88 Rafli. Dkk. Psikoanalisis Sigmund FreudA PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD DALAM CERPEN SENTIMENTALISME CALON MAYAT DAN INSOMNIA KARYA SONY KARSONO Rafli Permana. Hikmah Putra Rohendi. Welsi Damayanti. Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Fakultas Pendidikan Bahasa Dan Sastra. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia rafliper27@upi. edu, . hikmahputra16@upi. edu, . welsi_damayanti@upi. Diterima: 30 November 2024 Disetujui: 16 Januari 2025 Diterbitkan: 20 Maret 2025 Abstrak Cerpen merupakan sebuah akronim dari kata cerita pendek, yaitu salah satu jenis karya sastra yang menyajikan cerita yang singkat, padat, dan jelas dengan ruang pengembangan tokoh yang relatif terbatas karena unsur-unsur pembangun ceritanya yang terpusat pada satu cerita, sehingga memberikan kesan tunggal dalam cerita. Pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono, tokoh yang dihadirkan pada cerpen tersebut memiliki aspek psikologis yang unik dalam memengaruhi tindakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian pada tokoh cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia Karya Sony Karsono menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan dalam menganalisis cerpen ini ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 tokoh dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan 3 tokoh pada cerpen Insomnia karya Sony Karsono, yang didominasi oleh struktur kepribadian id pada masing-masing cerpen. Kata kunci: Cerpen. Psikologi sastra. Sigmund Freud. Sony Karsono Abstract Short story is an acronym for the word short story, which is a type of literary work that presents a short, concise, and clear story with relatively limited character development space because the elements that build the story are centered on one story, thus giving a single impression in the story. In the short story Sentimentalisme Calon Mayat and Insomnia by Sony Karsono, the characters presented in the short story have unique psychological aspects in influencing their actions. This study aims to analyze the personality of the characters in the short story Sentimentalisme Calon Mayat and Insomnia by Sony Karsono using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The method used in analyzing this short story is a qualitative research method with a note-taking technique. The results of this study are that there are 4 characters in the short story Sentimentalisme Calon Mayat and 3 characters in the short story Insomnia by Sony Karsono, which are dominated by the id personality structure in each short story. Keywords: Short story. Psychology of literature. Sigmund Freud. Sony Karsono APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Palembang DOI: https://doi. org/10. 32502/jbs. Pendahuluan Karya sastra merupakan ekspresi perasaan manusia yang bersifat pribadi, yaitu berupa ide, semangat, perasaan, pemikiran, pengalaman dan semacamnya yang dituangkan dalam bentuk gambaran kehidupan sehingga dapat membangkitkan pesona dengan menggunakan bahasa sebagai alat dan disusun dalam bentuk Dalam penulisannya, sastra atau literature dalam kesusastraan Inggris, kata ini digunakan sebagai pembeda antara tulisan yang memiliki estetika dengan tulisan yang tidak memiliki nilai estetika (Abrams dkk, 2012: . Luxemburg dkk . 9: . menjelaskan bahwa sastra dipahami sebagai sebuah kreasi yang diciptakan bukan merupakan hasil salinan Meskipun pengalaman hidup menjadi sumber ide para sastrawan dalam menghasilkan karya sastra. Tetapi, para sastrawan menciptakan kehidupan baru melalui karya sastra dengan pengalaman hidup sebagai sumbernya, yang Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 88Ae97 mana pendapat dan pikiran mereka sebagai menambah aspek keindahan pada karya sastra yang diciptakannya. Kemampuan kreatif dibutuhkan dalam setiap penulisan karya sastra (Purwati. Rosdiani. Lestari, & Firmansyah, 2. Oleh karena itu, dalam setiap karya sastra selalu mengandung unsur keindahan di dalamnya. Hingga saat ini, terdapat banyak jenis karya sastra yang telah dikenal oleh masyarakat luas, salah satunya adalah Cerpen yang merupakan akronim dari kata cerita pendek adalah sebuah jenis karya sastra yang menyajikan cerita yang singkat, padat, dan jelas. Kosasih . menjelaskan bahwa cerpen merupakan karangan singkat yang berbentuk prosa. Pada umumnya, isi cerpen terdiri dari sebuah cerita yang mengandung konflik dengan berbagai peristiwa yang dapat menggugah emosi serta meninggalkan pesan moral yang melekat pada hati Kehadiran cerpen sebagai karya sastra juga dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Melalui cerpen, pembaca dapat memperoleh pengalaman baru, mengembangkan daya imajinasi, menikmati berbagai emosi, serta dapat mendalami tingkah laku manusia baik pola pikirnya hingga psikologisnya. Suroto . menjelaskan bahwa cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang berisikan peristiwa terkait kehidupan tokoh di dalam cerita tersebut. Jabrohim . juga memaparkan bahwa cerpen merupakan cerita fiksi berbentuk prosa yang singkat, padat dengan ruang pengembangan pelaku relatif terbatas karena unsur-unsur pembangun ceritanya terpusat pada satu cerita sehingga memberikan kesan tunggal di dalam cerita. Keberadaan kesan tunggal tersebut tidak penggunaan bahasa serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Peran tokoh beserta wataknya sepanjang jalannya cerita mengakibatkan timbulnya nilai-nilai sosial dan moral agar dipetik sebagai hikmah Tokoh mengiringinya memiliki peran yang sangat penting dalam jalannya sebuah cerpen. Jika plot dianggap sebagai inti dari sebuah cerita, makan akan muncul pertanyaan: siapa yang menjadi subjek dalam cerita tersebut? Siapa yang bertindak dan peristiwa-peristiwa terjadi dalam plot? Siapa yang menciptakan konflik, dan seterusnya, semua itu berkaitan dengan tokoh-tokoh dan cara mereka digambarkan dalam cerita. Pembahasan mengenai tokoh dengan perwatakannya yang menciptakan jati diri tokoh tersebut, lebih menarik untuk dibahas dibandingkan dengan plot cerita tersebut. Namun, ini bukan berarti unsur plot bisa diabaikan begitu saja, karena pemahaman tentang tokoh dan penokohan sangat bergantung pada cara plot disusun (Nurgiyantoro, 1995:. Nurgiyantoro menjelaskan bahwa istilah tokoh merujuk pada individu yang berperan dalam cerita, seperti yang dijelaskan melalui pertanyaanpertanyaan seperti: siapa tokoh utama dalam novel tersebut? Berapa banyak pelaku yang terdapat di dalam novel tersebut? Siapa yang berperan sebagai protagonis dan antagonis dalam cerita tersebut? Dan lain sebagainya. Sudjiman . menyatakan bahwa tokoh merupakan karakter fiktif yang terlibat dalam berbagai peristiwa atau menunjukkan tingkah laku dalam cerita. Pada umumnya, tokoh digambarkan sebagai manusia, namun terkadang juga dapar berupa binatang ataupun benda mati yang diberikan sifat manusiawi. Kehadiran tokoh dalam setiap karya sastra selalu dibumbui dengan watak yang berbeda dan psikologi yang memengaruhi masing-masing tokoh. Psikologi sastra merupakan cabang ilmu yang mengkaji aspek perwatakan dan tingkah laku pada individu. Penelitian psikologi sastra sangat bermanfaat dalam memahami sastra karena beberapa hal, yaitu psikologi sastra dapat memberi umpan balik kepada peneliti akan perwatakan dan tingkah laku yang diteliti, juga dapat memudahkan dalam analisis masalah psikologis dalam karya sastra (Endraswara, 2008:. Sastra dan psikologi memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya pada perannya masing-masing karena kedua aspek tersebut memiliki fungsi dalam Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Rafli. Dkk. Psikoanalisis Sigmund FreudA Meyinggung psikologi, khususnya psikologi kepribadian, salah satu hal yang menarik untuk dikaji ialah sastra, karena sastra bukan hanya mengkaji teks, tetapi menjadi objek kajian yang mengaitkan kepribadian dan perwatakan para tokoh fiksi, pengarang karya sastra, dan pembaca. Pada psikologi kepribadian dijelaskan keterkaitan antara antara ingatan dengan pengamatan dan penyesuaian diri pada Psikoanalisis merupakan ilmu yang berkaitan dengan fungsi dan perkembangan mental manusia. Menurut Freud, psikisme pada manusia terbagi menjadi 3, yaitu id . osisinya berada di bagian taksada. yang merupakan sumber energi psikis dan reservoir pulsi, ego . i antara alam sadar dan taksada. yang menetralkan keinginan pulsi dan larangan Superego . erletak sebagian di bagian sadar dan sebagian lagi di bagian taksada. yanh berperan sebagai pengawas dan penghalang rasa puas sempurna pada pulsi pulsi tersebut yang merupakan hasil didikan dan identifikasi pada orang tua (Minderop, 2018:. Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono merupakan dua buah cerpen yang menunjukkan bentuk kepribadian id, ego, dan superego pada tokoh di dalamnya. Tingkah laku para tokoh pada kedua cerpen digambarkan dengan sentimen yang jarang sekali muncul dalam cerpen pada Oleh karena itu, teori psikologi sastra dapat menjadi tombak dalam analisis cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono untuk mengkaji kejiwaan para tokoh berdasarkan pada tingkah laku dan tindakan mereka dalam cerita. Hal tersebut menjadi alasan peneliti melakukan penelitian terhadap kejiwaan para tokoh dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat Insomnia karya Sony Karsono. Analisis menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud akan dilakukan terhadap 2 cerpen yang berjudul Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono. Sony Karsono sastrawan tahun 90-an dengan karyanya berupa cerpen-cerpen amoralmaxxing yang tayang di koran/majalah mainstream sepanjang tahun 1995 hingga 1997. Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat mengisahkan perjalanan batin seorang pria bernama Johan yang kehilangan ayahnya sejak kecil. Setelah bertahun-tahun, sang ayah kembali, namun hubungan mereka telah putus, hingga kematian ayahnya mengakibatkan gangguan psikologis yang kronis pada Johan. Obsesi Johan pada kematian semakin berkembang, seperti menjadi cinta terhadap kuburan, kenangan yang mulai basi, juga memiliki ketertarikan pada Ia semakin terasing dalam pernikahannya yang hampa. Pada akhirnya, ia memilih jalan yang dianggap sebagai kepastian dalam hidup pada sebuah tabrakan maut bersama istrinya. Adapun cerpen Insomnia mengisahkan seorang pria lanjut usia bernama Lobo Karioka yang merasa kehilangan dirinya setelah istrinya meninggal dan ketiga anaknya merantau. Dalam kesepian, ia mencoba berbagai langkah untuk menemukan kembali jati Namun, pencarian tersebut berujung pada kesadaran pahit bahwa ia hanyalah Aupatung jeramiAy menyedihkan yang tak lagi mengenal dirinya sendiri. Pada akhirnya. Lobo memilih untuk tinggal di panti wreda, dengan dihantui penyakit Ia selalu berharap dapat menemukan ketenangan di bulanAisebuah metafora bagi ketenangan dan akhir Selain dua cerpen tersebut, karya cerpen-cerpen Sony karsono terus melebar dan terbesar ke seluruh Indonesia melalui mulut ke mulut, di berbagai situs yang menghidupkan cerpennya kembali, hingga salinan-salinan yang dicetak oleh banyak orang. Penyajian tokoh beserta psikologis masing masing dalam berbagai cerpennya selalu membuat para pembaca Metodologi Penelitian Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Endraswara . , penelitian kualitatif merupakan salah satu penelitian yang berfokus pada proses dibandingkan hasil yang diperoleh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 88Ae97 pendekatan psikologi sastra. Pendekatan psikologi sastra merupakan sebuah pendekatan yang menganalisis latar belakang kejiwaan dan pengalaman psikologis yang dialami para rokoh rekaan dalam sebuah karya sastra prosa fiksi. Penelitian ini dilakukan dengan bersumber pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan cerpen Insomnia karya Sony Karsono. Data utama sebagai data primer dari penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, kepribadian id, ego, dan superego pada tiap tokoh dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan cerpen Insomnia. Data pendukung sebagai data sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal dan teori-teori dari berbagai sumber. Penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Teknik simak catat merupakan sebuah teknik yang diterapkan oleh peneliti dalam menghasilkan data berupa satuansatuan linguistik di dalam sumber penelitian (Faruk, 2012:. Sentimentalisme Calon Mayat Insomnia karya Sony Karsono. Peneliti menghasilkan data-data yang berhubungan dengan perilaku para tokoh di dalam cerita. Sedangkan teknik catat digunakan peneliti untuk menuliskan segala hal penting dari sumber penelitian yang berkenaan dengan tiga struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan superego dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia. Peneliti menggunakan metode deskriptif analitik untuk menganalisis data. Ratna . menjelaskan bahwa metode deskriptif analitik adalah sebuah metode yang diterapkan untuk mengkaji karya sastra melalui data dengan cara menghimpun data pada cerita, kemudian dipaparkan dengan mengacu pada masalah yang dipahami oleh Berikutnya, peneliti memaparkan hasil penelitian berdasarkan data yang ada. Hasil dan Pembahasan Kepribadian Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono Data-data yang berkaitan dengan Sentimentalisme Calon Mayat karya Sonny Karsono berjumlah 11 aspek kepribadian Id merupakan naluri dan energi psikis yang menuntut individu untuk memenuhi kebutuhan makan, menolak rasa sakit, seks, atau tidak nyaman. Id bekerja sesuai dengan prinsip kesenangan, yaitu selalu menjauhi ketidaknyamanan dan mencari kenikmatan. Aspek id, menurut Freud, terletak di alam bawah sadar dan tidak ada hubungan dengan realitas. Berikut merupakan kutipan yang menunjukkan kepribadian Id pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat. AuAku jemu menunggu di bawah pohon jambu penuh semut rang-rang tiap sore usai mandi. Ay Pada kutipan di atas dijelaskan, bahwa tokoh Johan sudah jemu dan bosan menunggu Ayahnya yang tak kunjung pulang dari tempat kerjanya. Johan menunjukkan kepribadian id berupa rasa jemu atau bosan sebagai bentuk ekspresi dari rasa ketidaknyamanan diri terhadap apa yang ia rasakan. AuTapi sosok Bapak hanya bikin aku merasa seperti terpanggang bara. Soalnya, aku sudah lupa cara menghadapi seorang Kalau kebetulan kami berdua terjebak di ruang tamu, maka lekas-lekas kubenamkan kepala dalam bentang koran, pura-pura membaca iklan. Paras Bapak adalah teror. Ay Kutipan tersebut menunjukkan tokoh Johan yang marah terhadap kehadiran Ayahnya. Ia juga merasa tidak nyaman akan kehadiran ayahnya, sehingga Johan hanya pandangannya dari ayahnya. "Lucu juga. Tubuh Bapak sendiri sudah diusung ke kamar jenazah. Di sanalah buat pertama kali aku menatap paras Bapak. Tak kutemukan apa-apa dalam paras itu, selain kelebat wajah calon jerangkong. Kukecup kening sepuluh derajat Celsius itu. AuSelamat jalan,Ay bisikku. Jalan ke mana?" AuSejak itu kucinta kuburan. Ay Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Rafli. Dkk. Psikoanalisis Sigmund FreudA Dua kutipan di atas menjelaskan kematian Tokoh Johan ditunjukan seolah digambarkan merasa lucu dan senang akan kematian ayahnya. Di sini digambarkan pula kesenangan dan rasa cinta tokoh Johan terhadap kuburan. Tawa bocah-bocah main petakumpet yang membasahi stupa-stupa. Remaja ciuman di balik arca ganesha. Saling Saling Kubayangkan ada bom tiba-tiba meledak membungkam mereka semua. Ay "Bapak tak menjawab. Aku jengkel. Ingin rasanya kubongkar makam. Menggantung rangka Bapak dalam lemari pakaian dan menjejalkan radio dalam rahangnya, supaya ia bicara, menyanyi, atau baca ramalan cuaca. Johan, yang telah mengalami masalah psikologis, pada kutipan tersebut merasa marah dan jengkel pada ayahnya -yang telah mati- yang tak kunjung menjawab ketika diajak berbicara. Johan marah dan merasa ingin membongkar makam ayahnya ayahnya bisa berbicara. "Tangan Ibu pun mendadak menggiurkan. Penggalan kutipan tersebut menunjukkan ketertarikan Johan terhadap tangan ibunya sebagai bentuk dari kepribadian id. Masalah psikologis yang dialaminya mengakibatkan ia muncul rasa tertarik pada halhal di luar nalar. AuKelak kugorok batang lehermu dengan pisau baja Rp 95. Kutenggak vodka dan ngakak ketawa melihatmu berkelejat Saat itu jarum arloji berputar Ay Penggalan kutipan di atas ditunjukkan amarah Johan terhadap waktu kemudian keinginan Johan untuk menggorok batang leher waktu dengan pisau baja Rp 95. Penggalan kalimat tersebut menunjukkan kepribadian id pada tokoh Johan yang merasa marah dan kecewa pada waktu sebagai bentuk rasa tidak senang yang AuTamasyaku di candi-candi sangat Bau kematian sudah Yang kutemukan hanya senyum Kaca mata bundar hitam Pada kutipan di atas, tokoh Johan menunjukkan kepribadian id yaitu merasa kecewa pada liburannya dan merasa tak nyaman dengan suasana hatinya yang tak dapat kembali merasakan aroma kematian sejak kepergian ayahnya. AuAlangkah bahagia beristri seorang mayat. Setia. Tak berdusta. Ay Penggalan kutipan tersebut menunjukkan kepribadian id pada tokoh Johan yang senang jika ia memiliki istri seorang mayat, yang mana mayat akan setia karena tidak bernyawa. AuShut up! Kita ke sini bukan untuk diskusi Kau selalu ganggu kesenanganku. Johan. Muak aku!Ay Kutipan tersebut merupakan kalimat yang dikeluarkan oleh Sita kepada suaminya. Johan. Ia merasa risih dan terganggu dengan obrolan dan kata-kata yang dilontarkan Johan. Percakapan mereka berdua sering didominasi oleh Johan dengan topik pembahasan yang tidak masuk Kepribadian id ditunjukkan oleh Sita, yaitu rasa tidak nyaman dann tidak senang dia terhadap topik pembicaraan yang dibawa oleh Johan. AuYa. Sita. Tak seperti aku. Cuma kantong tulang loyo yang sebentar lagi modar. Karena itukah. Sita, kamu main dengan pria-pria bertenaga kuda?Ay Kutipan di atas adalah kalimat yang dilontarkan oleh tokoh Johan, yaitu ia cemburu terhadap istrinya, karena merasa bahwa dirinya pria yang lemah. Kutipan tersebut menunjukkan kepribadian id, yakni adanya rasa cemburu sebagau bentuk menghindari rasa tidak nyaman. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 88Ae97 AuAku tidak mengerti. Johan!Ay sergah Sita ketika kusetir mobil keluar lapangan parkir plaza itu. AuAkhir-akhir ini sikapmu sangat tengik!Ay Sita, sebagai istri Johan, merasa muak terhadap tingkah laku suaminya akhir-akhir Johan kerapkali membicarakan hal-hal di luar nalar yang menyebabkan Sita merasa kesal. Hal tersebut merupakan kepribadian id yang ditunjukkan oleh tokoh Sita, yaitu merasa muak dan kesal kepada Johan sebagai bentuk menghindari rasa tidak nyaman. Au. tapi sebelum pulangAitanpa setahunyaAi aku meneteskan urinku, yang kusimpan dalam botol kecil bekas minyak angin, ke dalam gelas sari jeruk di atas mejanya. Ay Penggalan kalimat di atas menjelaskan aktivitas Johan yang menggambarkan kepribadian ego, yaitu meneteskan urinnya ke dalam gelas sari jeruk di atas meja Masalah psikologis Johan pada bagian ini sudah di luar nalar. Hal tersebut merupakan kepribadian ego sebagai bentuk realitas dari id, yaitu Johan merasa jengkel dengan dibawanya ia ke psikister. Kepribadian Ego Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono Ego terjebak di antara dua kekuatan yang saling bertentangan dan dijaga serta tunduk pada prinsip realitas dengan mencoba memenuhi kesenangan individu yang dibatasi oleh kenyataan. Ego terletak di antara alam sadar dan alam bawah sadar. Peran ego ialah memberikan tempat pada fungsi mental utama, misalnya: problem solving, penalaran, dan pengambilan Peneliti menemukan beberapa kutipan yang struktur kepribadian ego pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono, yaitu sebagai berikut. AuInilah cintaku yang pertama. Lewat tengah malam, setelah sekian jam nelangsa menahan renjana, aku menyelinap ke kamar mayat, membongkar laci-laci Nah! Itu dia si kaki mukjizat! Oh! Jariku mabuk meraba betis elatis itu. Saraf hidungku menggeletar ketika kuhirup embun pada lutut itu dengan mata Oh! Getar sihir yang memancar dari pangkuannya membuat rohku memuai! O hidup! O maut! Hingga subuh aku dan mayat itu bersetubuh. O Mayat yang cantik! Kuakui, tanpa kemunafikan, aku cinta Ay AuTapi aku hanya menjenguk gombal pesing dan tabung infus tinggal separo, menggelayuti tiang ranjang seperti lambung transparan manusia plastik. Ay Kutipan di atas menjelaskan kepribadian Ego pada tokoh Johan, yaitu ia bersetubuh dengan seorang mayat di kamar jenazah. Masalah psikologisnya yang sudah kronis menyebabkan ia bertingkah laku di luar nalar tanpa memikirkan baik dan buruk. Pada kutipan tersebut ditunjukkan tokoh Johan yang sedang menjenguk ayahnya. Kemudian ditunjukkan pula sentimen tokoh Johan terhadap keadaan ayahnya yang sedang sakit di rumah sakit. AuAku punya fotomu bersama para gigolo Di bar, pantai, hotel, dan rumah Ay AuSaban bangun pagi, tangan itu kuserbu. Kujilati endapan garam dan daki pada sela jemarinya dengan penuh selera. Ay Kutipan tersebut menunjukkan kepribadian ego pada tokoh Johan, yaitu ia menjilati tangan ibunya hingga sela-sela jarinya yang penuh dengan hasrat. Ini merupakan realitas dari Id tokoh Johan, yaitu ingin ketertarikan seksual aneh pada tangan ibunya yang tampak menggiurkan. Penggalan kalimat di atas merupakan kalimat yang diucapkan oleh Johan yang cemburu kepada istirnya. Sita. Kepribadian ego ditunjukkan pada kutipan tersebut, yaitu Johan lebih memilih mengumpulkan bukti-bukti foto Sita dengan para gigolo dibandingkan meluapkan emosinya atau tindakan impulsif lainnya. Hal yang dilakukan Johan merupakan tindakan ego, yaitu menyeimbangkan dorongan id dengan Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Rafli. Dkk. Psikoanalisis Sigmund FreudA AuSita terus mengoceh. Bertanya. Memaki. Aku pindahkan mobil ke lajur kanan. Menghadang bus di kejauhan. Lampu depannya berkedip ganas. Dengan geraham terkatup dan mata nanar, kuhentak pedal gas dalam-dalam. Keraskeras, 120 km per jam. Mesin meraung. Aku menangis. Ay Lobo Karioka melaksanakan semadi selama 40 hari. Ketika ia selesai dari semadinya, ia merasa marah sebab hasil dari semadinya tidak membuahkan apapun yang dibuktikan ketika ia melihati dirinya di cermin masih sama saja terlihat menyedihkan. Pada kutipan ini. Lobo Karioka menunjukkan struktur kepribadian id, yaitu marah sebagau bentuk menolak rasa nyaman. Pada kutipan di atas, tokoh Johan menunjukkan kepribadian Ego, yaitu dia ingin bunuh diri bersama istrinya. Sita, dengan cara menabrakkan mobil yang sedang dikendarainya dalam kecepatan tinggi pada bus di depannya. Kepribadian SuperEgo dalam Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono Menurut Freud, superego merupakan struktur kepribadian yang ketiga. Struktur kepribadian ini mengacu kepada nilai moralitas dalam kepribadian, hampir sama halnya dengan Aohati nuraniAo yang mengenali nilai baik dan buruk . Dalam teori Freud, superego diibaratkan sebagai seorang pendeta yang penuh akan pertimbangan pada nilai-nilai baik dan buruk, dengan tujuan untuk mengingatkan id yang serakah dan rakus bahwa pentingnya perilaku yang cermat dan Dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono, penulis kepribadian superego di dalamnya. Kepribadian Id dalam Cerpen Insomnia karya Sony Karsono Menurut Freud, id diibaratkan sebagai raja atau ratu. Raja atau ratu memenuhi segala kebutuhan dasar layaknya makan, seks, melawan rasa sakit atau tidak Pada cerpen Insomnia karya Sony Karsono, terdapat beberapa kepribadian Id yang dijumpai. Berikut merupakan aspek kepribadian id yang terdapat pada cerpen Insomnia. AuAku marah. Aku bangkit. Lampu Dalam cermin masih saja kulihat si patung jerami. Ay AuKubedah kulkas dan seperti burung nazar aku berlutut mengganyang es krim, puding, wortel, tomat, yogurt, terasi, cabe, kepiting goreng. Makan! Minum! Mari berpesta!Ay Pada kutipan di atas, tokoh Lobo Karioka baru saja selesai melakukan semadi selama 40 hari. Ia kemudian merasakan lelah, lapar, haus, dan perasaan tidak nyaman lainnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari makanan dan minuman di kulkas kemudian menghabiskannya dengan Hal tersebut sejalan dengan struktur kepribadian id, yaitu mencari kenikmatan dan menolak rasa tidak nyaman. AuSial! Aku tak bisa memejamkan Selalu bila aku terlena dan hampir lelap, jam, alarm, bahkan telepon rusak itu berdering tiada henti. Radio, televisi, dan pemutar CD menggonggong, memuntahkan lagu cinta murahan dari segala zaman. Meski telah kumatikan arus listrik di rumahku, benda-benda terkutuk itu tetap Ay Setelah melakukan semadi, tokoh Lobo Karioka beristirahat dengan cara tidur. Namun, ia kerapkali kesulitan untuk terlelap karena mendapatkan gangguan dari semua barang elektronik di rumahnya yang terus saja Meski begitu. Lobo Karioka memutuskan untuk mematikan arus listrik di rumahnya agar barang elektroniknya tidak menyala lagi. Sayangnya, beberapa benda tersebut masih tetap menyala. Struktur ditunjukkan oleh Lobo Karioka pada kutipan di atas, yaitu ia merasa tidak nyaman dengan suara dari barang elektronik di sekitarnya, sehingga ia Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 88Ae97 memutuskan untuk mematikan arus listrik agar ia bisa tenang dan mendapatkan AuAku tua. Aku letih. Aku ingin nyenyak seperti dulu dalam timangmu. Ibu! Dalam insomnia masih kupanggil Ay Pada kutipan di atas, tokoh Lobo Karioka menyadari akan usianya yang semakin tua dan merasa kelelahan karena merindukan keberadaan ibunya yang memberikan kenyamanan ketika tidur dalam timangnya. Hal tersebut berbanding lurus dengan struktur kepribadian id, yaitu menolak rasa tidak nyaman mencari kenikmatan serta kenyamanan yang ditunjukkan oleh tokoh Lobo Karioka. Kepribadian Ego Cerpen Insomnia karya Sony Karsono Ego merupakan segala hal yang berkenaan dengan realitas atau kenyataan sebenarnya. Realitas ini didasarkan pada keinginan atau hasrat yang ingin diwujudkan sesuai dengan cara-cara yang diterima oleh lingkungan sekitar (Chamalah dan Nuryyati, 2. Peneliti menemukan dua buah kutipan yang menunjukkan kepribadian ego dalam cerpen Insomnia karya Sony Karsono. AuBaiklah, aku kalah. Kuhentikan saja perburuan ini. Biar. Aku tak berkeberatan jadi patung jerami. Tak apa. Esok, mungkin, aku mendaftarkan diri ke panti Ay Pada kutipan tersebut. Lobo Karioka membuahkan hasil apapun. Akhirnya ia menyerah, dan menerima kenyataan bahwa dirinya terlihat menyedihkan. Struktur kepribadian ego dimunculkan oleh Lobo Karioka pada kutipan tersebut, yaitu keinginannya untuk mencari jati dirinya. sadar bahwa hal itu hanya sia-sia dan memilih jalan yang lebih rasional. AuAku berjalan tertatih-tatih seperti boneka. Aku berjalan di sisi perawat itu. Kami berjalan menuju kamar di ujung koridor: alamku, duniaku yang baru. Ay Kutipan di atas menjelaskan bahwa tokoh Lobo Karioka pada akhirnya pindah ke panti wreda dan sedang berjalan menuju Ia pindah ke panti tersebut Hal ini menunjukkan struktur kepribadian ego yang merupakan realitas dari id, yaitu mencari kenyamanan serta ketenangan dan menerima kenyataan bahwa ia sudah tua dan layak tinggal di panti Kepribadian Superego dalam Cerpen Insomnia karya Sony Karsono Superego adalah aspek moralitas yang berhubungan dengan nilai moral seseorang. Superego tumbuh dan berkembang dari asuhan dan perilaku lingkungan di sekitar, khususnya orang tua dan masyarakat. Pada kasus ini, superego menjadi dasar keputusan yang didasarkan pada penilaian benar atau salah dalam suatu realitas. Berikut menunjukkan struktur kepribadian superego dalam cerpen Insomnia. AuAku tak pernah menghardik istriku. Ay Penggalan kalimat di atas menjelaskan bahwa tokoh Lobo Karioka yang tidak pernah menghardik istrinya. Hal tersebut sejalan dengan struktur kepribadian superego yang mengacu pada moralitas berupa norma sosial, yaitu tidak menghardik atau menyakiti orang lain. AuMereka takut dianggap durhaka jika karena sibuk bekerja, sibuk berumah tangga, mereka melupakanku hingga aku lambat-laun menjadi gila dalam sepi. Ay Pada kutipan di atas. Lobo Karioka menjelaskan bahwa anak-anaknga selalu mengabari dia yang tinggal sendirian. Hal itu dilakukan oleh anak-anaknya karena mereka takut merasa durhaka jika tidak berbagi kabar dan membiarkan hingga melupakan ayahnya dalam kesepian. Struktur kepribadian superego ditunjukkan oleh anak-anak dari Lobo Karioka, yaitu Simba. Mufasa, dan Rafiki, yaitu kewajiban Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Rafli. Dkk. Psikoanalisis Sigmund FreudA berbakti kepada orang tua yang telah menjadi nilai moral dalam budaya Chamalah. , & Nuryyati. Kepribadian Anak dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye: Analisis Psikologi Sastra Sigmund Freud. Jurnal Sastra Indonesia, 12. , 138147. Simpulan Berdasarkan uraian dan analisis yang dilakukan terhadap tokoh dan penokohan pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia Karya Sony Karsono, para tokoh yang digambarkan pada masingmasing cerpen memiliki fungsi dan peran yang khas dalam ceritnya. Secara garis besar, tokoh dan psikologis kejiwan yang terdapat dalam masing-masing cerpen memiliki kaitan yang erat, sehingga menyajikan cerita yang khas dan Adapun penelitian ini adalah sebagai berikut: cerpen Sentimentalisme Calon Mayat terdiri dari 4 tokoh, yaitu Johan sebagai tokoh utama dengan wataknya yang kronis dan aneh seperti berahi pada mayat, imajinatif, eksentrik, gila, liar, berontak, dan suka Adapun tokoh lainnya ialah Bapak. Ibu, dan Sita. Setelah dilakukan psikoanalisis Sigmund Freud terhadap cerpen Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono, peneliti menemukan sebanyak 11 id, 6 ego, dan 0 superego. Adapun hasil penelitian terhadap cerpen Insomnia ialah terdapat 3 tokoh yang Tokoh Lobo Karioka sebagai tokoh utama dengan wataknya yang mudah cemas, merasa kesepian, juga memiliki ketegangan emosional pada dirinya. Dua tokoh lainnya ialah Nestor sang pelayan, dan Perawat. Hasil analisis psikologi sastra menggunakan teori Sigmund Freud pada cerpen Insomnia karya Sony Karsono, peneliti menemukan sebanyak 4 id, 2 ego, dan 2 supergo. Dapat disimpulkan bahwa cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono didominasi oleh id dalam alur ceritanya. Daftar Pustaka