e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp DOI: https://doi.org/10.34125/jkps.v8i4.45 PENGARUH MODEl DIRECT INTRUCTION (DI) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN MEMPRODUKSI TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PARIAMAN Zuraida Khairani1, Dwi Mutia Chan2, Najmi Hayati3 Universitas Ekasakti Padang Email: zuraidacharani71@gmail.com Abstract The purpose of this study is three things. First, to describe the skills of producing text descriptions for Class VII students of SMP Negeri 5 Pariaman before applying the Problem-Based Learning (PBL) Direct Direct Model. Second, describe the skills of producing description texts for VII grade students of SMP Negeri 5 Pariaman after applying the Problem Based Learning (PBL) based Direct Intruction Model (DI). Third, analyze the influence of the Direct Intruction Model (DI) based on Problem Based Learning (PBL) on the skills of producing text descriptions for grade VII students of SMP Negeri 5 Pariaman. The research sample was students of class VII.4, amounting to 30 people. Based on the results of data analysis and discussion the following conclusions are obtained. First, the ability to produce text descriptions for grade VII.4 students of SMP Negeri 5 Pariaman before applying the Problem Based Learning (PBL) based Direct Intruction Model (PBL) with an average value of 69.03. Second, the ability to produce text descriptions for grade VII 4 students of SMP Negeri 5 Pariaman after applying the Problem Based Learning (PBL) based Direct Instruction Model with an average grade of 78.03. Third, the application of the Model Direct Intruction (DI) based on Problem Based Learning (PBL) after ttest at the level of 0.95, obtained tcount> ttable or 4.43> 1.70. So H0 is rejected and H1 is accepted. This means that the application of Problem Based Learning (PBL) based Direct Intruction Model (DI) is feasible to be applied to the skills of producing description texts for grade VII.4 students of SMP Negeri 5 Pariaman. Keywords: description text; writing skills; Poblem Based Learning Abstrak Tujuan penelitian ini ada tiga hal. Pertama, untuk mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman sebelum diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL). Kedua, mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman sesudah diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL). Ketiga, menganalisis pengaruh Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah pre-test and post-test one group design yang termasuk ke dalam Pre-Experimental design (nondisain). 243 JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. 8. No. 4, Desember 2023 Prosedur penelitian ini tahap (1) pretest, (2) perlakuan dan (3) posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII.4 yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan berikut ini. Pertama, keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII.4 SMP Negeri 5 Pariaman sebelum diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan rata-rata nilai 69,03. Kedua, Keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII 4 SMP Negeri 5 Pariaman sesudah diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan rata-rata nilai 78,03. Ketiga, penerapan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) setelah dilakukan uji-t pada taraf 0,95, diperoleh thitung > ttabel atau 4,43 > 1,70. Jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti penerapan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) layak diterapkan terhadap keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII.4 SMP Negeri 5 Pariaman. Kata Kunci : teks deskripsi; keterampilan menulis; Poblem Based Learning; PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Kelas VII disajikan dan disusun dengan berbasis teks, baik lisan maupun tertulis, dengan menempatkan bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan (Kemendikbud, 2014:iii). Kompetensi Dasar pembelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII yakni memproduksi teks deskripsi. Keterampilan dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMP yakni menyusun/ memproduksi teks secara tertulis. Menurut KBBI (2008: 1034) memproduksi berarti menghasilkan atau mengeluarkan hasil. Memproduksi teks adalah kegiatan yang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Memproduksi merupakan kegiatan yang teratur. Keteraturan dalam memproduksi ini tampak pada 244 keteraturan menuangkan gagasan dan menggunakan kaidah-kaidah bahasa agar gagasan dapat diterima baik oleh pembaca. Pembelajaran memproduksi teks menuntut siswa berpikir untuk menuangkan gagasan secara tertulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Aktivitas tersebut memerlukan kesungguhan untuk mengolah, menata, dan mempertimbangkan secara kritis gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan.. Namun, penerapan di sekolah menunjukkan bahwa memproduksi teks masih sulit bagi siswa khususnya memproduksi teks deskripsi. Memproduksi teks deskripsi Dalam Kurikulum menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis. Memproduksi teks cerita deskripsi siswa di SMP Negeri 5 Pariaman . Nilai yang diperoleh siswa dalam memproduksi teks deskripsi tidak dapat memenuhi standar KKM. Penyebab rendahnya nilai siswa dalam memproduksi teks deskripsi adalah sebagai berikut. Pertama, siswa kesulitan untuk mengawali tulisan saat menejelaskan konteks. Kedua, siswa masih kurang paham tentang struktur yang terdapat dalam teks deskripsi. Ketiga, siswa kesulitan dalam membedakan ciri kebahasaan teks deskripsi. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang tepat untuk memproduksi teks deskripsi. Sebab, pemilihan metode yang tepat mempermudah siswa dalam mengembangkan kreativitas dalam menulis, sehingga proses belajar siswa menjadi lebih aktif. Dalam penelitian ini, metode yang dipilih untuk memecahkan masalah memproduksi teks deskripsi , yaitu metode Problem Based Learning (PBL). Penerapan model PBL diyakini dapat mempermudah siswa menuangkan ide dan gagasan, karena konsepnya didasari bahwa masalah (problem) dapat digunakan sebagai titik awal untuk mendapatkan atau mengintegrasikan Keterampilan berbahasa memiliki peranan yang penting di dalam dunia pendidikan. Terampil di dalam berbahasa pada dasarnya sama dengan kegiatan komunikasi. Melalui keterampilan berbahasa hendaknya dapat membawa serangkaian keterampilan yang nantinya akan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan. Keterampilan berbahasa di dalam Kurikulum menekankan 245 pentingnya keseimbangan antara kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berdasarkan tuntutan tersebut, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) berbasis teks. Pembelajaran yang berpusat pada teks yang dipelajari siswa adalah memahami teks, struktur teks, dan ciri kebahasaan dari teks tersebut. khususnya kelas tujuh. Dalam memproduksi sebuah teks membutuhkan proses memahami teks, membedakan teks, mengklasifikasikan teks, dan mengidentifikasi kekurangan pada teks tersebut. Proses ini harus dilewati siswa sebelum memproduksi sebuah teks secara mandiri. Selain itu siswa juga membutuhkan latihan-latihan memproduksi. Salah satu teks yang akan diproduksi siswa kelas VII adalah teks deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal. Pertama, mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks deskripsi sebelum diterapkan model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman. Kedua, mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks deskripsi sesudah diterapkan model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman. Ketiga, Mendeskripsikan pengaruh penerapan model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif analisis. Desain penelitian ini adalah desain pretest dan posttest one group design. Prosedur dalam penelitian ini ada tiga langkah utama yang dilakukan yaitu: (1) Pretest, (2) Perlakuan, (3) Postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman berjumlah 120 siswa. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah kelas VII.4 yang berjumlah 30 orang. Teknik penarikan sampel adalah teknik purposive sampel. Instrumen adalah tes unjuk kerja. Prosedur pengumpulan data dengan langkah sebagai berikut. (1) siswa mengerjakan tes awal (pretest) memproduksi teks deskripsi sebelum diterapkan metode Problem Based Learning (PBL) kemudian mengumpulkan lembar kerja siswa. (2) melakukan perlakuan dengan cara menerapkan model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL). (3) Posttest (tes akhir). Langkah-langkah prosedur penganalisisan data adalah; (1), penyeleksian data, (2) penskoran data, (3) mengubah skor menjadi nilai, (4) pendistribusian data, (5) penentuan rata-rata (mean), (6) pengklasifikasian data, (7) penyajian diagram batang, (8) uji prasyarat analisis data, (9) pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan diuraikan tentang hasil tes keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman sebelum dan sesudah 246 diterapkan metode Problem Based Learning (PBL), dan pengaruh metode metodet Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan memproduksi teks teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 pariaman sebelum dan sesudah diterapkan Problem Based Learning (PBL). 1. Keterampilan Memproduksi Teks deskripsi Siswa Kelas VII.3 SMP Negeri 5 pariaman sebelum Diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) Berdasarkan klasifikasi keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa sebelum diterapkan model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk indikator “struktur teks” terdiri atas 5 klasifikasi. (1) kualifikasi lebih dari cukup berjumlah 9 orang siswa; (2) kualifikasi cukup berjumlah 5 orang siswa; (3) kualifikasi hampir cukup berjumlah 14 orang siswa; (4) kualifikasi kurang berjumlah 1 orang siswa; dan (5) kualifikasi buruk berjumalh 1 orang siswa. 2. Keterampilan Memproduksi Teks deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman sesudah Diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) Klasifikasi keterampilan memproduksi teks deskripsi siswa sebelum diterapkan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Indikator 2“kejelasan isi” terdiri atas 5 kualifikasi. (1) kualifikasi sempurna berjumlah 7 orang siswa; (2) kualifikasi baik sekali berjumlah 1 orang siswa; (3) kualifikasi lebih dari cukup berjumlah 18 orang siswa; (4) kualifikasi cukup berjumlah 3 orang siswa; dan (5) kalasifikasi hampir cukup berjumlah 1 siswa. 3. Pengaruh Model Direct Intruction (DI) Berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap Keterampilan Memproduksi Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pariaman Berdasarkan sebelum diterapkan Model Direct Intruction (DI) Berbasis Problem Based Learning (PBL) sampel 012 mendapat skor 3 dengan nilai 75,00 karena sampel 009 mengungkapkan dua kalimat isi deskripsi dengan tepat. Sedangkan pembahasan pada indikator 2 (kejelasan isi) sesudah diterapkan Mode Direct Intruction (DI) Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk sampel 012 mendapatkan skor 4 dengan nilai 100,00 karena sampel 012 mengungkapkan tiga kalimat isi deskripsi dengan jelas. Penerapan Model Direct Intruction (DI) berbasis Problem Based Learning (PBL) setelah dilakukan uji-t pada taraf 0,95, diperoleh thitung > ttabel atau 4,43 > 1,70. Jadi H0 ditolak dan H1 diterima. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman dan Elya Ratna. 2003 “Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”. Buku Ajar. Padang: FBSS UNP Anitah, S. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: 247 Learning Resources Center. FKIP UNS. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta Suci, Ania. 2012. “Aplikasi Penggunaan Media Gambar dalam Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X-5 SMAN 2 Padang”. Skripsi FBSS UNP Padang.. Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan; Buku Guru.Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif. Kemendikbud. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan; Buku Siswa. Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif. Mahsum. 2014. Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta; Pt. Rajagrafindo Persada. Nursaid. 2013. “Model-model Pembelajaran yang Relevan dengan pengimplementasikan Kurikulum 2013. Buku Ajar. Padang: FBSS UNP Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Semi, M Atar. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Padang. Angkasa Bandung. Suherman, dkk. 2001. Common Teks Bookk Strategi: Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI Bandung. Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC. Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa. Thahar, Haris Efendi. 2008. Menulis Kreatif Panduan Bagi Pemula. Padang. UNP. Perss. Yohanes. 2012. Diklat Model Pembelajaran Padang: IKIP Padang Press. Yustinah. 2013. Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X SMA. Jakarta: Erlangga. Waluyo, Budi. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VII SMP dan MTS. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. 248