SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Mengekspresikan Gagasan sebagai Aktualisasi Diri Siswa SMA di Kota Malang Nia Ashton Destrity1*. Nilam Wardasari2. Fariza Yuniar Rakhmawati3, dan Nisa Alfira4 1,2,3,4Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia e-mail: nia. ashton@ub. id1, nilamwardasari@ub. id2, farizayuniar@ub. alfira@ub. *Penulis Korespondensi: E-mail: nia. ashton@ub. Abstract High school students face difficulties in expressing their ideas and also have a fear of public speaking. Nevertheless, high school students have a desire to express their thoughts and ideas, but on the other hand, they also have a fear of presenting them in front of the public. Furthermore, the curriculum does not specifically offer learning that teaches and prepares studentsAo soft skills to improve their public speaking abilities and skills. This community service activity is aimed at increasing awareness, knowledge, and attitudes regarding the importance of having the ability and skill to speak in public. enhancing the ability to express ideas as a form of self-actualization. improving knowledge, attitudes, abilities, and public speaking skills. and training and boosting studentsAo self-confidence, contributing to their personal and professional development. To achieve these goals, the team has formulated a community service activity in the form of public speaking training in collaboration with Ganesha Public Speaking. This public speaking training activity was attended and participated in by 22 high school students and their equivalents in the Malang area. Participants were given an understanding of the importance of having public speaking skills, how to boost confidence in speaking in front of the public, and effective public speaking practice. In addition, during this training, participants were encouraged to practice presenting and expressing their ideas in front of other participants. Keywords: Expression of Ideas. High School Students. Public Speaking. Self-Actualization. Training Abstrak Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan dan juga memiliki ketakutan berbicara di depan publik. Padahal, siswa sekolah menengah termasuk siswa SMA memiliki keinginan untuk mengekspresikan pemikiran dan gagasan mereka, namun di sisi lain mereka juga memiliki ketakutan untuk menyampaikannya di depan orang banyak. Selain itu, kurikulum belum menawarkan pembelajaran yang secara spesifik mengajarkan serta mempersiapkan soft skill siswa dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan public Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan sikap mengenai pentingnya memiliki kemampuan dan keterampilan berbicara di depan publik. meningkatkan kemampuan mengekspresikan gagasan sebagai bentuk aktualisasi meningkatkan pengetahuan, sikap, kemampuan, dan keterampilan public speaking. melatih dan meningkatkan kepercayaan diri siswa yang berkontribusi terhadap kualitas diri dan profesional siswa. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, tim merumuskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan public speaking melalui kerja sama dengan Ganesha Public Speaking. Kegiatan pelatihan public speaking ini dihadiri dan diikuti oleh 22 siswa SMA dan sederajat di wilayah Malang. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki keterampilan public speaking, cara untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik, dan cara berlatih public speaking dengan efektif. Selain itu, pada pelatihan ini, peserta diajak untuk banyak berlatih menyampaikan dan mengekspresikan gagasan mereka di depan para peserta lainnya. Kata kunci: Aktualisasi diri. Ekspresi gagasan. Pelatihan. Public speaking. Siswa SMA DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 PENDAHULUAN Konsep self-actualization . ktualisasi dir. menjadi sangat menonjol dalam teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow dimana Maslow . membangun piramida hierarki untuk kebutuhan manusia (Singh, 2. dengan aktualisasi diri sebagai kebutuhan yang berada di posisi teratas dari piramida tersebut. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan diri manusia untuk membuktikan dan menunjukkan dirinya kepada orang lain, dimana seseorang harus mengembangkan bakatnya semaksimal mungkin dari segala potensi bakat yang dimilikinya (Ariani et al. , 2. Aktualisasi diri mengacu pada keinginan untuk pemenuhan diri, keinginan untuk menjadi lebih dari seperti apa yang mampu dilakukan oleh seseorang dan juga merupakan keinginan seseorang untuk self-improvement . erbaikan dir. , atau penggunaan aktual dari potensi, bakat, dan kapasitas (Singh, 2. Maslow menyatakan bahwa aktualisasi diri dapat dipenuhi oleh individu pada masa remaja dan mereka yang telah mencapai fase dewasa awal (Suarni et al. , 2. Kebutuhan aktualisasi diri melibatkan keinginan terus menerus untuk memenuhi potensi bakat siswa (Ariani et al. , 2. Kebutuhan aktualisasi diri mengarah pada upaya berkelanjutan untuk mengembangkan diri menuju tingkat yang lebih tinggi, dengan membaca potensi individu, menggunakan dan memanfaatkan sepenuhnya bakat, kemampuan, dan kapasitas yang Remaja yang berada dalam masa perkembangan selalu berusaha bereksperimen dengan hal-hal baru dan tidak menutup diri dengan perkembangan zaman (Suarni et al. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah termasuk siswa SMA yang berada pada usia remaja memiliki kebutuhan aktualisasi . Kebutuhan aktualisasi dan pengembangan diri ini dapat dipenuhi salah satunya melalui kemampuan menyampaikan dan mengekspresikan gagasan . Kemampuan berbicara di depan publik . ublic speakin. menjadi keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki. Public speaking adalah kemampuan berbicara di depan banyak orang, menyampaikan pesan yang dapat dipahami dan dipercaya oleh publik pendengarnya (Hendriyani & Dharmawan, 2. Sementara Mustamu mendefinisikan public speaking sebagai sebuah kemampuan mengekspresikan gagasan di hadapan publik (Zainal, 2. Bagi generasi milenial, kemampuan berbicara di depan publik saat ini memiliki posisi penting, karena percaya diri untuk tampil di depan publik merupakan bagian dari cara mereka untuk mengaktualisasikan diri (Hartanto, 2. Menurut Forbes, berbicara di depan umum menjadi semakin penting, dengan para pendidik di seluruh dunia menyepakati bahwa meningkatkan seni berbicara di depan umum menjadi persyaratan inti sama seperti matematika dan sains (Marlborough, 2. Keterampilan public speaking diperlukan untuk menyampaikan ide, mendiskusikan sesuatu, hingga melaporkan hasil kerja kepada orang lain (Hendriyani & Dharmawan, 2. Berbicara di depan umum menjadi ketakutan bagi banyak orang termasuk bagi sebagian siswa dan siswa juga tidak ingin merasa dihakimi, tidak ingin terlihat bodoh, lemah, atau takut di depan teman sekelasnya (Cooke, 2. Meskipun demikian, siswa lakilaki dan perempuan sekolah menengah sangat menginginkan kesempatan untuk mengekspresikan diri dan mereka ingin mengungkapkan ide-ide mereka tentang masalah yang dihadapi (Dixon, 1. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa siswa di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa masih merasa kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum, siswa cenderung takut untuk bertanya ataupun menyampaikan ide atau gagasan, siswa tidak berani mengomunikasikan pembelajaran dengan baik, dan merasa takut untuk berbicara di depan umum (Rahmaniah & Amaliyah, 2. Oleh karena itu, kemampuan mengutarakan pemikiran dan gagasan serta berbicara di depan publik menjadi keterampilan yang perlu dimiliki dan dilatih oleh siswa SMA. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Public speaking adalah soft-skill untuk bertahan hidup sebagai individu baik secara profesional maupun sosial (Prihatiningsih et al. , 2. Lucas menjelaskan bahwa melalui keterampilan berbicara, siswa akan mampu mengungkapkan ide, pikiran, dan informasi dengan cara yang benar di depan umum dan tidak menimbulkan kesalahpahaman (Usman & Hajrah, 2. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, seseorang akan memiliki kesempatan yang luas untuk berkembang dengan cara menyampaikan ide-ide atau pemikiran mereka dan bukan tidak mungkin dengan kemampuan public speaking yang dimiliki, akan membuat mereka mampu menyampaikan apa yang ada dalam benak mereka kepada orang lain, untuk kemudian diharapkan mampu bertukar pikiran dan berbagi informasi dengan banyak orang dan juga dapat meningkatkan bargaining power mereka di masyarakat (Andriani & Srisadono, 2. Oleh karena itu, penting menyediakan sebuah saluran yang memandu siswa untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Saat ini kebutuhan atas kemampuan public speaking di sekolah juga semakin dirasakan, tidak hanya untuk menunjang prestasi siswa secara akademik di sekolah, namun juga menunjang prestasi siswa di bidang lain di luar sekolah (Aw et al. , 2. Selain itu, sebagian besar siswa menyadari pentingnya kemampuan public speaking untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah (Rahmaniah & Amaliyah, 2. Juwito menjelaskan bahwa level kepercayaan diri dan kegelisahan ketika mengawali public speaking merupakan kendala besar bagi siswa di SMA yang selanjutnya kegiatan pelatihan public speaking dinilai dapat meningkatkan kemampuan public speaking siswa (Prihatiningsih et al. , 2. Kegiatan pelatihan public speaking dinilai mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, kepercayaan diri dalam berbicara dan kelancaran menanggapi pendapat (Rahmaniah & Amaliyah, 2. Saat ini, masih jarang sistem pendidikan di sekolah yang berfokus pada soft skill karena siswa diminta untuk menguasai semua mata pelajaran yang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas individu, sementara di dunia kerja khususnya di era 0, lebih banyak diperlukan keterampilan termasuk soft skill yang terdiri dari berbicara di depan umum, komunikatif, kolaboratif, dan keterampilan berpikir kritis (NurAoain & Prasetyo, 2. Pembelajaran berbicara semakin menunjukkan limitasi dan belum dapat mencapai standar yang ditetapkan karena berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, hanya sekitar 20% siswa yang sudah memiliki keberanian untuk berbicara di depan kelas . dan selebihnya tidak mampu mengomunikasikan pesan dalam berbagai konteks (Usman & Hajrah, 2. Meski demikian, kesadaran akan pentingnya pelatihan public speaking hanya terlihat di sekolah atau kampus tertentu dan masih sedikit jumlahnya (Andriani & Srisadono, 2. Berdasarkan hasil analisis situasi dan pemaparan permasalahan yang dialami oleh siswa SMA berkaitan dengan keterampilan berbicara di depan publik, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan public speaking bagi siswa SMA ini memiliki tujuan yaitu . Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan sikap mengenai pentingnya memiliki kemampuan dan keterampilan berbicara di depan publik . Meningkatkan kemampuan mengekspresikan gagasan sebagai bentuk aktualisasi diri. Meningkatkan pengetahuan, sikap, kemampuan, dan keterampilan berbicara di depan publik . ublic speakin. Melatih dan meningkatkan kepercayaan diri siswa yang berkontribusi terhadap kualitas diri dan profesional siswa. METODE PELAKSANAAN Setelah mengidentifikasi permasalahan pada mitra, khususnya berkaitan dengan kondisi pembelajaran di SMA, karakteristik, dan pengalaman siswa SMA terkait keterbatasan dalam mengekspresikan gagasan serta ketakutan berbicara di depan publik, tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Ilmu Politik Universitas Brawijaya merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan public speaking. Melalui pelatihan public speaking, siswa dapat memperoleh manfaat antara lain kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan atau pendapat, melatih kepercayaan diri dan melatih jiwa kepemimpinan yang akan berdampak baik untuk masa depan siswa itu sendiri maupun kualitas pendidikan dan negara (NurAoain & Prasetyo, 2. Pelajar sebagai generasi muda akan memiliki nilai tambah dan nilai jual lebih dengan memahami dan mengetahui teknik-teknik dasar menjadi public speaker yang handal (Fitrananda et al. , 2. Fasilitator pelatihan public speaking dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berperan mengembangkan dan mengarahkan potensi siswa SMA melalui sarana kegiatan pelatihan public speaking. Fasilitator pelatihan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk menunjukkan potensi mereka secara optimal sesuai dengan bakat dan minat mereka melalui aktivitas berbicara di depan publik. Ketika siswa SMA memiliki kemampuan dan keterampilan berbicara di depan publik, akan sangat bermanfaat dalam peningkatan kualitas diri siswa karena keterampilan public speaking dipakai di seluruh bidang kehidupan (Hendriyani & Dharmawan, 2. Berikut merupakan bagan alir metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan Mitra Keterbatasan siswa SMA dalam mengutarakan gagasan secara lisan Ketakutan siswa berbicara di depan publik Keterbatasan kurikulum yang spesifik mengajarkan dan menyiapkan soft skill berbicara di depan publik Output/Luaran Peningkatan pengetahuan dan keterampilan public speaking Peningkatan kemampuan mengekspresikan gagasan sebagai bentuk aktualisasi diri Peningkatan kualitas diri dan profesional siswa Solusi Pelatihan public speaking A Pemberian materi oleh pakar - Pentingnya memiliki keterampilan public - Cara untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik - Cara berlatih public speaking dengan efektif A Praktik berbicara di depan publik dengan beragam topik dan jenis public speaking A Penilaian dan rekomendasi dari pakar untuk meningkatkan performa public Gambar 1. Bagan Alir Metode Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan satu lembaga mitra yaitu Ganesha Public Speaking . embaga khusus penyelenggara pelatihan public speakin. Tim pengabdian kepada masyarakat memilih pemateri dari lembaga khusus penyelenggara pelatihan public speaking karena pemateri dari lembaga khusus telah memiliki pengetahuan mendalam dan pengalaman praktis public speaking serta lembaga khusus penyelenggara DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 pelatihan public speaking memiliki metodologi yang terstruktur untuk meningkatkan keterampilan komunikasi publik peserta. Tim pengabdian kepada masyarakat menyiapkan konsep utama pelatihan public speaking yang selanjutnya dikombinasikan dengan metodologi dari lembaga mitra ini. Kegiatan pelatihan public speaking diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 22 Oktober 2023 secara luring di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 1 hari dengan pertimbangan bahwa kegiatan pelatihan bagi siswa SMA perlu dirancang secara singkat, sederhana, dan praktis. Mengingat kurikulum SMA yang padat, maka pembelajaran public speaking harus singkat, oleh karena itu pembelajaran harus dibuat sesederhana dan sepraktis mungkin, menghindari teknis dan tugas yang membutuhkan lebih banyak waktu, serta membuat pembelajaran menarik minat siswa (Dixon, 1. Selanjutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disepakati berbentuk beasiswa pelatihan public speaking bagi siswa SMA sederajat di wilayah Malang Raya. Setelah penetapan tanggal dan waktu pelaksanaan, tim pengabdian kepada masyarakat mulai mendesain dan menyebarluaskan media promosi kegiatan berupa Poster kegiatan ini mencakup informasi mengenai kuota jumlah peserta, waktu, lokasi, fasilitas, dan persyaratan yang dibutuhkan bagi peserta untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan. Sebanyak 22 siswa dari 11 SMA di wilayah Malang Raya melakukan registrasi peserta melalui Google Form yang disediakan oleh tim pengabdian kepada HASIL dan PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan public speaking bagi siswa SMA sederajat di wilayah Malang Raya ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan mulai pukul 9. 00 WIB bertempat di Gedung C lantai 7 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik ini diikuti oleh 22 siswa dari beragam SMA dan sederajat di wilayah Malang Raya. Peserta berasal dari sejumlah sekolah antara lain SMA Islam Sabilurrosyad Malang. SMA Brawijaya Smart School. SMA Islam Malang. MAN 1 Kabupaten Malang. SMAN 1 Malang. MAN 1 Malang. SMK Negeri 1 Turen. SMAN 8 Malang. SMA Negeri 3 Malang. MAN 2 Malang, dan SMA Kristen Charis National Academy. Kegiatan pelatihan public speaking ini dimulai pada pukul 9. WIB. Pemateri pada kegiatan pelatihan ini yaitu Andi Afrilliya Ani. Kom. Kom. salah satu coach dari Ganesha Public Speaking mengawali kegiatan dengan perkenalan dan memberikan penjelasan secara singkat mengenai latar belakang dari kegiatan pelatihan public speaking ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas selanjutnya adalah perkenalan diri dari para peserta di depan kelas. Setelah peserta memperkenalkan diri, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking senam penguin untuk menumbuhkan semangat bagi 22 peserta yang hadir. Sebelum memberikan penjelasan lebih dalam mengenai public speaking, pemateri menegaskan sejumlah hal yang dapat membuat kegiatan pelatihan public speaking ini Hal tersebut antara lain peserta harus bahagia, fokus, dan terlibat. Perasaan bahagia menstimulasi suasana hati dan pikiran menjadi positif dan rasa bahagia juga akan mendorong peserta menjadi lebih fokus untuk menerima materi yang diberikan. Selanjutnya peserta diberikan penjelasan mengenai komunikasi. Sejumlah peserta menyampaikan pendapat mereka mengenai makna komunikasi yang mereka pahami. Namun, sebagian peserta diberikan penjelasan lebih lanjut bahwa komunikasi tidak selalu mengenai interaksi dua arah dengan feedback atau umpan balik yang disengaja. Feedback yang tidak secara sengaja dimaksudkan untuk disampaikan, juga menunjukkan komunikasi. Misalnya, ketika kita tidak membalas pesan melalui WhatsApp, namun pihak yang tidak kita DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 beri balasan tersebut melihat kita dalam kondisi online, sehingga muncul makna atau interpretasi tertentu bahwa kita online namun tidak membalas pesan. Ilustrasi ini juga diperkuat dengan penjelasan mengenai dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi verbal dan non-verbal. Kedua bentuk komunikasi ini menjadi penting dalam public speaking. Kemudian pemateri meminta peserta untuk menyiapkan dan menyampaikan gagasan secara bergantian atas tiga pertanyaan utama terkait public speaking yaitu . Mengapa public speaking penting? . Apa yang terjadi jika tidak memiliki skill public speaking? . Bagaimana cara melatih public speaking? Sejumlah peserta menyampaikan gagasan mereka di depan kelas mengenai tiga pertanyaan tersebut. Misalnya, salah satu peserta dari SMA Islam Sabilurrosyad Malang menjelaskan bahwa public speaking penting agar kita dapat berkomunikasi di depan umum dengan jelas dan tidak gugup. Jika tidak memiliki keterampilan public speaking dan ketika diminta berbicara, maka individu akan mengalami kesulitan seperti tidak lancar, tidak jelas, dan atau terbata-bata dalam berbicara. Cara untuk melatih keterampilan public speaking adalah dengan menjadi Master of Ceremony (MC) atau presentasi di sekolah. Peserta memberikan jawaban tersebut dengan berdiri di depan peserta lainnya. Hal ini dilakukan agar peserta memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan dalam menyampaikan gagasan dan berbicara di depan publik. Selanjutnya, pemateri mengutip pernyataan Warren Buffet. AuIf you canAot communicate and talk to other people and get across your ideas, youAore giving up your Ay Ide ini menunjukkan bahwa kita akan menyia-nyiakan seluruh potensi diri kita hanya karena kita tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Salah satunya ketika kita memiliki gagasan yang brilian dan harusnya ide tersebut mampu bermanfaat bagi banyak orang, namun karena keterbatasan kita dalam mengomunikasikannya, ide tersebut akan menjadi sia-sia. Setelah itu pemateri menjelaskan tantangan yang umum dihadapi dalam public speaking . ommon challenges of public speakin. Salah satu kendala yang dialami banyak orang ketika berbicara di depan publik adalah kurangnya rasa percaya diri. Rasa tidak percaya diri ini muncul dari ketakutan dalam diri kita. Selain itu, besarnya rasa gugup juga menjadi kendala yang membuat beberapa orang menjadi kurang nyaman dan malu memulai untuk berbicara dengan baik di depan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan beberapa hal untuk membangun rasa percaya diri tersebut. Pemateri menyampaikan lima cara membangun dan meningkatkan kepercayaan diri ketika berbicara di depan publik Mempersiapkan diri dengan baik melalui perencanaan. Ketika kita gagal membuat perencanaan, maka kita mempersiapkan diri untuk gagal. Perencanaan ini tidak saja merujuk pada perencanaan sebelum kegiatan, namun juga perencanaan yang telah kita siapkan dalam jangka waktu panjang. Mengenali diri sendiri. Setiap orang terlahir dengan hebat dan unik. Cara untuk mengenali diri sendiri adalah dengan memahami kelebihan dan kekurangan. Ketika kita sudah mengenali kelebihan dan kekurangan kita, bukan berarti ini adalah akhir dari perjalanan kita mengenali diri kita, namun proses ini terus berlanjut dengan penggalian potensi diri. Untuk menekankan poin ini, peserta diajak untuk kembali mempraktikkan aktivitas public speaking dengan menyampaikan kelebihan dan kekurangan diri dari para peserta. Memiliki growth mindset. Mindset ini berhubungan dengan orang yang menyukai hal-hal yang memacu dirinya untuk berkembang. Karakteristik orang dengan growth mindset antara lain suka tantangan, berani gagal, pekerja keras, dan bersedia menerima saran. Orang-orang ini akan selalu memandang segala sesuatu dengan hal yang positif. Orang dengan growth mindset juga menyukai kritik yang diperoleh dan dipandang sebagai salah satu pemicu untuk lebih berkembang lagi. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Menghargai pengalaman dan keberhasilan di masa lalu. Kita perlu menghargai apapun pencapaian kita yang tidak hanya terkait prestasi akademik dan non akademik, tetapi juga segala hal yang kita rasakan sebagai bentuk peningkatan diri kita dalam hidup. Berkaitan dengan poin ini, sejumlah peserta diminta untuk menceritakan pengalaman dan keberhasilan mereka di masa lalu. Gambar 2. Peserta Menyampaikan Gagasan mengenai Public Speaking Sumber : Dokumentasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat . Power pose . ose percaya dir. Pose sebagai gesture kita dalam public speaking juga akan berpengaruh dalam menunjukkan dan meningkatkan level kepercayaan diri kita. Beberapa power pose yang umum ditemui adalah, sikap berdiri tegak, berpose mengangkat dagu, tersenyum hingga mata menatap lurus ke depan. Untuk mendukung power pose, kita juga harus mengenal intonasi, dinamika, hingga artikulasi dalam Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara, irama bicara, atau alunan nada yang digunakan ketika berkomunikasi. Artikulasi menunjukkan kejelasan dalam pengucapan kata per kata ketika kita berbicara. Kemudian, pemateri memberikan penjelasan mengenai cara berlatih public speaking dengan efektif. Beberapa cara untuk melatih keterampilan berbicara di depan publik antara lain Berbicara seolah sedang mengobrol atau berbicara kepada seseorang. Kita dapat berlatih dengan mencoba berkomunikasi mengenai apa pun seolah-olah kita sedang bercerita dengan orang lain. Topik yang bisa digunakan sangat fleksibel, misalnya berbicara seolah berjualan produk atau menjadi vlogger. Berlatih dengan banyak diskusi atau presentasi. Kita dapat mencoba meningkatkan level yang lebih menantang yaitu melalui diskusi dan Membiasakan diri untuk menuliskan poin-poin penting materi. Melalui penulisan poin-poin penting materi ini, diharapkan mampu melatih kita agar terbiasa untuk dapat mengembangkan topik yang akan kita presentasikan tanpa harus terlalu fokus membaca tulisan panjang pada slide presentasi. Menggunakan gaya komunikasi dua arah. Gaya komunikasi dua arah ini dapat diartikan sebagai interaksi. Untuk membangun interaksi antara pembicara dengan audiens dalam public speaking, pembicara dapat menggunakan storytelling. Storytelling dapat membantu membangun suasana dan menarik perhatian audiens. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Melatih kepercayaan diri untuk lebih sering tampil sebagai pembicara di depan publik. Kita dapat melatih kepercayaan diri untuk lebih sering tampil sebagai pembicara di depan publik dengan menggunakan metode atau teknik storytelling. Guna meningkatkan partisipasi dan keterlibatan peserta, pemateri memberikan kesempatan kepada peserta untuk berlatih berbicara di depan publik. Salah satunya adalah mencoba untuk berbicara atau menceritakan makanan ringan yang mereka pilih kepada peserta lain sebagai audiens. Gambar 3. Peserta Berlatih Bercerita tentang Produk dalam Pelatihan Public Speaking Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat . Setelah materi selesai disampaikan, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiga orang peserta mengajukan pertanyaan mengenai tips menulis materi untuk public speaking dan strategi bagi moderator dan MC untuk menghentikan . pembicaraan ketika waktu sudah habis. Pemateri memberikan jawaban dengan menunjukkan struktur kalimat dan kata yang digunakan oleh pemateri berdasarkan pengalaman menjadi MC pada sebuah acara formal. Pemateri juga menambahkan bahwa moderator bisa memberikan catatan ketika waktu sudah habis dan MC bisa menyampaikan permohonan maaf terlebih dahulu kepada pihak yang berbicara, dan kemudian menyampaikan maksud dari pemotongan pembicaraan tersebut bahwa waktu telah habis. Setelah sesi tanya jawab dan pemberian penghargaan kepada tiga peserta terpilih, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diakhiri sekitar pukul 12. 10 WIB dengan sesi foto Gambar 4. Foto Bersama Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat . DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 Setelah kegiatan selesai diselenggarakan, tim pengabdian kepada masyarakat menyusun press release kegiatan yang selanjutnya dikirimkan kepada sejumlah media Pada tanggal 24 Oktober 2023, berita mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diterbitkan pada portal berita Warta Bromo dengan judul FISIP UB Bagikan Beasiswa Public Speaking agar Siswa SMA Percaya Diri Berbicara melalui tautan berikut ini https://w. com/2023/10/24/fisip-ub-bagikan-beasiswa-public-speakingagar-siswa-sma-percaya-diri-berbicara/ Gambar 5. Pemberitaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sumber: Warta Bromo . KESIMPULAN Pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan mengekspresikan gagasan sebagai aktualisasi diri siswa SMA di Kota Malang telah berhasil diselenggarakan. Kegiatan dapat terlaksana dengan dihadiri oleh 22 peserta dari berbagai SMA dan sederajat di wilayah Malang Raya. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya public speaking, cara untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik, dan cara berlatih public speaking dengan efektif. Berdasarkan serangkaian persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi atas kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim menilai bahwa kegiatan pelatihan dengan skema beasiswa public speaking bagi siswa SMA ini memiliki kelebihan dalam mendorong antusiasme peserta melalui penyampaian materi yang interaktif dan praktik secara langsung untuk melatih kemampuan public speaking peserta dengan reward yang menarik. Pada pelatihan ini, peserta diajak untuk banyak berlatih menyampaikan dan mengekspresikan gagasan mereka di depan para peserta lainnya. Berdasarkan pengamatan tim pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan kegiatan pelatihan, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan public speaking peserta yang ditunjukkan dari peningkatan performa peserta ketika beberapa kali menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik. Mereka menjadi lebih berani mengomunikasikan gagasan mereka di depan peserta lainnya. Namun, tim juga menilai bahwa terdapat kekurangan program ini berupa masih terbatasnya pengukuran keberhasilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Belum terdapat pendekatan sistematis untuk mengevaluasi dampak program terhadap peserta secara komprehensif. Oleh karena itu, tim merekomendasikan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dapat mencakup aktivitas pre-test dan post-test untuk mengukur dampak dari program kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, tim DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 43 - 53 juga disarankan untuk menyiapkan beberapa alternatif model pre-test dan post-test yang sesuai dengan karakteristik program, guna memastikan evaluasi yang lebih akurat dan holistik terhadap keberhasilan kegiatan pengabdian tersebut. Pre-test dan post-test dapat diselenggarakan melalui kombinasi dari pendekatan penilaian diri . elf-assessmen. dan penilaian pihak ketiga, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif pada peningkatan kompetensi public speaking. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis . im pengabdian kepada masyaraka. mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Ganesha Public Speaking, siswa SMA dan sederajat di Malang Raya sebagai peserta kegiatan pelatihan, mahasiswa yang terlibat membantu dalam pelaksanaan kegiatan, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA