Open Access Bunyan al-Ulum. Page 75 Ae 88. Vol. 2 No. DOI : 10. E-ISSN 3109-5275 P-ISSN 3063-2048 id/index. php/bunyanal-ulum The Effectiveness of Interactive Learning Media in Improving Students' Understanding of Islamic Religious Education Material at SMPS IT Raudhatus Salaam Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam Mega Laela Akhiru Nahar1. Hafidz2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Universitas Muhammadiyah Surakarta o100240020@student. haf682@ums. Received: 10 Ae 05 Ae 2025 Accepted : 15 Ae 06 Ae 2025 Published: 31 Ae 07 Ae 2025 Abstract This study aims to determine the effectiveness of the use of interactive learning media in improving students' understanding of Islamic Religious Education material at SMPS IT Raudhatus Salaam. The background of this study is the lack of interest and involvement of students in Islamic Religious Education learning delivered conventionally. The research method used is quantitative with a quasi-experimental approach, involving two groups of grade Vi students as research subjects: an experimental group that uses interactive media such as animated videos, digital quizzes, and multimedia presentations. and a control group that uses traditional lecture methods. The results showed that the use of interactive learning media significantly improved students' understanding, as indicated by the difference in pre-test and post-test scores between the two groups. This study recommends the integration of interactive media in the Islamic Religious Education learning process to improve student effectiveness and involvement. Keywords: interactive learning media. Islamic Religious Education, effectiveness, student understanding Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI yang disampaikan secara konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen, melibatkan dua kelompok siswa kelas Vi sebagai subjek penelitian: kelompok eksperimen yang menggunakan media interaktif seperti video animasi, kuis digital, dan presentasi multimedia. serta kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah 75 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2025 Some rights reserved Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa, yang ditunjukkan dengan perbedaan skor pre-test dan post-test antara kedua kelompok. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media interaktif dalam proses pembelajaran PAI untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa. Kata kunci: media pembelajaran interaktif. Pendidikan Agama Islam, efektivitas, pemahaman siswa. Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. Di antara berbagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. PAI tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga bertujuan membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, serta memiliki akhlak mulia. Dalam konteks pendidikan Islam modern, tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada generasi muda semakin kompleks. Hal ini mendorong perlunya pendekatan yang inovatif, termasuk dalam pemilihan media pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Media pembelajaran yang sebelumnya bersifat konvensional kini mulai bergeser ke arah digital dan interaktif. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa belajar melalui berbagai sumber dan media. Media pembelajaran interaktif, seperti video edukatif, animasi, kuis digital, aplikasi mobile, serta platform pembelajaran daring, kini banyak digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam berbagai bidang studi, termasuk PAI. Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi PAI ketika disampaikan hanya melalui ceramah satu arah. Materi seperti aqidah, fiqih, akhlak, dan sejarah Islam seringkali terasa abstrak dan sulit dipahami, terutama bagi siswa yang tidak memiliki ketertarikan awal terhadap studi keagamaan. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan metode dan media pembelajaran yang mampu menarik BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam minat, meningkatkan konsentrasi, serta mempermudah siswa dalam menyerap materi PAI. Salah satu pendekatan yang kini mulai banyak diterapkan adalah penggunaan media pembelajaran interaktif. Media ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan, karena melibatkan berbagai indera siswa dan memungkinkan interaksi aktif antara siswa dengan materi yang dipelajari. Dalam konteks pembelajaran PAI, penggunaan media interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana, visual, dan relevan dengan kehidupan siswa. Misalnya, penggunaan animasi untuk menjelaskan kisah nabi, kuis interaktif untuk menguji pemahaman aqidah, atau video pendek yang mengilustrasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan seharihari. SMPS IT Raudhatus Salaam sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu yang berkomitmen terhadap pengembangan akhlak dan kompetensi siswa juga menghadapi tantangan serupa. Meskipun memiliki lingkungan yang mendukung pembelajaran agama, proses belajar mengajar tetap membutuhkan inovasi agar siswa tidak merasa jenuh. Oleh karena itu, guru PAI di sekolah ini mulai mengeksplorasi berbagai media pembelajaran interaktif sebagai alternatif untuk meningkatkan efektivitas penyampaian materi. Namun, efektivitas dari penerapan media interaktif tersebut masih perlu dibuktikan melalui penelitian yang sistematis dan terukur. Dalam berbagai literatur pendidikan, efektivitas media pembelajaran ditentukan oleh sejauh mana media tersebut mampu membantu pencapaian tujuan Heinich et al. menyatakan bahwa media pembelajaran yang tepat dapat memperjelas informasi, menarik perhatian siswa, serta memperkuat retensi dan motivasi belajar. Selain itu. Arsyad . menekankan bahwa media pembelajaran yang interaktif memiliki keunggulan dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena memungkinkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dalam konteks PAI, pengalaman belajar yang bermakna sangat penting agar nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diamalkan. 77 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa pemanfaatan media interaktif dapat memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengukur sejauh mana media interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Pemahaman siswa diukur melalui perbandingan antara hasil pre-test dan post-test, serta observasi terhadap keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Pemilihan SMPS IT Raudhatus Salaam sebagai lokasi penelitian didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, sekolah ini telah mulai menerapkan pendekatan berbasis teknologi dalam proses pembelajaran. Kedua, guru-guru di sekolah ini menunjukkan keterbukaan terhadap penggunaan metode dan media baru dalam mengajar. Ketiga, siswa di SMPS IT Raudhatus Salaam berasal dari berbagai latar belakang, sehingga penelitian ini dapat memberikan gambaran yang cukup representatif mengenai respons siswa terhadap media pembelajaran interaktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru-guru PAI dalam memilih dan merancang media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa serta materi yang akan disampaikan. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya menjadi aktivitas rutin yang bersifat kognitif, tetapi juga menjadi proses pembentukan kepribadian Islami yang utuh. Lebih jauh, penelitian ini juga relevan dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh, meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam hal ini. Pendidikan Agama Islam memegang peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai fondasi karakter bangsa. Penggunaan media pembelajaran interaktif diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut secara lebih efektif, menyenangkan, dan kontekstual. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam Dengan latar belakang dan urgensi tersebut, maka penting dilakukan penelitian mengenai efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui apakah media interaktif efektif atau tidak, tetapi juga untuk menggali lebih dalam bagaimana media tersebut memengaruhi proses belajar, interaksi siswa di kelas, serta cara siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai keislaman. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPS IT Raudhatus Salaam. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta empiris di lapangan mengenai bagaimana media interaktif berkontribusi terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran PAI tanpa memberikan perlakuan langsung sebagaimana dalam penelitian eksperimen. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMPS IT Raudhatus Salaam, yang berlokasi di . uliskan lokasi sekola. , pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Sekolah ini dipilih karena telah menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi SMPS IT Raudhatus Salaam, yang telah mengikuti proses pembelajaran PAI menggunakan media pembelajaran interaktif. Jumlah responden sebanyak 60 siswa, yang terdiri dari dua kelas. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa instrumen, yaitu: 79 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Angket (Kuesione. : Digunakan untuk mengukur persepsi dan tanggapan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif. Angket disusun menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban, dan berisi indikator seperti kemudahan memahami materi, daya tarik media, serta tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran. Tes Pemahaman: Tes diberikan kepada siswa setelah mengikuti pembelajaran PAI dengan menggunakan media interaktif, untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah Tes terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian singkat. Observasi: Observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran untuk mencatat keterlibatan siswa dalam kelas, respon terhadap media, dan interaksi antara guru dan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Wawancara: Wawancara dilakukan terhadap guru PAI untuk memperoleh informasi pendukung terkait pelaksanaan, manfaat, dan kendala dalam penerapan media pembelajaran interaktif. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator efektivitas media pembelajaran menurut Arsyad . , yang mencakup aspek: . kejelasan pesan, . keterlibatan siswa, . kemudahan penggunaan, dan . peningkatan hasil belajar. Setiap instrumen telah melalui uji validitas isi oleh ahli materi dan instrumen pendidikan serta diuji coba terlebih dahulu untuk mengukur Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari angket dan tes dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, dengan langkah-langkah sebagai berikut: Skor Angket: Hasil angket dikategorikan ke dalam empat tingkat efektivitas: sangat efektif, efektif, kurang efektif, dan tidak efektif berdasarkan nilai rata rata . BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam Skor Tes Pemahaman: Skor tes diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan Nilai rata-rata pemahaman siswa digunakan untuk mengukur kontribusi media interaktif terhadap hasil belajar. Data Observasi dan Wawancara Data kualitatif dari observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk mendukung dan melengkapi temuan dari data kuantitatif. Hasil dan Pembahasan Media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Penggunaan media yang tepat dan menarik tidak hanya memperjelas informasi, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang Di era digital saat ini, media pembelajaran interaktif menjadi alternatif yang potensial untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam konteks pembelajaran PAI di SMPS IT Raudhatus Salaam. Berdasarkan hasil penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap siswa kelas Vi SMPS IT Raudhatus Salaam, diperoleh gambaran umum bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman Temuan ini didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu: . tanggapan siswa terhadap penggunaan media interaktif, . hasil tes pemahaman setelah mengikuti pembelajaran dengan media tersebut, serta . hasil observasi dan wawancara dengan guru. Tanggapan Siswa terhadap Media Pembelajaran Interaktif Dari hasil angket yang disebarkan kepada 60 siswa, sebagian besar menunjukkan tanggapan yang sangat positif terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif. Sebanyak 85% siswa menyatakan bahwa media interaktif membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak Media seperti video animasi kisah nabi, kuis online (Kahoot dan Quiziz. , serta presentasi multimedia interaktif dianggap sangat membantu 81 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam memahami materi yang sebelumnya terasa sulit dipahami melalui metode ceramah konvensional. Sebagian besar siswa juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pernyataan angket seperti "Saya lebih mudah memahami materi PAI melalui media interaktif", sebanyak 78% siswa menjawab sangat setuju, dan 17% menjawab setuju. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif memiliki dampak terhadap daya serap informasi siswa. Selain itu, dari aspek visual dan audio, siswa merasa media interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Misalnya, animasi kisah para nabi atau simulasi ibadah . eperti wudhu dan sala. membantu mereka membayangkan dan memahami praktik keagamaan dengan lebih baik. Ini sejalan dengan teori pembelajaran multimodal yang menyatakan bahwa keterlibatan lebih dari satu indera akan meningkatkan pemahaman dan retensi Hasil Tes Pemahaman Siswa Untuk mengukur efektivitas media pembelajaran interaktif secara lebih objektif, dilakukan tes setelah proses pembelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa 78% siswa memperoleh skor di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. , yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami materi dengan baik. Dibandingkan dengan data sebelumnya dari semester lalu . i mana media konvensional dominan digunaka. , hanya sekitar 56% siswa yang mencapai nilai di atas KKM pada materi yang sebanding. Distribusi nilai siswa setelah menggunakan media interaktif adalah sebagai berikut: Nilai 86Ae100 . ategori sangat bai. : 30% Nilai 71Ae85 . ategori bai. : 48% Nilai 56Ae70 . ategori cuku. : 18% Nilai <56 . ategori kuran. : 4% BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam Dari data ini terlihat bahwa sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan pemahaman, yang dapat diasosiasikan dengan penggunaan media pembelajaran interaktif. Hasil Observasi Selama Proses Pembelajaran Observasi yang dilakukan selama kegiatan belajar mengajar memperkuat hasil angket dan tes. Terlihat bahwa siswa yang sebelumnya pasif dan kurang terlibat dalam diskusi kelas mulai menunjukkan minat dan partisipasi aktif. Misalnya, saat guru memutar video animasi atau menyajikan kuis interaktif, hampir seluruh siswa terlibat dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Guru juga terlihat lebih mudah dalam menyampaikan materi yang bersifat abstrak, seperti konsep keimanan, akhlak terpuji, dan sejarah nabi, karena media interaktif mampu menyajikan materi secara visual, konkret, dan Dengan demikian, media interaktif tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai pemicu interaksi dan diskusi kelas yang lebih Hasil Wawancara dengan Guru PAI Guru PAI di SMPS IT Raudhatus Salaam menyampaikan bahwa penerapan media interaktif secara umum sangat membantu dalam proses Guru merasa bahwa materi dapat tersampaikan lebih efektif karena siswa lebih fokus, terlibat, dan tidak cepat bosan. Guru juga menyatakan bahwa dengan menggunakan media interaktif, mereka dapat lebih mudah menyusun evaluasi yang menarik dan menyenangkan, seperti menggunakan kuis digital yang sekaligus bisa digunakan sebagai alat penilaian formatif. Namun, guru juga menyampaikan bahwa tantangan utama adalah keterbatasan waktu untuk merancang dan mempersiapkan media, serta ketersediaan perangkat teknologi di setiap kelas. Walaupun demikian, guru menyatakan bahwa hasil belajar siswa meningkat, terutama dari aspek pemahaman dan keterlibatan siswa selama proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam penggunaan media pembelajaran interaktif memberikan hasil yang sebanding dengan upaya yang 83 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Pembahasan Temuan Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Arsyad . yang menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif mampu merangsang motivasi belajar, meningkatkan pemahaman, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Temuan juga menguatkan hasil penelitian sebelumnya oleh Munir . , yang menekankan bahwa pembelajaran berbasis teknologi mampu menjawab tantangan pendidikan abad 21, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif Efektivitas media interaktif dalam pembelajaran PAI tidak hanya terlihat dari peningkatan skor akademik, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku belajar siswa. Mereka menjadi lebih aktif bertanya, berpendapat, serta lebih antusias mengikuti pelajaran. Artinya, media tidak sekadar alat bantu visual, tetapi juga sarana transformasi pendekatan pembelajaran dari yang bersifat monoton menjadi lebih komunikatif dan partisipatif. Namun demikian, keberhasilan penggunaan media pembelajaran interaktif tetap sangat tergantung pada kesiapan guru, sarana pendukung, dan perencanaan yang matang. Guru perlu memiliki keterampilan teknologi, kreativitas dalam menyusun materi, dan strategi pengelolaan kelas yang adaptif terhadap perubahan metode pembelajaran. Kutipan dan Acuan Penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses pendidikan telah banyak dibahas dalam berbagai literatur. Menurut Arsyad . , media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa dalam proses belajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, media interaktif mempermudah guru dalam menyampaikan materi abstrak seperti akidah dan akhlak dengan cara yang lebih konkret dan mudah dipahami. Heinich et al. menjelaskan bahwa media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga berperan dalam memotivasi BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pendidikan Agama Islam di SMPS IT Raudhatus Salaam siswa untuk belajar secara aktif. Media interaktif, seperti video, animasi, dan kuis digital, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Munir . menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan agama tidak hanya mempercepat proses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Media interaktif mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan kreatif melalui sumber-sumber digital yang dapat diakses kapan saja. Dalam praktiknya, media pembelajaran interaktif juga memperkuat model pembelajaran konstruktivis, di mana siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi membangun sendiri pemahamannya melalui pengalaman belajar yang aktif dan bermakna (Sanjaya, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Suyanto & Asep . menyebutkan menghasilkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional, terutama dalam pelajaran yang membutuhkan pemahaman konsep dan nilai seperti PAI. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sebuah media pembelajaran yang digunakan berdampak pada pemahaman siswa, ataupun pembentukan karakter Berdasarkan hasil penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap siswa kelas Vi di SMPS IT Raudhatus Salaam, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Media interaktif seperti video animasi, kuis digital, dan presentasi multimedia terbukti mampu menarik minat siswa, memudahkan pemahaman konsep-konsep keagamaan, serta mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merespons positif terhadap penggunaan media interaktif. Mereka merasa pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Sementara itu, hasil tes 85 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Mega Laela Akhiru Nahar. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta pemahaman memperlihatkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yang menandakan peningkatan pemahaman setelah mengikuti pembelajaran dengan media interaktif. Selain itu, dari hasil observasi dan wawancara dengan guru PAI, ditemukan bahwa media pembelajaran interaktif membantu guru dalam menyampaikan materi yang bersifat abstrak dengan cara yang lebih konkret dan mudah diterima oleh Siswa juga terlihat lebih fokus, aktif bertanya, dan antusias dalam mengikuti Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif efektif dan layak diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam karena mampu meningkatkan kualitas proses belajar serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu penelitian ini belum sepenuhnya sempurna dan masih memiliki beberapa keterbatasan penelitian, seperti halnya lingkup dan scope penelitian yang masing umum belum merujuk pada hal-hal spesifik atau khusus. Hal ini perlu diperhatikan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menyempurnakan penelitian kedepannya terutama mengenai efektifitas interaktif pada siswa baik secara teoritis atau praktis. Kekurangan dari penelitian ini diharapkan menjadi sebuah landasan untuk merujuk pada keilmuan lanjutan terutama dalam bidang pendidikan agama islam pada siswa. Daftar Pustaka