JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. STUDI LITERATUR : STUNTING DAN MASALAH PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK Erwina Sumartini Program Studi D-i Kebidanan. STIKes Respati. Tasikmalaya, email : erwinasumartini5@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFORMATION Received: February, 15, 2023 Revised: March, 28, 2023 Available online: September, 30, 2023 KEYWORDS Stunting. Perkembangan. Motorik Stunting. Motor. Development CORRESPONDENCE Erwina Sumartini Program Studi D-i Kebidanan. STIKes Respati. Tasikmalaya Indonesia E-mail: erwinasumartini5@gmail. The Global Nutrition Report states that 22. 2% of children worldwide are stunted. Stunting is a public health problem associated with an increased risk of pain, death and inhibition to growth both motor and Lack of nutrient intake can directly affect the development of muscles, brain and nerves as the main factor of child development. The purpose of this study was to determine the relationship between stunting and children's motor development. The method used in writing this article is literature review through google scholar-based data. The results of the study showed that stunting has a significant relationship with children's motor development abilities, both gross motor and fine Children's nutritional intake at 1000 HPK is very important to support the child's motor growth and development. ABSTRAK Global Nutrition Report menyatakan bahwa 22,2% anak-anak di seluruh dunia mengalami stunting. stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Kekurangan asupan nutrisi dapat berdampak langsung terhadap perkembangan otot, otak dan syaraf sebagai faktor utama perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik anak. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literatur review melalui data based google scholar. Hasil kajian menunjukkan stunting memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan perkembangan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus. Asupan nutrisi anak pada 1000 HPK sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan motorik anak. This is an open access article under the CC BY-ND license. Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. sangat terkait dengan efek negatif pada perkembangan PENDAHULUAN Malnutrisi (Galasso. Wagstaff, menghambat pembangunan dengan konsekuensi yang Perkembangan anak dinilai berdasarkan 4 aspek yaitu tidak dapat diterima. Global Nutrition Report menyatakan motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa serta bahwa 22,2% anak-anak di seluruh dunia mengalami stunting (Fanzo J. , et all, 2. Stunting merupakan salah perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan anak satu retardasi pertumbuhan linier yang di definisikan dalam melakukan pergerakan yang melibatkan otot-otot sebagai kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan besar dan sikap tubuh. Motorik halus merupakan linier seseorang, sedangkan pengertian stunting itu sendiri adalah panjang badan/tinggi badan berdasarkan umur kemampuan gerakan melibatkan bagian tubuh tertentu memiliki nilai Z skor <-2 SD (Frongillo. Leroy. yang dilakukan dengan menggunakan otot-otot kecil , & Lapping. , 2. Stunting merupakan kegagalan namun memerlukan koordinasi yang cermat. Bicara dan pertumbuhan sebagai akibat dari kondisi kekurangan gizi bahasa merupakan kemampuan memberikan respon dan kronis sehingga anak memiliki panjang badan/tinggi personal sosial merupakan aspek kemandirian anak badan lebih pendek dibandingkan populasi yang menjadi (Zakiyya. , dkk, 2. referensi internasional. Stunting merupakan gangguan Motorik Penelitian yang dilakukan oleh Permatasari. , & yang diakibatkan oleh adanya Sumarni. S . menyatakan bahwa terdapat perbedaan gangguan pertumbuhan yang terjadi sejak konsepsi perkembangan pada anak balita dengan stunting dan non sampai usia 2 tahun atau dikenal dengan 1000 hari stunting pada usia 24-36 bulan. Berdasarkan kondisi pertama kehidupan . 0 HPK). Kondisi stunting tersebut penulis tertarik untuk mengkaji apakah terdapat biasanya baru nampak setelah anak berumur 2 tahun, hubungan antara stunting dengan perkembangan anak sehingga banyak orang tua yang tidak menyadari anaknya khususnya motorik kasar dan motorik halus anak. pertumbuah linier mengalami masalah pertumbuhan (Djauhari. T, 2. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan METODE masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literatur review melalui data base google scholar pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Stunting alamat website http://scholar. id/ untuk mencari dibentuk oleh growth faltering dan catch up growth yang jurnal Indonesia dan jurnal luar negeri. Pencarian artikel tidak memadai yang mencerminkan ketidakmampuan menggunakan kata kunci Austunting dan perkembangan untuk mencapai pertumbuhan optimal. Pertumbuhan motorik kasar . ross motori. dan motorik halus (Fine linier yang tidak sesuai dengan umur menggambarkan motori. Ay. Jumlah artikel yang terjaring sebanyak 40 adanya masalah gizi kurang (Djauhari. T, 2. Artikel yang telah ditemukan dari data base harus Stunting memiliki dampak yang besar yaitu memenuhi kriteria inklusi : . artikel menggunakan menyebabkan gangguan perkembangan otak, yang akan bahasa Inggris atau Indonesia, . metode penelitian cross berdampak terhadap perlambatan perkembangan fisik sectional, case control dan retrospektive cohort . artikel Gangguan yang terjadi tidak bersifat sementara. penelitian dalam bidang kesehatan . artikel diterbitkan Kekurangan zat gizi mikro terutama zat besi dan yodium dalam rentang waktu 2015-2022 . jurnal dapat diakses Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. secara terbuka dan tersedia dalam fulltext. Setelah dilakukan kajian didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. HASIL PENELITIAN Untuk mengetahui dampak stunting terhadap perkembangan motorik anak, penulis melakukan telaah terhadap artikel yang dipublikasi secara nasional maupun Adapun hasil telaah artikel disajikan dalam tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Hasil Telaah Artikel Judul Artikel Stunting Tahun Penulis Metode Hardiana Probosiwi. Emy anak usia 12-60 Huriyati bulan di Kalasan Djauhar Ismail Analisis dan Hasil Cross Status stunting memiliki hubungan yang signifikan . <0,. dengan perkembangan anak yang ditandai oleh OR 3,9 . ,7-8,. yang artinya diantara perkembangan yang suspect kemungkinan anak dengan stunting lebih besar perkembangan normal. Hubungan stunting Eka Cahyaningsih Cross Hasil W. Hartanti Sandi perkembangan baduta stunting lebih banyak Wijayanti, yang kurang . ,1%) dibandingkan dengan Nurmasari baduta tidak stunting . ,2%). Hasil uji pada anak usia 6- Widyastuti, dkk statistik diperoleh nilai p=0,021 menunjukkan 24 bulan ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan baduta. Hasil uji berisiko 9,3 kali mengalami keterlambatan Perbedaan Panjang Badan Dewi Lahir. Permatasari Riwayat Penyakit Sri Sumarmi Infeksi. Fitria Case Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian Control perkembangan balita stunting paling banyak dalam kategori suspek sebanyak 67,60% sedangkan balita non stunting paling banyak Perkembangan dalam kategori normal sebanyak 88,20%. Hasil Balita Stunting dan uji statistic menggunakan chi square diketahui non stunting bahwa nilai p = 0,01 < = 0,. yang artinya Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. ada perbedaan perkembangan antara balita stunting dan non stunting usia 24-36 bulan. Stunting Verawati Retrospektiv Dari 65 balita stunting terdapat 69,7% balita yang memiliki masalah perkembangan dan Simamora. Sabar Santoso. Nanik . istorical 40,2% sedangkan 65 balita bukan stunting yang Setiyawati memiliki gangguan perkembangan sebanyak 30,3% dan 59,8% balita tidak mengalami masalah perkembangan. Hasil tes Chi-square adalah p-value 0,003 yang artinya terdapat Stunting perkembangan balita 24-59 bulan. Kejadian stunting Wardianti Putri Cross Sebagian besar balita stunting Sectional dicurigai/suspect utami. Imtihanatun Najahah. Aty keterlambatan . ,6%) dan balita tidak stunting anak usia 24-59 Sulianty, memiliki perkembangan normal . ,9%). Hasil Syajaratuddur F. analisis menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan yaitu 0,000 lebih kecil dari . Sehingga, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kejadian stunting dan tidak stunting dengan perkembangan anak usia 2459 bulan di Desa Lembar Selatan. Stunting Syami Diyah T R Cross Hasil 40,6% Sectional responden yang mempunyai perkembangan motorik balita di motorik kasar kategori suspect adalah anak yang stunting sedangkan 14,7% adalah anak Puskesmas yang tidak stunting. Hasil uji statistik diperoleh Kemumu nilai p=0,004 yang berarti terdapat hubungan Kabupaten Bengkulu Utara perkembangan motorik kasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kemumu Bengkulu Utara. Hasil 37,5% responden yang mempunyai perkembangan motorik halus kategori suspect adalah anak dibandingkan anak yang tidak stunting yaitu Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. 11,8%. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,003 yang berarti ada hubungan yang perkembangan motorik halus pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kemumu Bengkulu Utara. Stunting Maria Goreti Pantaleon. Hamam Hadi. Laksmi Gamayanti Cross Perkembangan motorik anak yang stunting Indria dibandingkan dengan anak yang tidak tunting . %). Selain motorik anak di perkembangan motoriknya baik adalah 20% Kecamatan lebih tinggi pada anak yang tidak stunting. Sedayu. Bantul. Hasil uji staristik diperoleh nilai p=0,002 yang Yogyakarta artinya ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik anak dibawah dua tahun. Analisis kejadian Affi Zakiyya. Titin Cross Hasil analisis hubungan antara stunting dengan Stunting terhadap Widyaningsih, perkembangan motorik kasar menunjukkan Rini Sulistyawati, bahwa sebagian besar perkembangan motorik dkk . 55,6%. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai pvalue = 0,012 artinya ada hubungan yang perkembangan motorik kasar anak usia 6 sampai 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas 2 Kota Pontianak. Hasil analisis hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik halus menunjukkan bahwa sebagian besar perkembangan motorik 71,1%. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai pvalue =0,011 artinya ada hubungan yang perkembangan motorik halus anak usia 6 sampai 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas 2 Kota Pontianak. Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Gangguan Cross Hasil analisis hubungan derajat stunting Citra dengan perkembangan motorik kasar pada anak Muh kognitif pada anak Diyah Arini. Ayu Mayasari. Zul Azhri toddler didapatkan hasil uji Spearman rho Rustam menunjukkan nilai p=0,028 dengan nilai R=0,182 dengan arah positif maka ada hubungan antara derajat stunting dengan stunting di wilayah perkembangan motorik kasar anak toddler di pesisir Surabaya. wilayah pesisir Surabaya. Hasil analisis perkembangan motorik halus anak toddler didapatkan hasil uji rho menunjukkan untuk variabel motorik halus menunjukkan nilai p=0,006 dengan nilai R=0,229 dengan arah positif maka ada hubungan antara derajat stunting dengan perkembangan motorik halus anak toddler di wilayah pesisir Surabaya. Hubungan stunting Dinna Auliana. Endang Susilowati, motorik anak usia Susiloningtyas Cross Hasil analisis hubungan balita stunting dengan perkembangan motorik kasar menunjukkan bahwa dari hasil analisis uji chi-square didapatkan nilai p=0,013 . -value < 0,. 2-3 tahun di Desa sehingga terdapat hubungan yang bermakna Temuroso Wilayah antara balita stunting dengan perkembangan Puskesmas Guntur motorik kasar. Hasil analisis hubungan balita stunting dengan perkembangan motorik halus Kabupaten Demak menunjukkan bahwa hasil analisis dengan menggunakan chi-square didapatkan nilai P=0,026 . =value <0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara balita perkembangan motorik halus. PEMBAHASAN infeksi merupakan faktor yang sangat berperan terhadap Hubungan Stunting dengan Perkembangan Anak masalah stunting. Asupan nutrisi yang tidak memadai dapat menyebabkan stunting karena kualitas dan kuantitas diakibatkan oleh kekurangan asupan nutrisi terutama asupan protein memiliki efek terhadap level plasma energi dan protein yang terjadi secara kronis. Asupan insulin growth factor I (IGF-I) dan juga terhadap protein energi dan zat gizi yang tidak memadai, serta penyakit matriks tulang serta faktor pertumbuhan yang berperan Stunting Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. penting dalam formasi tulang. Adapun zat gizi mikro yang keterlambatan perkembangan. Permatasi. , & sangat penting mencegah terjadinya stunting diantaranya Sumarmi, vitamin A, zinc, zat besi dan iodin (Djauhari. T, 2. perkembangan balita stunting paling banyak dalam Selain berdampak terhadap terjadinya stunting, asupan kategori suspect sedangkan balita non stunting paling banyak dalam kategori normal. Hasil uji statistik menyebabkan gangguan perkembangan anak, karena menunjukkan ada perbedaan perkembangan antara balita asupan energi kalori dan mikronutrien spesifik sangat stunting dan non stunting usia 24-36 bulan. Simamora. penting untuk banyak aspek perkembangan saraf. Santoso. , & Setiyawati. menyatakan terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan balita pertumbuhan aksonal dan dendritic, sinaptogenesis, 24-59 bulan. Penelitian serupa yang dilakukan oleh . ang Wulandari. , dkk. juga memperlihatkan menyempurnakan koneksi saraf yang ad. Energi kalori adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan dan mikronutrien spesifik sangat penting untuk domain anak dengan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perkembangan neurokognitif (Jensen. Berens. balita stunting memiliki perkembangan dicurigai/suspect S . & Nelson 3 . A, 2. Perkembangan merupakan adanya keterlambatan dan balita tidak stunting memiliki proses perubahan kemampuan kerja organ tubuh ke arah perkembangan normal. Hasil analisis menggunakan uji keadaan yang semakin terorganisasi dan terspesialisasi. chi square hasil terdapat hubungan antara kejadian Terorganisasi artinya semakin dapat dikendalikan sesuai stunting dan tidak stunting dengan perkembangan anak kemauan, sedangkan terspesialisasi artinya semakin dapat usia 24-59 bulan di Desa Lembar Selatan. Berdasarkan berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Ketika hasil penelitian diatas maka semakin jelas bahwa stunting kondisi pertumbuhan tidak optimal maka kondisi yang dialami oleh anak dapat berdampak terhadap kondisi perkembangan pun demikian. perkembangan anak. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara stunting yang dialami oleh anak Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus dengan kondisi perkembangannya, beberapa penelitian Proses pematangan dan pembentukan koneksi sistem tersebut diantaranya penelitian Hardiana Probowisi. neurologis terjadi secara progresif setelah proses dkk . membuktikan status stunting memiliki kelahiran hingga masa kanak-kanak awal. Kekurangan zat hubungan signifikan dengan perkembangan anak dan gizi pada masa prenatal hingga masa kanak-kanak awal diantara perkembangan yang suspect kemungkinan anak dapat menyebabkan kelainan neurologis dan gangguan dengan stunting lebih besar 3,9 kali dibandingkan anak perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan dengan perkembangan normal. Penelitian Wulandari. motorik, kognitif, bahasa, sosioemosional serta retardasi , dkk . menunjukkan bahwa perkembangan mental (Hanani. , & Syauqy. A, 2. Perkembangan baduta stunting lebih banyak yang kurang dibandingkan anak yang berkaitan dengan gerak tubuh disebut dengan dengan baduta tidak stunting. Hasil uji statistik diperoleh perkembangan motorik. Setiap gerakan anak pada hasil ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan dasarnya melibatkan tiga unsur, yaitu otot, otak dan Sehingga jika salah satu dari ketiga unsur itu tidak menunjukkan baduta stunting berisiko 9,3 kali mengalami berfungsi dengan baik, maka gerakan yang dihasilkan Hasil Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. tidak akan bermakna atau tidak menghasilkan gerakan Hambatan Beberapa penelitian membuktikan bahwa stunting pada anak berdampak terhadap perkembangan motorik diakibatkan adanya keterbelakangan dalam kematangan kasar dan motorik halus anak, diantaranya penelitian sel saraf didalam otak kecil. Kematangan sel-sel saraf Yulianti. menunjukkan 40,6% responden yang yang terhambat dipengaruhi oleh jumlah dendrit kortikal, mempunyai perkembangan motorik kasar kategori mielin dalam medulla spinalis, dan reduksi sinapsis suspect adalah anak yang stunting sedangkan 14,7% Sehingga jika anak mengalami stunting, adalah anak yang tidak stunting. Hasil penelitian maka akan berpotensi mengakibatkan kemampuan mekanik otot trisep terganggu. Jika kematangan otot trisep perkembangan motorik halus kategori suspect adalah anak terganggu maka perkembangan motorik pun akan stunting dan angka ini lebih besar dibandingkan anak yang terganggu (Afrida. , & Aryani. , 2. tidak stunting yaitu 11,8%. Hasil uji statistik diperoleh 37,5% Stunting memiliki hubungan signifikan dengan nilai p=0,004 yang berarti terdapat hubungan yang perkembangan anak. HAZ score pada bayi usia 0-2 bulan signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik memiliki korelasi yang kuat pada perkembangan motorik kasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kemumu dan sosial emosi, yang disebabkan oleh kurang gizi saat Bengkulu Utara. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,003 lahir yang menyebabkan sel otak berkurang 15-20% yang berarti ada hubungan yang signifikan antara stunting sehingga berdampak pada perkembangan anak usia dini. dengan perkembangan motorik halus pada balita di Stunting mempengaruhi perkembangan otak secara wilayah kerja Puskesmas Kemumu Bengkulu Utara. Penelitian Pantaleon. Hadi. , & Gamayanti. perkembangan motorik, dan aktivitas fisik. Penurunan . menyatakan perkembangan motorik anak yang fungsi motorik pada anak stunting berkaitan dengan kemampuan mekanik yang rendah dari otot tricep surae dibandingkan dengan anak yang tidak stunting . %). Selain itu, proporsi anak yang perkembangan motoriknya menyebabkan kemampuan motorik pada anak stunting baik adalah 20% lebih tinggi pada anak yang tidak juga terlambat (Probosiwi. , dkk, 2. Hasil uji staristik diperoleh nilai p=0,002 yang Perkembangan . %) artinya ada hubungan yang signifikan antara stunting perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Motorik dengan perkembangan motorik anak dibawah dua tahun. kasar merupakan gerakan kemampuan gerakan fisik anak hasil uji multivariat model kedua menyatakan bahwa anak yang melibatkan otot-otot besar, misalnya otot lengan, yang stunting memiliki peluang 11,98 kali lebih besar otot kaki, otot leher. Sedangkan motorik halus merupakan untuk mempunyai perkembangan motorik di bawah rata- kemampuan gerakan anak yang melibatkan otot-otot rata dengan adanya kontrol dari jenis kelamin. Penelitian kecil, misalnya otot jari tangan, otot muka, dan otot kecil Zakiyya. , dkk, . menyatakan bahwa hasil analisis Kemampuan motorik kasar anak akan terlebih didapatkan nilai p-value = 0,012 artinya ada hubungan dahulu berkembang dibanding dengan motorik halus. yang signifikan antara stunting dengan perkembangan Sebagai contoh anak akan mampu memegang bola sebesar motorik kasar anak usia 6 sampai 24 bulan di wilayah bola tenis selanjutnya akan mampu memegang kacang kerja Puskesmas Perumnas 2 Kota Pontianak dan tanah yang berukuran lebih kecil. didapatkan nilai p-value =0,011 artinya ada hubungan Sumartini. Erwina. Studi Literatur : Stunting Dan Masalah Perkembangan Motorik Anak A. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 1423 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. yang signifikan antara stunting dengan perkembangan diduga akan mempunyai aktivitas motorik yang rendah. motorik halus anak usia 6 sampai 24 bulan di wilayah Pada anak stunting terdapat keterlambatan kematangan sel kerja Puskesmas Perumnas 2 Kota Pontianak. Penelitian Arini. Mayasari. , & Rustam. perkembangan motorik kasar dan halus anak terganggu menyatakan hasil analisis hubungan derajat stunting dengan perkembangan motorik kasar pada anak toddler KESIMPULAN didapatkan hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai Stunting p=0,028 dengan nilai R=0,182 dengan arah positif maka diakibatkan oleh kekurangan asupan nutrisi terutama energi, protein dan mikronutrien spesifik yang terjadi perkembangan motorik kasar anak toddler di wilayah secara kronis. Selain menyebabkan stunting kekurangan pesisir Surabaya. Hasil analisis hubungan derajat stunting dengan perkembangan motorik halus anak toddler perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak didapatkan hasil uji rho menunjukkan untuk variabel sebagaimana telah dibuktikan oleh beberapa penelitian motorik halus menunjukkan nilai p=0,006 dengan nilai yang telah dikaji. Kekurangan asupan nutrisi pada anak R=0,229 dengan arah positif maka ada hubungan antara stunting akan berdampak terhadap tidak adekuatnya derajat stunting dengan perkembangan motorik halus anak asupan nutrisi bagi otot, otak dan syaraf sebagai tiga toddler di wilayah pesisir Surabaya. Penelitian Auliana, faktor utama dari perkembangan gerakan motorik anak. Asupan nutrisi anak pada 1000 HPK sangat penting untuk menunjukkan hasil analisis hubungan balita stunting mendukung pertumbuhan dna perkembangan motorik dengan perkembangan motorik kasar menunjukkan Susilowati. Susiloningtyas, bahwa hasil analisis uji chi-square didapatkan nilai p=0,013 . -value < 0,. sehingga terdapat hubungan REFERENSI