Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Volume 14 No 3 Oktober 2018 Available online at: http://ejournal. id/index. php/JIKK/index POLA MAKAN DAN POLA AKTIFITAS PADA ANAK OBESITAS DI SD ISLAM AL-HIKMAH SELOKERTO KECAMATAN SEMPOR Ning Iswati . Neza Desyarti . Nurlaila . Program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong email: wise. ning@gmail. Abstract Key Obesity, dietary habit , activity Obesity has become a worldwide health problem. Obesity is the impact of energy imbalances over a period of time. Many factors cause excessive obesity, but these can be simplified into eat more and move less. The research to know dietary habit and activity pattern towards obesity of elementary school children in Al-Hikmah Islamic Elementary School at Selokerto. Sempor. Kebumen. This research is an analytic research with total sampling technique as many as 34 respondents. Data collection was done by filling out the questionnaires with univariat analysis. Based on the research conducted, finding out 61,8% of children have good dietary habit and 41,2% of them have less activity. The Conclusion that children with obesity have good dietary habit and children have less activity. Since there is it is possibly related by other factors, such as genetic, socioeconomic, environment, hormonal, psikologis and There should be next reseach on the other factors, such as genetics, socioeconomic, environmental, hormonal, psychological and gender. Namun menjadi dua hal, yaitu terlalu banyak makan tetapi sedikit bergerak. Diet kini semakin terbukti sebagai kontributor utama pada obesitas pada khususnya dan gangguan kesehatan menahun pada umumnya. Hasil dilakukan terhadap 172 anak menyimpulkan bahwa anak usia 8 tahun yang obesitas menunjukan sejumlah tanda atau gejala terkait faktor resiko peyakit jantung saat mereka mencapai usia remaja . Resiko tersebut antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang buruk, peningkatan kadar gula darah dan penurunan insulin . ormon PENDAHULUAN Obesitas masalah kesehatan diseluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas sudah merupakan suatu epidemik global. Obesitas dan kegemukan merupakan dua hal yang berbeda, namun demikian keduanya sama-sama menunjukan penumpukan lemak yang berlebih dalam tubuh, ditandai dengan peningkatan Indeks Masa Tubuh (IMT) diatas normal (Misnadiarly, 2. Menurut Dr. Arisman . ketidakseimbangan energi atau dalam jangka waktu tertentu. Banyak sekali faktor yang menunjang kelebihan ini. Vol 14 No 3 Keseluruhan merupakan kompenen yang disebut sindrom metabolik, dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes melitus Menurut Program Edukasi Diabetes Nasional (National Diabetes Education Program / NDEP), beberapa klinik melaporkan bahwa sepertiga sampai setengah insiden pada adolescent . nak usia 6-12 tahu. adalah diabetes tipe 2 dan signifikan (Palilingan, 2. Menurut Nirwana . penyakit-penyakit yang timbul seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang buruk, peningkatan kadar gula darah dan penurunan insulin akibat timbunan lemak, kolesterol, dan gula yang mengendap pada tubuh anak. Selain itu gangguan pernafasan atau asma juga termasuk salah satu penyakit yang menyerang anak-anak Gangguan pernafasan atau asma beresiko lebih besar dialami oleh anak yang mengalami obesitas. Masalah psikososial juga akan muncul seperti rendah diri dan depresi, misalnya karena diolok-olok temanya (Proverawati, 2010: . Obesitas pada anak usia 6-7 tahun juga dapat menurunkan tingkat kecerdasaan karena aktivitas dan kreativitas anak menjadi menurun. Anak penurunan kinerja eksekutif pada evaluasi neuropsikologis, temuan berkonstribusi terhadap gagasan bahwa ada hubungan antara BMI, kinerja kognitif eksekutif dan struktur otak (C. Bauer, 2. Ada beberapa faktor penyebab obesitas yaitu individu, sosial, genetik, perilaku, dan lingkungan. Faktor genetik dapat mempengaruhi metabolisme, dengan mengubah kandungan lemak tubuh dan asupan Pola Makan dan Pola A 106 energi atau pengeluaran energi. Hereditas obesitas dari orang tua juga mempengaruhi obesitas pada anakanak (Moraeus L, 2. Pola makan juga merupakan faktor pencetus terjadinya obesitas karena mengkonsumsi makanan dalam porsi besar, makanan tinggi energi, makanan tinggi lemak, tinggi karbohidrat sederhana dan rendah Sedangkan perilaku makanan yang salah adalah tindakan memilih makanan yang siap saji, makanan dalam kemasan dan minuman ringan. Selain pola makan dan perilaku makan, kurangnya akitivitas fisik juga merupak faktor penyebab obesitas Adanya menyebabkan penurunan aktivitas pada anak (Kemenkes RI, 2. Aktivitas fisik adalah suatu pergerakan tubuh yang melibatkan otot secara aktif dan dapat mengeluarkan energi, gaya hidup yang kurang menggunakan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Kurangnya aktivitas dan olahraga merupakan penyebab utama kejadian obesitas ditengah masyarakat yang makmur. Seseorang mengonsumsi makanan yang kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas yang seimbang akan mengalami obesitas (El Baz, 2. Data beberapa tahun terakhir terlihat adanya perubahan hidup yang menjurus pada penurunan aktivitas menggunakan kendaraan, jarang bermain di luar rumah, sehingga anak lebih sering bermain komputer, game, dan menonton televisi. Penelitian di Amerika menunjukan bahwa anak yang menonton televisi selama 5 jam perhari akan mengalami resiko kegemukan 5,3 kali lebih besar Iswati. Desyarti & Nurlaila Vol 14 No daripada anak yang menonton televisi hanya 2 jam perhari saja (Hidayati dkk, 2. Pravelensi obesitas pada anak meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju atau negara yang sedang Pravelensi obesitas pada anak usia 10-18 tahun di Rusia adalah 10 %, di Cina 3,4%, di Singapura meningkat dari 9% menjadi 19% tergantung pada usia dan jenis kelamin (Yussac dkk, 2. Kemenkes . menunjukan pravelensi kegemukan dan obesitas pada anak usia 6-12 tahun sebesar 9,2%. Data baru yang Himpunan Obesitas Indonesia yakni tahun 2008 obesitas untuk anak-anak sekolah dasar di Indonesia adalah 12% kegemukan dari 1. 730 anak (Zulfa. Dari data yang telah diperoleh di SD Islam Al-Hikmah yang terletak di desa Selokerto Kecamatan Sempor, dari kelas satu sampai kelas enam ada 252 siswa dan yang mengalami obesitas ada 34 siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti akan meneliti bagaimana pola makan dan pola aktivitas pada pada anak obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto dengan menggunakan alat ukur yaitu Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan pola aktivitas pada anak obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto. Kecamatan Sempor. Kabupaten Kebumen. METODE Jenis penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 siswa, dengan tekhnik total sampling. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Pola Makan dan Pola A 107 Analisis Kriteria Inklusi: Siswa SD Islam Al-Hikmah Selokerto kelas 1-6 Siswa yang bersedia menjadi Siswa yang nilai IMT nya sesuai dengan kriteria yang ada yaitu >2 SD Kriteria Eksklusi: Siswa yang tidak berangkat sekolah saat penelitian. Siswa yang sedang sakit Uji Validitas Penelitian ini juga melakukan Uji Validitas sebelum penelitian yang Kreatif Muhammadiyah Gombong pada tanggal 25 April 2017 dengan 20 Dari hasil uji validitas yang dinyatakan valid ada 20 soal untuk pola makan dan 18 soal untuk pola aktivitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pola makan dan pola aktifitas pada anak obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen sebanyak 34 siswa, telah dilaksanakan pada bulan Mei 2017. Hasil penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut: Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pola Makan pada anak obesitas Pola Frekuensi . Presenta se (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Vol 14 No 3 Pola Makan dan Pola A 108 Berdasarkan ditemukan bahwa mayoritas pola makan pada anak obesitas paling banyak masuk kategori baik yaitu ada 21 anak . ,8%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pola Aktivitas pada anak obesitas Pola Frekuensi Presentase Aktifitas . (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan ditemukan bahwa mayoritas pola aktivitas pada anak obesitas paling banyak masuk kategori kurang yaitu ada 14 anak . ,2%), pola aktivitas baik ada 12 responden . ,3%), pola aktivitas cukup ada 8 responden . ,5%). Berdasarkan hasil penelitian yang tercantum pada tabel 1 pola makan pada siswa obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto menunjukan sebagian besar pada kategori baik. Di SD Islam AlHikmah Selokerto siswa dan siswinya mendapatkan snack ringan dan makan siang, snack ringan diberikan pada 10 WIB dan makan siang diberikan setelah shalat duhur pukul 30 WIB. Snack yang diberikan kepada siswa dan siswinya tergolong jenis makanan ringan dan makan siang yang diberikan tergolong jenis sayur mayur tumis atau berkuah. Kebiasaan makan siang dilakukan setelah solat duhur berjamaAoah dan makan secara bersamaan setiap Pada saat dirumah sebagian besar siswa dan siswinya jarang mengkonsumsi mie instan, gorengan, dan juga minuman kemasan, sebagian besar dari mereka mengkonsumsi susu walopun tidak setiap hari dan mengkonsumsi air putih 8 gelas Pola makan yang merupakan pencetus terjadinya kegemukan dan makanan porsi besar . elebihi dari kebutuha. , makanan tinggi energi, tinggi lemak, tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat. emenkes RI, 2. Menurut Sulistyoningsih . pola makan yang terbentuk sangat erat kaitanya dengan kebiasaan makan seseorang. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola makan ada faktor ekonomi, sosial budaya, agama, pendidikan, dan lingkungan. Ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi pola makan karena sebagian besar orangtua siswa SD Islam Al-Hikmah Selokerto menengah keatas sehingga asupan nutrisi pada anak terpenuhi. Sebagian mengonsumsi susu walaupun tidak setiap hari, mengonsumsi sayur mayur dan buah (Sulistyoningsih Faktor merupakan kebiasaan makan setiap keluarga dan susunan hidanganya berbeda-beda itu merupakan salah satu manifestasi kebudayaan keluarga yang disebut gaya hidup. Pada siswa SD Islam Al-Hikmah Selokerto saat disekolah selalu mendapatkan snack Hidangannya prasmanan dan siswa sisiwinya bisa mengambil makananya sendirisendiri sesuai keinginan, makan secara bersama-sama di dalam kelas (Sulistyoningsih 2. Iswati, & Nurlaila Vol 14 Desyarti No 3 Agama mempengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi, sebagai contoh agama mengharamkan daging babi. Islam Al-Hikmah Selokerto merupak sekolah Islam jadi makanan yang diberikan kepada siswanya pasti masuk kriteria halal (Sulistyoningsih Pendidikan menyerap pengetahuan gizi yang diperoleh tetapi perlu diikuti oleh pengetahuan yang diperolehnya dalam rangka peningkatan status gizi. Sehingga pola makan dan status gizi di SD Islam Al-Hikmah Selokerto ditentukan juga oleh pemilihan makanan bergizi tinggi. Snack yang diberikan tergolong snack yang bergizi seperti jus buah, susu kedelai, puding, agar-agar dll. Begitu juga makan siangnya dipilih jenis makanan yang bergizi seperti sayuran, telur, daging, dan selalu disertai buah (Sulistyoningsih 2. Lingkungan termasuk faktor yang mempengaruhi pola makan. Pada masyarakat pedesaan di Indonesia pada umunya diwarnai oleh jenis-jenis bahan makanan yang umum dan dapat diproduksi setempat. Misalnya, pada masyarakat nelayan didaerah-daerah merupakan makanan sehari-hari yang dipilih karena dapat dihasilkan Daerah-daerah pertanian padi, masyarakatnya berpola pangan pokok beras. Pola makan pokok menggambarkan salah satu ciri dari kebiasaan makan. Didaerah dengan pola makan pokok beras biasanya belum puas atau mengatakan belum makan nasi, meskipun perut sudah kenyang oleh makanan non beras. Islam Al-Hikmah Selokerto termasuk Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Pola Makan dan Pola A 109 dalam lingkungan perkotaan sehingga (Sulistyoningsih 2. Untuk mengurangi angka kejadian obesitas. The United States Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan agar anak-anak sekolah dapat melakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari (Aprilia, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang tecantum pada tabel 2 pola aktivitas fisik pada siswa obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto menunjukan sebagian besar pada kategori kurang. Hal ini sejalan dengan jadwal belajar di SD Islam AlHikmah yang mulai dari pukul 07. sampai dengan 14. 00, waktu belajar siswa lebih banyak daripada waktu Pada saat jam istirahat siswa dan siswinya hanya bermain di halaman sekolah itu pun hanya beberapa menit saja karena waktu istirahat dihabiskan untuk solat duhur dan makan siang. Sebagian besar siswa dan siswinya juga diantar jemput oleh orangtuanya atau menggunakan kendaraan umum karena letak rumah mereka yang jauh. Saat dirumah siswa dan siswinya sudah merasa lelah karena jam pulang sekolah yang sudah hampir sore, yang dilakukan setelah pulang sekolah yaitu menonton televisi sambil tiduran dan bermain game, jarang sekali yang melakukan aktivitas seperti bermain sepeda, bermain bola dengan teman sebayanya. Selain pola makan, kurangnya aktivitas fisik juga merupakan faktor penyebab terjadinya kegemukan dan Keterbatasan bermain, kurangnya fasilitas untuk beraktivitas fisik juga menyebabkan anak lebih suka memilih untuk Vol 14 No 3 bermain di dalam rumah. Kemajuan teknologi berupa alat elektronik seperti video games, playstation, televisi dan komputer menyebabkan anak malas untuk melakukan aktivitas Hampir sebagian besar anak memiliki aktivitas fisik dalam kegiatan ringan, hal ini disebabkan faktor kemajuan teknologi dan kegiatan sehari-hari yang selalu Menurut Damayanti . kemanjuan teknologi seperti televisi, komputer, dan internet juga mengakibatkan anak menjadi anak malas bergerak. Anak-anak lebih tertarik untuk menghabiskan sebagian besar waktunya dengan melakukan aktivitas pasif, antara lain bermain game online, berinternet, dan menonton televisi yang setiap hari anak bisa menghabiskan waktu sekitar 3 jam untuk menonton siaran Berbagai aktivitas pasif tersebut tidak membutuhkan banyak Akibatnya, mereka pun beresiko mengalami obesitas. Aktivitas yang minim akan meningkatkan risiko kegemukan dan obesitas pada anak. Dalam jangka waktu yang panjang kebiasaan anak yang minim gerak ini akan berdampak buruk bagi kesehatanya karena berpotensi menimbulkan kegemukan dan obesitas (Hasdianah. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan pada siswa obesitas di SD Islam Al-Hikmah Selokerto pada bulan Mei 2017 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Dari 256 siswa SD Islam AlHikmah Selokerto terdapat 34 siswa yang mengalami obesitas Pola Makan dan Pola A 110 Berdasarkan pola makan pada anak obesitas mayoritas pola makan kategori baik. Berdasarkan pola aktivitas pada anak obesitas mayoritas pada pola aktivitas kategori kurang Berdasarkan diperoleh pada penelitian ini, peneliti ingin memberikan saran diantaranya: Bagi SD Islam Al-Hikmah Selokerto Lebih rutin dalam memantau tumbuh kembang anak dengan untuk mengetahui indeks masa tubuh (IMT) dapat masing-masing anak dalam kriteria normal, overweight maupun obesitas sehingga dalam penyediaan makan siang memperhatikan gizi seimbang sesuai umur anak, hal ini bisa disampaikan kepada orangtua wali siswa. Unit UKS dapat menyusun program kesehatan anak khususnya dalam hal aktivitas anak, karena aktivitas siswa dan siswi SD Islam AlHikmah Selokerto dirumah sangat minim. Bagi Institusi Stikes Muhammadiyah Gombong Menambah edukasi tentang obesitas dengan cara penyuluhan terutama pada anak usia SD Bagi Peneliti Lainya Peneliti hendaknya dapat meneliti tentang faktor-faktor yang lainya seperti psikologis dan jenis kelamin. Iswati, & Nurlaila Vol 14 Desyarti No 3 DAFTAR PUSTAKA