Al Abyadh Volume 4. No 2. Desember 2021 . PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENSTIMULASI KONSENTRASI ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ARAFAH PADANGSIDIMPUAN Sakinah Siregar Prodi PIAUD. AIN Padangsidimpuan sakinahsiregar0501@gmail. com, sakinahsiregar0501@gmail. DOI: 10. 46781/al-abyadh. Abstrak Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengambarkan dan menganalisis seberapa besar pengaruh media gambar dalam stimulasi konsentrasi belajar anak. Penelitian ini dilakukan di Tk Arafah Padangsidimpuan dengan sample anak usia 4-5 tahun. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, hal ini untuk mendapatkan data terkait konsentrasi anak saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Analisis penelitian dilakukakn dengan penelitian tindakan kelas selama dua putaran untuk mendapatkan hasil yang optimal, sehingga didapati hasil konsentrasi pada anak mulai meningkat pada siklus I, namun masih optimal yaitu 56% . masih dalam kategori baik, 44% . termasuk dalam kategori baik. kategori cukup, sedangkan siklus II, kegiatan pembelajaran dengan gambar ditingkatkan. Dengan menyajikan masalah dengan berbagai gambar, hal ini untuk membuat anak tertarik pada kegiatan pembelajaran sebagai bahan pembelajaran. Setelah perilaku siklus II mengalami kemajuan yang signifikan dibandingkan siklus I, dengan hasil 67% . berada pada dan berada pada kategori sangat baik dan 33% . berada pada kategori baik. Dari hasil diatas dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis gambar secara umum, terbukti efektif dalam meningkatkan fokus belajar anak di TK Arafah. Kata kunci: Konsentrasi. Media Gambar. Anak Usia Dini USING IMAGE MEDIA TO STIMULATE CONCENTRATION OF 4-5 YEAR OLD CHILDREN IN TK ARAFAH PADANGSIDIMPUAN Sakinah Siregar Prodi PIAUD. AIN Padangsidimpuan sakinahsiregar0501@gmail. Abstract The purpose of this study was to describe and analyze how much influence the image media had in stimulating children's learning concentration. This research was conducted at Tk Arafah Padangsidimpuan with a sample of children aged 4-5 years. Data collection techniques used interviews, observations and documentation this was to obtain data related to children's concentration during learning activities. The research analysis was carried out with classroom action research for two rounds to get optimal results, so it was found that the concentration results in children began to increase in the first cycle, but still optimal, namely 56% . still in the good category, 44% . including in the good category. enough category, while in cycle II, learning activities with pictures were improved. By presenting problems with various pictures, this is to make children interested in learning activities as learning materials. After the behavior of the second cycle experienced significant progress compared to the first cycle, with the results that 67% . were in the very good category and 33% . were in the good category. general, proven effective in increasing children's learning focus in Arafah Kindergarten. Keywords: Concentration. Picture Media. Early Childhood Al Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Penggunaan Media Gambar dalam Menstimulaasi KonsentrasiASakinah Siregar Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini menjadi letak pondasi dasar tumbuh kembang anak. Masa kecil menjadi tolak ukur anak dimassa dewasa. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sering disebut dengan golden age. Hal ini dikarenakan perkembangan sel saraf otak anak rata-rata 80% jika diberikan stimulasi yang tepat dan banyak. Lingkungan sekolah salah satu tempat menstimulasi aspek perkembangan anak yang dibantu oleh guru. Salah satu alat yang dapat membantu guru menstimulasi aspek perkembangan anak dalam kegiatan Media. Media komunikasi antara guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran membantu anak untuk memahami secara langsung materi yang diberikan guru. Peran media sangat penting di kaji dari cara berpikir anak yang masih bersifat konkrit dengan alat bantu informasi yang lebih banyak kepada anak. Anak belajar denga napa yang dilihat, di dengar dan dilakukan. Proses belajar akan lebih mudah dicerna jika di lakukan, oleh sebab itu guru PAUD semestinya membuat media pembelajaran yang dekat dan dapat digunakan oleh anak. Pembuatan media pembelajaran bukanlah hal yang sulit dilakukan guru, guru bisa memanfaatkan barang-barang bekas maupun bahan alam yang ada disekitar sekolah. Pemanfaat bahan alam dan barang bekas secara kreatif dan unik akan memberikan kemudahan biaya bagi guru Lembaga Pendidikan (Nurhafizah: 2. Media pembelajaran pada anak usia dini tidak dikategorikan berdasarkan harga namun kebermanfaatan, keamanan dan tepat sasaran dalam menstimulasi aspek-aspek perkembangan Guru dapat membuat media pembelajaran dari benda disekitar (Dewi: yang sangat memudahkan guru tanpa Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 harus mengeluarkan biaya. Pasalahan yang sering ditemukan pada Pendidikan anak usia dini yaitu guru tidak memiliki skill membuat media pembelajaran yang memenfaatkan bahan-bahan disekitar dan pembelajaran dan ironinya guru tidak mampu menggunakan media yang sudah tersedia (Alwi: 2. Kompetesi guru terhadap penggunaan media pembelajaran masih sangat penting untuk ditingkatkan baik dengan pembinaan oleh kepala sekolah maupun mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan guru. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah sekolah yang berpusat pada anak, sering disebut dengan prasekolah, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi anak dari menjadi anak. Aspek perkembangan anak tumbuh normal. Pendidikan anak usia dini harus menyenangkan dan menarik. Semua guru PAUD bertanggung jawab untuk membuat media pembelajaran semenarik mungkin untuk memotivasi anak berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan memudahkan anak memahami tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Tidak sulit untuk menciptakan lingkungan belajar yang sesuai kebutuhan anak, sebab benda-benda di sekitar dapat digunakan sebagai media belajar bagi anak usia dini. Masalah yang umum terjadi pada PAUD adalah guru tidak memiliki pembelajaran yang menarik, sehingga tidak dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya, membeli alat pembelajaran (Alwi: 2. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam menggunakan perangkat belajar masih sangat penting untuk ditingkatkan, baik melalui pendampingan oleh kepala sekolah maupun keikutsertaan dalam pelatihan pengembangan guru. Pada TK Arafah Padang Sidimpuan ditemukan, metode dan media mengajar Penggunaan Media Gambar dalam Menstimulaasi KonsentrasiASakinah Siregar guru kurang variatif dan monoton, kegiatan pembelajaran lebih memilih menggunakan buku pelajaran daripada media gambar atau alat permainan sehingga terlihat beberapa anak memilih bermain sendiri saat guru menjelaskan bahkan bercanda dengan teman yang lain. Masalah ini muncul disebabkan penyajian pembelajaran yang kurang menarik dan minimnya jumlah Hal mengakibatkan anak menjadi kurang antusias, membosankan, kurang fokus terhadap apa yang disampaikan guru, dan akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai secara tuntas. Pendampingan pembuatan media kompetensi profesional guru (Erdiyanti: mempengaruhi proses belajar, semangat dan kemampuan anak untuk fokus belajar dan fokus pada guru. Konsentrasi sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan proses pendidikan bagi Jika sulit berkonsentrasi, proses belajar menjadi kurang optimal. Dengan kata lain, guru harus menciptakan media pembelajaran dan menggunakan media sebagai alat utama untuk mendukung metode pengajaran yang menarik. Keberhasilan dipengaruhi keprofesionalan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru adalah alat penting untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan fokus anak- anak pada pembelajaran. Begitu pula jika pemilihan dan penggunaan media sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak (Rahma: 2. Guru juga berperan sebagai fasilitator, pengajar, pembina, dan evaluator. Penggunaan media dalam membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anak, merangsang motivasi, merangsang kegiatan belajar, dan memberikan efek psikologis terhadap Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 Salah satu cara paling efektif untuk mengelola kelas yang kurang intensif dan menstimulasi focus belajar anak adalah dengan menyediakan materi yang anak-anak menggunakan gambar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian bahwa gambar memvisualisasikan konten yang akan dijelaskan secara lebih konkret dan realistis, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Berkat kenyataan, sehingga informasi yang disampaikan dapat dengan mudah meningkatkan motivasi anak untuk Berdasarkan belakang yang telah dipaparkan solusi dalam menstimulasi konsentrasi anak Arafah Padangsidimpuan yaitu dengan penggunaan media gambar. Metode Penelitian Studi ini adalah studi kelas yang pengajaran dan pembelajaran untuk hasil masa depan yang lebih baik. Singkatnya, penelitian ini membahas masalah pembelajaran berlangsung. Penelitian ini Arafah Padangsidimpuan. Berdasarkan jenisnya, penelitian ini memiliki dua siklus yaitu siklus I dan II. Desain digunakan dalam penelitian ini adalah model desain Penelitian Tindakan Kelas yang memerlukan 4 langkah yaitu Kemmis dan McTaggrath (Aricunto, dimana . , . , dan . penilaian reflektif . Penelitian Penggunaan Media Gambar dalam Menstimulaasi KonsentrasiASakinah Siregar dilakukan selama dua putaran, masingmasing putaran terdiri dari dua pertemuan dalam empat fase yang dijelaskan di atas. Hasil dari siklus pertama digunakan sebagai pedoman untuk siklus kedua. Siklus kedua berfungsi Desain studi behavioral yang digunakan peneliti adalah model Arikunto . Hasil Penelitian dan Pembahasan Media dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajarmengajar yang akan dillakukan Oleh karena itu harus diperhatikan beberapa prinsip dalam penggunaanya antara lain: Pemanfaatan media pendidikan harus dilihat sebagai bagian penting yang harus ada dari kerangka kerja yang menunjukkan dan bukan hanya sebagai perangkat yang mengisi sebagai ekspansi digunakan ketika dianggap signifikan dan seolaholah dimanfaatkan kapan saja. Dalam pemanfaatan media mendidik pemanfaatannya apa saja, dimana saat memanfaatkannya media pembelajaran pendidik harus benarbenar rencana pengaturan gerakan dari rumah dan terapkan pada jam belajar, anak muda tetap mengikuti petunjuk pendidik. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 2. Desember 2021 Pemanfaatan media gambar merupakan wujud miniatur benda, angka, jumlah dalam bentuk nyata yang dengannya anak lebih mudah memehami, menrima dan tertarik untuk mengikuti kegiatan Gambar yang terkenal dan menarik perhatian anak muda adalah menggambarkan keadaan asli, jarak dan ukuran antara gambar harus jelas (Dewi:2. Media gambar sangat pembelajaran anak (Astuti:2. Media gambar dapat digunakan untuk permulaan pada anak (Ariyati:2. , meningkatkan kemampuan berbicara anak (Aprinawati: 2. Sedangkan konsentrasi sering disebut dengan pusat perhatian. Penyebab anak tidak konsentrasi karena otak anak kelelahn dengan kegiatan pembelajaran yang sama terus menerus (Nuryana: 2. Indikator konsentrasi anak meliputi perhatian, ketelitian, dan keterlibatan, yang masing-masing menggunakan kuesioner dan dokumen serta wawancara dengan guru. Tabel 1: Rekapitulasi Hasil Keseluruhan Observasi Peningkatan Konsentrasi Anak Siklus I dan Siklus II. Analisis berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa konsentrasi pada anak mulai meningkat pada siklus I, namun masih optimal yaitu Penggunaan Media Gambar dalam Menstimulaasi KonsentrasiASakinah Siregar 56% . masih dalam kategori baik, 44% . termasuk dalam kategori kategori cukup. Oleh karena itu, pada siklus kedua harus dilakukan tindakan yang lebih efektif. Pada Siklus II, kegiatan pembelajaran dengan gambar ditingkatkan. Dengan menyajikan masalah dengan berbagai gambar, hal ini untuk membuat anak tertarik pada kegiatan pembelajaran sebagai bahan pembelajaran. Setelah perilaku siklus II mengalami kemajuan yang signifikan dibandingkan siklus I, tabel di atas menunjukkan bahwa 67% . berada pada dan berada pada kategori sangat baik dan 33% . berada pada kategori baik sedangkan kategori cukup tidak ada sama sekali, untuk melihat lebih jelas peningkatan konsentrasi anak-anak. media gambar dari siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini. Gambar 2: Diagram Hasil Observasi menggunakan gambar berwarna yang lebih menarik, gambar yang lebih mirip anakanak, dan ilustrasi yang mudah dipahami Oleh karena itu, berdasarkan penelitian ini terbukti bahwa media gambar dapat meningkatkan konsentrasi anak usia 4-5 tahun khususnya di TK Arafa Pangsidimpuan. Simpulan dan Saran Penggunaan media gambar dapat meningkatkan fokus belajar pada anak dengan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya konsentrasi belajar pada siklus 1 meningkat pada siklus 2 menggunakan media gambar. Peningkatan pembelajaran menggunakan media gambar bahkan sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa media gambar dapat digunakan untuk meningkatkan konsentrasi anak sejak dini. Saran untuk penelitian selajutnya ialah penelitian ini masi jauh dari kata Penelitian selanjutnya bisa melakukan penelitian dengan menggunakan media lain dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 4-5 tahun. DAFTAR PUSTAKA