Jurnal WIDYA LAKSMI | http://jurnalwidyalaksmi. Vol 2 | No 1 | Januari 2022 e-ISSN : 2775-0191 | p-ISSN : 2774-9940 | DOI : 0000000000 Penerbit : Yayasan Lavandaia Dharma Bali PELATIHAN PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA BAGI UMKM THE SLEEPY JON GIANYAR BALI Ni Made Mila Rosa Desmayani1. Ni Wayan Wardani2. Putu Gede Surya Cipta Nugraha3. Gede Surya Mahendra4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Informatika. STMIK STIKOM Indonesia Jalan Tukad Pakerisan No 97. Denpasar. Indonesia e-mail: milarosadesmayani@stiki-indonesia. id1, niwayan. wardani@stiki-indonesia. cipta@stiki-indonesia. id3, gede. mahendra@stiki-indonesia. Received : Januari, 2022 Accepted : Januari, 2022 Published : Januari, 2022 Abstrak Usaha Mikro atau Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan segmentasi usaha yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang belum menggunakan akuntansi dalam menunjang kegiatan bisnisnya. Alasan pelaku UMKM tidak menggunakan akuntansi antara lain adalah akuntansi dianggap sesuatu yang sulit dan tidak penting. Hal ini menyebabkan perkembangan perusahaan khususnya dalam hal kinerja keuangan tidak dapat diketahui secara jelas. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum menerapkan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan dengan benar serta SDM mitra belum memiliki pengetahuan mengenai laporan keuangan sederhana. Metode dalam kegiatan PKM ini adalah kombinasi dari ceramah dan praktek. Berdasarkan pretest dan posttest yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kemampuan Mitra dalam pemahaman dan penggunaan laporan keuangan sederahana dengan kategori baikdengan nilai pretest yang sebelumnya berada pada 49,33%, pada posttest meningkat menjadi 78%. Kegiatan PKM ini memiliki implikasi dan dampak yang baik dan positif bagi mitra. Kata Kunci: UMKM. Laporan. Keuangan. Akuntansi. Abstract Micro or Small and Medium Enterprises (MSME. is a business segmentation that has a large percentage and contribution in Indonesia. However, there are still many MSMEs that do not use accounting to support their business activities. The reason MSME actors do not use accounting, among others, is because accounting is considered something difficult and unimportant. This causes the development of the company, especially in terms of financial performance, cannot be clearly identified. The problems faced by partners are that they have not carried out the recording and preparation of financial reports correctly and the partner's HR does not yet have knowledge of simple financial reports. The method in this PKM activity is a combination of lectures and practice. Based on the pretest and posttest that has been carried out, there is an increase in the ability of Partners in understanding and using simple financial statements in the good category with the previous pretest score of 33%, in the posttest it increased to 78%. This PKM activity has good and positive implications and impacts for partners. Keywords: MSMEs. Reports. Finance. Accounting. Pendahuluan Usaha Mikro atau Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan segmentasi usaha yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia(Mukhsin, 2019. Sugiyanto et al. , 2. Selain itu, kelebihan dari kelompok usaha ini adalah sudah terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan ekonomi. UMKM selalu bertumbuh jumlahnya setiap tahunnya(Nugraha & Indrawan. UMKM memiliki kontribusi atau peranan cukup besar, yaitu perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok(Risal & Wulandari, 2021. Syafril. Syaffitri, et al. , 2. Perkembangan jumlah UMKM dari tahun ke tahun semakin bertambah. Perkembangan UMKM baru terlihat dari sisi jumlahnya saja. Secara umum, khususnya dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja keuangannya. Dengan tingkat laba yang semakin meningkat, perkembangan UMKM akan menjadi lebih baik sehingga UMKM akan benarbenar menjadi salah satu solusi bagi masalah perekonomian di Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang belum menggunakan akuntansi dalam Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 118 menunjang kegiatan bisnisnya. Alasan pelaku UMKM tidak menggunakan akuntansi antara lain adalah akuntansi dianggap sesuatu yang sulit dan tidak penting(N. Desmayani & Budiartha, 2. Peran laporan keuangan yang paling sederhana sekalipun akan sangat berdampak positif dalam perkembangan sebuah UMKM(Putri et al. , 2021. Safarudin & Putri, 2. Peran SDM juga merupakan kunci keberhasilan dalam perusahaan sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah peningkatan daya saing di masyarakat(N. Desmayani & Pradnyaswari, 2. Beberapa pelaku UMKM mengatakan bahwa tanpa akuntansi pun perusahaan tetap berjalan lancar dan selalu memperoleh laba. Banyak pelaku UMKM merasa bahwa perusahaan mereka berjalan normal namun sebenarnya UMKM tersebut tidak mengalami perkembangan. Ketika mereka mendapatkan pertanyaan mengenai laba yang didapatkan setiap periode, mereka tidak bisa menunjukkan dengan nominal angka melainkan dengan aset berwujud seperti tanah, rumah, atau Lebih lanjut, aset tersebut didapatkan tidak hanya dengan dana perusahaan tetapi terkadang ditambah dengan harta pribadi. Aset tersebut terkadang juga bukan digunakan untuk perusahaan namun digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak terdapat pencatatan ataupun pemisahan di antara keduanya. Hal ini menyebabkan perkembangan perusahaan khususnya dalam hal kinerja keuangan tidak dapat diketahui secara jelas. Pelaku UMKM merasa kesulitan jika harus menggunakan akuntansi dalam kegiatan bisnisnya. Hal ini dikarenakan tidak adanya pedoman atau buku yang dapat dijadikan referensi untuk belajar mengelola keuangan UMKM. Buku-buku yang beredar saat ini memang belum ada yang fokus pada pengelolaan keuangan UMKM. Terdapat beberapa judul buku Akuntansi untuk UMKM, namun melihat isinya sama seperti buku akuntansi untuk perusahaan besar. Banyak transaksi yang terjadi di UMKM seperti barter/ tukar jasa namun tidak diberikan contoh dalam buku sehingga ketika transaksi tersebut terjadi, pelaku UMKM lebih memilih untuk tidak mencatatnya. Apabila terdapat banyak transaksi serupa dan tidak dicatat tentunya akan membawa dampak negatif bagi kinerja keuangan perusahaan. Selain belum ada buku yang secara spesifik membahas transaksi dalam UMKM, banyak pelaku UMKM yang enggan membaca Walaupun demikian perlu adanya pelatihan ataupun sosialisasi yang dapat diberikan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dari mitra untuk meningkatkan daya saing di masyarakat(Wardani & Andika, 2021. Wardani & Ginantra, 2. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM The Sleepy Jon diantaranya pihak UMKM The Sleepy Jon belum menerapkan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan dengan benar serta sumber daya di UMKM The Sleepy Jon belum memiliki pengetahuan mengenai laporan keuangan Berdasarkan hal tersebut diatas, tim pengusul bermaksud memberikan pelatihan pengelolaan laporan keuangan sederhana dengan menggunakan akuntansi sehingga pelaku UMKM memiliki ketrampilan dalam mengelola laporan Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diadakan kegiatan pelatihan bagi pelaku UMKM menggunakan akuntansi. Program pelatihan yang ditawarkan berupa pelatihan akuntansi sederhana bagi UMKM. Akuntansi yang diajarkan adalah akuntansi sederhana yang disesuaikan dengan keadaan di UMKM namun tidak meyimpang dari standar dan peraturan yang ada. Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku UMKM The Sleepy Jon. Adanya pelatihan ini diharapkan pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan perusahaan dan dapat memanfaatkan akuntansi guna mendukung kemajuan UMKM mereka. Metode Secara umum, terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pelatihan ini. Metode ceramah yang erat kaitannya pada kegiatan tanya jawab dan diskusi digunakan dalam pemaparan materi pengenalan mengenai akuntansi dan laporan keuangan sederhana yang pada umumnya dilaksanakan secara lisan (Oktaviani et al. , 2. Ketika praktek pembuatan laporan keuangan sederhana, dilaksanakan menggunakan metode praktek yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM The Sleepy Jon dapat praktek secara langsung dan didampingi oleh pelaksana PKM sebagai instruktur(Julianto et al. , 2021. Rizal & Kharisma, 2. Pelaksanaan PKM ini dibagi menjadi lima tahap kegiatan yang meliputi tahap identifikasi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi serta tahap pelaporan dan publikasi (Paramitha et al. , 2. Adapun prosedur kerja dari kegiatan PKM ini dapat dilihat pada gambar 1. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pelatihan pengelolaan laporan keuangan sederhana bagi UMKM the Sleepy Jon Gianyar Bali. Kegiatan PKM ini dilaksanakan sejak bulan Mei hingga September 2021 dengan pelaksanaan sosialisasi pada fokus kegiatan pada tanggal 29 Agustus 2021. Kegiatan PKM ini melibatkan 4 orang dosen Program Studi Teknik Informatika. STMIK STIKOM Indonesia. Kegiatan PKM ini dihadiri pegawai UMKM sebanyak 4 orang. Kegiatan pelatihan pada PKM ini dilaksanakan berupa pelatihan pengelolaan laporan keuangan sederhana. Sosialisasi dilakukan secara lisan terkait dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan laporan Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 119 keuangan sederhana. Adapun proses kegiatan dimulai dari pembukaan oleh pihak mitra, memberikan paparan sosialisasi mengenai pelatihan pengelolaan laporan keuangan sederhana untuk UMKM, memberikan kesempatan untuk peserta melaksanakan tanya jawab tentang laporan keuangan sederhana, dan penutupan kegiatan. Pada tahap evaluasi, data respon peserta pelatihan dinilai menggunakan angket respon untuk mengukur indikator keberhasilan pelaksanaan PKM (Mahendra & Nugraha, 2. Angket respon dilakukan 2 kali sebagai pretest dan posttest. Indikator yang dinilai adalah kontribusi sosialisasi, kemampuan dan ketanggapan instruktur dan konten Hasil respon peserta pelatihan dapat dinilai berdasarkan indikator capaian yang ditampilkan pada Tabel 1. Gambar 1: Prosedur Kerja PKM Tabel 1: Kategori Capaian Keberhasilan Pelaksanaan PKM Interval (%) Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Hasil dan Pembahasan Tahap Identifikasi Pada tahap identifikasi, kegiatan yang dilakukan adalah perkenalan dan sosialisasi dengan mitra, identifikasi masalah mitra serta penyusunan Kegiatan yang dilakukan pada tahap identifikasi ini menghasilkan daftar permasalahan dan solusi yang direncanakan dapat ditawarkan kepada mitra. Permasalahan yang ditemukan pada mitra adalah pihak UMKM The Sleepy Jon belum menerapkan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan dengan benar serta sumber daya di UMKM The Sleepy Jon belum memiliki pengetahuan mengenai laporan keuangan sederhana. Solusi yang ditawarkan pada mitra adalah sosialisasi dan pelatihan mengenai penerapan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan sederhana bagi SDM yang tergabung pada UMKM The Sleepy Jon. Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan adalah pengurusan izin dan surat kerja sama pelaksaan PKM, penyusunan materi PKM serta penyusunan modul pelatihan / sosialisasi. Penyusunan materi dan penyusunan modul dilakukan bersama-sama antara pelaksana PKM dengan Mitra PKM. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dengan kesesuaian target peningkatan kemampuan Mitra PKM yang Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan PKM sosialisasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2021. Pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan dengan mengindahkan protocol kesehatan dan Pelaksana PKM telah dilakukan Swab Test Antigen sebelum bertemu dengan Mitra PKM. Kegiatan dilakukan di Kantor UMKM The Sleepy Jon. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan pemaparan materi dan praktik langsung Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 120 pembuatan laporan keuangan sederhana. Adapun proses kegiatan dimulai dari pembukaan oleh pihak mitra, memberikan materi mengenai laporan keuangan sederhana, memberikan kesempatan untuk peserta melaksanakan tanya jawab tentang materi, dan penutupan kegiatan. Kegiatan dihadiri oleh 6 orang pegawai dari UMKM The Sleepy Jon. Berikut merupakan beberapa dokumentasi kegiatan pada sosialisasi dan pelatihan laporan keuangan sederhana yang dilaksanakan bersama dengan Mitra. Gambar 2: Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Laporan Keuangan Sederhana pada UMKM The Sleepy Jon Ketika Kegiatan Pelatihan dan Produksi Tahap Monitoring dan Evaluasi Pelaksana PKM menggunakan pretest dan postest untuk mengukur indikator keberhasilan seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya tentang tahapan pelaksanaan kegiatan PKM. Tabel 2 pelaksanaan PKM. Nilai rata-rata posttest akan dijadikan acuan ketercapaian keberhasilan kegiatan PKM. Tabel 3 menunjukkan daftar pertanyaan bantuan dalam pretest dan posttest yang dilakukan untuk mendapatkan hasil penyerapan informasi dari kegiatan pelatihan dan sosialisasi PKM. Pada Gambar 3 ditampilkan nilai rata-rata pretest dan nilai rata-rata posttest. Tabel 2. Indikator / Tujuan Instruksional Khusus Pelaksanaan Kegiatan PKM Beserta Bobot Penilaian Butir Jumlah Indikator / Tujuan Instruksional Khusus Bobot Soal Soal 1 Pengetahuan tentang akuntansi 2 Pengetahuan tentang laporan keuangan 3 Pengetahuan tentang jurnal umum 4 Pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan 5 Pengetahuan tentang sistem pengendalian internal 6 Pengetahuan tentang komponen pengendalian internal Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 121 No Tabel 3. Hasil Pretest dan Posttest pada Kegiatan PKM Nilai Nilai Indikator / Tujuan Instruksional Khusus Pretest Posttest Pengetahuan tentang akuntansi Pengetahuan tentang laporan keuangan Pengetahuan tentang jurnal umum Pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan Pengetahuan tentang sistem pengendalian internal Pengetahuan tentang komponen pengendalian internal Rata-Rata Nilai 49,33% Bobot Gambar 3: Peningkatan Pemahaman dan Kemampuan Mitra dalam Laporan Keuangan Sederhana pada Kegiatan PKM Berdasarkan Nilai Rata-Rata Pretest dibandingkan dengan Nilai Rata-Rata Posttest Berdasarkan hasil pretest, posttest dan kuisioner yang telah dilaksanakan terhadap 6 orang peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan ini secara penuh, menunjukkan hasil yang positif dari masingmasing aspek yang menjadi indikator keberhasilan Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan dari 49,33% meningkat menjadi 78% dan termasuk dalam kategori Baik. Peningkatan yang paling signifikan adalah pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan yang memberikan peningkatan hingga 37% karena pemberi materi berhasil memberikan pemaparan dan praktikum dalam penyusunan laporan keuangan sederhana secara langsung bagi SDM UMKM The Sleepy Jon. Peningkatan yang memiliki perubahan paling rendah adalah pada pengetahuan tentang akuntansi yang hanya meningkat 23% karena pemateri PKM lebih fokus dalam praktikum penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai dengan solusi praktis yang diberikan kepada mitra. Tahap Pelaporan dan Publikasi Setelah kegiatan inti selesai dilaksanakan, pelaksana PKM melanjutkan kegiatan PKM dengan penyusunan laporan akhir. Pelaksana PKM juga berkewajiban untuk melakukan pembuatan jurnal publikasi kegiatan PKM. Terdapat juga kegiatan untuk pembuatan video pemaparan kegiatan serta publikasi pada media massa. Simpulan dan Saran Berdasarkan dilaksanakan pada kegiatan pelatihan pengelolaan laporan keuangan sederhana bagi UMKM The Sleepy Jon Gianyar Bali dengan mitra UMKM The Sleepy Jon dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan Mitra dalam pemahaman dan penggunaan laporan keuangan sederahana dengan kategori baik. Berdasarkan pretest dan posttest yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dari nilai pretest yang sebelumnya berada pada 49,33%, pada posttest meningkat menjadi 78%. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berimplikasi baik dan positif bagi kondisi mitra. Diharapkan untuk pelatihan kedepannya untuk memberikan pelatihan pengelolaan barang ataupun supply chain bagi mitra. Selain itu, apabila ingin melaksanakan pelatihan laporan keuangan pada UMKM diharapkan UMKM tersebut telah memiliki unit akunting yang telah menguasai teknik keuangan peningkatan penguasaan kemampuan mitra lebih signifikan, baik dari penguasaan materi pelatihan dan penguasaan penggunaan teknologi informasi dalam melakukan pelaporan keuangan. Pelatihan laporan keuangan sangat penting diberikan pada UMKM. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 122 Daftar Rujukan Desmayani. , & Budiartha. Factors Influence To Hotel Tax Compliance In Denpasar City. Russian Journal of Agricultural and Socio Economic Sciences, 76. , 33Ae39. Desmayani. , & Pradnyaswari. Kepribadian Hardiness Sebagai Pemoderasi Pengaruh Role Stress. Intensi Turn Over Pada Kinerja Auditor. Jurnal Ecodemica, 4. , https://doi. org/10. 31294/jeco. Julianto. Suprianto. Prastyaningsih. , & Yuliyanti. Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Website Sekolah Sebagai Media Informasi Untuk operator Sekolah SeKecamatan Batu Ampar. Jurnal Widya Laksmi, 1. , 6. Mahendra. , & Nugraha. Pelatihan Perangkat Desa dalam Penggunaan Sistem Pengaduan Online Berbasis Web (ECResolve. Untuk Menuju Desa Digital. Jurnal Masyarakat Mandiri, 5. , 918Ae929. https://doi. org/10. 31764/jmm. Mukhsin. Manfaat Penerapan Marketing Online (Menggunakan E-commerce Dan Media Sosia. Bagi Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah (UMKM). Teknokom, 2. , 1Ae10. https://doi. org/10. 31943/teknokom. Nugraha. , & Indrawan. Marketing Social Media Strengthening Identity Through Packaging Branding. International Journal of Community Service Learning, 5. , 59Ae65. https://doi. org/10. 23887/ijcsl. Oktaviani. Lestari. , & Khadaffi. PKM Peningkatan Pemahaman Guru Mengenai Penelitian Tindakan Kelas dan Kualitatif di MAN 1 Pesawaran. Jurnal Widya Laksmi, 1. Paramitha. Mahendra. , & Artana. Sosialisasi dan Pelatihan Internet Marketing Bagi UMKM Sokasi di Desa Tigawasa. Jurnal Karya Abdi, 4. , 276Ae283. Putri. Anggraini. , & Hanah. Menciptakan UMKM Handal Melalui Tertb Laporan Keuangan. Jurnal Abdimas Tridharma Manajemen, 2. , 9. Risal, & Wulandari. Analisis Penerapan Akuntansi Pada UMKM di Kota Pontianak. JRAK (Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisni. , 7. , 14Ae26. https://doi. org/10. 38204/jrak. Rizal. , & Kharisma. Peningkatan Efektifitas Programming dengan Pelatihan Python for Data Science Bagi Komunitas Programming Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Anjani. Jurnal Widya Laksmi, 1. , 7. Safarudin. , & Putri. Adopsi Penggunaan Teknologi Informasi dalam Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM. Jurnal Zona Komputer, 11. , 10. Sugiyanto. Putri. , & Kartolo. Potensi Kekayaan Intelektual pada Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Kota Tangerang Selatan. Prosiding Seminar Nasional HUMANIS, 1, 502Ae520. Syafril. Syaffitri. Asyahri. , & Ashari. Edukasi Manfaat Asuransi Mikro Bagi Masyarakat dan Pelaku UMKM di Komunitas Ibu-Ibu Perumahan Gang Rahayu Banjarmasin. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PADMA), 1. , 9. Wardani. , & Andika. Pelatihan Mengaktifkan Pembelajaran Daring dengan Memanfaatkan Aplikasi Mentimeter. Whatsapp dan Pembuatan Video Pembelajaran untuk Inovasi Mengajar dengan Keterbatasan Bandwidth Internet. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. , 2. , 128Ae https://doi. org/10. 37339/jurpikat. Wardani. , & Ginantra. Pelatihan Aplikasi Mendeley untuk Referensi dalam Menulis Karya Ilmiah Bagi Guru SMK Dwijendra Denpasar. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. , 1. , 13Ae20. https://doi. org/10. 37339/jurpikat. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 123