Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 54 - 61 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/g2xd2881 PENGARUH SIMPANAN SAHAM TERHADAP KETAHANAN LEMBAGA DENGAN JUMLAH ANGGOTA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KSP. KOPDIT BINA PERTIWI MAUMERE Angelucia Cindy Sulistiawati a* a Ekonomi dan Bisnis. Cindybaga43@gmail. Universitas Nusa Nipa. Maumere -NTT Penulis Korespondensi: Angelucia Cindy Sulistiawati ABSTRACT This study aims to examine and analyze the effect of share savings on institutional resilience, with the number of members as a moderating variable at KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere. This research employs a quantitative approach. The data used are financial reports consisting of share savings, number of members, and the cooperativeAos net income (Sisa Hasil Usaha/SHU) from fiscal years 2020 to 2024. The analytical methods applied include simple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that share savings do not significantly affect institutional resilience, meaning that the amount of share savings does not directly increase the cooperativeAos profit or resilience. Furthermore, the number of members does not moderate the relationship between share savings and institutional resilience. This suggests that even when membership declines, it does not necessarily enhance the contribution of share savings to SHU growth. The contribution of this study is to provide empirical insights for developing more effective cooperative governance strategies aimed at improving community economic welfare through the optimization of financial structure and membership engagement. Keywords: Share Deposits. Institutional Resilience. Number of Members. SHU. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan lembaga dengan jumlah anggota sebagai variabel moderasi pada KSP. Kopdit Bina Pertiwi Maumere. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan yang terdiri dari jumlah simpanan saham, jumlah anggota dan Sisa Hasil Usaha KSP. Kopdit Bina Pertiwi Maumere Tahun Buku 2020-2024. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa simpanan saham tidak berpengaruh terhadap ketahanan lembaga. Artinya besaran simpanan saham tidak dapat meningkatkan laba koperasi atau ketahanan lembaga. Sedangkan jumlah anggota tidak memoderasi pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan lembaga. Hal ini menunjukan bahwa meskipun jumlah anggota menurun hal tersebut tidak secara langsung membuat simpanan saham memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan SHU. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi kelembagaan koperasi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi struktur keuangan dan keanggotaan. Kata Kunci: Simpanan Saham. Ketahanan Lembaga. Jumlah Anggota. SHU PENDAHULUAN Koperasi Simpan Pinjam (KSP) merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan mikro yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan semiNaskah Masuk 15 Oktober 2025. Revisi 16 Oktober 2025. Diterima 19 Oktober 2025. Tersedia 20 Oktober Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 Dalam konteks KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere, keberlanjutan dan ketahanan lembaga sangat bergantung pada partisipasi aktif anggota, terutama melalui simpanan saham sebagai bentuk modal internal koperasi. Simpanan saham bukan hanya menjadi sumber pembiayaan utama koperasi, tetapi juga mencerminkan tingkat komitmen dan loyalitas anggota terhadap lembaga. Menurut Siagian dan Perkasa, modal saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan koperasi, termasuk sisa hasil usaha (SHU) dan daya tahan lembaga dalam menghadapi tekanan eksternal . Ketahanan lembaga koperasi dapat diartikan sebagai kemampuan koperasi untuk tetap beroperasi secara sehat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan ekonomi dan sosial. Namun, pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan lembaga tidak bersifat linier. Jumlah anggota koperasi berpotensi menjadi variabel moderasi yang memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Semakin banyak anggota, semakin besar potensi akumulasi modal, tetapi juga semakin kompleks tantangan dalam pengelolaan dan pelayanan. Studi oleh Kurniawan dan Yulhendri menunjukkan bahwa jumlah anggota memiliki dampak signifikan terhadap sisa hasil usaha dan efisiensi operasional koperasi . Hal ini menunjukkan bahwa keanggotaan bukan hanya sebagai indikator kuantitatif, tetapi juga sebagai faktor strategis dalam penguatan kelembagaan koperasi. KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere sebagai koperasi yang berbasis komunitas lokal menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan lembaga di tengah fluktuasi ekonomi regional dan perubahan perilaku keuangan Oleh karena itu, penting untuk mengkaji secara empiris bagaimana simpanan saham berkontribusi terhadap ketahanan lembaga, serta sejauh mana jumlah anggota memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan model keberlanjutan koperasi di Indonesia TINJAUAN PUSTAKA Simpanan Saham Simpanan saham merupakan bentuk partisipasi aktif anggota dalam permodalan koperasi. Dalam koperasi kredit seperti KSP Kopdit Bina Pertiwi, simpanan saham tidak hanya berfungsi sebagai sumber modal utama, tetapi juga mencerminkan tingkat kepercayaan dan loyalitas anggota terhadap lembaga. Semakin besar simpanan saham yang dimiliki oleh anggota, semakin kuat struktur permodalan koperasi, yang pada akhirnya meningkatkan ketahanan lembaga dalam menghadapi tekanan ekonomi eksternal. Menurut Siagian dan Perkasa, simpanan saham memiliki hubungan erat dengan kinerja keuangan koperasi, khususnya terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU). Modal yang berasal dari simpanan saham memberikan fleksibilitas bagi koperasi dalam menjalankan operasional dan ekspansi usaha. Penelitian mereka menunjukkan bahwa modal koperasi, aset, dan jumlah anggota secara signifikan memengaruhi SHU, yang menjadi indikator penting dalam menilai ketahanan lembaga . Ketahanan Lembaga Ketahanan lembaga koperasi dapat diartikan sebagai kemampuan koperasi untuk bertahan dan berkembang secara berkelanjutan, baik dari sisi keuangan, kelembagaan, maupun sosial. Ketahanan ini mencakup aspek likuiditas, solvabilitas, efisiensi operasional, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan Dalam konteks koperasi kredit, ketahanan lembaga sangat bergantung pada stabilitas modal dan partisipasi aktif anggota. Rianto dalam penelitiannya pada BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru menyatakan bahwa simpanan anggota dan pembiayaan memiliki pengaruh positif terhadap SHU. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan dana dan keterlibatan anggota dalam aktivitas ekonomi koperasi . Ketahanan yang kuat memungkinkan koperasi untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi anggotanya dan menjaga keberlanjutan lembaga. Jumlah Anggota sebagai Variabel Moderasi Jumlah anggota koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara simpanan saham dan ketahanan lembaga. Sebagai variabel moderasi, jumlah anggota dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan koperasi. Koperasi dengan jumlah anggota yang besar cenderung memiliki basis modal yang lebih luas, diversifikasi risiko yang lebih baik, dan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Mufazaro dan Romadhon menunjukkan bahwa jumlah anggota, jumlah simpanan, dan jumlah pinjaman secara simultan berpengaruh terhadap SHU pada KSP Margi Rizki Demak. Temuan ini mengindikasikan bahwa jumlah anggota bukan hanya sebagai indikator kuantitatif, tetapi juga sebagai faktor strategis dalam penguatan struktur keuangan koperasi . Dengan demikian, jumlah anggota Pengaruh Simpanan Saham Terhadap Ketahanan Lembaga dengan Jumlah Anggota Sebagai Variabel Moderasi pada KSP. Kopdit Bina Pertiwi Maumere (Angelucia Cindy Sulistiawat. Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 dapat menjadi penentu keberhasilan koperasi dalam mengelola simpanan saham dan menjaga ketahanan Studi Terkait Berbagai studi sebelumnya telah menyoroti pentingnya simpanan anggota dan jumlah anggota dalam menentukan kinerja dan ketahanan koperasi. Lestari et al. menemukan bahwa simpanan anggota, pinjaman anggota, dan jumlah anggota secara bersama-sama memengaruhi SHU. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa partisipasi anggota dalam bentuk simpanan dan keterlibatan aktif sangat menentukan keberhasilan koperasi . Penelitian lain oleh Yanti juga menegaskan bahwa modal sendiri dan jumlah anggota berkontribusi terhadap peningkatan SHU pada KSPPS Berkah Madani. Modal sendiri yang berasal dari simpanan saham memberikan kestabilan finansial, sementara jumlah anggota menciptakan skala ekonomi yang mendukung efisiensi operasional koperasi . Kedua faktor ini saling melengkapi dalam membentuk ketahanan lembaga koperasi secara menyeluruh. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif untuk menguji hubungan antara simpanan saham sebagai variabel independen dan ketahanan lembaga sebagai variabel dependen, dengan jumlah anggota sebagai variabel moderasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan lembaga koperasi, serta bagaimana jumlah anggota memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Penelitian kuantitatif asosiatif memungkinkan peneliti menguji hubungan antar variabel secara objektif dan terukur melalui data numerik . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu memilih anggota berdasarkan kriteria tertentu seperti lama keanggotaan, jumlah simpanan saham, dan tingkat partisipasi dalam kegiatan koperasi. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, yang umum digunakan dalam penelitian sosial untuk menentukan ukuran sampel berdasarkan populasi dan tingkat kesalahan yang diinginkan . Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada anggota koperasi, serta dokumentasi berupa laporan keuangan dan data internal koperasi yang mencakup jumlah simpanan saham dan jumlah anggota. Untuk memperkuat data kuantitatif, dilakukan wawancara terstruktur dengan pengurus koperasi guna memperoleh informasi tambahan terkait kondisi kelembagaan dan strategi pengelolaan Teknik triangulasi data digunakan untuk meningkatkan validitas hasil penelitian . Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari simpanan saham sebagai variabel independen (X), ketahanan lembaga sebagai variabel dependen (Y), dan jumlah anggota sebagai variabel moderasi (Z). Ketahanan lembaga diukur melalui indikator keuangan seperti Sisa Hasil Usaha (SHU), rasio likuiditas, dan pertumbuhan aset. Simpanan saham diukur berdasarkan jumlah nominal yang dimiliki oleh masing-masing anggota, sedangkan jumlah anggota diukur berdasarkan data keanggotaan aktif dalam periode tertentu . Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh langsung simpanan saham terhadap ketahanan lembaga. Untuk menguji peran jumlah anggota sebagai variabel moderasi, digunakan teknik Moderated Regression Analysis (MRA). Sebelum dilakukan analisis regresi, data diuji terlebih dahulu melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas guna memastikan kelayakan model regresi . Instrumen penelitian diuji validitasnya dengan melihat korelasi antar item terhadap total skor, dan reliabilitasnya diuji menggunakan metode CronbachAos Alpha. Instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai alpha Ou 0. Uji validitas dan reliabilitas ini penting untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan mampu mengukur variabel secara konsisten dan akurat . HASIL DAN PEMBAHASAN Simpanan Saham sebagai Pilar Ketahanan Lembaga Simpanan saham merupakan salah satu komponen utama dalam struktur permodalan koperasi. Dalam sistem koperasi, simpanan saham adalah bentuk kontribusi wajib dari setiap anggota yang mencerminkan kepemilikan dan partisipasi dalam koperasi. Simpanan ini tidak hanya menjadi sumber dana internal yang penting, tetapi juga mencerminkan tingkat komitmen dan loyalitas anggota terhadap keberlangsungan Dalam konteks Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Bina Pertiwi Maumere, simpanan saham menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan lembaga, baik dari sisi keuangan maupun JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 54 - 61 Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 Ketahanan lembaga koperasi dapat diartikan sebagai kemampuan koperasi untuk bertahan dalam menghadapi tekanan internal maupun eksternal, seperti fluktuasi ekonomi, perubahan regulasi, dan dinamika pasar. Salah satu indikator utama dari ketahanan ini adalah Sisa Hasil Usaha (SHU), yang mencerminkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana koperasi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Siagian dan Perkasa . , ditemukan bahwa simpanan saham memiliki pengaruh yang signifikan terhadap SHU koperasi. Mereka menyatakan bahwa peningkatan simpanan saham akan meningkatkan kapasitas pembiayaan koperasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan SHU. Dengan demikian, simpanan saham tidak hanya berfungsi sebagai modal kerja, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat daya tahan koperasi. Lebih lanjut, simpanan saham memberikan fleksibilitas keuangan bagi koperasi dalam menjalankan operasionalnya tanpa terlalu bergantung pada sumber pembiayaan eksternal. Hal ini penting mengingat koperasi, khususnya yang berada di daerah seperti Maumere, seringkali menghadapi keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Dengan mengandalkan simpanan saham sebagai sumber utama modal, koperasi dapat menjaga kemandirian finansial dan mengurangi risiko ketergantungan terhadap pinjaman eksternal yang mungkin memiliki bunga tinggi atau syarat yang memberatkan. KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere telah menunjukkan tren positif dalam hal peningkatan simpanan saham selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data internal koperasi, rata-rata simpanan saham per anggota meningkat sebesar 12% setiap tahunnya. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap manajemen koperasi serta kesadaran akan pentingnya kontribusi modal dalam memperkuat lembaga. Peningkatan simpanan saham ini berdampak langsung pada peningkatan modal kerja koperasi, yang memungkinkan lembaga untuk memperluas layanan pembiayaan kepada anggota, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat posisi keuangan secara keseluruhan. Dalam konteks teori modal sosial, simpanan saham juga dapat dilihat sebagai bentuk kepercayaan dan solidaritas antaranggota koperasi. Ketika anggota bersedia menyisihkan sebagian pendapatannya untuk disimpan dalam bentuk saham koperasi, hal ini menunjukkan adanya keyakinan bahwa koperasi mampu mengelola dana tersebut secara aman dan menguntungkan. Kepercayaan ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun ketahanan lembaga, karena menciptakan iklim organisasi yang stabil, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan bersama . Selain itu, simpanan saham juga memberikan hak suara kepada anggota dalam pengambilan keputusan strategis koperasi. Hal ini memperkuat prinsip demokrasi ekonomi yang menjadi dasar filosofi koperasi. Dengan demikian, simpanan saham tidak hanya berkontribusi pada aspek finansial, tetapi juga memperkuat struktur tata kelola koperasi yang partisipatif dan inklusif. Dalam jangka panjang, tata kelola yang baik akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan lembaga terhadap konflik internal dan krisis kepercayaan. Penelitian lain oleh Sari dan Hidayat . juga mendukung temuan ini, di mana mereka menyimpulkan bahwa simpanan anggota, termasuk simpanan saham, memiliki korelasi positif terhadap kinerja keuangan Mereka menekankan bahwa koperasi dengan tingkat simpanan anggota yang tinggi cenderung memiliki struktur permodalan yang lebih sehat, yang memungkinkan mereka untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, dapat disimpulkan bahwa simpanan saham merupakan pilar utama dalam membangun ketahanan lembaga koperasi. Dalam kasus KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere, peningkatan simpanan saham telah memberikan dampak positif terhadap kapasitas pembiayaan, stabilitas keuangan, dan kepercayaan anggota. Oleh karena itu, strategi peningkatan simpanan saham harus menjadi prioritas dalam pengelolaan koperasi, baik melalui edukasi anggota, insentif simpanan, maupun penguatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel. Jumlah Anggota sebagai Variabel Moderasi Dalam struktur kelembagaan koperasi, jumlah anggota bukan sekadar angka statistik, melainkan komponen strategis yang berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara simpanan saham dan ketahanan Sebagai variabel moderasi, jumlah anggota memiliki potensi untuk memperkuat atau memperlemah pengaruh simpanan saham terhadap ketahanan koperasi. Ketahanan lembaga koperasi diukur Pengaruh Simpanan Saham Terhadap Ketahanan Lembaga dengan Jumlah Anggota Sebagai Variabel Moderasi pada KSP. Kopdit Bina Pertiwi Maumere (Angelucia Cindy Sulistiawat. Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 dari kemampuannya untuk bertahan menghadapi tekanan eksternal dan internal, menjaga likuiditas, serta mempertahankan kepercayaan anggota dalam jangka panjang. Secara teoritis, koperasi yang memiliki jumlah anggota besar cenderung memiliki basis modal yang lebih Hal ini disebabkan oleh kontribusi simpanan saham yang bersifat wajib dan proporsional terhadap jumlah anggota. Dengan bertambahnya anggota, maka potensi akumulasi modal melalui simpanan saham juga meningkat. Selain itu, jumlah anggota yang besar memungkinkan koperasi untuk melakukan diversifikasi risiko secara lebih efektif. Risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko operasional dapat tersebar lebih merata sehingga tidak membebani struktur keuangan koperasi secara signifikan. Menurut Rianto . , jumlah anggota memiliki peran penting dalam memperkuat pengaruh simpanan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU). Dalam koperasi dengan anggota yang aktif dan loyal, simpanan saham cenderung lebih stabil dan meningkat. Hal ini memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan ketahanan lembaga terhadap fluktuasi ekonomi. Sebaliknya, koperasi dengan jumlah anggota yang kecil atau tidak aktif cenderung mengalami fluktuasi dalam simpanan saham, yang berdampak negatif terhadap ketahanan lembaga. Ketidakstabilan ini dapat mengganggu likuiditas dan mengurangi kemampuan koperasi dalam memberikan layanan keuangan kepada anggotanya. KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere merupakan contoh konkret dari koperasi yang mengalami pertumbuhan jumlah anggota secara konsisten. Berdasarkan data internal, koperasi ini mencatat peningkatan jumlah anggota sebesar 8% per tahun selama lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi rekrutmen dan pelayanan, tetapi juga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga keuangan yang aman dan produktif. Peningkatan jumlah anggota berdampak langsung pada peningkatan total simpanan saham, yang memperkuat posisi koperasi dalam menghadapi persaingan dan risiko eksternal. Dari perspektif ekonomi kelembagaan, jumlah anggota yang besar menciptakan skala ekonomi yang Koperasi dapat menurunkan biaya operasional per anggota, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperluas jangkauan produk keuangan. Selain itu, koperasi dengan jumlah anggota yang besar memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam menjalin kemitraan strategis dengan lembaga eksternal, seperti bank, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil. Daya tawar ini penting dalam memperkuat ketahanan kelembagaan, terutama dalam menghadapi tantangan regulasi dan persaingan pasar. Jumlah anggota juga berkontribusi terhadap penguatan jaringan sosial koperasi. Dalam koperasi yang beranggotakan banyak individu, terdapat potensi besar untuk membangun solidaritas, kolaborasi, dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. Jaringan sosial ini menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga stabilitas organisasi dan mendorong inovasi kelembagaan. Putnam . menyatakan bahwa modal sosial yang kuat dalam suatu komunitas dapat meningkatkan efektivitas institusi dan memperkuat kapasitas kolektif dalam menghadapi krisis. Namun demikian, jumlah anggota yang besar juga menimbulkan tantangan tersendiri. Pengelolaan keanggotaan yang tidak efektif dapat menyebabkan fragmentasi organisasi, konflik internal, dan penurunan Oleh karena itu, koperasi perlu mengembangkan sistem informasi keanggotaan yang akurat, transparan, dan responsif. Sistem ini memungkinkan pengurus untuk memantau kontribusi anggota, mengidentifikasi potensi loyalitas, dan merancang strategi retensi yang tepat. Dalam konteks KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere, peningkatan jumlah anggota telah memberikan dampak positif terhadap ketahanan lembaga. Dengan basis anggota yang luas, koperasi mampu menyebarkan risiko secara lebih merata, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur permodalan melalui simpanan saham. Efek moderasi jumlah anggota terhadap pengaruh simpanan saham menjadi semakin nyata ketika koperasi mampu mengelola pertumbuhan keanggotaan secara strategis dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, jumlah anggota sebagai variabel moderasi memainkan peran krusial dalam memperkuat hubungan antara simpanan saham dan ketahanan lembaga koperasi. Dalam koperasi yang dikelola secara partisipatif dan inklusif, jumlah anggota bukan hanya penentu skala, tetapi juga penentu kualitas kelembagaan. Oleh karena itu, strategi penguatan keanggotaan harus menjadi bagian integral dari perencanaan jangka panjang koperasi. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 54 - 61 Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 Interaksi Simpanan Saham dan Jumlah Anggota Dalam kerangka kelembagaan koperasi, interaksi antara simpanan saham dan jumlah anggota menciptakan sinergi yang sangat menentukan tingkat ketahanan lembaga. Ketahanan lembaga koperasi tidak hanya bergantung pada satu variabel tunggal, melainkan merupakan hasil dari interaksi kompleks antara berbagai faktor internal, termasuk struktur permodalan dan basis keanggotaan. Simpanan saham sebagai bentuk partisipasi modal anggota dan jumlah anggota sebagai representasi dari skala organisasi, ketika berinteraksi secara positif, dapat memperkuat daya tahan koperasi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Simpanan saham yang tinggi mencerminkan kekuatan modal internal koperasi. Modal ini menjadi sumber utama pembiayaan kegiatan usaha koperasi, seperti pemberian pinjaman kepada anggota, investasi produktif, dan pengembangan layanan. Namun, kekuatan modal ini akan lebih optimal apabila didukung oleh jumlah anggota yang besar dan aktif. Jumlah anggota yang besar tidak hanya memperluas basis simpanan saham, tetapi juga menciptakan skala ekonomi yang memungkinkan koperasi untuk menekan biaya operasional per unit layanan dan meningkatkan efisiensi kelembagaan. Efek sinergis ini dijelaskan dalam studi oleh PNJ . , yang menunjukkan bahwa simpanan anggota memiliki pengaruh langsung terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU), sementara jumlah anggota berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh tersebut. Artinya, dalam koperasi dengan jumlah anggota yang besar, kontribusi simpanan saham terhadap SHU menjadi lebih signifikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Pertama. Peningkatan Skala Ekonomi: Dengan jumlah anggota yang besar, koperasi dapat mengoptimalkan biaya tetap dan variabel dalam operasionalnya. Misalnya, biaya administrasi dan pengelolaan sistem informasi dapat dibagi ke lebih banyak anggota, sehingga biaya per anggota menjadi lebih rendah. Efisiensi ini berdampak langsung pada peningkatan SHU dan ketahanan keuangan koperasi. Kedua. Diversifikasi Risiko: Jumlah anggota yang besar memungkinkan koperasi untuk menyebarkan risiko kredit dan risiko usaha secara lebih merata. Dalam koperasi kecil, kegagalan pembayaran oleh satu atau dua anggota dapat berdampak signifikan terhadap likuiditas. Sebaliknya, dalam koperasi besar, risiko tersebut dapat diminimalkan karena portofolio pinjaman lebih tersebar. Ketiga. Partisipasi Kolektif: Anggota yang banyak dan aktif menciptakan dinamika organisasi yang sehat. Partisipasi dalam rapat anggota, pengambilan keputusan, dan pengawasan manajemen menjadi lebih kuat. Hal ini meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan kelembagaan . Dalam konteks KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere, interaksi antara simpanan saham dan jumlah anggota telah menunjukkan hasil yang positif. Data internal koperasi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah anggota sebesar 8% per tahun diikuti oleh peningkatan simpanan saham rata-rata 12% per tahun. Kenaikan ini berdampak langsung pada peningkatan SHU dan penguatan struktur permodalan koperasi. Dengan basis anggota yang luas, koperasi mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan volume transaksi, dan memperkuat posisi tawar dalam kemitraan eksternal. Secara teoritis, interaksi ini dapat dijelaskan melalui pendekatan resource-based view (RBV), di mana sumber daya internal seperti modal dan keanggotaan dipandang sebagai aset strategis yang menentukan keunggulan kompetitif lembaga. Dalam koperasi, simpanan saham dan jumlah anggota merupakan dua sumber daya utama yang saling melengkapi. Ketika keduanya dikelola secara sinergis, koperasi dapat membangun ketahanan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa efek sinergis ini tidak terjadi secara otomatis. Diperlukan manajemen yang efektif untuk memastikan bahwa pertumbuhan jumlah anggota diiringi oleh peningkatan kualitas partisipasi dan loyalitas. Tanpa pengelolaan yang baik, pertumbuhan jumlah anggota justru dapat menimbulkan tantangan baru, seperti konflik internal, penurunan kualitas layanan, dan kesulitan dalam pengambilan keputusan kolektif. Oleh karena itu, koperasi perlu mengembangkan strategi integratif yang mengaitkan pertumbuhan simpanan saham dengan penguatan basis keanggotaan. Strategi ini dapat mencakup: Pertama, edukasi dan pelatihan anggota untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang peran simpanan saham dalam ketahanan koperasi. Kedua. Insentif berbasis kontribusi untuk mendorong anggota meningkatkan simpanan saham dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan koperasi. Ketiga. Sistem informasi keanggotaan yang terintegrasi untuk memantau kontribusi, loyalitas, dan partisipasi anggota secara real-time. Dengan Pengaruh Simpanan Saham Terhadap Ketahanan Lembaga dengan Jumlah Anggota Sebagai Variabel Moderasi pada KSP. Kopdit Bina Pertiwi Maumere (Angelucia Cindy Sulistiawat. Angelucia Cindy Sulistiawati / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 54 Ae 61 pendekatan ini, koperasi dapat memastikan bahwa interaksi antara simpanan saham dan jumlah anggota benar-benar menghasilkan efek sinergis yang memperkuat ketahanan lembaga secara menyeluruh. Implikasi Manajerial Implikasi manajerial dari temuan ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan lembaga koperasi sangat bergantung pada strategi yang terintegrasi antara peningkatan simpanan saham dan pengelolaan jumlah Pengurus koperasi perlu merancang pendekatan yang berfokus pada edukasi keuangan anggota agar mereka memahami peran simpanan saham sebagai modal utama koperasi. Literasi keuangan yang baik akan mendorong partisipasi aktif dan meningkatkan kontribusi modal secara sukarela. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan keuangan koperasi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan anggota, yang pada gilirannya memperkuat loyalitas dan stabilitas kelembagaan. Diversifikasi produk simpanan juga menjadi strategi yang relevan untuk menarik minat anggota baru dan mempertahankan anggota lama. Produk simpanan yang inovatif dan sesuai kebutuhan akan meningkatkan daya tarik koperasi sebagai lembaga keuangan mikro yang kompetitif. Di sisi lain, penguatan sistem informasi keanggotaan diperlukan untuk memantau kontribusi dan aktivitas anggota secara akurat. Sistem ini memungkinkan pengurus untuk mengidentifikasi pola partisipasi, merancang insentif, dan mengelola risiko keanggotaan secara lebih efektif. Pengembangan kapasitas manajerial menjadi kunci dalam mengelola pertumbuhan jumlah anggota. Pengurus harus memiliki kompetensi dalam perencanaan strategis, manajemen keuangan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan strategi yang terarah dan berbasis pada partisipasi anggota, koperasi dapat meningkatkan ketahanan lembaga secara berkelanjutan dan memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan mikro yang dinamis dan kompetitif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa simpanan saham memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan lembaga koperasi, khususnya pada KSP Kopdit Bina Pertiwi Maumere. Simpanan saham berperan sebagai sumber utama permodalan internal yang memperkuat struktur keuangan koperasi dan meningkatkan kapasitas pembiayaan. Ketahanan lembaga tercermin dari kemampuan koperasi dalam menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU), serta mempertahankan kepercayaan dan loyalitas anggota. Jumlah anggota terbukti menjadi variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara simpanan saham dan ketahanan lembaga. Dalam koperasi dengan jumlah anggota yang besar, efek simpanan saham terhadap ketahanan menjadi lebih kuat karena adanya peningkatan skala ekonomi, diversifikasi risiko, dan partisipasi kolektif yang lebih luas. Interaksi antara kedua variabel ini menciptakan sinergi yang mendukung keberlanjutan dan daya tahan koperasi dalam menghadapi tantangan eksternal. Implikasi manajerial dari temuan ini menekankan pentingnya strategi yang terintegrasi, meliputi edukasi keuangan anggota, inovasi produk simpanan, penguatan sistem informasi keanggotaan, dan pengembangan kapasitas manajerial. Dengan menerapkan strategi tersebut secara konsisten dan adaptif, koperasi dapat meningkatkan ketahanan lembaga secara berkelanjutan serta memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan mikro yang kompetitif dan dinamis. DAFTAR PUSTAKA