Jurnal Islamika Granada, 1 . September . ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/ig. Jurnal Islamika Granada Available online https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Karyawan The Effect of Perceived Organizational Support on Employee Readiness to Change Findy Suri N* Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area. Indonesia *Corresponding author: findysuri@gmail. Abstrak Perubahan organisasi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan Hal yang paling mempengaruhi efektivitas pelaksanaan perubahan dalam organisasi adalah kesiapan individu untuk berubah. Persepsi terhadap dukungan organisasi merupakan faktor yang dapat meningkatkan kesiapan untuk berubah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support terhadap kesiapan pergantian pegawai di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara. Alat ukur penelitian ini adalah skala kesiapan untuk berubah dan skala dukungan organisasi yang dirasakan. Penelitian ini dilakukan terhadap 130 pegawai di Biro Rektor Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi bersama terhadap kesiapan perubahan antar pegawai di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara. Koefisien determinasi (R) perceived organizational support mampu menjelaskan variabel kesiapan perubahan pegawai pada Biro Rektor Universitas Sumatera Utara sebesar 37,4% dan sisanya 62,6% dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang belum diteliti. Kata Kunci: Perubahan. Persepsi. Dukungan Organisasi. Abstract Organizational change is one of the important things that must be considered in the work environment. The thing that most influences the effectiveness of implementing change in the organization is the readiness of individuals to change. Perceptions of organizational support are factors that can increase readiness to change. Therefore, this study aims to determine the effect of perceived organizational support on the readiness to change of employees at the Chancellor Bureau. University of North Sumatra. The measurement tools of this research are the scale of readiness to change and the scale of perceived organizational support. This research was conducted on 130 employees at the North Sumatra Chancellor's Bureau. The results showed that there was a positive influence on the perception of organizational support together on the readiness to change among employees at the Chancellor Bureau. University of North Sumatra. The coefficient of determination (R) of perceived organizational support is able to explain the variable readiness to change in employees at the Chancellor's Bureau at the University of North Sumatra by 37. 4% and the remaining 62. 6% is explained by other independent variables that have not been studied. Keywords: Change. Perception. Organizational Support. How to Cite: N. Findy Suri. Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Karyawan. Jurnal Islamika Granada, 1 . : 37-43. ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. PENDAHULUAN Tantangan yang dihadapi oleh organisasi semakin berat di masa sekarang ini. Melihat tantangan di lingkungan organisasi yang semakin kompleks tentunya mengharuskan organisasi untuk bersikap lebih responsif agar dapat terus bertahan. Selain faktor karyawan, organisasi juga harus memperhatikan persaingan yang semakin ketat dan menuntut perubahan yang terus-menerus. Laju tantangan yang terus meningkat mengakibatkan perubahan organisasi yang tidak dapat dihindari lagi. Organisasi yang tidak beradaptasi dengan perubahan akan dikalahkan oleh pesaingnya yang akhirnya tidak akan mampu mempertahankan eksistensinya Aamodt . menyatakan walaupun perubahan dapat bermanfaat bagi organisasi, karyawan awalnya sering enggan untuk berubah. Keengganan ini mungkin dikarenakan karyawan sudah merasa nyaman melakukan pekerjaan dengan cara lama. Mereka mungkin takut perubahan yang akan menghasilkan kondisi kerja dan hasil yang kurang menguntungkan dari yang biasanya. Oleh karena itu, tidak jarang akan muncul resistensi terhadap perubahan organisasi yang terjadi. Penelitian telah menunjukkan bahwa sikap dan perilaku karyawan perlu dikembangkan untuk perubahan organisasi yang sukses (Bernerth, 2. Menurut Rowden (Madsen. Miller & John, 2. apapun alasan yang mendasari terjadinya perubahan dalam sebuah organisasi, pelaksanaan perubahan merupakan sebuah kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus berada dalam keadaan yang siap untuk berubah. Bernerth . juga menjelaskan bahwa kesiapan karyawan untuk berubah merupakan faktor penting bagi keberhasilan organisasi dalam melakukan perubahan. Menurut Hanpachern . , apabila para karyawan tidak siap untuk berubah, maka mereka tidak akan dapat mengikuti dan merasa kewalahan dengan kecepatan perubahan organisasi yang sedang Ketidaksiapan karyawan tersebut akan membawa dampak negatif bagi perubahan organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan perubahan adalah persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi merupakan salah satu aspek penting yang mempenaruhi individu untuk berubah. Rhoades . menjelaskan bahwa persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi dipengaruhi oleh bentukbentuk dukungan organisasi yang diberikan kepada karyawan. Karyawan yang menilai positif bentuk dukungan organisasi, akan memunculkan perilaku kerja yang positif dan memberikan kontribusi yang lebih kepada organisasi. Menurut Eisenberger et al . , persepsi dukungan organisasi didefinisikan sebagai persepsi pegawai mengenai derajat kepedulian organisasi terhadap keberadaan mereka dan bagaimana penghargaan yang diberikan organisasi atas kontribusi mereka terhadap organisasi. Teori persepsi dukungan organisasi menyatakan karyawan yang mempersepsikan organisasi memberikan dukungan penuh pada merekaakan membuat mereka berusaha untuk ikut membantu program-program yang dilakukan organisasi untuk mencapai efektivitasnya, termasuk di dalamnya perubahan organisasi (Eisenberger, 1. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Sektor pendidikan juga tidak luput dari perubahan, bidang ini pun terus menerus menghadapi permasalahan yang akhirnya menuntut perubahan organisasi sebagai Universitas Sumatera Utara sebagai salah satu perguruan tinggi negeri sedang mengalami berada dalam masa transisi penyesuaian tata kelola yaitu tata kelola akademik menuju Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah (PTP) dan tata kelola non-akademik menuju Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Perubahan organisasi yang terjadi tentunya menimbulkan banyak dampak terhadap para karyawan yang ada di dalamnya. Demikian halnya yang dirasakan karyawan mengenai perubahan ini. Para karyawan diharapkan mempunyai kesiapan untuk menghadapi perubahan yang terjadi demi tercapainya tujuan organisasi. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support terhadap kesiapan pergantian pegawai di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara. Alat ukur penelitian ini adalah skala kesiapan untuk berubah dan skala dukungan organisasi yang dirasakan. Penelitian ini dilakukan terhadap 130 pegawai di Biro Rektor Sumatera Utara. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesiapan untuk berubah di definisikan sebagai sikap komprehensif yang secara simultan dipengaruhi oleh isi . pa yang beruba. , proses . agaimana perubahan diimplementasika. , konteks . ingkungan dimana perubahan terjad. , dan individu . arakteristik individu yang diminta untuk beruba. yang terlibat di dalam suatu perubahan (Holt, 2. Kesiapan individu untuk berubah secara kolektif juga merefleksikan sejauh mana individu atau kelompok individu cenderung untuk menyetujui, menerima, dan mengadopsi rencana spesifik yang bertujuan untuk mengubah keadaan saat ini. Holt . menjabarkan empat dimensi dalam kesiapan untuk berubah, yaitu : Appropriateness (Kesesuaian untuk Melakukan Perubaha. Dimensi dalam kesiapan untuk berubah yang menjelaskan aspek tentang keyakinan individu bahwa perubahan yang diajukan akan tepat bagi organisasi atau perusahaan dimana organisasi juga akan mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan Individu merasakan adanya alasan yang logis untuk berubah dan adanya kebutuhan untuk perubahan yang prospektif, serta berfokus pada manfaat dari perubahan, efisiensi yang diperoleh dari perubahan, dan kongruensi tujuan perusahan dengan tujuan perubahan. Change Efficacy (Rasa Percaya terhadap Kemampuan diri untuk Beruba. Dimensi yang menjelaskan tentang rasa kepercayaan diri individu dan kelompok bahwa dirinya akan mampu untuk berkinerja dengan baik dan sukses. Dimensi ini juga menggambarkan tentang perasaan individu yang yakin bahwa dirinya https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. memiliki kemampuan dan dapat menyelesaikan tugas dan aktivitas yang berhubungan dengan pelaksanaan perubahan. Management Support (Dukungan Manajeme. Dimensi yang menjelaskan bagaimana persepsi dan perasaan individu selaku anggota dalam organisasi menerima dukungan dari pemimpin, senior atau pihak menejemen dalam menyukseskan perubahan. Personal Valence (Keuntungan bagi Individ. Dimensi yang menjelaskan aspek tentang sesuatu yang dirasakan oleh individu tentang keuntungan yang dirasakan secara personal yang akan didapatkan apabila perusahaan dapat mengimplementasikan perubahan. Menurut Rhoades and Eisenberger . persepsi dukungan organisasi merupakan kepercayan umum karyawan bahwa pekerjaan dan kontribusi mereka dinilai oleh organisasi dan organisasi peduli terhadap kesejahteraan mereka. Pendapat lainnya mengatakan mengatakan bahwa pesepsi terhadap dukungan organisasi adalah persepsi karyawan mengenai kepedulian organisasi tentang kesejahteraan mereka (Chow, 2. Menurut Rhoades & Eisenberg . , persepsi dukungan organisasi memiliki tiga aspek, yaitu: Fairness. Keadilan prosedural yang menyangkut pada cara yang digunakan untuk menetukan bagaimana mendrisbusikan sumber daya diantara karyawan. Shore dan Shore . mengemukan bahwa banyaknya kasus yang berhubungan dengan keadilan dalam distribusi sumber daya memiliki efek kumulatif yang kuat pada persepsi terhadap dukungan organisasi, ini berhubungan dengan bagaimana organisasi memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan. Supervisor Support. Karyawan akan mengembangkan persepsi global yang berhubungan dengan penilaian pada mereka oleh organisasi. Karyawan akan mengembangkan pandangan umum sejauh mana pengawas menilai kontribusi mereka dan peduli tentang kesejahteraan mereka (Kotte & Sharafinski, 1. Organisational Reward and Job Condition. Beberapa kebijakan manajemen yang dapat mengenali kontribusi karyawan dan kemudian akan berhubungan positif terhadap persepsi karyawan terhadap organisasi. Persepsi dukungan organisasi merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi kesiapan individu untuk berubah. Persepsi dukungan organisasi merujuk kepada persepsi karyawan mengenai perhatian organisasi terhadap kesejahteraan dan apa yang diinginkan mereka (Eisenberger et al, 1. Teori persepsi dukungan organisasi mengatakan karyawan yang mempersepsikan organisasi memberikan dukungan penuh pada mereka akan membuat mereka berusaha untuk ikut membantu program-program yang dilakukan organisasi untuk mencapai efektivitasnya termasuk didalamnya perubahan organisasi (Eisenberger, 1. Sebagai salah satu bentuk respon terhadap organisasi, persepsi dukungan organisasi menunjukkan hubungan timbal balik antara individu dan organisasi. Organisasi yang dipersepsikan menunjukkan dukungan terhadap karyawannya akan membuat karyawan menjadi lebih siap untuk berubah. Namun sebaliknya, organisasi https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. yang dipersepsikan kurang menunjukkan dukungan terhadap karyawanya membuat karyawan menolak adanya perubahan. Kemudian adanya persepsi dukungan organisasi yang baik dari karyawan membuat karyawan tidak menganggap suatu perubahan sebagai sesuatu yang mengancam, namun sebagai sesuatu yang membantu mereka bekerja lebih efektif lagi (Eby et al, 2. Hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah dilihat dengan menggunakan Pearson Corellation. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada table 1 berikut Table 2. Hasil Uji Pearson Correlation persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah Kesiapan untuk Berubah Persepsi Dukungan Organisasi Pearson Correlation Sig. -taile. Pada tabel diatas menunjukkan korelasi antara persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah adalah 0. p<0. yang berarti adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah. Sedangkan arah hubungan adalah positif, berarti semakin tinggi tingkat persepsi yang positif terhadap dukungan organisasi maka kesiapan untuk berubah akan semakin meningkat. Hasil uji regresi sederhana pengaruh variabel persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubah dapat dilihat pada tabel 2 berikut : Table 2. Hasil Uji Regresi persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate ,507a ,257 ,251 12,008 Predictors: (Constan. , persepsi_dukungan_organisasi Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa nilai R sebesar 0. 507 untuk korelasi antara persepsi dukungan organisasi dengan kesiapan untuk berubah, dengan koefisien determinasi sebesar 0. 257 yang berarti bahwa variabel kesiapan untuk berubah dipengaruhi oleh persepsi dukungan organisasi 25. 7% dan sisanya sebesar 74. dipengaruhi oleh faktor lain selain persepsi dukungan organisasi. Dari hasil uji regresi juga diperoleh hasil coefficient sebagaimana terlihat dalam tabel 3 berikut : Tabel 3. Coefficient Uji Regresi Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Kesiapan untuk Berubah Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. 65,088 7,902 8,236 ,000 Persepsi dukungan ,770 ,116 ,507 6,648 ,000 Dependent Variable: kesiapan_Berubah Berdasarkan tabel 3 dapat dibuat persamaan regresi Y = 65. 77 Persepsi Dukungan Organisasi. Konstanta 65. 088 pada persamaan menunjukkan bahwa apabila variabel persepsi dukungan organisasi bernilai 0, maka kesiapan untuk berubah https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. memiliki nilai sebesar 65. Nilai koefisien regresi variabel persepsi dukungan organisasi bernilai positif, yaitu sebesar 0. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan persepsi dukungan organisasi sebesar 1 poin, maka kesiapan untuk berubah karyawan pada organisasi akan meningkat sebesar 0. 770 poin. Selanjutnya untuk pengujian hipotesis yaitu Auterdapat pengaruh positif persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubahAy dapat dibuktikan dengan melihat nilai signifikansi. Jika signifikansi < 0. 05 maka Ho ditolak dan jika signifikansi > 05 maka Ho diterima. Karena nilai signifikansi pada tabel 21 sebesar 0. 00 (< 0. dan nilai koefisien regresi bernilai positif maka Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh positif persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubah. Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan hubungan antara dan persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubah. Menurut teori norma timbal balik, kesediaan karyawan untuk melakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap seberapa besar organisasi mendukung mereka (Eisenberger. Huntington. Hutchinson, & Sowa, 1. Karyawan yang memiliki persepsi positif terhadap dukungan organisasi menunjukkan sikap yang positif dan sikap kerja yang baik (Eisenberger. Cummings. Armeli, & Lynch, 1. Selain itu pendapat lainnya mengatakan jika karyawan merasakan dan percaya bahwa organisasi mempertimbangkan mereka sebagai aset yang berharga dan menerima dukungan yang diperlukan dari organisasi, akan menciptakan motivasi karyawan untuk memperbaiki kinerja didalam organisasi. Oleh karena itu faktor dukungan organisasi dapat menjadi penentu bagi kesuksesan perubahan organisasi (Shore and Shore, 1. Hal ini juga sesuai dengan pendapat Eisenberger . dimana keyakinan yang mendasari kesimpulan karyawan mengenai dukungan organisasi terhadap mereka ikut mempengaruhi sikap karyawan pada organisasi. Dukungan organisasi yang kuat menciptakan perasaan akan kewajiban bagi karyawan untuk membalas dukungan tersebut dengan menunjukkan perilaku yang mendukung tujuan organisasi . Persepsi bertanggungjawab untuk peduli pada kesejahteraan dan keberlangsungan organisasi (Eisenberger et al. , 1. Sejalan dengan hal ini Eisenberger et al. menyatakan bahwa karyawan yang merasa dihargai oleh organisasi dan atasannya akan lebih menyadari tanggungjawabnya serta lebih terlibat dengan organisasi. Oleh karena itu organisasi dan atasan harus dapat menghargai dan mendukung karyawan atas usaha yang telah dilakukan karena dukungan yang dirasakan karyawan akan meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap organisasi. Dengan demikian ketika karyawan telah memiliki persepsi positif terhadap organisasi, maka karyawan juga akan bersedia melakukan hal-hal yang menyangkut kepentingan organisasi termasuk perubahan https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Oleh karena itu dengan persepsi yang positif terhadap dukungan organisasi karyawan juga akan lebih siap dalam perubahan organisasi. DAFTAR PUSTAKA