Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Efektivitas Edukasi dan Latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Di SMK Ahmad Yani Gurah Sutiyah Heni Program Studi D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri *Koresponden: Sutiyah Heni. Alamat: Desa Sumberbendo Kecamatan Pare. Email: sutiyah. heni@gmail. Received: 02 sept | Revised: 08 sept | Accepted: 10 sept Abstrak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sangat penting untuk di terapkan, karena tindakan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa, mencegah terjadinya cedera lebih lanjut dan mempercepat proses penyembuhan korban yang sedang dialami. Mempunyai pengetahuan mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dapat memungkinkan individu untuk memberikan bantuan awal kritis sebelum bantuan medis profesional tiba dan dapat mengurangi resiko komplikasi serius. Edukasi dan latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan salah satu intervensi untuk menambah wawasan dan meningkatkan ketrampilan anggota PMR yang ada disekolah. Latihan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di sekolah. Tujuan mengetahui Efektivitas Edukasi dan Latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Peningkatan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Di SMK Ahmad Yani Gurah. Desain penelitian ini adalah quasi exsperimental dengan one group pre post dengan jumlah sampel 31. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, kuesioner dan Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0,001(<0,. sehingga Ha diterima sehingga pemberian edukasi dan latihan P3K dapat meningkatkan ketrampilan P3K pada siswa anggota PMR di sekolah. Kata kunci : P3K, ketrampilan, siswa anggota PMR Latar Belakang Pertolongan pertama pada kecelakaan mengalami kecelakaan atau cedera sebelum (P3K) adalah serangkaian tindakan darurat mendapatkan bantuan medis yang dilakukan untuk memberikan/tindakan (Yusvita et al. , 2. Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sangat penting, karena merupakan dengan cepat dan tepat. (Asdiwinata et al. bantuan/tindakan cepat dan tepat dapat Latihan awal untuk peserta P3K dengan menyelamatkan nyawa, mencegah cedera memberikan penilaian dengan melakukan pemeriksaan respons dengan cek apakah Mempunyai korban sadar dan responsive, pemeriksaan pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada bernapas dengan normal, jika tidak harus Kecelakaan segera lakukan tindakan resusitasi (CPR), pemeriksaan denyut nadi dengan cek denyut mendapatkan bantuan medis profesional dan nadi untuk memastikan aliran darah. Latihan mengurangi resiko komplikasi yang cukup kedua dengan memberikan bantuan awal Selain itu, memiliki keterampilan P3K dengan menghentikan pendarahan apabila bisa meningkatkan rasa percaya diri dan terjadi pendarahan pada korban, pendarahan dapat dihentikan dengan menekan area yang darurat/ bahaya yang terjadi baik di rumah, berdarah dengan kain bersih atau kasa steril. tempat kerja, di jalan maupun di tempat Menstabilkan fraktur dengan cara tidak menggerakkan korban yang mengalami patah keterampilan tentang Pertolongan Pertama tulang dan stabilkan posisi tulang dengan Pada Sehingga. Kecelakaan lingkungan yang lebih aman dan responsif mengatasi luka bakar dengan mendinginkan terhadap kecelakaan atau insiden kesehatan. luka bakar dengan air dingin dan hindari (Mursid & Maslichah, 2. Lebih aktif dalam mengikuti latihan Latihan melakukan pemantauan dan penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sangat disarankan untuk setiap individu. pemulihan apabila korban tidak sadar namun Pelatihan P3K ini memberikan pengetahuan, masih bernapas, posisikan korban miring wawasan serta keterampilan praktis dalam untuk menjaga jalan napas tetap terbuka/ menangani berbagai situasi darurat/ bahaya tetep bernafas. Sedangkan pemantauan yang dengan efektif. Namun bila berada dalam dilakukan dengan cara melakukan pantau kondisi darurat, ada beberapa langkah- kondisi korban secara terus menerus hingga langkah umum Pertolongan Pertama Pada bantuan medis tiba dengan mencatat semua Kecelakaan (P3K) yang harus kita lakukan pemeriksaan/tindakan Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Pemberian informasi dengan cara . =0,. dan kondisi hujan . =0,. Sedangkan faktor yang tidak ada hubungan informasi lengkap tentang kondisi korban dan dengan kejadian kecelakaan pada siswa SMAN 2 Sidrap adalah pengetahuan . =0,. , menambahkan atau mengurangi hasil yang kelelahan . =0,. , dan kondisi kendaraan (Syifa et al. , 2. =0,. Disarankan kepada pelajar untuk Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan memaksimalkan perilaku berkendara yang (P3K) menjadi hal yang penting untuk aman dengan membaca, menghadiri seminar, dipahami dan dimengerti, karena dengan dan pelatihan. memahami dan dapat mempraktikkan P3K Menurut (Ibrahim & Adam, 2. hasil dengan cepat, tepat dan benar akan dapat memberikan bantuan yang berharga pada tertinggi yaitu pengetahuan dengan kategori saat-saat cukup sebanyak 48 responden . 1%). Hal ini keselamatan orang di sekitar, sebagai bentuk dipengaruhi oleh kurangnya rentan waktu hingga bantuan medis/ profesional datang. (Rosuliana et al. , 2. menyebabkan pemahaman yang kurang dan Perlu diketahui juga adamya informasi penerapan secara langsung atau pelatihan seputar bagaimana pertolongan pertama pada dasar yang sangat jarang dilakukan oleh luka atau pendarahan, bagaimana pertolongan Kesimpulannya didapatkan tingkat pengetahuan responden tentang tindakan pertolongan pertama pada cedera kategori pada orang/anak yang tersedak, bagaimana baik 39 responden . 5%), cukup 48 pertolongan pertama pada orang/anak responden . 1%), dan kurang 7 responden . 4%). dislokasi, bagaimana Disarankan bagaimana pertolongan pertama pada gigitan mengundang instansi yang terkait untuk ular dan bagaimana memberikan materi tentang pertolongan pada keracunan makanan. (Kusumaningrum et al. , 2. meningkatkan pengetahuan anggota PMR Menurut (Hafid et al. , 2. dijelaskan bahwa faktor yang berhubungan dengan Edukasi kejadian kecelakaan lalu lintas pada siswa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) SMAN 2 Sidrap adalah perilaku berkendara merupakan salah satu intervensi untuk Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 meningkatkan ketrampilan anggota PMR yang keterampilan dalam penerapan P3K dahulu ada disekolah. Memberikan latihan tentang baru kemudian setelah 1 bulan diberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) responden yang merupakan anggota PMR. ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Data Diharapkan ketrampilan yang baik ataupun sebaliknya. Uji analisis data menggunakan paired t-test. meningkatkan ketrampilan siswa anggota Hasil Penelitian Palang Merah Remaja (PMR) untuk lebih Dari hasil penelitian didapatkan data seperti cekatan, cepat, tanggap, tepat dan benar dalam di bawah ini memberikan tindakan pertolongan pertama di Tabel 1. Karakteristik Responden (Siswa anggota PMR) Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Efektivitas Latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Pada Siswa SMK Ahmad Yani Gurah. Penelitian ini menggunakan design quasi exsperimental dengan one group pre post dengan jumlah populasi dan sampel 31 siswa dan siswi. Teknik pengambilan sampel dengan Jumlah Persentase (%) Dari tabel di atas menunjukkan hampir Metode Penelitian Karakteristik Usia Siswa 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Kelas Instrument menggunakan wawancara, kuesioner dan Penelitian dilakukan dengan cara pemberian intervensi dengan memberikan edukasi dan latihan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) selama 1 Sebelum diberikan edukasi dan latihan setengah dari responden usia 16 Tahun sebanyak 15 responden . %) dan sebagian kecil dari responden usia 15 Tahun sebanyak 5 responden . %), jenis kelamin sebagian besar dari responden perempuan sebanyak 21 responden . %) dan hampir setengah laki-laki responden . %) dan hampir setengah dari responden kelas 11 sebanyak 13 responden . %) dan sebagian kecil responden kelas 10 sebanyak 6 responden . %). tentang P3K responden/anggota PMR diukur Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tabel 2. Ketrampilan P3K Sebelum dan Sesudah Pemberian latihan Berat Sebelum Intervensi Mean Median 9,41 9,65 Std 1,07 Sesudah 9,98 9,97 0,98 Dari tabel 2 menunjukkan rata rata Ketrampilan P3K sebanyak 6 responden . %). (Rohmani memberikan penyuluhan dan memberikan Kampung Ifale mendapat nilai tertinggi 50 dan sesudah kuesioner pre dan post Tindakan pada intervensi mendapatkan nilai tertinggi 90. Hasil pengabdian masyarakat Rata-rata Tabel 3. Uji Analisis Hasil Std error Mean Sig. Equal variences 0,0872 0,001 Dari tabel 3 menunjukkan Hasil uji statistic menunjukkan nilai p=0,001(<0,. P3K masyarakat mengalami peningkatan pengetahuannya menjadi baik meskipun ada beberapa yang masih keadaan cukup. Banyaknya sehingga Ha diterima. Hasil ini menjelaskan mengikuti kegiatan PMR yang paling bahwa pemberian edukasi dan latihan P3K banyak pada kelas 11, karena di kelas dapat meningkatkan ketrampilan P3K pada siswa anggota PMR. beradaptasi dan sudah aktif mengikuti ektrakurikuler PMR sejak di bangku SMP. Pembahasan Karakteristik responden . iswa anggota PMR) Hampir setengah dari responden usia Ketrampilan P3K Sebelum dan Sesudah Pemberian Pelatihan Didapatkan Ketrampilan P3K 16 Tahun sebanyak 15 responden . %) mendapat nilai tertinggi 50 dan sesudah dan sebagian kecil dari responden usia 15 intervensi mendapatkan nilai tertinggi 90. Tahun sebanyak 5 responden . %), jenis Sesuai dengan hasil penelitian dari kelamin sebagian besar dari responden (Anggraini et al. , 2. bahwa tindakan perempuan sebanyak 21 responden . %) pertolongan pertama yang dilakukan dan hampir setengah dari responden laki- dengan benar akan mengurangi cacat atau laki sebanyak 10 responden . %) dan hampir setengah dari responden kelas 11 korban dari kematian, tetapi bila tindakan Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 dilakukan tidak baik dan benar akan pelatihan tentang penanganan kegawatan memperburuk kondisi akibat kecelakaan yang se ring terjadi pada sekolah seperti Dalam pemberian pertolongan pada pasien yang mengalami sinkop . , tersedak, kecelakaan yang menimpa seseorang atau cara penanganan evakuasi, cedera/ luka sekelompok orang. Kecelakaan bisa terjadi akibat trauma atau kecelakaan. Tahapan dimana saja, di rumah, jalan, tempat kerja kegiatan adalah sosialisasi, identifikasi Untuk kader sekolah dan pendidikan kesehatan serta pelatihan simulasi tentang evakuasi, masyarakat perlu mengetahui prosedur transportasi, balut dan bidai. Pelaksanaan pelatihan kegawatan pada sekolah ini Tujuan pengabdian ini yaitu sangat penting untuk pertolongan pertama sebelum korban dirujuk atau di bawa penolong pertama agar mampu melakukan kefasilitas kesehatan terdekat. Hal ini tindakan pertolongan pertama apabila dikarenakan selain untuk meminimalkan dampak atau resiko yang ditimbulkan juga sehari-hari Dimana dengan pemberian edukasi kasus kejadian trauma dan kegawatan dan latihan P3K sangat mempengaruhi dan dapat meningkatkan ketrampilan dalam terutama di siswa di sekolah. pertama di sekolah. Efektivitas Dimana Pemberian Pertolongan Pertama Pada Pelatihan Kecelakaan (P3K) pada siswa anggota PMR Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan secara rutin dan aktif . elalu hadi. dapat (P3K) Untuk Peningkatan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Pada Siswa Menunjukkan Hasil p=0,001(<0,. Hasil pertolongan pertama yang terjadi di menjelaskan bahwa pemberian edukasi dan latihan P3K dapat Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan ketrampilan P3K pada siswa anggota PMR. Penelitian ini menjelaskan bahwa Menurut (Sucipto et al. , 2. bahwa pemberian edukasi dan latihan Pertolongan pendidikan kesehatan dan demonstrasi Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dapat Volume 11. Nomor 2. April 25 Ae September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 pemberian tindakan pertolongan pertama oleh siswa anggota PMR di sekolah selama 1 bulan. Saran Diharapkan penelitian selanjutnya untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya tentang latihan-latihan dalam pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan untuk waktu yang lebih lama dan mungkin pemberian hadiah untuk semakin menarik kegiatan ekstrakurikuler PMR di sekolah. Daftar Pustaka