ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. Juli 2022 Hal. 144 - 149 e-ISSN: 2723-6269 Pelatihan Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede Vickry Ramdhan*1. Randi Ramliyana2. Usman Sutisna3 ramdhann@gmail. com*1, randi. ramliyana@gmail. com2, usmansutisna09@gmail. 1,2,3 Universitas Indraprasta Jakarta Received: 4 April 2022 Accepted: 29 July 2022 Online Published: 31 July 2022 DOI: 10. 29408/ab. Abstrak: Kemampuan berbahasa dibutuhkan setiap saat dalam setiap segmen kehidupan bermasyarakat. Tingkat kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar berbeda pada setiap individu. Dalam menguji tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan dapat dilakukan dengan menjalani AuUji Kompetensi Bahasa IndonesiaAy. Dengan ini seseorang dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Indonesia dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bahasa yang diharapkan. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia adalah sarana untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia lisan dan tulis. UKBI terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarka. Seksi II (Merespons Kaida. , dan Seksi i (Membac. dalam bentuk pilihan ganda, serta Seksi IV (Menuli. dalam bentuk presentasi tulis dan Seksi V (Berbicar. dalam bentuk presentasi lisan. Di masa pandemi Covid 19 saat ini, pelaksanaan UKBI tidak bisa digelar secara luring dan massal dalam satu tempat. UKBI Adaptif merupakan tes untuk mengukur kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia yang merupakan hal yang baru bagi peserta didik di SMK AL-Husna Bojong Gede sehingga perlu untuk disosialisasikan dan diujikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penguasaan bahasa Indonesia terhadapa gur-guru di SMK Al-Husna Bojong Gede. Metode deskriptif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar peserta memperoleh nilai antara 300Ai400 yang berarti kemampuan mereka berada di kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa UKBI merupakan alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan bahasa Indonesia serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh guru. Kata Kunci: Guru. Kemampuan Berbahasa. Kompetensi Bahasa Indonesia. UKBI. Abstract: Language skills are needed at all times in every segment of social life. The level of sound and correct Indonesian language skills differs for each individual. Testing a person's ability to speak Indonesian both verbally and in writing can be done by undergoing the "Indonesian Language Competency Test. " With this, one can know the level of Indonesian language proficiency and can adjust to the expected language needs. Indonesian Language Proficiency Test is a means to measure a person's proficiency in spoken and written Indonesian. UKBI consists of five sections, namely Section I (Listenin. Section II (Responding to Rule. Section i (Readin. in the form of multiple choice. Section IV (Writin. in the form of written presentations, and Section V (Speakin. in the form of Oral. During the current Covid-19 pandemic. UKBI cannot be held offline and in bulk in one place. UKBI Adaptive is a test to measure Indonesian speakers' language proficiency, which is a new thing for students at SMK AL-Husna Bojong Gede, so it needs to be socialized and tested. This study aimed to determine the Indonesian language's mastery for teachers at SMK Al-Husna Bojong Gede. Descriptive and quantitative methods were used in the study. The results showed that most of the participants scored between 300-400, which means that their abilities were in the pretty good category. Thus, it can be said that the UKBI is a test tool that can be used to measure the mastery of the Indonesian language and the teacher's good and correct use of Indonesian. Keyword: Teachers. Indonesian Language Competency. Language proficiency. UKBI ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 144 Ramdhan. Ramliyana. Sutisna. Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 144-149. doi:10. 29408/ab. PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk yang perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi terasa semakin penting pada saat manusia membutuhkan pengakuan. Kegiatan ini membutuhkan alat, sarana, atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat, sarana, atau media berkomunikasi. Di dalam kehidupannya bermasyarakat, sebenarnya manusia dapat juga menggunakan alat komunikasi lain selain bahasa. Namun, tampaknya bahasa merupakan alat komunikasi yang paling sempurna, dibandingkan dengan alat-alat komunikasi lain, termasuk alat komunikasi yang dipakai oleh hewan (Noermanzah, 2. Komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi dalam bentuk formal dan tidak formal. Bahasa Indonesia formal lazim dikenal sebagai bahasa Indonesia standar atau baku, sedangkan dalam komunikasi tidak formal, kita mengenal bahasa yang tidak baku, yang kosakatanya umum atau lazim digunakan penuturnya di dalam pergaulan sehari-hari. Dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa baku atau standar dalam bahasa formal, dikenal istilah Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) merupakan instrumen pengujian kemahiran seseorang berbahasa Indonesia(Rachman & Damaianti, 2. Dengan instrumen ini, setiap orang atau instansi dapat memperoleh informasi yang akurat tentang profil kemahiran berbahasa Indonesia mereka. UKBI telah menjadi sarana pengukuran yang berstandar nasional. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang disebut sebagai uji kemahiran berbahasa diatur dalam kebijakan pemerintah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2016 standar kemahiran berbahasa Indonesia bagi penutur jati maupun penutur asing. Undang-undang No. 24 tahun 2009 tentang Bendera. Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan. Pembinaan,dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia. UKBI menurut Permendikbud No. 70 tahun 2016 dijelaskan kegiatan tes ini memberi manfaat bagi peserta didik pada satuan Pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Tes UKBI akan menjadi tolok ukur bagi lembaga pendidikan tinggi khususnya pada program studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia untuk mengukur empat keterampilan berbahasa yakni keterampilan mendengarkan, merespon kaidah, membaca, menulis dan berbicara. Berdasarkan peraturan perundangan Indonesia dapat diuraikan bahwa materi yang diujikan meliputi penggunaan bahasa Indonesia lisan. UKBI mengukur keterampilan aktif reseptif peserta uji keterampilan mendengarkan, keterampilan merespon kaidah, membaca dan menulis. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. UKBI mengukur keterampilan aktif produktif peserta uji dalam keterampilan berbicara dan menulis (Permendikbud, 2. (Sudaryant, et al. Kompetensi kemahiran berbahasa penting diterapkan dalam pembelajaran di lingkungan sekolah yang dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan dalam menulis dan bertutur akademik. Literasi kemahiran berbahasa merupakan kemampuan keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dalam menguasai keterampilan mendengarkan, merespon kaidah, membaca dan menulis (Sukenti. Tambak, & Fatmawati, 2. Selain itu literasi kemahiran berbahasa menjadi poros penting dalam pengajaran Bahasa Indonesia (Ibda. Adanya pengetahuan terhadap ragam permainan yang memungkinkan untuk mengisi acara, maka permainan tersebut bisa ditempatkan sejalan dengan tema kegiatan. Artinya, permainan yang dihadirkan tidak hanya hiburan atau sosialisasi saja, tetapi beririsan dengan tujuan kegiatan. Hal ini mampu memperkuat kebermaknaan kegiatan yang diselenggarakan. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 145 Ramdhan. Ramliyana. Sutisna. Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 144-149. doi:10. 29408/ab. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki pengetahuan terhadap ragam permainan yang ada sehingga dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan. Kemahiran berbahasa, merupakan kemampuan membaca pemahaman atau reading for understanding adalah salah satu bentuk kegiatan membaca dengan tujuan utama untuk memahami isi pesan yang terdapat dalam bacaan (Dafit, 2. Membaca pemahaman lebih menekankan pada penguasaan isi bacaan, bukan pada indah, cepat atau lambatnya membaca. Pembelajaran membaca dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilakukan siswa untuk mencapai keterampilan Kusmiatun . menegaskan bahwa tes kemahiran berbahasa Indonesia sangat penting dalam pengembangan program pembelajaram Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Oleh karena itu, tim melakukan pengabdian masyarakat ke sekolah SMK Al-Husna Bojong Gede karena pihak sekolah ingin menilai kemampuan guru Bahasa Indonesia dalam mengajar di kelas. Apakah kosakata yang diberikan oleh guru kepada siswanya sudah sesuai dengan kamus besar Bahasa Indonesia dan berjalan dengan formal. Sehinggal kedepannya dapat menjadi panutan mengajar bagi seluruh kelas di SMK Al-Husna bojong Gede. METODE PELAKSANAAN Waktu dan tempat PKM dilaksanakan dari tanggal 20 - 21 Desember 2021, lokasi kegiatan di SMK Al Husna Bojong Gede yang beralamat di Jl. Jalan Ken Arok 1 No 56. Pabuaran Bojong Gede Bogor Jawa Barat. Kegiatan acara di mulai pukul 10 pagi sampai dengan pukul 2 siang, dengan total peserta 20 orang. Prosedur Pelaksanaan Metode penelitian ilmiah ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi guru di sekolah SMK Al-Husna Bojong Gede pada tahun 2020. Nilai akhir diperoleh dengan penghitungan terhadap hasil peserta tes tersebut. Data dikumpulkan dari hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang dilakukan pada guru di sekolah SMK AlHusna Bojong Gede. Data yang diperoleh diolah berdasarkan analisis data kualitatif dan kuantitatif sederhana. Jumlah peserta uji dengan hasil tertentu kemudian dipersentasekan. Langkah selanjutnya, dilakukan analisis data kualitatif yang berisi uraian atau deskripsi untuk menjelaskan sifat . data yang diperoleh dan menghubungkannya dengan faktor yang melatarbelakanginya. Kemudian, pengolahan data dilanjutkan dengan penyimpulan hasil analisis data. Untuk menentukan tingkat penguasaan Bahasa Indonesia guru SMK ini digunakan sebagai berikut (NASIONAL & KEBUDAYAAN, n. Jika hasil UKBI antara 717Ai900, berarti penguasaan Bahasa Indonesia istimewa (Sangat Unggul atau Istimew. Jika hasil UKBI antara 593Ai716, berarti penguasaan Bahasa Indonesia sangat baik (Unggu. Jika hasil UKBI antara 466Ai592, berarti penguasaan Bahasa Indonesia baik (Mady. Jika hasil UKBI antara 247Ai465, berarti penguasaan bahasa Indonesia cukup baik (Marginal atau Semenjan. Jika hasil UKBI < 247, berarti penguasaan bahasa Indonesia kurang (Terbata. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 146 Ramdhan. Ramliyana. Sutisna. Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 144-149. doi:10. 29408/ab. Tes UKBI yang dilakukan pada guru SMK Al-Husna Bojong Gede ini ditekankan pada tiga seksi saja, yaitu seksi I (Berbicar. seksi II (Merespons Kaida. dan seksi i (Membac. Untuk seksi IV (Menuli. dan seksi V (Berbicar. tidak dilakukan pada pengujian UKBI di SMK Al-Husna ini. Hal ini dilakukan karena tes UKBI yang dilakukan pada guru Baterai Tara yang hanya dapat dilakukan pada tiga seksi saja. Seksi ke-4 (Menuli. dan ke-5 (Berbicar. hanya dapat dilakukan oleh Tim UKBI Badan Bahasa dengan menggunakan Baterai Standar. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Data yang diperoleh dari hasil pengujian UKBI bagi guru bidang studi bahasa Indonesia ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 10 orang guru . ari 20 orang gur. atau 50% memperoleh predikat Semenjana dengan kisaran nilai 346Ai465 . ihat Tabel . Data yang diperoleh juga menunjukkan bahwa 3 orang peserta memperoleh predikat tertinggi, predikat Unggul, yaitu 612. Sementara, untuk predikat terendah, yakni Terbatas, terdapat satu orang guru saja dengan nilai perolehan terendah 180. Sebanyak 5 orang guru . %) memperoleh predikat Madya. Tabel 1. Hasil Tes UKBI Terbatas Semenjana 10 Madya Marginal Unggul Total Dari keseluruhan peserta, ternyata tidak ada seorang pun yang pernah mengikuti tes UKBI, baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah SMK Al-Husna Bojong Gede sebagai pelaksana yang berwenang menyelenggarakan tes ini. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat pengenalan dan pemahaman para guru bidang studi bahasa Indonesia sekolah SMK Al-Husna Bojong Gedd terhadap pelatihan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada tahun 2020 sudah cukup baik, mengingat tes ini merupakan tes UKBI yang pertama kali mereka lakukan. Gambar 1. Peserta mengerjakan UKBI ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 147 Ramdhan. Ramliyana. Sutisna. Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 144-149. doi:10. 29408/ab. Gambar 2. Tim Pengabdian mendampingi peserta Keberhasilan seorang guru bidang studi bahasa Indonesia dalam mengikuti pelatihan dan pengujian UKBI ini merupakan cermin keberhasilan mereka dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolahnya. Peningkatan mutu dan hasil yang lebih baik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengikutsertakan para guru di dalam kegiatan yang bersifat peningkatan mutu kebahasaan, seperti seminar kebahasaan dan penyuluhan bahasa Indonesia. UKBI ini sangat perlu diterapkan di kalangan guru dan siswa di dalam upaya meningkatkan mutu dan pengetahuan mereka akan mata pelajaran bahasa Indonesia dan memupuk kebanggaan mereka terhadap Bahasa. PEMBAHASAN Dari keseluruhan peserta, ternyata tidak ada seorang pun yang pernah mengikuti tes UKBI, baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah SMK Al-Husna Bojong Gede sebagai pelaksana yang berwenang menyelenggarakan tes ini. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat pengenalan dan pemahaman para guru bidang studi bahasa Indonesia sekolah SMK Al-Husna Bojong Gedd terhadap pelatihan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada tahun 2020 sudah cukup baik, mengingat tes ini merupakan tes UKBI yang pertama kali mereka lakukan. Keberhasilan seorang guru bidang studi bahasa Indonesia dalam mengikuti pelatihan dan pengujian UKBI ini merupakan cermin keberhasilan mereka dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolahnya. Peningkatan mutu dan hasil yang lebih baik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengikutsertakan para guru di dalam kegiatan yang bersifat peningkatan mutu kebahasaan, seperti seminar kebahasaan dan penyuluhan bahasa Indonesia. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Zalmansyah . yang menyatakan bahwa perlu diadakannya berbagai macam workshop untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia. UKBI ini sangat perlu diterapkan di kalangan guru dan siswa di dalam upaya meningkatkan mutu dan pengetahuan mereka akan mata pelajaran bahasa Indonesia dan memupuk kebanggaan mereka terhadap Bahasa, hal ini sesuai dengan pandangan Zalmansyah . SIMPULAN Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang dilakukan terhadap para guru sekolah menengah kejuruan yang ada di Kabupaten Bojong Gede ini dapat dikatakan sangat efektif ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 148 Ramdhan. Ramliyana. Sutisna. Pelatihan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK AlAeHusna Bojong Gede. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 144-149. doi:10. 29408/ab. dan bermanfaat untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan penguasaan mereka terhadap bahasa Indonesia. Semakin baik hasil yang mereka peroleh pada tes UKBI ini, akan semakin baik pula penguasaan dan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil UKBI para guru sekolah menengah kejuruan yang ada di Kabupaten Bojong Gede pada tahun 2020 ini dapat dikatakan cukup baik, artinya sebagain besar peserta berada pada peringkat Madya dan Semenjana, dengan perolehan angka rata-rata antara 300-an sampai dengan angka 400-an yang. Hal ini disebabkan peserta masih mengalami kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan keprofesian yang kompleks dan masih mengalami kendala yang besar jika berkomunikasi untuk keperluan keilmuan. Oleh karena itu. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sangat perlu diberikan pada semua tingkatan atau jenjang pendidikan, baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas. PERNYATAAN PENULIS Artikel ini tidak pernah dimuat dalam jurnal pengabdian maupun jurnal penelitian sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA