https://jurnal. MELATIH RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK PENURUNAN NYERI AKUT PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Sri JulitaA. Putri AfrilliaA. Khairunnisa Batubara3 AMahasiswa Akper Gita Matura Abadi Kisaran AMahasiswa Akper Gita matura Abadi Kisaran Dosen Akper Gita Matura Abadi Kisaran *Email koresponden : srijulita193@gmail. Abstract Urinary tract infection is a disease that attacks the urinary tract in the kidneys, ureters, bladder, or urethra caused by the spread of bacterial infection. This condition generally causes pain. Deep breathing relaxation is one of the non-pharmacological therapies to overcome pain. This scientific paper is used to implement deep breathing relaxation techniques in patients with urinary tract infections with acute pain problems. The method used in compiling this case is a descriptive method, namely providing an overview of the health and nursing problems faced by patients with urinary tract The results of the study after administering deep breathing techniques to the first patient showed a decrease in pain with an initial scale of 4-6 until the patient did not feel pain. And the second patient with a pain scale of 6-7 until there was no more pain, so it can be concluded that this deep breathing technique has an effect on reducing pain. It can be concluded that the deep breathing relaxation technique taught to patients can reduce the level of pain experienced by patients with urinary tract infections. Keywords: Urinary tract infection, acute pain, deep breathing relaxation techniques Abstrak Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang menyerang saluran perkemihan pada ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra yang disebabkan oleh penyebaran infeksi bak-teri. Kondisi ini umumnya menyebabkan nyeri. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri. Karya tulis ilmiyah ini digunakan untuk melaksanakan teknik relaksasi napas dalam pada pada pasien infeksi saluran kemih dengan masalah nyeri akut. Metode yang digunakan dalam penyusunan kasus ini adalah metode deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien infeksi saluran kemih Hasil penelitian setelah di lakukan pemberian tehnik napas dalam pasien pertama terjadi penurunan rasa nyeri dengan skala awal 4-6 sampai pasien tidak merasa nyeri. Dan pasien ke dua dengan sekala nyeri 6-7 sampai tidak ada rasa nyeri lagi ,sehingga dapat di simpulkan tehnik napas dalam ini berpengaruh menurunkan rasa nyeri. Dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi napas dalam yang di ajarkan kepada pasien dapat mengurangi tingkat nyeri yang dialami pada pasien penderita infeksi saluran kemih. Kata kunci: infeksi saluran kemih, nyeri akut, tehnik relaksasi nafas dalam PENDAHULUAN Infeksi Saluran Kemih merupakan permasalahan kesehatan dengan prevalensi Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : srijulita193@gmail. Page 14 of 20 Copyright: @ 2025 Authors yang cukup tinggi di masyarakat. Faktor resiko infeksi saluran kemih utamanya disebabkan karena kebiasaan personal hygiene urogenitalia yang kurang baik. Personal hygiene urogenitalia merupakan upaya perseorangan dalam pemeliharaan kebersihan dan kesehatan daerah urogenital dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku tersebut permasalahan kesehatan pada alat reproduksi serta untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikis seseorang. Pemahaman personal hygiene yang rendah telah terbukti meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan reproduksi, infeksi saluran kemih, radang panggul, kanker serviks dan lainnya (Dewi. , & Donna, 2. Infeksi saluran kemih merupakan kondisi dimana organ yang termasuk ke dalam saluran kemih . injal, ureter, uretra dan kandung kemi. mengalami infeksi. Infeksi terjadi karena adanya peningkatan pertumbuhan mikoorganisme patogen di saluran kemih dengan jumlah mikroba biakan urin > 100. CFU/mL urin. Secara umum mikroorganisme patogen dapat masuk ke saluran kemih melalui uretra saat buang air kecil. Bakteri dapat menyebar secara ascending sampai pada ginjal dan kandung kemih. Apabila bakteri dapat bertahan dan berkembangbiak pada area tersebut maka infeksi saluran kemih dapat terjadi (Juni. Mantu. Goenawi, , & Bodhi, 2. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit infeksi saluran kemih merupakan penyakit infeksi yang paling sering terjadi setelah infeksi saluran pernafasan yaitu 8,3 juta kasus dilaporkan per tahun (Khabipova. Valeeva. Shaidullina. Kabanov. Vorobev. Gimadeev. Sharipova, 2. Data penyakit infeksi saluran kemih di Amerika Serikat tahun 2017 dari 7 juta kunjungan setiap tahunnya (Mosesa. Kalesaran F. C Angela & Paul. Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia penderita infeksi saluran kemih. di Indonesia tahun 2016 berjumlah 90-100 kasus per 100. 000 penduduk per tahun atau 000 kasus. Insiden kasus infeksi saluran kemih di Indonesia terbilang masih cukup tinggi diperkirakan mencapai 222 juta jiwa (Kemenkes RI. , 2. Prevalansi di Sumatra berdasarkan badan penelitian dan pengembangan Kementrian Kesehatan prevelensi di Sumatera Utara pada tahun 2018 mencapai 107,06 per 100. 000 dengan 3 kota tertinggi adalah kota Medan sebesar 2. 717 per 000. Kabupaten Deli Serdang sebesar 109 per 100. 000 (Sutarjo, 2. penderita infeksi saluran kemih di pukesmas medan pada tahun 2020 sebanyak 500 orng, dan pada tahun 2021sebnyak 8000-10. 000 orng (Kemenkes RI, 2. Infeksi saluran kemih merupakan penyakit 10 besar di kabupaten asahan dengan total 4. 712 kasus infeksi saluran Sedangkan di kecamatan kisaran timur infeksi saluran kemih menduduki peringkat ke 4 dari 10 besar penyakit terbanyak dengan jumlah kasus 850 kasus (Harahap D. L, 2. Dalam melaksanakan penanganan yang tepat untuk mencegah terjadi komplikasi dari penyakit infeksi saluran kemih yaitu dengan melakukan terapi nonfarmakologi yaitu salah satu tindakan meredakan nyeri akut pada penderita infeksi saluran kemih adalah dengan cara menganjurkan klien untuk menarik nafas melepaskan rasa nyeri yang di rasakan. Berdasarkan (Purnamayanti. Tinggi. Kesehatan, , & Singaraja, 2. yang sering terjadi pada klien infeksi saluran kemih adalah nyeri, dan manajemen nyeri dengan skala nyeri 6 . menurun menjadi skala Copyright: @ 2025 Authors nyeri 3 . setelah menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Sesuai dengan penelitian (Kusumawardani Selly. Amirudin Zaenal, 2. tentang pengelolaan keperawatan nyeri pada infeksi saluran kemih menggunakan 2 orang pasien dengan skala nyeri masing-masing 4 dan 6. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam dengan tindakan nafas dalam menurun menjadi skala masing-masing skala nyeri 3 dan 4. (Aini. , & Reskita, 2. menyatakan Relaksasi merupakan metode yang efektif untuk mengatasi nyeri, relaksasi yang sempurna dapat mengurangi ketegangan otot. kejenuhan, dan ansietas sehingga dapat mencegah peningkatan intensitas nyeri Tiga hal utama yang diperlukan dalam teknik relaksasi adalah posisi klien yang tepat, pikiran yang beristirahat dan lingkungan yang Relaksasi merupakan salah satu metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian klien pada hal lain sehingga klien tidak lagi berfokus pada nyeri yang dialami. METODE Metode penelitian ini menggunakan crosectional menggunakan form pengkajian data primer dan data skunder, melalui wawancara. Subjek dalam studi kasus ini adalah 2 pasien penderita infeksi saluran kemih. HASIL Identitas dan hasil anamnesa Identitas Status Agama Identitas Nama Umur Jenis Pendidikan Pekerjaan Kasus I Kasus II Ny. Perempuan Ny . 52 tahun Perempuan SMA Wiraswasta Ibu rumah Menikah Islam Kasus II Menikah Islam Keluhan utama dan riwayat sakit Tabel 2 Keluhan utama dan riwayat sakit Data fokus Kasus I Kasus II Keluhan utama saat rumah sakit Pesien bagian sebelah sertai demam Pasien perut bagian Dan BAK Infeksi saluran Pasien Keluhan utama saat Riwayat Riwayat yang lalu Infeksi saluran kemih di alami kurang lebih 3 Riwayat Klien wiraswasta,me orng anak laki suami,dan kluarga tidak infeksi saluran Kebiasaan Menahan Tabel 1 Identitas dan hasil anemnesa Kasus I Pasien BAK. Infeksi Infeksi alami kurang lebih selama 1 tahun Klien 4 orng anak 2 orng laki laki dan 2 dan memiliki suami, dan kluarga tidak Menahan Copyright: @ 2025 Authors Data fokus Kasus I Kasus II buang air kecil Berdasarkan tabel 2 ditemukan keluhan utama dari riwayat penyakit terhadap kasus I yaitu klien mengatakan nyeri perut bagian bawah dan riwayat penyakit terdahulu adalah infeksi saluran kemih yang sudah di alami kurang lebih 3 bulan, sedangkan pada klien di kasus ke II di temukan keluhan utama dan riwayat penyakit yaitu nyeri saat berkemih dan punggung terasa nyeri, riwayat penyakit terdahulu adalah kurang lebih 1 tahun. Pemeriksaan diagnostik Tabel 3 Pemeriksaan diagnostik Jenis Hemagolobin Eritrosic Leokosit Hematokrit Glokusa Urine acit Ureum Creatinime Kasus 5,20 13,61 Kasus 4,34 8,930 Nilai rujuk 3,6-7,9 0,6-1,0 Berdasarkan tabel 3 dari hasil pemeriksaan di atas dapat disimpulkan bahwa kasus I dan II terdapat nilai melebihi di atas Analisis Data Hasil analisi data di atas bahwa pada kasus I dan II sama sama mengalami masalah nyeri akut berhubungan proses infeksi saluran kemih di tandai dengan pasien mengatakan nyeri saat brkemih Diagnosa keperawatan Pada kedua responden mempunyai masalah nyeri akut b/d proses infeksi saluran kemih d/d klien mengatakan nyeri saat Intervensi keperawatan Pada kedua responden dilakukan intervensi yang sama untuk pasien dengan masalah keperawatan atau diagnosa keperawatan nyeri akut Implementasi Tindakan keperawatan yang di lakukan kepada ke dua responden merupakan Tindakan yang mampu untuk penanganan pada pasien dengan masalah infeksi saluran kemih untuk mengurangi nyeri akut salah farmakologi seperti tehnik relaksasi napas Evaluasi Diperoleh hasil yang sama antara kasus I dan kasus II dimana selama 3 hari di lakukan intervensi keperawatan masalah nyeri akut sudah teratasi dan intervensi pun PEMBAHASAN Berdasarkan karakteristik kedua pasien (Ny W dan Ny P) yaitu subyek I (Ny W) berusia 21 tahun. Sedangkan subyek II (Ny P) berusia 52 tahun. Berdasarkan usia, usia pasien termuda berusia 21 tahun sedangkan pasien tertua berusia 52 tahun. Dua pasien yaitu (Ny. dan Ny. P). Ny W merupakan usia dewasa menengah, sedangkan Ny. P merupakan kelompok usia lansia awal, usia merupakan faktor patogenesis infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih sering terjadi pada wanita muda yang memiliki aktivitas seksual secara aktif, dengan tingkat kejadian yang dilaporkan berkisar antara 0,5 A 0,7 per orang pertahun, sedangkan pada pria muda yang berusia 18-24 tahun adalah 0,01 perorang pertahun. Kejadian Copyright: @ 2025 Authors infeksi saluran kemih menurun selama usia paruhbaya namun meningkat usia yang lebih Lebih dari 10% wanita berusia di atas 65 tahun melaporkan miliki masalah infeksi saluran kemih. Jumlah ini meningkat hampir 30% pada wanita di atas usia 85 tahun. Untuk pria berusia 65-74 tahun, kejadian infeksi saluran kemih diperkirakan meinngkat menjadi 0,05 per orang pertahun. Pada usia lanjut akan terjadi peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Pada usia di atas 50 tahun terjadi penurunan kemampuan dalam mempertahankan sterilitas baik pada kandung kemih maupun uretra. Penelitian (Gonzylez de Llano. Moreno-Arribas. , & Bartolomy, 2. , insiden kasus infeksi saluran kemih terjadi pada wanita muda yang aktif secara seksual yang berusia 18 hingga 24 Menurut (Saleh. Othman R. Omar, 2. perempuan sering terkena ISK karena memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga memudahkan bakteri masuk ke Berdasarkan pengetahuan informan tentang hubungan aktivitas seksual dengan infeksi saluran kemih, seluruh informan mengatakan tidak mengetahui hubungan antara keduanya. Informan merasa aktivitas seksual yang dijalaninya adalah aktivitas yang wajar dan sudah menerapkan perilaku sehat setelah melakukan aktivitas seksual. proses pembilasan mikroorganisme yang ada di kandung kemih. Terlalu sering menahan kencing memungkinkan bakteri. Data lain yang di peroleh menunjukan bahwa Ny. W dan Ny. P kebiasaan menahan buang air kecil dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan tentang kebiasaan menahan buang air kecil dapat disimpulkan bahwa memiliki kebiasaan kadang-kadang menahan buang air kecil, terutama pada saat aktivitas tertentu seperti perjalanan jauh dan pekerjaan. Hal ini tentu menyebabkan kedua pasien rentan terhadap infeksi saluran kemih. Efek dari menahan buang air kecil yang sering dikeluhkan adalah sakit ketika mau buang air kecil dan kantung kemih terasa penuh. Hal ini merupakan pertanda bahwa scratch reseptor sedang bekerja memberikan stimulus sensasi berkemih volume kandung kemih telah mencapai kurang lebih 150 cc. Rasa sakit yang dialami oleh informan ketika buang air kecil adalah karena tekanan yang disebabkan oleh jumlah urine yang berlebihan di dalam kantung kemih. Oleh karena itu, sedapatnya untuk dapat berkemih ketika terasa kantung kemih terasa penuh. Kebiasaan Minum Air Putih Minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Setidaknya dalam satu hari manusia membutuhkan 8 gelas atau 2 liter dalam Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa berdasarkan ada atau tidaknya kebiasaan minum air putih, seluruh pasien memiliki kebiasaan minum air putih. Namun kebiasaan itu, kedua pasien biasa minum air putih ketika makan. Kadangkadang menurut (Saleh. Othman R. Omar, 2. , dehidrasi dapat memicu infeksi saluran kemih. Hibridasi yang tidak cukup dapat memberi tekanan pada ginjal, jantung dan sistem kekebalan tubuh. Bila sistem kekebalan tubuh melemah, bakteri bisa berkembang biak jauh lebih masuk saluran kemih. Penyebab informan lupa minum air putih adalah karena kesibukan atau pekerjaan di tempat kerja maupun di Berdasarkan lamanya tidak minum air putih, seluruh informan tidak memiliki waktu spesifik tentang lamanya tidak minum air putih. Minum air putih sesuai dengan keadaan. Jika tidak minum air putih, informan menkonsumsi minuman seperti teh ketika waktu-waktu tertentu. Sebagai akibat dari tidak mengkonsumsi air putih dalam jangka waktu yang lama, pasien mengeluhkan urine agak keruh. Hal Copyright: @ 2025 Authors ini menyebabkan mikroorganisme patogenik misalnya bakteri E. Coli, streptokokus, stafilokokus, pseudomonas dan lain-lain dapat berkembang dalam kandung kemih sehingga rentan terinfeksi saluran kemih. Pada hari pertama Ny. W masih merasakan nyeri bagian perut sebelah bawah dengan sekala nyeri 6 (Nyeri sedan. sedangkan pasien Ny P masih nyeri saat buang air kecil dangan sekala nyeri 7 . yeri bera. , pada hari kedua pasien I dan II mengatakan bahwa nyeri yang di rasakan mereka sedikit berkurang. Pada hari ke 3 pasien ny w mengatakan bahwa nyeri perut bagian bawah sudah berkurang ke sekala 3 . yeri ringa. , dan pasien Ny P mengatakan sudah tidak nyeri lagi saat buang air kecil 2 . yeri ringa. Penelitian terdahulu menyebutkan relaksasi nafas dalam, sebagian besar pasien mengalami nyeri dengan skala intensitas nyeri pada skala 6 atau nyeri sedang. Setelah dilakukan intervensi teknik relaksasi nafas dalam, sebagian besar pasien mengalami penurunan skala nyeri dengan skala intensitas 3 atau nyeri ringan. Artinya, teknik relaksasi komplementer sebagai upaya mandiri oleh klien untuk menurunkan nyeri ISK (Aini. & Reskita, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Masalah utama yang muncul pada Ny. W dan Ny. P pada infeksi saluran kemih dengan masalah nyeri akut telah di lakukan 3x24 jam implementasi ke perawatan di dapat hasil penurunan sekala nyeri awal nya 3-4 sampai klien tidak mengeluh nyeri lagi. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif, peneliti yang akan datang dapat mengembangkan desain penelitian misalnya studi kuantatif dan menambahkan faktor resiko infeksi saluran kemih lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan rasa syukur, penulis ucapkan terimakasih kepada responden. RS Kartini Kisaran, dan institusi yang telah penelitian ini membawa manfaat bagi kita semua dan membantu mengembangkan ilmu keperawatan. DAFTAR PUSTAKA