Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing melalui Legalitas. Inovasi, dan Digitalisasi Usaha Suherman1. Adam Maulana2. Nurhikmah3. Fitriani4 1Ae4 Universitas Serang Raya. Serang Ae Banten Email korespondensi: suherman. unsera@gmail. ABSTRAK UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya legalitas, promosi, dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan enam pelaku UMKM di Kubang Sepat Inpres. Cilegon, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Program dilakukan selama delapan pertemuan, meliputi pelatihan legalitas usaha, inovasi produk, strategi promosi visual, serta digitalisasi melalui website. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: 100% pelaku UMKM berhasil memperoleh NIB, menggunakan media promosi visual, dan mengelola website Selain itu, 83% pelaku berhasil melakukan inovasi produk. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha yang berdaya saing dan Kata kunci: Digitalisasi, , inovasi produk, legalitas usaha, promosi visual. UMKM ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a vital role in the national economy but continue to face challenges such as lack of business legality, limited promotional strategies, and minimal use of digital platforms. This community service program aimed to empower six MSMEs in the Kubang Sepat Inpres area. Cilegon, through an educational and participatory Conducted over eight sessions, the program included training on business legality (NIB registratio. , product innovation, visual promotional strategies, and digitalization through the development of personalized websites. The evaluation showed significant improvements: 100% of MSMEs obtained business registration numbers, used promotional media, and managed their own websites. Additionally, 83% of the MSMEs successfully developed product innovations. This initiative effectively enhanced the entrepreneurial capacity of MSMEs to become more competitive, independent, and sustainable. Keywords: Digitalization, product innovation, business legality, visual promotion. MSMEs SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama menjadi tulang Indonesia. Berdasarkan Kementerian Koperasi UKM (KemenkopUKM), hingga tahun 2023 jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit yang menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional serta berkontribusi lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Peran UMKM ini sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan daerah. Namun, meskipun kontribusinya besar. UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan menghambat optimalisasi potensi mereka dalam skala lokal maupun nasional. Beberapa tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM mencakup aspek legalitas usaha, pengelolaan keuangan, inovasi produk, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital. Banyak pelaku usaha belum memiliki dokumen legal seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), yang padahal merupakan syarat utama pemerintah, menjalin kerja sama komersial, dan meningkatkan kredibilitas di mata Rendahnya tingkat literasi manajerial dan keuangan juga menjadi Pelaku UMKM seringkali tidak memiliki catatan keuangan yang memadai, sehingga kesulitan dalam mengelola arus kas, menentukan harga jual, atau menilai profitabilitas usahanya. Selain itu, strategi pemasaran masih didominasi oleh metode konvensional. Dalam era digital seperti saat ini, promosi yang efektif memerlukan media visual yang menarik seperti foto produk berkualitas, spanduk yang komunikatif, dan video Studi menunjukkan bahwa media visual yang menarik dapat meningkatkan minat beli hingga 40% (Wahyuni et al. , 2. Sayangnya, banyak UMKM belum memiliki kemampuan teknis maupun perangkat yang memadai untuk menciptakan materi promosi digital yang efektif. Hal ini diperparah dengan masih rendahnya pemanfaatan teknologi informasi. Hingga awal tahun 2023, baru sekitar 24 juta pelaku UMKM yang telah tergabung dalam ekosistem digital, meninggalkan lebih dari 60% UMKM yang belum mengakses peluang pasar daring secara optimal (Kominfo, 2. Melihat diperlukan pendekatan pemberdayaan yang komprehensif dan berkelanjutan, yang tidak hanya fokus pada penyuluhan semata, tetapi juga mencakup praktik langsung dan pendampingan intensif. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat menjadi sarana strategis untuk pemberdayaan UMKM berbasis partisipatif. Melalui keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan, program ini dapat dengan pendekatan akademik dan praktis. Kegiatan KKM Kelompok 08 Universitas Serang Raya tahun 2025 yang dilaksanakan di lingkungan Kubang Sepat Inpres. Kota Cilegon, merupakan respons permasalahan-permasalahan nyata yang dihadapi oleh pelaku UMKM Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh tim, diketahui bahwa dari enam UMKM aktif di wilayah tersebut, sebagian besar belum memiliki legalitas usaha, belum memanfaatkan teknologi digital, serta mengalami kesulitan dalam strategi pemasaran dan pengembangan Oleh karena itu, tim KKM berbasis edukatif dan aplikatif yang mencakup empat fokus utama: . legalitas usaha, . inovasi produk, . strategi promosi visual, dan . digitalisasi usaha melalui website. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan digital pelaku UMKM agar Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 mereka mampu mengelola usaha secara mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan. Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap dalam delapan kali pertemuan, melibatkan pendampingan personal, serta evaluasi berkala terhadap hasil yang dicapai. Dengan pendekatan ini, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga berdampak nyata dalam mendorong UMKM ekosistem usaha yang lebih profesional dan METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat oleh KKM Kelompok 08 Universitas Serang Raya pendekatan edukatif, partisipatif, dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di lingkungan Kubang Sepat Inpres. Cilegon. Proses pelaksanaan dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan selama 8 kali pertemuan dalam rentang waktu akhir April hingga akhir Juni 2025. Adapun metode pelaksanaan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut. Survei Lapangan & Identifikasi Penyusunan Materi (Program & Jadwa. Edukasi & Pelatihan UMKM Implementasi & Pendampingan Langkah identifikasi masalah melalui observasi langsung dan wawancara bersama pelaku UMKM. Tim KKM melakukan pemetaan awal terhadap enam UMKM aktif di lingkungan tersebut untuk memahami kondisi aktual yang mereka hadapi. Dari hasil survei, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), tidak memiliki media promosi yang memadai, belum memanfaatkan platform digital, serta minim dalam aspek inovasi produk. Berdasarkan temuan tersebut, tim kemudian menyusun program kegiatan yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu: . legalitas usaha, . inovasi produk, . promosi visual, dan . digitalisasi Penyusunan program disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masingmasing pelaku usaha, sehingga metode penyampaian dirancang agar mudah dipahami, bersifat praktis, dan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Kegiatan pelaksanaan sesi edukasi dan pelatihan. Setiap pertemuan dirancang dengan pendekatan tematik sesuai aspek yang ingin Misalnya, pada pertemuan kedua, peserta diberikan pendampingan dalam proses pendaftaran NIB melalui sistem OSS (Online Single Submissio. Dalam sesi lain, pelaku usaha diajarkan teknik dasar desain promosi seperti pembuatan spanduk, pengambilan foto produk, dan pembuatan video pendek yang Tim juga mengenalkan cara sebagai bentuk transparansi dan nilai tambah produk. Puncaknya, pelatihan difokuskan pada pembuatan website sederhana sebagai sarana digital marketing. Setiap UMKM didampingi secara langsung dalam pengisian data dan pengelolaan konten agar dapat secara mandiri mengelola platform daring mereka. Metode digunakan juga sangat menekankan pada aspek praktik langsung. Dalam setiap kegiatan, pelaku UMKM tidak hanya menerima materi secara teoritis, namun Sebagai contoh, saat pelatihan pembuatan spanduk, peserta Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 mendesain sendiri materi promosi mereka dengan bimbingan teknis dari tim KKM. Begitu pula pada pelatihan fotografi dan menggunakan kamera smartphone mereka sendiri untuk mengambil gambar produk dengan sudut dan pencahayaan yang Setelah seluruh pelatihan dan dilanjutkan dengan tahap evaluasi dan Evaluasi dilakukan secara wawancara lanjutan, serta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan Indikator meliputi jumlah UMKM yang berhasil mendapatkan NIB, memiliki media promosi visual, melakukan inovasi produk, serta memiliki dan mampu mengelola website usaha mereka sendiri. Metode ini terbukti efektif karena pelaku UMKM dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses kegiatan. Pendekatan kepemilikan terhadap hasil kegiatan dan mendorong keberlanjutan praktik yang telah diajarkan. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing pelaku usaha juga meningkatkan relevansi dan kemudahan implementasi secara langsung di lapangan. Dengan strategi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan lokal, metode kapasitas dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih profesional, inovatif, dan adaptif terhadap era digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan oleh Divisi UMKM Kelompok 08 Universitas Serang Raya terhadap enam pelaku UMKM di lingkungan Kubang Sepat Inpres. Kota Cilegon, menunjukkan hasil yang signifikan dan berdampak nyata pada penguatan kapasitas usaha lokal. Seluruh kegiatan dilakukan secara bertahap dalam delapan pertemuan dengan fokus pada empat aspek utama: legalitas usaha, inovasi produk, strategi promosi visual, dan digitalisasi usaha. 1 Kondisi Awal UMKM Gambar 1. Survei Peserta UMKM Gambar 3. 1 tim KKM melakukan survei dan pemetaan awal untuk mengetahui kondisi eksisting pelaku usaha. Hasil survei menunjukkan bahwa: A Hanya 2 dari 6 UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). A Sebagian menggunakan media promosi visual seperti spanduk, foto, atau video A Tidak satu pun UMKM yang memiliki website atau memanfaatkan platform digital untuk pemasaran. A Hanya 1 UMKM yang menunjukkan pengembangan variasi produk. Temuan kesenjangan cukup besar antara potensi UMKM dengan praktik pengelolaan usaha yang profesional dan modern. 2 Implementasi Program Gambar 2. Suasana Pelatihan Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 mendapatkan spanduk gratis sebagai alat Gambar 3. 2 Selama delapan pertemuan, tim KKM disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing UMKM. Pelatihan bersifat interaktif dan aplikatif, di mana peserta langsung mempraktikkan materi yang diberikan. Adapun hasil nyata dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: Gambar 3. Spanduk Promosi Tabel 3. 1 Hasil Pelatihan Aspek Sebelum Setelah Kegiata Kegiatan Kegiatan Legalita s Usaha (NIB) Inovasi Produk 2 UMKM NIB 1 UMKM Melakuka n Inovasi 1 UMKM Spanduk Tingka Keberhasilan 6 UMKM NIB 5 UMKM Melakuka n Inovasi Promosi Semua Visual UMKM Media Promosi Website Tidak Ada Sudah Ada 100% Hasil pada Tabel 3. 1 menunjukkan adanya peningkatan drastis di semua aspek yang menjadi fokus intervensi. Legalitas usaha menjadi prioritas awal karena merupakan prasyarat dasar bagi UMKM untuk bisa mengakses berbagai peluang kerja sama dan dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta. Proses pengurusan NIB dilakukan melalui OSS (Online Single Submissio. dengan pendampingan penuh dari tim mahasiswa. Peningkatan dalam aspek promosi visual ditunjukkan dengan keberhasilan seluruh UMKM dalam memiliki spanduk promosi, dokumentasi produk berupa foto, dan video pendek yang dapat digunakan untuk pemasaran. Pelatihan dilakukan dengan memanfaatkan alat sederhana seperti smartphone dan aplikasi pengeditan dasar yang mudah digunakan. Seperti pada 3 menunjukkan peserta UMKM Pada aspek inovasi produk, sebagian besar pelaku usaha mulai mengembangkan memperbaiki tampilan produk agar lebih menarik di mata konsumen. Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap materi pelatihan mengenai tren pasar dan strategi Seperti pada gambar 3. 4 berikut : Gambar 4. Pengembangan Produk Adapun transformasi digital melalui pembuatan website menjadi pencapaian penting dari kegiatan ini. Website disiapkan oleh tim KKM dengan konten awal yang disesuaikan berdasarkan jenis usaha masing-masing. Setelah pelatihan, pelaku UMKM diberikan akses pengelolaan mandiri, disertai panduan untuk melakukan pembaruan konten seperti menambah produk atau mengubah harga. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 3. 5 berikut : Gambar 5. Sosialisasi Web UMKM 3 Evaluasi Program dan Dampak Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Evaluasi akhir dilakukan secara wawancara kepada pelaku usaha, serta peninjauan terhadap dokumen visual dan legalitas yang telah dimiliki. Seluruh pelaku usaha menyampaikan bahwa mereka menjalankan usahanya setelah menerima Peningkatan kepercayaan diri ini terlihat dari cara mereka profesional, mampu menjelaskan proses produksi, serta mulai aktif menggunakan media sosial dan website sebagai sarana Selain peningkatan secara teknis, kegiatan ini juga memunculkan semangat kolaboratif di antara pelaku usaha lokal. Beberapa di antaranya mulai membangun komunikasi lintas usaha untuk saling Hal ini mencerminkan adanya dampak sosial positif berupa penguatan jejaring antar pelaku UMKM. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Divisi UMKM Kelompok 08 Universitas Serang Raya di lingkungan Kubang Sepat Inpres. Kota Cilegon, telah memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha mikro di wilayah Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang dilakukan selama delapan pertemuan, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang komprehensif dalam empat aspek utama: legalitas usaha, inovasi produk, strategi promosi visual, dan digitalisasi usaha melalui pemanfaatan website. Secara umum, kegiatan ini berhasil mendorong seluruh UMKM yang menjadi sasaran untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas formal yang dapat memperkuat posisi mereka di mata konsumen maupun mitra Legalitas ini juga membuka akses kepada berbagai bentuk dukungan dari pemerintah atau lembaga keuangan. Pada aspek inovasi produk, kegiatan ini mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan ide dan kreativitas dalam Sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan dalam kualitas dan variasi produk setelah menerima materi pelatihan dan praktik langsung, yang secara langsung berdampak pada nilai jual dan daya saing produk mereka di pasaran. Aspek promosi visual juga mengalami kemajuan pesat. Para pelaku UMKM yang sebelumnya belum memiliki sarana promosi kini telah memiliki spanduk usaha, dokumentasi foto, serta video pendek produk yang dapat digunakan sebagai Peningkatan keterampilan ini sangat ketergantungan pasar terhadap daya tarik visual dalam keputusan pembelian. Yang tak kalah penting, kegiatan ini berhasil mengantarkan seluruh UMKM untuk memasuki ranah digitalisasi usaha dengan memiliki website sederhana sebagai sarana promosi dan informasi produk. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam transformasi UMKM menuju adaptasi terhadap era digital dan perluasan jangkauan pasar secara daring. Kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola konten situs juga menjadi modal berharga bagi keberlangsungan promosi dan komunikasi usaha di masa depan. Dengan seluruh capaian tersebut, pemberdayaan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kapasitas teknis para pelaku usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya manajemen usaha yang profesional, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keterlibatan aktif peserta dalam setiap sesi pelatihan serta keberhasilan implementasi materi yang diberikan menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini cukup efektif dan layak direplikasi di lokasi lain dengan kondisi serupa. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada individu pelaku UMKM, tetapi juga Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 berkontribusi dalam membangun ekosistem kewirausahaan lokal yang lebih kuat, terorganisir, dan siap bersaing dalam skala yang lebih luas. Dengan dukungan lanjutan dari berbagai pihak, baik akademisi, diharapkan perubahan positif ini dapat manfaat berkelanjutan bagi masyarakat secara keseluruhan. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Divisi UMKM Kelompok 08 Universitas Serang Raya di lingkungan Kubang Sepat Inpres. Kota Cilegon. Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada para pelaku UMKM yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan ini, serta telah menunjukkan mengikuti setiap rangkaian pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Tanpa partisipasi aktif dan kolaborasi dari para pelaku usaha, program ini tidak akan berjalan secara maksimal. Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya lingkungan setempat, tokoh masyarakat, dan pengurus Masjid Baiturrahman yang telah memberikan dukungan fasilitas, akses, bermanfaat bagi kelancaran kegiatan. Terima kasih kami sampaikan kepada dosen pembimbing dari Universitas Serang Raya yang telah membimbing dan memberikan arahan dalam setiap tahap perencanaan hingga pelaporan akhir. Dukungan akademik dan masukan yang konstruktif menjadi landasan penting bagi keberhasilan kegiatan ini. Akhir kata, kami juga berterima kasih kepada seluruh anggota tim KKM Kelompok 08 atas kerja sama, dedikasi, dan ditunjukkan selama proses kegiatan. Semoga hasil dari pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal bagi pemberdayaan UMKM yang lebih luas dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA