Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 The Effect Of Accounting Conservatism On Earnings Quality With Ownership Structure As A Moderating Variable Lukman1 Fransiskus Randa2 Itnoy Caesar Sudewa3 Universitas Atma Jaya Makassar1, 2,3 Received 30 Maret 2026 Revised 22 April 2026 Accepted 26 April 2026 E-mail: lukmanse65@gmail. Correspondence Author ABSTRACT Purpose Ae This study investigates the effect of accounting conservatism on improving earnings quality, moderated by ownership structure. Agency theory and signaling theory are used to explain the relationship between the variables. Design/methodology/approach Ae The study population consisted of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2023. Secondary data sources included financial statements and annual reports obtained from the Indonesia Stock Exchange and the companies' official websites. A sample of 97 companies spanning three years was selected using a purposive sampling method. Findings Ae The results indicate that accounting conservatism has a positive and significant effect on earnings quality, institutional ownership has a positive and significant effect on earnings quality, and managerial ownership has a negative and significant effect on earnings quality. Originality Ae This study also indicate that institutional ownership does not moderate the relationship between accounting conservatism and earnings quality. Finally, the study found that managerial ownership moderates the relationship between accounting conservatism and earnings quality. Keywords: Earning Quality. Managerial Ownership, institutional Ownership. Accounting Conservatism Paper Type Research Result Contemporary Journal on Business and Accounting A Institut Transparansi dan Akuntabilitas Publik (INSPIRING) Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Pengaruh Konservatisme Akuntansi Terhadap Kualitas Laba Dengan Struktur Kepemilikan Sebagai Variabel Moderasi Lukman1 Fransiskus Randa2 Itnoy Caesar Sudewa3 Universitas Atma Jaya Makassar1, 2, 3 E-mail: lukmanse65@gmail. Correspondence Author ABSTRAK Tujuan Ae Penelitian ini menginvestigasi pengaruh konservatisme akuntansi dalam meningkatkan kualitas laba yang dimoderasi oleh struktur kepemilikan. Teori yang digunakan yaitu teori agensi dan teori sinyal untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Desain/Metode/Pendekatan Ae Populasi penelitian terdiri dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2021-2023. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, serta situs resmi Jumlah sampel sebanyak 97 data perusahaan selama 3 tahun, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Temuan Ae Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba, kepemilikan instusional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba, kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba. Originalitas/Nilai - Hasil temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kepemilikan instusional tidak memoderasi hubungan konservatisme akuntansi dengan kualitas laba. Terakhir, penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan manajerial memoderasi hubungan antara konservatisme akuntansi dengan kualitas laba. Kata-kata Kunci: Kualitas Laba. Kepemilikan Instusional. Konservatisme Akuntansi Jenis Artikel Research Result Manajerial. Kepemilikan Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 PENDAHULUAN Salah satu cara bagi investor untuk mengetahui bagaimana dana mereka dikelola adalah dengan membaca laporan keuangan. Pemegang saham membuat keputusan atas investasi sahamnya berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan. Komponen laporan keuangan yang menjadi pusat perhatian pemegang saham ketika mereka ingin berinvestasi adalah laporan laba perusahaan. Investor yang memiliki pengalaman terdahulu menyadari bahwa asumsi dan estimasi digunakan dalam proses penyusunan laporan keuangan, karena itu laba perusahaan tidak menentukan gambaran keadaan perusahaan yang sesungguhnya, sehingga mereka tidak lagi mempertimbangkan besaran laba sebagai satu-satunya pertimbangan saat membuat keputusan investasi. Menurut Seswanto . , motivasi insentif seperti bonus gaji, promosi jabatan atau investasi memberi dorongan manajer untuk mengubah pencatatan akuntansi yang menambah keuntungan emiten, tetapi juga dapat mengurangi kredibilitas laporan Maka dari itu. Kualitas laba menjadi komponen yang paling penting dibandingkan dengan besaran laba. Menurut Wijayanti . , kualitas laba merupakan laba yang bertahan atau berlanjut pada jangka waktu yang panjang, yang dapat dilihat dari arus kas dan EBIT yang menunjukkan keadaan perusahaan yang aktual. Menurut Seswanto . , konservatisme akuntansi terkait dengan kemampuan laba untuk mempertahankan kualitasnya. Konservatisme akuntansi merupakan prinsip yang dimana kewajiban dan beban harus diakui secepat mungkin namun sebaliknya pendapatan hanya dapat diakui jika telah terjadi atau terealisasi (Anindita, 2. Konservatisme merupakan prinsip kehati-hatian. Pengakuan beban yang lebih cepat dan memperlambat pengakuan pendapatan, akan membuat laba dalam laporan keuangan terlihat lebih rendah. Prinsip kewaspadaan ini diimplementasikan untuk mengantisipasi atas kurang pastinya ekonomi di masa akan datang, karena berdampak pada keberlangsungan hidup perusahaan (Kalbuana dan Yuningsih, 2. Pelanggaran prinsip konservatisme dapat menyebabkan kerugian Ini dapat berupa denda atau penurunan harga saham. Menurut konservatisme, penjualan dengan kontrak transaksi jangka panjang seharusnya dicatat sebagian selama kontrak itu berlangsung. Meskipun perusahaan mencatat transaksi pendapatan pada awal kontrak, beberapa pendapatan tersebut belum dibayar sepenuhnya. Dengan demikian, laba Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 perusahaan dilaporkan lebih tinggi pada periode awal dan lebih rendah pada periode berikutnya. (Putri dan Trisnawati, 2. Dapat diamati pada kasus pemalsuan laporan keuangan yang diterbitkan di BEI oleh PT. Tiga Pilar Indonesia Food Tbk (AISA), emiten yang bergerak di bidang sektor makanan dan minuman. Pasca peralihan direktur pada tahun 2018, ditemukan bahwa direksi sebelumnya telah melebih-lebihkan dana sebesar Rp4. 000 pada kategori pendapatan dan EBITDA . mortisasi, depresiasi, pajak, dan laba sebelum bung. pada laporan keuangan tahun 2017. Pada tahun 2019. AISA melaporkan selisih laba bersih yang tidak wajar daripada dengan tahun Pada tahun 2019. AISA melaporkan laba bersih sebesar Rp1. 000, sedangkan pada tahun 2018 mengalami rugi Rp123. AISA menyatakan mendapatkan penghasilan lain sebesar Rp1. 000 yang mendongkrak laba perusahaan. Selain itu, terdapat pembalikan atas penurunan nilai piutang senilai Rp 000 dan perbedaan nilai wajar lebih dari 10% sebelum dan sesudah restrukturisasi. Kasus ini tentu mempengaruhi kualitas laba yang didapatkan emiten tersebut, dan emiten ini hampir kehilangan tempatnya di BEI (Wareza, 2. Fenomena ini memberi pernyataan bahwa perilaku ini didorong oleh tingkat laba yang diharapkan manajer agar dapat memikat minat investor luar dan meningkatkan nilai saham di pasar saham, yang menimbulkan kualitas laba perusahaan terlihat bagus di mata Dalam laporan keuangan emiten, laba dinyatakan dengan nilai yang lebih kecil, karena verifikasi pengakuan pendapatan yang lebih waspada dibanding dengan pengakuan beban. Dengan laba yang lebih kecil, laba yang dapat dimanipulasi manajer juga akan lebih kecil. Dengan demikian, kepentingan pemegang saham atau investor dapat terlindungi dari tindakan manipulasi manajer. Terdapat juga penyebab-penyebab yang berdampak dalam penggunaan prinsip konservatisme akuntansi pada emiten, yaitu kepemilikan saham oleh manajer, dan kepemilikan saham oleh institusi. Adanya bagian sebagai pemegang kepemilikan saham, manajer bisa terdorong untuk membuat keputusan yang optimal untuk perusahaan, karena manajer akan merasakan akibat dari keputusannya secara langsung (Putri dan Kusumawati, 2. Menurut (Furwati et al. , 2. (Jao dan Ho, (Putri dan Nurcholisah, 2. menyatakan saham dimiliki manajer mempunyai dampak yang baik atas konsep konservatif sedangkan menurut (Rahmi dan Baroroh, 2. (Yamin dan Ramadhani, 2. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 (Tunggal dan Lasdi, 2. (Putri dan Kusumawati, 2. mengemukakan bahwa kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Faktor selanjutnya yang diduga dapat mempengaruhi penggunaan konservatisme akuntansi pada perusahaan adalah kepemilikan Proporsi kepemilikan institusional yang besar dapat menekan tindakan manajer dalam membuat keputusan yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Pada penelitian sebelumnya (Putra et al. , 2. (Tamur, (Putri dan Kusumawati, 2. (Yuniarti dan Pratomo, 2. berpendapat bahwa kepemilikan saham oleh institusi mempunyai dampak positif signifikan terhadap konservatisme akuntansi, di sisi lain menurut (Jao dan Ho, 2. (Tunggal dan Lasdi, 2. (Istiana, 2. (Zulni dan Taqwa, 2. berpendapat bahwa kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh penting terhadap konservatisme akuntansi. Berlandaskan konteks yang telah diuraikan dan terdapatnya ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya, maka dari itu target studi ini adalah untuk meneliti dan mengevaluasi dampak konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba dengan struktur kepemilikan sebagai variabel moderasi. LANDASAN TEORI Teori Agensi Menurut pemaparan oleh Jensen dan Meckling . , relasi keagenan adalah kontrak di antara agen dengan pemilik perusahaan. Kedua sisi terikat oleh kontrak mengenai hak dan tugas masing-masing. Menurut Ahmad dan Septriani . , dasar dari filosofi agensi itu mengaitkan kedua sisi yaitu agen dan prinsipal. Seorang agen . dipekerjakan oleh prinsipal . emegang saha. dan diberi wewenang untuk mengelola perusahaan atau emiten atas nama prinsipal. Di sisi lain, manajer ditugaskan mengelola bisnis menurut target dan kepentingan pemegang saham tersebut. Menurut teori agensi, semua orang bertindak demi tujuan mereka masing-masing. Karena target berbeda, kedua pihak mencoba untuk memaksimalkan profit mereka masing-masing. Prinsipal atau pemegang saham dianggap hanya ingin mengambil keuntungan yang sebanyak mungkin, disisi lain agen meminta imbalan atau bonus yang sebanyak-banyaknya. Teori Sinyal Teori sinyal ditemukan Spence . yang memaparkan filosofi ini sebagai usaha yang diimplementasi oleh emiten untuk menginformasikan pihak luar mengenai masalah emiten secara akurat. Ketika kedua belah pihak, individu maupun lembaga, memiliki akses informasi laporan keuangan yang berbeda. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 berinteraksi, teori sinyal digunakan untuk menjelaskan interaksi tersebut (Connelly et al. , 2. Teori sinyal sering dikaitkan dengan mengurangi perbedaan informasi kedua belah pihak. Perbedaan informasi atau sering juga disebut asimetri informasi didefinisikan sebagai perbedaan informasi di saat manajer mempunyai informasi perusahaan yang cenderung sangat banyak tentang potensi bisnis dibanding investor luar (Rokhlinasari, 2. Menurut Su et . , informasi yang disampaikan dalam teori sinyal dapat dibedakan menjadi berita baik maupun berita buruk. Informasi yang kurang dimiliki oleh investor luar mengenai keadaan perusahaan, dapat mengakibatkan evaluasi yang kurang baik dari pandangan investor terhadap perusahaan. Ini dapat merugikan emiten dengan kondisi yang baik karena dapat dievaluasi oleh investor dengan harga yang lebih rendah (Nuswandari, 2. METODE PENELITIAN Penelitian studi ini memprioritaskan emiten manufaktur tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2023 karena emiten manufaktur mempunyai jumlah emiten terbanyak di Bursa. Laporan keuangan dan tahunan merupakan koleksi data sekunder, yang diartikan mereka dikumpulkan melewati perantara yang diberikan oleh pihak kedua. Data dalam studi ini diambil dari laporan keuangan dan laporan tahunan yang telah dipublikasi dan dicatat oleh Bursa Efek Indonesia . periode 2021-2023. Adapun metode analisis variabel yang digunakan adalah: Konservatisme Akuntansi Ketika seorang akuntan dan manajer menghadapi tantangan untuk menghitung pengaruh dari transaksi baik dari segi beban dan juga pendapatan, mereka menggunakan pendekatan konservatif (Wahlen et al. Akuntansi konservatif adalah ketika mereka lebih cepat mengakui rugi daripada laba (Basu, 1. Dalam penelitian Dewa . , metode pengukuran model Hayn dan Givoly . digunakan untuk mengukur konservatisme akuntansi. Berikut adalah rumusnya: ya yayaycEycIyaycIyayaycIya Oe yayaycC yaycAycIycO = y Oe1 ycNya Keterangan: KNSV = Indeks konservatisme = Laba bersih yang tercatat AKO = Aliran kas operasi dalam laporan = Total aset tercatat . Kepemilikan Institusional Menurut Widarjo et al. , kepunyaan sekuritas oleh organisasi termasuk organisasi pemerintah, atau internasional dikenal sebagai kepemilikan Institusi dan lembaga mempunyai potensi dan wawasan yang lebih besar dalam mengawasi manajemen emiten, yang membedakan Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 kepemilikan ini dari kepemilikan individu. Untuk mengukur kepemilikan institusional dalam penelitian ini, rumus penelitian Novieyanti . digunakan, dan rumusnya adalah sebagai berikut: yayceycyyceycoycnycoycnycoycaycu yaycuycycycnycycycycnycuycuycayco = yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci yccycnycoycnycoycnycoycn yaycuycycycnycycycycn y 100% yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci ycayceycyceyccycayc . Kepemilikan Manajerial Jika manajer memiliki saham perusahaan, mereka juga menjadi pemegang saham dan pemilik. Oleh karena itu, kepentingan antara manajer dan pemegang saham diharapkan lebih selaras (Widarjo et al. , 2. Untuk mengukur kepemilikan manajerial dalam penelitian ini, rumus penelitian Novieyanti . digunakan, dan rumusnya adalah sebagai berikut: yayceycyyceycoycnycoycnycoycaycu ycAycaycuycaycyceycycnycayco = yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci yccycnycoycoycnycoycn ycAycaycuycaycyceyc y 100% yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci ycayceycyceyccycayc . Kualitas Laba Kualitas laba adalah laba yang digunakan untuk memprediksi kinerja emiten di masa yang akan datang dan menilai kinerja saat ini dengan benar (Wahlen et al. , 2. Laba yang berkualitas adalah laba yang bertahan pada jangka waktu yang panjang, yang diukur oleh kualitas akrual (Wulansari, 2. Kualitas laba dihitung dengan metode AKO . ash flow approac. , yaitu rasio arus kas operasi terhadap EBIT. Semakin tinggi rasio ini, semakin tinggi kualitas laba, karena laba akuntansi didukung oleh arus kas operasi. yaycycaycoycnycycayc yaycaycayca = yaycycyc yaycayc ycCycyyceycycaycycn yayaAyaycN HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama . variabel-variabel independen terhadap variabel dependen dan untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak. Tabel 4. Hasil Uji Statistik F Variabel Independen Variabel Dependen Sig Konservatisme Akuntansi Kepemilikan Institusional Kualitas Laba 0,000 Kepemilikan Manajerial Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS . Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Hasil olah data simultan tampak pada tabel memperlihatkan pengujian pengaruh konservatisme akuntansi, kepemilikan instusional dan kepemilikan manajerial atas kualitas laba mempunyai relevansi sekitar 0,000 < 0,005. Dapat disimpulkan adanya dampak konservatisme akuntansi, kepemilikan instusional dan kepemilikan manajerial secara simultan atas kualitas laba sehingga model penelitian telah dibangun dengan baik. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. menghitung potensi model memaparkan variasi variabel dependen. Koefisien yang dipakai studi adalah R Square. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Substruktur Model R Square Adjusted R Square Substruktur 1 0,981 0,963 0,962 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS . Berdasarkan tabel 4. 2 dapat dilihat angka koefisien determinasi atau R Square untuk model 1 sekitar 0,963. Ini menandakan terdapat dampak variabel konservatisme akuntansi, kepemilikan instusional dan kepemilikan manajerial atas kualitas laba yang bisa dipaparkan oleh riset ini adalah sekitar 96,3% dan 3,7% dipaparkan faktor di luar studi. Hasil Uji Parsial (Uji . Uji parsial meneliti sebagian pengaruh faktor independen terhadap faktor dependen dalam model. Jika uji menampakkan relevansi < 0,05, jadi faktor independen dan faktor dependen tampak dampak sebagian relevan. Tabel 4. Hasil Uji t Standardized Struktur Model Sig. Keterangan Coefficients Substruktur 1 (Pengaruh Konservatisme Akuntansi terhadap Kualitas Lab. Konservatisme Akuntansi 0,216 0,015 Signifikan Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS . Pembahasan hasil uji t pada table 4. 3 adalah sebagai berikut: Dampak konservatisme akuntansi dengan kualitas laba sekitar 0,216 dengan derajat signifikansi 0,015 < 0,05. Menandakan terdapat pengaruh positif signifikan antara penerapan konservatisme akuntansi dengan kualitas laba. Dengan demikian. H1 dengan hipotesis konservatisme akuntansi berdampak positif dan signifikan terhadap kualitas laba, diterima. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Hasil Uji Moderated Regression Analysis (MRA) Uji MRA ini digunakan untuk menguji apakah relasi antara faktor independen (X) dan faktor dependen (Y) diperkuat oleh faktor moderator (Z). MRA menguji apakah efek X terhadap Y akan berubah . enguat atau melema. tergantung pada variabel Z. Tabel 4. Hasil Uji Moderated Regression Analysis Pengaruh Standardized Sig. Keterangan Variabel Coefficient X . (Kepemilikan 1,478 1,678 0,097 Signifikan Institusiona. X . (Kepemilikan 2,010 8,722 0,001 Signifikan Manajeria. Sumber: Data olahan . Dampak konservatisme akuntansi atas kualitas laba dimoderasi kepemilikan instusional memiliki relevansi sekitar 0,097 > 0,05, maka bisa dikonklusi faktor kepemilikan instusional dalam studi ini tidak bisa memoderasi relasi antara konsep konservatif dengan kualitas laba, maka hipotesis H2 dimana kepemilikan instusional menguatkan dampak konsep konservatif atas kualitas laba, ditolak. Pengaruh konsep konservatif atas kualitas laba diperkuat kepemilikan manajerial memiliki tingkat signifikansi sekitar 0,001 < 0,05, maka bisa dinyatakan kepemilikan manajerial dalam studi bisa memoderasi dampak antara konservatisme akuntansi dengan kualitas laba, dengan demikian H3 yang menyatakan kepemilikan manajerial memoderasi pengaruh konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba, diterima. Pembahasan Hasil penelitian Studi ini menemukan bahwa konservatisme akuntansi positif dan signifikan terhadap kualitas laba, yang berarti bahwa lebih konservatif akuntansi perusahaan, lebih baik labanya. Dengan demikian. H1 dengan hipotesis konservatisme akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laba, diterima. Bisnis dengan konservatisme akuntansi yang menjulang tinggi bisa meningkatkan kualitas laba mereka. Emiten dapat mencegah kecurangan dengan memberitakan laba yang transparan untuk mencegah asimetri informasi. Berdasarkan teori agensi, penerapan konservatisme akuntansi yang tinggi dapat mengurangi konflik antara pemilik saham dan manajer. Pemilik memiliki mekanisme pemantauan yang kuat untuk mempertahankan Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 kekayaannya sebagai investor jangka panjang, dan pada akhirnya menambah kualitas laba yang diperoleh emiten. Riset ini sama dengan riset yang diobservasi oleh Safitri et al. , . , konsep konservatif berdampak baik atas standar laba. Besarnya konservatisme akuntansi akan mendorong laba yang diperoleh emiten juga akan berkualitas. Dampak positif, ini menyatakan bahwa emiten yang menerapkan prinsip konservatif yang tinggi dapat menambah standar laba emiten. Riset Kadek et al. , . juga memaparkan konsep konservatif memengaruhi standar laba dengan baik. Riset ini menunjukkan kemampuan konsep konservatif dalam memproduksi laporan keuangan dapat meningkatkan standar laba. Studi ini memaparkan bahwa konservatisme akuntansi dapat mencegah kecurangan dengan memberitakan laba yang cukup, yang bisa mencegah perbedaan informasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepemilikan instusional dalam memoderasi pengaruh konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba memiliki dampak baik tetapi tidak relevan. Ini menunjukkan bahwa tingginya kepemilikan instusional tidak menjadi faktor dalam pengaplikasian konsep konservatif. Karena itu. H2 dengan asumsi kepemilikan instusional menguatkan dampak konsep konservatif atas standar laba, ditolak. Investor institusi sering memiliki kepemilikan yang signifikan, yang berdampak pada penentuan keputusan. Dengan saham institusi yang besar, owner dapat mencegah manajer dengan mengimplementasikan konsep konservatif untuk menghindari manipulasi manajer yang dapat mengganggu kelola emiten. Menurut teori agensi, relasi antara manajer dan pemegang saham mempunyai kemiripan dengan hubungan dalam kontrak (Jensen dan Meckling, 1. Jumlah kepemilikan institusional yang lebih besar akan menyebabkan pengawasan manajemen yang lebih ketat. Kepentingan jangka panjang, atau going concern, akan lebih diprioritaskan oleh pemilik Oleh karena itu, pemilik institusi lebih menekankan penggunaan praktik akuntansi yang konservatif terhadap laporan keuangan yang Hasil riset ini sama dengan hasil riset oleh Tunggal dan Lasdi . , yang menemukan bahwa kepemilikan institusional tidak relevan dalam penerapan konservatisme akuntansi. Pemegang saham ingin memperoleh laba dari investasi saham melalui dividen dan capital gain, jika konservatisme diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan maka dividen dari saham yang ditanam akan menjadi lebih kecil. Riset ini memperlihatkan peran kepemilikan sekuritas manajer dalam memoderasi dampak konservatisme akuntansi atas kualitas laba memiliki dampak positif dan relevan. Ini menyatakan bahwa tingginya kepemilikan manajerial dapat menjadi faktor dalam penerapan konservatisme Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Oleh karena itu. H3 dengan hipotesis kepemilikan manajerial memoderasi pengaruh konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba. Dalam proses pelaporan keuangan, kepemilikan manajerial dapat berfungsi sebagai pengawasan. Apabila manajemen melakukannya dengan baik, mereka akan memerlukan laporan keuangan yang memiliki informasi berkualitas tinggi, maka manajer akan menuntut penerapan prinsip konservatisme yang tinggi. Sejalan dengan teori sinyal, manajemen akan memberikan informasi atau sinyal kepada pihak luar terutama investor untuk mengurangi asimetri informasi dan menunjukkan kualitas perusahaan yang Tingginya kepemilikan manajerial perusahaan membuat manajer punya insentif lebih kuat untuk mengirimkan sinyal positif kepada pasar melalui laporan keuangan yang konservatif dan berkualitas. Sejajar dengan studi yang diobservasi oleh Putra et al. yang menemukan konservatisme akuntansi diuntungkan oleh kepemilikan saham oleh Semakin banyak manajemen memiliki saham, semakin dekat mereka dengan perusahaan. Keberlangsungan perusahaan daripada keuntungan pribadi jangka pendek akan cenderung menjadi prioritas utama manajemen. Manajer akan memilih prinsip akuntansi konservatif daripada agresif. Furwati et al. juga mengemukakan hasil penelitian yang sama dimana kepemilikan manajerial berdampak positif terhadap konservatisme akuntansi. Hasil studi menyimpulkan emiten dengan kepunyaan sekuritas manajer mengartikan sekuritas oleh manajer bisa mengimplementasikan kebijakan dan menerapkan metode akuntansi seperti konsep konservatif. SIMPULAN Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba dengan struktur kepemilikan sebagai variabel moderasi. Dari uji dan analisis data, dihasilkan pernyataan sebagai berikut: Konservatisme akuntansi memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kualitas laba. Menandakan bahwa kualitas laba perusahaan berkorelasi positif terhadap penerapan prinsip konservatisme akuntansi. Pengimplementasian konsep konservatif tinggi dapat mengurangi selisih target antara manajer dengan owner. Mekanisme pemantauan kuat oleh pemilik untuk menjaga kekayaannya sebagai investor jangka panjang dan menambah kualitas laba yang diperoleh emiten. Peran kepemilikan instusional dalam memoderasi pengaruh konservatisme akuntansi terhadap kualitas laba berpengaruh positif dan tidak signifikan. menandakan bahwa tingkat kepemilikan instusional tidak berpengaruh terhadap penerapan konservatisme akuntansi. Ini karena Prinsipal ingin menghasilkan dividen dan capital gain dari saham yang ditanamkan. Jika Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 prinsip konservatisme diterapkan dalam laporan, itu akan menghasilkan dividen dari saham yang relatif kecil. Peran kepemilikan manajerial dalam menguatkan dampak konsep konservatif atas kualitas laba memiliki dampak positif dan signifikan. Ini menyatakan bahwa kepemilikan manajemen dapat berfungsi sebagai pengawasan dalam proses pelaporan keuangan. Dengan melakukan pengawasan yang efektif, manajemen akan memerlukan informasi laporan keuangan yang berkualitas tinggi, maka manajer akan menerapkan prinsip konservatif yang tinggi. Hasil studi ini dilandasi peran teori agensi yang dipaparkan Jensen dan Meckling . , yang mengemukakan kepentingan antara prinsipal dengan agen memiliki perbedaan. Prinsipal ingin bahwa agen untuk mengambil suatu keputusan yang optimal untuk menghindari kerugian yang akan dialami perusahaan, namun agen memiliki tujuan untuk memperkaya dirinya sendiri dengan membuat keputusan yang menguntungkan meskipun memiliki suatu resiko yang sangat besar bagi perusahaan. Konservatisme akuntansi dapat membantu mengurangi konflik kepentingan antara pemilik dan manajer, dan pada akhirnya menambah kualitas laba yang diperoleh emiten. Tingginya kepemilikan institusional juga dapat mengurangi jarak dari tujuan agen dengan Kepemilikan institusional mempunyai kemampuan mengendalikan internal emiten dan pemantauan yang diimplementasi ketat agar bisa mengurangi risiko kecurangan profit. Penelitian ini juga memberi kontribusi terhadap teori sinyal dari Spence . yang menjelaskan suatu informasi dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memberi sinyal positif maupun negatif kepada pihak lain. Perusahaan dapat memberikan sinyal positif ketika perusahaan memiliki kualitas laba yang tinggi, yang dapat diwujudkan dengan penerapan prinsip konservatisme. Kepemilikan saham oleh manajemen juga dapat mendorong penerapan konservatisme akuntansi untuk meningkatkan kualitas laba dalam laporan keungan perusahaan. Standar profit dalam laporan keuangan dapat menimbulkan sinyal baik kepada pihak luar, sehingga dapat meningkatkan reputasi emiten serta menarik minat investor luar untuk berinvestasi. Implikasi praktis dari studi ini dapat menjadi kesadaran bagi emiten akan peran esensial penerapan konservatisme akuntansi sebagai mekanisme untuk meningkatkan kualitas laba laporan keuangan emiten. Konservatisme bisa menjadi respon ketika dihadapkan dalam kondisi ekonomi yang naik turun terutama untuk perusahaan pasca covid-19. Hasil studi bisa menjadi panduan bagi pihak yang mau berinvestasi, bahwa perusahaan yang memiliki kepemilikan institusional tinggi dapat berpengaruh pada tingginya kualitas laba. Ini diharapkan dapat membantu investor mengidentifikasi perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan mengurangi risiko kerugian akibat masalah kualitas laba yang buruk. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Karena periode pengamatan penelitian ini berjangka sempit pada periode 2021Ae2023, ini tidak bisa memaparkan kondisi emiten secara menyeluruh. Keterbatasan ini harus dipertimbangkan oleh peneliti selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Keterbatasan riset memberikan sudut pandang baru bagi riset kedepan, yaitu riset berikutnya akan lebih baik jika menambah periode pengamatan dan menambah sampel perusahaan untuk meningkatkan reliabilitas data. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 DAFTAR RUJUKAN Ahmad & Septriani . Konflik keagenan: tinjauan teoritis dan cara Jurnal Akuntansi & Manajemen 3. , 47-55. Anindita. Leverage. Financial Distress. Universitas Hayam Wuruk Perbanas. Basu. The Conservatism Principle and The Asymmetric Timeliness of Earnings. Journal of Accounting and Economics. Vol. 3Ae37. Connely. Brian L. Certo. Trevis. Ireland. Duane, & Reutzel. Christopher R. Signaling theory: A review and assessment. Journal of management 37 . , 39-67. Dechow. Patricia M. , & Dichev. Ilia D. The quality of accruals and earnings: The role of accrual estimation errors. The accounting review 77 . , 35-59. Dechow. Ge. , & Schrand. Understanding earnings quality: A review of the pro, their determinants and their consequences. Journal of Accounting and Economics, 50 . Ae. , 344Ae401. Dewa. Pengaruh Konservatisme Akuntansi dan Good Corporate Governance Pada Kualitas Laba. E-Journal Akuntansi Universitas Udayana, 184. Dewi. , & Fachrurrozie. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Leverage. Kepemilikan Manajerial, dan Kepemilikan Institusional terhadap Kualitas Laba. Business and Economic Analysis Journal, 1. , 7Ae Eriandani. Rizky. Pengaruh Institutional Ownership dan Managerial Ownership terhadap Pengungkapan CSR pada Laporan Tahunan Perusahaan Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur 2010-2011. Universitas Surabaya. Simposium Nasional Akuntansi XVI. Manado. Furwati. Abbas. Hamdani. , & Yahawi. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Debt Convenant Dan Risiko Litigasi Terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Ekonomi. Bisnis Dan Manajemen, 1. , 82Ae99. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS Semarang: Badan Penerbit-Universitas Diponegoro. Ghozali. & Abhirama. The Effect of Corporate Social Responsibility on Profit Quality with Ownership Structure as a Moderating Variable (Empirical Study of Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2. Diponegoro Journal of Accounting, 10. Givoly. , & Hayn. The changing time-series properties of earnings, cash fows and accruals: Has financial reporting become more Journal of Accounting and Economics. Hadi. Febiyana Sakinah, & Siti Almurni. Pengaruh Konservatisme Dan Investment Opportunity Set (Io. Terhadap Kualitas Laba. Indrayati. Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris Terhadap Tingkat Konservatisme Akuntansi. Semarang. Universitas Diponegoro. Istiana. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Konservatisme Akuntansi. Universitas Teknologi Yogyakarta. Jao. , & Ho. Pengaruh Struktur Kepemilikan Dan Debt Covenant Terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Riset Akuntansi Jambi, 2. , 1Ae Jensen. Michael, & William Meckling. Theory of the Firm: Managerial Behavior. Agency Cost, and Ownership Structure. Journal of Financial Economics. Vol. Kadek. Yuniarta. Herawati N. , . Pengaruh Intellectual Capital dan Konservatisme Akuntansi Terhadap Kualitas Laba. JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntans. Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. No. 2614Ae1930. Kalbuana. , & Yuningsih. Pengaruh Leverage. Profitabilitas Dan Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Pertambangan Di Indonesia. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil: Jwem, 10. , 57Ae68. Limantauw. Shirly. Pengaruh karakteristik dewan komisaris sebagai mekanisme good Corporate govenance terhadap tingkat konservatisme akuntansi Pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1. , 48-52. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Maulia. , & Handojo. Pengaruh Konservatisme Akuntansi. Investment Opportunity Set. Dan Faktor Lainnya Terhadap Kualitas Laba. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 24. , 193Ae204. Novieyanti. Ira Ayu. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kualitas Laba pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Vol. No. Nuswandari. Pengungkapan pelaporan keuangan dalam perspektif signalling theory. Kajian Akuntansi, 1. , 48-57. Praditha. , & Agustuty. Peran Kebijakan Utang Dalam Memediasi Hubungan Antara Struktur Kepemilikan Dan Nilai Perusahaan. Measurement Jurnal Akuntansi, 17. , 185Ae195. Pramana. Arif Duta. Pengaruh Mekanisme Corporate Governance. Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi di Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Putra. Sari. , & Larasdiputra. Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Pada Konservatisme Akuntansi. Bisnis Dan Akuntansi, 18. , 41Ae51. Putri. , & Nurcholisah. Pengaruh Profitabilitas Dan Struktur Kepemilikan Manajerial Terhadap Konservatisme Akuntansi. Bandung Conference Series: Accountancy, 3. Putri. , & Kusumawati. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Growth Opportunity. Intensitas Modal. Dan Profitabilitas Terhadap Konservatisme Akuntansi. Economics And Digital Business Review, 5. , 287Ae293. Putri. , & Trisnawati. Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Masa Jabatan Cfo. Debt Covenant Dan Growth Opportunities Terhadap Konservatisme Akuntansi. Rachmawati. Andri & Hanung Triatmoko. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi X: Ikatan Akuntan Indonesia. Rahmi. , & Baroroh. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Risiko Litigasi Dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Dengan Financial Distress Sebagai Variabel Moderating. Owner, 6. , 1043Ae1055. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Rokhlinasari. Theories-Theories in Disclosure of Banking Corporate Social Responsibility Information. Al Amwal: Journal of Sharia Economics and Banking, 7. , 1Ae11. Sadewo. Suparlinah. , & Widianingsih. Pengaruh ukuran perusahaan dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi. Jurnal Akuntansi Dan Sistem Teknologi Informasi. , 126-145. Safira. Zulaecha. Hamdani, & Sarra. , . Decembe. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. IOS. Leverage dan Profitabilitas terhadap Kualitas Laba. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen (JUPIMAN) Vol. No. Safitri. , & Afriyenti. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Likuiditas. Dan Konservatisme Akuntansi Terhadap Kualitas Laba. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2. , 3793Ae3807. Santoso. Pengaruh asimetri informasi terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur di BEI. Berkala Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1. , 82-88. Savitri. Konservatisme Akuntansi: Cara Pengukuran. Tinjauan Empiris Dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhinya. Pustaka Sahila Yogyakarta. Schiper. , & Vincent. Earnings Quality. Accounting Horizons. Supplement. Seswanto. Pengaruh Konservatisme Terhadap Kualitas Laba dengan Pendekatan Accounting Based dan Market Based. Journal of Financial Economics. Vol. 385Ae417. Spence. Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87. , 355Ae374. Suganda. & Syarif. Analisis Pengaruh Kualitas Akrual (Accruals Qualit. Terhadap Sinkronitas Harga Saham (Stock Price Synchronicit. Studi Empiris pada Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XVi. Su. Peng. Tan. , & Cheung. -L. The signaling effect of corporate social responsibility in emerging economies. Springer Science Business Media Dordrecht, 1Ae13. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Tamur. Pengaruh Kepemilikan Institusional. Debt Covenant Dan Growth Opportunity Terhadap Konservatisme Akuntansi. Akuntansi Dewantara, 6. , 72Ae83. Tertius. , & Christiawan. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan. Business Accounting Review, 3. , 223Ae232. Tunggal. , & Lasdi. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Institusional. Asimetri Informasi. Dan Risiko Litigasi Terhadap Penerapan Konservatisme Akuntansi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 10. , 11Ae Wahlen. Wieland. , & Nichols. Craig, . Publicly-Traded versus Privately-Held: Implications for Bank Profitability. Growth. Risk, and Accounting Conservatism. Wardhani. Ratna. Tingkat Konservatisme Akuntansi Di Indonesia Dan Hubungannya Dengan Karakteristik Dewan Sebagai Salah Satu Mekanisme Corporate Governance. Jurnal dan Prosiding SNA Simposium Nasional Akuntansi. Vol 11. Wareza. Tiga Cnbcindonesia. Com. Pilar Drama Penggelembungan Dana. Watts. Conservatism in accounting Part I: Explanations and implications. Accounting Horizons, 17. Widarjo. Bandi, & Hartoko. Pengaruh Ownership Retention. Investasi Dari Proceeds. Dan Reputasi Auditor Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kepemilikan Manajerial Dan Institusional Sebagai Variabel Pemoderasi. Simposium Nasional Akuntansi Xi, (Hartono 2. , 1Ae23. Wijayanti. Analisis Pengaruh Perbedaan Antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba. Akrual, dan Kas. Makalah Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. Wulansari. Pengaruh Investment Opportunity Set, likuiditas dan leverage terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Jurnal Akuntansi, 1. Wu. Shuo. Managerial Ownership and Earnings Quality. Working Paper. Sauder School of Business University of British Columbia. Contemporary Journal on Business and Accounting (CjBA) Vol. 6 No. 1 (Apri. Page 53-71 Yamin. , & Ramadhani. Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Leverage. Growth Opportunity Dan Financial Distress Terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 1. , 1Ae17. Yuniarti. , & Pratomo. The Effect Of Audit Committee . Managerial Ownership . And Institutional Ownership To Accounting Conservatism. Zulni. , & Taqwa. Pengaruh Financial Distress. Kepemilikan Institusional, dan Growth Opportunities terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 5. , 246Ae262.