Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMPN 10 PESAWARAN Tri Riya Anggraini1. Hastuti 2. Andri Wicaksono3. Diana Zulpa4. Dini Agustia5 STKIP PGRI Bandar Lampung tri260211@gmail. com, 2hastutimpd@gmail. com, 3ctx. andrie@gmail. diana_zulpa@gmail. com, 5dini-agustia@gmail. Abstrak: Kurikulum merdeka berkaitan dengan pembelajaran berbasis proyek dan profil Pancasila. Perencanaan kurikulum merdeka diperlukan pengembangan perencaan pembelajaran pada kurikulm merdeka dengan baik. Salah satu masalah mitra yaitu implikasi harapan kurikulum merdeka seperti bagaimana penerapan perangkat kurikulum seperti perancaan belajar dan pembuatan modul ajar. Solusi atas permasalahan tersebut adalah pelatihan terkait implikasi kurikulum merdeka . embuat perencanaan dan modul Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan kurikulum merdeka . erencaan pembelajaran dan modul ajar. Kata Kunci: kurikulum, perencanaan, modul Abstract: The independent curriculum is related to project-based learning and the Pancasila profile. Planning an independent curriculum requires the development of learning planning in the independent curriculum properly. One of the partner's problems is the implications of the expectations of the independent curriculum, such as how to implement curriculum tools such as learning planning and making teaching modules. The solution to this problem is training related to the implications of the independent curriculum . aking plans and teaching module. The results of this activity are a significant increase in knowledge of the independent curriculum . earning planning and teaching modules. Keywords: curriculum, planning, modules PENDAHULUAN Generasi muda begitu mempengaurhi bagaimana kualitas pendidikan di suatu Seperti halnya pendidikan formal yang diterima oleh sekolah, pengetahuan yang mereka peroleh, prestasi, dan Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana pembelajaran yang berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar, dan cara penggunaan, serta berfungsi sebagai pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Menurut Ashfarina dkk . , sekumpulan mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa untuk menyandang gelar atau penghargaan pendidikan lainnya. Hajar Dewantara, yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, menciptakan filosofi pendidikan adalah merdeka, kita diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran yang sesuai dan dapat disesuaikan dengan keinginan. Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru SMPN 10 Pesawaran kebutuhan, dan karakteristik masingmasing siswa. Menurut Kartika dkk . , kurikulum disesuaikan dengan setiap tingkat pendidikan. Kurikulum merdeka adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan bakat dan minat individu dan memberikan guru kurikulum dengan kebutuhan siswa. Dengan menggunakan kurikulum ini, siswa diberi kebebasan untuk memilih mata pelajaran apa pun yang mereka sukai dalam berbagai bidang (Shalehah, 2. Dengan kata lain, kurikulum ini dapat pembelajaran yang beragam di kelas. Kurikulum pendidikan karena digunakan oleh sekolah sebagai dasar untuk mengatur pembelajaran mereka. Kurikulum menekankan pada keterampilan proses siswa dan struktur pengetahuan mereka. Ini pengembangan proyek yang melibatkan Ini membutuhkan perubahan dari guru dan berbagai bekal pengetahuan untuk Penyesuaian materi, penyusunan rancangan, pengembangan instrumen, metode pelaksanaan, membuat raport, dan tindak lanjut evaluasi adalah masalah yang dapat muncul, menurut (Supriyadi, dkk. Dunia pendidikan mulai bergeser ke era digital karena inovasi dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Selain itu. Kurikulum Merdeka membutuhkan waktu yang cukup untuk Untuk mendukung hal ini, kesempatan kepada guru dan lembaga pendidikan untuk mengadopsi kurikulum mandiri sesuai dengan tingkat kesiapan Para guru dan lembaga pendidikan juga harus memperoleh pembelajaran mandiri sesuai kecepatan siswa dan secara bertahap meningkatkan menerapkannya karena siswa berkembang sesuai kecepatan mereka sendiri. Analisis situasi yang dilakukan terhadap guru di SMP Negeri 10 Pesawaran yang tidak memahami Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang perlu diperbaiki agar kurikulum tersebut dapat diterapkan dengan baik. Salah satu masalah utama adalah kurangnya pemahaman tentang ide-ide dan tujuan Kurikulum Merdeka. Banyak guru masih memahami program secara konvensional dan tidak memahami perubahan yang dibawa oleh Kurikulum Merdeka, seperti penekanan pada pembelajaran berbasis pengembangan keterampilan abad ke-21. Beberapa masalah dapat dirumuskan berdasarkan analisis situasi. Pertama, pengetahuan akan konteks Kurikulum Merdeka beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai efektivitas implementasi Salah permasalahan utama adalah kurangnya pemahaman terhadap konsep dan tujuan Kurikulum Merdeka. Banyak pendidik yang masih memahami kurikulum secara konvensional dan kurang mendalami perubahan yang diusung oleh Kurikulum Merdeka, seperti penekanan pada pengembangan keterampilan abad ke-21, pembelajaran berbasis proyek, dan Kedua, mengalami kendala dalam merancang dan menerapkan Kurikulum Merdeka. Dalam merdeka diperlukan adanya tiga aspek, karena ketiga aspek tersebut berpartisipasi menerapkan kurikulum merdeka akan menjadi tantangan bagi sekolah, guru, dan "Untuk menghadapi berbagai tantangan diperlukan sebuah upaya strategis dengan berbagai pemahaman peranan bagi masing-masing elemen atau Tri Riya Anggraini. Hastuti. Andri Wicaksono. Diana Zulpa. Dini Agustia Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. subjek pendidikan itu sendiri", kata Indarta dkk . Sekolah harus memutuskan untuk mempertahankan kurikulum lama atau menggantinya sesuai dengan kebutuhan sekolah. Peserta didik harus terus berusaha mengikuti kurikulum tersebut dengan belajar sungguh-sungguh Selain itu, peran guru harus memastikan bahwa kurikulum baru meningkatkan kualitas pembelajaran. Penting untuk menerapkan kurikulum Ini mencakup kompetensi, keterampilan, perspektif guru sebagai infrastruktur dan sumber daya yang Meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum diperlukan karena kurikulum merupakan aspek penting dalam proses belajar-mengajar. Implementasi kebijakan pendidikan yang tepat akan tercermin pada pelaksanaan kurikulum karena kurikulum merupakan jantung pendidikan yang menentukan (Efendi,dkk. Kurikulum Merdeka adalah suatu desain pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyenangkan dan bebas dari tekanan. Kurikulum Merdeka berfokus pada pemikiran kreatif dan bebas. Kurikulum Merdeka sebelumnya dikenal sebagai kurikulum prototipe dibuat sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Ciri-ciri utama kurikulum berbasis proyek untuk mengembangkan soft skills dan karakter sesuai profil siswa Pancasila. Fokus pada topik penting sehingga ada waktu yang cukup untuk keterampilan dasar seperti literasi dan menyesuaikan pembelajaran mereka menyesuaikannya dengan konteks dan muatan lokal. Selain itu, terdapat tiga aktivitas pendidikan termasuk dalam kurikulum intrakurikuler dilakukan dengan cara yang berbeda sehingga siswa memiliki cukup waktu untuk mempelajari konsep dan menguatkan keterampilan. Ini juga memungkinkan guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa Kedua. Pembelajaran kokurikuler bertujuan untuk meningkatkan Profil Pelajar Pancasila dan berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi Ketiga, dengan minat siswa dan sumber daya satuan guru. Dengan itu semua orang yang terlibat pendidik, dan tenaga kependidikan bertanggung jawab untuk memastikan dan pemerintah dengan baik. Sebagai tenaga pendidik, mereka bertanggung jawab untuk mendukung proses belajar mengajar dengan baik dan menjalankan Tridharma pendidikan, yang mencakup pengabdian kepada masyarakat. Dengan itu. Dosen dan Mahasiswa STKIP PGRI Bandar Lampung Tridarma Pendidikan dengan menyelenggarakan seminar dan membantu guru SMP Negeri 10 Pesawaran dalam pelatihan penerapan kurikulum merdeka. METODE Pelatihan ini memiliki tujuan untuk mengatasi masalah dan sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat khususnya Guru SMP Negeri 10 Pesawaran yang berorientasi pada pemberdayaan dan perubahan. Pelatihan Implementasi kurikulum merdeka bagi guru SMP Negeri 10 Pesawaran sebagai Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru SMPN 10 Pesawaran kurikulum merdeka yang rencana dilaksanakan pada bulan November tahun Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari, dimulai pukul 08. 00 sampai dengan 00 dengan waktu istirahat 11. sampai dengan 13. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SMP Negeri 10 Pesawaran. Adapun rincian kegiatan dapat dipaparkan lebih spesifik sebagai Materi Kedua disampaikan Oleh Dr. Andri Wicaksono. Pd. Materi Ketiga disampaikan oleh Ibu Hastuti. Pd. Pd. Refleksi dan Evaluasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SMP Negeri 10 Pesawaran selaku Tuan Rumah kegiatan. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang kurikulum merdeka. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan pengabdian bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada kepala Sekolah SMP Negeri Pesawaran Tataan terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti Kesepakatan bersama dengan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pembahasan kurikulum Merdeka dan Merdeka. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Rencana kegiatan pelatihan akan dimulai dari pukul 08. 00 hingga 15. 00 dengan susunan acara: Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah SMP Negeri Pesawaran selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Tri Riya Anggraini. Pd. Penyampaian Materi Materi Pertama disampaikan Oleh Tri Riya Anggraini. Pd. Gambar 1. Pemaparan kurikulum Merdeka Telah merdeka yang berkaitan dengan prinsip pembelajaran, perencanaan pembelajaran, dan tujuan pembelajaran. Pemaparan ini telah menambah pengetahuan guru-guru terkait struktur kurikulum dan disesuaikan dengan kurikulum SMP yang telah diinformasikan di SMP 10 Pesawaran. Tri Riya Anggraini. Hastuti. Andri Wicaksono. Diana Zulpa. Dini Agustia Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Dari gambar 4. bahwa terdapat dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap guru dinilai sangat baik sebanyak 70,6%, karena guru-guru dalam mengimplikasikan hasil kegiatan kepada perancangan kurikulum modul ajar. Modul Merdeka dirancang mengikuti alur tujuan pembelajaran kurikulum Merdeka. Gambar 2. Pemaparan Modul Ajar Dalam diinformasikan terkait modul ajar dengan proses pembuatan modul ajar. Dengan begitu guru-guru SMP Negeri 10 Pesawaran mampu membuat modul ajar sesuai dengan mata pelajaran masingmaisng. Berdasarkan kegiatan ini, tim PKM memberikan angket kepada peserta berkaitan dengan pelaksanaan sebagai Gambar 3. Kesan PKM Terdapat 82,4% peserta menyatakan pelatihan ini memiliki kesan yang sangat baik karena terkait dengan masalah dan kebutuhan guru saat ini. Gambar 4. Dampak PKM terhadap pekerjaan Gambar 5. Teknologi tepat guna Teknologi tepat guna yang berkelanjutannya dinilai cukup dengan 56,3%. Merdeka menggunakan media pembelajaran Gambar 6. PKM Meningkatkan pengetahuan Kegiatan PKM dapat meningkat guru-guru kurikulum Merdeka dengan persentase 82,4%. Gambar 7. PKM meningkatkan perubahan sikap Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru SMPN 10 Pesawaran Kegiatan PKM ini mampu meningkatkan perubahan sikap sebanyak 75%, dengan mengikuti pelatihan ini, guru-guru perubahan sikap pengajaran kepada siswa di dalam maupun di luar kelas. Gambar 8. PKM mningkatkan keterampilan PKM keterampilan dengan persentasi 70,6%, guru-guru perencanaan modul ajar kurikulum Merdeka. Gambar 9. Kegiatan PKM dengan IPTEK Dalam kegiatan pelatihan ini kemampuan dalam mengimplikasikan IPTEK memperoleh persentase 52,9%. Perencanaan kurikulum Merdeka dapat IPTEK guru-guru dalam pembuatannya. Dari hasil data angket diperoleh hasil presentasi 70,02% pelatihan kurikulum Merdeka bagi guru-guru salah satu SMP Negeri 10 Pesawaran dengan kategori baik. Pengetahuan guruguru SMP Negeri 10 Pesawaran dapat meningkat baik ilmu maupun dalam hal implikasi terhadap kurikulum merdeka terutama perencanaan pembelajaran dan modul ajar. Dengan begitu guru-guru SMP Negeri 10 Pesawaran mampu menerapkannya sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampu. Pelatihan ini dapat mengembangkan kemampuan perencanaan guru dengan IPTEK yang dimiliki, guru-guru dapat mengeksplor kemampuan diri untuk menentukan cara Sehingga tidak hanya membutuhkan pengetahuan guru, tetapu juga pengetahuan terhadap karakter pembelajaran pula. SIMPULAN Diharapkan bahwa kegiatan PKM pemahaman dan keterampilan peserta. Berdasarkan temuan ini, disarankan kepada pendidik untuk . tidak hanya menggunakan keterampilan yang telah pembelajaran, tetapi juga memasukkan keterampilan ini ke dalam proses . kemampuan guru dalam menyusun perencanaan kurikulum sesuai denga mata pelajaran masing-masing mengalami peningkatan pula. Dengan begitu guru lebih mampu menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka di dalam kelas dengan menunjukkan kemajuan dalam mengimplikasikan dalam kurikulum ini. DAFTAR PUSTAKA