TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Terintegrasi Nilai-Nilai Islam Azizatul Hikmah1*. Imamuddin 2. Risnawita3. Tasnim Rahmat4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, *Email Korespondensi: azizatulhikmah2@gmail. Info Artikel Diterima Direvisi Diterbitkan Abstrak : 6 Mei 2025 : 19 Juni 2025 : 29 Juni 2025 Kata Kunci: Modul Pembelajaran Matematika. Nilai-Nilai Islam Cara merujuk artikel ini: Hikmah. , dkk. Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Terintegrasi Nilai-Nilai Islam. TaAodiban: Journal of Islamic Education, 5 . , h. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya menyediakan sumber belajar yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul matematika yang memuat integrasi nilai-nilai Islam pada materi barisan dan deret. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE, yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui instrumen berupa lembar validasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sebesar 85%, tergolong sangat valid. Tanggapan peserta didik terhadap modul menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 82,43%, termasuk dalam kategori sangat praktis. Modul ini dinyatakan efektif dengan persentase ketuntasan belajar peserta didik sebesar 78,57%. Berdasarkan hasil tersebut, modul ini dinilai layak untuk dijadikan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran matematika. Integrasi nilai-nilai Islam dalam proses belajar tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar, serta menanamkan karakter Islami dalam diri peserta didik, seperti kejujuran, sikap saling membantu dan lainnya. Oleh karena itu, diharapkan para guru dan pengembang pendidikan dapat menciptakan bahan ajar yang menggabungkan antara muatan akademik dan nilai-nilai Islam guna mendukung pembentukan karakter peserta didik sesuai ajaran Islam. Abstract . This study is based on the importance of providing learning resources that are in line with Islamic values in mathematics learning. The main objective of this study is to examine the validity, practicality, and effectiveness of a mathematics module that contains the integration of Islamic values in the material of sequences and series. The method used in this study is Research and Development (R&D) with the ADDIE model approach, which includes five stages, namely analysis, design, development, implementation, and Data were collected through instruments in the form of validation sheets, questionnaires, and tests. The results of the study showed that: . The developed module has a validity level of 85%, classified as very valid. Students' responses to the module showed a practicality level of 82. included in the very practical category. This module was declared effective with a percentage of student learning completion of 78. Based on these results, this module is considered worthy to be used as a learning resource in mathematics learning. Integration of Islamic values in the learning process not only contributes to improving learning outcomes, but also instills Islamic This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals character in students, such as honesty, mutual assistance and others. Therefore, it is expected that teachers and education developers can create teaching materials that combine academic content and Islamic values to support the formation of student character according to Islamic teachings. Keywords: Mathematics Learning Module. Islamic Values. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia memiliki fungsi sebagai sarana utama dalam membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi peran yang sangat penting dalam peserta didik. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang mulia, serta memiliki kemampuan intelektual dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, pendidikan tidak pengetahuan semata, tetapi juga harus membangun sikap dan nilai-nilai spiritual dalam diri siswa. Pandangan ini sejalan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa pendidikan bertujuan untuk meningkatkan cara berpikir dan kepribadian peserta didik (Ali Mustadi. , 2. Maka diperlukan inovasi dalam pengembangan bahan ajar yang tidak hanya menyampaikan materi keilmuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak. Salah satu bentuk inovasi yang bisa dilakukan adalah pengintegrasian nilai-nilai Islam kedalam mata pelajaran, termasuk Matematika selama ini sering dipandang sebagai ilmu pasti yang terlepas dari aspek nilai dan spiritualitas. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap ilmu pada hakikatnya dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. (Tanuri Abu Fatih. , 2. membahas aspek hitung-hitungan semata, tetapi juga dapat diarahkan untuk membentuk akhlak dan menumbuhkan Pandangan diperkuat oleh Imam Al-Ghazali . alam Nurhayuni & Roza E. , 2. yang menekankan pentingnya pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Oleh karena itu, pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam memberikan kontribusi positif dalam tercermin melalui sikap jujur, adil, bertanggung jawab, konsisten, percaya diri serta ketelitian yang berkembang dalam diri peserta didik (Nada Aviola, dkk. , 2. Sejalan dengan urgensi tersebut, sejumlah penelitian telah menunjukkan pentingnya pengembangan bahan ajar ang nilai-nilai Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Rizki Swaditya . menunjukkan bahwa bahan ajar matematika berbasis nilai-nilai Islam dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pengetahuan peserta didik, khususnya dalam aspek keislaman, serta relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan temuan Azizatul Hikmah, dkk. , yang menyatakan bahwa penggunaan bahan ajar yang memuat nilai-nilai Islam sangat baik digunakan dalam pembelajaran untuk membentuk karakter siswa. Efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran matematika masih dipahami secara beragam. Sebagian penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini belum memberikan dampak signifikan terhadap hasil belajar siswa jika tidak didukung oleh strategi pembelajaran yang Penelitian oleh Maya Nurjanah . mengungkapkan bahwa meskipun beberapa sekolah telah menerapkan integrasi nilai This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Islam, banyak guru menghadapi kendala dalam menyelaraskan kompetensi dasar matematika dengan nilai-nilai Islam, terutama karena keterbatasan bahan ajar dan kurangnya pelatihan yang memadai. Akibatnya, penerapan nilai-nilai tersebut cenderung bersifat simbolik dan tidak peningkatan hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai Islam dalam pembelajaran matematika masih memerlukan pengembangan yang lebih sistematis, termasuk penyediaan modul yang relevan dan terstruktur. Berbeda dengan temuan penelitian oleh Maya Nurjanah . , penelitian yang Siti Rofiah menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan menggabungkan aspek spiritual dengan konsep akademik, sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang utuh dan kontekstual. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian M. Imamuddin dkk. , yang menyatakan bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual siswa, maka semakin tinggi pula prestasi atau hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Dalam implementasinya, integrasi nilai-nilai Islam dapat diwujudkan melalui berbagai komponen pembelajaran. Salah satu bentuk nyatanya adalah melalui bahan ajar atau buku teks. Nanang Supriadi . menekankan bahwa buku ajar yang memuat contoh soal, latihan, dan evaluasi dengan muatan nilai Islam tetap dapat memenuhi standar kompetensi kurikulum sekaligus Salafudin & Mohamad Yasin Abidin, . mengidentifikasi indikator nilai-nilai Islami pembelajaran, seperti menyebut nama Allah, menggunakan istilah keislaman. Islam, menyajikan aplikasi atau contoh-contoh Islami, mencantumkan ayat atau hadits yang relevan, serta menampilkan simbol ayat-ayat kauniah. Dalam praktiknya. Agung Hartoyo penggunaan bahan ajar matematika yang ayat-ayat Al-QurAoan nilai-nilai keislaman dapat menumbuhkan sikap spiritual dan sosial peserta didik. Penelitian ini diperkuatkan oleh Niswatul Khaira . serta Windi Pebria, dkk. , yang matematika berbasis nilai-nilai Islam mampu meningkatkan minat belajar, motivasi belajar, sikap positif siswa dan Secara lebih luas. Imamuddin dan Isnaniah . menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran matematika memiliki dampak positif penalaran, komunikasi matematis, literasi, dan hasil belajar siswa. Temuan-temuan ini pengembangan bahan ajar yang tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep-konsep matematika, tetapi juga mendukung pembentukan karakter religius peserta Namun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran matematika, khususnya di madrasah, belum dilakukan secara optimal. Banyak guru yang masih berfokus pada aspek kognitif dan nilai-nilai Islam Afriani & Asri . menegaskan bahwa proses pembelajaran di sekolah akademik semata, sementara penanaman nilai-nilai agama dan pembentukan karakter belum diterapkan secara maksimal. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, matematika digunakan dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti perhitungan zakat, pembagian warisan, dan penentuan waktu shalat. Oleh karena itu, pembelajaran matematika yang mengandung nilai-nilai Islam sangat relevan, karena dapat menghubungkan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan spiritual siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals sesuai kontekstual. Dengan demikian, menyusun dan menyampaikan sumber belajar yang terintegrasi nilai-nilai Islam, hal ini akan berpengaruh positif pada peningkatan pemahaman siswa baik terhadap nilai-nilai Islam maupun materi matematika itu sendiri (Jihan Nabila. Alberina Salsabila,Fadillah Turahmi, & M. Imamuddin, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dilihat bahwa masih terdapat kekurangan dalam ketersediaan bahan ajar matematika yang benar-benar terintegrasi nilai-nilai Islam secara sistematis. Sebagian besar bahan ajar yang digunakan selama ini konsep-konsep matematika dengan nilai-nilai keislaman secara mendalam dan belum banyak dikembangkan melalui pendekatan yang Selain itu, belum banyak studi yang menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul integratif tersebut secara langsung di kelas. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengembangan modul matematika pada materi barisan dan deret yang dirancang secara kontekstual dengan menyisipkan nilai-nilai Islam secara tematik. Modul ini tidak hanya memuat ayat AlQurAoan sebagai hiasan, tetapi juga menyatu dalam kegiatan pembelajaran, contoh soal, ilustrasi, serta refleksi nilai. Hal ini menjadikan modul lebih dari sekadar media ajar, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk matematika yang mengintegrasikan nilainilai Islam. Modul ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menyampaikan materi matematika sekaligus memperkuat karakter spiritual Penelitian ini juga bertujuan untuk memperkuat temuan-temuan sebelumnya efektivitas integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran matematika. Modul yang aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas, serta memberikan kontribusi nyata dalam kontekstual, bermakna, dan sesuai visi pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research & Developmen. yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menghasilkan serta menguji keefektifan suatu produk yang dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi barisan dan deret yang valid, praktis, dan efektif. Proses dilakukan dengan menggunakan model ADDIE yang dikemukakan oleh Dick dan Carey . , yang mencakup lima tahap utama: . Analysis . , . Design (Perencanaa. Development . Implementation . , dan . Evaluation . (Sugiyono, 2. Model ADDIE dipilih karena merupakan pendekatan yang pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal (Pribadi. Benny Agus, 2. Selain itu, model ini banyak digunakan dalam penelitian pengembangan bahan ajar (Emy Sohilait, 2. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Fase E MAS Asy-Syarif Koto Laweh, sebuah madrasah yang memiliki visi untuk mengembangkan pembelajaran berbasis keimanan dan keilmuan. Hal ini menjadi dasar penting bagi pengembangan modul yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual Islam yang dapat membentuk karakter peserta didik. Integrasi nilai-nilai Islam dalam modul tidak dilakukan secara parsial, tetapi menyeluruh pada berbagai komponen This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Modul dirancang agar setiap bagian memuat unsur keislaman, baik secara eksplisit maupun implisit. Integrasi dilakukan melalui: . Kegiatan awal pembelajaran yang diawali dengan doa atau bacaan AuBismillahAy. materi dan soal kontekstual yang mengangkat tema Islami seperti zakat, infak, puasa qadha, dan aktivitas ibadah lainnya. penggunaan ilustrasi visual yang menggambarkan nuansa keislaman. refleksi nilai di akhir pembelajaran yang mengajak peserta didik menanamkan nilai seperti kejujuran, syukur, dan tanggung jawab. Kerangka kerja pengembangan modul karakteristik peserta didik madrasah. Pada tahap analisis, dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan belajar siswa dan kesesuaian materi dengan visi madrasah. Tahap desain dilakukan dengan merancang struktur isi modul yang mengintegrasikan kompetensi akademik dan nilai-nilai Islam. Selanjutnya, tahap pengembangan berfokus pada penyusunan materi dan media pembelajaran yang divalidasi oleh para ahli, termasuk ahli agama. Tahap implementasi melibatkan uji coba kepada siswa untuk mengetahui kepraktisan dan efektivitas Terakhir, tahap evaluasi dilakukan pengembangan dan melakukan perbaikan produk berdasarkan temuan lapangan. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas dua kelompok. Pertama, peserta didik kelas E2 MAS Asy-Syarif Koto Laweh yang berjumlah 14 orang, yang menjadi responden pada tahap implementasi dan evaluasi untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan modul. Kedua, tujuh orang ahli pengembangan, yang terdiri dari empat ahli materi, satu ahli agama, satu ahli bahasa, dan satu ahli media. Para ahli ini bertugas tampilan, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam modul yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tiga instrumen utama. Pertama, lembar validasi ahli, yang digunakan untuk menilai kevalidan modul dari berbagai aspek, seperti isi materi, penyajian, bahasa, dan kesesuaian nilai Islam. Lembar validasi ini diisi oleh validator atau para ahli. Setiap indikator dinilai dengan skala 1-5 . angat tidak setuju hingga sangat setuj. Kedua, angket respons siswa, digunakan untuk mengetahui kepraktisan modul dari segi keterbacaan, daya tarik, kemudahan penggunaan dalam pembelajaran serta keterkaitan materi dengan kehidupan nyata. Angket ini diisi oleh peserta didik. Setiap indikator dinilai dengan skala 1-5 . angat tidak setuju hingga sangat setuj. Ketiga, tes hasil belajar, digunakan untuk mengukur efektivitas modul berdasarkan tingkat ketuntasan Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga aspek utama: validitas, pembelajaran matematika terintegrasi nilainilai Islam. Penilaian terhadap ketiga aspek ini dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dirumuskan dalam bentuk persentase. ycIycoycuyc yccycnycyyceycycuycoyceEa ycIycoycuyc ycaycoEaycnyc = ( ) y 100% ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco Validitas modul merujuk pada hasil evaluasi para ahli terhadap kualitas isi modul, serta tanggapan peserta didik yang diperoleh melalui angket dan hasil tes. Penilaian validitas modul didasarkan pada kriteria sebagaimana ditampilkan Tabel 1. Tabel 1 Kriteria Validitas Produk Kriteria Persentase (%) Sangat Valid 80 < ycu O 100 Valid 60 < ycu O 80 Cukup Valid 40 < ycu O 60 Kurang Valid 20 < ycu O 40 Tidak Valid 0 < ycu O 20 (Modifikasi dari Riduwan dan akdon. dalam Evi Candra Monica, dkk, 2. Kepraktisan berdasarkan respon peserta didik terhadap This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals penggunaannya dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan penelitian (Annisa Dwi Fitria, dkk, 2. , tingkat kepraktisan suatu produk dapat diukur menggunakan angket respon peserta didik, dengan kriteria sebagaimana tercantum dalam Tabel 2. Tabel 2 Kriteria Praktikalitas Kriteria Persentase (%) Sangat Praktis 80 < ycu O 100 Praktis 60 < ycu O 80 Cukup Praktis 40 < ycu O 60 Kurang Praktis 20 < ycu O 40 Tidak Praktis 0 < ycu O 20 (Modifikasi dari Riduwan dan akdon. dalam Evi Candra Monica, dkk, 2. Sedangkan untuk efektivitas modul diukur melalui hasil uji lapangan, yang mencerminkan ketuntasan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan modul. Kriteria untuk menilai efektivitas modul ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3 Kriteria Efektivitas Kriteria Persentase (%) Sangat Efektif 80 Oe 100 Efektif 70 Oe 79 Cukup Efektif 60 Oe 69 Kurang Efektif 50 Oe 59 Tidak Efektif 0 Oe 50 (Modifikasi dari Eva Juliandit. Analisis dilakukan dengan mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan. Hasil dari analisis ini akan menentukan sejauh mana modul dapat diterapkan secara efektif dalam proses belajar matematika yang mengedepankan nilai-nilai Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan penelitian ini diawali melalui lima tahapan utama, yaitu: Analysis (Analisi. Design (Perencanaa. Development (Pengembanga. Implementation (Implementas. Evaluation (Evaluas. Analysis (Analisi. Tahap analisis ini dilakukan untuk matematika di kelas X Fase E MAS AsySyarif Koto Laweh dengan visi-misi Salah satu visi madrasah ini adalah menjadi madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan Allah SWT. Hal mencerdaskan siswa secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan sikap religius dan akhlak yang mulia. Dalam analisis ini, peneliti mengamati kondisi peserta didik, kebutuhan dalam belajar, serta materi ajar yang digunakan di kelas. Selain itu, peneliti juga melaksanakan wawancara dengan guru dan peserta didik untuk mendapatkan informasi langsung terkait pelaksanaan pembelajaran matematika di Hasil analisis menunjukkan bahwa madrasah sudah menggunakan modul matematika dalam pembelajaran. Namun setelah dianalisi lebih lanjut, modul tersebut belum mencerminkan integrasi nilai-nilai Islam dan belum mendukung pencapaian visi dan misi madrasah secara optimal. Materi dan latihan soal yang terdapat dalam modul masih bersifat umum, belum banyak dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Modul juga belum sepenuhnya mendorong siswa untuk belajar secara aktif, mandiri, dan menyenangkan. Guru menyampaikan bahwa materi masih terasa abstrak dan belum memiliki kaitan langsung dengan kehidupan siswa sebagai Muslim. Sehingga modul yang digunakan saat ini dinilai belum mendukung pembentukan karakter diharapkan dalam visi madrasah. Salah satu contoh modul dimadrasah adalah pada halaman kegiatan pembelajaran tentang aplikasi barisan dan deret, disajikan rumus-rumus pertumbuhan aritmetika dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals geometri secara matematis . ihat Gambar . Penjelasan rumus pertumbuhan aritmetika dan geometri cukup jelas, namun belum ada pertumbuhan ini dengan kekuasaan Allah atau nilai-nilai spiritual. Contoh- contoh soal yang ada dimodul, seperti pada contoh 1 tentang kenaikan gaji secara berkala yang digambarkan sebagai barisan aritmetika . ihat Gambar . Soal ini sudah kontekstual karena membahas situasi dunia kerja yang Namun, belum ada nilai Islam yang disisipkan, seperti pesan tentang pentingnya bekerja dengan jujur dan bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Sedangkan pada contoh 2 tentang pertumbuhan bakteri yang dijelaskan dalam bentuk deret geometri . ihat Gambar . Materi ini cukup menarik karena mengaitkan matematika dengan ilmu sains. Namun belum disisipkan penguatan nilai Islam, misalnya tentang kebersihan dan keteraturan sebagai bentuk tanda kebesaran ciptaan Allah. Gambar 1. Kegiatan Pembelajaran Gambar 2. Contoh Soal 1 & 2 Hasil wawancara dengan beberapa siswa menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran matematika. Peserta pembelajaran matematika sering terasa membosankan karena tidak dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman, meskipun sudah mengandung unsur kehidupan sehari-hari. Salah menyampaikan. AuKadang materi matematika terasa jauh dari kehidupan siswa, padahal siswa ingin tahu bagaimana matematika bisa berkaitan dengan ajaran Islam seperti zakat, warisan dan Ay Siswa lain menambahkan. AuKalau ada soal yang membahas infak, pembagian zakat dan lainnya, siswa jadi leboh tertarik karena itu dekat dengan kehidupannya sebagai Muslim. Ay Pernyataan menunjukkan bahwa keterkaitan antara materi matematika dan konteks keislaman dapat meningkatkan ketertarikan serta Soal-soal matematika yang dikaitkan dengan hal-hal yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti perhitungan zakat, pembagian warisan, infak ataupun penentuan waktu shalat, dianggap lebih bermakna dan mudah Dengan menghadirkan konteks kehidupan Islami kedalam pembelajaran matematika, peserta didik merasa lebih dekat dengan materi yang dipelajari dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals lebih termotivasi untuk belajar. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemahaman antar peserta didik. Sebagian siswa tampak aktif dan memahami materi dengan baik, sementara sebagian lainnya terlihat kurang tertarik dan mengalami kesulitan karena merasa materi tersebut tidak berkaitan langsung dengan pengalaman hidupnya. Temuan pembelajaran matematika di madrasah kontekstual dan terintegrasi dengan nilainilai Islam. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang digunakan saat ini belum sepenuhnya mendukung pencapaian visi dan misi madrasah, terutama dalam aspek pembentukan karakter religius siswa. Oleh karena itu, sangat diperlukan pengembangan modul matematika yang tidak sekadar menitikberatkan pada aspek hitungan atau rumus semata, tetapi juga dengan ajaran Islam . ilai-nilai Isla. Dengan adanya modul yang demikian, matematika menjadi lebih menyenangkan, bermakna, serta mendukung tercapainya visi madrasah dalam mencetak generasi yang cerdas intelektual dan berakhlak mulia serta beriman kepada Allah SWT. Design (Perencanaa. Pada tahapan merencanakan adalah tahap lanjutan setelah melakukan analisis dalam model pengembangan ADDIE. Peneliti merancang modul dan instrumen Rancangan awal modul disusun dengan menyajikan materi barisan dan deret nilai-nilai Islam Islami meningkatkan daya tarik peserta didik. Integrasi Islam dirancang pada cover sehingga dari aspek terdapat integrasi nilai-nilai Islam seperti mencantumkan ayat Al-QurAoan yang terkait dengan materi Barisan dan Deret serta menggambarkan konteksual siswa pada Kedua pada Kegiatan Pembelajaran terdapat setiap kegiatan pembelajaran dimulai dengan mempersiapkan berdoa AuBismillahirrahmanirrahimAy bersama-sama. setelah itu, guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari yang relevan dengan ajaran Islami pada soal dan aktivitas Contohnya jadwal puasa qadha. Distribusi zakat dan infak. Santunan anak yatim. Hafalan ayat Al-QurAoan. Kegiatan Musabaqah Tilawatil QurAoan (MTQ) Ketiga mengaplikasikan contoh soal yang terkait Integrasi nilai Islam untuk menguatkan pemahaman siswa. Soal-soal dalam modul mengaitkan konteks islami yang autentik dan dekat dengan kehidupan siswa Menjadwalkan puasa Qadha . arisan aritmetik. , menentukan jumlah peserta pengajian atau buka bersama . , menghitung hasil sedekah bertingkat, dan Menyusun jadwal hafalan Al-QurAoan . arisan/deret Geometr. Terakhir diakhiri dengan refleksi nilai yang mengarahkan siswa untuk menumbuhkan sikap seperti syukur, tanggung jawab dan jujur. Dalam proses perancangan produk, peneliti memanfaatkan dua aplikasi, yaitu Canva dan Microsoft Office Word 2010. Aplikasi Canva membuat desain sampul depan dan Microsoft Word digunakan untuk menyusun tampilan serta isi modul sesuai dengan struktur atau komponen yang telah ditentukan. Struktur modul terdiri dari tiga komponen utama yaitu pendahuluan yang berisi kompetensi dasar, deskripsi, petunjuk penggunaan, dan terintegrasi nilai-nilai Islam. serta evaluasi yang dilengkapi dengan tes serta komponen tambahan seperti daftar isi, kata pengantar, glossarium, jawaban kunci, daftar ke-isian, serta referensi. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Instrumen penilaian modul disusun untuk mengukur kualitas modul melalui lembar validasi ahli yang menilai kevalidan modul oleh ahli materi, bahasa, teknologi pendidikan, angket terhadap responden siswa untuk mengukur kepraktisan modul berdasarkan tanggapan siswa. Instrumentersebut telah divalidasi oleh dosen dan direvisi sesuai masukan validator, sehingga modul yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan. Development (Pengembanga. Pengembangan modul dilaksanakan dirumuskan sebelumnya dan diintegrasikan dengan kurikulum yang sedang diterapkan. Modul yang telah dirancang kemudian diwujudkan dalam bentuk cetak dengan desain produk dimulai pada tanggal 13 Agustus 2024 dengan menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft Office Word 2010 untuk menghasilkan bahan ajar cetak. Desain modul memperhatikan unsur keislaman baik dari aspek visual maupun Modul menambahkan nilai keislaman melalui penyisipan ayat Al-QurAoan serta simbolsimbol Islami termasuk gambar wanita Bagian mencantumkan judul, keterangan materi, sasaran tingkat sekolah, nama penyusun, serta simbol-simbol yang merepresentasikan konsep barisan dan deret, seperti susunan uang logam dengan jumlah berbeda. Simbol-simbol keislaman pada cover bertujuan untuk memperkuat nuansa religius dan memperlihatkan integrasi nilai Islam sejak tampilan awal. Selanjutnya, desain awal modul dibandingkan sebelum dan sesudah revisi. Perbedaan ini dapat dilihat pada gambar 3 yang menunjukkan penyempurnaan dari sisi tampilan visual dan penyisipan nilai Islami secara lebih jelas. sebelum revisi . setelah revisi Gambar 3 Cover Modul Tahapan dirancang untuk menarik perhatian siswa, membantu pemahaman, serta mendorong penerapan konsep matematika dalam kehidupan nyata yang bernuansa Islami. Setiap pembelajaran dimulai dengan pengantar yang menghubungkan konsep matematika dengan situasi kehidupan nyata, diikuti dengan penyajian materi yang sistematis, contoh soal yang kontekstual, serta ilustrasi Islami seperti pada Gambar 4. Gambar 4 Kegiatan Pembelajaran Contoh dikembangkan dengan mempertimbangkan konteks keislaman, seperti zakat, infak, atau jadwal puasa, sehingga siswa dapat memahami konsep matematika sekaligus nilai-nilai spiritual yang terkandung di Modul ini juga dilengkapi dengan latihan soal dan bagian refleksi yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals dirancang untuk menanamkan sikap Islami seperti jujur, bersyukur, dan bertanggung Seperti bersedekah pada gambar 5. Gambar 5 Contoh Soal Integrasi Setelah tahap perancangan selesai, dilakukan proses validasi terhadap produk sebelum implementasi di kelas. Validasi ini melibatkan tujuh orang ahli, yang terdiri dari empat ahli materi, satu ahli agama, satu ahli bahasa, dan satu ahli media. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat kevalidan modul serta memberikan saran perbaikan sebelum diujicobakan. Berikut ini adalah masukan dan saran dari para ahli yang dirangkum dalam Tabel Tabel 4. Masukan dan Saran Ahli yang Terkait Pada Produk Masukan dan Tindakan Saran Desain cover Telah sesuaikan dengan disesuaikan yang berdasarkan dipelajari, gambar masukan ahli dan tujuan capaian nilai Islam Tambahkan tujuan Telah pembelajaran yang dilakukan berdampak pada kehidupan seharihari modul ini bisa yang komunikatif dan komplitatif Aktivitas peserta sehingga mampu memahami konsep matemaika sesuai kehidupan seharihari siswa Tambahkan surah dengan materi Kegiatan diperluas dan arahan ahli Surah relevan telah Hasil dari validasi ditampilkan pada Tabel 5, yang menunjukkan bahwa seluruh aspek modul mendapatkan penilaian dengan kategori Sangat Valid. Tabel 5 Hasil Penilaian Ahli Terkait Produk Aspek Yang Persentase Kriteria Divalidasi Tujuan Sangat Valid Rasional Sangat Valid Isi Modul Sangat Valid Karakteristik Sangat Valid Kesesuain Sangat Valid Bahasa Bentuk Fisik Sangat Valid Rata-rata Sangat Valid Berdasarkan saran dan hasil validasi tersebut, modul dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Revisi dilakukan dengan memperhatikan dua aspek utama: pemahaman konsep matematika dan penguatan nilai-nilai This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Pertama, aspek pemahaman konsep matematika divalidasi oleh empat orang ahli Hasil validasi menunjukkan bahwa materi barisan dan deret disusun secara sistematis dan sesuai dengan capaian pembelajaran Fase E. Modul juga dinilai menyajikan penjelasan yang jelas, contoh yang tepat, dan soal-soal latihan yang mampu memperkuat pemahaman siswa bertahap dan kontekstual. Kedua, aspek pengembangan nilainilai keislaman divalidasi oleh satu orang ahli agama serta diperkuat oleh penelitian ahli bahasa dan media. Modul dinilai telah berhasil menyisipkan nilai-nilai Islam secara tepat dan relevan melalui ayat-ayat AlQurAoan yang dikaitkan dengan materi, narasi yang mengandung pesan moral Islami, serta soal-soal kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sebagai seorang Muslim, seperti zakat, warisan, infak dan waktu shalat. Refleksi nilai diakhir pembelajaran juga dinilai mampu mendorong siswa menumbuhkan sikap seperti syukur, tanggung jawab, dan jujur dalam proses belajar. Dengan demikian, hasil validasi dikembangkan tidak hanya valid dalam menyampaikan konsep matematika, tetapi juga tepat dalam menyajikan materi yang dapat mengembangkan nilai-nilai keislaman Dengan desain dan penyempurnaan tersebut, modul dinyatakan layak untuk pembelajaran matematika yang terintegrasi nilai-nilai Islam. Implementation (Implementas. Setelah proses revisi selesai, modul dinyatakan siap untuk diterapkan. Modul pembelajaran matematika yang terintegrasi nilai-nilai Islam yang telah divalidasi dan diimplementasikan pada kelas X. E2 di MAS Asy-Syarif Koto Laweh yang terdiri dari 14 peserta didik. Pemilihan kelas X. E2 didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama, kelas ini termasuk dalam jenjang Fase E yang sesuai dengan target capaian pembelajaran modul, sehingga materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman Kedua, populasi siswa dimadrasah tersebut, baik dari segi kemampuan akademik maupun latar belakang keagamaan, sehingga hasil implementasi dapat memberikan gambaran penerimaan modul. Mengenai jumlah subjek, meskipun hanya terdiri dari 14 peserta didik, jumlah ini tetap dapat memberikan hasil yang representatif untuk tahap uji coba terbatas. Menurut Borg dan Gall . , pada tahap uji coba produk pengembangan pendidikan, sampel kecil yang berkisar antara 10-30 orang sudah cukup untuk memperoleh data awal mengenai kepraktisan dan keefektifan Hal ini juga didukung oleh Arikunto. S . , yang menyatakan bahwa uji coba produk pada kelompok kecil penting untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan sebelum produk diuji pada skala yang lebih besar. Implementasi selama tiga pertemuan, dari tanggal 25 November 2024 hingga 7 Desember 2024. Tujuan utama dari implementasi ini adalah untuk menguji respon peserta didik kepraktisan dan keefektifan modul dalam mendukung pembelajaran matematika yang terintegrasi nilai-nilai Islam. Selama proses pembelajaran, topik barisan dan deret diajarkan dengan konsep-konsep matematika dengan situasi kehidupan sehari-hari serta menanamkan nilai-nilai Setiap pertemuan dimulai dengan doa bersama, diikuti dengan diskusi kelompok, latihan soal kontekstual dan refleksi pemahaman melalui kegiatan Peserta didik diberikan soal-soal yang berkaitan dengan konsep Islami, seperti Zakat. Sedekah dan perdagangan, untuk mengaplikasikan konsep matematika yang telah dipelajari. Selain itu, peserta This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals didik juga diminta menuliskan kesimpulan serta mengidentifikasi nilai-nilai ajaran Islam yang bisa diimplementasikan dalam sehari-hari. Setiap pertemuan, diakhiri dengan pembacaan doa bersama-sama. Setelah instrumen, yaitu tes akhir pembelajaran dan angket respon peserta didik. Hasil angket memberikan gambaran awal mengenai tingkat praktisan modul dalam proses pembelajaran serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam materi yang disampaikan. Hasil angket dapat disajikan pada Tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6. Data Hasil Angket Peserta Didik Aspek Respon Persentase Kriteria Peserta Didik Tampilan Sangat Praktis Materi 83,57 % Sangat Praktis Daya Tarik 80,71 % Sangat Praktis Bahasa Waktu Rata-Rata 77,14 % 80,71 % 82,43 % Praktis Praktis Sangat Praktis Berdasarkan data pada Tabel 6, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran matematika ini tergolong sangat praktis. Hal ini tercermin dari aspek materi dan daya tarik soal-soal kontekstual yang berhasil mengintegrasikan tema zakat, sedekah. Dengan rata-rata persentase sebesar 82,43%, modul ini menunjukkan bahwa penerapan nila-nilai keislaman dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan secara efektif dan menyenangkan. Selain melalui angket, efektivitas modul juga diukur melalui hasil tes akhir Hasil tes akhir peserta didik dapat disajikan pada tabel 7 berikut: Tabel 7 Data Hasil Tes Akhir Tidak Jumlah Tuntas Kelas Tuntas Jumlah % Jumlah % Tingkat ketuntasan peserta didik dalam tes akhir dapat diamati melalui diagram pada gambar dibawah ini: Diagram Ketuntasan Hasil Tes Akhir Tuntas Tidak Tuntas Gambar 6 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Tes akhir Berdasarkan tabel dan diagram di atas, terdapat 11 dari 14 peserta didik yang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Persentase 78,57%, sehingga dikategorikan efektif. Hal ini sejalan dengan kriteria keefektifan menurut Eva Juliandita. dkk, . , yang menyatakan bahwa tingkat pencapaian antara 70% sampai 79% dapat dikatakan efektif. Namun demikian, masih terdapat 3 peserta didik . ,42%) yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil observasi, ketidaktuntasan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Dua siswa mengalami matematika yang dikaitkan dengan konteks keislaman, seperti mengaitkan antara barisan dan perhitungan zakat. Satu siswa lainnya menunjukkan tingkat partisipasi rendah dalam diskusi kelompok dan kurang aktif bertanya ketika mengalami kesulitan. Selain itu, ketiganya cenderung kurang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai memerlukan pendekatan yang lebih adaptif. Pendampingan tambahan seperti program tutor sebaya, remidial berbasis diskusi kelompok, dan pemetaan awal terhadap This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals tingkat religiusitas siswa dapat menjadi strategi untuk meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Evaluation (Evaluas. Setelah implementasi, melakukan evaluasi terhadap hasil penilaian pada implementasi. Hasil implementasi dinyatakan bahwa modul pembelajaran matematika terintegrasi nilai-nilai Islam memperolah nilai validitas dengan kriteria sangat valid, praktikalitas dengan kriteria sangat praktis, dan efektifitas dengan kriteria efektif. Hal ini menandakan bahwa nilai-nilai Islam digunakan pada proses belajar matematika. Hal ini sejalan yang disampaikan oleh (M. Imamuddin. Isnaniah. Hadini. Zaharuddin , 2. , (Suci Yuniati & Arnida Sari, 2. ,Pembelajaran matematika yang Islam matematika dapat dimanfaatkan pendidik dalam pembelajaran. Pembahasan Matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena hampir semua aspek kehidupan berkaitan dengan matematika seperti dalam pembuatan bangunan, perdagangan dan lainnya. Namun, pembelajaran matematika yang hanya berfokus pada aspek kognitif sering kali kurang memberikan ruang bagi pembentukan karakter siswa. pandangan ini diperkuat oleh James dalam (Siti Nur Rohmah, 2. , yang menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu logika yang berkaitan dengan struktur, bentuk, dan Akan tetapi, pemahaman terhadap matematika tidak cukup hanya sebatas penguasaan konsep, melainkan perlu dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan. Dalam pendidikan Islam, nilai-nilai yang bersumber dari Al-QurAoan dan Hadis menjadi landasan utama dalam membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik. Menurut Siti Mahfudzoh . Integrasi dalam pembelajaran merupakan proses penyatuan dua bidang yang berbeda menjadi satu kesatuan utuh yang saling Integrasi antara matematika dan nilai-nilai Islam bukan hanya memperkaya proses belajar, tetapi juga memperdalam makna pendidikan secara Hal ini diperkuat oleh (Dewi Lestari. Komarudin. Mujib. Mardiyah, 2. , serta (Ketut Suastika & Amaylya Rahmawati, 2. , yang menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang mengaitkan nilai-nilai Islam secara kontekstual mampu membuat siswa lebih mudah memahami dan lebih tertarik terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, hasil penelitian (Azizatul Hikmah. Mariam Asiah. Imamuddin, 2. membuktikan bahwa siswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Quran dengan baik juga menunjukkan prestasi belajar matematika yang lebih tinggi. Salafudin dan Abidin dalam (Maya Nurjanah, 2. , menekankan bahwa pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti pemilihan penggunaan soal-soal yang mengandung pesan moral. Modul pembelajaran menjadi pendekatan ini. Sebagaimana dinyatakan oleh (Agus Setiawan dan Muhyidin Thohir, 2. , pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam materi pembelajaran matematika mampu memberikan kontribusi signifikan pembelajaran, karena menggabungkan sisi intelektual dan spiritual siswa. Sesuai dengan pandangan itu, (M. Imamuddin & Isnaniah, 2. , nilai-nilai Islam pembelajaran matematika berperan penting dalam meningkatkan karakter religius peserta didik, motivasi belajar, serta kemampuan berpikir kritis, komunikasi, penalaran, dan literasi matematika. Modul yang disusun dengan pendekatan integratif ini mampu meningkatkan antara logika matematika dan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan, sehingga pembelajaran menjadi lebih This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 89-104 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals bermakna dan kontekstual. Selain itu, penelitian Tri Nanda Akbar Maulana dkk. turut memperkuat pentingnya integrasi keislaman dalam Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang terintegrasi dengan nilainilai Islam tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, moral, dan motivasi belajar siswa. Tri Nanda juga menekankan bahwa Islam menempelkan label agama pada pelajaran mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menumbuhkan kesadaran spiritual melalui pemahaman konsep-konsep yang dipelajari. Pendekatan Islam menekankan pada keseimbangan antara akal dan hati, sebagaimana yang tercermin dalam sejarah ilmuwan Muslim terdahulu. Misalnya Al-Khwarizmi adalah seorang tokoh yang tidak hanya dikenal sebagai ahli matematika, tetapi juga sebagai ulama yang memahmi pentingnya integrasi ilmu dan agama (Lia Kurniawati,dkk. , 2. Oleh sebab itu, pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam bukan hanya mengikuti jejak keilmuan masa lalu, tetapi juga merupakan bentuk inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan Modul semacam ini berpotensi untuk menciptakan pembelajaran yang Modul ini tidak hanya membangun kemampuan berpikir logis dan kritis, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dan kesadaran spiritual yang selaras dengan tujuan utama pendidikan dalam Islam. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, modul ini telah dikembangkan melalui prosedur penelitian ADDIE melalui 5 bagian yaitu Analysis (Analisi. Design (Perencanaa. Development (Pengembanga. Implementation (Uji Cob. , dan Evaluation (Evaluas. Modul menggunakan Canva Pro dan Microsoft Word, kemudian dicetak menjadi bahan ajar berbentuk buku/modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang telah dirancang dinyatakan valid, praktis, dan Tingkat kevalidan modul mencapai AuSangat ValidAy. Kepraktisan modul berdasarkan tanggapan peserta didik mencapai 82,43%, sehingga masuk dalam kategori AuSangat PraktisAy. Selain itu, modul ini terbukti efektif dengan 78,57% siswa mencapai nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Keberhasilan modul ini terletak pada pembelajaran matematika dengan nilai-nilai Islam mempermudah pemahaman materi serta menumbuhkan kesadaran spiritual melalui konsep-konsep yang dipelajari. Penelitian ini hanya mencakup materi barisan dan deret. Oleh karena itu, disarankan kepada mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati pendidikan untuk turut mengembangkan modul matematika yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam pada materi lainnya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat memperluas kajian tentang integrasi antara matematika dan nilai-nilai Islam yang disesuaikan dengan budaya serta lingkungan belajar siswa, sehingga kontekstual dan bermakna. REFERENSI