PENGARUH KECEMASAN PANDEMI COVID-19TERHADAP PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM DI RSU Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO Maharani Tri PuspitasariA Prodi D3 Keperawatan. ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang Email: maharanitripus@gmail. Harnanik NawangsariA Prodi D3 Kebidanan. ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang Email : Harnanik. nawangsari@gmail. com A Leo Yosdimyati Romli3 Prodi S1 Keperawatan. ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang Email: yosdim21@gmail. ABSTRAK Pandemi COVID-19 membuat ibu yang akan post partum mengalami kecemasan dari ringan hingga sedang seperti ketakutan pada kerumunan dan mengurung diri dirumah. Sehingga mempengaruhi pengeluaran ASI ibu post partum, dikarenakan terjadinya peningkatan kortisol membuat terhambatnya transportasi hormon oksitosin dalam sekresinya sehingga pengeluaran ASI terhambat (Guyton, 2. Tujuan penelitian untuk Mengetahui pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Jenis penelitian ini survey analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel adalah ibu post partum yang melahirkan tanggal 1Ae 30 Oktober 2022 berjumlah 37 orang. Analisa data menggunakan Chi Square. Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun berjumlah 27 orang . %), pendidikan tamat SMA berjumlah 21 orang . ,8%), pekerjaan sebagai IRT berjumlah 23 orang . ,2%), melakukan IMD berjumlah 37 orang . %) dan paritas anak pertama berjumlah 14 orang . ,8%). Sebagian besar mengalami cemas Covid-19 berjumlah 22 orang . ,5%) dan tidak cemas Covid- 19 berjumlah 15 orang . ,5%). Pengeluaran ASI pada ibu post partum sampai hari kedua sebagian besar belum keluar berjumlah 24 orang . ,9%), sedangkan sudah keluar berjumlah 13 orang . ,1%). Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum . value : 0,000 < : 0,. Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadappengeluaran ASI ibu post partum. Disarankan ibu hamil untuk selalu berpikiranpositif dan mencari informasi tentang kesehatan khususnya Covid19 ataumelakukan relaksasi sehingga tidak cemas. Kata Kunci: kecemasan, covid-19, pengeluaran ASI ibu Post Partum ABSTRACT Occurrence COVID-19 pandemic made pregnant women experience anxiety, during post partum can affect breastfeeding. Objective To determine effect of anxiety pandemic Covid-19 with breastmilk expenditure for post partum mother at the Independent Practice Midwife Hj. Rusmawati Muara Badak. This type oresearch was analytic survey using cross sectional. Sample was post partum mothers at RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto with estimated births from 1 to 30 October 2022 totaling 37 people. Analysis data using Chi Square. Most respondents aged 20-35 years amounted to 27 people . %), 21 people graduated high school education . 8%), 23 people . worked as an IRT, doing IMD was 37 people . %) and first child was 14 people . 8%). Most Covid-19 anxiety totaling 22 people . 5%) and not worried Covid-19 amounting to 15 people . 5%). Most breastmilk released in post partum mothers during the Covid-19 pandemic did not come out until the second day after giving birth, amounting to 24 people . 9%), while breast milk out until the second day after giving birth was 13 people . 1%). There is an effect Covid-19 ISSN 2502-1524 Page | 203 Maharani Tri Puspitasari : Pengaruh Kecemasan Pandemi Covid-19Terhadap Pengeluaran Asi Ibu Post Partum Di Rsu Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto pandemic anxiety on post-partum maternal breastfeeding . value: 0. 000 <: 0. There is an effect of Covid-19 pandemic anxiety on post partum maternal breastfeeding. Pregnant women are advised to always think positively and seek information about health, especially Covid-19 or do relaxation so they are not anxious. Keywords: Anxiety. Pandemic Covid-19. Breastmilk Expenditures. Post Partum Mother yaitu 67%. PENDAHULUAN Post partum adalah masa atau waktu sejak Salah satu faktor yang mempengaruhi bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas kegagalan dalam proses menyusui dapat dari rahim, sampai enam minggu disebabkan karena tidak keluarnya ASI. berikutnya, disertai dengan pulihnya Kelancaran ASI sangat dipengaruhi oleh kembali organ-organ yang berkaitan faktor psikologi (Hardiani dalam dengan kandungan, yang mengalami Mardjun, 2. Gangguan psikologi pada perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan ASI, (Rahmiati, 2. Masa post partum menghambat let down reflect. Perubahan merupakan masa saat ibu mengalami psikologis pada ibu postpartum umumnya perubahan peran dalam dirinya (Bobak terjadi pada 3 hari post partum. Dua hari dkk dalam Ernawati, 2. Perawatan post partum ibu cenderung bersifat negatif mandiri setelah melahirkan yang masih terhadap perawatan bayinya dan sangat kurang menurut Komariah . tergantung karena energi difokuskan berhubungan dengan nutrisi. ASI dan untuk dirinya sendiri. Kondisi kejiwaan Air Susu Ibu (ASI) adalah dan emosi ibu yang tenang sangat cairan yang disekresikan oleh kelenjar mempengaruhi kelancaran ASI. Jika ibu payudara ibu berupa makanan alamiah mengalami stres, pikiran tertekan, tidak atau susu terbaik bernutrisi dan berenergi tenang, cemas, sedih, dan tegang akan tinggi yang diproduksi sejak masa mempengaruhi kelancaran ASI. Ibu yang cemas akan sedikit mengeluarkan ASI dibandingkan ibu yang tidak cemas (Arfiah, 2. Hasil penelitian terdahulu World Health Organization (WHO) dan United Nations International ChildrenAos Arfiah Emergency Fund (UNICEF) menunjukkan bahwa ada hubungan merekomdasikan sebaiknya anak hanya tingkat kecemasan dengan pengeluaran diberi ASI selama paling sedikit 6 bulan ASI pada masa post partum di RSU dan pemberian ASI dilanjutkan sampai Anutapura Palu. anak berumur 2 tahun. Menurut data WHO . , cakupan ASI eksklusif di Diketahui saat ini terjadi wabah penyakit seluruh dunia hanya sekitar 36% selama baru yang berasal dari virus yaitu corona periode 2019-2021. Pencapaian ASI virus yang merupakan keluarga besar Eksklusif di Indonesia sebesar 54,0% virus menyebabkan penyakit mulai dari telah mencapai target (Kemenkes RI, gejala ringan sampai berat. Corona Virus Sedangkan di Jawa Timur cakupan Disease (COVID-. adalah virus jenis bayi yang mendapatkan ASI eksklusif baru yang belum pernah diidentifikasi adalah pada tahun 2019 sebesar 28,6% sebelumnya pada manusia. Manifestasi meningkat pada tahun 2020 sebesar klinis COVID-19 biasanya muncul dalam 66,21% dan pada tahun 2021 menjadi 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. 65,10%, walaupun setiap tahun telah Tanda dan gejala umum infeksi corona terjadi peningkatan cakupan namun angka virus antara lain gejala gangguan ini masih di bawah target Renstra 2017 pernapasan akut seperti demam,batuk dan ISSN 2502-1524 Page | 204 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman : 203-208 sesak napas. Pada kasus yang berat dapat pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan Terjadinya pandemi COVID19 ini membuat ibu postpartum mengalami kecemasan, yang dapat berdampak pada pengeluaran ASI. Studi pendahuluan di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo yang berada di Mojokerto, diketahui cakupan ASI eksklusif pada tahun 2020 sebanyak 152 orang . ,44%) sedangkan tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 129 orang . ,24%). Padahal target cakupan ASI eksklusif di kota Mojokerto sebesar 50% (Data RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo, 2. Studi pendahuluan melalui wawancara pada tanggal 20 September 2022 di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo dengan 10 orang ibu hamil yang akan melahirkan di bulan September-Oktober diperoleh bahwa terdapat 7 orang yang cemas dimasa pandemi COVID-19 dikarenakan masih harus keluar rumah dan memeriksakan kehamilan, membuat ibu takut membawa kuman yang dapat berdampak pada dirinya dan anaknya. Fenomena yang terjadi saat ini, kelancaran pengeluaran ASI seringkali disebabkan oleh faktor kecemasan, padahal jika suasana hati ibu merasa nyaman dan gembira akan mempengaruhi kelancaran ASI, sebaliknya jika ibu merasa cemas pengeluaran ASI. Berdasarkan data di atas dan pengamatan sampai saat ini, maka penulis ingin membuktikan tentang AuPengaruh Kecemasan Pandemi Covid-19 Terhadap Pengeluaran ASI Ibu Post Partum di RSU Dr. Wahidin Sudiro HusodoAy sebagai judul penelitian ini. METODE PENELITIAN Peneliti memilih Jenis penelitian ini survey analitik menggunakan desain cross Sampel adalah ibu post partum yang melahirkan tanggal 1Ae30 Oktober 2022 berjumlah 37 orang. ISSN 2502-1524 Penelitian berlangsung selama 4 hari, yaitu dari tanggal 1 sampai dengan 4 Oktober 2022 di ruang rawat pasien yang terkonfirmasi covid 19 di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Hasil observasi diukur setiap jam 8 pagi. Analisa bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. HASIL Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 24 orang ASI tidak keluar, proporsi tertinggi pada cemas pandemi Covid-19 berjumlah 21 orang . ,8%), namun terdapat yang ASI tidak keluar yang tidak cemas pandemi Covid- 19 berjumlah 3 orang . ,1%). Adapun dari 13 orang ASI keluar, proporsi tertinggi pada tidak cemas pandemi Covid-19 berjumlah 12 orang . ,4%), namun terdapat yang ASI keluar mengalami cemas pandemi Covid-19 berjumlah 1 orang . ,7%). Hasil uji statistik diperoleh hasil p value : 0,000 < : 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. PEMBAHASAN Penelitian ini sesuai dengan penelitian Arfiah menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat Kecemasan dengan pengeluaran ASI pada masa nifas dengan p value = 0,002 < 0,05. Penelitian Mardjun . menunjukkan ada hubungan antara pengeluaran air susu ibu pada ibu post partum dengan p value 0,001 < 0,05. Penelitian Hastuti . menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecemasan dengan kelancaran pengeluaran air susu ibu pada ibu post partum. Hawari . menyatakan bahwa kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai Page | 205 Maharani Tri Puspitasari : Pengaruh Kecemasan Pandemi Covid-19Terhadap Pengeluaran Asi Ibu Post Partum Di Rsu Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto kekhawatiran yang mendalam. Gejala yang dikeluhkan didominasi oleh faktor psikis tetapi dapat pula oleh faktor fisik. Seseorang akan mengalami gangguan cemas manakala yang bersangkutan tidak mampu mengatasi stressor psikososial. Menurut Dewi . tingkat kecemasan yang terjadi pada ibu selama dan setelah proses persalinan merupakan faktor resiko terjadinya keterlambatan pengeluaran ASI hari pertama dan kedua. Kecemasan merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu post partum. Hal ini berkaitan dengan adaptasi ibu post partum yang dibagi ke dalam 3 kelompok . aking in, taking hold, dan letting g. namun akan menjadi patologis jika terjadi berlebihan. Menurut Riksani . kondisi kejiwaan dan emosi ibu yang tenang sangat memengaruhi kelancaran ASI. Jika ibu mengalami kecemasan, stres, pikiran tertekan, tidak tenang, sedih, dan tegang akan mempengaruhi kelancaran ASI, dalam hal ini ibu yang cemas akan sedikit mengeluarkan ASI dibandingkan ibu yang tidak cemas. Hal ini dikarenakan proses keluarnya ASI terdapat dua proses yaitu proses pembentukan air susu . he milk production refle. dan proses pengeluaran air susu . et down refle. yang kedua proses tersebut dipengaruhi oleh hormon yang diatur oleh hypothalamus (Badariah. Hormon hypothalamus itu sendiri bekerja sesuai dengan perintah otak. Selain itu, proses psikologis pada ibu hamil sudah dimulai sejak masa Ibu hamil akan mengalami perubahan psikologis yang nyata sehingga diperlukan adaptasi. Proses adaptasi yang kurang baik dapat menyebabkan stress atau kecemasan sehingga dapat meningkatkan produksi Dari kortisol yang tinggi akan menghambat produksi ASI (Dewi, 2. , dijelaskan menurut Guyton . tingkat kecemasan pada ibu post partum akan disertai peningkatan sekresi Adrenokortikotropik Hormon (ACTH) ISSN 2502-1524 oleh kelenjar hipofisis anterior yang diikuti dengan peningkatan sekresi hormon adrenokortikal berupa kortisol dalam waktu beberapa menit. Kortisol mempunyai efek umpan balik negatif langsung terhadap hipotalamus untuk menurunkan pembentukan CRF dan kelenjar hipofisis anteerior untuk menurunkan pembentukan ACTH. Kedua umpan balik ini membantu mengatur konsentrasi kortisol dalam Sehingga meningkat, umpan balik ini secara otomatis akan mengurangi jumlah ACTH sehingga kembali lagi ke nilai Sekresi kortisol yang tinggi dapat menghambat transportasi hormon oksitosin dalam sekresinya, sehingga dapat menghambat pengeluaran produk ASI . ASI transisi. ASI Berdasarkan hasil penelitian bahwa ibu post partum mengalami kecemasan ditandai ibu selalu gelisah, merasa takut, perasaan was-was, merasa tidak tenang dan selalu mempunyai firasat buruk takut tertular covid-19 pada dirinya dan Ibu post partum harus mempersiapkan diri untuk menyusui bayinya, tetapi sebagian ibu mengalami kecemasan sehingga mempengaruhi pengeluaran ASI. Ibu menyusui harus berpikir positif dan rileks agar tidak mengalami kecemasan dan kondisi psikologis ibu menjadi baik, kondisi psikologis yang baik dapat memicu kerja hormon yang memproduksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian dan teori pendukung, peneliti beranggapan bahwa kecemasan yang terjadi pada ibu post partum karena terlalu memikirkan halhal negative pada masa pandemic covid19. Ibu post partum harus berfikir positif, berusaha untuk mencintai bayinya, dan rileks ketika menyusui. Ketika ibu berfikir positif dan tetap tenang akan memicu produksi ASI sehingga ASI bisa keluar dengan lancar, sebaliknya ibu yang kondisi psikologisnya terganggu Page | 206 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman : 203-208 mempengaruhi produksi ASI sehingga produksi ASI bisa menurun dan menyebabkan ASI tidak keluar. gejala dan efek samping yang ditimbulkannya (Vollono et al. Pada pasien covid 19 terjadi Difuse Alveolar Damage (DAD) ini, gas O2 sulit sedangkan ASI keluar sampai hari kedua setelah melahirkan berjumlah 13 orang . ,1%). Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap Pengeluaran ASI ibu post partum . value : 0,000 < : SIMPULAN SARAN Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah: Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun berjumlah 27 orang . %), pendidikan tamat SMA berjumlah 21 orang . ,8%), pekerjaan sebagai IRT berjumlah 23 orang . ,2%), melakukan IMD berjumlah 37 orang . %) dan paritas anak pertama berjumlah 14 orang . ,8%). Sebagian besar mengalami cemas terhadap kondisi Covid-19 berjumlah 22 orang . ,5%) dan tidak cemas terhadap kondisi Covid-19 berjumlah 15 orang . ,5%). Sebagian besar ASI belum keluar sampai hari kedua setelah melahirkan berjumlah 24 orang . ,9%). DAFTAR PUSTAKA