Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT (Studi kasus di Kelas IX MTs ManbaAoul Ulum Asshiddiqiyah 10 Cianju. Oleh Mubarak. AD1. SyafeAoi. R2. Fathurrohman,A3 UNINUS Bandung dadunmubarak@gmail. ABSTRAK Hasil belajar peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan, karena peserta didik menjadi tolak ukur kesuksesasan sebuah pembelajaran, hal ini disesbabkan karena beberapa hal, diantaranya yaitu guru kurang terampil dalam merancang metode dan model pembelajaran. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan evaluasi penggunaan dalam penggunaan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MTs ManbaAoul Ulum Asshiddiqiyah 10 Cianjur. Bentuk penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada peserta didik kelas Kelas IX (Semnila. MTs ManbaAoul Ulum Ashiddiqiyah 10 Cianjur. Model siklus terdiri dari: perencanaan, pelakasanaan, observasi, refleksi dan Subjek pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas IX B sebanyak 20 peserta didik. Dalam penelitian ini terdapat 3 siklus yaitu: pra siklus, siklus I dan siklus II. Pengumpulan data melalui metode tes untuk mengukur ketercapaian KKM dalam mata pelajaran PAI pada materi Fikih. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pelaksanaan penggunakan metode demonstrasi berbasisi ICT dengan tahapan: pelaksanaan, pembagian kelompok, pada pra siklus menggunakan metode ceramah, siklus I menggunakan metode demosntrasi, siklus II menggunakan metode demosntrasi berbasis ICT. Kata kunci : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Metode Demonstrasi Berbasis ICT ABSTRACT The research objectives to be achieved are as follows:) To determine the implementation . of use in the use of demonstration methods to improve student learning outcomes in fikih subjects at MTs Manba'ul Ulum Asshiddiqiyah 10 Cianjur. The form of this research used the Class Action Research (PTK) method for Class IX (Nint. students at MTs Manba'ul Ulum Ashiddiqiyah 10 Cianjur. The cycle model consists of: planning, implementation, observation, reflection and evaluation. The subjects in this study Mahasiswa Pascasarjana PAI UNINUS Bandung Dosen Pascasarjana PAI UNINUS Bandung Dosen Pascasrjana PAI UNINUS Bandung PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok. SafeAoi. Faturohman. Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 were all students of class IX B as many as 20 students. In this research, there are 3 cycles, namely: pre cycle, cycle I and cycle II. Data collection through the test method to measure the achievement of the minimum completeness criteria in Islamic Studies subjects in the Fikih Based on the research results, it can be concluded that: Implementation of using the ICT-based demonstration method with the stages: implementation, group division, in the precycle using the lecture method, the first cycle using the demonstration method, the second cycle using the ICT-based demosntration method. Keywords : Efforts to Improve Student Learning Outcomes Through ICT-Based Demonstration Method PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok. SafeAoi. Faturohman. Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 PENDAHULUAN Hasil belajar merupakan hal yang sangat penting menjadi senang dan mampu menyerap materi yang dalam pendidikan, karena bisa dikatakan bahwa disampaikan dengan baik. hasil belajar merupakan indikasi kesuksesan dalam Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Banyak Manusia Pendidikan Kebudayaan mempengaruhi hasil belajar peserta didik di sekolah (BPSDMPK) dan Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbu. Syahwal Gultom, hingga saat ini dari dipengaruhi oleh peran guru atau pendidik. Adapun 2,92 juta guru, baru sekitar 51 persen yang salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil berpendidikan S-1 atau lebih, sedangkan sisanya belajar peserta didik adalah metode pembelajaran yang dipilih oleh guru. persyaratan sertifikasi hanya 2,06 juta guru atau Hal ini sangat penting karena apabila salah memilih sekitar 70,5 persen guru yang memenuhi syarat. metode pembelajaran dan tidak cocok dengan Sedangkan 861. 67 guru lainnya belum memenuhi Menengah. Sekolah Dasar S-1. Begitu mengakibatkan pembelajaran tidak efektif. Keadaan menunjukkan guru tersebut profesional. Realitas seperti ini jika dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya semacam ini, pada akhirnya akan mempengaruhi penanganan baik disengaja atau tidak disadari Ae kualitas anak didik yang dihasilkan. Belum lagi karena minimnya pengetahuan guru tentang metode masalah, dimana seorang guru . hususnya SD), pembelajaran- maka akan menyebabkan pendidikan sering mengajar lebih dari satu mata pelajaran . uru tidak bermutu sehingga sekolah tidak mampu kela. yang tidak jarang, bukan merupakan inti dari menciptakan out put yang berkualitas. pengetahuan yang dimilikinya, hal seperti ini tentu Setidaknya ada tiga syarat esensial yang harus saja dapat mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. pendidikan di Indonesia mampu berkontribusi AyDari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) ada 192 Manusia dari 1,6 juta guru yang memperoleh nilai di atas 90. (SDM), yaitu: . Sarana dan Prasarana . Buku Sementara nilai rata-rata UKG hanya 56. Kalau di Pendidikan Sumber Daya Pendidik Tenaga Tinggi (Dikt. Kependidikan yang profesional. Bukan nilai D lagi bisa saja nilainya F,Ay kata Dari ke tiga kriteria tersebut tampaknya yang Indra Charisniadji usai mengikuti seminar nasional disebutkan terakhir merupakan faktor yang sangat pendidikan di Gedung DPR RI bersama Menteri menentukan kualitas pendidikan. Makna Pendidik Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu. Yang menjadi permasalahan pada kenyataannya masih banyak guru yang kurang menguasai pembelajaran, karena memang tidak ada guru yang kemampuan mendesain dan merancang model bodoh tetapi dilihat bagaimana kemampuan guru pembelajaran dengan baik, atau kurang lebih bisa dalam meracik, mendesain dan merancang sebuah Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Menyenangkan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cetakan ke-15, 2. https://w. com/gusrilkhalik/gurupermasalahannya_56a073f7ae7a6139 . iunduh pada 03 Juli 2. https://w. com/read/2016/04/27/2 5739/kualitas-guru-indonesia-masih-terendah PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 dikatakan kebanyakan guru di Indonesia kurang Dari permasalahan yang dipaparkan di atas, maka perlu kiranya diadakan Penelitian Tindakan Kelas kemampuan yang wajib dimiliki oleh guru. Karena (PTK) yang berjudul AuUpaya Meningkatkan Hasil itu guru harus pandai dalam memilih metode Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fikih pembelajaran sesuai dengan materi yang akan Melalui Metode Demonstrasi Berbasis ICTAy. disampaikan, sebab tugas guru tidak sederhana. Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian ini bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran adalah sebagai berikut: kepada peserta didik . ranformasi ilm. tetapi juga Bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta pembimbing, pelatih, penasihat, innovator, model didik pada mata pelajaran fiqihmelalui dan teladan, pribadi, peneliti, dan sebagainya. metode demonstrasi berbasis ICT di Materi fikih lebih banyak yang bersifat praktis MTs ManbaAoul Ulum Asshiddiqiyah ketimbang teoritis, hanya sebagian kecil saja materi 10 Cianjur? yang membahas teori. Karena sesungguhnya fikih . Bagaimana evaluasi dalam upaya adalah tata cara beribadah atau kaifiyat ubudiyah, meningkatkan hasil belajar peserta walaupun tentu saja sebelum dipraktekkan harus didik pada mata terlebih dahulu diterangkan secara teori. Karena itu melalui metode demonstrasi berbasis dalam pembelajran fikih, metode yang lebih cocok ICT diterapkan adalah metode demonstrasi, karena Asshiddiqiyah 10 Cianjur? MTs ManbaAoul Ulum Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah langsung, bukan mereka-reka atau hanya sebatas Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action menggambarkan dalam benak mereka. Reseac. Istilah Penelitian Tindakan Kelas atau Kemajuan teknologi yang begitu pesat harus PTK sudah dikenal dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan merupakan bagian dari penelitian tindakan, yaitu pola pendidikan, terutama dalam memilih metode pembelajaran harus berbasis teknologi. Pendidikan masyarakat atau kelompok sasaran, dan hasilnya teknologi memandang dunia sebagai suatu materi langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang yang terkait oleh hukum-hukum sebab akibat. METODE PENELITIAN sejak tahun 1946 dan hal-hal Apalagi sekarang jamannya dunia internet, maka Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas merupakan bentuk kajian yang yang bersifat reflektif oleh sebagai sarana dan fasilitas dalam pembelajaran pelaku tindakan, dilakukan untuk meningkatkan agar peserta didik bukan hanya senang tetapi juga kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka mengenal teknologi. pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Menyenangkan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya: Cetakan ke-15 2. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Teknlogi Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. Hal. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2. , hal. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran menyaksikan terjadinya sebuah bencana atau yang dilakukan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan Sedangkan dalam penelitian ini meliputi teknis tes dan non tes, mengobservasi sebuah objek pelantara seperti foto, video, gambar dan lain Tes melalui alat atau Untuk menjawab pertanyaan pada Tes adalah salah satu cara dalam pengukuran, baik penelitian ini perlu diadakan observasi atau yang bersifat kongkrit seperti tes mengukur hasil pengamatan terhadap perilaku peserta didik pada belajar ataupun tes yang bersifat abstrak seperti tes pembelajaran fikih dengan menggunakan metode dalam bidang psikologi, walaupun sebenarnya dalam hal psikologi tidak mengukur secara murni Analisis Data Analisis data yang dilakukan penelitian ini Tes yang dimaksudkan di sini yaitu untuk dengan maksud ingin mengetahui aktifitas siswa mengumpulkan data tentang hasil belajar peserta dan aktifitas guru selama proses pembelajaran Fikih didik yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus berlangsung, materi fikih ini dibatasi pada bab Tajhizul adalah analisis hasil pengamatan . emulasaraan peneliti mendapatkan informasi valid mengenai alur Selanjutnya dilakukan analisis kemampuan setiap perkembangan hasil belajar peserta didik apakah siswa melalui tes yang digunakan untuk mengetahui mengalami kenaikan, stagnan ataupun malah hasil belajar siswa. Analisis tes kemampuan siswa mengalami penurunan. Tes hasil belajar yaitu ini terdiri dari tes pada setiap akhir siklus. Hasil tes mengukur hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dianalisis dengan menggunakan kriteria tuntas, yang dicapai selama kurun waktu tertentu. yaitu seorang peserta didik dinyatakan telah tuntas Observasi Observasi belajar apabila penguasaan konsepnya mencapai 70% dan sebuah kelas dinyatakan telah tuntas mengumpulkan data dengan cara mengamati lalu belajar apabila 85 % dari jumlah peserta didik dalam kelas tersebut telah mencapai penguasaan mengumpulkan data-data yang refresentatif untuk tujuan penelitian. Observasi terbagi menjadi dua, yaitu observasi langsung dan tidak langsung. KAJIAN TEORI Observasi langsung dilakukan terhadap objek Metode Pembelajaran Demonstrasi dengan menggunakan alat indera secara langsung Metode demonstrasi merupakan metode yang tanpa ada bantuan pelantara, seperti melihat dan efektif untuk memberikan gambaran kepada peserta didik tentang proses suatu kejadian atau perkara. Hasbiyallah dan A. Mutohar. Modul Fiqih Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), (Ciputat: 2. , hal. Nana syaodih Sukmadinata, metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Hal. Asep Ahmad Fathurrohman dan Aan Daryana. Metode Penelitian Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Kencana Utama, 2. Hal. Karena disampaikan dengan menggunakan metode ini. Contohnya mata pelajaran yang sifatnya abstrak Misalnya ilmu filsafat, balaghoh dan lain sebaginya. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan dalam pelajaran fikih materi untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk adalah memandikan jenazah, proses pembentukan tertentu pada siswa. 13 Definisi maka media yang dibutuhkan lain menyebutkan bahwa metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan miniatur jenazah baik berupa memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu hanya sekedar batang pohon baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Langkah-langkah Mislanya, pisang, kemudian kain kafan, gunting dan lain sebagainya. Metode . Menyiapkan estimasi durasi Demonstrasi Sebelum seorang pendidik memutuskan untuk waktu yang. menggunakan metode demonstrasi dalam sebuah Hal ini diperlukan agar waktu yang diperlukan pembelajaran, maka yang harus diperhatikan adalah sesuai dengan waktu yang tersedia, jangan sampai melebihi atau keluar dari batas yang ditentukan mengimplementasikan metode tersebut agar tujuan sehingga demonstrasi tidak terpotong oleh suara bel pembelajaran dan hasil belajar peserta didik bisa pergantian jam belajar. langkah-langkah tercapai dengan baik. Ada beberapa langkah dalam . Peserta merangcang metode demonstrasi, yaitu sebagai untuk menyiapkan catatan Perencanaan Sebelum melaksanakan metode ini pendidik harus Pelaksanaan menyiapkan perencanaan, dengan melakukan hal- Yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode hal berikut: demonstrasi adalah sebagai berikut: Merumuskan . Menyiapkan pembelajaran dengan sebaik mengarahkan psikis peserta agar siap dan sedia pembelajan menjadi fokus. Menentukan didik yang ingin demonstrasi sebuah materi . Menyiapkan alat dan media dari pembelajaran. Guru metode demonstrasi selama https://idtesis. com/metode-pembelajarandemonstrasi/. iunduh pada 26 Agustus 2. Abdul Majid. Strategi Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 . Guru menyajikan gambaran Pserta didik diberikan tugas untuk mempraktekkan umum sekilas materi yang proses suatu perkara sesuai dengan demonstrasi akan disampaikan. Mendemonstrasikan yang mereka saksikan. Hasil Belajar Peserta Didik Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa sebaik-baiknya setelah mengalami proses belajar dalam waktu 16 Definisi lain menyebutkan hasil seperti aslinya. Hindari penggunaan verbal kemampuan-kemampuan yang berlebihan, agar bisa dimilki siswa setelah ia menerima pengalaman 17 Jadi hasil belajar adalah bentuk untuk bertanya. Pada sesi terakhir peserta keterampilan setelah dilakukannya proses belajar didik diberikan kesempatan mengajar yang disebut dengan pengalaman belajar. untuk bertanya. Karena memang belajar berarti berubah. Setiap ada Evaluasi hasil tentu ada proses, dan setiap ada proses tentu Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui sejauh ada yang diproses. Proses inilah yang disebut mana efektifitas penggunaan metode demonstrasi. kegiatan belajar, adapun yang diproses adalah Evaluasi bisa dilakukan dengan cara: peserta didik. Maka proses inilah yang akan . Tes tertulis menentukan keberhasilan belajar tersebut. Namun Misalnya peserta didik diminta untuk menulis ada konotasi lain yang mengarah kepada perubahan kembali proses atau langkah-langkah memandikan tersebut, misalnya: prestasi belajar. jenazah secara tulisan. Tes lisan Ranah Hasil Belajar Misalnya, peserta didik diminta untuk menceritakan Setelah peserta didik melewati proses pembelajaran maka akan muncul hasil belajar, ada beberapa sesuai dengan apa yang mereka lihat, dengar dan macam atau jenis hasil belajar yang dijelaskan oleh perhatikan dari demonstrasi yang telah lalu. Dalam para ahli, namun disini akan dijelaskan jenis hasil ranggka efisiensi waktu, guru tidak mesti harus belajar menurut Benyamin Bloom, maka hasil bertanya kepada seluruh peserta didik, tapi bisa belajar peserta didik tersebut dapat dilihat pada tiga dipilih secara random dengan jumlah terbatas yang ranah, yaitu: Kognitif. Afektif dan Psikomorik. langkah-langkah sekiranya mewakili. Misalnya yang dites hanya Teknologi Pengajaran terdiri dari dua orang yaitu laki-laki da perempuan Definisi teknologi pengajaran yang paling sering Atau bisa juga mewakili dari jumlah barisan dipergunakan adalah sebagai media yang lahir dimana mereka duduk. Dan lain sebagainya. sebagai akibat hasil revolusi komunikasi yang dapat . Tugas Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, (Yogyakarta: Arruz Media, 2. http://ardanayudhistira. id/2012/02/hasil -belajar. iunduh pada 11 September 2. Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 dipakai untuk kegiatan pengajaran disamping guru, buku teks dan papan tulis. Ada beberapa sajian dalam memanfaatkan internet dalam pembelajaran yaitu: Tutorial . Praktik dan Latihan . Simulasi . News Group . World Wide Web . Hasil Penelitian dan Pembahasan Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di salah satu rombel pada kelas akhir di MTs ManbaAoul Ulum Asshiddiqiyah 10 Cianjur yaitu kelas IX B dengan jumlah peserta didik 20 peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pelaksanaan . pembelajaran pada tiga siklus, yaitu: Pra siklus. Siklus I dan Siklus II Pra Siklus Pada kegiatan pra siklus peneliti mengadakan pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang ceramah atau pemberian materi, tanya jawab, kemudian diberi soal latihan. Guru melakukan pembelajaran pada Pra Siklus sesuai dengan langkah-langkah yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disipakan pada langkah-langkah perencanaan. Adapun tahapan rinci pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut: Kegiatan Pendahuluan Orientasi Nana Sudjana dan Ahmad rivai. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Melakukan embukaan dengan salam pembuka dan . Data processing . engolahan Dat. berdoa untuk memulai pembelajaran Verification . Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai Generalization . enarik kesimpula. sikap disiplin . Kegiatan Penutup Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik . Memeriksa pekerjaan peserta didik yang dalam mengawali kegiatan pembelajaran. selesai langsung diperiksa. Peserta didik Apersepsi yang selesai mengerjakan projek dengan . Mengaitkan materi/tema/kegiatan benar diberi paraf serta diberi nomor urut pembelajaran yang akan dilakukan peringkat, untuk penilaian projek. dengan pengalaman peserta didik . Memberikan materi/tema/kegiatan kerjasama yang baik Sosial Yang Benar Jual Beli. Qiradh. Siklus I Berbeda pada siklus sebelumnya, pada kegiatan . Mengingatkan prasyarat dengan bertanya. siklus I peneliti mengadakan kegiatan pembelajaran langkah-langkah Model . Mengajukan pertanyaan yang ada Pembelajaran Demonstrasi. Pada siklus sebelumnya keterkaitannya dengan pelajaran yang menggunakan metode konvensional yaitu metode akan dilakukan. Adapun langkah-langkah rinci dari . Motivasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu . Memberikan gambaran tentang manfaat . Apabila materi tema/ projek ini dikerjakan sebagai berikut: Kegiatan Pendahuluan Orientasi Melakukan pembukaan dengan salam dengan baik dan sungguh-sungguh dan pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang: sebagai sikap disiplin Memandikan . Jenazah Mengafani Jenazah Memeriksa Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung . Mengajukan pertanyaan. Pemberian Acuan . Kegiatan Inti kelompok yang memiliki kinerja dan sebelumnya yaitu: Membina Rasa Dan Riba Stimulation . timulasi/pemberian . Problem statemen . ertanyaan/identifikasi Apersepsi Mengaitkan materi atau tema atau kegiatan materi/tema/kegiatan sebelumnya. Membina Rasa Sosial Yang Benar Jual Beli. Qiradh. Dan Riba. Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya. Data collection . engumpulan dat. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Mengajukan . Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya: Membina Motivasi Memberikan Pemberian Acuan Kegiatan Inti Stimulation Rasa Sosial Yang Benar Jual Beli. Qiradh, mempelajari materi yang akan dipelajari . Dan Riba . Mengingatkan dengan bertanya. timulasi/pemberian . Mengajukan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan Problem statemen . ertanyaan/identifikasi Data collection . engumpulan dat. Memberikan Data processing . engolahan Dat. Verification . Motivasi mempelajari materi yang akan dipelajari. Apabila materi tema ini dikerjakan dengan Generalization . enarik kesimpula. baik dan sungguh-sungguh dan dikuasai . Kegiatan Penutup dengan baik, maka peserta didik diharapkan Siklus II dapat menjelaskan tentang: Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan siklus II . ini, peneliti mengadakan kegiatan pembelajaran . Memandikan Jenazah . langkah-langkah pembelajaran Demonstrasi berbasis Information Commucation Technology (ICT) Mengafani Jenazah Menguburkan jenazah . Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung penggunaan metode demonstrasi dengan model peserta didik menggunakan media TIK sebagai alat . Memberitahukan materi pelajaran yang akan untuk membantu mereka mengeksplorasi topik Pemberian Acuan dibahas pada pertemuan saat itu. Memberitahukan tentang kompetensi inti. Adapun langkah-langkah rinci dari pelaksanaan kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pembelajaran pada siklus II yaitu sebagai berikut: pertemuan yang berlangsung Kegiatan Pendahuluan . Pembagian kelompok belajar Orientasi . Menjelaskan . Melakukan pembuka dan berdoa sikap disiplin pengalaman belajar sesuai dengan langkahlangkah pembelajaran. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai . Kegiatan Inti Stimulation . timulasi/pemberian . Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk dalam mengawali kegiatan pembelajaran. memusatkan perhatian pada topik: memandikan Apersepsi jenazah dan mengafani jenazah. dengan cara : Melihat . anpa atau dengan ala. PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Guru menayangkan gambar/foto dan video tentang sesuatu yang berhubungan dengan topik. Mengamati video tentang cara mengurus jenazah melalui media kominikasi yang . Mengamati berbsasis internet baik dari youtube. Peserta didik diminta mengamati tayangan berupa: facebook dan lain sebagainya. Ayat-ayat Alquran. Hadits, gambar, photo dan video yang berhubungan dengan topik. Mengumpulkan . Membaca informasiPeserta diperoleh dari berbagai sumber tentang Peserta didik diminta membaca sejenak tentang Mengafani Jenazah memandikan Jenazah materi dari buku paket atau buku-buku penunjang dan menguburkan jenazah. lain, dari internet yang berhubungan dengan pengurusan jenazah. Membaca sumber lain selain buku teks. Peserta . Mendengar pengetahuannya dengan membaca buku Peserta didik diminta mendengarkan pemberian referensi tentang pengurusan jenazah. materi oleh guru dan yang berkaitan dengan Guru mendemonstrasikan tahapan-tahapan pengurusan jenazah. mengurus jenazah di hadapan peserta . Menyimak. Adapun tahapannya adalah sebagai Peserta pengantar kegiatan secara garis besar tentang materi . Memandikan jenazah pelajaran: pengurusan jenazah . Mengkafani jenazah . Menguburkan jenazah . Problem statemen . ertanyaan/identifikasi . Data processing . engolahan Dat. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik . Pembagian Kelompok Peserta didik dibagi menjadi lima kelompok, karena pertanyaan yang berkaitan dengan tayangan yang jumlah peserta didik 20 orang, maka setiap disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan kelompok berisi empat orang peserta didik. belajar, contohnya mengajukan pertanyaan tentang: Kemudian setiap kelompok berdiskusi mengenai Memandikan Jenazah. Mengafani Jenazah data hasil pengamatan dari demonstrasi yang telah yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau dipraktekan oleh guru. pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan . Praktik demonstrasi tentang apa yang diamati . imulai dari pertanyaan Peserta didik mendemonstrasikan kembali cara sampai ke pertanyaan yang bersifat hipoteti. untuk mengembangkan kreativitas, rasa dihadapan teman-temannya dan peserta didik yang ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan lein memperhatikan dan menilai hasil demonstrasi. untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Data collection . engumpulan dat. Verification . Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan Peserta didik mengumpulkan informasi tentang pengurusan jenazah dari kelompok lain. Setelah pembelajaran yaitu mengurus jenazah melalui kegiatan sebagai berikut: demonstrasi sudah sesuai dengan ketentuan fikih PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 atau belum sesuai. Hal ini dimaksudkan agar ataupun menyampaikan pendapatnya dan masih Menambah keluasan dan kedalaman materi sampai banyak peserta didik yang nilainya dibawah KKM. kepada pengolahan informasi yang bersifat praktis Dari 20 peserta didik, rata-rata nilai yang diperoleh dan teknis. pada pra siklus adalah 64 dan hanya 7 orang atau 35% peserta didik yang mencapai nilai KKM. Hal Generalization . enarik kesimpula. Review Guru ini disebabkan karena guru hanya menggunakan metode ceramah saja, tidak disertai penggunaan demonstrasi yang dilakukan oleh peserta didik pada model dan media pembelajaran sehingga peserta setiap kelompok dengan mengamukakan apakah didik kurang antusias dalam proses pembelajaran. praktek pengurusan jenazah yang mereka lakukan . Siklus I sudah sesuai dengan aturan fikih atau belum. Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi dan refleksi mengemukakan kelebihan dan kekurangan setiap bersama guru observer, perbaikan pembelajaran kelompok dalam mendemonstrasikan pengurusan pada siklus I yaitu dengan menggunakan metode jenazah dan memberi nilai pada setiap kelompok. Pembelajaran Demonstrasi. Setelah menggunakan . Evaluasi metode ini hasil belajar peserta didik sudah Guru mengevaluasi hasil pembelajaran dengan mengalami peningkatan. Dari 20 peserta didik rata- memberikan beberapa soal untuk dijawab sebagai rata nilai yang diperoleh adalah 74,5. Hasil pengukur sejauh mana pemahaman peserta didik pencapaian KKM diperoleh data sebanyak 7 peserta tentang materi yang diajarkan. %) tidak tuntas dan 13 peserta didik . Kegiatan Penutup . %) yang sudah tuntas. Peserta didik : Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes . Membuat resume dengan bimbingan guru dan observasi, serta menentukan perkembangan tentang point-point penting yang muncul dalam kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Peserta dasar perbaikan pada siklus berikutnya. didik di minta merenungkan kembali tentang materi Adapun kelemahan yang terjadi pada siklus I yang telah dipelajari dengan cara membuat peta konsep, rangkuman atau kesimpulan dipandu oleh . Sebagian terbiasa dengan kondisi belajar Mengagendakan pekerjaan rumah. Guru : Pembelajaran Demonstrasi. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang kadang-kadang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. sendiri-sendiri padahal kerjasama Pembahasan Pelaksanaan Pra Siklus Pada kegiatan pra siklus ketika pembelajaran berlangsung peserta didik tidak konsentrasi, bosan Jadi pembelajaran ini. Keaktifan atau jenuh bahkan ada yang mengantuk dan belum menyeluruh dan masih ada peserta didik yang malu untuk bersemangat, peserta didik tidak tertarik untuk mengemukakan pendapatnya. belajar, segan bertanya, menjawab pertanyaan PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Kelemahan di atas akan digunakan peneliti untuk menjadi 19 peserta didik tuntas yang nilainya Ou memperbaiki proses tindakan pada siklus kedua. Berdasarkan refleksi tersebut maka dilakukan beberapa tindakaan oleh peneliti, yaitu sebagai Evaluasi Pada sub bab ini akan dijelaskan kegiatan evaluasi Memberikan motivasi kepada kelompok yang mencakup tiga siklus pembelajaran, yaitu: Pra agar lebih aktif lagi, meningkatkan kerjasama Siklus. Siklus I dan Siklus II. Adapun rinciannya sebagai berikut: mengemukakan pendapat. Lebih Pra Siklus Kegiatan evaluasi menggunakan tes, pada sesi Pra kelompok sehingga peserta didik akan lebih Siklus digunakan pretes. Berdasarkan hasil tes yang memahami materi yang diajarkan. dilakukan, maka didapat hasil belajar peserta didik Siklus II sebagai berikut: Perbaikan pembelajaran pada siklus 2 ini masih Tabel 4. 13 Hasil Belajar Pra Siklus menggunakan metode Pembelajaran Demonstrasi. Nilai Nama Peserta Didik KKM yang diperoleh adalah 89. Hasil pencapaian KKM Abdullah Havizi diperoleh data sebanyak 19 peserta didik atau 95% Ade Nur Suhendar sudah tuntas dan hanya 1 peserta didik atau 5% Ahmad Ali yang belum tuntas. Berdasarkan data hasil belajar Ahmad Fauzi Hikmat peserta didik dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 Alwi Muhamad Zulfa hasil belajar peserta didik secara terus menerus Bilad Fahrurozi Al Fajr mengalami peningkatan walaupun belum 100%. Dimas Agung Tri S Herul Mustofa Husen Nugraha Jaya Arjuna Kemas Abdul Halim Encep Maulana I Iqbal Ariksya Rizki Wahyudin Anshory Moch Adam Muhamad Rifaldi Alefaisa Rafsyah Muhammad Ariya N Muhammad Raisya A Abdul Mukti Nur S Pada siklus 2 dari 20 peserta didik, rata-rata nilai Hasil pengamatan dan refleksi selama proses pembelajaran pada silkus II ini adalah sebagai Aktivitas peserta didik dalam pembelajaran sudah mulai mengarah pada Pembelajaran Demonstrasi. peserta didik sudah mampu membangun kerjasama dalam kelompok untuk memahami tugas yang diberikan oleh guru. Peserta didik sudah mulai berani bertanya pada guru apabila ada kesulitan dalam belajar, peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan dari guru walaupun masih ada beberapa peserta didik yang belum bisa menjawab, dan peserta didik mulai berani maju kedepan Pra Sikl Jumlah Hasil belajar mengalami peningkatan pada Nilai Rata-rata setiap siklus. Dari 7 peserta didik yang tuntas Nilai Tertinggi mempresentasikan hasil belajar kelompk PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Nilai Terendah Husen Nugraha % peserta didik yang tuntas Jaya Arjuna % peserta didik yang belum tuntas Kemas Abdul Halim Encep Maulana I Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hasil Iqbal Ariksya Rizki belajar peserta didik masih rendah. Hal tersebut Wahyudin Anshory terlihat bahwasannya hanya 7 orang atau 35% Moch Adam peserta didik yang mencapai nilai KKM. Masalah Muhamad Rifaldi ini akan diperbaiki pada siklus I. Muhammad Alefaisa R Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Muhammad Ariya N grafik di bawah ini: Muhammad Raisya A Gambar 1. Grafik Hasil Belajar Pra Siklus Abdul Mukti Nur S Grafik Hasil Belajar Pra Siklus Jumlah Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah % peserta didik yang tuntas % peserta didik yang belum tuntas Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah mengalami peningkatan. Dari 20 peserta didik 13 peserta didik atau 65% Nilai Rata-Rata sudah mencapai nilai KKM. Nilai Tertinggi Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar grafik di bawah ini: Siklus I Gambar 2. Grafik Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada Siklus I, maka didapatkan hasil belajar peserta didik sebagai Grafik Hasil Belajar Siklus I Tabel 4. 14 Hasil Belajar Siklus I Nama Peserta Didik KKM Nilai Ketuntasan Siklus I Tuntas Abdullah Havizi Ade Nur Suhendar Belum E Nilai Rata-Rata E Nilai Tertinggi Ahmad Ali Ahmad Fauzi Hikmat Alwi Muhamad Zulfa Bilad Fahrurozi Al Fajr Dimas Agung Tri S Berdasarkan hasil tesEyang dilakukan pada Siklus II,60 maka didapatkan hasil belajar peserta didik Herul Mustofa E Siklus II PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Tabel 4. 15 Hasil Belajar Siklus II Nama Peserta Didik Abdullah Havizi Ade Nur Suhendar E 60 Ahmad Ali Ahmad Fauzi Hikmat Alwi Muhamad Zulfa Bilad Fahrurozi Al Fajr Nilai Rata-Rata E Dimas Agung Tri S E Herul Mustofa Husen Nugraha Jaya Arjuna Kemas Abdul Halim Encep Maulana I Iqbal Ariksya Rizki Wahyudin Anshory Moch Adam Muhamad Rifaldi Muhammad Alefaisa R Muhammad Ariya N Muhammad Raisya A Abdul Mukti Nur S Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Siklus II Tuntas Belum E Nilai Tertinggi E Selanjutnya, sebelum menuju kepada sub bab berikutnya disini akan digambarkan alur siklus dari E pra siklus sampai dengan siklus 2 : Berdasarkan hasil penelitian pada kegiatan pra siklus, siklus I dan siklus II terlihat bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan E secara terus menerus. Baik dari nilai rata-rata, nilai E tertinggi, nilai terendah serta persentase ketuntasan peserta didik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: 100Rekapitulasi Hasil Belajar Peserta Didik Tabel Nilai Terendah % peserta didik yang tuntas Nama Peserta Didik KKM % peserta didik yang belum tuntas Abdullah Havizi Ade Nur Suhendar Ahmad Ali Ahmad Fauzi Hikmat Alwi Muhamad Zulfa Bilad Fahrurozi Al Fajr Dimas Agung Tri S Herul Mustofa Husen Nugraha Jaya Arjuna Kemas Abdul Halim Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hasil Ketuntasan Jumlah Grafik Hasil Belajar Siklus II Nilai KKM 150 mengalami peningkatan walaupun belum 100%. Masih ada 1 peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM sedangkan 95% peserta didik sudah mencapai KKM. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar grafik di bawah ini: Gambar 3. Grafik Hasil Belajar Siklus II PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Nilai Pra Siklus Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Encep Maulana I 80pada pra siklus, 90 90 pada100 siklus 1 dan 100 pada Iqbal Ariksya Rizki Nilai60terendah pada 80 pra siklus dan siklus 1 Wahyudin Anshory 60tidak mengalami 80 perubahan 90 yaitu 50, namun pada Moch Adam Begitu pula dengan 70siklus 2 naik 90 menjadi 100 Muhamad Rifaldi didik mengalami 60persentase ketuntasan Muhammad Alefaisa R Muhammad Ariya N 80kenaikan yaitu 90 35% pada 100pra siklus, 65% pada 70siklus 1 dan 95% 80 pada siklus Muhammad Raisya A Abdul Mukti Nur S Jumlah Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah % peserta didik yang tuntas % peserta didik yang belum tuntas Adapun perbandingan ketiga siklus di atas dapat 70Peningkatan 80hasil belajar 100 peserta didik belum 60100%, hal ini80dikarenakan 90 masih ada satu peserta didik pada siklus mendapatkan nilai 60. 1490 2 hanya Hal ini masih belum mencapai nilai minimal KKM Selain hasil belajar yang mengalami peningkatan, proses pembelajaran dikelas pun mengalami perubahan dimana peserta didik sudah lebih aktif dan tidak segan untuk bertanya dan mengemukakan pendapatnya, suasana kelas menjadi lebih hidup, bersemangat dan kondusif. Hal ini berdampak baik dilihat pada gambar grafik di bawah ini: pada hasil belajar peserta didik. Gambar 4. Grafik Perbandingan Hasil Belajar Pra Walaupun peningkatan hasil belajar peserta didik belum mencapai 100% namun penelitian tindakan Siklus. Siklus I dan Siklus II kelas ini dirasa berhasil karena dari 20 peserta didik hanya satu peserta didik saja yang belum tuntas. Perbandingan Hasil Belajar Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II siklus II. sehingga perbaikan pembelajaran cukup sampai PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama tiga siklus dapat disimpulkan Pra Siklus Nilai Rata-Rata Nilai Terendah Siklus I Siklus II Nilai Tertinggi % Ketuntasan Siswa sebagai berikut: Pelaksanaan demonstrasi berbasisi ICT dengan tahapan: Dari gambar grafik di atas, terlihat bahwa hasil penggunaan metode pembelajaran pada pra belajar peserta didik mengalami peningkatan secara siklus menggunakan metode ceramah, siklus I terus menerus. Nilai rata-rata hasil belajar peserta menggunakan metode demosntrasi, siklus II didik mengalami kenaikan yaitu 64 pada pra siklus, menggunakan metode demosntrasi berbasis 74,5 pada siklus 1 dan 89 pada siklus 2. Nilai ICT. tertinggi juga mengalami kenaikan mulai dari 80 PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 Evaluasi menggunakan metode tes pada pra Divisions siklus, siklus I dan siklus II guna mengukur sebagainya agar peserta didik tidak mudah hasil belajar peserta didik. jenuh dalam mengikuti kegiatan belajar. Rekomendasi Karena kebanyakan guru memilih metode Bagi Kepala Sekolah ceramah dalam mentransformasi ilmu kepada Kepala Sekolah meningkatkan kompetensi Guru di MTS peserta didik. Guru fikih disarankan untuk menggunakan terutama kompetensi pedagogik agar kualitas praktis, seperti pada materi Ibadah Haji, pembeljaran menjadi semakin baik, misalnya Umrah. Qurban. Akikah. Mengurusi Mayit dengan melaksanakan Workshop. MGMP, dan lain sebagainya. Pembelajaran Fikih Metode dan lain sebagainya. Demonstrasi hendaknya dijadikan sebagai Kepala Sekolah hendaknya lebih menggiatkan salah satu alternatif pembelajaran untuk tugas pokok Kepala Sekolah dalam bidang meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penerapan Metode Demonstrasi, guru dan kelebihan guru dalam proses belajar hendaknya lebih intensif dalam membimbing peserta didik baik secara individu maupun Kepala Sekolah kelompok sehingga peserta didik akan lebih dukungan terhadap peningkatan kualitas guru dalam proses belajar mengajar dengan cara memberikan motivasi agar lebih aktif lagi, meningkatkan fokus dalam pembelajaran dan sekolah/madrasah berupa media dan alat metode Demonstrasi dalam materi fikih supervisi guru untuk mengetahui kelemahan Simulasi ManbaAoul Ulum Asshiddiqiyah 10 Cianjur bimbingan dari Pengawas Sekolah/Madrasah (STAD), berani mengemukakan pendapat. Bagi Peserta Didik Metode Demonstrasi Peserta didik diharapkan lebih aktif dalam Dalam penyusunan kurikulum kepala sekolah berlangsung atau diperagakan baik oleh guru, direkomendasikan untuk menambah alokasi teman sejawat ataupun yang lainnya, sehingga waktu dalam setiap pembelajaran terutama dapat menyerap materi dengan mudah dan mata pelajaran fikih, karena waktu yang disediakan kurang memadai. sebuah peragaan. Kepala sekolah hendaknya memasukkan biaya yang sedang tahapan-tahapan Peserta didik akan lebih mudah memahami pengadaan alat atau media pembelajaran pada pembelajaran pada materi pelajaran fikih Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah praktis melalui Metode Demonstrasi karena (RKAS) menganggap objek yang diperakan seperti dalam kenyataan. Misalnya mengkafani mayat Bagi Guru seolah mayat itu adalah sebenarnya akan Guru sebaiknya memilih dan mencoba metode menjadikan lebih berkesan dan memberikan pembelajaran yang berfariatif seperti Metode efek yang kuat. Demonstrasi. Student Teams Achievment PELAKSANAAN UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBASIS ICT Dadun Mubarok Tanzhimuna Vol 1. No 1 Juni 2021 DAFTAR PUSTAKA