Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. N o. Hal: 1-6 ISSN: 2502-6275 Pengaruh Profitabilitas. Struktur Modal. Sales Growth. Pergantian Ceo Terhadap Financial Distress dengan Struktur Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi Risma Sri WahyuniA,Zefriyenni2. Putri Intan Permata Sari3 1, 2, 3 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang Rismasriwahyuni@upiyptk Abstract This study aims to analyze the effect of profitability, capital structure, sales growth, and CEO turnover on financial distress with corporate governance structure as the moderating variable. The population in this study are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange, with a sample of 63 companies, the research period from 2016 to 2020. The results of this research analysis obtained . Profitability has a positive and significant effect on financial distress . Capital structure has a negative and significant effect on financial distress . Sales growth has no effect on financial distress . CEO turnover has a negative and significant effect on financial distress . corporate governance structure has a negative and significant effect on financial distress . corporate governance structure is able to strengthen the influence of profitability on financial distress . corporate governance structure is unable to moderate the effect of capital structure on financial distress . corporate governance structure is unable to moderate influence of sales growth on financial distress . corporate governance structure is not able to moderate the effect of CEO turnover on financial distress. Keywords: Profitability. Capital Structure. Sales Gowth. Pergantian CEO. Financial Distress Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, struktur modal, sales growth, dan pergantian CEO pada financial distress dengan struktur corporate governance sebagai ariable moderasinya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel sebanyak 63 perusahaan, periode penelitian dari tahun 2016 sampai dengan 2020. Hasil analisis penelitian ini diperoleh . Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress . Struktur modal berpengaruh ariable dan signifikan terhadap financial distress . Sales growth tidak berpengaruh terhadap financial distress . pergantian CEO berpengaruh ariable dan signifikan terhadap financial distress . struktur corporate governance berpengaruh ariable dan signifikan terhadap financial distress . struktur corporate governance mampu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap financial distress . struktur corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap financial distress . struktur corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh sales growth terhadap financial distress . struktur corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh pergantian CEO terhadap financial distress. Kata kunci: : Profitabilitas. Struktur Modal. Sales Growth. Pergantian CEO. Financial Distress. Jurnal Ekobistek is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Virus Corona yang berasal dari Cina tepatnya di kota Wuhan pada akhirnya menyebar ke seluruh dunia dan perekonomian bangsa termasuk Indonesia. Data dari Kemanker menyebutkan bahwa 96,5% perusahaan di Indonesia terkena dampak dari ariable virus corona Lebih detilnya di sebutkan bahwa 57,1% terdapat perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan . id, 2. Krisis multi dimensi terjadi di Indonesia, serta berbagai macam masalah dan penderitaan yang dirasakan oleh bangsa ini sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu masalah yang paling menonjol dan dirasakan yaitu dari segi aspek Hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan yang bangkrut atau pailit. Misalnya. PT. Royal Standar (RS) Group dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 6 Maret 2017 karena memiliki utang senilai Rp333 miliar. Kemudian PT. Nyonya Mener dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang pada tanggal 3 Agustus 2017 karena memiliki hutang Rp7,4 miliar. Perusahaan Sariwangi juga dinyatakan pailit atau bangkrut pada tanggal 18 November 2018 . com, 2. PT. Tritunggal Adyabuana dinyatakan pailit tanggal 30 PT. Hanson Internasional dinyatakan Diterima: 15-03-2020 | Revisi: 20-04-2020 | Diterbitkan: 31-05-2020 | doi: 10. 35134/jbeupiyptk. Risma Sri Wahyuni, dkk pailit oleh pengadilan niaga PN Jakarta pusat pada tanggal 12 agustus 2020 karena menghimpun dana illegal bernilai Rp. 24 triliun . com, 2. Perusahaan-perusahaan yang mengalami pailit atau kebangkrutan tersebut dapat dikatakan mengalami kondisi financial distress sehingga dapat terancam delisting atau penghapusan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) . Perusahaan-perusahaan yang mengalami delisting atau penghapusan pada umumnya mengalami financial distress atau kesulitan keuangan yang mengakibatkan tidak dapat memenuhi kewajibannya . Financial distress adalah suatu kondisi dimana perusahaan menghadapi masalah kesulitan keuangan. Masalah kesulitan keuangan . inancial distres. didefinisikan sebagai tahap penurunan kondisi kebangkrutan atau likuidasi . Ketidakmampuan suatu perusahaan dalam melunasi hutang perusahaan juga akan berakibat kebangkrutan perusahaan apabila dibiarkan menumpuk. Penelitian tentang ariab-faktor yang mempengaruhi financial distress pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya . menemukan bahwa profitabilitas dan likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap financial distress. Kondisi ini disebabkan oleh ariable pengukuran kinerja berdasarkan kriteria ROA, perusahaan dikatakan baik jika mampu mencapai ROA di atas rata Ae rata ariable yaitu 30%. Sehingga kinerja perusahaan dianggap baik dan hal ini secara tidak langsung akan mengurangi potensi terjadinya financial distress. Struktur modal merupakan campuran dari utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai usahanya . Pada umumnya ada dua metode pembiayaan yaitu metode utang dan ekuitas. Utang diklasifikasikan menurut utang jangka pendek dan jangka panjang. Pentingnya struktur modal karena terkaitnya dengan pembiayaan yang dimiliki . Apabila perusahaan ari mengelola dengan baik sumber pembiayaan maka kondisi perusahaan akan baik-baik saja, sebaliknya jika perusahaan tidak dapat mengelola dengan baik pembiayaan perusahaan maka kondisi perusahaan ari mengalami financial distress. Sales growth meningkatkan penjualannya dari periode waktu ke waktu dan mengukur seberapa baik perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya. Menurut . sales growth berpengaruh positif terhadap financial . Semakin tinggi nilai tingkat pertumbuhan penjualan maka menggambarkan bahwa perusahaan tersebut berhasil menjalankan aktivitasnya. Hal ini berarti semakin besar laba yang dihasilkan yang berdampak pada bertambahnya arus kas perusahaan, sehingga berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan yang baik. menemukan bahwa struktur modal, leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. Penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan . yang menyatakan bahwa leverage dan equity structure berpengaruh Positif signifikan terhadap financial distress. Pada penelitian yang dilakukan Effendi . menyatakan bahwa Profesional Fee. Pergantian Chief Executive Officer (Ce. berpengaruh signifikan terhadap financial distress karena menduga CEO baru tidak dapat memperoleh bonus maksimal di karenakan CEO yang lama sudah menaikan laba hingga di titik maksimal bonus sehingga CEO baru cenderung akan melakukan tindakan taking a bath. Selanjutnya Chief Executive Officer (CEO) merupakan posisi tertinggi dalam sebuah perusahaan (Effendi, 2. Posisi ini berkaitan dengan tanggung jawab dan kekuasaan terhadap kelangsungan dan keberhasilan perusahaan. Menurut . menyatakan pergantian CEO berpengaruh positif terhadap financial distress. CEO biasanya dikenal dFaktor lain yang berpengaruh terhadap financial distress yaitu struktur . Corporate Corporate merupakan suatu struktur . istem atau mekanism. yang baik untuk mengendalikan dan mengelola suatu perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan seperti kreditur, pemasok . Engan istilah presiden direktur atau direktur utama. Adapun hipotesis dari penelitian ini yaitu: H1 : Diduga profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. H2 : Diduga struktur modal berpengaruh positif terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. H3 : Diduga sales growth berpengaruh ariable terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. H4 : Diduga pergantian CEO berpengaruh positif terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 -2020. H5 : Diduga struktur corporate governance berpengaruh ariable terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. H6 : Diduga struktur corporate governance memperkuat pengaruh profitabilitas pada financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020 Metodologi Penelitian Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Risma Sri Wahyuni, dkk Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari catatan BEI. Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan dari tahun 2016-2020. Dimana populasi perusahaan manufaktur saat ini sebanyak 193 perusahaan dengan sampel 315 Metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian merupakan analisis data kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari catatan BEI. Data diolah menggunakan SPSS 26. Digunakan model penelitian sebagai berikut: ycU = yu yca1ycU1 yca2ycU2 yca3ycU3 yca4ycU4 yca5ycU5 yca6. cU1 O ycIyay. variabel dependen. Uji statistik yang digunakan pada pengujian simultan adalah Uji F atau yang biasa disebut dengan Analysis of varian (ANOVA). Menurut Sugiyono . uji F dirumuskan sebagai Dimana F : Uji FR2 : Koefisien determinasi, k : Banyaknya variabel independen, n : Jumlah data . Dimana : Konstanta. Y : Financial Distress. X1 : Profitabilitas. X2 : Struktur Modal. X3 : Sales Growth. X4 : Pergantian CeoSCG : Struktur corporate Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. sering juga disebut dengan koefisien determinasi majemuk . ultiple coefficient of determinatio. yang menjelaskan koefisien korelasi majemuk yang mengukur tingkat hubungan antara variabel terikat (Y) dengan semua variabel bebas yang menjelaskan secara bersama-sama dan nilainya selalu positif. Regresi Linear Berganda Hasil dan Pembahasan yca7. cU2 O ycIyay. cU3 O ycIyay. cU4 O ycIyay. yce Analisis regresi linear berganda merupakan analisis untuk mengetahui pengaruh ariable bebas . yang jumlahnya lebih dari satu terhadap ariable terikat . Model analisis regresi linear berganda digunakan untuk menjelaskan hubungan dan seberapa besar pengaruh ariablevariabel bebas . terhadap ariable terikat (Ghozali, 2. Menurut Ghozali . model persamaan yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Y = b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Dimana : Konstanta Y : Financial Distress. X1 : Profitabilitas. X2 : Struktur Modal. X3 : Sales Growth. X4 : Pergantian . CeoSCG : Struktur corporate Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda sebelum moderasi Model Unstandari Cooefici STD. Err 3,304 ,082 Profit (X. 4,916 ,437 SMOD (X. -1,564 SG (X. PCEO (X. Standarized Beta 40,474 ,000 ,363 11,257 ,000 ,069 -,700 -22,531 ,000 ,052 ,229 ,007 ,227 ,820 -,241 ,114 -,065 -2,116 0,35 Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji t melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antar ariable independen terhadap ariable dependen dengan mengasumsikan bahwa ariable independen lain dianggap konstan menguji apakah masing-masing ariable bebas berpengaruh secara signifikan terhadap ariable terikat secara parsial dengan = 0,05. Menurut Sugiyono . Pengujian ini dapat menggunakan rumus: Diamana bi : Koefisien regresi variabel I. Sbi : Standar error variabel i Uji Simultan . ji F) Pengujian simultan akan diuji pengaruh keempat variabel independen secara bersama-sama terhadap Berdasarkan hasil output pada tabel 4. 6 di atas diperoleh nilai koefisien konstanta sebesar 3,304, koefisien profitabilitas sebesar 4,916, koefisien struktur modal sebesar -1,564, koefisien sales growth sebesar 0,052 dan koefisien pergantian CEO sebesar 0,241. Sehingga diperoleh hasil persamaan model regresi linear berganda sebelum moderasi sebagai ycU = 3,304 4,916 ycU1 Ae 1,564 ycU2 0,052 ycU3 Ae 0,241ycU4 yce Hasil persamaan regresi linear berganda sebelum moderasi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 3,304 artinya jika ariable profitabilitas (X. , struktur modal (X. , sales growth (X. dan pergantian CEO (X. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Risma Sri Wahyuni, dkk diabaikan atau bernilai nol maka financial distress PCEO * SCG bernilai 3,304. Nilai koefisien 1 sebesar 4,916 artinya jika nilai profitabilitas (X. meningkat sebesar satu . satuan, maka financial distress naik sebesar 4,916 dengan asumsi ariable , struktur modal (X. , sales growth (X. dan pergantian CEO (X. Nilai koefisien 2 sebesar -1,564 artinya jika ariable struktur modal (X. menurun sebesar satu . satuan, maka financial distress turun sebesar -1,564 dengan asumsi profitabilitas (X. , sales growth (X. , dan pergantian CEO (X. Nilai koefisien 3 sebesar 0,052 artinya jika ariable sales growth (X. meningkat sebesar satu . satuan, maka financial distress naik sebesar 0,052 dengan asumsi ariable profitabilitas (X. , struktur modal (X. , dan pergantian CEO (X. Nilai koefisien 4 sebesar -0,241 artinya jika Variable pergantian CEO (X. menurun sebesar satu . satuan, maka financial distress turun sebesar -0,241 dengan asumsi profitabilitas (X. , struktur modal (X. , dan sales growth (X. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda sesudah Model Unstan Coefficients Std. Error Standarize Coefficien ts Beta Sig 11,543 ,00 (Consta ,344 Profit (X. 1,491 1,827 ,110 ,816 ,41 SMOD (X. -1,793 ,271 -,802 -6,629 ,00 (X. -,029 1,092 -,004 -,026 ,97 PCEO (X. -,993 ,462 -,266 -2,148 ,03 SCG z -1,697 ,837 -,158 -2,027 ,04 Prof * SCG 8,746 4,504 ,296 2,142 ,04, SMOD * SCG ,546 SG * SCG ,071 1,989 2,780 ,105 ,004 1,827 ,026 ,211 1,708 ,08 Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan tabel 1 sebelum moderasi dan tabel 3. 2 sesudah masing-masing independen terhadap variabel dependen sebagai Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas profitabilitas memiliki t-hitung sebesar 11,257 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih besar daripada ttabel . ,257 > 1,967. dengan nilai signifikansi . ,000 < 0,. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial Dengan demikian hipotesis pertama diterima. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas struktur modal memiliki t-hitung sebesar 22,351 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih besar daripada ttabel . ,351 > 1,967. dengan nilai signifikansi . ,000 < 0,. Pada koefisien tabel di atas, nilai thitung bertanda negatif. Pada uji t simbol negatif hanyalah menyatakan slope 1. Jika nilai koefisien 1 bertanda negatif, maka nilai t-hitung pun akan bernilai Sehingga angka yang digunakan dalam uji t hanyalah angka t hitung, tanpa menyertakan tanda negatif yang ada pada t-hitung tersebut (Halin et al. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan Ho ditolak dan H2 diterima. Sehingga berpengaruhnegatif dan signifikan terhadap financial Dengan demikian hipotesis kedua diterima. Pengaruh Sales growth Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas sales growth memiliki t-hitung sebesar 0,227 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,820. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih kecil daripada ttabel . ,227 < 1,967. dengan nilai signifikansi . ,820 > 0,. Dari hasil pembahasan tersebut dinyatakan H0 diterima dan H3 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sales growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap financial Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak. Pengaruh Distress ,660 1,164 Pergantian CEO Terhadap Financial ,30 ,98 Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas, pergantian CEO memiliki t-hitung sebesar 2,116 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,035. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih besar daripada t- Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Risma Sri Wahyuni, dkk tabel . ,116 > 1,967. dengan nilai signifikansi . ,035 < 0,. Pada koefisien tabel di atas, nilai thitung bertanda negatif. Pada uji t simbol negatif hanyalah menyatakan slope 4. Jika nilai koefisien 4 bertanda negatif, maka nilai t-hitung pun akan bernilai Sehingga angka yang digunakan dalam uji t hanyalah angka t hitung, tanpa menyertakan tanda negatif yang ada pada t-hitung tersebut (Halin et al. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 ditolak dan H4 diterima. Sehingga CEO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial Dengan demikian hipotesis keempat diterima tabel . 827 < 1,967. dengan nilai signifikansi . ,306 > 0,. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 diterima dan H7 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel struktur corporate governance tidak berpengaruh dan tidak signifikan dalam memoderasi struktur modal terhadap financial distress atau dapat juga dikatakan struktur corporate governance tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh struktur modal terhadap financial distress. Dengan demikian hipotesis ketujuh Pengaruh Struktur Corporate Governance Memoderasi Sales Growth Terhadap Financial Distress Pengaruh Struktur Corporate Governance Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas, sales growth yang di moderasi oleh struktur corporate governance memiliki t-hitung sebesar 0,026 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,980. Hal ini menunjukan bahwa thitung lebih kecil daripada t-tabel . ,026 < 1,967. dengan nilai signifikansi . ,980 > 0,. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 diterima dan H8 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel struktur corporate governance tidak berpengaruh dan tidak signifikan dalam memoderasi sales growth terhadap financial distress atau bisa juga dikatakan struktur corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh sales growth terhadap financial distress. dengan demikian hipotesis kedelapan ditolak. Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas, struktur corporate governance memiliki thitung sebesar -2,027 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,044. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih besar daripada t-tabel . ,027 > 1,967. dengan nilai signifikansi . ,044 < 0,. Pada koefisien tabel di atas, nilai t-hitung bertanda negatif. Pada uji t simbol negative hanyalah menyatakan slope 5. Jika nilai koefisien 5 bertanda negatif, maka nilai t-hitung pun akan bernilai negatif. Sehingga angka yang digunakan dalam uji t hanyalah angka t hitung, tanpa menyertakan tanda negatif yang ada pada t-hitung tersebut (Halin et al. , 2. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 ditolak dan H5 Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur corporate governance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Dengan demikian hipotesis kelima diterima. Pengaruh Struktur Corporate Governance Memoderasi Profitabilitas Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas, profitabilitas yang dimoderasi oleh struktur corporate governance memiliki t-hitung sebesar2,142 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,046. Hal ini menunjukan bahwa thitung lebih besar daripada t-tabel . ,142 > 1,967. dengan nilai signifikansi . ,046 < 0,. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 ditolak dan H6 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel struktur corporate governance berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi profitabilitas terhadap financial distress atau dapat juga dikatakan struktur corporate profitabilitas terhadap financial distress. Dengan demikian hipotesis keenam diterima. Pengaruh Struktur Corporate Governance Memoderasi Struktur Modal Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 4. di atas, struktur modal yang dimoderasi oleh struktur corporate governance memiliki t-hitung sebesar 1,827 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,306. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih kecil daripada t- Pengaruh Struktur Corporate Governance Memoderasi Pergantian CEO Terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil uji t yang disajikan dalam tabel 3. di atas, pergantian CEO yang dikalikan dengan struktur corporate governance memiliki t-hitung sebesar 1,708 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,089. Hal ini menunjukan bahwa t-hitung lebih kecil daripada t-tabel . ,708 < 1,967. dengan nilai signifikansi . ,089 > 0,. Dari hasil pembahasan tersebut maka dapat dinyatakan H0 diterima dan H9 Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel struktur corporate governance tidak berpengaruh dan tidak signifikan dalam memoderasi pergantian CEO terhadap financial distress atau dapat juga dikatakan struktur corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh pergantian CEO terhadap financial distress. dengan kata lain hipotesis kesembilan ditolak. Uji Simultan (UJi F) Uji F ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang terdapat didalam model secara bersama-sama . terhadap variabel Pengujian ini dengan menggunakan statistik F adalah jika F-hitung > F-tabel dan nilai signifikansi F < 0,05. Hasil analisis uji F adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji f Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Risma Sri Wahyuni, dkk Sum of SQuares 333,926 Mean Square 37,103 130,474 ,428 464,400 Sig ,00 Berdasarkan hasil uji F model sesudah moderasi pada 11 di atas dapat dilihat pada penelitian ini memiliki nilai F-hitung sebesar 86,733 dimana lebih besar dibandingkan nilai F-tabel yaitu 2,400772 . ,733 > 2,400. , dengan tingkat signifikansi 0,000 dimana lebih kecil daripada 0,05 . ,000 < 0,. Hal ini menunjukan bahwa variabel profitabilitas (X. , struktur modal (X. , salesgrowth (X. , pergantian CEO (X. dan struktur corporate governance (Z) sebagai variabel moderasi secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap variabel financial distress (Y). Uji Koefisen determinasi (R. Tabel 3. 4 Hasil Uji R2 Model R Square Adjusted R square Std. Error of Estimate ,848 ,719 ,711 ,65405 Berdasarkan tabel 4. 13 menunjukan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,711 atau 71,1% yang berarti bahwa variabel financial distress dapat dijelaskan oleh variabel profitabilitas, struktur modal, sales growth dan pergantian CEO sebesar 70,9%, sedangkan sisanya 29,9% . % 71,1%) dijelaskan variabel lain di luar model yang Kesimpulan Penelitian ini menguji efek struktur corporate governance sebagai variabel moderasi pada pengaruh profitabilitas, struktur modal, sales growth, dan pergantian CEO terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan 2020. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan adalah : Distress . tudi kasus pada 102 perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 20172. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan. April, 563- 580. Asfali. Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Leverage. Aktivitas. Pertumbuhann Penjualan Terhadap Financial Distress Perusahaan Kimia. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 20. , 56Ae . Audina. , & Sufyati. Pengaruh Financial Leverage. Strukturmodal Dan Total Asset Growth Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Subsektor Pulp Dan Kertas Yang Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Sales growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20162020. Pergantian CEO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Struktur corporate governance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Struktur corporate governance berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi profitabilitas terhadap financial distress atau dapat juga dikatakan struktur corporate profitabilitas terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Struktur corporate governance tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh struktur modal terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20162020. Struktur corporate governance tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh sales growth terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Struktur corporate governance tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh pergantian CEO terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20162020. Daftar Rujukan [APA Styl. Suniah, & Vinola. Pengaruh Profitailitas. Struktur Modal. Sales Growth. Dan Pergantian CEO Terhadap Financial Distress Dengan VariabelModerasi Struktur Corporate Governance. Webinar Nasional Cendikiawan, 1 . , 1Ae9. Susilowati. , & Fadlillah. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Jurnal AKSI (Akuntansi Dan Sistem Informas. , 4. Saputri. , & Padnyawati. Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Dan Leverage Terhadap Financial Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Manajemen Oikonomia, 14. , 76Ae90. Chiu. , & Walls. Leadership Change And Corporate Social Performance: The Context Of Financial Distress Makes All The Difference. An International Journal of Political. Social and Behavioral Science. Christine. Wijaya. Chandra. , & Pratiwi. Pengaruh Profitabilitas . Leverage . Total Arus Kas dan Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Risma Sri Wahyuni, dkk Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014- 2017. , 340Ae351. Handayani. Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas Dan Leverage Dalam Memprediksi Financial Distress Pada Perusahaan Textile Dan Garment Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016. Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, 9. , 80Ae94. Intan. Patunrui. , & Yati. Analisis Penilaian Financial Distress Menggunakan Model Altman ( Z- Score ) Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015. Jurnal Akuntansi. Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 5. , 55Ae71. Lee. , & Manual Vikneswaran. A Study on Effect of Capital Structure on the Financial Distress of Non-Financial Companies Listed in Bursa Malaysia Stock Exchange ( KLSE ) A Study on Effect of Capital Structure on the Financial Distress of Non-Financial Companies Listed in Bursa Malays. Internasional Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 9. , 428Ae450. https://doi. org/10. 6007/IJARBSS/v9-i6/5962 . Kyriazopoulos. Au Corporate governance and capital structure in the periods of financial distress . Evidence from Greece . Ay Investment Management and Financial Innovations, 14. https://doi. org/10. 21511/imfi. Lisiantara, g. anggana, & Febriana. Likuiditas. Leverage. Operating Capacity. Profitabilitas. Sales Growth Sebagai Preditor Financial Distress(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2. Prosiding SENDI_U, 3, 978Ae979. Primasari. Analisis Altman Z-Score. Grover Score. Springate. Dan Zmijewski Sebagai Signaling Financial Distress (Studi Empiris Industri Barang-Barang Konsumsi Di Indonesi. Accounting and Manajemen Journal, 1. , 23Ae . Rachmawati. Guritno. , & Fahria. Pengaruh Leverage. Sales Growth. Ukuran Perusahaan Dan Komposisi Dewan Komisaris Independen Terhadap Financial Distress. Business Management. Economic, and Accounting National Seminar, 1. , 1417Ae1435 . Simanjuntak. Titik K. , & Aminah. Akt. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Financial Distress (Tudi Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di The Influence Of Financial Ratio To Financial Distress ( Study In Transportation Companies On Listed In Indonesia Stock Exchange During 2011-2. E-Proceeding of Management, 4. , 1580Ae1587. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No.