Jurnal STEI Ekonomi Journal homepage: https://journal. org/index. php/jemi p-ISSN: 0854-0. e-ISSN: 2527-4783 Vol 34. No. 2, 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Research article Pengaruh perceived sustainability terhadap destination trust dan word of mouth intention pada wisatawan Pantai Lon Malang Nurisa* & Deykha Aguilika Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Indonesia ABSTRACT This study aims to determine the effect of perceived sustainability on destination trust and word of mouth intention among tourists at Lon Beach. Malang. Sampang Regency. The research method used is a quantitative approach. The data used are primary and secondary data. The sample in this study amounted to 130 respondents with a non-probability sampling technique using a purposive sampling The characteristics of the respondents used are tourists who have visited Lon Beach. Malang in the past year and are at least 17 years old. Data collection was carried out through questionnaires and processed using the SmartPLS version 4 application. The results of the study indicate that perceived sustainability has a significant effect on destination trust and word of mouth intention. In addition, the results of the path coefficient analysis indicate that destination trust plays a significant mediating variable in the relationship between perceived sustainability and word of mouth intention. Keywords: Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Article Information: Received 11/17/2025 / Revised 12/4/2025 / Accepted 12/24/2025 / Online First 12/30/2025 Corresponding author: Nurisa. Email: icanurisa33@gmail. A The Author. Published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jakarta. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/ licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. The terms on which this article has been published allow the posting of the Accepted Manuscript in a repository by the author. or with their consent. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived sustainability terhadap destination trust dan word of mouth intention pada wisatawan Pantai Lon Malang. Kabupaten Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Karakteristik responden yang digunakan adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke Pantai Lon Malang dalam satu tahun terakhir dan berusia minimal 17 Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan diolah menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap destination trust dan word of mouth intention. Selain itu, hasil analisis path coefficient menunjukkan bahwa destination trust berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth Kata Kunci: Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Pendahuluan Pariwisata memiliki peran penting dalam sektor perekonomian nasional karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat citra daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata mencakup berbagai kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas dan layanan dari masyarakat, pengusaha, serta pemerintah (Anandhyta & Kinseng, 2. Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan menjadi sorotan utama di berbagai sektor termasuk pariwisata, seiring meningkatnya kesadaran global terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas wisata. Konsumen modern semakin peduli terhadap praktik-praktik berkelanjutan yang diterapkan oleh destinasi wisata dan penyedia jasa. Hal ini mendorong pengelola wisata untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan tidak hanya sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai strategi kompetitif (Dao et al. , 2. Potensi pariwisata berkelanjutan di Indonesia sangat besar mengingat kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda mencapai 24. 800 kunjungan pada April 2025 (Dinas Komunikasi dan Informatika, 2. Salah satu destinasi dengan potensi besar di wilayah tersebut adalah Pantai Lon Malang di Kabupaten Sampang. Madura. Pantai Lon Malang merupakan destinasi wisata alam yang sedang dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Keindahan alam yang dimiliki menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, namun pertumbuhan wisata yang pesat tanpa pengelolaan berkelanjutan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial masyarakat (Rahayuningsih & Wibowo, 2. Kurangnya transparansi atau sumber informasi yang kredibel dapat mengurangi kepercayaan wisatawan terhadap inisiatif keberlanjutan destinasi (Suhud et al. , 2. Oleh karena itu, penting bagi pengelola untuk memahami persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan . erceived Sustainabilit. dan bagaimana persepsi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan terhadap destinasi . estination trus. serta niat untuk merekomendasikan destinasi kepada orang lain . ord of mouth intentio. Kepercayaan . merupakan dasar penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara wisatawan dan destinasi. Dalam konteks pariwisata, destination trust diartikan Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention sebagai keyakinan wisatawan terhadap kemampuan, integritas, dan keandalan suatu destinasi dalam memberikan layanan sesuai janji (Han et al. , 2. Kepercayaan yang tinggi terhadap destinasi akan meningkatkan kepuasan dan mendorong wisatawan untuk menyebarkan informasi positif kepada orang lain. Sebaliknya, jika kepercayaan tidak terbentuk, wisatawan cenderung enggan merekomendasikan atau bahkan menyebarkan informasi negatif (Lai et al. Banyak penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa keberlanjutan berpengaruh terhadap perilaku wisatawan. Kusumawati et al. menemukan bahwa perceived sustainability berpengaruh positif dan signifikan terhadap destination trust dan word of mouth Namun, hasil berbeda ditemukan oleh Conti et al. yang menyatakan bahwa perceived sustainability tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention. Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya celah penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya dalam konteks destinasi pantai di Indonesia yang masih jarang diteliti. Melalui penelitian ini, penulis berupaya menganalisis secara empiris pengaruh perceived sustainability terhadap destination trust dan word of mouth intention pada wisatawan Pantai Lon Malang, serta menguji peran mediasi destination trust dalam hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pariwisata berkelanjutan dan menjadi dasar bagi pengelola destinasi dalam merancang strategi pemasaran yang efektif dan bertanggung jawab. Tinjauan Pustaka Perilaku konsumen merupakan kajian yang menelaah proses individu dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka (Irwansyah et al. , 2. Dalam konteks pariwisata, perilaku wisatawan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti motivasi, sikap, pengalaman, dan kondisi sosial. Model perilaku yang banyak digunakan untuk menjelaskan tindakan wisatawan adalah Theory of Reasoned Action (TRA) oleh Fishbein dan Ajzen . , yang menjelaskan bahwa niat berperilaku terbentuk dari dua faktor utama yaitu sikap terhadap perilaku dan norma subjektif (Kusumawati et al. , 2. Konsep keberlanjutan atau sustainability menjadi landasan utama dalam pengembangan destinasi wisata modern. Menurut Brundtland . dalam (Utomo et al. mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai upaya memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Dalam konteks pariwisata. Perceived sustainability merujuk pada persepsi wisatawan terhadap sejauh mana suatu destinasi menerapkan praktik berkelanjutan dalam aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi (Kim et al. , 2017. Dao et al. , 2. Indikator perceived sustainability mencakup tiga dimensi utama (Dao et al. , 2. yiatu Ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan. Destination trust diartikan sebagai keyakinan wisatawan terhadap kemampuan dan integritas destinasi dalam memberikan pengalaman yang dijanjikan (Su et al. , 2. Menurut Han et al. , kepercayaan destinasi mencerminkan persepsi wisatawan terhadap kompetensi, kejujuran, dan reliabilitas pengelola destinasi. Kepercayaan yang terbentuk mendorong perilaku positif, termasuk niat untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan destinasi kepada orang lain. Indikator destination trust mencakup keandalan destinasi, integritas pengelola, kemampuan memenuhi kebutuhan wisatawan, kualitas layanan, serta rasa aman yang dirasakan pengunjung (Han et al. , 2. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Word of mouth (WOM) merupakan bentuk komunikasi informal antar konsumen mengenai pengalaman mereka terhadap produk atau jasa (Dat & Nguyen, 2. Dalam konteks pariwisata. WOM intention mengacu pada niat wisatawan untuk menceritakan dan merekomendasikan pengalaman positif kepada orang lain (Lee & Oh, 2. Indikator word of mouth intention merujuk dari (Kusumawati et al. , 2. Perceived sustainability memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan wisatawan terhadap suatu destinasi. Berdasarkan Theory of Reasoned Action yang dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen pada tahun 1975 (Kusumawati et al. , 2. persepsi wisatawan terhadap praktik keberlanjutan yang dilakukan destinasi baik dalam aspek lingkungan, sosial-budaya, maupun ekonomi akan memengaruhi sikap dan keyakinan mereka terhadap destinasi tersebut. Destinasi yang menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dinilai mampu menjaga kualitas lingkungan, melestarikan budaya lokal, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga menumbuhkan rasa percaya wisatawan bahwa destinasi tersebut akan tetap terjaga dan layak dikunjungi di masa mendatang (Utomo et al. , 2. Selain itu. Iniesta-Bonillo et al. menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata berkelanjutan tidak hanya berfokus pada kepuasan wisatawan saat ini, tetapi juga menjamin kelestarian sumber daya untuk jangka panjang, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi. Kepercayaan ini tumbuh ketika wisatawan merasa bahwa destinasi dapat diandalkan dan memberikan pengalaman positif yang konsisten (Marinao Artigas et al. , 2. Menurut Han & Hyun . , kepercayaan menjadi faktor kunci dalam menjaga hubungan antara wisatawan dan penyedia layanan, karena wisatawan yakin mereka tidak akan mengalami kerugian serta akan memperoleh perlakuan yang sama di masa depan. Hal ini sejalan dengan temuan Su et al. yang menunjukkan bahwa persepsi positif wisatawan terhadap praktik keberlanjutan dan layanan destinasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan destination trust. H1: Perceived Sustainability berpengaruh terhadap Destination Trust. Perceived sustainability memiliki pengaruh penting dalam membentuk niat wisatawan untuk merekomendasikan suatu destinasi melalui komunikasi dari mulut ke mulut . ord of Berdasarkan Theory of Reasoned Action (TRA) dalam penelitian Kusumawati et al. , persepsi positif terhadap keberlanjutan suatu destinasi Ai meliputi aspek lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi Ai akan mendorong terbentuknya sikap positif yang kemudian memengaruhi niat perilaku wisatawan, termasuk dalam hal memberikan rekomendasi kepada orang lain. Dengan kata lain, semakin tinggi persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan destinasi, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan WOM positif (Kusumawati et al. , 2. Utomo et al. menjelaskan bahwa wisatawan yang menilai destinasi sebagai ramah lingkungan, menjaga keaslian budaya, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, cenderung memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap destinasi tersebut. Kepercayaan ini berperan dalam mendorong wisatawan untuk berbagi pengalaman positif mereka, baik secara langsung kepada keluarga dan teman, maupun melalui media sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Nasution & Primandaru . juga mendukung temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan wisatawan terhadap pengelolaan destinasi Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention berkelanjutan memiliki pengaruh signifikan terhadap niat mereka untuk merekomendasikannya kepada orang lain. Keberlanjutan destinasi tidak hanya meningkatkan kepuasan wisatawan, tetapi juga memperkuat loyalitas dan dorongan untuk menyebarkan informasi positif tentang destinasi (Kusumawati et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan WOM intention. Destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman berkelanjutan akan lebih mudah mendapatkan promosi secara organik melalui rekomendasi wisatawan yang puas. Dengan demikian, hubungan positif antara perceived sustainability dan WOM intention menggambarkan bahwa praktik keberlanjutan yang dirasakan wisatawan merupakan faktor kunci dalam memperkuat promosi destinasi melalui komunikasi dari mulut ke mulut (Kim et al. , 2017. Kusumawati et al. , 2. H2: Perceived Sustainability berpengaruh terhadap Word of Mouth Intention. Kepercayaan terhadap destinasi . estination trus. memiliki peranan penting dalam membentuk niat wisatawan untuk melakukan komunikasi dari mulut ke mulut . ord of mout. Dalam konteks pariwisata, kepercayaan merupakan hasil dari pengalaman positif dan persepsi wisatawan terhadap keandalan, keamanan, serta konsistensi kualitas suatu destinasi (Lee & Oh. Berdasarkan Theory of Reasoned Action yang dalam peneltian Kusumawati et al. kepercayaan yang tumbuh dari sikap positif akan memicu niat perilaku yang positif pula, termasuk dalam hal keinginan untuk merekomendasikan destinasi kepada orang lain. Menurut Dos Santos & Basso . , kepercayaan memainkan peran penting dalam membentuk niat pelanggan untuk melakukan promosi dari mulut ke mulut dan meningkatkan kemungkinan perilaku kunjungan ulang. Wisatawan yang percaya bahwa suatu destinasi dapat diandalkan dan memberikan pengalaman yang memuaskan akan terdorong untuk membagikan pengalaman tersebut secara sukarela, baik secara langsung kepada keluarga dan teman maupun melalui media sosial (Milman et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Jalilvand et al. menunjukkan bahwa perilaku WOM sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi. Wisatawan yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap destinasi lebih cenderung memberikan rekomendasi positif dan mempromosikannya kepada orang lain. Hal ini juga didukung oleh temuan Soliman et al. yang menegaskan bahwa destination trust berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin kuat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menyebarkan informasi dan pengalaman positif, yang pada akhirnya memperkuat citra dan daya tarik destinasi H3: Destination Trust berpengaruh terhadap Word of Mouth Intention. Wisatawan yang memandang destinasi sebagai entitas yang berkelanjutan (Perceived Sustainability yang tingg. cenderung mengembangkan tingkat kepercayaan yang lebih kuat terhadap destinasi tersebut. Kepercayaan ini . estination trus. kemudian menjadi faktor kunci yang memotivasi wisatawan untuk memiliki niat melakukan word of mouth (WOM) Ai yaitu keinginan untuk merekomendasikan destinasi kepada calon wisatawan lainnya. Dengan demikian, perceived sustainability tidak secara langsung memengaruhi WOM intention, melainkan melalui pembentukan destination trust terlebih dahulu. Kepercayaan yang muncul dari praktik keberlanjutan memberikan rasa yakin dan validasi bagi wisatawan bahwa destinasi DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. tersebut layak untuk dipromosikan, sehingga mereka merasa nyaman dan termotivasi untuk berbagi pengalaman positif mereka. Penelitian Han et al. menunjukkan bahwa semakin positif persepsi wisatawan terhadap tanggung jawab dan keberlanjutan suatu destinasi, semakin tinggi tingkat kepercayaan yang dimiliki terhadap destinasi tersebut. Kepercayaan ini selanjutnya mendorong loyalitas serta niat wisatawan untuk menjalin hubungan jangka panjang dan berbagi pengalaman kepada orang Dalam konteks penelitian ini, temuan Han et al. memperkuat peran mediasi destination trust dalam hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth intention. Sejalan dengan konsep destination social responsibility yang digunakan oleh Han et al. perceived sustainability juga merepresentasikan persepsi wisatawan terhadap sejauh mana destinasi mengelola aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Persepsi positif terhadap praktik keberlanjutan tersebut menumbuhkan rasa percaya terhadap destinasi, yang kemudian mendorong wisatawan untuk secara sukarela menyebarkan pengalaman positif mereka melalui rekomendasi langsung maupun media sosial. Oleh karena itu, destinasi yang mampu mengomunikasikan serta menerapkan praktik keberlanjutan dengan baik tidak hanya membangun kepercayaan wisatawan, tetapi juga meningkatkan niat mereka untuk berpartisipasi dalam promosi organik melalui word of mouth. H4: Destination Trust memediasi hubungan antara Perceived Sustainability dan Word of Mouth Intention. Perceived Sustainability Destination Trust WOM Intention Sumber: Kusumawati et al. Gambar 1. Model Penelitian Metode Sampel dan Prosedur Penelitian ini dilakukan di Pantai Lon Malang. Desa Bira Tengah. Kecamatan Sokobanah. Kabupaten Sampang. Jawa Timur 69262. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke Pantai Lon Malang dengan menggunakan skala linkert 1 - 5. Dari total 130 kuesioner yang terkumpul, seluruhnya dinyatakan layak digunakan karena memenuhi kriteria penelitian, yaitu berusia minimal 17 tahun, pernah berkunjung ke Pantai Lon Malang dalam satu tahun terakhir, dan bersedia menjadi responden secara sukarela. Karakteristik responden menunjukkan variasi dalam hal jenis kelamin, usia, domisili, tingkat pendidikan, dan pekerjaan, yang mencerminkan keberagaman latar belakang wisatawan Pantai Lon Malang sehingga hasil penelitian mampu menggambarkan persepsi keberlanjutan dari berbagai kelompok pengunjung. Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Tabel 1. Profil Demografi Responden Kategori Kriteria Jumlah Presentase (%) Laki-laki Perempuan 17 Ae 20 21 Ae 29 30 Ae 39 40 - 49 Ou50 Bangkalan Bojonegoro Jombang Malang Pamekasan Sampang Surabaya Tulungagung Bogor Jakarta Lamongan Mojokerto Probolinggo Sidoarjo Sumenep Tuban SMP SMA DIPLOMA SARJANA PASCASARJANA Pelajar/Mahasiswa PNS Karyawan Swasta Wirausaha Lainnya 1 kali >1 kali Jenis Kelamin Usia Domisili Pendidikan Pekerjaan Intensitas Mengunjungi Sumber: Data diolah Penulis, 2025 DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Berdasarkan hasil dari Tabel 1, diketahui bahwa responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 77 orang . %) dan perempuan sebanyak 55 orang . %), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengunjung Pantai Lon Malang didominasi oleh laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, mayoritas responden berada pada rentang usia 21Ae29 tahun sebanyak 96 orang . %), diikuti oleh usia 30Ae39 tahun sebanyak 20 orang . %), usia 17Ae20 tahun sebanyak 17 orang . %), serta kelompok usia 40Ae49 tahun dan Ou50 tahun 1 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung berasal dari kelompok usia muda yang produktif. Berdasarkan domisili, responden paling banyak berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 63 orang . %), diikuti oleh Sampang 25 orang . %). Surabaya 13 orang . %), serta daerah lain seperti Pamekasan. Malang, dan beberapa wilayah lainnya dengan persentase kecil antara 1Ae 6%, yang mengindikasikan bahwa wisatawan Pantai Lon Malang tidak hanya berasal dari daerah sekitar tetapi juga dari berbagai kabupaten di Jawa Timur. Berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas responden merupakan lulusan SMA sebanyak 83 orang . %), diikuti oleh sarjana 24 orang . %), diploma 11 orang . %). SMP 7 orang . %), dan SD 5 orang . %), yang menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung memiliki pendidikan menengah. Berdasarkan pekerjaan, responden terbanyak adalah pelajar atau mahasiswa sebanyak 72 orang . %), diikuti oleh karyawan swasta 19 orang . %), wirausaha 8 orang . %). PNS 1 orang . %), dan lainnya 30 orang . %), sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengunjung Pantai Lon Malang berasal dari kalangan pelajar atau mahasiswa. Sementara itu, berdasarkan intensitas kunjungan, sebagian besar responden mengunjungi Pantai Lon Malang sebanyak satu kali yaitu 86 orang . %), sedangkan yang berkunjung lebih dari satu kali sebanyak 44 orang . %), yang menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan merupakan pengunjung baru yang tertarik untuk menikmati keindahan dan daya tarik Pantai Lon Malang. Teknik analisis Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis PLS-SEM menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. 1 untuk menguji model pengukuran . aliditas dan reliabilita. dan model struktural . ubungan antar variabe. Validitas konstruk diuji menggunakan AVE (Ou 0,. dan loading factor (Ou 0,. Validitas diskriminan diuji menggunakan cross loading dan Fornelarcker Criterion. Reliabilitas diuji menggunakan uji CronbachAos alpha dan reliabilitas komposit (Ou 0,. Kolinieritas diperiksa dengan VIF (< . Nilai RA digunakan untuk menilai daya penjelas model, dengan kategori kuat . , sedang . , dan lemah . Pengujian signifikansi jalur menggunakan p-value (<0,. untuk menentukan pengaruh antar variabel dalam model. Hasil Dan Pembahasan Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Hasil uji validitas konvergen menunjukkan seluruh indikator memiliki nilai outer loading > 0,70 dan nilai AVE > 0,50, sehingga seluruh konstruk dinyatakan valid. Nilai AVE masing-masing konstruk yaitu perceived sustainability . , destination trust . , dan word of mouth intention . , menegaskan kemampuan indikator dalam merepresentasikan konstruk laten. Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Tabel 2. Hasil Uji Convergent Validity Average Variance Extracted (AVE) Variabel Nilai Keterangan Perceived Sustainability 0,726 Terpenuhi Destination Trust 0,602 Terpenuhi 0,627 Terpenuhi Word of Mouth Intention Sumber: Data Primer diolah, 2025 Pengujian cross loading menunjukkan setiap indikator memiliki korelasi tertinggi pada konstruknya masing-masing. Selain itu, nilai akar kuadrat AVE pada uji FornellAeLarcker lebih besar dibandingkan korelasi antar konstruk, sehingga validitas diskriminan terpenuhi (Setiabudhi et al. , 2. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Composite Reliability Perceived 0,888 Sustainability Destination 0,883 Trust Word of Mouth 0,894 Intention Sumber: Data Primer diolah, 2025 CronbachAos Alpha Keterangan 0,811 Reliabel 0,834 Reliabel 0,851 Reliabel Reliabilitas konstruk diuji menggunakan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability (CR). Jika nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability suatu variabel lebih dari 0,70 maka dianggap dapat diandalkan (Wardani, 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,70 dan nilai Composite Reliability di atas 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konstruk memiliki konsistensi internal yang tinggi dan reliabel untuk digunakan dalam analisis model struktural . nner mode. Secara keseluruhan, hasil evaluasi outer model membuktikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan karena memenuhi seluruh kriteria validitas dan reliabilitas. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Tabel 4. Nilai R-Square R-square Keterangan Destination Trust 0,257 Lemah Word of Mouth Intention 0,548 Moderat Sumber: Data Primer diolah, 2025 Nilai R-square digunakan untuk menilai kemampuan variabel laten independen dalam menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2. Kriteria RA terdiri atas kuat . , moderat . , dan lemah . Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai R-square destination trust sebesar 0,257 . , yang berarti variabel independen menjelaskan 25,7% variasi destination Sementara itu, nilai R-square word of mouth intention sebesar 0,548 . , yang DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 54,8% variasi word of mouth Dengan demikian, model memiliki kemampuan prediktif yang cukup baik. Uji Hipotesis Table 5. Hasil Uji Direct Effect Hipotesis Path coefficient T statistic (|O/STDEV|) P-value Perceived Sustainability Ie DestinationTrust 0,507 4,860 0,000 Perceived Sustainability Ie Word of Mouth Intention 0,373 4,212 0,000 Destination trust Ie Word of Mouth Intention 0,478 5,167 0,000 Sumber: Data Primer diolah, 2025 Analisis pengaruh langsung . irect effec. dilakukan untuk mengevaluasi hipotesis mengenai pengaruh langsung variabel yang memengaruhi . terhadap variabel yang dipengaruhi . Kriteria pengujian direct effect menurut Ghozali . menyatakan bahwa hubungan antarvariabel dinyatakan signifikan apabila nilai p-value < 0,05. Berdasarkan hasil analisis, seluruh hubungan antarvariabel memiliki nilai p-value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga hipotesis utama (H1. H2, dan H. Dengan demikian, perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap destination trust, perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention, serta destination trust berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention. Tabel 6. Hasil Uji Indirect Effect Hipotesis Perceived Sustainability Ie Destination TrustIe Word of Mouth Intention Sumber: Data Primer diolah, 2025 Path coefficient T statistic (|O/STDEV|) P-value 0,242 2,963 0,003 Analisis pengaruh tidak langsung . ndirect effec. dilakukan untuk mengkaji pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen yang dimediasi oleh variabel intervening . Kriteria pengujian indirect effect menurut Ghozali . menyatakan bahwa suatu hubungan dinyatakan signifikan apabila nilai p-value < 0,05. Pengujian efek mediasi ini bertujuan untuk mengetahui peran destination trust dalam memediasi hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth intention. Berdasarkan hasil bootstrapping, pengaruh tidak langsung perceived sustainability terhadap word of mouth intention melalui destination trust memiliki nilai p-value sebesar 0,000 (<0,. , yang menunjukkan bahwa efek mediasi bersifat Dengan demikian, hipotesis keempat (H. diterima, dan destination trust terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Sumber: konstruksi penulis berdasarkan SmartPLS versi 4 Gambar 2. Model Struktural Pembahasan Perceived Sustainability terhadap Destination Trust Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap destination trust dengan nilai t-statistic 4,860 dan p-value 0,000 (<0,. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi keberlanjutan wisatawan meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi. Penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan destinasi membangun keyakinan wisatawan terhadap kualitas dan komitmen pengelola dalam melestarikan lingkungan serta menjaga keaslian budaya lokal (Kusumawati et al. , 2019. Dao et al. , 2. Wisatawan menilai destinasi yang peduli terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sebagai destinasi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Hasil ini sejalan dengan temuan Su et al. Utomo et al. Hung & Jan . , dan Chen et al. yang menyatakan bahwa persepsi keberlanjutan berpengaruh positif terhadap kepercayaan wisatawan terhadap destinasi. Perceived Sustainability terhadap Word of Mouth Intention Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention dengan nilai t-statistic 4,212 dan p-value 0,000 (<0,. Artinya, wisatawan yang memiliki persepsi positif terhadap keberlanjutan destinasi cenderung lebih terdorong untuk merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain. Temuan ini mendukung teori tindakan beralasan (Fishbein & Ajzen, 1. yang menjelaskan bahwa persepsi dapat membentuk niat berperilaku. Penerapan prinsip keberlanjutan mampu memperkuat citra destinasi, meningkatkan kepuasan, serta mendorong wisatawan menjadi advocate melalui penyebaran informasi positif di media sosial atau secara langsung (Kusumawati et al. , 2019. Kim DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. et al. , 2. Hasil ini konsisten dengan penelitian Kim & Brown . Sun et al. , dan Ozdemir et al. yang menyatakan bahwa persepsi terhadap keberlanjutan berpengaruh positif terhadap niat word of mouth. Destination Trust terhadap Word of Mouth Intention Hasil penelitian menunjukkan bahwa destination trust berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention dengan nilai t-statistic 5,167 dan p-value 0,000 (<0,. Artinya, semakin tinggi kepercayaan wisatawan terhadap destinasi, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk merekomendasikannya kepada orang lain. Kepercayaan menjadi faktor penting yang mendorong perilaku komunikasi positif wisatawan, sesuai dengan teori tindakan beralasan (Fishbein & Ajzen, 1. yang menyatakan bahwa sikap membentuk perilaku. Ketika wisatawan merasa yakin terhadap kualitas, keamanan, dan kredibilitas destinasi, mereka akan dengan sukarela membagikan pengalaman positif tersebut (Kusumawati et al. , 2. Temuan ini konsisten dengan penelitian Abubakar & Ilkan . serta Dos Santos & Basso . yang menegaskan bahwa tingkat kepercayaan yang tinggi berpengaruh terhadap niat word of mouth dan kunjungan ulang wisatawan. Perceived Sustainability terhadap Word of Mouth Intention melalui Destination Trust Hasil penelitian menunjukkan bahwa destination trust memediasi hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth intention dengan nilai t-statistic 2,963 dan p-value 0,003 (<0,. , sehingga pengaruhnya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi keberlanjutan dapat meningkatkan niat word of mouth secara tidak langsung melalui kepercayaan terhadap Wisatawan yang menilai destinasi sebagai entitas berkelanjutan cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, sehingga terdorong untuk membagikan pengalaman Kepercayaan berperan penting dalam membangun citra, loyalitas, dan hubungan jangka panjang antara wisatawan dan destinasi (Wang, 2. Penerapan prinsip keberlanjutan yang transparan, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi masyarakat lokal memperkuat citra destinasi serta mendorong penyebaran positive word of mouth (Kim et al. , 2. Hasil ini sejalan dengan temuan Han et al. yang menegaskan bahwa persepsi keberlanjutan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas wisatawan, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk merekomendasikan destinasi kepada orang lain. Simpulan Berdasarkan hasil analisis menggunakan SmartPLS 4, dapat disimpulkan bahwa perceived sustainability berpengaruh signifikan terhadap destination trust dan word of mouth intention pada wisatawan Pantai Lon Malang. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi positif wisatawan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi, mampu meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi serta mendorong niat untuk merekomendasikannya kepada orang lain. Selain itu, destination trust terbukti berpengaruh signifikan terhadap word of mouth intention. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa destination trust berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara perceived sustainability dan word of mouth intention, sehingga persepsi keberlanjutan dapat memengaruhi niat word of mouth baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan kepercayaan terhadap destinasi. Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu responden terbatas pada wisatawan Pantai Lon Malang sehingga hasil belum dapat digeneralisasikan ke destinasi lain, pengambilan data dilakukan pada waktu dan lokasi tertentu, penggunaan kuesioner berpotensi menimbulkan bias persepsi responden, serta keterbatasan pengalaman peneliti yang dapat diperbaiki pada penelitian selanjutnya. Referensi Abubakar. , & Ilkan. Impact of online WOM on destination trust and intention to travel: A medical tourism perspective. Journal of Destination Marketing and Management, 5. , 192Ae201. https://doi. org/10. 1016/j. Anandhyta. , & Kinseng. Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Pesisir. Jurnal Nasional Pariwisata, 12. , 68. https://doi. org/10. 22146/jnp. Chen. Lin. , & Weng. The influence of environmental friendliness on green trust: The mediation effects of green satisfaction and green perceived quality. Sustainability (Switzerlan. , 7. , 10135Ae10152. https://doi. org/10. 3390/su70810135 Conti. Dias, yA. , & Pereira. Perceived City Sustainability and Tourist Behavioural Intentions. Smart Cities, 6. , 692Ae708. https://doi. org/10. 3390/smartcities6020033 Dao. Nguyen. Van Nguyen. Nguyen. , & Pham. Survey data on perceived sustainability and revisit intention of tourists to community-based tourism. Data in Brief, 61, https://doi. org/10. 1016/j. Dat. , & Nguyen. Factors Influencing the Complaint Intention and Its Relationship With Word-of-Mouth Intention of Foreign Tourists: Empirical Evidence From Vietnam. Journal of Law and Sustainable Development, 11. , 1Ae23. https://doi. org/10. 55908/sdgs. Dinas Komunikasi dan Informatika. Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jatim Meningkat. Jatim Newsroom. https://kominfo. id/berita/kunjungan-wisatawan-mancanegara-kejatim-meningkat Dos Santos. , & Basso. Do ongoing relationships buffer the effects of service recovery on customersAo trust and loyalty? International Journal of Bank Marketing, 30. , 168Ae192. https://doi. org/10. 1108/02652321211222540 Fishbein. , & Ajzen. Belief, attitude, intention, and behavior: An introduction to theory and Addison-Wesley. Ghozali. Partial Least Squares Konsep. Teknik Dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 4. 0 Ed. Yoga Pratama. Han. , & Hyun. Customer retention in the medical tourism industry: Impact of quality, satisfaction, trust, and price reasonableness. Tourism Management, 46, 20Ae29. https://doi. org/10. 1016/j. Han. Kim. , & Jung. Exploring the roles of multidimensional versus unidimensional construct of destination social responsibility in explaining destination trust and relationship Global Business Finance Review, 27. , 83Ae99. https://doi. org/10. 17549/gbfr. Hung. , & Jan. Can community-based tourism contribute to sustainable development ? Evidence from residents Ao perceptions of the sustainability. Tourism Management, 70(September 2. , 368Ae380. https://doi. org/10. 1016/j. Iniesta-Bonillo. Synchez-Fernyndez. , & Jimynez-Castillo. Sustainability, value, and satisfaction: Model testing and cross-validation in tourist destinations. Journal of Business Research, 69. , 5002Ae5007. https://doi. org/10. 1016/j. Irwansyah, et al. Perilaku Konsumen. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Jalilvand. Salimipour. Elyasi. , & Mohammadi. Factors influencing word of mouth behaviour in the restaurant industry. Marketing Intelligence and Planning, 35. , 81Ae110. https://doi. org/10. 1108/MIP-02-2016-0024 Kim. , & Brown. Understanding the relationships between perceived travel experiences . April. https://doi. org/10. 1080/13032917. Kim. Thapa. , & Kim. International touristsAo perceived sustainability of Jeju Island. South Korea. Sustainability (Switzerlan. , 10. , 1Ae13. https://doi. org/10. 3390/su10010073 Kusumawati. Utomo. Suharyono, & Sunarti. Perceived sustainability and its effects on trust and WOM intention: A study in nature and cultural tourism. International Journal of Innovation. Creativity and Change, 8. , 279Ae295. Lai. Hitchcock. Lu. , & Liu. The influence of word of mouth on tourism destination choice: Tourist-resident relationship and safety perception among mainland Chinese Tourists Visiting Macau. Sustainability (Switzerlan. , 10. https://doi. org/10. 3390/su10072114 Lee. , & Oh. Sharing travel stories and behavioral outcomes: A case of travel. Tourism Management, 62, 147Ae158. https://doi. org/10. 1016/j. Marinao Artigas. Yrigoyen. Moraga. , & Villalyn. Determinants of trust towards tourist destinations. Journal of Destination Marketing and Management, 6. , 327Ae334. https://doi. org/10. 1016/j. Milman. Tasci. , & Wei. Crowded and popular: The two sides of the coin affecting theme-park experience, satisfaction, and loyalty. Journal of Destination Marketing and Management, 18(Apri. , 100468. https://doi. org/10. 1016/j. Nasution. , & Primandaru. Kajian Dampak Pariwisata Berbasis Masyarakat sebagai Pendukung Sustainable Development terhadap Peningkatan Wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesian Journal Tourism Leisure, 4. , 173Ae183. https://doi. org/10. 36256/ijtl. Ozdemir. Aksu. Ehtiyar. , yNizel. , yNizel. , & yigen. Relationships Among Tourist Profile. Satisfaction and Destination Loyalty: Examining Empirical Evidences in Antalya Region of Turkey. Journal Hospitality Marketing Management, 21. , 506Ae540. https://doi. org/10. 1080/19368623. Rahayuningsih. , & Wibowo. Standar Ekowisata Pantai Lon Malang. Buletin Ekonomika Pembangunan, 3. , 119Ae129. https://doi. org/10. 21107/bep. Setiabudhi. Suwono. Setiawan. , & Karim. Kuantitatif dengan SmartPLS. Borneonovelty. Soliman. Noipom. Assalihee. Buaniew. , & Albattat. From Trust to Triumph: What Drives Tourists to Recommend ThailandAos Hidden Cultural Gems? Tourism and Hospitality, 6. https://doi. org/10. 3390/tourhosp6020089 Su. Hsu. , & Swanson. The Effect of Tourist Relationship Perception on Destination Loyalty at a World Heritage Site in China: The Mediating Role of Overall Destination Satisfaction and Trust. In Journal of Hospitality and Tourism Research (Vol. Issue . https://doi. org/10. 1177/1096348014525630 Su. Lian. , & Huang. How do touristsAo attribution of destination social responsibility motives impact trust and intention to visit? The moderating role of destination reputation. Tourism Management, 77(June 2. , 103970. https://doi. org/10. 1016/j. Suhud. Allan. , & Hoo. Destination Sustainability of Ijen Geopark As Perceived By Tourists: How Far Its Impact on Visit Intention? Geojournal of Tourism and Geosites, 58. , 146Ae https://doi. org/10. 30892/gtg. Sun. Chi. , & Xu. DEVELOPING DESTINATION LOYALTY : THE CASE OF HAINAN. Annals of Tourism Research, 43. , 547Ae577. https://doi. org/10. 1016/j. Nurisa & Deykha Aguilika Perceived Sustainability. Destination Trust. Word of Mouth Intention Utomo. Kusumawati. Suharyono. , & Sunarti. Perceived Sustainability and its Influence on Tourist Trust. 292(Ag. , 258Ae264. https://doi. org/10. 2991/agc-18. Wang. Sustainable Tourism Development Based upon Visitors Ao Brand Trust : A Case of Au 100 Religious Attractions . Ay Wardani. Materi Pelatihan Pengolahan Data Penelitian dengan SmartPLS. 1Ae23. Additional information Authors and Affiliations Nurisa Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Indonesia Email: icanurisa33@gmail. Deykha Aguilika Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Indonesia Declarations