Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Publisher: CV. Doki Course and Training E-ISSN: 2985-8070iCP-ISSN: 2986-7762 Tren Penelitian tentang Sholat: Kajian Bibliometrik dari tahun 2016-2025 Nurul Islamiyah1. Eka Prasetyawati2. Andi Ainul Inaya3 Universitas Islam Indonesia1,2,3 Corresponding email: nurulislamiyah301001@gmail. ARTICLE INFO Article History Submission: 22-06-2025 Review: 12-07-2025 Revised: 24-07-2025 Accepted: 13-08-2025 Published: 03-01-2026 Kata kunci Sholat Bibliometrik Psikologi Islam Kesehatan Mental Teknologi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah mengenai topik sholat dalam rentang waktu 2016 - 2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data bibliografis dikumpulkan melalui perangkat lunak Publish or Perish, yang terhubung dengan Google scholar, menggunakan kata kunci sperti Ausholat. Islamic ParayerAy dan istilah padanannya. Hasil pencarian mencakup metadata publikasi berupa judul artikel, nama penulis, aflasi institusi, nama jurnal, tahun publikasi, dan jumlah sitasi. Data tersebut kemudian di analisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan kolaborasi penulis, kemunculan kata kunci . o-occurrenc. , serta menidentifikasi artikel dan jurnal yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengalami peningkatan tren publikasi sejak tahun 2019 dan mencapai puncaknya pada tahun 2023, meskipun sempat menurun pada 2020Ae2021 dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Kata AusholatAy muncul sebagai istilah paling dominan dan berkaitan erat dengan kata kunci seperti stres, kesehatan mental, dzikir, dan psikologi Islam. Analisis peta tematik menjunjukkan bahwa topic berkaitan dengan psikologi dan kecemasan tergolong dalam motor themes yang berkembang pesat. Topik psikoterapi islam dan pengendalian diri menunjukkan potensi pengembangan lanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam mengkaji praktik sholat, tidak hanya hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai intervensi psikologis yang potensial dalam meningkatkan kesejahteraan mental individu. Pendahuluan Sholat merupakan ibadah pokok dalam ajaran umat islam yang sifatnya wajib yang perintahkan dalam Al-QurAoan dan sifatnya ada yang sunnah bagi umat muslim yang beriman dalam segala zaman (Zahrah dkk. , 2. Sholat biasanya dilaksanakan lima kali dalam sehari untuk sholat wajib sedangkan untuk sholat sunnah bisa dilaksanakan kapanpun baik malam hari maupun pagi hari sebanyak dua rakaat. Sholat merupakan pendakian umat Website : http://jurnal. org/index. php/JIPBS/index Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 muslim dan doa orang sholeh yang terhubung langsung dengan Sang Pencipta (Mujiburrahman, 2. Sholat tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ritual spiritual tetapi bisa berperan penting dalam pembentukan kepribadian, ketenangan psikologis individu, dan keteraturan hidup umat muslim. Dalam perspektif biomekanik grakan sholat seperti rukuk, sujud, serta takhyat akhir diidentifikasi sebagai bentuk pelatiahn fisik ringan yang bisa melibatkan hamper seluruh kelompok otot (Osama & Malik, 2. Menurut Rusdi . salah satu sholat sunnah yaitu sholat taubat bisa meningkatkan ketenangan hati umat muslim (Rusdi, 2. Sholat sudah menjadi perhatian dalam kajian keislaman klasik dan dalam beberapa dekade cukup banyak menarik minat peneliti dalam berbagai bidang seperti kesehatan, psikologi, teknologi dan Pendidikan. Dalam pendidikan islam, sholat dianggap sabagai sarana dalam membentuk karakter anak dan pembiasaan nilai kedisiplinan, keteraturan waktu, dan ketundukan (Sholeh, 2. Sholat tepat waktu bisa melatih diri dalam belajar disiplin dan secara tidak langsung membentuk sikap kedisplinan diri (Amelia dkk. , 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melaksanakan sholat secara rutin berdampak positif pada pikiran yang mengurangi pikiran negatif sehingga dapat menciptakan ketangan hati dan kebahagiaan (Putri dkk. , 2. Seiring meningkatnya jumlah publikasi ilmiah mengenai topik sholat, peneliti membutuhkan cara yang sistematis dalam memetakan arah serta perkembangan penelitian. Dimana dalam konteks ini, pendekatan bibliometrik menjadi metode yang sangat tepat. Bibliometrik merupakan metode kuantitatif dalam menganalisis data bibliografi dalam mengindentifikasi pola publikasi, kata kunci dominan, penulis peling berpengaruh, dan jaringan kolaborasi dalam suatu bidang tertentu (Aria & Cuccurullo, 2. Jadi. Dengan menggunakan analisis bibliometric, peneliti mendapatkan pemamahaman yang sistematis mengenai lanskap ilmiah yang sedang berkembang pesat saat ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa sholat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik. Misalnya, penelitian oleh Permatasari & Rahmadani . menyatakan bahwa sholat memberikan wadah dalam mengaktualisasikan rasa syukur, yang terbukti berdampak positif pada kesejahteraan psikologis perasaan dan pikiran (Permatasari & Rahmadani, 2. Diyono & Musnidawati . mengungkapkan bahwa sholat tahajud berpengaruh secara singnifikan sebagai terapi untuk menurunkan tekanan (Diyono & Musnidawati, 2. Chamsi-Pasha M & Chamsi-Pasha H . menyimpulkan bahwa sholat bisa dijadikan sebagai intervensi non-faarmakologi dalam proses perawatan serta reabilitasi holistic (Chamsi-Pasha & Chamsi-Pasha, 2. Fauzan Azima dkk . mngungkapkan bahwa pelatihan sholat bermanfaat dalam membentuk kesadaran betapa besarnya pengaruh sholat bukan hanya ibadah saja melainkan bisa dihubungkan dalam segala aspek kehidupan seperti dalam kehidupan akademik (Fauzan Azima dkk. , 2. Disisi lain pendekatan teknologi AI pengenalan gerakan sholat juga mulai dikembangkan (Koubaa, 2. Romegar Mair . mengeluarkan aplikasi media belajar praktek sholat Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 menggunakan teknologi Augmented Reality berbasis Android yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang alternative dalam memahami terkait sholat (Romegar Mair, 2. Penelitian mengenai sholat telah berkembang menjadi topik mencakup dimensi psikologis, piritual, kesehatan fisik, dan teknologi pembelajaran. Dalam ranah kesehatan mental sholat berperan sangat penting sebagai praktik religusitas yang terbukti berpotensi studi bibliometrik pada bidang kesehatan mental telah mengidentifikasi tren dalam meningkatkan fokus intervensi non-farmakologis serta keterlibatan religious pada pengelolaan kecemasan dan stress umat muslim (Rahim dkk. , 2. Aspek pendidikan juga menunjukkan bahwa pembelajaran sholat terkhusus pada anak-anak maupun kelompok berkebutuhan khusus, bisa menjadi sarana dalam terapi penguatan karakter dan motorik. Penelitian oleh Khotimah . menjelaskan bahwa gerakan sholat bisa digunakan sevagai terapi okupasi yang bisa mendukung perkembangan motorik serta sensorik anak yang berkebutuhan khusus melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan (Khotimah. Pada sisi teknologi, transformasi digital memungkinkan pembelajaran sholat menjadi lebih interaktif. Seperti penggunaan media berbasis Augmented Reality (AR), aplikasi mobile, dan pengenalan AI dalam deteksi gerakan sholat sudah semakin banyak yang telah Pada ranah internasional, integrasi AI dan intervensi psikososial dalam kesehatan mental sedang mengalami lonjakan yang signifikan, sebagaimana dipetakan pada studi bibliometrik terbaru yang mengungkapkan tren meningkatnya penggunaan teknologi seperti machine learning dalam layanan kesehatan spiritual serta emosional (Yldz, 2. Bibliometrik juga memberi keuntungan pada hal transparansi serta efisiensi dalam menyusun peta pengetahuan seperti halnya penelitian di bidang mental health yang telah menunjukkan bahwa bagaimana penggunaan visualisasi seperti thematic mapping, histografi, dan co-occurrence keyword yang mampu mengidentifikasi evolusi konsepkonsep yang penting pada waktu tertentu. Metode ini sangat sesuai pada penggunaan studi mengenai sholat, dikarenakan keberagaman fokus penelitian baik dalam aspek psikologi, ibadah, sampai teknologi membutuhkan pemetaan ilmiah yang komprehensif. Demikian, penelitian ini tidak hanya bisa mendeskripsikan trend tetapi juga bisa memberi ara penelitian Dalam kolaborasi ilmiah, bibliometrik mampu menunjukkan jaringan afiliasi antara institusi serta Negara yang memiliki kontribusi besar terhadap literature tertentu. Jadi memungkinkan identifikasi peluang kerjasama internasional yang sebelumnya tidak terlihat. Dengan menganalisis data publikasi dari rentang waktu tahun 2016-2025 penelitian ini diharapkan bisa memperlihatkan sejauh mana kontribusi Indonesia serta Negara-negara lain pada kajian sholat dan menggambarkan dinamika kolaborasi serta inovasi lintas Negara. Penelitian ini juga bisa memperkuat pemahaman bagaimana nilai-nilai spiritual pengetahuan yang modern. Penelitian ini sangat penting dalam memperluas wawasan serta pengetahuan tentang integrasi nilai-nilai ajaran islam dengan isu-isu global kontemporer yang terus berkembang serta menuntut pendekatan yang lintas disiplin. Studi bibliometrik sama halnya dalam konteks kesehatan mental dimana menyarankan bahwa Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 eksporasi kata kunci serta hubungan tematik membrikan landasan yang kuat untuk arah penelitian kedepannya dimana lenih berfokus serta terukur (Suresh dkk. , 2. pendektan ini bisa memperkaya pemahaman indivdu terhadap kontribusi sholat dalam kehidupan yang sangat modern zaman ini. Meskipun telah banyak penelitian yang membahas tentang sholat dari berbagai perspektif belum terdapat pemetaan komprehensif mengenai dinamika dan arah perkembangan penelitian ini secara ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan studi bibliometrik dalam mengetahui sejauh mana sholat menjadi topic utama dalam publikasi akademik dan siapa saja penulis penting dan institusi yang aktif dalam bidang ini, dengan kata lain, penelitian ini bertujuan dalam mengungkapkan peta keilmuan seputar sholat secara sistematis dan berbasis data. Penelitian ini menggunakan dua alat analisis bibliometrik utama yaitu VOSviewer dan Bibliometrik. VOSviewer efektif untuk memvisualisasikan jaringan co-authorship, cocitation, dan kata kunci. Sementara bibliometrik memungkinkan analisis statistic lebih dalam dan fleksibel termasuk dengan evaluasi kinerja penulis berdasarkan H-index. G-index, dan total publikasi (Jan & Ludo, 2. Dengan menggunakan kedua alat ini, hasil yang bias diperoleh diharapkan bias menggambarkan secara lengkap keilmuan yang utuh dan dinamis. Rentang waktu 2016 sampai 2025 dipilih dikarenakan mencerminkan masa perkembangan teknologi digital, meningkatnya penelitian yang terbaru, serta perubahan besar dalam praktik keagamaan efek pandemic COVID-19. Saat ini metode pembelajaran bisa dilakukan di berbagai media dengan semua teknologi dari yang tradisional ke modern baik dari buku, artikel, dan internet (Sudirman Putra, 2. Zaman sekarang waktu sholat biasanya diperoleh dari Departemen Agama maupun organsiasi keagamaan dalam bentuk cetakan yang ditempel di masjid atau musholah tetapi sekatang udah berkembang sesuai teknologi dengan adanya jadwal pengingat sholat baik dimelalui Televisi. Radio, dan Handphone (Winarso dkk. , 2. Priode ini bias memperlihatkan tren peningkatan dalam penelitian multidisipliner yang bias mengkaji sholat dengan keterkaitannya denSekgan ilmu kesehatan, teknologi, dan pendidikan. Oleh karena itu, analisis pada dekade ini penting dalam menangkap dinamika kontenporer kajian mengenai sholat. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis trend publikasi ilmiah terkait sholat dalam kurun waktu 2016 sampai 2025 menggunakan metode bibliometrik. Focus utama meliputi kunci domain, penulis paling produktif, jurnal terkemuka dengan tema sholat, dan jaringan kolaborasi antar penulis dan institusi. Dengan adanya pendekatan ini, penelitian diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan literature dan strategi riset di masa depan. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, peneliti melakukan penelitian dengan judul AuTren penelitian tentang sholat: kajian bibliometrik dari tahun 2016-2025Ay. Tujuan dari penelitian ini secara akademik, hasil penelitian bisa membantu peneliti berikutnya dalam memahami perkembangan kajian sholat dan mengidentifikasi peluang penelitian selanjutnya. Secara praktis, hasil dari kajian ini bisa memebrikan manfaat oleh Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 istitusi pendidikan dalam menyusun kebijakan dan inivasi berbasis data. Maka dari itu penelitian ini diharapkan memiliki revelensi yang kuat dalam ranah akademik maupun Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis bibliometrik, yang bertujuan untuk memetakan tren publikasi ilmiah terkait tema sholat selama periode 2016 hingga 2025. Desain penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif untuk mengidentifikasi pola publikasi, hubungan antar penulis dan institusi, serta dominasi kata kunci dalam literatur ilmiah yang relevan. Metode bibliometrik dipilih karena mampu menggambarkan lanskap keilmuan secara sistematis melalui pengukuran statistik atas metadata publikasi (Donthu dkk. , 2. Penelitian ini tidak menggunakan variabel dependen maupun independen sebagaimana dalam studi eksperimental, melainkan berfokus pada unit analisis berupa metadata publikasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh publikasi akademik terkait "sholat" yang tersedia di Google Scholar. Sampel penelitian berjumlah 67 dokumen yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu ditulis dalam bahasa Indonesia, berjenis artikel jurnal atau prosiding konferensi, relevan dengan topik sholat, terbit antara tahun 2016 hingga 2025, dan memiliki metadata yang lengkap. Dokumen yang tidak memenuhi kriteria tersebut, seperti tulisan nonilmiah, artikel berbahasa asing, serta publikasi dengan informasi yang tidak lengkap, dikeluarkan dari analisis. Data dikumpulkan dengan memasukkan kata kunci AusholatAy. AuIslamic prayerAy, dan padanan istilah lainnya ke dalam kolom pencarian perangkat lunak Publish or Perish versi Software ini memungkinkan penelusuran metrik bibliometrik seperti jumlah sitasi, h-index, dan tahun publikasi secara efisien (Hilmola, 2. , serta bermanfaat dalam mengakses berbagai publikasi jurnal yang belum terindeks di basis data besar (Romegar Mair, 2. Data yang dikumpulkan mencakup judul artikel, nama penulis, institusi, tahun terbit, nama jurnal, serta jumlah sitasi, yang kemudian diekspor dalam format CSV dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer (Jan & Ludo, 2. Analisis data mencakup pemetaan visual jaringan co-authorship, co-occurrence kata kunci, dan analisis sitasi. Selain itu, dilakukan analisis peta tematik untuk mengelompokkan topik-topik penelitian berdasarkan dimensi densitas dan sentralitas (Arruda dkk. , 2. Visualisasi ini bertujuan mengungkap struktur, arah, dan potensi perkembangan penelitian sholat dalam kerangka psikologi Islam dan kesehatan mental. Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Hasil dan Pembahasan Sources Analysis Annual Scientific Production Gambar 1. Annual Scientific production Gambar 1 menampilkan Annual Scientific Production yang menggambarkan tren publikasi ilmiah tahunan terkait topik sholat dalam perspektif psikologi Islam berdasarkan analisis bibliometrik. Pada tahun 2015, kajian ini masih tergolong minim perhatian akademik, tercermin dari jumlah publikasi yang rendah. Namun, terjadi peningkatan bertahap hingga tahun 2019, menandakan tumbuhnya minat ilmiah terhadap dimensi psikologis dalam praktik ibadah, khususnya sholat. Penurunan tajam jumlah publikasi pada 2020Ae2021 kemungkinan dipengaruhi oleh gangguan global akibat pandemi COVID-19, yang menghambat banyak aktivitas penelitian dan akses ke lapangan (Abdullah & Mahmud, 2. Meski demikian, minat ilmiah kembali melonjak tajam pada 2022 dan mencapai puncaknya pada 2023. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan perhatian para akademisi terhadap potensi sholat sebagai bagian dari intervensi psikologis, terutama dalam konteks pengelolaan stres, kecemasan, dan pencapaian ketenangan batin (Fauzi & Nasution, 2. Pada tahun 2025, jumlah publikasi tampak menurun, namun perlu dicatat bahwa data tahun ini belum sepenuhnya terakumulasi, sehingga masih terbuka kemungkinan peningkatan di akhir tahun. Temuan ini sejalan dengan pola bibliometrik pada topik lain dalam psikologi Islam maupun ilmu sosial. Misalnya, penelitian zikir sebagai terapi stres dalam konteks psikologi klinis menunjukkan pola serupa, di mana Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 publikasi meningkat pesat pasca-2020, terutama saat para peneliti mencari pendekatan spiritual untuk mengatasi dampak psikologis pandemi (Abdullah & Mahmud, 2. Demikian pula, studi tentang mindfulness berbasis Islam memperlihatkan peningkatan publikasi signifikan sejak 2018, ketika konsepkonsep integratif antara praktik ibadah dan terapi kognitif mulai banyak dijelajahi (Rahman. Ismail, & Ibrahim, 2020. Sulaiman & Wahab, 2. Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa pendekatan spiritual-religius dalam psikologi kini mendapat legitimasi yang lebih besar dalam ranah akademik, termasuk melalui integrasi praktik sholat sebagai sumber resiliensi psikologis dan kesejahteraan mental (Nurhayati & Nashori. Nashori, 2. Peneliti dan praktisi ke depan perlu memanfaatkan momentum ini untuk memperluas kajian secara lebih mendalam, termasuk melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif yang lebih komprehensif. Document Analysis . Word Cloud Gambar 2. Word Cloud Gambar 2 menampilkan word cloud yang merepresentasikan distribusi frekuensi kata kunci yang muncul dalam artikel-artikel yang dianalisis, di mana ukuran tipografi mencerminkan intensitas kemunculan istilah tersebut. Kata sholat tampil paling dominan, menandakan bahwa tema ini merupakan fokus utama dalam kajian bibliometrik yang dilakukan. Kemunculan katakata seperti psikologi, kecemasan, psikoterapi Islam, kesehatan mental, kontrol diri, dan stres, mengindikasikan bahwa kajian ini bergerak dalam ranah integratif antara nilai-nilai spiritual keislaman dan intervensi psikologis Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Lebih lanjut, kehadiran istilah seperti dzikir, hadist, dan ibadah menggarisbawahi dimensi keagamaan yang kuat dalam penelitian-penelitian Di sisi lain, kata kunci seperti terapi, gangguan kecemasan, mahasiswa, anak, dan muslim menunjukkan bahwa populasi sasaran dan aplikasi psikologis sangat beragamAimulai dari anak-anak hingga dewasa, dan banyak berfokus pada pengelolaan kondisi psikologis melalui pendekatan religius, khususnya sholat. Visualisasi ini tidak hanya menunjukkan hubungan semantik antar konsep, tetapi juga memperlihatkan bagaimana praktik ibadah seperti sholat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan preventif maupun kuratif terhadap problem psikologis. Hal ini sejalan dengan temuan bibliometrik dari topik lain seperti: A Kajian tentang zikir sebagai terapi kognitif menunjukkan bahwa zikir sering diposisikan sebagai strategi spiritual dalam menghadapi stres dan gangguan psikis (Abdullah & Mahmud, 2. A Studi tentang Islamic mindfulness juga menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2018, di mana terminologi psikologi seperti kesadaran penuh, resiliensi, dan regulasi emosi mulai dikaitkan dengan nilai-nilai Islam (Rahman et al. , 2020. Sulaiman & Wahab. A Dalam kajian tentang spiritual coping di masa pandemi, ditemukan bahwa istilah yang paling sering muncul meliputi stres, spiritualitas, doa, dan kesehatan jiwa, menunjukkan pola analisis yang mirip dengan word cloud ini (Bakar & Abdullah, 2. Oleh karena itu, word cloud ini tidak hanya merefleksikan isi topikal, tetapi juga memperkuat posisi sholat sebagai intervensi psikologis berbasis spiritual yang mendapat perhatian signifikan dalam literatur akademik . Trend Topics Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Gambar 3. Trend Topics Gambar 3 yang menampilkan Trend Topics menggambarkan dinamika kemunculan istilah-istilah kunci dalam literatur ilmiah dari tahun 2015 hingga 2025. Sumbu horizontal menunjukkan urutan waktu tahunan, sedangkan sumbu vertikal mencantumkan istilah-istilah tematik yang menjadi sorotan penelitian, seperti psikologi, sholat, kesehatan mental, psikoterapi Islam, dan kecemasan. Setiap istilah direpresentasikan oleh garis horizontal yang mencerminkan rentang waktu kemunculannya sebagai topik yang relevan dalam penelitian. Titik-titik biru menunjukkan frekuensi penggunaan istilah per tahun, di mana ukuran titik merefleksikan intensitas kemunculannyaAidengan titik terkecil mewakili frekuensi sekitar 10, dan titik terbesar menunjukkan frekuensi hingga 50. Dari visualisasi tersebut, terlihat bahwa istilah sholat merupakan tren yang paling dominan dan berkelanjutan, dengan kemunculan konsisten sebagai tema utama sejak tahun 2019 hingga 2025. Istilah psikoterapi Islam dan kesehatan mental mulai muncul secara signifikan setelah tahun 2023, menandakan tumbuhnya pendekatan integratif antara keagamaan dan psikologi dalam intervensi Istilah kecemasan menunjukkan stabilitas sebagai isu psikologis utama, yang sering kali dikaitkan dengan pendekatan berbasis keagamaan. Sementara itu, psikologi berfungsi sebagai kerangka konseptual umum dalam kajian-kajian tersebut, meskipun tidak selalu menjadi fokus eksplisit dalam penelitian yang dianalisis. Networking Approach . Co-occurance network Gambar 4. Co-occurrence network Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Gambar tersebut merupakan hasil visualisasi jaringan bibliometrik yang dihasilkan menggunakan perangkat lunak VOSviewer, yang memetakan keterkaitan antar konsep atau kata kunci yang berkaitan dengan tema AusholatAy. Setiap node . dalam jaringan ini merepresentasikan satu kata kunci, dengan ukuran node menunjukkan frekuensi kemunculan istilah tersebut dalam korpus dataAisemakin besar node, semakin tinggi frekuensinya. Warna digunakan untuk mengelompokkan kata kunci ke dalam beberapa klaster yang menunjukkan keterhubungan konseptual yang kuat antar kata kunci di dalam satu kelompok. Klaster Merah merupakan inti dari jaringan, berfokus pada keterkaitan antara sholat dengan dimensi psikologis dan spiritual. Kata kunci dalam klaster ini mencakup sholat, kesehatan mental, hadist, psikologis, ketenangan jiwa, dakwah, dan akademik, yang menunjukkan perhatian pada pengaruh sholat terhadap kondisi psikologis, spiritualitas, serta relevansinya dalam konteks dakwah dan pengembangan akademik. Klaster Hijau menyoroti peran psikoterapi Islam dalam penanganan gangguan psikologis, seperti gangguan kecemasan dan depresi, serta melibatkan konsep-konsep seperti dzikir dan religiusitas. Hal ini menunjukkan pendekatan terapeutik berbasis agama Islam yang digunakan dalam intervensi klinis. Klaster Biru mengacu pada topik COVID-19 dan dampaknya terhadap kesehatan mental, terutama pada kelompok rentan seperti lanjut Kata kunci dalam klaster ini, termasuk agama Islam dan kecemasan, merefleksikan peran spiritualitas dalam merespons krisis kesehatan Klaster Ungu memusatkan perhatian pada pengelolaan diri dan stres, dengan kata kunci seperti psikoterapi, kontrol diri, stres, dan orang tua, yang menunjukkan bahwa praktik sholat dapat mendukung penguatan kendali diri serta menjadi sumber ketenangan dalam menghadapi tekanan psikologis, termasuk dalam dinamika peran keluarga. Klaster Kuning mengangkat dimensi sosial dan kultural dalam studi Islam. Kata kunci seperti psikologi, agama, abangan, dan studi Islam menunjukkan pendekatan sosiologis dan antropologis, khususnya dalam mengkaji perbedaan ekspresi keislaman, seperti antara kelompok abangan dan santri. Klaster Jingga menyoroti keterkaitan antara perilaku religius, kedisiplinan, dan shalat, menandakan adanya perhatian terhadap dampak sholat dalam pembentukan karakter dan perilaku moral. Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Garis penghubung antar node menunjukkan kekuatan asosiasi antar kata kunciAisemakin tebal garis, semakin kuat hubungan tersebut. Kata sholat muncul sebagai simpul paling besar dan terpusat dalam jaringan, yang mencerminkan tidak hanya frekuensi kemunculannya yang tinggi, tetapi juga posisinya yang sentral dalam menghubungkan berbagai topik dalam kajian psikologi Islam. Thematic map Gambar 5. Thematic map Peta tematik yang ditampilkan merupakan hasil analisis bibliometrik yang bertujuan untuk memetakan dan mengelompokkan topik-topik penelitian berdasarkan dua parameter utama, yaitu densitas . engembangan internal/topika. dan sentralitas . ingkat keterkaitan dengan topik lain dalam jaringan penelitia. Motor Themes (Kuadran Kanan Ata. mencakup topik seperti sholat, psikologi, dan kecemasan, yang menunjukkan tingkat sentralitas dan densitas yang tinggi. Ini menandakan bahwa tema tersebut merupakan pusat perhatian dalam literatur, berkembang secara konseptual dan metodologis, serta memiliki relevansi tinggi. Dengan demikian, penelitian mengenai sholat sebagai bentuk intervensi psikologis dalam mengatasi kecemasan dapat dikategorikan sebagai area studi yang mapan dan dominan dalam wacana akademik. Basic Themes (Kuadran Kanan Bawa. mencakup topik seperti stres, psikoterapi Islam, dan gangguan kecemasan. Tema-tema ini tergolong relevan dan banyak terhubung dengan bidang kajian lain, namun masih menunjukkan perkembangan konseptual yang belum Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 Oleh karena itu, tema ini memerlukan eksplorasi dan penguatan lebih lanjut, khususnya dalam aspek teoritik dan metodologis. Emerging or Declining Themes (Kuadran Kiri Bawa. mencakup tema seperti mahasiswa, kesehatan mental. Islam, anak, dan hadist. Posisi tema-tema ini dalam kuadran tersebut dapat diinterpretasikan sebagai topik yang sedang mengalami penurunan dalam perhatian ilmiah, atau justru sebagai topik baru yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Potensi pertumbuhan tema-tema ini masih terbuka, terutama apabila dikaji lebih lanjut dengan pendekatan baru, misalnya melalui studi tentang kesehatan mental pada mahasiswa atau penggunaan hadis sebagai dasar intervensi keagamaan. Niche Themes (Kuadran Kiri Ata. seperti ibadah, kedisiplinan, dan agama menunjukkan tema dengan densitas tinggi namun sentralitas Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tema-tema tersebut telah dikembangkan secara mendalam oleh komunitas akademik tertentu, keterkaitannya dengan tema utama masih terbatas. Tema-tema ini bersifat spesifik dan mendalam, namun belum menjadi bagian dari arus utama kajian dalam bidang ini. Secara keseluruhan, hasil analisis tematik ini mengindikasikan bahwa topik sholat dalam kaitannya dengan psikologi dan kecemasan merupakan wilayah kajian yang kuat dan terintegrasi, sehingga relevan untuk dijadikan fokus utama dalam penulisan tesis atau artikel ilmiah. sisi lain, psikoterapi Islam dan stres merupakan fondasi penting yang masih memiliki ruang untuk pendalaman konseptual. Adapun tema seperti mahasiswa dan anak menawarkan potensi penelitian lanjutan, sementara ibadah dan kedisiplinan dapat menjadi fokus pada studi mikro yang bersifat tematik dan spesifik. Kesimpulan Studi ini mengkaji evolusi tema sholat dalam kerangka psikologi Islam selama periode 2015 hingga 2025 sebanyak 67 dokumen dengan pendekatan bibliometrik, memanfaatkan perangkat Biblioshiny-R dan VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi ilmiah pada topik ini mengalami lonjakan signifikan sejak tahun 2019, mencapai puncaknya pada tahun 2023. Penurunan yang terjadi pada 2020Ae2021 kemungkinan besar dipengaruhi oleh pandemi global, namun peningkatan berikutnya menunjukkan meningkatnya urgensi topik ini sebagai respons terhadap kebutuhan psikologis dalam situasi Hasil analisis word cloud menempatkan kata AusholatAy sebagai istilah yang paling menonjol dan berkorelasi erat dengan istilah-istilah psikologis seperti stres, terapi, dzikir. Nurul Islamiyah et. al (Tren Penelitian tentang SholatA) Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 2026, 1-15 dan kesehatan mental. Hal ini mencerminkan kecenderungan penelitian yang mengintegrasikan praktik ibadah dengan pendekatan psikologi kontemporer. Peta tren topik mengindikasikan bahwa AusholatAy tetap menjadi tema utama yang stabil sepanjang dekade, sementara istilah seperti psikoterapi Islam, kesehatan mental, dan kecemasan mulai menunjukkan tren pertumbuhan, menandai pergeseran fokus ke arah pendekatan yang lebih multidisipliner. Selain itu, kemunculan istilah seperti mahasiswa dan anak mencerminkan potensi eksplorasi lebih lanjut dalam konteks populasi khusus. Visualisasi jaringan co-occurrence memperlihatkan peran sentral kata AusholatAy dalam membentuk koneksi konseptual dengan berbagai istilah yang mencerminkan dimensi psikologis dan religius. Klaster-klaster yang terbentuk menunjukkan fokus tematik pada hubungan antara sholat dan kesehatan mental, kemampuan pengendalian diri, manajemen stres, serta dimensi sosial dan budaya keislaman. Dalam thematic map, topik mengenai sholat yang berkaitan dengan psikologi dan kecemasan dikategorikan sebagai motor themesAitema yang tidak hanya tinggi relevansinya tetapi juga berkembang pesat secara konseptual. Di sisi lain, tema seperti psikoterapi Islam dan stres menunjukkan potensi yang signifikan sebagai fondasi kajian, meskipun masih memerlukan penguatan kerangka teoritis. Sementara itu, tema seperti mahasiswa, anak, ibadah, dan kedisiplinan menempati posisi sebagai tema potensial dan khusus yang dapat dikembangkan lebih lanjut, meski belum dominan dalam arus utama literatur. Referensi