PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS HOTS MATERI GEOMETRI UNTUK SISWA SMA KELAS X Afri Nur Cahyani. Rima Aksen Cahdriyana. Universitas Ahmad Dahlan Jl. Ringroad Selatan. Kragilan. Tamanan. Kec. Banguntapan. Kabupaten Bantul. DIY 55191 afri1600006112@webmail. corresponden : rima. cahdriyana@pmat. ABSTRAK Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis HOTS pada materi trigonometri untuk siswa kelas X SMA yang memenuhi aspek kevalidan dan kelayakan. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang hanya dibatasi pada 3 tahapan yaitu tahap pendefinisian . , tahap perencanaan . , tahap pengembangan . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi diperoleh skor rata-rata sebesar 85,7% dengan kriteria AuBaikAy dan oleh ahli media diperoleh skor rata-rata sebesar 87,23% dengan kriteria AuSangat BaikAy sehingga modul siap digunakan untuk diujicobakan dalam penelitian. Pada uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata skor sebesar 90% dengan kriteria sangat baik dan uji coba kelompok besar memperoleh rata-rata skor 85,62% dengan kriteria baik sehingga modul layak dan siap digunakan dalam pembelajaran. Adapun karakteristik pada modul adalah terdapat tujuan pembelajaran untuk tercapainya tugas-tugas yang harus dikuasai, terdapat materi atau contoh soal berdasarkan problem solving serta soal-soal yang disajikan dalam kategori HOTS. Kata Kunci: Modul. Matematika. HOTS. SMA. Geometri Abstract: This study aims to produce a HOTS-based module on trigonometry material for class X high school students that meet the aspects of validity and The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D model which is only limited to 3 stages, namely the definition stage, the design stage, and the develop stage. Data collection techniques in this study were interviews and questionnaires. Validation was carried out by material experts and media experts. The trial was carried out in 2 stages, namely small group trials and large group trials. Based on the results of validation by material experts, an average score of 85. 7% was obtained with the criteria of "Good" and by media experts an average score of 87. 23% was obtained with the criteria of "Very Good" so that the module is ready to be used for trial in research. In the small group trial, an average score of 90% was obtained with very good criteria and the large group trial obtained an average score of 85. 62% with good criteria so that the module was feasible and ready to be used in learning. The characteristics of the module are that there are learning objectives to achieve the tasks that must be mastered, there are material or sample questions based on problem solving and questions presented in the HOTS category. Keywords: Module. Mathematics. HOTS. SMA. Geometry PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing di era 4. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam konteks kehidupan intelektual bangsa. Salah satu upaya mencapai tujuan ini adalah melalui pembelajaran Dengan pembelajaran matematika dapat membekali siswa dalam mengembangkan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa (Mikrayanti, 2. Materi matematika dan penalaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu materi matematika dipahami melalui penalaran dan penalaran dipahami dan dilatihkan melalui (Madio. Sebagaimana dijelaskan dalam Taksonomi Bloom, bahwa kemampuan siswa dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tingkat tinggi/High Order Thinking Skill (HOTS) dan tingkat rendah/Low Order Thinking Skill (LOTS). Kemampuan tingkat rendah terdiri atas pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi sedangkan kemampuan tingkat tinggi meliputi analisis, sintesis, evaluasi dan kreatifitas. Dengan demikian, kegiatan siswa dalam menghafal termasuk dalam kemampuan tingkat rendah, sedangkan kegiatan siswa dalam menalar termasuk dalam kemampuan tingkat tinggi (Jailani, 2. Di Indonesia muatan pengembangan berbagai keterampilan berpikir, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai diterapkan dalam Kurikulum 2013 (Jailani, 2. Salah satu upaya untuk dapat melatih penalaran siswa adalah melalui penyediaan bahan ajar yang mengarah pada High Order Thinking Skill (HOTS) (Rivalina. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2 Banguntapan, belum adanya modul yang berorientasi pada HOTS di sekolah ini. Selain itu, siswa masih kurang kemampuan dalam menyelesaikan soal HOTS. Oleh karena itu, akan dikembangkan modul yang berorientasi HOTS pada materi trigonometri di sekolah ini. Modul yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa memahami materi trigonometri dengan baik serta memudahkan guru membantu siswa menyelesaikan suatu masalah dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika METODE PENELITIAN Penelitan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). sedangkan model pengembangannya menggunakan 4D (Define. Design. Develop. Disseminat. Namun peneliti membatasi hingga pada tahap Develop. Adapun tahap-tahap yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Tahap Pendifinisian (Defin. Tahap define ini mencakup empat langkah pokok, yaitu analisis Front-end . ront-end analysi. , analisis konsep . oncept analysi. , analisis tugas . ask analysi. , dan perumusan tujuan pembelajaran . pecifying instructional objective. Analis frond-end wawancara ke guru dan siswa untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran. Selanjutnya. Analisis Konsep . oncept analysi. Analisis konsep merupakan satu langkah penting untuk memenuhi prinsip dalam membangun konsep atas materimateri yang digunakan sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan standar Adapun yang dilakukan adalah menganalisis standar Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang bertujuan untuk menentukan jenis bahan mengidentifikasi sumber belajar mana yang perlu mendukung penyusunan bahan Sedangkan analisis tugas . ask analysi. Analisis tugas ini bertujuan untuk keterampilanketerampilan utama yang akan dikaji dan keterampilan tambahan. Analisis ini memastikan ulasan yang menyeluruh tentang tugas dalam materi pembelajaran. Tahap terakhir adalah Perumusan Tujuan Pembelajaran (Specifying Instructional Objective. Perumusan pembelajaran dilakukan untuk menentukan indikator pencapaian pembelajaran yang didasarkan atas analisis konsep dan analisis Dengan menuliskan tujuan pembelajaran, peneliti dapat mengetahui kajian apa saja yang akan ditampilkan dalam modul pembelajaran, menentukan kisi-kisi soal, dan menentukan seberapa besar tujuan pembelajaran yang tercapai. Tahap Perancangan (Desig. Tahap perancangan ini bertujuan untuk merancang suatu modul pembelajaran yang Tahap perancangan ini meliputi. Pemilihan Bahan Ajar Bahan ajar yang dipilih yaitu bahan ajar modul yang bertujuan untuk memudahkan dalam proses pembelajaran, dikarenakan bahan ajar modul sangat relevan pada saat Pemilihan Format . ormat selectio. Pemilihan format dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini dimaksudkan untuk mendesain atau merancang isi Format yang dipilih adalah format yang memenuhi kriteria menarik serta bentuk penyajian pembelajaran disesuaikan dengan bahan ajar yang akan Rancangan Awal . nitial desig. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pembelajaran yaitu bahan ajar yang harus dikerjakan sebelum uji coba dilaksanakan. Dalam hal ini, peneliti perlu melakukan berbagai aktifitas pembelajaran terstrukut seperti membaca teks dan observasi. Tahap ini diisi dengan kegiatan menyiapkan kerangka konseptual terkait materi dan unsur-unsur berpikir tingkat tinggi (HOTS). Tahapan Pengembangan . Tujuan tahap ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar modul. Kegiatankegiatan yang dilakukan pada tahap ini peneliti melakukan validasi bahan ajar modul kepada ahli materi dan ahli media, setelah itu melakukan uji coba pengembangan produk. Penilaian Ahli Tahapan ini merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini bahan ajar berbentuk modul matematika akan lebih menarik dari bahan ajar sebelumnya. Penilaian ahli terhadap perangkat modul mencakup. bahasa, ilustrasi dan isi. Berdasarkan masukan para ahli, materi dan rancangan pembelajaran yang telah disusun direvisi untuk membuat produk lebih tepat, efektif. Penilaian desain terdiri dari dua tahap, yaitu: Penilaian Ahli Materi Penilaian ahli materi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi yang dikembangkan dalam modul dengan kurikulum dan memenuhi unsur-unsur berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penilaian Ahli Media penilaian ahli media bertujuan untuk minimal yang diterapkan dalam materi trigonometru berbasis untuk kelayakan modul matematika dalam proses pembelajaran. Revisi Produk Setelah desain produk direvisi berdasarkan penilaian oleh ahli materi, ahli media, juga saran serta masukan dari ahli maka dapat diketahui indikator mana yang lemah dari modul pembelajaran matematika ini. Kelemahan tersebut kemudian diperbaiki untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi. Apabila perubahan-perubahan yang dilakukan untuk menghasilkan produk baru tersebut sangat besar dan mendasar, evaluasi formatif yang kedua perlu dilakukan. Akan tetapi, apabila perubahan itu tidak terlalu besar dan tidak mendasar, produk baru itu siap dipakai di lapangan sebenarnya. Uji Coba Produk Setelah dilakukan revisi produk dari hasil peniaian ahli kemudian dilakukan uji coba lapangan terbatas untuk mengetahui respon guru dan siswa untuk memberikan penilaian terhadap kelayakan produk yang Uji coba ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi apakah bahan aja berupa modul matematika materi trigonometri berbasis HOTS ini baik untuk Revisi Produk Berdasarkan hasil uji coba produk, apabila respon guru dan siswa mengatakan bahwa produk ini baik dam menarik, maka dapat dikatakan bahwa bahan ajar telah selesai dikembangkan, sehingga menghasilkan produk akhir. Namun apabila produk belum sempurna maka hasil uji coba ini pemyempurnaan bahan ajar yang dibuat, sehingga dapat menghasilkan produk akhir yang menarik dan dapat digunakan di Bahan Ajar Apabila produk tidak mengalami uji coba ulang dan sudah baik, maka bahan ajar siap digunakan dan dimanfaatkan di sekolah SMA/MA kelas X. Subjek Coba ujicoba dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan yang mengikuti seluruh kegiatan uji coba menggunakan modul pembelajaran matematika yang telah dikembangkan. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian ini berupa lembar penilaian dari ahli materi, ahli media, respon guru dan siswa. Lembar penilaian ahli materi digunakan untuk mengetahui seberapa dalam materi yang disampaikan dan relevansinya terhadap kompetensi yang diharapkan. Lembar penilaian ahli media digunakan untuk mengetahui kelayakan media tersebut untuk digunakan dalam pembelajaran. Respon siswa digunakan untuk mengetahui penggunaan media dalam Pada angket respon siswa digunakan untuk mengetahui tanggapan, komentar maupun saran setelah menggunakan media dalam pembelajaran. Teknik Analisis Data Data kelayakan produk yang dihasilkan, ditentukan melalui analisis hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan ujicoba calon pengguna. Data hasil penilaian ahli materi dan ahli media dianalisis secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penilaian Validasi Ahli Materi Validasi ahli materi bertujuan untuk menguji kelengkapan materi, kebenaran materi dan sistematika materi. Adapun validator yang menjadi ahli materi yang terdiri dari 1 dosen matematika dari Universitas Ahmad Dahlan serta 1 guru matematika SMA Negeri 2 Banguntapan. Aspek yang dinilai oleh para ahli meliputi Aspek Kualitas Isi. Ketepatan Cakupan dan Aspek Kebahasaan. Hasil validasi gabungan oleh ahli materi dapat disajikan pada gambar 1 Tahap selanjutnya adalah uji coba produk. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk menetapkan kelayakan suatu produk yang dikembangkan. Validasi Ahli Materi 87,10% Kualitas Ketepatan Kelayakan Isi Cakupan Bahasa Gambar 1 Grafik Hasil Validasi Gabungan oleh Ahli Materi Berdasarkan Gambar 1 diketahui bahwa hasil validasi ahli materi didapatkan persentase rata-rata aspek kualitas isi sebesar 85% dengan kriteria AuBaikAy. Aspek ketepatan cakupan diperoleh persentase rata-rata sebesar 87,1% dengan kriteria AuSangat BaikAy. Dan aspek kelayakan bahasa diperoleh persentase ratarata sebesar 85% dengan kriteria AuBaikAy. Dengan demikian dapat diperoleh hasil penilaian dari ahli materi untuk seluruh aspek kelayakan sebesar 85,7% dengan kriteria AuBaikAy. Selain dalam bentuk grafik gabungan penilaiain ahli materi dari validator. Grafik hasil validasi ahli materi oleh masing-masing validator juga terdapat pada Gambar 2 Validasi Ahli Materi 90% 91,43% 90% 80% 82,86% 80% Validator 1 Validator 2 Gambar. 2 Gafik Hasil Validasi oleh Ahli Materi Terlihat dari Gambar 2, hasil validasi ahli materi pada dilihat dari aspek kualitas isi validator 1 memberikan persentase skor 80 % dengan kriteria AuBaikAy dan validator 2 dengan persentase skor 90 % dengan kriteria AuSangat BaikAy Dengan demikian aspek kualitas isi dari persentase rata-rata sebesar 85% dengan kriteria AuBaikAy. Pada aspek ketepatan cakupan validator 1 memberikan persentase skor 82,86% dengan kriteria AuBaikAy dan validator 2 memberikan persentase skor 91,43% dengan kriteria AuSangat BaikAy, dengan demikian aspek ketepatan cakupan dari kedua validator tersebut memperoleh persentase rata-rata sebesar 87,1% dalam kriteria AuSangat BaikAy. Nilai pada aspek kelayakan bahasa dari validator 1 memberikan persentase skor 80% dengan kriteria AuBaikAy dan validator 2 memberikan persentase skor 90% dengan kriteria AuSangat BaikAy. Sehingga penilaian rata-rata 2 validator terhadap kelayakan bahasa memperoleh persentase rata-rata sebesar 85% dan memiliki kriteria AuBaikAy. Dengan demikian dari tiga aspek penilaian oleh ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 85,7% dengan kriteria AuBaikAy. Oleh karena itu, dari hasil penilaian oleh ahli materi dapat disimpulkan bahwa modul layak . Hasil Penilaian Validasi Ahli Materi Setelah dilakukan validasi oleh ahli materi, maka dilanjutkan pada tahap validasi oleh ahli media. Validasi oleh ahli media bertujuan untuk menguji kegrafikan dan penyajian modul pembelajaran matematika materi trigonometri berbasis HOTS. Validasi ahli media dilalukan oleh 2 validator yaitu 1 dosen Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan dan 1 guru SMA Negeri 2 Banguntapan. Hasil analisis data validasi oleh ahli media dapat dilihat pada Gambar 3 Berdasarkan gambar 4, hasil validasi ahli media dilihat dari aspek desain sampul modul. Hasil Validasi Ahli Media validator 1 memberikan persentase skor 80% 91,12% dengan kriteria AuBaikAy dan validator 2 dengan 83,34% persentase skor 86,67% dengan kriteria AuSangat BaikAy. Sehingga aspek ukuran modul dari kedua validator tersebut memperoleh persentase rata-rata sebesar 83,34% dengan kriteria AuBaikAy. Pada desain isi modul validator 1 menilai dengan persentase skor Desain Sampul Modul Desain Isi Modul 86,67% dengan kriteria AuSangat BaikAy dan Gambar 3Grafik Hasil Validasi validator 2 menilai dengan persentase skor Gabungan oleh Ahli Media. 95,56% dengan kriteria AuSangat Baik. Terlihat dari grafik hasil validasi oleh ahli media nilai Berdasarkan Gambar 3, diketahui bahwa rata-rata paling tinggi adalah pada aspek desain hasil penilaian dari 2 validator ahli media yang isi modul. Dengan demikian dari dua aspek terdiri dari 2 aspek yaitu aspek desain sampul penilaian oleh ahli media diperoleh persentase modul dan aspek desain isi modul. Pada aspek rata-rata sebesar 87,23% dengan kriteria desain sampul modul diperoleh persentase rataAuSangat BaikAy. Oleh karena itu, dari hasil rata sebesar 83,34% dengan kriteria AuBaikAy, penilaian oleh ahli media dapat disimpulkan dan aspek desain isi modul diperoleh bahwa modul layak diujicobakan persentase rata-rata sebesar 91,12% dengan Setelah produk melalui tahap validasi oleh kriteria Au Sangat BaikAy. Dengan demikian dapat ahli materi dan ahli media serta modul juga diperoleh hasil penilaian dari ahli media untuk telah selesai diperbaiki, selanjutnya produk seluruh aspek sebesar 87,23% dengan kriteria diuji cobakan dengan uji coba kelompok kecil AuSangat BaikAy. Selain dalam bentuk grafik yang terdiri dari 5 siswa dan uji coba kelompok gabungan penilaiain ahli media dari validator. besar yang terdiri dari 13 siswa. Pada tahapan Grafik hasil validasi ahli media oleh masinguji coba produk dilakukan secara daring karena masing validator juga terdapat pada Gambar 4 adanya pandemi covid-19. Pembelajaran diimplentasikan melalui video dan pengisian angket respon siswa melalui google form. Validasi Ahli Media . Uji Kelompok Kecil 95,56% 86,67% 86,67% Uji kelompok kecil dilakukan pada kelas X MIPA1. Uji coba melibatkan 5 siswa yang dipilih secara heterogen berdasarkan Validator 1 kemampuan dikelas dan jenis kelamin. Uji Validator 2 coba dilakukan dengan memberikan modul berbentuk digital kepada siswa untuk dilihat dan dipelajari kemudian siswa diberi angket Desain Desain Isi Sampul Modul Modul menggunakan google form untuk menilai kemenarikan modul tersebut. Grafik hasil uji Gambar 4 Gafik Hasil Validasi oleh Ahli coba dapat dilihat pada Gambar 5 Media Ujicoba Kelompok Kecil Kemampuan modulA Modul memfasilitasiA Ujicoba Kelompok Besar Penggunaan istilahA 84,62% 92% Materi yangA Siswa memperolehA 90,77% 84,62% Perpaduan antaraA KemampuanA 83,08% 92% ModulA 84,62% 92% ModulA 84,62% 92% ModulA 86,15O% Kemampuan PenggunaanA 81,54% 88% 84,62% 88% Tampilan halamanA Materi yangA 89,23% 87,69% 0% 20@`A% Perpaduan antaraA Rata-rata . alam%) 89,23% 90,77% ModulA 87,69% 81,54% ModulA 84,62% 81,54% KemampuanA 83,08% 86,15% Tampilan halamanA 86,15% Indikator Indikator Siswa memperolehA 75% 80% 85% 90% 95% Rata-rata . alam%) Gambar 5 Grafik Hasil Respon Siswa Uji Coba Kecil Berdasarkan Gambar 5 dapat disimpulkan bahwa pernyataan/indikator dengan kriteria Sangat Baik adalah tampilan halaman cover modul menarik, terdapat gambar dan ilustrasi untuk memperjelas materi, kemampuan modul dalam menyajikan materi secara urut dan menarik untuk dipahami, tata bahasa dan penyusunan kalimat pada modul mudah dimengerti siswa, modul menggunakan Hasil uji coba respon siswa terhadap modul matematika materi trigonometri berbasis High Orde Thinking Skill (HOTS) diperoleh pesentase rata-rata sebesar 90% dengan kriteria yang dicapai yaitu AuSangat BaikAy. Karena modul berada pada kriteria Sangat Baik . Uji Kelompok Besar Uji coba kelompok besar dilakukan untuk meyakinkan data. Responden pada uji kelompok besar berjumalah 13 ini cara memberi angket melalui google form untuk mengetahui respon siswa terhadap kelayakan Gambar 6 Gafik Hasil Respon Siswa Uji Coba Besar Berdasarkan Gambar 6 dapat disimpulkan bahwa pernyataan/indikator dengan kriteria Sangat Baik adalah tampilan halaman cover modul menarik, terdapat gambar dan ilustrasi menggunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami siswa, keberadaan gambar dalam modul dapat menyampaikan isi materi, perpaduan antara gambar dan ilustrasi dalam modul menarik perhatian, petunjuk kegiatankegiatan dalam modul jelas sehingga mempermudah siswa dalam menggunakan modul, materi yang disajikan terdapat unsurunsur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), modul memfasilitasi siswa untuk menggali informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah, siswa memperoleh pengetahuan yang disajikan pada modul pernyataan/indikator kriteria baik adalah kemampuan modul dalam menyajikan materi secara urut dan menarik untuk dipahami, tata bahasa dan penyusunan kalimat pada modul mudah dimengerti siswa, modul menggunakan bahasa yang komunikatif, modul menggunakan kalimat yang tidak menimbulkan makna ganda, penggunaan bahasa dan istilah yang mudah dipahami, penggunaan istilah dalam setiap materi sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, modul memfasilitasi siswa untuk menyelesaikan permasalahan masalah, kemenarikan modul untuk memotivasi siswa belajar, kemampuan modul dalam meningkatkan motivasi belajar , kegunaan modul untuk digunakan kapan saja dan dimana saja, flesksibilitas penggunaan modul dalam pembelajaran. Hasil uji coba kelompok besar memperoleh persentase rata-rata sebesar 85,62% dengan kriteria yang dicapai yaitu AuBaikAy. Karena modul berada pada kriteria Baik maka dapat disimpulkan bahwa modul layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan penilaian yang dilakukan ahli materi, ahli media serta dari hasil angket respon siswa. Hasil Penilaian ahli materi memperoleh persentase kelayakan sebesar 85% dengan kriteria Baik dan penilaian ahli media memperoleh kelayakan sebesar 91,12% dengan kriteria Sangat Baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media maupun calon pengguna yakni siswa, dapat disimpulkan ahwa modul berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) yang dikembangkan dinyatakan layak. Hasil penelitian senada dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Siti Mardiah & Rinaldi . yang menyatakan modul sangat menarik untuk proses Begitu pula penelitian Lusi Anggriani . bahwa pengembangan modul HOTS meningkatkan kemampuan bepikir tingkat tinggi siswa. 4D yang dimodifikasi menjadi 3D yaitu define atau tahap pendefinisian, design atau tahap perancangan dan develop atau tahap Pada tahap develop terdapat validasi produk yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Validasi oleh ahli materi dan media untuk menilai kelayakan dan hasil dari penilaian tersebut sedikit revisi. Berdasarkan dari hasil penilaian oleh ahli materi diperoleh persentase rata-rata 85,7% dengan kategori Baik, dan hasil dari ahli media diperoleh persentase 87,23% dengan kategori Sangat Baik, selain itu hasil dari angket siswa terhadap modul diperoleh persentase rata-rata 85,62% dengan kategori Baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul berbasis pada High Order Thinking Skill (HOTS) layak digunakan dalam Saran