Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Representasi Nilai Budaya Cerita Rakyat Panggung Krapyak: Kajian Folklor Sumbu Filosofis Yogyakarta Yanuar Bagas Arwansyah1. Puspita Wulan1. Muncar Tyas Palupi1. Tomi Wahyu Septarianto1 Universitas PGRI Yogyakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai budaya cerita rakyat Panggung Krapyak. Penelitian ini merupakan penelitian Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan, teknik dokumentasi, dan teknik wawancara mendalam dengan abdi dalem makam raja Mataram Kotagede dan edukator Jogja Heritage Track untuk mengetahui nilai budaya cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati yaitu: . Nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai budaya hubungan manusia dengan alam. Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat. Nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain. Nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Pilihan Kata. Nilai Budaya. Panggung Krapyak. Cerita Rakyat. Pangeran Hanyakrawati This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Yanuar Bagas Arwansyah Universitas PGRI Yogyakarta Jl. PGRI I Sonosewu No. Daerah Istmewa Yogyakarta. Jawa Tengah. Indonesia 55182 Email: yanuarbagasa@upy. PENDAHULUAN Kota Yogyakarta ditata berdasarkan nilai budaya dan nilai filosofi yang mendalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan maupun alam. Pada sidang ke-45 tanggal 18 September 2023 di Riyadh Arab Saudi, sumbu filosofi telah disahkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya (Jogjaprov. id, 2. Hal tersebut merupakan momentum yang istimewa untuk lebih mengenal sumbu filosofi. Tahapan untuk menjadikan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO, melalui proses yang tidaklah singkat. Proses tersebut telah dilakukan sejak 2014 untuk pengajuan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dengan mengusung tema The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks. Tahun 2017 sumbu filosofi Yogyakarta dimasukkan dalam daftar sementara UNESCO. Tahun 2019, usulan resmi telah diserahkan ke UNESCO. Tahun 2022, tim UNESCO mengunjungi lokasi untuk melakukan verifikasi dokumen pengajuan dengan mengecek kesesuaian di lapangan. Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Rusdiyanta,S. P,M. Si. , dkk . dalam konteks kebijakan PEMDA DIY untuk mencapai status Heritage City dapat disimpulkan bahwa dalam tahap pengajuan proposal sumbu filosofi, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, antara lain . Melakukan kajian mengenai sumbu filosofi untuk memahami nilai-nilai, sejarah, dan signifikansinya bagi budaya, masyarakat, maupun Indonesia. Pemerintah provinsi DIY berkonsultasi dengan ahli maupun akademisi yang berpengalaman mengenai sumbu filosofi Yogyakarta dalam memastikan proposal Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X telah memenuhi kriteria dari UNESCO. Pemerintah provinsi DIY melakukan sosialisasi atau menggalang dukungan dari masyarakat, lembaga kebudayaan, dan pelaku pariwisata. Persiapan dokumen proposal yang telah sesuai format UNESCO dengan mencakup informasi sejarah, nilai, dan pentingnya sumbu filosofi bagi budaya Yogyakarta maupun Indonesia. Pemerintah provinsi DIY, melalui badan pelestarian cagar budaya, mengevaluasi proposal untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan UNESCO. Pemerintah provinsi DIY melakukan evaluasi untuk mempertimbangkan keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengajuan sumbu filosofi. Sumbu filosofi menghubungkan Tugu Golong Gilig. Kraton, dan Panggung Krapyak. Ketiga tempat tersebut bermakna sangkan paraning dumadi (Sri Suwito, 2019: . Panggung Krapyak merupakan bangunan yang sering disebut sebagai bangunan gedong panggung atau kandang menjangan yang artinya kandang rusa (Khamid L, 2016: . Panggung Krapyak termasuk konsepsi sangkaning dumadi atau bermakna awal kehidupan manusia (Akbar N, 2023: 20-. Menurut pendapat Ksatria B . alam Mayangkara, 2016: . bangunan Panggung Krapyak merupakan salah satu fasilitas bagi keluarga raja apabila berkunjung di tempat berburu binatang karena saat itu kawasan tersebut merupakan hutan lebat, tetapi bangunan tersebut digunakan juga sebagai tempat pertahanan Kraton dari serangan musuh di arah selatan. Setiap sumbu filosofi Yogyakarta mempunyai cerita di balik keberadaannya. Cerita rakyat menjadi salah satu bagian penting dari budaya dan berkembang di masyarakat. Danandjaja berpendapat bahwa cerita rakyat termasuk ke dalam folklor lisan sebab penyebaran cerita rakyat murni lisan (Danandjaja, 1994: . Cerita rakyat yang berkembang mengenai Panggung Krapyak, yaitu cerita rakyat Pangeran Hanyakrawati atau Pangeran Sedo Krapyak. Cerita rakyat mempunyai nilai budaya, nilai moral, nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang berkaitan dengan nilai budaya cerita rakyat telah dilakukan sebelumnya, oleh Hombing&Lubis . Penelitian tersebut menghasilkan data berupa 5 ujaran-ujaran suku Karo melalui folklor Merdang Merdem yang memiliki nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat, nilai budaya hubungan antara manusia dengan manusia lain. Penelitian Irma. , & Yayang. , . dengan hasil penelitian tersebut ditemukan adanya nilai budaya yang berkaitan dengan hakikat masalah manusia dengan sesamanya. Penelitian Ifnaldi. Wulandari, dan Misriani . dengan hasil penelitian tersebut ditemukan adanya dua puluh cerita rakyat Rejang Lebong yang menggambarkan nilai kehidupan. Penelitian Supriyanto . , dengan hasil penelitian ditemukan adanya data . Proses tradisi nyewu di desa Hargorojo, kecamatan Bagelen, kabupaten Purworejo. Pandangan agama Buddha yang di desa Hargorojo. Kajian folklor mengenai tradisi nyewu dan nilai yang diterapkan dalam kehidupan, seperti nilai gotong royong dan toleransi. Penelitian Isnaini. , & Khairy Farras. yang menunjukkan hasil penelitian bahwa puisi AuMadura. Akulah DarahmuAy karya D. Zawawi Imron terdapat nilai-nilai budaya pada tataran falsafah hidup, kosmologi, serta tradisi dalam masyarakat. Nilai-nilai budaya pada puisi yang diteliti mempunyai relasi dengan folklor dan tradisi kelisanan. Meskipun telah ada penelitian mengenai nilai budaya dalam cerita rakyat. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang membahas mengenai nilai budaya cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati. Realitanya dari hasil observasi partisipan peneliti, nilai budaya cerita rakyat Panggung Krapyak belum banyak diketahui oleh masyarakat, generasi muda, maupun perantau. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan penghargaan terhadap warisan budaya termasuk cerita rakyat dan warisan budaya tak benda, seperti sumbu Penghargaan terhadap warisan budaya sangat penting karena warisan budaya merupakan identitas bangsa. Penelitian ini dapat membuka peluang bagi penelitian mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Panggung Krapyak. Implikasi penelitian ini juga dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dengan menyertakan atau memasukan materi pembelajaran budaya lokal, seperti pembelajaran mengenai sumbu filosofi Yogyakarta. Pembelajaran budaya lokal dapat membantu generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka sendiri. Kajian folklor dapat berguna dalam pengembangan industri pariwisata. Cerita rakyat dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memahami mengenai cerita rakyat sebagai cerita belaka. Namun, cerita rakyat termasuk bagian penting dari warisan budaya. Selain itu, pengembangan produk wisata yang menarik dan unik dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku budaya . emandu lokal, pengrajin, dl. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Panggung Krapyak. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan abdi dalem makam Mataram Kotagede dan edukator budaya Jogja Heritage Track (JHT). Selain, teknik wawancara. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian Penelitian ini bertempat di tiga lokasi, yaitu . Panggung Krapyak karena tempat tersebut secara khusus berkaitan dengan cerita rakyat yang ingin diteliti. Cerita rakyat yang beredar di wilayah Panggung Krapyak yaitu cerita Pangeran Hanyakrawati atau dikenal sebagai Panembahan Seda ing Krapyak. Selanjutnya, . Jogja Heritage Track karena di Jogja Heritage Track ada edukator yang akan memberi informasi terkait sumbu filosofi dan hal yang berkaitan dengan cerita rakyat yang ingin diteliti. Makam raja Mataram Kotagede, peneliti memilih lokasi tersebut karena peneliti dapat menjumpai abdi dalem yang akan dijadikan sebagai informan. Melalui abdi dalem di tempat tersebut, peneliti mendapatkan informasi mengenai cerita Pangeran Hanyakrawati. Peneliti menemukan dua versi dan dua sub versi cerita rakyat Panggung Krapyak yang beredar mengenai Pangeran Hanyakrawati atau Panembahan Seda Krapyak. Berikut bagan pemaparannya. Bagan 1. Pemaparan Hasil Temuan Cerita Rakyat Pangeran Hanyakrawati 2 Pembahasan Nilai Budaya Cerita Rakyat Panggung Krapyak Pembahasan Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan Nilai Ketakwaan AuDalam keadaan kritis tersebut, ia memberikan wasiat kepada kakak sepupunya. Pangeran Purboyo, agar mengangkat anaknya menjadi Raja Mataram untuk sementara. Sebab, saat itu. Putra Mahkota Panembahan Anyakrawati yang Bernama Mas Rangsang sedang pergi tirakat ke pegunungan wilayah Selatan Mataram. (CRPK . Kutipan di atas termasuk nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan kategori ketakwaan. Hal tersebut dibuktikan dengan sikap putra Pangeran Hanyakrawati, yaitu Mas Rangsang yang sedang bertirakat. Tirakat di dalam agama islam merupakan prinsip untuk menahan hawa nafsu serta menjalankan amalan-amalan baik agar mendapat rahmat dari Tuhan Sang Maha Pencipta. Nilai Percaya pada Takdir AuSuatu hari Sunan Hadi berburu ke Krapyak. Lokasi pun disterilkan dan tanggung jawab keselamatan sang raja ada di bawah komando penguasa setempat yaitu Demang Minggir. Saat sedang berburu tiba-tiba Sunan Hadi ditikam dengan sebuah keris oleh seorang laki-laki hingga wafat di tempat dan pembunuhnya tidak dapat Ay (CRPK . AuKematiannya itu bukan disebabkan oleh penyakit atau perang, melainkan karena kecelakaan saat berburu kijang di hutan Krapyak. Keterangan tersebut terdapat pada Serat Nitik Sultan Agung. Ay (CRPK . Kutipan di atas merupakan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan kategori percaya kepada Hal tersebut dibuktikan dengan kematian Pangeran Hanyakrawati yang tidak terduga. Pangeran Hanyakrawati awalnya berniat untuk berburu karena beliau memang menyenangi kegiatan berburu tersebut, tetapi takdir berkata lain. Pangeran Hanyakrawati wafat ketika berburu. Meskipun cerita rakyat tersebut ada dua versi, namun dari kedua versi didapatkan data bahwa wafatnya Pangeran Hanyakrawati ketika berburu. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam . Nilai Pemanfaatan Alam AuKrapyak dulunya merupakan hutan yang digunakan sebagai ajang berburu binatang terutama rusa atau Ay (CRPK . Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Kutipan di atas membuktikan bahwa manusia bergantung kepada alam. Kegiatan berburu dapat bermakna mencari sumber kehidupan dan rekreasi. Pangeran Hanyakrawati sangat gemar berburu. Pangeran Hanyakrawati memburu kijang, hewan kijang disimbolkan sebagai sumber makanan dan kebutuhan lainnya. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat Nilai Keadilan AuPutra Demang Minggir, yang bernama Mantrijero, yang pada awalnya membela ayahnya dari tuduhan sebagai dalang pembunuhan, akhirnya ditunjuk menjadi penyelidik independen kerajaan. Saat pembunuhan terjadi ia berada di lokasi dan sempat mencengkeram sang pembunuh raja tetapi tidak bisa menangkap, hanya baju pembunuh itu sobekannya tergenggam. Ay (CRPK . Kutipan di atas membuktikan bahwa nilai keadilan tergambar pada tokoh Mantrijero. Tokoh Mantrijero yang awalnya membela ayahnya namun, setelah ditunjuk sebagai penyelidik Mantrijero mengupayakan untuk mengungkap kebenaran dibalik wafatnya Pangeran Hanyakrawati. Nilai keadilan juga tercermin pada tokoh Pangeran Hanyakrawati. AuKemudian, karena Panembahan Hanyakrawati mengetahui keberatan hati sang kakak atas pengangkatan dirinya menjadi sultan Mataram, maka Panembahan Hanyakrawati memberikan posisi tinggi bagi sang kakak tersebut, yaitu menjadi adipati Demak. Ay (CRPK . Kutipan di atas menunjukkan sikap keadilan Pangeran Hanyakrawati sebagai raja Mataram sekaligus sebagai seorang saudara yang memberikan posisi tinggi untuk kakaknya sebagai adipati Demak. Hal tersebut bertujuan agar meredakan konflik internal antara keluarga. Nilai Kerja Sama AuPeristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya adalah kedatangan orang-orang Belanda yang mendirikan Kongsi Dagang Hindia Timur atau VOC. Karena dirasa dapat memberikan keuntungan bagi perluasan jaringan perniagaan Mataram. Panembahan Anyakrawati mengizinkan VOC mendirikan loji di Gresik dan Rembang. Bahkan. Panembahan Anyakrawati pun menyatakan kesediaannya untuk membantu VOC apabila VOC mengalami ancaman dari pesaing dagangnya, yaitu orang-orang Portugis yang juga pernah melakukan praktik perdagangan di Jawa. Bahkan. Raja Mataram ini juga tidak akan meminta imbalan apapun dari VOC. Ay (CRPK Kutipan di atas menunjukkan nilai hubungan manusia dengan masyarakat kategori kerja sama. Hal tersebut dibuktikan oleh sikap Pangeran Hanyakrawati ketika bertahta, ia mengadakan kolaborasi dengan VOC dengan tujuan keuntungan bersama, terutama mengenai perluasan perniagaan Mataram. Nilai Kebijaksanaan AuKarena merasa paling berhak atas tahta daripada sang adik, maka Pangeran Puger pun melakukan pemberontakan Mataram. Kemudian, karena Panembahan Hanyakrawati mengetahui keberatan hati sang kakak atas pengangkatan dirinya menjadi sultan Mataram, maka Panembahan Hanyakrawati memberikan posisi tinggi bagi sang kakak tersebut, yaitu menjadi adipati Demak. Ay (CRPK . Kutipan di atas menunjukkan bahwa kebijaksanaan Pangeran Hanyakrawati dalam upaya menghindari konflik berkepanjangan dan menjaga kedamaian keluarga, beliau memberikan posisi tinggi kepada saudaranya Pangeran Puger sebagai Adipati Demak. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain Nilai Kasih Sayang Nilai kasih sayang ditunjukkan pada tokoh Sunan Hadi atau Pangeran Hanyakrawati yang menyayangi adiknya. Pangeran Juminah. Berikut kutipannya. AuKonon pula Sunan Hadi semasa hidupnya amat menyayanginya juga. Ay (CRPK . Nilai Keikhlasan AuNamun Pangeran Juminah membantah. Ia mengakui tahu ada perjanjian politik antara ayah dan ibunya namun itu sudah sejarah masa lalu dan dia tidak akan menuntut hak. Ay (CRPK . Nilai keikhlasan ditunjukkan pada tokoh Pangeran Juminah. Ia dituduh sebagai tersangka karena adanya bukti sobekan kain pembunuh yang sama dengan pakaian abdi dalem kediaman resmi di Juminahan. Namun. Pangeran Juminah membantah dan terbukti tidak bersalah. Pangeran Juminah mengakui kesalahan masa lalu, ia memilih tidak memperpanjang konflik dan tidak menuntut haknya. Nilai Menepati Janji AyEyang, kamas, kelak sepeninggal hamba, yang hamba izinkan menggantikan hamba menjadi raja, buyut paduka Denmas Rangsang. Kerajaannya akan tersohor melebihi hamba, semua orang tanah Jawa akan tunduk. Tetapi karena hamba dahulu mempunyai nadar Martapura harap paduka jadikan raja sebentar sebagai isyarat melepaskan tetimangan kemudian serahkan kerajaan ini pada si RangsangAy. (CRPK . Kutipan di atas membuktikan bahwa Pangeran Hanyakrawati menepati janjinya untuk mengangkat anaknya Martapura sebagai raja meskipun hanya sebentar. Lalu digantikan oleh Mas Rangsang atau Sultan Agung. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Nilai Kepatuhan AuEyang, kamas, kelak sepeninggal hamba, yang hamba izinkan menggantikan hamba menjadi raja, buyut paduka Denmas Rangsang. Kerajaannya akan tersohor melebihi hamba, semua orang tanah Jawa akan tunduk. (CRPK . Kutipan di atas menunjukkan Pangeran Hanyakrawati berpesan atau memberikan perintah sebelum wafat agar putranya Raden Mas Rangsang dapat menggantikannya sebagai raja Mataram. Selain itu, dari kutipan di atas secara jelas Pangeran Hanyakrawati berharap agar putranya tersebut patuh kepada perintahnya untuk menjadi raja Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri Nilai Kerja Keras AuPanembahan Anyakrawati memusatkan perhatiannya pada Pembangunan Kerajaan sambil meneruskan usaha yang telah dirintis ayahnya untuk melakukan perluasan wilayah. Hal tersebut terbukti pada perkembangan fisik Kotagede yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, ia pun dikenal sebagai tokoh pembangun Mataram. Ay(CRPK Kutipan di atas menunjukkan bahwa selama bertakhta Pangeran Hanyakrawati gigih melakukan perluasan wilayah dan pembangunan kerajaan Mataram. Nilai Tanggung Jawab Au. selama dua belas tahun. ketika itu beliau sedang menderita sakit payah, kebetulan sudah berada di Krapyak dihadap oleh para putra dan kerabat, sang prabu berpesan kepada eyang . adipati Mandaraka, dan didampingi oleh kakandanya Pangeran Purbaya. AyEyang, kamas, kelak sepeninggal hamba, yang hamba izinkan menggantikan hamba menjadi raja, buyut paduka Denmas Rangsang. Ay (CRPK . Kutipan di atas menunjukkan bahwa Pangeran Hanyakrawati sebelum ajal menjemput, beliau bertanggung jawab mempersiapkan pengganti dirinya sebagai raja Mataram. Hal tersebut secara jelas bahwa Pangeran Hanyakrawati memastikan kelangsungan pemerintahan kerajaan Mataram jatuh kepada anaknya Raden Mas Rangsang. Selain. Pangeran Hanyakrawati yang mencerminkan nilai tanggung jawab. Tokoh Demang Minggir dapat mencerminkan sikap tanggung jawab. AuLokasi pun disterilkan dan tanggung jawab keselamatan sang raja ada di bawah komando penguasa setempat yaitu Demang Minggir. Saat sedang berburu tiba-tiba Sunan Hadi ditikam dengan sebuah keris oleh seorang laki-laki hingga wafat di tempat dan pembunuhnya tidak dapat ditangkap. Pembunuhan sang raja di Krapyak itu menyisakan duka yang mendalam dan intrik mengenai siapa dalang pembunuhan itu. Demang Minggir kemudian ditahan atas tuduhan lalai menjaga keselamatan raja dan mempunyai pamrih atas kematian sang raja. Ay(CRPK . Kutipan di atas menunjukkan bahwa dalam pemerintahan, penguasa setempat atau pejabat mempunyai tanggung jawab atas keselamatan raja. Demang Minggir mempunyai tanggung jawab atas keselamatan Pangeran Hanyakrawati ketika berburu. Meskipun, kecelakaan yang menewaskan Pangeran Hanyakrawati tidak dapat Nilai Kesabaran Kesabaran berasal dari kata sabar yang berarti sikap menahan diri dari emosi yang dapat menimbulkan Sikap sabar tercermin dalam tokoh Pangeran Hanyakrawati. AuPanembahan Hanyakrawati tidak henti-hentinya mendapat perlawanan dari saudara-saudaranya. Meski akhirnya pemberontakan berhasil dipadamkan, tetap saja Panembahan Hanyakrowati melalui masa-masa yang tidak menyenangkan selama menjadi sultan karena harus melawan saudara-saudaranya sendiri. Ay(CRPK . KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan ditemukannya dua versi dan dua subversi terkait cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati. Cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati mengandung nilai-nilai budaya. Nilai-nilai budaya tersebut, yaitu nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan. nilai budaya hubungan manusia dengan alam. nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat. nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain. nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan yang ditemukan pada data, yaitu nilai ketakwaan dan nilai percaya pada takdir. Nilai budaya hubungan manusia dengan alam, yaitu nilai pemanfaatan alam. Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat, yaitu nilai keadilan, nilai kerja sama, dan nilai kebijaksanaan. Nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain, yaitu nilai kasih sayang, nilai keikhlasan, nilai menepati janji, dan nilai kepatuhan. Nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu nilai kerja keras, nilai tanggung jawab, dan nilai Penelitian mengenai nilai budaya dalam cerita rakyat Panggung Krapyak Pangeran Hanyakrawati mempunyai implikasi yang luas, terutama dalam hal budaya. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada pemahaman kita mengenai nilai budaya, tetapi juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat untuk Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X mengenal lebih dalam nilai-nilai budaya yang terkandung di cerita rakyat Panggung Krapyak. Penelitian ini dapat meningkatkan penghargaan terhadap warisan budaya termasuk cerita rakyat dan warisan budaya tak benda, seperti sumbu filosofi. Penelitian ini dapat membuka peluang bagi penelitian mengenai nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Panggung Krapyak Panggung Krapyak. Implikasi penelitian ini juga dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dengan menyertakan atau memasukan materi pembelajaran budaya lokal, seperti pembelajaran mengenai sumbu filosofi Yogyakarta. Pembelajaran budaya lokal dapat membantu generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka sendiri. Kajian folklor dapat berguna dalam pengembangan industri pariwisata. Cerita rakyat dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya. DAFTAR PUSTAKA