ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 PENGARUH EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Isramilda1. Malahayati Rusli Bintang2. Foreandri Bakti Syafeli3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, isramilda@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, malahayatiruslibintang@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, foreandri@gmail. ABSTRACT Background: Staphylococcus epidermidis is a polluting bacterium, normal flora in its natural habitat, but can cause infection in other habitats, especially if the immune systems is weak. The purpose of this study was to determine the effect of green tea (Camellia sinensi. ethanol extract on the growth of Staphylococcus epidermidis. Methods: This research is an experimental research with 25 cultures of Staphylococcus epidermidis were divided into five groups. For the first treatment group . egative contro. , distilled water was the second treatment group . ositive contro. , chloramphenicol was given. the third treatment group . omparison grou. green tea ethanol extract with 55% concentration. the fourth treatment group green tea ethanol extract with 65% concentration. the fifth treatment group green tea ethanol extract with 75 % concentration. After that, the diameter of the inhibition zone was calculated. Data relating to the inhibition zone were analyzed statistically. Results were analyzed by using the Kruskal Wallis test followed by a Post Hoc Man Whitney test in order to determine differences between the treatment groups. Results: The results showed that, the ethanol extract of green tea (Camellia sinensi. inhibited Staphylococcus epidermidis bacteria at a concentration of 65%. Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that green tea (Camellia sinensi. ethanol extract inhibits Staphylococcus epidermidis growth. Keywords: Green tea. Staphylococcus epidermidis. Bacterial growth. ABSTRAK Latar Belakang: Staphylococcus epidermidis adalah bakteri pencemar, flora normal di habitat aslinya, tetapi dapat menyebabkan infeksi di habitat lain, terutama jika sistem kekebalan tubuh sedang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 25 biakan bakteri Staphylococcus epidermidis dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok pelakuan pertama . ontrol negati. diberikan aquadest steril. kelompok perlakuan kedua . ontrol positi. diberi kloramfenikol. perlakuan ketiga . elompok pembandin. ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 55%. perlakuan keempat ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 65%. kelompok perlakuan kelima ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 75%. Kemudian dihitung diameter zona hambat. Data zona hambat dihitung dan diolah secara statistik. Analisis hasil menggunakan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Man Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. memiliki daya hambat yang efektif pada konsentrasi 65% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kata Kunci: Teh Hijau. Staphylococcus epidermidis. Pertumbuhan bakteri. Universitas Batam Page 250 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 PENDAHULUAN sedang lemah (Isramilda. Sahreni, & Saputra. Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri pencemar dan merupakan flora normal Indonesia adalah negara kepulauan dan di habitat aslinya, namun dalam habitat lain bermacam pula keanekaragaman budayanya. dapat menyebabkan infeksi terutama jika daya Indonesia juga kaya akan keanekaragaman flora dan faunanya. Berbagai macam flora di indonesia merupakan Sumber Daya Alam Staphylococcus Infeksi disembuhkan karena bakteri ini dapat tumbuh (SDA) pada alat prostese yang dimana bakteri ini senantiasa memberikan keuntungan besar bagi dapat menghindar dari sirkulasi sehingga kesehatan yang dapat diolah sebagai obat Hampir 75% strain Staphyloccus epidermidis Salah satu tanaman yang telah lama resisten terhadap nafsilin. Bakteri ini dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah bertahan hidup dalam lapisan kulit, meskipun teh hijau (Camellia sinensi. Di Indonesia, teh sudah diberi desinfektan saat pengambilan hijau telah dikenal sejak zaman penjajahan darah, sehingga dapat masuk kedalam aliran Belanda. Teh hijau (Camellia sinensi. juga darah menjadi batrekimia (AMANDA, 2. memiliki nilai ekonomi yang tinggi hampir Beberapa Keberagaman Indonesia Teh menimbulkan infeksi, seperti Staphylococcus (Camellia sinensi. mengandung alkaloid dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibiotic Propionibacterium Mycobacterium. Staphylococcus (Wahyuni, 2. Teh adalah minuman non alkohol yang umumnya dapat menyebabkan pembengkakan banyak dikonsumsi setelah air mineral yang . seperti infeksi kulit dan jerawat (Radji, punya potensi manfaat kesehatan. Kandungan Staphylococcus epidermidis merupakan primer teh adalah polifenol 30-35%, selebihnya suatu bakteri gram positif, tidak bergerak, tidak berupa karbohidrat, kafein, protein, asam membentuk spora, pada media kultur padat amino, lignin, asam organik, lipid, klorofil, berbentuk kokus berkelompok tidak beraturan, karotenoid, dan senyawa volatil (Fauzia & dalam susunannya mirip anggur, menonjol. Djajadisastra, 2. Senyawa polifenol terdiri berkilau, tidak menghasilkan pigmen, berwarna putih porselen. Staphylococcus epidermidis antosianidin, katekin, dan bifavan. Katekin oportunitis, yaitu infeksi yang terjadi dampak daun teh hijau mengandung lebih banyak syarat sistem kekebalan tubuh seseorang tadi Staphylococcus . alam (Gardjito & Rahadian, 2. Universitas Batam Hal ini Page 251 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 dikarenakan kandungan senyawa katekin yang Propionibacterium merupakan turunan dari senyawa polifenol terhadap Staphylococcus epidermidis. dapat dipengaruhi oleh derajat fermentasi dan 15,68 Berdasarkan uraian di atas, maka perlu pembuatannya (Jigisha. Nishant. Navin, & pengaruh ekstrak etanol teh hijau (Camellia Pankaj, 2. Senyawa katekin berfungsi sebagai anti radang, anti penggandaan sel. Staphylococcus epidermidis. METODE PENELITIAN LDL, agregasi, dan tentu saja sebagai antibakteri Penelitian ini dilakukan dengan metode (Khomaeni. Carsono. Rostini. Rahadi, & eksperimental murni laboratoris dengan 25 Sriyadi, 2. biakan bakteri Staphylococcus epidermidis Tingkat vitamin C dalam teh hijau adalah dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Pada sebanyak 2% yang mampu menstabilkan penelitian ini populasi yang digunakan adalah Staphylococcus mengandung 4% zat besi, yang keduanya epidermidis yang diperoleh dari Laboratorium berfungsi sebagai ko-faktor untuk sintesis Mikrobiologi Fakultas Farmasi Universitas kolagen dan memperbaiki bekas lesi (Namvar Andalas Padang. Sampel teh hijau yang et al. , 2. sebelumnya sudah dimaserasi selama 3x24 Pengembangan pengobatan yang tidak menyebabkan efek Penelitian samping dengan memanfaatkan bahan-bahan Laboratorium alam perlu dilakukan. Berdasarkan penelitian Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang Herwin dkk . , ekstrak etanol daun serta pada tanggal 3 Januari 2022 Ae 25 Januari 2022. Farmasi Mikrobiologi Variabel bebas dalam penelitian ini adalah antibakteri terhadap Propionibacterium acne ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. serta Staphylococcus epidermidis (Herwin, dengan konsentrasi 55%, 65%, dan 75% yang Hal tersebut ditandai dengan adanya mempengaruhi daya hambat bakteri. Variabel nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terikat dalam penelitian ini adalah daya hambat sebanyak 0,1% dan nilai konsentrasi bunuh ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. minimum (KBM) yaitu 4%. Rata-rata diameter terhadap Staphylococcus epidermidis. zona hambat untuk teh hijau adalah 18,11 mm Alat dan Bahan Penelitian. Alat yang untuk Propionicaterium acne dan 18,05 mm digunakan antara lain gelas beaker, neraca untuk Staphylococcus epidermidis, sedangkan analitik, corong, aluminium foil, cotton swab, rata-rata diameter zona hambat untuk ampas bunsen, spoit, vial, jarum ose, pipet tetes, cawan petri, pinset, autoklaf dan jangka 17,45 Bahan yang digunakan antara lain Universitas Batam Page 252 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. Pengujian Daya Hambat. media NA, biakan bakteri Staphylococcus epidermidis. Aquades dan Kloramfenikol. Sterilisasi Istilah konsentrasi 55%, 65%, dan 75%. Secara berturut-turut diletakkan kertas cakram yang telah berisi mikroorganisme yang ada pada benda guna kontrol positif . , kontrol negatif aliran udara hingga mencapai suhu yang aman . quades steri. , ekstrak etanol teh hijau lalu dikeringkan. (Camellia sinensi. dengan konsentrasi 55%. Bahan. Alat Cawan petri dibagi menjadi 5 bagian Pembuatan Media Mueller Hinton Agar. Nutrient 65%, dan 75%. Cawan petri yang telah diberikan perlakuan ditutup dengan plastic pengujian antibakteri. Media nutrient agar wrap kemudian diinkubasi pada suhu 37AC (NA) dibuat dengan cara menimbang NA selama 1 x 24 jam. HASIL DAN PEMBAHASAN aquades dan dipanaskan diatas hotplat. Setelah Penelitian pengaruh ekstrak etanol teh hijau (Camellia dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 9mL lalu disterilkan dengan autoklaf pada suhu Staphylococcus 121AC. Tabung kemudian diletakkan dengan adanya zona bening sekitar kertas cakram yang kemiringan 30-45A dan dibiarkan pada suhu menandakan terjadinya hambatan pertumbuhan kamar hingga media memadat. Media disimpan dalam lemari pendingin. Berdasarkan Isolasi Bakteri. Kultur murni bakteri Staphylococcus perhitungan diameter rata-rata zona hambat setiap variasi konsentrasi menunjukkan adanya sebanyak 1 ose kemudian digoreskan ke dalam perbedaan yang dapat dilihat pada (Tabel . media dengan cara streak plate, selanjutnya dibawah ini. selama 24 jam di dalam inkubator dilakukan inkubasi pada suhu 37AC dan lalu dibutuhkan waktu 24 jam. Persiapan Sampel. Pada penelitian ini digunakan sampel ekstrak etanol teh hijau (Camellia Farmasi. Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang. Tabel 1. Hasil Pengujian Antibakteri Esktrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensi. Terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Konsentrasi Universitas Batam Plate 1 Plate 2 Plate 3 Plate 4 Plate 5 Rata- Std Respon Page 253 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 Ekstrak Etanol Teh Hijau Rata Deviasi Hambat Sangat Kuat Sangat Kuat Sangat Kuat 19,85 19,26 43,23 32,22 38,57 30,63 9,70 36,21 40,99 28,96 29,31 31,37 33,37 4,61 24,18 32,97 36,81 30,14 31,74 4,37 Kontrol Positif (Kloramfeniko. 35,23 36,55 36,72 26,22 39,72 34,89 4,58 Sangat Kuat Kontrol Negatif (Aquades steri. Tidak Ada Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa semakin dengan Bunsen sebelum ekstraksi ekstrak rendah konsentrasi etanol, maka zona hambat (Pratiwi, 2. semakin besar. Namun, ekstrak etanol 65% Kontrol . memiliki zona hambat yang lebih besar diameter terlebar, ukuran zona hambat dengan daripada ekstrak etanol 55%. Saat pengujian rata - rata diameter 34,89 mm. Memiliki respon pengaruh ekstrak etanol teh hijau (Camellia penghambatan yang sangat kuat. Karena, sinensi. dengan konsentrasi pelarut yang kloramfenikol adalah antibiotik sprektrum luas Staphylococcus efektif melawan bakteri gram positif dan gram epidermidis, ekstrak etanol teh hijau diketahui positif negatif. Antibiotik adalah senyawa mampu menghambat pertumbuhan bakteri, jika kimia yang dalam kadar rendah mempunyai dibandingkan dengan kontrol negatif meskipun . bakteri atau mikroorganisme . lainnya (Herawati & Irawati, 2. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada cara menghambat sintesis protein sel bakteri EGCG yang terjadi pada ribosom. Kloramfenikol antibiotik menempel pada subunit 50-an dari besar diameter zona hambat yang dihasilkan. ribosom bakteri sehingga menghambat peptidil Hal ini disebabkan oleh pengenceran kontrol Dalam enzim ini ada 3 langkah positif penambahan aquades terlalu banyak dengan membentuk ikatan peptida antara asam (Epigallocathechin-3- amino baru yang masih melekat pada tRNA- Gallat. yang di peroleh tidak mencukupi pada nya asam amino peptida berkembang terakhir. konsentrasi 10 mg/ml. Sementara itu terjadi Hal ini menyebabkan sintesis protein langsung berhenti (Dian & Budiarso, 2. Antibiotik kloramfenikol bekerja dengan (Epigallocathechin-3-Gallat. EGCG konsentrasi 0,5-0,75 mg/mL dan konsentrasi 1,0-2,5mg/mL pengencer esktrak etanol teh hijau (Camellia ekstrak etanol teh hijau yang tidak dapat sinensi. tidak mempunyai efek daya hambat dilarutkan meskipun pemanasan sederhana terhadap pertumbuhan bakteri. Aquades adalah Universitas Batam Pelarut Page 254 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 air yang dihasilkan dengan cara destilasi dan bisa juga disebut air murni (H2O). Karena H2O hampir tidak mengandung mineral. Aquades . ir penting yang memiliki kemampuan untuk melarutkan berbagai bahan kimia seperti garam, gula, asam, berbagai gas dan berbagai Staphylococcus epidermidis molekul organik. ATCC 12228air suling disebut pelarut universal. Aquades berada dalam keseimbangan dinamis antara fase cair dan Plate 3 padat pada tekanan dan suhu standar. Dalam bentuk ionik, aquades dapat digambarkan sebagai asosiasi . katan antara ion hidrogen (H-) dan ion hidroksida (OH )) (Suryana. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat zona perbedaan yang dapat dilihat pada (Tabel . Tabel 2. Kelompok perlakuan dan kontrol Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 Plate 4 bakteri Staphylococcus epidermidis Plate 1 Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 Plate 5 Plate 2 Universitas Batam Page 255 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 Kandungan 30-35%, karbohidrat, protein, asam amino, kafein, lignin, lipid, asam organik, klorofil, karotenoid Staphylococcus ATCC(Fauzia 12228 & Djajadisastra, serta senyawa volatil Adapun kandungan teh hijau, yaitu Hasil data yang diperoleh dari pengukuran saponin, alkaloid, asam amino, protein dan diameter rata Ae rata zona hambat pertumbuhan polifenol yang terbagi menjadi beberapa jenis bakteri Staphylococcus epidermidis selanjutnya seperti isoflavon, flavanol, antosianin, dan dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Polifenol yang terkandung dalam teh Signifikansi masing Ae masing hijau adalah flavanol atau katekin. Katekin kelompok perlakuan yang diperoleh dengan uji utama yang terdapat dalam teh hijau adalah normalitas menunjukkan nilai p > 0,05 EGCG sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. dan EC . Hasil uji homogenitas diperoleh nilai sig = yang memiliki efek antibiotic (Reygaert & 0,003 atau p < 0,05 yang berarti tidak homogen Jusufi, 2. pigallocathechin-3-Gallat. EGC varian dari kelompok homogenitas. Hasil uji Teh hijau merupakan teh yang dalam normalitas berdistribusi normal dan hasil uji pembuatannya tidak mengalami fermentasi. homogenitas menunjukkan tidak homogen. Proses fermentasi dapat menyebabkan oksidasi sehingga selanjutnya dapat dilakukan uji enzimatis yang dapat merusak kandungan statistik non parametrik menggunakan uji EGCG dalam daun teh. Katekin mampu kruskal wallis, terlihat bahwa nilai sig = 0,016 atau p < 0,05. Perihal ini menunjukkan bahwa mempengaruhi kerja dari enzim 5 alpha- reduktase tipe 1 yang ditemukan pada kelenjar penggunaan rata Ae rata diameter zona hambat EGCG mencegah adhesi bakteri untuk antar perlakuan yang diuji. Hasil penelitian mensintesis purin dan primidin. Senyawa pada pengaruh ekstrak etanol teh hijau EGCG termasuk senyawa yang terpenting (Camellia sinensi. terhadap pertumbuhan Antioksidan Staphylococcus menunjukkan bahwa esktrak etanol teh hijau kerusakan tingkat seluler yang mengakibatkan penyakit tertentu. Polifenol teh hijau yang pertumbuhan terhadap bakteri Staphylococcus mendorong aktivitas detoksifikasi komponen epidermidis dan pada setiap perlakuan ekstrak senobiotika dan dapat mengikat ion logam etanol teh hijau memberikan diameter rata Ae seperti besi yang dapat menyebabkan radikal rata zona hambat yang berbeda. bebas (Rahmanisa & Oktaria, 2. Universitas Batam Page 256 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 Berdasarkan Staphylooccus epidermidis terdapat zona Perlakuan Kontrol (-) Perlakuan Kontrol ( ) Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Kontrol ( ) Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan i Perlakuan II Perlakuan i hambat pada seluruh konsentrasi ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensi. Konsentrasi 55% dengan rata - rata diameter 30,63 mm, konsentrasi 65% dengan rata - rata diameter 33,37 mm dan konsentrasi 75% dengan rata rata diameter 31,74 mm. Menurut David-Stout diameter zona hambat 20 mm atau lebih yaitu Sig. ,008* ,008* ,008* ,008* ,690ns ,690ns ,310ns 1,000ns 1,000ns 1,000ns sangat kuat, diameter zona hambat 10 Ae 20 mm Hasil uji Mann Whitney dapat dilihat kuat, diameter zona hambat 5 Ae 10 mm dengan hasil : kelompok kontrol negatif dikatakan sedang dan diameter zona hambat dengan kelompok kontrol positif, p = 0,008 kurang dari 5 mm adalah lemah. Hal ini kelompok kontrol negatif dengan kelompok (Camellia sinensis dengan konsentrasi 55%, perlakuan 1, p = 0,008 yang artinya berbeda 65% dan 75% termasuk kategori sangat kuat secara signifikan. kelompok kontrol negatif dalam menghambat bakteri Staphylococus dengan kelompok perlakuan 2, p = 0,008 yang artinya berbeda secara signifikan. Analisis SPSS (Statistical Package for the Social Science. dilakukan uji Kruskal Wallis (Tabel . Tabel 3. Hasil Uji Kruskal Wallis Test Statistic a,b Diameter Zona Hambat Chi-Square 12,205 Asymp. Sig. ,016 Hasil uji Kruskal Wallis dikatakan terdapat pengaruh apabila P < 0,05, data diameter zona kontrol negatif dengan kelompok perlakuan 3, p = 0,008 yang artinya berbeda secara Kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan 1, p = 0,690 yang artinya tidak berbeda secara signifikan. kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan 2, p = 0,690 yang artinya tidak berbeda secara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan 3, p = 0,310 yang artinya tidak berbeda secara signifikan. hambat didapatkan nilai P = 0,016 yang berarti Kelompok perlakuan 1 dengan kelompok terdapat pengaruh pada data setelah intervensi perlakuan 2, p = 1,000 yang artinya tidak ekstrak etanol teh hijau, maka data tersebut berbeda secara signifikan. kelompok perlakuan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney untuk 1 dengan kelompok perlakuan 3, p = 1,000 yang artinya tidak berbeda secara signifikan. Perhitungan dapat dilihat pada kelompok perlakuan 2 dengan kelompok (Tabel . perlakuan 3, p = 1,000 yang artinya tidak Tabel 4. Hasil Uji Mann Whitney Universitas Batam berbeda secara signifikan. Page 257 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 Dengan 55% dengan rata Ae rata diameter 30,63 efektifitas diameter zona hambat terhadap mm, konsentrasi 65% dengan rata Ae rata diameter 33,37 mm, dan konsentrasi Staphylococcus 75% dengan rata Ae rata 31,74 mm kelompok terlihat bahwa ekstrak etanol teh memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan zona hambat secara signifikan dengan P = 0,030. Pada Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi ekstrak etanol teh hijau (Camellia menunjukkan perbedaan yang signifikan pada diameter rata-rata zona hambat. Hal ini tidak Staphylococcus sesuai dengan teori yang ada bahwa semakin konsentrasi 65%. tinggi konsentrasi maka semakin besar zona SARAN