Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 95-107 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Pengembangan Panduan Konseling Realitas Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa di SMK Negeri 5 Bulukumba This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License CC-BY-NC-4. 0 A2020 by author . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ). (Received: January-2025. Reviewed: February-2025. Accepted: Maret-2025. Available online: April-2025. Published: April-2. Indi Tenri Pada 1*. Abdul Saman2 Abstract. This research develops a reality counseling guide to enhance students' learning responsibility at SMK Negeri 5 Bulukumba. With the aim Suciani Latif3 of understanding: . an overview of the needs for reality counseling Bimbingan dan Konseling guidance, . the prototype development of reality counseling guidance . Universitas Negeri Makassar. the level of validity of the reality counseling guide, and . the level of Email: tenri0772@gmail. practicality of the reality counseling guide to enhance students' learning Bimbingan dan Konseling The research method uses Research and Development Universitas Negeri Makassar. (R&D) with the Borg and Gall model modified into seven stages, namely: Email: abdulsaman72@gmail. preliminary research, planning, product development, internal testing. Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar revision, field testing, and final product. Data collection techniques used interviews and questionnaires with qualitative data analysis techniques and Email: suciani. latif@unm. quantitative descriptive analysis. The research results show the validity of the material with scores of 83. 3% and 95%, as well as the validity of the media with scores of 80% and 93%. Practicality was rated very good, with a score of 84. 3% by the guidance counselor and 87% from the small group trial. Based on these results, the reality counseling guide is deemed suitable for use by guidance counselors in the counseling service process. Keywords: Reality Counseli Learning Responsibility. Guide Development. Abstrak. Penelitian ini mengembangkan panduan konseling realitas untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa di SMK Negeri 5 Bulukumba. Dengan tujuan untuk mengetahui : . gambaran kebutuhan paduan konseling realitas, . Protype pengembangan panduan konseling realitas . tingkat validitas panduan konseling realitas, dan . tingkat kepraktisan panduan konseling realitas untuk meningktatkan tanggung jawab belajar siswa. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap yakni: riset awal, perencanaan, pengembangan produk, pengujian internal, revisi, uji coba lapangan, dan produk akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancra dan angket dengan teknik analisis data kualitatif dan analisis deskripftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan validitas materi dengan skor 83,3% dan 95%, serta validitas media dengan skor 80% dan 93%. Kepraktisan dinilai sangat baik, dengan skor 84,3% oleh guru BK dan 87% dari uji coba kelompok kecil. Berdasarkan hasil tersebut, panduan konseling realitas dinyatakan layak untuk digunakan guru BK dalam proses pemberian layanan Kata Kunci : Konseling Realitas. Tanggung Jawab Belajar. Pengembangan Panduan. 95 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 95-107 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. PENDAHULUAN Tanggung jawab belajar merupakan suatu kesadaran peserta didik atas kewajiban yang dimiliki siswa dalam melaksanakan tugas yang dilakukan secara suka rela tanpa paksaan dari pihak manapun, dimanifestasikan dalam bentuk tindakan, perilaku, atau kebiasaan dan siap menanggung segala macam akibat dan konsekuensi atas tindakan yang dilakukan (Hidayati et,al. Menurut Suriani . ciri-ciri orang yang bertanggung jawab seperti melakukan tugas belajar dengan rutin, meluangkan waktu untuk belajar, mengikuti proses pembelajaran dengan giat, menghormati dan menghargai peraturan disekolah, bisa membuat keputusan yang berbeda dari orang lain dan kelompoknya, mempunyai minat untuk tekun dalam belajar, dapat berkonsentrasi pada pelajaran yang rumit, dan bertanggung jawab terhadap prestasi yang diraih. Dengan bertanggung jawab menjadikan pribadi siswa yang mandiri, tekun, membentuk sikap positif, sikap yang proaktif dan mampu mengontrol diri dalam bertindak dan berusaha mencapai hasil belajar yang baik (Triyani et al, 2. Tanggung jawab belajar juga berpengaruh besar pada peningkatan hasil belajar, melalui tanggung jawab siswa akan mempunyai sikap dewasa dalam menjalani proses pembelajaran di sekolah dan menjadi pribadi yang lebih baik (Wulandari & Radia, 2. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fauzi (Prayogo & Setiawan, 2. menjelaskan bahwa proses belajar yang diiringi dengan sikap tanggung jawab akan mengantarkan peserta didik pada kebehasilan belajar. Tetapi hal ini tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan melalui wawancara bersama guru BK pada tanggal 24 Juli 2023 menyatakan bahwa masalah tanggung jawab belajar rendah yang dialami oleh siswa masih kerap terjadi. Terlihat beberapa siswa yang sering terlambat datang ke sekolah, siswa yang masih keluyuran diluar kelas walaupun bel sudah berbunyi, siswa yang membolos pada saat jam kosong, dan bercerita didalam kelas pada saat pelajaran berlangsung dan menyontek. Selain hasil wawancara dengan guru BK SMK Negeri 5 Bulukumba, lebih lanjut peneliti membagikan Angket tanggung jawab belajar yang disebar secara acak via google form pada tanggaI 31 Juli 2023 kepada 60 siswa perwakilan kelas XI. Dari hasil pembagian angket diperoleh 42,5 % siswa yang malu bertanya didalam kelas apabila terdapat materi yang belum dipahami, 25% siswa yang menyontek pada saat mengerjakan tugas sekolah, 16,7% siswa yang tidak belajar ketika mendekati ulangan, 16,7% siswa yang becerita didalam kelas ketika pelajaran berlangsung, 11,2% siswa yang tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, dan 11,7% siswa yang malas mengerjakan tugas sekolah. Terkait dengan temuan dilapangan maka perlunya strategi guru BK untuk mengatasi permasalahan tersebut, apabila siswa yang memiliki masalah tanggung jawab belajar tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai macam masalah bukan hanya berdampak pada proses belalajar namun berimbas pada prestasi belajar siswa, mengakibatkan hasil belajar yang menurun, proses belajar yang tidak optimal, siswa menjadi tidak disiplin dan bahkan siswa akan terancam tinggal kelas (Bariyyah et al, 2. Pendapat yang sama juga di ungkapkan oleh Rizkyana (Kamelia & Meliani, 2. dalam penelitianya di MAN 1 Bandung menemukan hasil apabila siswa memiliki rasa tanggung jawab yang rendah akan menimbulkan dampak seperti . Hilangnya nilai moral, . Rendahnya rasa tanggung jawab baik kepada diri sendiri, masyarakat, keluarga dan tuhan YME, . orang yang tidak bertanggung jawab pada lingkungan akan memunculkan perilaku-perilaku yang negatif, seperti tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani masalah tanggung jawab belajar yang rendah adalah dengan mengimplementasikan terapi realitas. Terapi realitas sendiri merupakan salah satu jenis pendekatan bimbingan dan konseling yang fokus utamanya membantu klien untuk mampu menentukan tujuan serta mengontrol dan mengarahkan 96 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 95-107 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. dirinya sendiri untuk bertanggung jawab guna mencapai otonomi dan mendapatkan identitas yang sukses (Pandang, et al 2024, . Konseling realitas memiliki beberapa teknik salah satunya adalah teknik WDEP, teknik WEDP merupakan akronim dari Wants (Keingina. Doing and Diraction (Araha. Evaluation (Penilaia. Planning (Perencana. Untuk meningkatkan tanggung jawab belajar Teknik WEDP dianggap cocok digunakan karena menyajikan struktur yang lengkap dan sederhana dapat mengajak siswa mengingat kembali tentang keinginanya, memberikan arahan, mengevaluasi tindakan serta menyusun rencana secara bersama-sama. Selain itu juga dengan menggunakan teknik WDEP konseli dengan bantuan konselor menyadari tingkah lakunya yang bermasalah kemudian membuat rencana yang bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan konseli (Simen, 2. Namun upaya yang dilakukan guru BK dalam menangani masalah tanggung jawab belajar yang rendah kurang optimal diakibatkan karena dalam proses pemberian layanan hanya bersifat spontan maksudnya guru BK hanya memberikan teguran tanpa menggunakan pendekatan tertentu, selain itu di SMK Negeri 5 Bulukumba belum tersedia sumber atau media, seperti buku panduan, yang dapat dijadikan acuan untuk melaksanakan konseling. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka penelitian ini berupaya menghasilkan sebuah produk berupa panduan konseling guna sebagai alat bantu yang digunakan oleh konselor (Guru B. dalam proses pemberian layanan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengembangan panduan konseling realitas untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa di SMK Negeri 5 BulukumbaAy diharapkan dengan hadirnya media panduan konseling dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan tanggung jawab belajar siswa dan dapat menurunkan tingkat masalah tanggung jawab belajar siswa di SMK Negeri 5 Bulukumba. METODE Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan (Resech and Developmen. dengan model pengembangan Bord and Gall. Menurut Waruwu . mengembangkan sebuah produk idealnya dimulai dengan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan Resech and Development (R&D) bisa diartikan sebuah prosedur langkah-langkah pengembangan suatu produk baru ataupun menyempurnakan produk yang sudah ada (Rustamana, et al, 2. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah pengembangan dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Penelitian dan pengembangan memiliki perbedaan yang mendasar dengan jenis penelitian lainya yang umumnya hanya memberikan rekomendasi dan masukan untuk memperbaiki suatu teori. Kelebihan penelitian pengembangan terletak pada kemampuanya untuk menghasilkan produk yang langsung dapat digunakan. Sehingga alasan pemilihan model pengembangan Bord and Gall karena keunggulanya dalam menghasilkan produk dengan tingkat vaaliditas yang tinggi serta mampu mendorong inovasi prduk yang berkelanjutan. 97 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 95-107 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Prosedur Pengembangan Riset dan pengumpulan Perencanaan pengembangan riset Revisi produk tahap II Uji coba kelompok kecil (Produk akhi. Pengembangan bentuk Revisi Desain 1 Uji Validasi Riset dan pengumpulan Gambar 1. Alur Penelitian Pengembangan Berikut prosedur pengembangan Panduan Konseling Realitas untuk meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa di SMK Negeri 5 Bulukumba adalah sebagai berikut : Riset awal dan pengumpulan informasi Peneliti akan melakukan pengumpulan informasi dengan melakukan observasi, wawancara serta pembagian angket yang dilakukan oleh guru BK maupun siswa kelas XI di SMK Negeri 5 Bulukumba. Perecanaan pengembangan Setelah melakukan riset awal pengumpulan informasi yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan pembagian angket langkah selanjutnya yakni melakukan perencanaan desain awal produk pengembangan panduan konseling realitas untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Pengembangan bentuk produk Tahap pengembangan produk mencakup seluruh komponen penting bagian isi dan desain panduan konseling Validasi ahli Pada tahap uji ahli atau validasi ahli ini peneliti mengujikan buku panduan konseling realitas pada dua ahli dalam bimbingan dan konseling dan dua ahli dalam IT/ media pembelajaran Revisi desain 1 Peneliti akan melakukan revisi terhadap produk yang didasarkan pada hasil uji validasi ahli dan wawancara bersama guru Bk serta hasil analisis kebutuhan untuk kemudian di uji coba pada kelompok kecil. Uji coba lapangan (Kelompok keci. Pada tahap ini pengujian kelompok kecil melibatkan beberapa siswa yang terindikasi mengalami masalah tanggung jawab belajar yang rendah dalam skala kecil. Revisi produk tahap II (Produk Akhi. Peneliti memperbaiki revisi pproduk yang telah siap untuk digunakan, dengan mempertimbangkan masukan dari percobaan sebelumnya. Teknik pengumpulan data Wawancara Menurut Insani . interview atau wawancara merupakan Tanya jawab antara dua orang atau lebih secara Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden dengan tujuan untuk mengungkap keadaan diri, pendapat, dan kesan yag ada pada responden sendiri maupun yang diluar dirinya (Insani, 2. 98 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 95-107 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Teknik Analisis data Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan analisis isi, dengan cara mengelompokkan data kualitaatif yang diperoleh dari hasil wawancara Siswa dan guru BK Analisis Data Kuantitatif Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Validasi media layanan menggunakan rumus ycU ycE= y 100% ycU Keterangan : P : Persentase Skor yce ycU : Jumlah presentase yce ycU : Jumlah pernyataan Setelah diperoleh presentase dengan rumus diatas, peneliti lalu menafsirkan hasil persentase tersebut kedalam empat kriteria kelayakan, yaitu sangat valid, valid, kurang valid, dan tidak valid. Berdasarkan rumus di atas, maka dalam penelitian ini akan menggunakan kriteria kelayakan sebagai berikut : Tabel 1. Kriteria kelayakan Nilai Rata-rata 81- 100 % 61-80 % 41-60 % 21-40% Kriteria Sangat valid Valid Kurang Valid Tidak Valid Uji coba produk Penskoran Uji Kepraktisan Skor diberikan berdasarkan hasil kriteria berikut ini : Tabel 2. Penskoran Uji Kepraktisan Nilai Rata-rata Kriteria 5 ( Lim. Sangat Tinggi 4 (Empa. Tinggi 3 (Tig. Cukup 2 (Du. Kurang 1 (Sat. Sangat Kurang Sumber : ( Sugiyono, 2. Kategori/Kriteria Kepraktisan Media Tabel 3. Hasil Interpretasi Uji Kepraktisan Kategori 80%