Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Pelatihan Pembelajaran Dan Pengajaran Tulis Arab Metode Qolami Di SDIT Al Iman Bekasi. Jawa Barat. Ali Ma`sum1. Irwandi Muhammad Zen2. Andri Gunawan3. Riska Fitriana Sukirno4. Zahira Nabila5. Najwa Salsabila6 1Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Universitas YARSI. Indonesia 2Teknik Informatika. Teknologi Informasi. Universitas YARSI. Indonesia 3Akuntansi. Ekonomi dan Bisnis. Universitas YARSI. Indonesia 4,5,6Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Universitas YARSI. Indonesia *e-mail: ali. masum@yarsi. Abstrak Tujuan penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) universitas YARSI bersama SDIT Al Iman Bekasi Jawa Barat yaitu dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional pengajar dalam menulis Arab. PKM dilaksanakan di SDIT Al Iman dalam bentuk pelatihan selama 2,5 jam dengan jumlah peserta sebanyak 24 pengajar. Pelatihan terdiri dari beberapa tahapan dalam pelaksanaanya, dimulai dengan melakukan ujian awal, penyampaian materi terkait menulis Arab, praktek menulis Arab dan diakhiri dengan ujian akhir. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan menulis Arab di kalangan pengajar SDIT Al Iman. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata yang dicapai oleh peserta di tes akhir . ost-tes. di mana terjadi peningkatan rata-rata hasil tes dari 87,8 . re-tes. menjadi 96,4 . ost-tes. Hasil pengabdian ini menguatkan hasil penelitian dan pengabdian sebelumnya yang menyatakan bahwa pelatihan menulis mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menulis. Kata kunci: Huruf Arab. Menulis. Pelatihan Abstract The purpose of organizing Community Service (PKM) by YARSI University together with SDIT Al Iman Bekasi. West Java is to improve the professional competence of teachers in writing Arabic. PKM was implemented at SDIT Al Iman in the form of training for 2. 5 hours with 24 teachers participating. The training consisted of several stages in its implementation, starting with conducting an initial exam, delivering material related to writing Arabic, practicing writing Arabic and ending with a final exam. The results of the training evaluation showed that the training conducted by the PKM team had an impact on improving Arabic writing skills among SDIT Al Iman teachers. This can be seen from the average results achieved by participants in the final test . ost-tes. where there was an increase in the average test results from 87. re-tes. The results of this service strengthen the results of previous research and services which stated that writing training can improve participants' understanding and skills in writing. Keywords: Arabic Letter. Training. Write PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah yang berbasiskan nilai-nilai Islam seperti pesantren, madrasah. Sekolah Dasar Islam (SDI) ataupun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Materi bahasa Arab dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di lembaga pendidikan tersebut baik sebagai materi inti ataupun penunjang. Pada jenjang pendidikan dasar, para siswa atau pelajar diarahkan untuk menguasai hal-hal yang mendasar dari bahasa Arab seperti pembelajaran aksara baca tulis Arab. Untuk aksara tulis Arab, membentuk dan menyambung huruf Arab masuk dalam kategori kemampuan Imla . aharah Aliya. Kemampuan Imla, membentuk dan menyambung huruf Arab harus terlebih dahulu dikuasai oleh pelajar atau siswa sebelum mereka melanjutkan pembelajaran ke tahap yang lebih tinggi dalam keterampilan menulis yaitu kemampuan mengolah nalar . P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Pengajaran dan pembelajaran aksara tulis Arab bagi non-asli, khususnya dalam membentuk dan menyambung huruf Arab, seringkali dihadapi pada berbagai tantangan, baik yang bersifat linguistik maupun non-linguistik. Salah satu tantangan tersebut yaitu bahwa struktur aksara Arab tidaklah sama dengan struktur aksara latin, arah penulisannya juga dari sisi kanan bukan kiri serta adanya perbedaan bentuk huruf saat menyambung di awal, tengah maupun akhir kata. Oleh karena perbedaan yang terdapat dalam aksara Arab, banyak pelajar nonasli di tingkat dasar atau bahkan tingkat tinggi menghadapi kesulitan dan permasalahan dalam belajar menulis Arab. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyambung huruf Arab siswa tingkat dasar masih rendah. Banyak dari siswa yang masih belum mampu membedakan huruf-huruf yang bisa menyambung dan tidak bisa menyambung. Selain itu, banyak dari mereka juga yang belum mampu membedakan perubahan bentuk huruf saat menyambung di awal, tengah ataupun akhir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu yang perlu dijadikan perhatian utama seorang guru atau pengajar adalah metode atau cara pengajaran. Berbagai metode pembelajaran dan pengajaran menulis Arab telah dikembangkan dan diterapkan oleh para pendidik dan Pemilihan dan penerapan metode pembelajaran menulis Arab yang tepat memiliki implikasi signifikan terhadap keberhasilan pengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini adalah siswa menguasai keterampilan menulis Arab. Metode yang efektif tidak hanya membantu siswa dalam mengenal huruf-huruf Arab namun juga membantu mereka dalam memahami kaidah-kaidah penulisan huruf Arab seperti bagaimana menyambung huruf-huruf di awal, tengah ataupun di akhir. SDIT Al Iman merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berlokasi di Bekasi. Jawa Barat. Di antara program unggulan yang ditawarkan oleh sekolah ini adalah baca tulis Al Quran. Para pelajar tidak hanya belajar bagaimana membaca Al Quran dengan benar dan baik, namun juga bagaimana menulisnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada pihak sekolah didapati bahwa SDIT Al Iman telah menyediakan buku ajar untuk pembelajaran menulis Al Quran yaitu buku follow the line. Menurut informasi yang diberikan oleh informan, selama menggunakan buku tersebut para pengajar belum pernah mendapatkan pengarahan, bimbingan atau pelatihan secara khusus bagaimana pembelajaran dan pengajaran menulis Al Quran atau Arab menggunakan buku tersebut. Kondisi yang berbeda ditemukan pada pembelajaran membaca Al Quran di mana para pengajar sudah mengikuti pelatihan dan bimbungan sebelum menggunakan buku ajar membaca Al Quran. Sehingga ada keseragaman metode pembelajaran membaca Al Quran dan hasil pembelajaran. Adapun untuk keterampilan menulis, metode pembelajaran menulis Al Quran atau Arab di sekolah diserahkan kepada masing-masing pengajar. Tidak ada keseragaman metode pengajaran dalam keterampilan menulis Al Quran atau Arab sehingga hasil pembelajarannya pun antara satu guru dengan lainnya Mereka tidak punya panduan khusus dan evaluasi terukur terkait keterampilan menulis Al Quran atau Arab. Berdasarkan penjelasan di atas, pelatihan metode pembelajaran dan pengajaran menulis Arab bagi pengajar bahasa Arab perlu dilakukan. Melalui pelatihan ini para guru atau pengajar diharapkan akan mendapatkan bekal penting berupa informasi dan pengetahuan tentang hasil riset atau penelitian yang terkait dengan keterampilan menulis aksara Arab, analisis kesalahan siswa dalam menyambung huruf, metode pembelajaran dan pengajaran menulis Arab serta bagaimana mengevaluasi pembelajaran. Dengan diselenggarakannya pelatihan ini diharapkan kompetensi professional pengajar bahasa Arab khususnya untuk keterampilan menulis Arab meningkat yang kemudian akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kemampuan menulis Arab siswa atau pelajar. METODE PKM Universitas YARSI SDIT Iman yang beralamat di komplek LKBN ANTARA. Jl. Naman Rt 04 Rw 10 Bintara Jaya Bekasi Jawa Barat. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 07 Januari 2025. SDIT Al Iman merupakan Sekolah Dasar Islam yang memadukan kurikulum nasional P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. dengan kurikulum yang bermuatan nilai-nilai Islam. Peserta PKM merupakan para pengajar di SDIT Al Iman yang berjumlah sebanyak 24 orang. Sebagian besar dari mereka adalah pengajar materi Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus baca tulis Al Quran dan sebagian lainnya mengajar materi-materi pelajaran umum tingkat sekolah dasar. Para peserta yang diikutkan dalam PKM ini adalah mereka yang terlibat secara aktif dalam pembelajaran baca tulis Al Quran di sekolah. Dalam merealisasikan PKM, tim memilih dan menggunakan metode pelatihan. Hal ini didasarkan pada pendapat Aliyya Laubaha et al. , . yang menyebutkan bahwa pelatihan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran dan pengajaran, dalam konteks pengabdian ini yaitu menulis Arab. Agar pelatihan dalam kegitan PKM ini berjalan baik, tim melakukan serangkaian aktifitas pendahuluan, di antaranya adalah melakukan koordinasi dengan pihak universitas dan mitra terkait penyelenggaraan kegiatan. Tim melakukan survey ke lokasi mitra PKM untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan untuk menyelenggarakan PKM. Data dan informasi yang didapat dari mitra kemudian dijadikan bahan oleh tim untuk menyusun proposal kegiatan PKM. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM di SDIT Al Iman dapat digambarakan pada bagan di bawah ini Pre-Test Pemaparan Materi Praktek Menulis Post-Test Gambar 1. Tahapan Kegiatan PKM di SDIT Al Iman Bekasi Penjelasan tahapan dalam kegiatan PKM adalah sebagai berikut. Tahap Pertama: Pre-Test Para peserta pelatihan akan memulai kegiatan dengan mengerjakan soal-soal latihan yang berisikan bagaimana membentuk huruf Arab, merunut huruf Arab berdasarkan abjadiyah dan menyambung huruf-huruf Arab menjadi kata atau kalimat. Pemberian tes di awal kegiatan ini dilakukan untuk memetakan kemampuan awal peserta sebelum mendapatkan pelatihan. Tim PKM menggunakan instrumen tes untuk mengukur kemampuan menulis Arab para peserta dan juga mengelompokkan kemampuan pesera berdasarkan pencapaian skor yang didapat dalam tes. Tabel berikut ini menerangkan kriteria atau kategori kemampuan menulis Arab Tabel 1. Kriteria Kemampuan Menulis Arab Skor Kategori/Kriteria Sangat Bagus Bagus Cukup Bagus Kurang Bagus >85 Tidak Bagus Tahap Kedua: Pemaparan Materi Setelah peserta mengerjakan pre-test, tim PKM kemudian memaparkan materi keterampilan menulis Arab atau Al Quran. Dalam menyampaikan materi, tim menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi. Narasumber PKM menyampaikan konsep tentang keterampilan menulis Arab, hasil riset dan metodologi pembelajaran menulis Arab dengan metode ceramah. Untuk contoh bagaimana posisi duduk yang benar ketika menulis, bagaimana memegang pensil dan bagaimana membentuk serta menyambung huruf tim PKM menggungakan metode demonstrasi. Agar proses pembelajaran berjalan dua arah, maka tim PKM juga menggunakan metode diskusi dalam penyampaiannya, para peserta diberikan kesempatan untuk P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. memberikan komentar, saran, kritik dan pendapat pada saat di tengah ataupun di akhir presentasi Tahap Ketiga: Praktek Menulis Di tahap ini para peserta difokuskan untuk menulis Arab. Sebuah keterampilan akan cepat dan mudah dikuasai ketika banyak melakukan praktek. Tim PKM menggunakan metode drilling untuk diterapkan di tahap ini. Drilling merupakan satu metode pembelajaran yang secara khusus digunakan untuk menguasai satu keterampilan tertentu, dalam hal ini adalah menulis Arab. Dalam metode drilling, para peserta diberikan latihan menulis yang berulang-ulang. Tahap Keempat: Post-Test Para peserta mengakhiri kegiatan pelatihan dengan mengerjakan tes sebagaimana tes di tahap awal. Pemberian tes di akhir kegiatan ini dilakukan untuk melihat dampak atau pengaruh pelatihan terhadap kemampuan menulis Arab peserta pelatihan. Sebagaimana pada tahap awal, tim PKM juga menggunakan instrumen tes di tahap akhir ini untuk mengukur kemampuan menulis Arab para peserta dan mengelompokkannya. Adapun untuk kriteria atau kategori kemampuan menulis Arab sebagaimana dijelaskan pada tahap awal. Berdasarkan tabel tersebut maka peserta pelatihan dikatakan menguasai dengan sempurna keterampilan menulis Arab jika mencapai skor 100. HASIL DAN PEMBAHASAN Tim pelaksana pengabdian terdiri dari dosen dan mahasiswa. Dosen berperan sebagai narasumber utama dan mahasiswa sebagai asisten. Pelaksanaan kegiatan pelatihan pembelajaran dan pengajaran menulis huruf Arab di SDIT Al Iman dilaksanakan pada tanggal 07 Januari 2025. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan guru-guru yang aktif mengajar di SDIT Al Iman. Kegiatan pelatihan berlangsung sekitar 2. 5 jam. Berikut ini adalah rundown kegiatan pelatihan di SDIT Al Iman tahun 2025 Tabel 2. Rundown kegiatan pelatihan di SDIT Al Iman Waktu Kegiatan 30 Ae 11. 15 Tim PKM YARSI bertolak dari kampus menuju SDIT Al Iman 15 Ae 13. 00 Tim PKM sampai di SDIT Sholat dzhuhur berjamaah di masjid Ramah Tamah dengan pihak sekolah dan dewan guru 00 Ae 13. 30 Pembukaan PKM Sambutan Kepala Sekolah Sambutan perwakilan YARSI Pre-Test 30 Ae 14. 00 Materi I Menyambung Huruf Ba. Ta. Tsa. Nun dan Ya Jim. Ha dan Kho 00 - 14. 30 Materi II Menyambung Huruf Shod dan Tho Ain. Fa dan Qof 30 Ae 15. 00 Materi i Menyambung Huruf Kaf. Mim dan Ha 00 Ae 15. 30 Post-Test dan Penutup P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. Peserta atau pengajar SDIT Al Iman yang mengikuti pelatihan berjumlah 24 orang, namun tidak semuanya mengikuti pelatihan secara optimal. Ada 6 peserta yang mengikuti beberapa sesi dari kegiatan pelatihan menulis Arab. Sebagian dari mereka ada yang terlambat mengikuti dan ada juga yang izin di tengah-tengah pelatihan. Jadi, total peserta yang mengikuti secara aktif, dari sesi pertama hingga akhir sesuai dengan rundown yang disebutkan di atas berjumlah 18 peserta. Di awal kegiatan pelatihan, para peserta diminta untuk mengerjakan pre-test. Para peserta mengerjakan soal pre-test selama 30 menit. Soal pre-test terdiri dari 20 soal yang menguji kemampuan peserta untuk menyambungkan huruf-huruf Arab tunggal saat di awal, tengah dan akhir kata. Setelah para peserta mengerjakan soal pre-test selama 30 menit, tim penyelenggara kemudian mengumpulkan jawaban peserta. Setelah jawaban terkumpul, para peserta kemudian memasuki sesi berikutnya yaitu penyampaian materi. Gambar 2. Peserta PKM mengerjakan pre-test menulis Arab Pada sesi presentasi materi, pemateri menyampaikan materi terkait pembelajaran dan pengajaran menulis Arab dengan bantuan proyektor. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi selama kurang lebih 30 menit. Setelah selesai menyampaikan materi, pemateri kemudian mendemokan tutorial pembelajaran menulis Arab. Para peserta menyaksikan dengan seksama video tutorial bagaimana menyambung huruf-huruf Arab menggunakan buku atau modul pembelajaran menulis Arab yang telah disusun oleh pemateri. Buku tersebut berjudul AuTerampil Menulis Arab Metode QolamiAy. Setelah para peserta memahami video, mereka kemudian diminta untuk mempraktekkanya secara langsung dibuku modul pembelajaran. Pemateri juga menyampaikan pentingnya memilih metode pembelajaran dan pengajaran yang tepat dalam menulis Arab. Lebih lanjut, pemateri merekomendasikan beberapa metode yang yang dapat digunakan oleh pengajar dalam mengajarkan menulis Arab, di antaranya adalah. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah suatu cara dalam menyempaikan materi pelajaran dengan memperlihatkan atau menunjukkan secara langsung suatu proses, dalam hal ini proses menyambung huruf-huruf Arab. Penggunan metode ini dalam pembelajaran menulis Arab dianggap sesuai karena di dalamnya terdapat gerakan-gerakan, suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin . Pada pelatihan ini, pemateri menjelaskan bagaimana metode demonstrasi diterapkan dalam pembelajaran dan pengajaran menulis Arab. Pemateri kemudian mendemonstrasikan di depan pengajar dengan cara memutar video tutorial yang menggambarkan bagaimana gerakan tangan dan goresan pensil saat menyambung huruf-huruf Arab atau hijaiyah. Metode Drilling Metode ini merupakan metode pembelajaran untuk menyempurnakan suatu keterampilan untuk menjadi sifat yang menetap . Metode ini digunakan dalam hal-hal misalnya, asosiasi yang dibuat seperti hubungan huruf-huruf ejaan, penggunaan simbol dan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. membaca peta. Selain itu, metode ini juga tepat digunakan untuk kecapakapan motoris atau keterampilan yang bersifat jasmaniah seperti menulis, melafalkan dan mengucapkan, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat, melakukan permainan atletik, menari, dan sebagainya. Pada pelatihan ini, pemateri menjelaskan kepada para peserta bagaimana penerapan metode drilling dalam pembelajaran dan pengajaran menulis Arab. Para peserta diarahkan untuk melihat buku modul pembelajaran yang berisikan latihan-latihan yang terstuktur dan sistematis yang menuntun dan mengarahkan siswa kepada penguasaan keterampilan menulis Arab. Para peserta diminta untuk memperhatikan kolom atau tabel latihan yang terdapat dalam buku modul. Mereka diminta untuk mempraktekkan mulai dari membentuk garis sambung, menyalin kata, dan merangkai huruf-huruf tunggal menjadi satu kata. Semua tahapan yang terdapat dalam modul pembelajaran menuntut penggungannya untuk melakukan pengulangan dalam menulis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode drilling dalam pembelajaran menulis memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis pelajar. Hal ini sebagaimana penelitian yang dilakukan di SDN Kembangbilo Sukolilo Tuban kepada siswa kelas II tahun 2020/2021 mengkonfirmasi kesesuaian penggunaan metode drilling dalam pembelajaran menulis di mana hasil penelitian menunjukkan metode drill dapat meningkatkan kemampuan menulis huruf kapital para siswa . Gambar 3. Peserta PKM mengikuti pemaparan materi Gambar 4. Peserta PKM memperhatikan demonstrasi menyambung huruf Arab Pada saat peserta mempraktekkan metode menulis Arab metode Qolami di buku modul pembelajaran, pemateri dan tim pengabdian melakukan pengawasan dan bimbingan. Jika ada dari peserta yang belum memahami atau dalam menerapkan metode Qolami belum tepat, maka pemateri dan tim segera memberikan bimbingan dan arahan untuk memperbaiki tulisannya sesuai dengan metode yang diajarkan. Para peserta mempraktekkan menyambung huruf Arab P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. selama kurang lebih 1,5 jam atau tiga sesi. Pada bagian praktek ini, para peserta pelatihan mendapatkan porsi waktu pembelajaran yang lebih lama. Dalam hal keterampilan seperti menulis Arab, frekuensi praktek memang harus dilebihkan. Semakin banyak praktek maka hasil pembelajaran akan semakin lebih baik. Dari pelatihan ini tentu pemateri berharap kepada para pengajar agar memberikan porsi waktu praktek menulis Arab kepada siswanya kelak di kelas. Dengan begitu, tujuan pembelajaran menulis Arab ini dapat tercapai dengan optimal. Sudjana menyatakan untuk mendapatkan suatu keterampilan atau ketangkasan praktis tentang suatu pengetahuan yang dipelajari maka latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinyu perlu dilakukan. Selain itu, dengan latihan yang berulang dan dilakukan secara kontinyu diharapakan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari menjadi lebih kuat. Gambar 5. Latihan dan bimbingan bagaimana menulis Arab yang benar Di akhir kegiatan pelatihan, para peserta diminta untuk mengerjakan tes akhir . ost-tes. selama 30 menit. Hasil tes akhir ini akan digunakan oleh tim pelaksana untuk mengukur efektifitas dan dampak dari kegiatan pelatihan. Hasil tes akhir ini akan dibandingkan dengan hasil tes awal peserta pelatihan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suatu proses pembelajaran di satu kelas yang diawali dengan tes dan diakhir dengan tes berdampak signifikan terhadap hasil pembelajaran dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan pre-test dan post-test dalam . , . Evaluasi Untuk mengevaluasi kegiatan pelatihan tim PKM di SDIT Al Iman memberikan tes di akhir pelatihan kepada para peserta. Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, keseluruhan peserta pelatihan meraih rata-rata 87,8. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan awal menulis Arab para peserta pelatihan berada di kategori kurang bagus. Secara individu, hanya 4 pengajar saja yang kemampuan menulis Arabnya di kategori sangat bagus dengan meraih nilai sempurna 100. Setelah peserta mengikuti pelatihan dan mengerjakan tes akhir didapati bahwa nilai rata-rata mereka pada tes akhir menunjukkan 96,4. Jika merujuk pada kriteria atau kategori yang telah ditetapkan di atas, maka rata-rata kemampuan menulis Arab guru SDIT Al Iman berdasarkan hasil tes akhir berada pada kategori Berdasarkan perbandingan hasil antara pre dan post-test terlihat bahwa secara umum terjadi peningkatan rata-rata kemampuan pengajar SDIT Al Iman dalam menulis Arab dari kurang bagus . menjadi bagus . Peningkatan rata-rata keseluruhan diikuti di level individu di mana jumlah pengajar yang mendapatkan nilai 100 setelah mengikuti pelatihan meningkat dari 4 pengajar menjadi 9 pengajar. Sehingga total pengajar yang kemampuan menulis Arabnya sudah sangat bagus berjumlah 13 pengajar. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM universitas YARSI memberikan dampak terhadap peningkatan keterampilan menulis Arab para pengajar SDIT Al Iman. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pelatihan sebagai satu metode yang terbukti secara empirik P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. efektif meningkatkan peserta pada aspek pengetahuan dan keterampilan tertentu. Samsudin dan Sukarismanti menyebutkan bahwa pelatihan penulisan memberikan dampak terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa STAI Nahdhatul Wathan Sumbawa dalam menulis karya . Hal yang serupa juga dapat dijumpai dalam penelitian yang dilakukan oleh Febriani dkk menyebutkan bahwa pelatihan menulis memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa sebesar 25% . Efektifitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan menulis Arab juga dapat ditemui dalam penelitian Muhammad Zaki Aditya di mana kemampuan santri Pondok Pesantren Darul Arafah Raya Deli Serdang meningkat setelah mengikuti pelatihan kaligrafi. Data hasil tes pre dan post-test peserta pelatihan dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Hasil tes awal dan akhir peserta pelatihan Nama Pre-Test Post-Test Peningkatan Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Peserta 11 Peserta 12 Peserta 13 Peserta 14 Peserta 15 Peserta 16 Peserta 17 Peserta 18 Rata-rata KESIMPULAN Berdasarkan penjelasan di atas didapati bahwa pelatihan pembelajaran dan pengajaran menulis huruf Arab di SDIT Al Iman memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengajar dalam menulis Arab. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkan hasil nilai pre-test dan post-test yang dilakukan selama pelatihan. Rata-rata kemampuan pengajar dalam menulis Arab secara keseluruhan mengalami peningkatakan setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh tim PKM universitas YARSI. Peningkatan kemampuan pengajar dalam menulis huruf Arab melalui pelatihan diharapkan bukan hanya bermanfaat bagi mereka namun juga yang tidak kalah penting adalah terhadap siswa secara khusus. Dengan begitu, permasalahan menulis Arab di kalangan pelajar dapat teratasi. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada universitas YARSI yang telah mendukung tim dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyrakat di SDIT Al Iman. Selain itu, terima kasih juga kita ucapkan kepada kepala sekolah, dewan guru dan seluruh jajaran staf SDIT Al Iman yang telah memberikan bantuannya dan sekaligus memfasilitasi kegiatan pengabdian. Terima kasih juga kepada rekan dosen dan mahasiswa serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. No. 6 Desember 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 52436/5. DAFTAR PUSTAKA