PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 5 Nomor 2. Edisi Desember 2024 EDUKASI MODERASI BERAGAMA MELALUI SUB-CPMK AGAMA KATOLIK KEBAJIKAN BIBLIS DENGAN METODE PjBL DI PERGURUAN TINGGI Vinsensius Hayon Universitas Nusa Cendana Kupang vinsensiushayon57@gmail. Abstrak Akselerasi kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ipte. sangat terasa dan berefek tanpa batas diberbagai bidang kehidupan. Semua pergerakan kemajuan terkover pada dan dalam ranah mobilistas globalisasi dan domain Revolusi Industri 4. Efeknya sangat terasa dan pesat sekali pengaruhnya merasuk-masuk sampai ke ranah pendidikan sehingga mempengaruhi sikap hidup mahasiswa sebagai generasi muda. Berkaitan dengan relasi dan interaksi antar-mahasiswa dan antar-masyarakat beragama sangat diupayakan mengonstruk pemahaman akan cara beragama yang moderat agar tidak jatuh pada posisi radikal dan eksklusif, ekstrem dan intoleran. Karenanya AuKebajikan biblisAy diajarkan dan didalam-hayati melalui Sub-CPMK Agama Katolik sebagai dasar bersikap moderat dalam kehidupan antar-saudara beragama. Tujuan penulisan adalah membahas Kebajikan biblis sebagai dasar sikap moderat untuk dimanifestasikan dan jadi pedoman hidup yang sudah dimulai untuk merajut fraternity antar-mahasiswa di Perguruan Tinggi maka metode PjBL jadi sarananya dan pendekatan yang dipakai adalah SCL. Metode penulisan yang digunakan adalah penelitian pustaka. Kesimpulan kajian ini adalah bahwa dalam kehidupan multiagama perlu dasar sebagai pedoman dan tuntunan untuk membentuk sikap moderat dan diejawantah pada praksis hidup antar-penganut beragama, sehingga membumilah sikap moderat dalam berinteraksi dengan siapapun tanpa prasangka. Moderasi beragama menuntut aneka sikap berupa pengakuan atas keberadaan pihak lain, toleransi, penghormatan atas perbedaan keyakinan iman dan tidak memaksakan kehendak dengan cara kekerasan, ekstrem dan radikal. Metode PjBL menjadi salah satu srtategi memberi pemahaman bahwa sumber dari sikap moderasi adalah Kebajikan biblis. Ruang Sub-CPMK untuk pendalaman dan pengamalan sikap moderat yang berdasar dan bermuara pada interkasi sosial baik secara internal maupun eksternal diberdayakan untuk kedamaian dan keharmonisan hidup. Kata Kunci Moderasi beragama. Kebajikan biblis. Pendidikan Agama. Metode PjBL. Abstract The acceleration of progress in the field of Science and Technology (Science and Technolog. can be felt and has unlimited effects in various areas of life. All progress movements are covered in and within the realm of globalization mobility and the domain of Industrial Revolution 4. The effect is very pronounced and its influence penetrates very quickly into the realm of education, thus influencing the attitude of life of students as a young In connection with relations and interactions between students and between religious communities, great efforts are made to construct an understanding of moderate religious practices so as not to fall into radical and exclusive, extreme and intolerant Therefore, "biblical virtues" are taught and internalized through the Catholic Religion Sub-CPMK as a basis for being moderate in life between religious brothers. The purpose of writing is to discuss Biblical Virtue as the basis for a moderate attitude to be manifested and become a life guide that has been started to knit fraternity between students Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 in higher education, so the PjBL method is the means and the approach used is SCL. The writing method used is library research. The conclusion of this study is that in multireligious life a basis is needed as a guide and guide to form a moderate attitude and it is manifested in the practice of life between religious adherents, so that a moderate attitude is grounded in interacting with anyone without prejudice. Religious moderation requires various attitudes in the form of recognition of the existence of other parties, tolerance, respect for differences in religious beliefs and not imposing one's will in violent, extreme and radical The PjBL method is one of the strategies to provide understanding that the source of moderation is Biblical Virtue. Sub-CPMK space for deepening and practicing moderate attitudes that are based on and lead to social interactions both internally and externally empowered for peace and harmony in life. Keywords Religious moderation. Biblical virtues. Religious Education. PjBL Method. PENDAHULUAN Revolusi Industri 4. 0 ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi yang luar biasa dan canggih serta pesat sekali pengaruhnya sampai di bidang pendidikan. Ikutannya adalah transformasi pendidikan melalui berbagai pendekatan dibutuhkan untuk mengatasi kesenjangan yang diakibatkan oleh perubahan zaman yang semakin kompetitif di era saat ini. Kesenjangan dalam hidup menuntut sebuah solusi untuk segera diatasi, dan salah satu cara adalah melalui bidang pendidikan. Pendidikan abad 21 akan menjawabnya dengan fokus pada aspek karakter, literasi dan kompetensi 4C, antara lain kreativitas . , berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical thinkin. , kolaborasi . , dan komunikasi . Karakter pendidikan abad 21 yang ditonjolkan adalah mengarahkan pembelajaran berpusat pada peserta didik atau pendekatan student center learning (SCL) (Harahap et al. , 2. Salah satu fokus pendidikan di abad 21 adalah aspek karakter. Menjawab focus pendidikan yang demikian maka moderasi beragama sebagai pendekatan dalam kehidupan masyarakat beragama di Indonesia mendapat ruang dan peluang untuk didalami dan dihayati sebagai salah satu sub-capaian pembelajaran mata kuliah pendidikan agama katolik di perguruan tinggi umum (PTU). Inilah semangat kebaruan dalam kesinambungan . ovelty in continuit. dari ajaran Konsili Vatikan II yang mendorong kita untuk menghadapi tantangan dunia masa kini sebagai ladang penuh rahmat tempat perutusan pribadi-pribadi beriman yang setia berguru pada masa lalu dan teguh menatap masa depan (Prastowo, 2. Atas semangat ini warga masyarakat beragama perlu untuk menerima realita Indonesia yang plural dari segi agama. Agama sebagai realitas sosial demikian menurut Emile Durkheim hadir dalam berbagai bentuk yang konkret (Durkheim. Dalam bentuk yang demikian terkadang rujukan kehidupan ambigu, dapat terarah kepada yang profan dan juga kepada yang sakral. Manakala hal profan memiliki medan perhatian paling luas maka agama sering dijadikan dalil untuk saling merusak dan meniadakan. Dengan pelbagai rasionalisasi dan arogansi rohani yang sempit, agama sering direduksikan sehingga menjadi sumber permusuhan antara manusia Akar permasalahan mendasar adalah karena kesadaran akan dan pemahaman akan serta perwujudan akan religiositas jauh dari praktek hidup beragama (Hefni, 2. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Maka perlu adanya kesadaran, pemahaman serta perwujudan religiositas . ujukkan kepada yang sakra. yang benar dan tepat dari para penganut agama. Caranya yakni melalui pengajaran dan pendidikan iman di Perguruan Tinggi, dengan tujuan untuk menghindari hidup tidak damai dan tidak harmonis. SubCpmknya . ateri pembelajara. adalah Aumoderasi AgamaAy dengan konten penyajiannya mengakomodir tema-tema biblis yang menjadi dasar, dan sumber serta kekuatan untuk berperilaku moderat dalam realitas kebersamaan antar-umat beragama di tanah air Indonesia. Diharapkan sangat agar dalam dan melalui subCpmk ini dengan topik pendalaman AuKebajikan BiblisAy sebagai dasar moderasi agama. Dengan pendalaman akan konten ini diyakini akan lahir pemahaman akan agama sendiri dan agama yang lain yang membuahkan sikap moderat dalam beragama yang mewujud pada sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang dimiliki masing-masing agama (Abatan et al. , 2. Pada koridor ini moderasi agama menjadi framing di dalam mengelola kehidupan masyarakat Indonesia yang multiagama baik dengan cara didiskusikan, dilafalkan, digaungkan, serta diejawantahkan. Hal ini dikarenakan narasi keagamaan yang moderat bukan sebatas kebutuhan personal saja, melainkan kebutuhan umum bagi warga bangsa secara nasional bahkan global (Wahyudi & Kurniasih, 2. Mengutip opini Richard G. Malloy, seorang teolog Amerika, yang dikutip Yan Olla. MSF dalam kata pengantar Buku AuMenjadi Saksi KeselamatanAy, menyatakan bahwa ada fenomena AuCatholic illiteracyAy atau semacam Aubuta aksara katolik,Ay yang menjangkau perguruan tinggi . Ada bukti menonjol bahwa orang katolik sering kali berpendidikan tinggi dengan gelar akademis yang tinggi di bidang profesinya masing-masing, tetapi di bidang agamanya mereka tidak punya pengetahuan dasar yang memadai tentang agama katolik. Dipahami dan diakui juga bahwa persiapan seseorang untuk masa depan dan dunia kerja di Perguruan Tinggi Umum (PTU) lebih fokus pada bidang yang sedang dirambah pada program studi atau jurusan yang digeluti. Sementara pendidikan agama hanya terkelompok pada mata kuliah umum saja. Berangkat dari pengamatan demikian dan sikap realistis yang ada tidak serta merta mengharuskan seseorang untuk menaruh curiga bahkan menghakimi adanya kualitas iman yang rendah dan secara tidak langsung juga di tanah air ini dalam koridor masyarakat Indonesia. Tetapi dari pengalaman Richard ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Katolik terkhusus di Perguruan Tinggi Umum perlu mendapat perhatian untuk menjadi medan laga para pelayan Tuhan terutama pengajar, penyuluh agama, katekis menabur AuBenih SabdaAy. Pendekatan kateketik jadi way out, dalam arti katekese/ pembelajaran sebagai bentuk konkret yang diakomodir untuk Sub-Cpmk Moderasi Beragma menggunakan metode project base learning (Pembelajaran Berbasis Proye. (Hanun et al. , 2. Di dalam mana konten materi Kebajikan Biblis sebagai Dasar Moderasi Beragama mendapat ruang dan kesempatan luar biasa untuk didalam-gumuli. Ay Dalam Sub-Cpmk dan Metode yang dipakai tercakup dua topik didalami dan siap dimanifestasikan adalah Kebajikan Biblis itu sendiri dan Moderasi BeragamaA. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji kebajikan biblis sebagai dasar pengembangan sikap moderat dalam kehidupan beragama. Mengidentifikasi dan mengevaluasi pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) sebagai metode untuk mendalami dan menginternalisasi nilai-nilai moderasi Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 beragama dan Mengembangkan strategi pendidikan yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap toleransi, penghormatan, dan penghargaan terhadap keberagaman keyakinan. Melalui upaya ini, diharapkan mahasiswa dapat mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sosial, menciptakan harmoni, dan menjauhkan sikap intoleran yang dapat merusak kehidupan bersama. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitik dengan analisis dinamika hubungan sebab akibat yang terjadi dengan memanfaatkan rasio berfikir ilmiah. 10 Sumber data yang digunakan mencakup buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dalam membahas edukasi moderasi beragama melalui sub-cpmk agama katolik kebajikan biblis dengan metode PjBL di perguruan tinggi. Semua sumber yang digunakan oleh penulis sangat terkait dengan judul yang ada sehingga menjadi basis ulasan dari penulisan ini. Kemudian dari hasil analisi data yang diulas penulis dapat merumuskan moderasi beragama, kebajikan Biblis dan metode pembelajaran berbasis proyak. Dengan menggunakan pendekatan melalui pelajaran agama katolik maka penulis dipermudah untuk membuat pemaknaan dan refleksi berupa pemberian edukasi yang praktis bagi para mahasiswa agar dapat menerapkan prinsip-prinsip yang baik dalam menjaga kerukunan beragama. HASIL DAN PEMBAHASAN Moderasi Beragama Moderasi secara etimologi dari bahasa Inggris. AumoderationAy, yang berarti sikap sedang, sikap tidak berlebih-lebihan. Juga terdapat kata AumoderatorAy yang berarti AuketuaAy . f meetin. , pelerai, penengah . f Dalam Bahasa Latin moderatio berarti Auke-sedanganAy . idak kelebihan dan tidak kekuranga. , atau makna lainnya adalah bentuk penguasaan diri dari seorang individu untuk tidak melakukan sikap yang ataupun kekurangan. Maka moderasi beragama merujuk pada sikap tengah-tengah yang menghindari ekstremisme dan mendorong toleransi. Lukman Hakim Saifudin . mendefinisikan moderasi beragama sebagai komitmen menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial yang pluralistik. Prinsip moderasi mencakup penghormatan terhadap perbedaan, toleransi, dan keadilan. Dalam konteks pendidikan, moderasi beragama menjadi alat untuk membangun harmoni antarpenganut agama (Mahamid. Jadi, moderasi diartikan sebagai membangun komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, dimana setiap warga masyarakat apa pun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan sat sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka. Maka berbicara moderasi beragama sangat erat terkait dengan menjaga kebersamaan dengan memiliki sikap tenggang rasa sebagai sebuah warisan leluhur yang mengajarkan untuk saling memahami dan ikut merasakan satu sama lain yang berbeda agama. Atau juga AuModerasi BeragamaAy Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 diartikan sebagai usaha kreatif untuk mengembangkan suatu sikap keberagamaan di tengah pelbagia desakan ketegangan . , seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, antara interpratsi literer dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan sekularisme (Junaedi, 2. Menurut Faturahman moderasi beragama dipahami sebagai sikap dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam praktik agama. Karenanya komitment utama moderasi beragama adalah upaya bersama seluruh warga bangsa ini untuk mengambil sikap tengahtengah dalam beragama, bertindak adil, tidak ekstrim kiri atau kanan. Kata lainnya seluruh warga bangsa haru beragama secara moderat atau bersikap dan berperilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah . etral-tidak berat sebela. selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam praktik agama (Faturahman. Pada tataran ini moderasi beragama sama sekali bukan berarti mengompromikan prinsip-prinsip dasar atau ritual pokok agama demi untuk menyenangkan orang lain yang berbeda paham keagamaannya atau berbeda agamanya. Dan moderat dalam beragama berarti percaya diri dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi berbagi kebenaran sejauh menyangkut agamanya masing-masing (Arifianto et al. , 2. Sedangkan yang menjadi ide dasar moderasi beragama adalah untuk mencari persamaan dan bukan mempertajam perbedaan. Jika dielaborasi lebih lanjut, ada setidaknya dua alasan utama mengapa kita perlu moderasi beragama: Pertama, salah satu esensi kehadiran agama adalah untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia ciptaan Tuhan, termasuk menjaga untuk tidak menghilangkan nyawahnya. Karena itu mengapa setiap agama selalu membawa misi damai dan keselamatan. Kedua, dalam konteks Indonesia, moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan. Untuk merawat keindonesiaan yang di dalamnya hidup subur pluralitas suku, agama, budaya, bahasa dan kelompok sangat dibutuhkan sikap hidup toleran. Tak pelak lagi dapat digaris bahwahi bahwa salah satu pilar penting dari moderasi beragama adalah toleransi. Apa itu? Yakni kesiapan kesediaan untuk hidup bersama meski tetap dalam perbedaan agama, politik, etnik dan budaya. Pada konteks Inodnesia, toleransi bukan sesuatu yang jatuh dari langit tetapi yang tumbuh atau lahir dari Aurahim kesadaran dan tanggung jawab warga masyarakat Inodnesia itu sendiriAy, terutama ketika menerima kenyataan perbedaan karena pluralitas. Inilah perbedaan dalam keragamaan yang adalah keniscayaan. Pada galibnya moderasi beragama harus ditumbuh-hidupkan dan jadi sikap dasar para pemeluk agama manakala menghadapi pluralitas agama di Indonesia. Ketegasan ini jadi tonggak kehidupan bersama karena merujuk pada pendapat sejarahwan dunia Noah Harari, bahwa memasuki era abad ke-21 agama-agama sangat potensial menjadi sumber konflik dan perpecahan antar-umat manusia. Agama akan dijadikan pemantik permusuhan dan kebencian. 19 Mengantispasi kejadian yang tidak diinginkan dan untuk tetap menciptakan hidup bersama yang damai maka perlu penyadaran yang seirus akan sikap moderat dalam beragama melalui kesadaran melakukan redefinisi dan merevitalisasi hakikat agama dan cara beragama yang lebih ideal dan Suatu agama yang selalu memuliakan kemanusiaan. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa Moderasi beragama merujuk pada sikap tengah-tengah yang menghindari ekstremisme dan mendorong toleransi. Moderasi beragama didefinisikan sebagai komitmen dalam menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial yang pluralistik. Prinsip moderasi mencakup penghormatan terhadap perbedaan, toleransi, dan keadilan. Dalam konteks pendidikan, moderasi beragama menjadi alat untuk membangun harmoni antarpenganut agama. Kebajikan Biblis Kebajikan Biblis adalah tidak lain dari ketiga keutamaan Injili, yakni Iman, harap dan Kasih, yang tersinpirasi dari pemikiran Paus Benediktus VI yang boleh dikatakan sebagai patron dari tiga ensiklik penting dan monumental, yakni Deus Caritas Est. Spe Salvi dan Caritas in Veritate. (Hardawiryana. R, 1. Dengan menegaskan keutamaan injili ini tidak berarti menjauhkaan aneka keutamaan lain, seperti keutamaan moral dan nilai-nilai budaya untuk kehidupan bersama yang moderat, serupa baik, benar, jujur, adil, tanggung jawab, kerendahan hati, berbagi, sikap solider, dan lain-lain. Konsen kita adalah Aubagaimana memanifestasikan keutamanan injili itu . ebagai sumber keutamaan moral dan dasar dari sikap bermoderasi agam. dalam perilaku hidup sebagai pribadi yang tidak saja beriman tetapi juga beragama katolik sehingga wujud hidup moderat yang pas dan elegan dapat tumbuh, berbunga dan berbuah di tengah masyarakat Indonesia yang plural (Abatan et al. , 2. Keutaman-keutamaan inilah yang menjadi fakta perjuangan yang tidak pernah selesai. Setiap pribadi-mahasiswa yang juga adalah warga masyarakat kampus sepanjang mengarungi hidup dan kehidupannya di kampus dan setelahnya, di dunia masyarakat siap membukti tanggung jawab imannya dan mewujudkannya. Kebajikan biblis tentunya berbasis pada ajaran Yesus mengenai AuHukum Pertama dan UtamaAy (Bdk. Mat. 22:34-. dan Surat Pertama Paulus Kepada Jemaat di Korintus, 13:1-13. tentang AuKasihAy (Tarutung. Jadi Ketiga kebajikan biblis inilah yang kemudian jadi konten Sub-CPMK Moderasi Beragama dengan pendekatan Pembelajaran Bebrasis Proyek Dalam Sub-CPMK ini bukan semata ditonjolkan perspektif teologis dan biblis serta ilmiah menjelaskan apa itu iman, apa itu harap dan apa itu kasih tetapi bagaimana ketiga kebajikan biblis itu dipahami dan kemudian dipraktekan dalam kehidupa bersama dalam koridor bersikap moderasi beragama . Selain pemahaman di atas perlu digarisbawahi bahwa Kebajikan biblis setelah melalui pembelajaran mendapat ruang istimewa dan peluang besar untuk dimanifestasikan bahkan menggambari dan mewarnai seluruh pergerakan mahasiswa kristiani Ae mahasiswa katolik. Karena ada satu tugas dasariah dari tri munere Christi . iga panggilan menjadi pengikut Kristu. bagi setiap pribadi katolik yang dibaptis adalah tugas profetis: Aumembawakan (=menyaksika. Auwajah AllahAy dalam seluruh perilaku hidup. Wajah Allah yang bagaimana? Wajah Allah yang seturut kabar Perjanjian Baru adalah AukasihAy. Karena itu AukasihAy dalam konteks biblis dipandang sebagai Aukata kerja,Ay dan selanjutnya menjadi karakter dalam hidup (Widyawati & Kanja, 2. Praksis menampilkan wajah Allah yang adalah kasih sebagai karakter adalah keharusan, amanah dan keyakinan iman. Hal ini ditandaskan dengan jelas dalam Surat Pertama Yohanes, 4:78. AuSaudara-saudaraku Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Bagaimana mungkin sebagai umat Allah, sebagai warga negara yang beragama, lebih khusus sebagai pribadi yang beragama Katolik dan beriman kepada Yesus melakukan sebaliknya dari ajaran ini? Iman kita atau tepatnya kekatolikan kita akan menjadi nyata dengan adanya perbuatan kasih. Dari perbuatan kasih akan lahir kedamaian, kerukunan hidup dan saling menghormati serta menghargai satu sama Kita hidup dalam sikap moderat . Atas ajaran yang terpancar dan mengambil dasar dalam ajaran Cinta Kasih- Hukum utama dan pertama dari Yesus yang adalah Allah. Yakobus . Yakobus, 2:14-. kemudian menulis dalam suratnya, bahwa AuIman tanpa perbuatan adalah mati atau iman tanpa perbuatan kasih adalah iman yang kosong, iman yang hampa. Ay Jadi mau dikatakan di sini. AuIman tanpa perwujudan kasih bukanlah hikmat yang dari Allah, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Hal-hal dari setan-setan dalam contoh: Audi mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahatAy (Bdk. Yak 3:13-. Iman harus tumbuh dalam konteks ini karena iman mengajarkan kita untuk AuPatience with GodAy. Kesabaran dengan Tuhan. Pernyataan ini merujuk kepada pernyataan Yakobus 3:13-18 di atas. Agar dengan iman yang mengarahkan kita pada AuBersabar dengan . Tuhan, maka jalan bersikap moderat dan hidup damai, mengutamakan manusia dan kemanusiaannya didahulukan atau terwujud. Kita tidak berbalik dari Allah dan mengatakan Allah tidak ada atau ateis karena ketidak sabaran kita. Apabila dalam suatu situasi chaos kita mengalami kebisuan Tuhan. Tuhan tidak berbicara atau tidak mendengarkan kita dan tidak melakukan sesuatu, justru pada saat suaraNya diharapkan dan tindakan-Nya dinantikan. Pada momentmoment ini orang beriman seharusnya banyak bersabar dengan Tuhan. Harapan besar harus tumbuh di saatsaat seperti ini adalah bersabar-kesabaran. Karena jika tidak orang beriman segera menyimpulkan Tuhan tidak ada. Bukan mustahil reaksi para ateis merupakan sikap yang diprovokasi oleh sekelompok orang Katakanlah Keangkuhan orang yang mengaku diri beriman kehilangan harapan dan dapat menjadi batu sandungan bagai para ateis (Martanegara et al. , 2. Atas kejadian yang memiliki kemungkinan besar terjadinya ateis . ikap tidak bersabar untuk percaya pada Tuha. maka internalisasi Kebajikan biblis ini melalui pembelajaran dengan metode Problem Solving menajadi jalan memperteguh iman kemudian bermuara pada kesaksiaan hidup setiappribadi beragma, baik sebagai mahasiswa maupun di luar kelompok itu. Katakan sebagai Aukesaksian hidup gereja. Ay Inilah misi kita, bukan mencari massa, mendorong orang agar mau dibaptis dan mengikuti kita, melainkan memperkenalkan Yesus dan ajaran Kebajikan Injil-Nya kepada seluruh dunia, . Kis. AuPara warga gereja . mat Alla. memberikan kesaksian itu baik melalui sabda maupun melalui contoh hidup. Gereja memang berbicara, berkhotbah, menjelaskan, menuliskan iman kepercayaan. Tetapi kesaksian paling ampuh dan nyata serta penting adalah contoh hidupAy (Suseno, 2. Kehadiran gereja atau umat Allah AeMahasiswa harus dirasakan dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, katakana, kasih Allah harus menjadi nyata. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Sering realita lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan Tripilar Kristianitas ini karena orang-orang yang kita hadapi atau mungkin orang-orang dari kalangan sendiri memiliki hikmat yang bukan Audari atasAy melainkan hikmat yang berasal dari nafsunafsu manusia atau setan-setan. Tinggal satu hal yang terus diperjuangkan, sebagai orang katolik yang berpengharapan dalam Tuhan, yakni back to God, back to Jesus sebagai sandaran pertama dan utama. Bahwa bersama Tuhan kita berjuang memanifestasikan sikap moderat untuk menggapai hidup damai, penuh tpleransi untuk merajut damai. Suatu pernyataan yang hendaknya selalu menjadi harapan sepanjang hayat adalah AuJika hidup di bumi ini memiliki tujuan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan di akhirat sebagaimana diajarkan masingmasing agama, maka kaida-kaida surgawi harus dipedomani dan ditaati sepanjang hidup kita di bumi. Jika wajah AuTuhan,Ay wajah yang penuh kasih harus diperlihatkan, maka tidak sebaliknya memperlihatkan wajah AuHantuAy- wajah yang penuh dendam, iri hati, benci dan penuh dengan permusuhan. Ujung-ujungnya adalah bersemilah sikap radikal dan ekstrem terhadap sesama atau penganut agama lain (Hefni, 2. Kesimpulan yang Tarik adalah bahwa Kebajikan biblis, meliputi iman, harapan, dan kasih, yang menjadi landasan utama moderasi beragama. Ajaran kasih Yesus (Matius 22:34Ae. dan Surat Paulus kepada Jemaat Korintus . Korintus 13:1Ae. menekankan pentingnya kasih sebagai dasar hubungan antarmanusia. Melalui pendidikan agama Katolik, mahasiswa diharapkan memahami dan mempraktikkan kebajikan biblis dalam kehidupan sehari-hari karena kasih yang dimiliki merupakan landasan utama dalam hidup bertoleransi. Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) Melewati uraian berkaitan dengan moderasi beragama dan kebajikan biblis sebagai konten SubCpmk Pendidikan Agama Katolik maka pendalaman akan materi itu lebih lanjut menggunakan Metode PjBL (Pembelajaran Berbasis Proye. dalam Pendidikan Agama Katolik di PTU. Keseluruhan proses pendalaman materi ini merujuk pada inovasi pembelajaran yang menggunakan pendekatan SCl (Peserta didik sebagai pusat pembelajara. yang dapat disetarkan dengan katekese . engajaran untu. kaum muda. Katekese atau pengajaran untuk kelompok atau unit mahasiswa berusia muda ini merupakan kesempatan baik untuk menanamkan semangat dan sikap hidup moderat. Katakanlah penanaman nilai budi pekerti, tata krama & sopan santun sudah waktunya didalam-hayati dan dipraktekan. Lingkungan keluarga yang rukun-harmonis dan penuh suasana keagamaan secara tidak sadar sudah mulai diresapi oleh mereka yang selanjutnya dimanifestasikan dalam kehdiupan sosial masyarakat. Kelompok-kelompok inilah yang menjadi agen moderasi beragama. Dan tema Kebajikan Biblis dapat menjadi topik yang hangat untuk didalami dan kemudian dihayati dalam kehidupan nyata. Metode PjBL Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Metode pengajaran ini menempatkan mahasiswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran melalui proyek-proyek yang relevan dan menantang. Materi dalam metode ini yang dapat diakomodir di antaranya, langkah-langkah implementasi, keuntungan, dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengaplikasikan PBL di kelas. Dengan memahami materi ini, peserta didik dapat meningkatkan kemampuannya merancang materi yang efektif dan bermanfaat bagi dirinya. PBL tidak hanya membantu mahasiswa dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata. Tujuan dari pembelajaran berbasis proyek ini supaya para peserta didik mampu merancang dan melaksanakannya di kelas dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur, mampu mengidentifikasi hambatan dan menemukan strategi mengatasi hambatan. Manfaat Pembelajaran dari Pelatihan dengan menggunakan metode ini lahirlah kemampuan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata, peningkatan keterampilan mahasiswa, motivasi dan mendongkrak keterlibatan atau peran serta dalam kehidupan bersama, dan lebih mendalam materi yang faktual dan relevan (Hanun et al. , 2. Metode Pembelajaran ini juga bertujuan untuk melatih peserta berpikir sistematis dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Seumpama konflik agama terjadi atau juga berbagai kasus antar warga-umat beragama karena ketersinggungan yang dipicu persoalan agama. Metode ini mengajarkan kemampuan menemukan penyebab permasalahan sebelum mencari solusi. Solusi yang ditwarkan jika berhadapan dengan kasus keagamaan maka hal dasar adalah mencari sebab musebab persoalan dan kemudian perlu mendalami persoalan untuk membangkitkan kesadaran untuk keluar dari persoalan tersebut. Berkaitan dengan Kebajikan Biblis sebagai dasar hidup moderat maka perlu pendalaman materi, kemudian menghayati selanjutnya bermuara kepada pembentukan sikap hidup. Sikap hidup moderat dalam kebersamaan dengan masyarakat beragama lain. Langkah-Langkah pendalaman dengan Metode PjBL Langkah-langkah pendalaman materi atau Sub-Cpmk berdasarkan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek dengan topik Kebajikan Biblis Sebagai Dasar Hidup Moderat seperti berikut. No. LANGKAH-LANGKAH METODE PEMBEAJARAN BERBASIS PROYEK Identifikasi Topik dan Tujuan Proyek Topik relevan dengan kurikulum yang diajarkan. Moderasi Beragama. Kebajikan Biblis Sebagai Dasar Hidup Moderat. Tujuan pembelajaran yang spesifik dan jelas Mahasiswa Konsep untuk proyek ini. Pastikan tujuan tersebut Moderasi Beragama. Sikap toleran dan Menolak pengetahuan. Sikap Radikal dan Ekstrem dan menghormati keterampilan, dan sikap yang ingin dicapai manusia sebagai makhluk bermartabat mulia dan Memiliki tujuan hidup dengan dasar pada Kebajikan biblis. Rancangan Proyek Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Judul Sebagai Kegaiatan/ proyek. Konflik antar umat beragama dan Potret buram hak dan martabat Manusia beragama Deskripsi Proyek: Deskripsi singkat Menggambarkan perlakuan terhadap manusia dan termasuk agamanya, human right, dan martabat manusia masalah atau pertanyaan utama yang akan yang semena-semena. dijawab oleh mahasiswa. Langkah-Langkah Pelaksanaan: Rincikan Perencanaan. Mahasiswa mengumpulkan langkah-langkah yang akan diambil oleh informasi, gambar, dan video ttg kasus agama, siswa dari awal hingga akhir proyek. Sertakan . pelaksanaan, presentasi hasil, dan refleksi. Pelaksanaan: Mahasiswa sebabmusebab kejadian karena konflik agama. Presentasi mempresentasikan data dan fakta dan aneka kejadian yang ditemukan/dikumpulkan Refleksi. Mahasiswaa menulis kesimpulan berupa pernyataan, pandangan dan harapan serta seruan untuk menghormati martabat manusia dan keyakinanya dan penguatan dari Dosen Durasi Proyek: Tentukan waktu yang Alokasi Waktu 2 X 50 menit dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek Perencanaan : 10 menit ini, termasuk estimasi waktu untuk setiap Pelaksanaan : 20 menit Presentasi : 50 menit Refleksi : 20 menit Pembagian Tugas dan Kolaborasi Rencanakan bagaimana siswa akan bekerja Membagikan dalam kelompok. Tentukan peran dan tanggung jawab masingmasing anggota Menentukan koordinator Menentukan juru bicara Menentukan sekretaris Menentukan pencari fakta dan informasi Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 b. Buatlah panduan tentang cara kerja Setiap anggota kelompok harus aktif kolaboratif yang efektif, termasuk cara berkomunikasi dan Setiap pribadi bertanggung jawab atas tugas yang diterima. konflik dalam kelompok. Koordinator menggorganisir anggota dan tugas yang yang diemban. Mengorganisir hasil, diskusi kelompok dan melaporkan hasil. Sumber Daya dan Bahan Ajar Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan - Video You tube untuk proyek ini, seperti bahan bacaan, - Gambar kejadian yang diviralkan media alat, dan teknologi yang akan digunakan. - Laporan atas persitiwa di salah satu tempat. - Informasi lisan dari narasumber. Sediakan bahan ajar tambahan yang - Handout materi ajar mendukung siswa dalam memahami - Buku sumber topik dan menyelesaikan proyek. - Kajian-kajian dari para pakar kemanusian dan pakar religious Penilaian dan Umpan Balik Buat rubrik penilaian yang jelas untuk No CPLMK menilai hasil proyek mahasiswa. Rubrik Agama harus mencakup kriteria untuk penilaian konten, proses, presentasi, dan refleksi. Nilai Ketercapaian Capaian CPL Ag. CPL 1 Tekun CPL 2 Pintar cepat tanggap CPL Jalankan tugas dengan Rencanakan cara memberikan umpan balik selama dan setelah proyek selesai. Membuat Inforcement. Misalnya: Ukuran yang kamu kenakan pada orang lain akan juga dikenakan padamu (Hormatilah orang lain maka anda akan dihormat. Refleksi dan Evaluasi Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 a. Rencanakan mana Pertanyaan. mahasiswa dapat mengevaluasi proses dan Apa rencana aksi yang akan dilakukan hasil proyek mereka. Sediakan pertanyaan Praktekan segala kesimpulan di atas Buatlah rekomendasi. dalam proses refleksi ini. Tentukan Anda Meminta mahasiswa membuat saran atau harapan mengumpulkan data tentang efektivitas menyiapkan Lembaran Umpan Balik. Anda perbaikan di masa mendatang. Praksis Hidup (Jadwalkan kegiata. Baksos: Bakti Sosisal Kunjungan Persuadaran dalam Kasih kepada sesama Outcome atau hasil pembelajaran tentang Moderasi beragama dengan metode PjBL akan ditemukan pada point ketujuh, yang berdiri tegak atas Kebajikan Biblis yang . dimanifestasikan dalam kehidupan bermoderasi beragama dengan segala AubuahAynya. toleran, saling menghormati, saling menghargai dan siap membangun persaudaraan sejati. Tujuan lain dari metode ini adalah melatih membuat keputusan untuk menerapkan solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan karena agama, yakni hidup moderat dengan menjauhkan sifat radikal dan ekstrem dalam hidup berasama dan membangun hidup toleran antar-umat beragama untuk bonum commune . ebaikan bersam. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode PjBL menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran dengan proyek yang relevan dan menantang. Proyek-proyek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai moderasi beragama, meningkatkan keterampilan analitis, dan memotivasi mereka untuk mengaplikasikan kebajikan biblis dalam kehidupan nyata KESIMPULAN Dari penjelasan yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa lahirlah suatu pandangan baru sebagai kewajiban bahwa AuNon scholae sed vitae discimusAy . elajar bukan saja untuk ijazah tetapi untuk hidu. , inilah yang menjadi prinsip pengajaran dan pendidikan agama di PTU kepada mahasiswa katolik sebagai harapan gereja dan masa depan bangsa. Seorang mahasiswa dalam konteks ini tidak hanya belajar untuk memperoleh ijazah melainkan terus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, lebih moderat semasa belajar di PTU dan setelahnya tatkala berada di lingkungan masyarakat. AuApabila yang lain belum mewujudnyatakan sikap hidup moderat, tidak ada salah dan masalahnya jikalau kita lebih awal mempraktekannya. Ay Ini tidak saja merupakan pesan moral namun tuntutan spiritual hidup sebagai anak bangsa. Oleh karena itu, kemajuan teknologi dan globalisasi memengaruhi sikap hidup mahasiswa, menuntut pendekatan pendidikan yang Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 relevan. Sub-CPMK moderasi beragama dalam pendidikan agama Katolik memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghormati. Dengan metode PjBL, mahasiswa dapat memahami, menginternalisasi, dan mempraktikkan nilai-nilai kebajikan biblis sebagai dasar sikap hidup moderat. DAFTAR PUSTAKA