banyuasi. Metode pengumpulan data berasal dari data primer melalui wawancara Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni umum dengan responden (PPL dan petan. dengan menggunakan kuisioner dan data sekunder yang diperoleh dari BPS. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Air Kumbang. Metode pengambilan sampel dengan cara purposive random sampling, dengan masing - masing 1 orang penyuluh pertanian dari Desa Sebubus dan Desa Panca Mulya. Sementara untuk petani sampel diambil masing-masing 40 Untuk petani sampel etnis Jawa diambil dari Desa Panca Mulya yang mewakili 150 jumlah anggota populasi petani Jawa. Sementara untuk etnis lokal/ asli Banyuasin diambil dari Sebubus mewakili 150 jumlah anggota populasi petani lokal. Jumlah sampel yang diambil untuk masing-masing desa lebih dari 25 % dan cukup mewakili jika mengacu pada metode Gay yang menyatakan jumlah sampel yang dinilai cukup mewakili keseluruhan populasi yaitu minimal 10 % dari total populasi (Umar, 2. Data yang telah terkumpul diolah terlebih dahulu agar data-data tersebut lebih sederhana dan rapi sehingga dalam penyajiannya nanti memudahkan peneliti untuk dianalisis. Tahap pengolahan data meliputi editing, tabulasi dan Analisis data dilakukan dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Mengidentifikasi dan membandingkan karakteristik, kompetensi, motivasi, kinerja penyuluh pertanian dan kompetensi petani padi didaerah daratan dan perairan dilakukan dengan metode statistik deskriptif dengan kriteria pengukuran sebagai berikut : Tabel 1. Kriteria Pengukuran Variabel Penelitian Variabel Indikator Karakteristik Penyuluh Pertanian Kompetensi Penyuluh Pertanian Motivasi Penyuluh Pertanian Nomor Pertanyaan dalam Kuisioner Umur Masa Kerja Pendidikan Terakhir Pelatihan yang pernah Kemampuan Responsivitas Kemampuan Responsibilitas Kemampuan Layanan Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan Berafiliasi Kebutuhan Ekonomi Persepsi Petani a. Responsivitas Terhadap Kinerja Responsibilitas Skala Ratio dan 1, 2, 5, 6, 20, 21 dan Ordinal 3, 4, 7, 8, 16 dan 18 9,10,11,12,13,14,15 1, 2, 3, 4, 15, 16,Ordinal 6, 7, 8, 9, 10, 11 dan 5, 12, 13, 14, 17, 18 2, 11, 12, 13, 14 dan Ordinal 1, 4, 9, 16, 17, 18, Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni Penyuluh Pertanian Kualitas Layanan 3, 5, 6, 7, 8, 10 dan Tabel diatas menyajikan variabel dan indikator yang diamati dalam penelitian beserta pertanyaan yang terdapat dikuisioner digunakan dalam pengumpulan data. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu kuisioner untuk penyuluh pertanian dan kuisioner untuk petani Kuisioner yang dibuat terdiri dari dua jenis yaitu sikap terhadap pertanyaan dan pertanyaan pilihan berganda. Pada setiap item kuisioner memiliki lima opsi jawaban yang selanjutnya akan diberi skor 1 Ae 5 sesuai dengan skala likert. Skor untuk setiap indikator kemudian ditabulasi dan diinterpretasi secara deskriptif. Rumus yang digunakan dalam menginterpretasi kompetensi, motivasi, kinerja penyuluh pertanian dan kompetensi petani padi adalah sebagai berikut : Ocn = 1Xi X = x 100 % Dimana : X = persentase nilai skor capaian variabel terhadap nilai skor ideal Xi = jumlah skor capaian masing-masing variable yang diamati jumlah skor ideal pada masing-masing variabel yang diamatidalam menginterpretasi kompetensi, motivasi, persepsi petani terhadapi kinerja penyuluh pertanian Kisaran skor yang digunakan dalam menginterpretasi kompetensi, motivasi, kinerja penyuluh pertanian dan kompetensi petani padi dibagi menjadi lima yaitu sebagai berikut : 19,9 % = Sangat Rendah 39,9 % = Rendah 59,9 % = Cukup 79,9 % = Tinggi = Sangat Tinggi Untuk menghitung pendapatan petani padi digunkan rumus : Pd = Pn Ae BT Dimana : Pd = Pendapatan (Rp/t. Pn = Penerimaan (Rp/t. BT = Biaya Total (Rp/t. Biaya Total adalah penjumlahan dari biaya variabel dan biaya tetap. BT = BV BTp Dimana : BT = Biaya Total (Rp/t. BV = Biaya Variabel (Rp/t. BTp = Biaya Tetap (Rp/t. Untuk menganalisis hubungan antara variabel yang diamati seperti Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni motivasi, kompetensi, karakteristik,kinerja penyuluh pertanian, kompetensi petani padi dan pendapatan usaha taninya, digunakan analisis statistik non parametrik korelasi bertingkat Spearman. Rumus yang digunakan adalah sebagai 6 Oc D2 rs =1 n ( n2 - . Dimana : rs = Koefisien korelasi Spearman Di = Selisih peringkat untuk setiap data n = jumlah sampel data HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani Contoh Petani yang dijadikan contoh dalam penelitian ini adalah petani padi yang berada di Desa Panca Mulya dan Desa Sebubus Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin. Jumlah petani yang dijadikan contoh sebanyak 80 orang, yang terdiri dari 40 orang petani padi di Desa Panca Mulya (Jaw. dan 40 orang petani padi di Desa Sebubus . Karakter petani contoh dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 2. Karakteristik Petani Contoh di Kecamatan Air Kumbang, 2019 Jumlah Persentase (%) (Oran. No. Karakteristik Jawa Lokal Jawa Lokal Umur 18-55 Tahun A 55 Tahun Pendididkan SLTP Kebawah SLTA Keatas Status Sosial Tidak memiliki jabatan di lembaga tani Memiliki jabatan di lembaga Umur petani Jawa contoh berkisar antara 37 sampai 72 tahun, dengan rata-rata umur 53,1 tahun. Jika dikelompokkan, maka 25 petani atau 62,5 % berumur 18-55 tahun, usia ini termasuk kedalam usia produktif. Sedangkan 15 petani atau 37,5 % berusia diatas usia produktif atau diatas 55 tahun. Sedangkan umur petani lokal contoh berkisar antara 30 sampai 66 tahun, dengan rata-rata umur 45,7 tahun. Jika dikelompokkan maka 35 petani atau 87,5 % termasuk kedalam usia produktif dan 5 petani atau 12,5 % berusia diatas 55 Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni Pendidikan petani hampir sama, rata-rata berpendidikan SLTP kebawah. Jika dikelompokkan, untuk petani Jawa terdapat 39 petani atau 97,5 persen berpendidikan SLTP kebawah dan 1 orang atau 2,5 % berpendidikan SLTA Sementara untuk petani lokal terdapat 38 petani atau 95 % berpendidikan SLTP kebawah dan 2 petani atau 5 % perpendidikan SLTA keatas. Status sosial yang dimiliki oleh petani contoh dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan jabatan yng dimiliki dalam kepengurusan kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. Dari hasil pengamatan pada petani Jawa contoh didapatkan sebanyak 87,5 % yang tidak memiliki status sosial dan 12,5 % yang memiliki status sosial dikepengurusan kelembagaan tani. Sementara untuk petani lokal contoh didapatkan 92,5 % yang tidak memiliki status sosial dan 7,7 % yang memiliki status sosial kelembagaan tani. Jabatan yang disandang oleh petani contoh beragam, mulai dari sekretaris, bendahara, ketua kelompok tani dan ketua Gapoktan. Karakteristik Penyuluh Pertanian Penyuluh pertanian lapangan yang dijadikan contoh dalam penelitian ini sebanyak dua orang yang merupakan penyuluh pertanian yang bertugas di Desa Panca Mulya dan Desa Sebubus Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin. Karakteristik penyuluh pertanian contoh dapat dilihat pada tabel Tabel 3. Karakteristik PPL Contoh Kecamatan Air Kumbang No. Karakteristik Umur 21-35 Tahun A 35 Tahun Pendidikan Di ke bawah DIV ke atas Masa Kerja A 10 Tahun A 10 Tahun Pelatihan yang pernah diikuti A 10 Pelatihan A 10 Pelatihan Jumlah (Oran. Persentase (%) Umur, pendidikan dan masa kerja penyuluh pertanian contoh seimbang. Jika kita kelompokkan sesuai dengan yang ada ditabel, penyuluh pertanian yang berumur 21 sampai 35 tahun sebanyak 50 % dan begitu juga juga dengan penyuluh yang berumur diatas 35 tahun. Sebenarnya umur penyuluh pertanian contoh tidak berbeda jauh yaitu 35 dan 36 tahun. Tingkat pendidikan penyuluh pertanian contoh yang berpendidikan Di ke bawah sebanyak 50 % begitu juga penyuluh pertanian contoh yang berpendidikan DIV ke atas. Tingkat pendidikan penyuluh pertanian contoh yaitu SMK PP (Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembanguna. dan sarjana strata satu. Masa kerja penyuluh pertanian contoh yang lebih dari 10 tahun sebanyak 50 % begitu juga penyuluh pertanian contoh yang masa kerjanya kurang dari 10 Sebenarnya masa kerja kedua penyuluh pertanian contoh tidak terlalu berbeda yaitu 10 dan 11 tahun. Untuk pelatihan yang diikuti oleh penyuluh Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni pertanian contoh dirasakan masih cukup rendah yaitu 100 % penyuluh pertanian contoh dengan kurang dari 10 pelatihan yang pernah diikuti. Analisis Perbedaan Persepsi Petani Lokal dan Petani Jawa Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Motivasi Penyuluh Pertanian Contoh Motivasi penyuluh adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di wilayah binaannya. Motivasi penyuluh yang diukur dalam penelitian ini dilihat dari tiga indikator yaitu kebutuhan berprestasi, kebutuhan afiliasi dan kebutuhan ekonomi. Tingkat motivasi penyuluh pertanian contoh dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Tingkat Motivasi PPL Contoh Kecamatan Air Kumbang No. Desa Binaan Penyuluh Panca Mulya Sebubus Tingkat Motivasi Tingkat Motivasi (%) Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Berprestasi Afiliasi Ekonomi Ratarata Ket Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Berdasarkan pada tabel 4 dapat dilihat bahwa motivasi penyuluh pertanian contoh dalam penelitian ini termasuk tinggi. Jika dilihat dari tiga indikator yang digunakan, kebutuhan afiliasi penyuluh pertanian contoh adalah yang paling besar yaitu 85,8 % sedangkan kebutuhan ekonomi adalah yang paling kecil yaitu sebesar 74,3 %. Namun secara keseluruhan tingkat indikator motivasi dapat dikatakan tinggi. Ini mencerminkan bahwa penyuluh pertanian contoh mempunyai motivasi yang tinggi untuk bekerja dengan baik. Kompetensi Penyuluh Pertanian Contoh Kompetensi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya merupakan salah satu hal yang berpengaruh pada kinerja penyuluh pertanian yang tentu saja bermuara pada speningkatan pendapatan usaha tani petani. Dalam penelitian ini kompetensi penyuluh pertanian dilihat dari tiga aspek yaitu aspek responsivitas, aspek responsibilitas dan aspek kualitas layanan. Tingkat kompetensi penyuluh pertanian contoh dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5. Tingkat Kompetensi PPL Contoh Kecamatan Air Kumbang No. Desa Binaan Penyuluh Panca Mulya Sebubus Tingkat Kompetensi Tingkat Kompetensi (%) Responsivi Respons Kualitas Layanan Ratarata Ket Sesuai Sesuai Sesuai Berdasarkan tabel 5 diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi penyuluh pertanian contoh dalam melaksanakan kerja di wilayah binaannya di Kecamatan Air Kumbang telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai penyuluh pertanian. Tingkat kompetensi penyuluh pertanian contoh mencapai 75,3 % dikategorikan sesuai. Jika dilihat dari aspek yang dijadikan penilaian, aspek kualitas layanan dan responsivitas memiliki angka paling tinggi Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni sebesar 80 % dan aspek responsibilitas yang paling rendah sebesar 66 %. Nilai responsivitas yang tinggi menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki daya tanggap yang baik terhadap permasalahan yang muncul dan potensi wilayah binaan yang akan dikembangkan. Selain itu juga menjelaskan bahwa penyuluh pertanian baik dalam merencanakan kegiatan penyuluhannya. Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan penyuluh pertanian dan petani menyebutkan bahwa penyuluh pertanian memiliki kemampuan yang baik dalam membuat perencanaan yang bisa mengakomodir kebutuhan dan potensi desa. Selain itu menurut petani penyuluh pertanian memiliki kemampuan dalam berkomunikasi membahas permasalahan yang menjadi prioritas program penyuluhan kedepannya. Selain nilai responsivitas yang tinggi nilai kualitas layanan juga sama Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh pertanian contoh memiliki kemampuan yang baik dalam mengikhtiarkan kemudahan mengakses saprodi, alsintan, modal, pasar dan informasi teknologi. Menurut petani, penyuluh pertanian mampu menyediakan, menyampaikan dan menyebarkan materi dan informasi tentang teknologi, saprodi, alsintan, modal dan pasar yang dibutuhkan oleh petani. Nilai yang rendah adalah pada aspek responsibilitas yang hanya mencapai 66 %memperlihatkan bahwa kemampuan penyuluh pertanian contoh dalam dalam melaksanakan penyuluhan sesuai dengan rencana yang dibuat, kerja keras dan kerja iklas serta kemampuan memotivasi dan membangun kemandirian petani tidaklah sebaik ketika mereka membuat rencana penyuluhan dan memudahkan akses saprodi, alsintan, modal, pasar dan informasi teknologi bagi Kinerja Penyuluh Pertanian Contoh Kinerja penyuluh pertanian adalah hal yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan petani dalam meningkatkan pendapatannya. Dalam penilaian penyuluh pertanian contoh didasarkan pada persepsi petani terhadap performa penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas pelayanan diwilayah binaannya. Pengukurannya dilihat dari tiga aspek yaitu responsivitas, responsibilitas dan kualitas layanan. Tingkat kinerja penyuluh pertanian contoh dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 6. Tingkat Kinerja PPL Contoh Kecamatan Air Kumbang No. Desa Binaan Penyuluh Panca Mulya Sebubus Tingkat Kinerja Tingkat Kinerja (%) Respo Responsivi Kualitas Layanan 81,26 76,09 75,11 55,43 50,94 68,35 64,95 63,03 Ratarata Ket 77,49 53,39 65,44 Tinggi Cukup Tinggi Berdasarkan tabel 6, dapat disimpulkan bahwa kinerja penyuluh pertanian contoh dalam mendampingi petani binaannya tergolong tinggi yaitu dengan nilai rata-rata 65,44. Namun jika dilihat berdasarkan aspek pengukuran yang dilakukan maka terlihat bahwa penyuluh pertanian Desa Sebubus masih masuk Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni dalam kategori Cukup. Nilai tingkat kinerja yang dimiliki oleh penyuluh pertanian contoh menunjukkan bahwa dalam mengakomodasi permasalahan dan pengembangan potensi wilayah serta perencanaan program penyuluhan yang cocok untuk wilayah binaan sudah termasuk cukup tinggi. Analisis Hubungan Persepsi Petani Terhadap Kinerja PPL dengan Pendapatannya Tabel 7. Correlations Persepsi Pendapatan Petani Lokal Petani Lokal Spearman's Persepsi Petani Lokal Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Pendapatan Petani Lokal Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Berdasarkan table diatas, jika dilakukan uji Spearman pada petani Jawa akan didapati hasil bahwasanya terdapat Korelasi sebesar 0,350 artinya korelasi cukup dimana korelasi antara persepsi petani Jawa dan pendapatan petani signifikan pada tingkat kesalahan 0,027 . ignifikan pada tingkat kesalahan 0,. Hubungan korelasi bertanda positif. Sedangkan pada petani lokal terdapat korelasi sebesar 0,350 artinya korelasi cukup dimana korelasi antara persepsi petani lokal dan pendapatan petani signifikan pada tingkat kesalahan 0,027 . ignifikan pada tingkat kesalahan 0,. Hubungan korelasi bertanda positif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pada hubungan karakteristik, motivasi dan kompetensi penyuluh pertanian didapati bahwa : Ada perbedaan persepsi petani lokal dan Jawa terhadap kinerja penyuluh Ada hubungan antara persepsi petani lokal dan petani Jawa terhadap kinerja penyuluh pertanian terhadap pendapatannya Saran Adapun yang menjadi saran setelah penelitian ini dilaksanakan adalah : Pemerintah pusat dan daerah perlu memacu peningkatan kinerja penyuluh pertanian, terutama dalam hal kualitas pelayanan melalui berbagai pelatihan untuk peningkatan kompetensi penyuluh pertanian. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Agoes Thony. Imelda Delima Anggraeni Pemerintah pusat dan daerah juga perlu berupaya dalam mendorong motivasi penyuluh pertanian di lapangan agar bekerja lebih baik melalui pemberian insentif yang layak bagi penyuluh pertanian berprestasi dan sanksi yang tegas terhadap penyuluh pertanian yang memiliki kinerja kurang baik. DAFTAR PUSTAKA