Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X PENGEMBANGAN WEB COMIC FANTASI CERITA SURA DAN BAYA UNTUK MENGURANGI TINDAKAN RASISME REMAJA KOTA SURABAYA Yusuf Nasrullah 1. Sumarwahyudi 2. Abdul Rahman Prasetyo 3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. Malang, 65145, 0341 551312 e-mail : yusuf. 1902516@students. id 1, sumarwahyudi. fs@um. id 2, prasetyo. fs@um. Abstraksi Salah satu dampak negatif pertemanan di masa remaja adalah munculnya tindakan perundungan bermotif rasial. Padahal seperti yang kita ketahui, negara Indonesia merupakan negara dengan ribuan budaya. Begitu pula di Kota Surabaya, tercatat beberapa kali telah terjadi tindakan tersebut di tengah indahnya pertemanan masa remaja. Oleh karenanya dikembangkan suatu produk berupa komik web fantasi di mana merupakan komik yang diterbitkan dalam portal penerbitan daring dan tanpa hasil cetak berjudul Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya dengan tujuan menganalisa, mengembangkan, dan mengkomunikasikan wawasan anti rasisme kepada remaja Kota Surabaya agar tindakan tercela seperti itu dapat dikurangi secara kuantitas dan potensinya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan: Analisis. Desain. Pengembangan. Implementasi, dan Evaluasi. Selain itu dilakukan juga uji validasi oleh ahli media dan ahli materi demi menilai kelayakan produk yang dikembangkan. Sehingga ditemukan hasil bahwa komik web fantasi dapat dimanfaatkan sebagai media penyuluhan anti rasisme bagi remaja Kota Surabaya. Kata Kunci : komik web fantasi, anti rasisme, legenda, remaja Abstract One negative impact in teenage friendship is the appearance of racial motive bullying. As we know. Indonesia is a country with thousands of cultures. Likewise in Surabaya, it was recorded several times that this activity happened in the middle of the beautiful teenage Therefore, a developed product formed as a fantasy web comic which is published in an online publisher and not be printed entitled Kweira and the Story of the Legend Sura and Baya aims to analyzing, developing, and communicating anti-racism insights to Surabayan teenagers so that such actions can be reduced in quantity and This research use ADDIE development model which includes stages: Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluation. In addition validation tests by media experts and material experts done also to assess the feasibility of the product. So the result is found that fantasy web comic is usable as anti-racism counseling media for Surabayan Keywords: fantasy web comic, anti-racism, legend, teenagers __________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Secara umum, masing-masing manusia pasti berbeda satu sama lain. Sayangnya perbedaan tersebut seringkali menjadi sebab akan munculnya gerakan-gerakan yang mengangkat keunggulan ras, etnis, agama, fisik, dan adat. Fenomena ini dikenal sebagai rasisme dan diskriminasi (Paulinda, 2. Di Indonesia upaya pengurangan tindakan 54 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X diskriminasi dan rasisme diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis khusunya Pasal 15 Undang-Undang No. 40 Tahun Berbanding terbalik dengan harapan sosial yang dibangun negara, di Kota Surabaya tindakan rasisme tersebut sempat dialami oleh sekelompok mahasiswa asal Papua yang bertempat di Asrama Papua tepatnya pada Jalan Kalasan No 10 Kota Surabaya di tahun Masalah ini muncul dengan dilontarkannya kata-kata rasial dari massa kepada mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal di lokasi tersebut (Akib, 2. Bermula dari kabar mengenai pelecehan terhadap bendera Republik Indonesia yang dibuang di selokan, hingga hadirnya ujaran tidak baik terhadap mereka. Di sisi lain, dikutip dari portal berita com , seorang influencer asal Surabaya juga menunjukkan pandangan rasialnya melalui sosial media pada tanggal 15 Oktober 2020 terhadap bahasa atau logat yang digunakan oleh masyarakat Surabaya dengan etnis Tionghoa. Bersamaan dengan masalah tersebut, selain respon secara publik di masyarakat rasisme juga dapat terjadi dalam lingkup pertemanan. Seperti pada kasus pertemanan di masa remaja dampak positif dan negatif merupakan kontribusi konstruktif untuk masa depan Hal ini dikarenakan waktu yang dihabiskan bersama teman sebaya di masa remaja lebih lama dibandingkan dengan bersama keluarga di rumah (Soekoto, 2. Dampak negatif yang dimaksud dari terjalinnya hubungan pertemanan antar remaja sendiri dapat terwujud dengan munculnya penolakan berupa tindakan diskriminasi. Kecenderungan untuk memilih lingkaran pertemanan yang memiliki satu pemikiran dan pemahaman yang sama akhirnya memicu remaja untuk membuat kelompok-kelompok atas faktor tersebut. Pola yang sama ini lah yang mengakibatkan pengesampingan dan diskriminasi seperti perundungan, penghinaan, serta pengucilan, dapat terjadi di tengah-tengah mereka (Nugroho et al. , 2. Negara Indonesia sendiri diketahui secara umum sebagai negara dengan ribuan kebudayaan yang pada masing-masing kebudayaan pasti memiliki nilai-nilai tradisional yang dikembangkan dan terus lestari. Mitologi serta cerita rakyat yang merupakan salah satu dari banyaknya nilai-nilai tradisional suatu kebudayaan juga menjadi poin utama dalam pelestarian kebudayaan saat ini. Sedikitnya peluang bagi Seni dan Budaya dalam meningkatkan kekuatan suatu kelompok, diperlukan upaya untuk menunjukkan pentingnya peran Seni dan Budaya itu sendiri terhadap masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup (Rahayuningtyas, dkk. , 2. Hal ini terjadi seperti cerita asal usul Kota Surabaya yang sejak dahulu tersebar melalui informasi dari pembicaraan oleh masyarakat setempat hingga saat ini dapat dengan mudah ditemui di berbagai media komunikasi. Umumnya cerita tersebut melambangkan keegoisan masing-masing hewan dalam hal ini merupakan seekor ikan hiu dan seekor buaya. Oleh karenanya tentu cerita rakyat tersebut jika ditinjau mampu mengangkat serta menjadi representatif unik atas polemik rasisme yang terjadi di Salah satu contoh platform yang memberikan kesempatan bagi siapa saja dalam berkarya tanpa batasan tema yang mendasari karyanya ialah LINE Webtoon (Naver Webtoo. , di mana dalam hal ini produk yang diperkenankan untuk diterbitkan yaitu web comic atau dalam Bahasa Indonesia disebut komik web. LINE Webtoon sendiri diketahui didirikan tahun 2004 oleh A A A (Kim Jun-Ko. di Korea Selatan (Haliem et al. , 2. Sesuai produk yang menjadi wajah utama dari LINE Webtoon itu sendiri yaitu web comic, perbedaannya dengan komik biasa terletak hanya pada medianya saja. Di satu sisi komik merupakan buku cetak bergambar lengkap dengan narasi yang dicetak dalam balon teks, sedangkan web comic merupakan komik dalam penawaran yang sama namun diterbitkan dalam situs web atau portal penerbitan daring dan tanpa hasil cetak. Munculnya pandemi virus COVID-19 dalam tiga tahun ke belakang juga menjadi penyebab webcomic marak digemari. LINE Webtoon merupakan platform paling terkenal yang digunakan remaja untuk memfasilitasi mereka dalam kegiatan membaca, kebanyakan dari mereka pasti memiliki akses, dan platform ini dapat meningkatkan motivasi literasi bagi 55 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X mereka (Angelica & Katemba, 2. Selain itu webcomic menjadi lebih sering dibaca oleh remaja sebab kebiasaan membaca digital kini secara global didominasi oleh remaja yang 69% dari mereka merupakan pengguna aktif smartphone (Dhanti et al. , 2. Menurut Moezzi dalam (LC et al. , 2. rancangan fiksi dapat memberikan strategi naratif untuk pengaruh sosial dengan menampilkan efek dari kondisi alternatif. Oleh karena itu akan sangat efektif apabila komik dapat diakses secara daring seperti komik web, sebab dengan adanya komik web yang berbasis digital maka kegiatan membaca komik dapat dengan mudah dilakukan kapanpun dan dimanapun (Irfandi & Kristiana, 2. Sebagai proses utama dalam penelitian pengembangan, dilakukan juga pencarian penelitian serupa yang dapat dijabarkan sebagai berikut. Penelitian pertama yang ditulis oleh (Pratama & June, 2. dengan judul Perancangan dan Pengembangan Komik Web Mengenai Pendidikan Seks Untuk Remaja yang bertujuan untuk menjabarkan materi pendidikan seks dengan memanfaatkan keunggulan media komik. Peneliti dalam penelitian ini memiliki luaran berupa komik web yang didasari oleh kurang sadarnya anak-anak terhadap pendidikan seks dengan menerapkan tahapan dari model pengembangan ADDIE. Sehingga berdasar penelitian tersebut, dapat diperhatikan persamaan penggunaan model pengembangan, penggunaan isu sosial sebagai latar belakang, dan rumusan target uji yakni remaja secara umum. Selain itu diikuti pula dengan penelitian kedua oleh (Nuryanah et al. yang bertajuk Pengembangan Media Pembelajaran Webtoon untuk Menanamkan Sikap Toleransi Siswa di Sekolah Dasar dengan tujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan toleransi terhadap siswa-siswi Sekolah Dasar melalui media webcomic yang dipercaya mampu mendukung pembelajaran dengan suasana baru, sehingga kemudian dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Pada penelitian ini, juga digunakan model pengembangan ADDIE dengan hasil akhir implementasi yakni 91,44% oleh siswa yang menjadi responden sehingga layak digunakan. Berdasar penelitian kedua tersebut maka dapat diamati persamaan dalam tujuannya yaitu menyebarluaskan informasi berupa sikap anti diskriminasi-dalam pengembangan ini rasisme-yaitu toleransi. Sementara model yang diusung juga sama menggunakan model pengembangan ADDIE oleh Dick dan Carry. Walau demikian pengembangan yang mengangkat topik rasisme pada media webcomic belum pernah dilakukan, sehingga gagasan awal penelitian dan pengembangan ini dapat menjadi pembeda akan hasil penelitian dan pengembangan produk dari hasil penelitian dan pengembangan produk yang lain. Oleh karena itu dengan mengangkat kekuatan multikulturalisme yang dimiliki Negara Indonesia, pengembangan webcomic yang tergagas dari cerita rakyat asal usul Kota Surabaya ini dirasa tepat untuk menjadi sumber wawasan kebudayaan bagi remaja demi menghindari tindakan rasisme terjadi secara terus-menerus di tengah-tengah mereka. Selain itu bersamaan dengan genre yang dirujuk yaitu fantasi, webcomic yang digarap berdasar proses serta hasil analisis juga bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis, mendeskripsikan hasil pengembangan, dan mendeskripsikan hasil uji coba produk di samping juga meningkatkan kemampuan berimajinasi remaja Kota Surabaya. Dari luaran yang dikejar, ditargetkan karakteristik remaja yang memiliki rasa toleransi tinggi, peduli sesama, sehingga mampu menciptakan kehidupan sosial budaya yang aman, tentram, serta METODE Metode secara ilmiah diketahui sebagai proses yang teratur dengan mempergunakan pola pikir yang terstruktur agar hasil dari segala hal yang telah dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencana. Dalam hal ini Research and Development merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Ibnu dalam (Purnama, 2. memerinci bahwa penelitian dan pengembangan merupakan suatu jenis penelitian yang ditujukan untuk menghasilkan suatu produk yang secara umum akan diawali 56 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X dengan analisis kebutuhan, dilanjut dengan proses pengembangan, dan diakhiri dengan Metode Pengembangan Dalam penelitian R&D ini pengembangan yang diusung yakni model ADDIE oleh Dick dan Carry yang dikembangkan pada tahun 1996. ADDIE sendiri memiliki beberapa prosedur antara lain Analysis. Design. Development. Implementation, danA Evaluation (Nababan. Meski tepatnya metode ADDIE dilakukan untuk mengembangkan sistim pembelajaran, pada penelitian ini dilakukan untuk penyuluhan atas isu-isu umum yang terjadi di tengah masyarakat namun tetap dengan target sasar yakni akademisi yang masih berada pada jenjang SMP dan SMA. Metode ini sendiri meliputi pengujian tim ahli, penelitian individu skala terbatas maupun luas, dan revisi produk akhir hingga hasil dapat terbukti teruji secara empiris dan tidak memiliki kesalahan lagi (Cahyadi, 2. Gambar 1. Bagan Tahap Proses Pengembangan ADDIE (Sumber : Anggraeni, et al. Seperti yang telah disebut sebelumnya bahwa metode ADDIE memiliki 5 . tahapan yang bila diimplementasikan pada penelitian pengembangan ini akan terancang rencana sesuai tahapannya. Pertama-tama pada tahap analisis, dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di lapangan. Salah satu caranya ialah dengan menyebarkan kuesioner ke beberapa target pasar. Selain itu dilakukan juga analisis yang meliputi identifikasi kesenjangan masalah, penetapan tujuan secara instruksional, kriteria target penyuluhan, rekomendasi media dan pendefinisian media (Reyvalda et al. , 2. Setelah dilakukan beberapa langkah tersebut maka akan ditemukan solusi sementara yakni hipotesis yang mampu diangkat sebelum kemudian menuju prosedur selanjutnya yang akan menguatkan hipotesis yang diperoleh. Di sisi lain pada tahap desain atau perancangan perencanaan desain. Perancangan tersebut dilaksanakan berdasar tujuan indikatif dan penentuan metode validasi media (Reyvalda et al. , 2. Pada penelitian ini dilakukan perancangan komik web dengan judul Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya yang meliputi tema, alur, warna, penokohan, dan perencanaan layout. Sedangkan pada tahap pengembangan dilakukan produksi media, validasi media, dan pengamatan media. Secara sederhana pada tahapan ini dilakukan proses lanjutan dari penemuan rancangan pada tahapan sebelumnya (Mawan et al. , 2. Pada kasus pengembangan komik web, yang akan dilakukan ialah mengerjakan apa yang sudah dirancang, yakni komik web sesuai episode dengan masing-masing cerita sesuai dengan 57 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X linimasa yang direncanakan. Langkah terakhir dalam tahap ini ialah menguji dalam skala Selanjutnya pada tahap ini hasil digunakan untuk proses penyuluhan. Proses ini dalam ranah penyuluhan dilakukan ketika produk telah valid sehingga dapat diuji dalam dalam skala besar (Mawan et al. , 2. Salah satu wujud dari tahap ini dalam penelitian pengembangan komik web yang diusung adalah proses publikasi atau penyebaran secara luas melalui laman LINE Webtoon secara daring sehingga dapat dinikmati siapa saja. Dan terakhir yakni tahap evaluasi di mana dijelaskan dua jenis evaluasi yakni evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (Hk et al. , 2. Evaluasi diambil untuk mengukur hasil atas tujuan yang ingin dicapai, sehingga akan dideskripsikan kelebihan, kendala, dan kekurangan dari proses di tiap-tiap tahap serta proses secara keseluruhan. Desain Uji Coba Untuk mengetahui keefektifan dari pengembangan yang digagas, pada uji coba produk dilakukan dua kali yakni uji coba oleh ahli dan dalam uji coba kelompok kecil. Uji coba oleh para ahli merupakan uji coba yang dilakukan pertama kali dengan melibatkan ahli media dan ahli materi. Sedangkan uji coba skala kecil akan dilakukan menggunakan angket dengan melibatkan 10 siswa-siswi SMP dan SMA yang termasuk dalam kategori remaja rentang usia 12-21 tahun yang tersebar di Kota Surabaya. Instrumen Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data sendiri instrumen merupakan aspek yang penting. Hal ini dikarenakan instrumen merupakan alat ukur yang akan menyajikan informasi berupa data untuk melengkapi apa yang telah diteliti (Sapaile & Intang Sappaile, 2. Pada penelitian ini instrumen digunakan untuk memperoleh data seputar penilaian atas efektifitas komunikasi dari produk yang dikembangkan yang dalam kasus ini berupa komik web. Terdapat beberapa jenis instrumen yang juga dapat dilakukan dalam penelitian dan pengembangan ini antara lain: Kuesioner terbuka, di mana responden diberi kebebasan memberi pernyataan dalam konteks daftar pertanyaan yang diberikan. Dokumen/arsip, di mana peneliti atau penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka seperti yang ada pada buku, artikel jurnal, hingga artikel berita. Observasi tidak terstruktur, di mana peneliti atau dalam hal ini pengkarya mengamati kebiasaan remaja di internet terutama pada platform komik web seperti LINE Webtoon (Naver Webtoo. Kuesioner tertutup, berbeda dengan kuesioner terbuka, kuesioner tertutup memiliki batasan dalam jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Teknik Analisis Data Pada permasalahan yang diangkat dan dikembangkan, terdapat dua teknik yang dapat dilakukan untuk mengolah data. Teknik pertama yakni kualitatif di mana dalam buku Memahami Metode Penelitian Kualitatif dijelaskan bahwa pendekatan penelitian kualitatif sendiri merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan metode observasi, wawancara, analisis isi, dan metode pengumpulan data lain untuk menyajikan responsrespons dari perilaku subjek (Agustinova, 2. Oleh karena itu informasi yang disajikan ditampilkan dalam bentuk deskriptif. Selain itu, untuk mengolah data dari kisi-kisi dan angket digunakan teknik kuantitatif. Dengan pemaparan yakni data diolah menjadi bentuk presentase hingga kemudian dikategorikan ke dalam beberapa kategori untuk mengetahui kondisi layak atau tidak layak dan perlu perbaikan atau tanpa perbaikan. Pengolahan data kuantitatif sendiri berwujud angka atau nominal yang disajikan dalam bentuk analisis bersifat deskriptif kuantitatif. Hasil 58 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X dari tiap poin pada instrumen disesuaikan dengan skala likert yang memiliki tingkatan urut mulai dari sangat baik hingga sangat kurang baik. Berikut merupakan tabel skala yang Tabel 1. Skor dan Kriteria Penentuan Skala Likert (Sumber : Akbar . dalam (Pranata et al. , 2. Skala Penilaian Kriteria Tidak baik serta tidak layak dipergunakan Kurang baik serta kurang layak dipergunakan Cukup baik serta cukup layak dipergunakan Sangat baik serta sangat layak dipergunakan Setelah disesuaikan dengan kriteria pada tabel skala di atas, hasil dari kisi-kisi yang sudah dilengkapi oleh validator akan diolah menjadi bentuk presentase yang kemudian dikategorikan pada empat kategori hasil produk. (Sumber: (Pranata et al. , 2. Berikut kategori sesuai hasil presentase yang diperoleh. Tabel 2. Kategori Pengambilan Putusan Revisi (Sumber : Akbar . dalam (Pranata et al. , 2. Skala Nilai (%) Kategori SB (Sangat Bai. B (Bai. KB (Kurang Bai. SK (Sangat Kuran. Keputusan Dinilai sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa perbaikan Dinilai valid sehingga dapat digunakan dengan perbaikan skala kecil Dinilai kurang valid sehingga disarankan untuk tidak digunakan karena memerlukan perbaikan skala besar Dinilai tidak valid sehingga tidak diperbolehkan untuk digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN (Analysi. Analisis Berdasar hasil survey melalui kuesioner terbuka yang di awal telah disebarluaskan kepada 20 remaja SMP/sederajat dan SMA/sederajat Kota Surabaya sebagai responden, diperoleh respon yang bermacam-macam mengenai hubungan pertemanan yang dapat dijalin antar sesama remaja. Responden yang merasa pernah mengalami atau bahkan hanya menyaksikan tindakan perundungan dan rasisme antar remaja di Kota Surabaya membagi alasan yang memotivasi pelaku untuk melakukan tindakan tersebut sebagai berikut: . Kurangnya edukasi dan didikan dari orang tua. Adanya perbedaan yang cukup menonjol baik dari sikap, hingga ras dan agama. Dipeliharanya budaya senioritas. Adanya pihak yang dianggap lemah. Banyaknya waktu luang yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan tersebut. Sudrajat & Hariati . 2: . juga menemukan bahwa faktor penyebab terjadinya perundungan dilingkungan sekolah adalah, perbedaan fisik yang mecolok, kurangnya rasa percaya diri, adanya kecenderungan penerapan senioritas yang tinggi, serta adanya pihak yang dianggap lemah. Selain itu faktor 59 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X penyebab terjadinya perundungan di tingkat remaja adalah faktor yang terdapat dalam diri remaja itu sendiri, selain itu juga dipengaruhi oleh perbedaan yang terdapat antar remaja yang melakukan perundungan seperti perbedaan ekonomi, agama, gender dan etnisitas (BuAoulolo et al. , 2. Sedangkan pada tingkat kemungkinan tindakan perundungan dan rasial dapat terjadi di tengah-tengah pertemanan antar remaja, responden terbagi dalam beberapa kategori yakni: . Kemungkinan jarang ditemui. Kemungkinan sering ditemui. Beberapa responden bahkan menekankan bahwa berdasar pengalaman yang mereka alami baik di dalam instansi formal seperti sekolah atau lingkungan sekitar rumah, sering sekali terjadi tindakan perundungan dan rasial sampai-sampai dapat setiap hari ditemui oleh Sejalan pula dengan solusi yang ditawarkan, responden kuesioner yang telah disebar juga menyatakan bahwa kampanye anti tindakan tercela seperti tindakan rasisme melalui media komik web dirasa mampu mencegah dengan perlahan potensi-potensi yang mampu diciptakan atas tindakan tersebut di tengah-tengah hubungan pertemanan di masa Hal ini dikarenakan komik secara spesifik termasuk salah satu media yang dapat digunakan sebagai wadah edukasi dalam melawan rasisme (Prayoga, 2. Selain itu komik juga dapat menampilkan karater visual yang kreatif dalam memberikan edukasi terkait dengan nilai toleransi dalam menghargai perbedaan nilai-nilai budaya dari berbagai daerah sehingga dapat mengurangi rasisme bagi pembacanya (Negoro, 2. Pada kuesioner yang diberikan, responden menyebutkan pula secara khusus komik web rancangan komikus asal Korea Selatan yang telah terbit sebelumnya sebagai referensi kampanye anti penolakan baik berupa perundungan atau rasisme bagi remaja di sekolah seperti webtoon berjudul AuLookismAy. AuThe Real LessonAy, dan AuStudy GroupAy. Maka dari itu, berdasar contoh-contoh komik web yang telah diterbitkan sebelumnya, responden juga merasa akan sangat efektif apabila tingkat waktu yang dihabiskan remaja di media sosial mampu diarahkan ke ranah yang lebih positif seperti membaca komik web yang mengusung tema anti perundungan dan tindakan rasial di platform-platform membaca komik secara daring seperti LINE Webtoon (Naver Webtoo. (Desig. Desain Konsep Isi . Imajinasi Kreatif Andri Wicaksono . 4: . dalam bukunya Menulis Kreatif Sastra: dan Beberapa Model Pembelajarannya menuliskan bahwa karya sastra lahir dari imajinasi pengarang dari realitas yang ada dan berkembang di masyarakat. Sama seperti komik yang dirancang ini yang melibatkan karya tulis dengan cerita yang diimajinasikan dari cerita aslinya. Dalam kata lain cerita asli akan dikembangkan menjadi cerita yang baru dan berbeda namun masih akan menampilkan beberapa unsur utama cerita referensinya. Pada kasus ini cerita yang dikembangkan dan diimajinasikan ialah cerita rakyat asal-usul Kota Surabaya di mana terdapat pertempuran sengit antara ikan hiu Sura dan buaya Baya. Alur Cerita Alur cerita merupakan kumpulan tahapan-tahapan peristiwa sehingga menimbulkan suatu kisah yang dihadirkan oleh tokoh-tokoh atau pelaku-pelaku yang ada dalam cerita (Suryadi & Nuryatin, 2. Dalam komik yang mengangkat kisah Sura dan Baya ini akan digunakan alur maju di mana peristiwa yang hadir dilakukan atau dialami oleh tokoh utama dan yang lainnya secara berurutan. Oleh karena itu komik ini akan dirancang memiliki sejumlah tujuh episode atau chapter total. Tokoh dan Penokohan Karakter merupakan pelaku dalam karya sastra, sedangkan penokohan merupakan cara penulis atau dalam hal ini komikus dalam menggambarkan atau mengembangkan karakter sebuah cerita (Suryadi & Nuryatin, 2. Dalam komik ini tokoh yang diangkat akan sepenuhnya memiliki ciri-ciri dan digambarkan berasal dari Indonesia. Oleh 60 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X karenanya akan pula divisualisasikan tokoh-tokoh multiras mulai dari ras Asia Tenggara yakni penduduk Indonesia bagian barat dan sebagian bagian tengah, hingga ras melanesia yakni penduduk Indonesia bagian tengah dan timur. Latar atau Setting Latar atau Setting biasanya digambarkan secara fisik yakni unsur tempat dan ruang dalam sebuah cerita (Suryadi & Nuryatin, 2. Latar menjadi sangat penting karena mampu menggambarkan suasana secara keseluruhan. Atmosfer yang ditawarkan juga akan didapat melalui pemandangan latar yang divisualisasikan. Dalam komik ini latar tempat yang dipilih ialah Kota Surabaya itu sendiri. Hal ini dikarenakan topik yang diangkat menceritakan kisah asal-usul kota pahlawan satu ini, oleh karenanya penggunaan Kota Surabaya dirasa tepat untuk menggambarkan suasana cerita imajinatif Sura dan Baya yang telah dikembangkan kali ini. Konflik Cerita S Gumelar dalam Comic Making menyatakan bahwa cerita memiliki dinamika di mana melibatkan banyak konflik supaya pembaca merasa tertarik dan akan hanyut di dalam Dalam komik yang dirancang akan menggunakan pola akhiran bahagia atau Happy Ending Story End yang mana dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut. Gambar 2. Pola Cerita Berakhiran Bahagia (Sumber :(Gumelar, 2. ) . Sinopsis Cerita dimulai ketika Kweira Watuluhu sang tokoh utama dalam visualisasi remaja perempuan pendatang berkulit gelap yang berkekuatan sihir menerima perilaku bullying di SMA (Sekolah Menengah Ata. atas dasar rasisme dari beberapa oknum dalam kelompok Baya yang ada di sekolah. Hingga konflik muncul berupa pelaku bullying . ebagian besar merupakan kelompok Baya yang ada di sekola. yang diterima dalam proses pendaftaran OSIS sedangkan kelompok korban bullying malah tidak diterima. Hal ini membuat kekuatan sihir Kweira kemudian dimanfaatkan untuk menguak asal usul ketegangan antara kelompok Sura dan Baya yang terjadi, hingga akhirnya mampu menumbangkan oknum-oknum yang curang di sekolah . alam hal ini pelaku bullying dan kepala sekolah yang melakukan transaksi suap menyuap atas dasar pemikiran rasia. Pada akhirnya cerita akan ditutup dengan pesan yang disampaikan oleh tokoh utama Kweira yang berbunyi AuBaik kita Sura atau kita Baya, jika hidup dan tinggal di satu wilayah yang sama, maka kita semua adalah Surabaya. Ay Konsep Visual . Gaya Komik Pada tahap eksekusinya, gaya yang akan diusung ialah semi cartoon style di mana merupakan gaya gambar gabungan realis dan cartoon. Dalam buku berjudul Comic Making dijelaskan bahwa gaya semi cartoon style ini bergantung pada skill atau kemampuan dari komikus, ini juga lah yang akan menunjukkan level atau tingkatan komikus dalam berkarya komik (Gumelar, 2. Dalam komik Eropa dan Amerika, gaya 61 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X ini ada pada komik Teen Titans dan Batman, sedangkan dalam komik jepang ada Sailor Moon dan Naruto sebagai pengusung gaya ini dalam komiknya. Gaya Tulisan Tipografi dalam komik mempunyai peran penting yakni menyampaikan pesan melalui visualitasnya (Armisha & Abidin, 2. Pada kasus ini tulisan atau tipografi akan diletakkan pada balon teks atau berdiri sendiri sebagai representasi dari suara. Tulisan memiliki berbagai perbedaan sesuai fungsinya, baik dari segi visualitas, atau secara Sesuai dengan target yakni remaja, maka dirumuskan gaya tulisan yang dinamis namun tetap readable . udah dibac. Dalam hal ini digunakan font yang juga biasa ditemukan dalam komik-komik web lain seperti komik berjudul WEE!!! karya Amoeba UwU yaitu font bertajuk Anime Ace Regular yang tampilannya sebagai berikut: AbcdefghIjklmnopqrstuvwxyz . Layout Layout dalam artiannya yakni tata letak, seperti tata letak teks, gambar, dan lainnya yang ada pada sebuah halaman (Armisha & Abidin, 2. Layout sendiri berperan penting dalam menampilkan halaman yang menarik. Meski memang memiliki beberapa perbedaan dalam tampilannya, komik yang dicetak dalam buku dengan komik web sangat berbeda pada pengaturan layout-nya (Dal Yong Jin, 2. Pada komik yang dicetak dalam buku layout digambarkan dalam panel yang beragam dalam satu halaman dan dengan jumlah yang tidak menentu, sedangkan dalam komik web layout menjadi lebih mudah dengan penerapan vertical layout di mana pembaca hanya perlu melakukan scrolling ketika membaca. Oleh sebabnya dalam komik ini akan diterapkan vertical layout dengan panel yang beruntutan ke bawah sehingga pembaca dapat membaca lebih . Warna Selain gaya, tulisan, dan layout unsur lain yang paling penting dalam komik adalah Warna sendiri pada dasarnya merupakan spektrum tertentu yang ada pada suatu cahaya sempurna (Langga, et al. , 2. Beberapa warna ialah warna cerah yang lebih variatif mampu menampilkan kesan AuplayfulAy khas remaja (Jordan & Handayani, 2. Dalam pengembangan webcomic ini sesuai dengan warna-warna yang digemari remaja, maka akan ditampilkan dalam warna-warna yang cerah namun tetap menimbulkan kesan AufantasiAy sesuai dengan genre yang diterapkan. Dalam komik ini, juga akan digunakan warna yang bervariasi sehingga tiap-tiap warna mampu mewakili tiap-tiap karakter. Hal ini dilakukan selain untuk membedakan karakter satu dan yang lainnya juga sebagai bentuk penggambaran emosi dan pengembangan karakter yang ada. Visualisasinya dapat dilihat dalam bentuk latar belakang atau unsurunsur lain yang ada pada komik. Desain Judul Visualisasi judul digambarkan dengan warna violet atau ungu yang memberi kesan magis dan mistis. Hal ini disesuaikan dengan kekuatan tokoh utama Kweira Watuluhu yang mampu mengendalikan partikel sihir. Berikut merupakan desain judul yang berhasil 62 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 3. Desain Judul AuKweira dan Cerita Legenda Sura dan BayaAy (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Desain Karakter Karakter dalam komik web ini dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok Sura dan kelompok Baya, di mana merupakan referensi langsung dari kisah asli asal usul kota Surabaya. Kelompok Sura sendiri digambarkan sebagai kelompok pendatang yang kini tinggal dan menetap di Kota Surabaya, sedangkan kelompok Baya merupakan kelompok penduduk asli Kota Surabaya. Untuk menggambarkan bentuk fisik remaja, dilakukan identifikasi berdasar sebagaimana nyatanya di kehidupan. Khususnya di usia sekolah SMA, remaja secara fisik memiliki postur tubuh yang proposional, ideal dan menarik dengan cara melakukan diet, rutin berolahraga, perawatan diri, dan mengkonsumsi obat tertentu (Saepudin et al. , 2. Selain itu tampilan fisik karakter webcomic ini juga disesuaikan dengan kebiasaan berpenampilan pelajar sekolah menengah Kota Surabaya, maka desain seragam yang dikenakan oleh karakter akan dikembangkan langsung dari desain seragam beberapa sekolah menengah di Kota Surabaya. Kelompok Sura Gambar 4. Desain Karakter Kweira Watuluhu (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Gambar 5. Desain Karakter Ramon. Victor, dan Julian (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Kelompok Baya 63 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 6. Desain Karakter Belinda Lavenia (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Gambar 7. Desain Karakter Rachel dan Kadita (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Desain Sampul Terdapat dua jenis dan ukuran sampul komik digital yang sesuai dengan petunjuk komunitas laman LINE Webtoon (Naver Webtoo. , yakni sampul 1:1 . dan sampul 9:16 . ersegi panjan. Sampul sendirinya diibaratkan sebagai pakaian dan aksesoris yang dikenakan oleh manusia (Prasetyo et al. , 2. Karena itu, pada sampul media komik yang dikembangkan dimuat visualisasi karakter utama AuKweiraAy dengan kekuatan magisnya. Berikut merupakan tampilan sampul yang sudah direalisasikan. Gambar 8. Desain Sampul 1:1 dan 9:16 (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Tampilan Komik Panel komik yang diterapkan disesuaikan dengan komik web pada umumnya yang mana mengharuskan pembaca melakukan gulir bawah . untuk membacanya. Pada Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya digunakan ukuran 800px untuk lebar dan 3840px untuk panjang. Hal ini dikarenakan ukuran tersebut, khususnya 800px untuk lebar merupakan ukuran yang pas untuk lebar layar smartphone pada umumnya (Putra & Kristiana, 2. Berikut merupakan cuplikan tampilan komik web yang telah diwujudkan secara nyata. 64 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 9. Tampilan Komik di Aplikasi Webtoon (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Komik yang memuat cerita asal usul Kota Surabaya ini dibuat dengan satu episode awal mula dan enam episode isi cerita. Khususnya pada bagian isi terdiri dari bagian perkenalan, bagian konflik, dan bagian penyelesaian. Selain itu juga dalam akhir bagian penyelesaian terdapat satu pesan singkat yang memuat amanat untuk diresapi bagi para Gambar 10. Tampilan Komik di Aplikasi Webtoon (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. (Develo. Pengembangan Untuk memastikan penanaman nilai-nilai kehidupan dan seberapa menarik tampilan visual dari sebuah media berwujud webcomic yang dikembangkan maka harus dilakukan validasi oleh ahli media dan ahli materi. Hal ini disebabkan komik yang pada dasarnya selain menampilkan gambar-gambar yang mengilustrasikan sebuah situasi juga sekaligus menyampaikan pesan-pesan secara verbal. Melalui kisi-kisi yang telah dirancang validator yang merupakan ahli di masingmasing bidang berhak memberi nilai dari skala 1 hingga 4. Dengan instrumen yang memuat dua aspek dan satu aspek lainnya dan dalam 10 pernyataan bagi masing-masing ahli penilaian ditampilkan dalam bentuk presentase. Rincian pengertian skala yang dimaksud adalah seperti yang ditampilkan pada tabel skala likert. Hasil Validasi Ahli Media Untuk memvalidasi media, pada penelitian pengembangan ini dilakukan oleh seorang yang kompeten dalam bidang seni, bersamaan dengan desain, ilustrasi, dan kemampuan berkomunikasi dengan remaja. Hasil yang diperoleh dari kisi-kisi penilaian yang telah diterima kembali adalah: 65 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Media (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Aspek Aspek Visual Aspek Teknis Aspek Lainnya Oc Jumlah Butir Pernyataan P (%) Simpulan 93,75 81,25 Berdasarkan tabel hasil validasi oleh ahli media di atas, diketahui bahwa persentase keseluruhan yang mewakili tampilan visual media dalam komik web ini ialah 90%. Di mana jika ditarik kesimpulan maka termasuk dalam kategori sangat baik yang artinya produk dinilai sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa perbaikan. Sedangkan untuk perincian dari masing-masing aspek ialah 93,75% untuk aspek visual, 81,25% untuk aspek teknis, dan 100% untuk aspek lainnya meliputi kesesuaian tampilan sampul dan thumbnail. Di sisi lain, validator pada lembar kisi-kisi juga mencantumkan beberapa poin sebagai komentar, yaitu . topik telah diilustrasikan secara menarik. topik memberikan sisi edukatif bagi pembaca. visualisasi memiliki gaya khas anak muda yang dirasa sesuai dengan target audiens webcomic yang diusung. Hasil Validasi Ahli Materi Selain ahli media, pada penelitian pengembangan ini konten materi yang dimuat akan divalidasi oleh seorang yang kompeten dalam bidang seni terkhusus di Kota Surabaya, dan memahami cerita rakyat asli Kota Surabaya. Hasil yang diperoleh dari kisi-kisi penilaian ahli materi yang telah diterima kembali adalah: Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Materi (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Aspek Aspek Isi Aspek Bahasa Aspek Lainnya Oc Jumlah Butir Pernyataan P (%) Simpulan 81,25 66,67 Tidak semata-mata sama dengan hasil validasi oleh ahli media, pada bagian materi, ahli materi merasa perlu dilakukan satu perbaikan yang signifikan. Persentase akhir yang diperoleh setelah diterapkan rumus perhitungan data sendiri ialah 77,5% yang termasuk dalam kategori Baik di mana artinya adalah produk dinilai valid sehingga dapat digunakan dengan perbaikan skala kecil. Meski demikian, sebetulnya revisi yang dilakukan tergolong skala besar, hal ini dikarenakan penilaian pada masing-masing aspek yang salah satunya terhitung kurang baik dengan rincian 81,25% pada aspek isi, 66,67% pada aspek bahasa, dan 83,33% dalam aspek lainnya meliputi kesesuaian judul dan sub judul, kesesuaian sinopsis, dan kesesuaian interaksi dengan pembaca. Kurangnya nilai pada aspek bahasa membuat produk harus diperbaiki. Perbaikan yang dimaksud yakni pengubahan gaya bahasa yang sebelumnya terbaca seperti gaya bahasa Suroboyoan kasar menjadi Suroboyoan alus di mana, beberapa kata-kata gaul khas arek-arek Suroboyo yang kasar seperti kata jancok, cok, dan asu diarahkan untuk diubah ke bahasa gaul yang lebih sopan. Berikut merupakan rincian revisi pada produk ketika 66 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Tabel 5. Hasil Revisi Produk (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Komentar Ahli Produk Sebelum Revisi Produk Setelah Revisi Penggunaan bahasa gaulnya perlu diubah ke istilah-istilah yang lebih baik atau sopan. Misal: cok menjadi astaghfirullah atau bahasa lain yang lebih baik atau sopan Penggunaan kata cok di Chapter 01 diubah menjadi kata Woy dalam konteks sapaan. Keterangan Penggunaan bahasa gaulnya perlu diubah ke istilah-istilah yang lebih baik atau sopan. Misal: cok menjadi astaghfirullah atau bahasa lain yang lebih baik atau sopan Penggunaan kata jancok di akhir chapter 01 diubah menjadi kata gaul yang lebih halus yaitu Jambu dalam konteks Keterangan Penggunaan bahasa gaulnya perlu diubah ke istilah-istilah yang lebih baik atau sopan. Misal: cok menjadi astaghfirullah atau bahasa lain yang lebih baik atau sopan Keterangan Pengunaan kata asu yang berarti anjing di pertengahan chapter 02 diubah menjadi kata gaul yang lebih dianggap sopan yakni bjirr . lesetan dari kata anji. 67 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Penggunaan bahasa gaulnya perlu diubah ke istilah-istilah yang lebih baik atau sopan. Misal: cok menjadi astaghfirullah atau bahasa lain yang lebih baik atau sopan Penggunaan kata umpatan jancok di pertengahan chapter 02 diubah menjadi kata umpatan yang lebih halus yakni kata jambu Keterangan Penggunaan bahasa gaulnya perlu diubah ke istilah-istilah yang lebih baik atau sopan. Misal: cok menjadi astaghfirullah atau bahasa lain yang lebih baik atau sopan Keterangan Penggunaan kata penyesalan cok di akhir chapter 05 diubah menjadi kata yang bermakna sama namun lebih dianggap candaan yaitu kata bjirr (Implimen. Implementasi Hasil uji coba produk pada 10 remaja Kota Surabaya dilakukan sebagai tahap akhir pengembangan di mana produk dinikmati secara langsung oleh target uji. Di sisi lain, penilaian oleh 10 remaja tersebut harus dijumlah untuk menemukan hasil akhirnya sesuai dengan rumus presentase yang disinggung sebelumnya. Berikut data hasil uji coba dengan presentase akhir. Tabel 6. Hasil Uji Coba Produk (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Aspek Aspek Materi Aspek Media Oc Jumlah Butir Pernyataan P (%) Simpulan 88,33 Berdasar data dari hasil uji coba produk, diperoleh hasil yang lebih baik setelah dilakukan revisi produk di beberapa bagian yang dinyatakan harus direvisi oleh ahli media dan ahli materi. Tercatat 88,33% rata-rata penilaian pada aspek materi oleh 10 responden atau target uji dan 91% rata-rata untuk aspek media. Sedangkan secara keseluruhan, diperoleh 90% rata-rata yang artinya produk dinilai sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa perbaikan. Sehingga pada akhirnya produk bisa dinyatakan layak untuk ditayangkan 68 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X kepada masyarakat secara umum untuk media penyuluhan anti rasisme pada remaja terkhusus remaja usia SMP dan SMA di Kota Surabaya. Melalui kolom komentar terbuka yang dilakukan bersamaan dengan uji coba produk terhadap 10 target uji, diperoleh komentar yang sebagian besar baik. Berikut merupakan komentar yang dimaksud. Tabel 7. Komentar Kelompok Kecil (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. Subjek Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Komentar Dengan cara spt ini menurut saya bisa menginspirasi para remaja dan bisa jdi dampak baik untuk mengurangi kenakalan remaja Sangat cukup baik Karena saya sendiri bukan peminat Komik yang benar benar berminat, bagi saya untuk gambar dan penceritaan sudah sangat bagus dan layak untuk masyarakat menikmati dan membacanya. Untuk saran, lebih diperbanyak episodenya. Penggambaran karakternya unik dan alur ceritanya juga bagus, mudah di pahami oleh pembaca. BAgus bwangetetet Tidak ada Pewarnaan background terlalu mencolok. Selain itu secara keseluruhan sudah ok Bagus karena bangga dengan karya anak bangsa,dan mengajarkan sesuatu. Desain webtoon nya udah keren bangett, terus topik menarik karena yang dipilih memang sering terjadi di Indonesia tapi biasanya guru guru gak terlalu peduli trus keren aja bisa ada kekuatan ajaib gitu mungkin kalo ada di dunia nyata, pembully bakalan kapok deh Menurutku udah bagus, mulai dari ilustrasi, tatanan cerita, dan lainnya udah bagus (Evaluatio. Evaluasi Berdasar tahap pengembangan ADDIE, proses terakhir dalam runtutan yang ada adalah proses evaluasi. Pertama-tama evaluasi formatif merupakan evaluasi yang ditujukan untuk menemukan kekurangan pada setiap tahap sebagai umpan balik (Cahyadi, 2. Pada tahap analisis sebagai tahapan pertama dalam model pengembangan ADDIE ditemukan bahwa remaja yang menjadi responden sering menemui kasus perundungan dilingkungan pertemanan mereka. Saat ini kasus perundungan semakin sering ditemukan dikalangan remaja khususnya di lingkungan sekolah (Rudy & Ginting, 2. Selain itu ditemukan juga bahwa tindakan rasisme juga bisa jadi meliputi perilaku bullying yang terjadi dalam pertemanan di masa remaja. Sebagai contoh, seorang siswa yang memiliki kulit hitam bisa menerima penolakan berupa perundungan dari teman-temannya yang memiliki kulit putih, atau dalam kasus lain seorang siswa berkebutuhan khusus yang berbeda dari mayoritas siswa lainnya (Arifuddin et al. , 2. Setelah ditemukan permasalahan, maka dicari titik temu untuk merumuskan jawaban. Oleh karena itu ditemukan bahwa penerapan dalam wujud nyata pengembangan ini menggunakan komik bergenre fantasi yang dipublikasikan melalui laman membaca komik secara online pada aplikasi seluler bernama LINE Webtoon (Naver Webtoo. Dilakukannya publikasi pada dasarnya demi mencapai tujuan utama dari pengembangan webcomic ini yakni mencegah terjadinya tindakan rasisme bagi remaja Kota Surabaya. 69 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Penggunaan media komik dipilih sebagai suatu alternatif yang dapat dijadikan sebagai wadah edukasi anti rasisme di kalangan remaja karena menampilkan visual yang menarik sehingga penggunaan media sosial dapat dialihkan ke hal-hal yang lebih berguna. Hal ini disebabkan komik sebagai sebuah media edukasi dapat digunakan khususnya bagi remaja karena saat ini para remaja sangat menggemari komik (Hanafiah et al. , 2. Selanjutnya sekaligus merujuk pada tahap kedua pengembangan ADDIE, desain yang digunakan pada komik ini sudah disesuaikan dengan tampilan karater dan fisik remaja di era sekarang dengan alur cerita yang jauh lebih modern. Sementara itu pada tahap pengembangan, ditemukan beberapa keunggulan dan kelemahan dari produk. Hal ini sesuai dengan hasil validasi ahli media dan materi. Ahli Media sebagai seseorang yang kompeten dalam bidang ilustrasi digital sendiri memberi reaksi positif terhadap tampilan, gaya, pemilihan warna, penerapan unsur dan prinsip desain yang ada. Di sisi lain komentar ahli materi meliputi kekurangan yang ada pada aspek bahasa-terkhusus bahasa kasar keseharian arek-arek Suroboyo-sehingga dalam tahap ini perlu dilakukan revisi pada balon teks yang memuat kata-kata kasar. Selanjutnya untuk pengimplementasian komik ini ditujukan kepada remaja pada khususnya dan masyarakat umum pada umumnya yang bertujuan untuk mencegah bahkan mengurangi tindakan rasisme dikalangan remaja. Setelah dilakukan revisi atas komentar yang disampaikan oleh para ahli, produk kemudian diujicobakan kepada 10 responden yang termasuk dalam kategori . Berdomisili di Kota Surabaya dan sekitarnya. Berusia dalam rentang 12-21 tahun atau termasuk dalam golongan remaja SMP dan SMA. Bersekolah di Kota Surabaya dan sekitarnya. Pernah hingga berminat membaca webcomic. Melalui pelaksanaannya yang dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berupa angket dengan penilaian skala likert, diperoleh respon positif dari kesepuluh responden yang diuji. Sebagai langkah lebih lanjut, produk berupa Webtoon dengan tajuk Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya ini dapat dikembangkan lagi ke cerita-cerita selanjutnya meski dengan plot yang berbeda. Banyak peluang seperti penggunaan latar belakang cerita rakyat yang berbeda hingga pergantian tokoh-tokoh antagonis yang ada. Dengan demikian, pengembangan yang dilakukan ini dapat menarik lebih banyak pembaca dan bukan hanya dari kalangan remaja. Sesuai dengan publikasi produk yang dilakukan pada laman LINE Webtoon dan sesuai dengan fitur-fitur yang tersedia di dalamnya, komik web yang dikembangkan ini juga berhasil menerima respon positif terkait dengan gaya ilustrasi dan alur oleh pembaca secara umum yang datang mengunjungi. Selain itu, beberapa kali juga Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya berhasil meraih peringkat Top 5 pada kategori komik fantasi di seksi komik kanvas . omik indi. Berikut merupakan tampilan komik web Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya setelah dipublikasi pada platform LINE Webtoon (Naver Webtoo. Gambar 10. Tampilan Komik di Aplikasi Webtoon (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. 70 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Yusuf Nasrullah. Sumarwahyudi. Abdul Rahman Prasetyo Pengembangan Web Comic Fantasi Cerita Sura dan Baya untuk Mengurangi Tindakan Rasisme Remaja Kota Surabaya ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 11. Tampilan Komik di Aplikasi Webtoon (Sumber: Dokumentasi dan Analisis Perancan. KESIMPULAN Di era digital seperti saat ini, proses bertukar informasi mulai menjadi sangat mudah. Tidak terkecuali komik web yang juga menjadi alternatif yang digemari banyak kalangan terutama untuk mengisi waktu luang. Sebagai contoh hadirnya komik web dengan tajuk Lookism. The Real Lesson, dan Study Group yang membawa konteks kampanye anti perundungan atau bullying ke dalam sesuatu yang lebih menyenangkan untuk diikuti. Oleh karena itu, pengembangan komik web berjudul Kweira dan Cerita Legenda Sura dan Baya juga akan menciptakan dampak yang sama ketika diintensikan untuk menambah wawasan multikulturalisme remaja Kota Surabaya dalam tujuan mencegah bahkan mengurangi kuantitas tindakan perundungan atas dasar isu rasial yang terjadi di sekitarnya. Dengan hasil pengumpulan data melalui uji validitas oleh ahli media, ahli materi, dan uji coba produk yakni produk dapat dinyatakan berhasil. Rata-rata penilaian yang didapat dari validator ahli media sendiri ialah 90% di mana jika ditarik kesimpulan maka termasuk dalam kategori sangat baik yang artinya produk dinilai sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa perbaikan. Di sisi lain rata-rata penilaian oleh validator ahli media ialah 77,5% yang termasuk dalam kategori Baik di mana artinya adalah produk dinilai valid sehingga dapat digunakan dengan perbaikan skala kecil. Sementara itu, setelah produk direvisi maka produk akan diuji coba pada beberapa target uji yakni 10 responden remaja asal Kota Surabaya yang menghasilkan nilai rata-rata 90% yang mana sama seperti hasil dari ahli media sehingga jika ditarik kesimpulan maka termasuk dalam kategori sangat baik yang artinya produk dinilai sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa perbaikan. Dalam proses perwujudannya, produk yang dimaksud sendiri meliputi analisis berupa survey terhadap 20 target pasar yang tersebar di Kota Surabaya untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Selanjutnya produk dikembangkan dari cerita rakyat asal usul Kota Surabaya yang diimajinasikan ulang sehingga tampak lebih variatif. Proses dilakukan hingga pada akhirnya dipublikasikan pada platform LINE Webtoon/Naver Webtoon. Penelitian yang dikemas dalam pengembangan produk bersifat publik ini sendiri dirasa perlu dilakukan lebih sering. Banyak sekali isu-isu sosial baik dalam lingkup yang kecil hingga lingkup yang besar sekalipun hadir di tengah masyarakat namun belum ditemukan secara utuh solusi yang efektif untuk hal-hal tersebut. Padahal banyak sekali bakat-bakat terpendam yang sebetulnya mampu memberi sedikit dampak positif untuk mengubah sesuatu yang tengah menjadi polemik di dalam kehidupan. Sayangnya, tidak semua bakat tersebut lari ke ranah yang lebih mampu mendapatkan perhatian lebih. DAFTAR PUSTAKA