ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Analisis Cost Of Illnes dan Dampak Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional dalam Mengurangi Beban Ekonomi Penderita Hipertensi Adila Solida*1. Dwi Noerjoedianto 2. Arnild Augina Mekarisce 3. Fitri Widiastuti 4 1,2,3 Prodi Kesehatan Masyarakat. FKIK. Universitas Jambi Prodi Manajemen. FEB. Universitas Jambi Email co-Author: *1 adilasolida@unja. ABSTRAK Prevalensi hipertensi menempati urutan teratas sebagai kejadian penyakit paling banyak di Provinsi Jambi dalam 5 tahun terakhir. Biaya pengobatan dan penanganan hipertensi yang harus ditanggung masyarakat relatif tinggi. Adanya penekanan biaya dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan mengurangi beban ekonomi yang Studi ini bertujuan menganalisis perbedaan rerata biaya akibat penyakit hipertensi antara penderita yang memanfaatkan JKN dengan penderita yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri di Kota Jambi tahun 2022. Studi berbasis evaluasi ekonomi dengan pendekatan kuantitatif, dilakukan di Kota Jambi tahun 2022. Responden berjumlah 165 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen studi berupa angket. Pengolahan data menggunakan software statistik dengan tahap analisis statistik deskriptif dan analisis bivariat uji-T. Hasil studi bahwa terdapat perbedaan rerata biaya langsung medis . =0,. , biaya langsung non medis . =0,. , dan total biaya akibat penyakit hipertensi . =0,. antara penderita yang memanfaatkan JKN dengan penderita yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri. Kesimpulan studi bahwa perbedaan rerata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi yang memanfaatkan JKN berdampak pada penurunan beban ekonomi keluarga terutama pada komponen biaya langsung medis sebesar 97,8%. Kata Kunci: Analisis Biaya. Dampak pemanfaatan. JKN. Beban Ekonomi. Hipertensi. PENDAHULUAN Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi kejadian terus bertambah di banyak negara seiring perkembangan zaman. Prevalensi hipertensi meningkat tajam di Indonesia dari tahun 2013 sebesar 25,8% menjadi 34,1% pada tahun 2018 (Kemenkes, 2. Hipertensi bersifat laten, sering tidak disadari, dan memerlukan biaya yang relatif besar dalam pengobatan atau Hipertensi berpotensi menimbulkan pengeluaran katastropik dalam rumah tangga, yaitu pengeluaran untuk penyakit yang memerlukan biaya besar dalam pengobatan, berpotensi atau disertai komplikasi dan dapat mengancam jiwa. Dalam rangka mengurangi resiko masyarakat yang akan menanggung biaya kesehatan dari kantong sendiri. Kementerian Kesehatan melalui program Jaminan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Kesehatan Nasional (JKN). Temuan pada studi terdahulu bahwa pembiayaan kesehatan yang harus ditanggung masyarakat dari kantong sendiri tidak sepenuhnya terhenti karena adanya penekanan biaya kesehatan dari BPJS Kesehatan. Pemanfaatan jaminan kesehatan hanya dapat menurunkan 12,97% pengeluaran kesehatan katastropik. Lebih dari 50% belanja selain makan dalam sebulan dialihkan untuk pengeluaran rawat inap yang harus dikeluarkan hampir 77% rumah tangga di Indonesia (Situmeang & Hidayat, 2. Sebanyak 65% penderita hipertensi dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iura. masih mengeluarkan biaya kesehatan sendiri di Kabupaten Pamekasan, rata-rata biaya langsung yang dikeluarkan sebesar Rp 600 dan rata-rata biaya tidak langsung adalah sebesar Rp 674. 980 (Istiqomah. Total biaya yang harus ditanggung penderita hipertensi peserta BPJS rawat jalan di Puskesmas dalam 1 tahun berada pada rentang Rp 36. 140 sampai Rp 000 per pasien dengan terapi tunggal captopril (Etika et al. , 2. Rata-rata total biaya medik langsung penderita hipertensi tanpa penyakit lain berkisar antara Rp. 284 sampai Rp. 632 per bulan (Baroroh & Fathonah, 2. Pengukuran beban ekonomi pada penderita hipertensi perlu dilakukan di Kota Jambi melalui analisis cost of illness. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 21. penduduk Kota Jambi usia Ou 20 tahun menderita penyakit hipertensi. Kejadian penyakit hipertensi selalu berada pada posisi teratas dari tahun 2016 hingga tahun 2020 dengan rentang persentase 13,69% sampai 23,63% dari 10 penyakit terbanyak yang terdata di seluruh puskesmas Provinsi Jambi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2020. Jumlah tersebut berpotensi mengarah pada kejadian katastropik akibat beban ekonomi yang ditanggung masyarakat dalam pembiayaan pengobatan dan penanganan penyakit hipertensi. Hasil penelitian bahwa pola belanja kesehatan masyarakat penderita penyakit kronis di Kota Jambi dengan status peserta JKN mandiri cenderung menimbulkan katastropik sebesar 31,3% (Solida, n. METODE Studi berbasis evaluasi ekonomi dengan pendekatan kuantitatif. Variabel yang diteliti merupakan variabel independen yang terdiri dari biaya langsung medis, biaya langsung non medis, biaya tidak langsung dan total biaya akibat penyakit. Penelitian dilakukan pada dua wilayah kerja puskesmas di Kota Jambi. Responden berjumlah 165 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa Pengolahan dan analisis data berbasis komputerisasi dilakukan dua tahap melalui analisis statistic deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji-T. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden dibagi dalam dua kelompok berdasarkan metode pembayaran yang dilakukan yaitu dengan metode asuransi kesehatan JKN dan metode pembayaran dari kantong sendiri . ut of pockec. Pengelompokan ini untuk melihat seberapa ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 besar manfaat penggunaan JKN bagi penderita hipertensi yang memanfaatkan asuransi kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan pembiayaan kesehatan bagi peserta. Responden yang selalu menggunakan JKN selama 1 tahun terakhir untuk pembiayaan penyakit hipertensi sebanyak 111 orang . ,3%), sedangkan responden yang melakukan pembayaran sendiri (OOP) atau pasien umum di puskesmas selama 1 tahun terakhir untuk pengobatan hipertensi sebanyak 54 orang . ,7%). Seluruh Responden Biaya Sendiri (OOP) Pengguna JKN Biaya Langsung Medis Biaya Biaya Tidak Total Biaya Langsung Langsung (COI) Non Medis Gambar 1. Komponen Biaya Rata-Rata Penderita Hipertensi Berdasarkan perspektif pasien, rata Ae rata biaya langsung medis yang dikeluarkan oleh penderita hipertensi selama satu tahun adalah Rp 23. 612,- dengan rentang biaya paling sedikitRp 0,- dan paling banyak Rp 250. 000,-. Biaya langsung medis merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pasien langsung setelah mendapatkan pemeriksaan atau tindakan pelayanan kesehatan. Pada pasien yang menggunakan metode pembayaran dari kantong sendiri rata-rata biaya langsung medis yang dikeluarkan adalah Rp 69. 925,- selama satu tahun dengan rentang biaya yang dikeluarkan adalah paling sedikit Rp 20. 000,- dan biaya paling banyak Rp 250. 000,selama satu tahun. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil pendataan rata-rata pasien umum yang melakukan pengobatan rawat jalan ke puskesmas yang hanya akan mengeluarkan biaya Rp 5. 000,- untuk sekali pemeriksaan dan sudah meliputi biaya Rata-rata biaya langsung medis penderita hipertensi yang menggunakan JKN adalah sebesar Rp 930,- dengan rentang biaya langsung medis paling sedikit adalah Rp 0,- dan paling banyak Rp 30. 000,-. Hasil distribusi menunjukkan bahwa rata Ae rata biaya langsung medis yang dikeluarkan oleh penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri lebih besar (Rp 69. 925,-) dibandingkan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 dengan rata Ae rata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi pengguna JKN (Rp 930,-). Biaya langsung non medis yang dikeluarkan penderita hipertensi rata Ae rata berkisar pada Rp 116. 339,- dengan rentang biaya paling sedikit adalah Rp 0,- sampai yang paling banyak yaitu Rp 480. 000,- selama satu tahun. Biaya langsung non medis berasal dari biaya transportasi yang dikeluarkan oleh penderita hipertensi dan atau kelurga pendamping untuk satu kali kunjungan ke puskemas atau fasilitas kesehatan dikalikan dengan frekuensi kunjungan berobat setiap bulan, dikalikan 12 untuk memperoleh total biaya selama satu tahun. Pada penderita hipertensi pengguna JKN rata-rata biaya langsung non medis yang dikeluarkan selama satu tahun adalah Rp 125. 081,- dengan rentang biaya paling sedikit adalah Rp 0,- dan biaya paling banyak adalah Rp 480. 000,-. Pada penderita hipertensi dengan biaya dari kantong sendiri, rata Ae rata biaya langsung non medis yang dikeluarkan adalah Rp 98. 370,-. dengan rentang biaya paling sedikit Rp 0,- dan biaya paling banyak adalah Rp 288. 000,-. Hasil distribusi masing-masing kelompok penderita hipertensi, rata Ae rata biaya langsung non medis lebih banyak pada penderita hipertensi pengguna JKN (Rp 081,-) dibandingkan dengan penderita hipertensi yang membayar dengan biaya sendiri (Rp 98. 370,-). Rata-rata biaya tidak langsung penderita hipertensi adalah Rp 484,- dengan rentang biaya paling sedikit Rp 0,- dan biaya paling banyak Rp 000,-. Biaya tidak langsung dihitung berdasarkan jumlah pendapatan per hari penderita hipertensi dan jumlah pendapatan per hari keluarga pendamping penderita hipertensi untuk berobat dikalikan dengan jumlah hari kerja yang hilang dalam satu bulan dikarenakan melakukan pengobatan hipertensi. Rata Ae rata biaya tidak langsung penderita hipertensi dengan biaya dari kantong sendiri adalah Rp 12. 962,- dengan rentang biaya paling sedikit adalah Rp 0,- dan biaya paling banyak adalah Rp 700. 000,-. Sementara itu rata Ae rata biaya tidak langsung penderita hipertensi pengguna JKN adalah Rp 6. 306,- dengan rentang nilai paling sedikit Rp 0,- dan biaya paling banyak adalah Rp 700. 000,-. Hasil distribusi biaya tidak langsung menunjukkan bahwa rata-rata biaya tidak langsung yang dikeluarkan penderita hipertensi dengan biaya dari kantong sendiri lebih banyak (Rp 12. 962,-) dibandingkan dengan penderita hipertensi pengguna JKN (Rp 6. 306,-). Rata-rata total biaya akibat penyakit hipertensi adalah Rp 148. 436,- selama satu tahun dengan rentang total biaya paling kecil adalah Rp 0,- dan total biaya paling banyak adalah Rp 1. 000,-. Total biaya akibat penyakit hipertensi . ost of illnessCOI) atau istilah lain beban ekonomi akibat penyakit hipertensi merupakan perhitungan dari penjumlahan biaya yang dikeluarkan untuk biaya langsung medis, biaya langsung non medis dan biaya tidak langsung yang dilekuarkan oleh penderita hipertensi. Pada studi ini kurun waktu yang digunakan untuk perhitungan COI adalah jumlah biaya selama satu tahun. Pada penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri, rata Ae rata total biaya yang digunakan untuk pengobatan hipertensi selama satu tahun ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 adalah Rp 181. 259,- dengan rentang total biaya paling sedikit adalah Rp 48. 000,- dan total biaya paling banyak adalah Rp 1. 000,-. Rata Ae rata total biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi pengguna JKN adalah sebesar Rp 132. 468,- dengan rentang total biaya paling sedikit Rp 0,- dan total biaya paling banyak Rp 1. 000,-. Hasil distribusi total biaya menunjukkan rata-rata total biaya penderita hipertensi dengan pembayaran dari kantong sendiri (Rp 181. 259,-) lebih banyak dibandingkan dengan penderita hipertensi pengguna JKN (Rp Rp 132. 468,-). Tabel 1. Perbedaan Rerata Biaya Akibat Penyakit Hipertensi Pada Pengguna JKN dan Pembayaran dari Kantong Sendiri T. PVariabel Kelompok Mean Biaya Langsung Pengguna JKN 111 Medis Biaya sendiri 290 163 22. (OOP) Biaya Langsung Pengguna JKN 111 125081. Non Medis Biaya sendiri 557 163 2. (OOP) Biaya Tidak Pengguna JKN 111 Langsung Biaya sendiri 934 163 0. (OOP) Total Biaya Pengguna JKN 111 132468. Akibat Biaya sendiri 088 163 2. Penyakit (COI) (OOP) Pengukuran perbedaan rerata masing-masing biaya yang dikeluarkan untuk penyakit hipertensi berdasarkan perolehan nilai signifikansi P-value <0,005 pada Tabel 2. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan rerata biaya langsung medis antara penderita hipertensi pengguna JKN (M=1081. SD=5174. dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri (M=69925. SD= 31522. , t. =22. p= 0. Terdapat perbedaan signifikansi rerata biaya langsung non medis antara penderita hipertensi pengguna JKN (M=125081. SD=78881. dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri (M=98370. SD= 67964. , t. =2. p= 0. Tidak terdapat perbedaan signifikansi rerata biaya tidak langsung antara penderita hipertensi pengguna JKN (M=6306. SD=66441. dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri (M=12962. SD= 95257. , t. =0. p= 0. Terdapat perbedaan signifikansi rerata total biaya akibat penyakit antara penderita hipertensi pengguna JKN (M=132468. SD=116497. dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri (M=181259. SD= 136290. , t. =2. Biaya yang dikeluarkan akibat penyakit adalah beban ekonomi yang harus ditanggung pasien akibat penyakit yang dideritanya. Biaya yang diakibatkan oleh penyakit hipertensi memang tidak sebanyak penyakit kronis lainnya seperti penyakit ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 kanker yang membutuhkan biaya kemoterapi atau penyakit ginjal yang memerlukan perawatan hemodialisis. Namun pada studi terdahulu diketahui bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi juga dapat menjadi beban ekonomi yang dapat mengganggu pengeluaran kesehatan rumah tangga dan berujung pada kerapuhan ekonomi (Mulianingsih et al. , 2. Hal ini disebabkan oleh penyakit hipertensi yang tergolong penyakit menahun yang memerlukan konsumsi obat sepanjang tahun. Biaya langsung medis hipertensi yang sudah ditanggung pembiayaannya melalui program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan memberikan dampak yang positif bagi pesertanya. Selisih rerata biaya langsung medis antara penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri (Rp 69. 925,-) dengan pengguna JKN (Rp 930,-) adalah Rp 68. 995,- sehingga pada studi ini diperoleh hasil bahwa pemanfaatan JKN berhasil menurunkan biaya langsung medis pada penderita hipertensi sebesar 98,7%. Selain itu adanya perbedaan rerata biaya langsung medis yang ditimbulkan pada pemanfaatan JKN . =0,. juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan JKN memiliki dampak dalam mengurangi beban ekonomi keluarga akibat penyakit Bagi penderita hipertensi, penggunaan JKN akan membantu pasien hipertensi lebih rutin dalam memperoleh pengobatan untuk mempercepat penyembuhan sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan. Cakupan kepesertaan JKN yang sudah tinggi belum menjadi pencetus akan pemanfaatan JKN yang tinggi (Noerjoedianto & Subandi, 2. Pemerintah harus gencar dalam mensosialisasikan tentang manfaat JKN dalam memelihara kesehatan dan keutuhan ekonomi rumah tangga terutama dalam mengurangi beban ekonomi akibat hipertensi. Studi terdahulu menyatakan bahwa kehadiran JKN dapat memberikan penurunan biaya yang signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga (Tarigan & Suryati, 2. JKN juga berperan dalam membantu pasien bersalin dalam mengurangi beban biaya persalinan (Nugraheni et al. , 2. KESIMPULAN Rata Ae rata total biaya akibat penyakit hipertensi di Kota Jambi Rp 148. 436,- pada rentang Rp 0,- sampai Rp 1. 000,- selama satu tahun. Terdapat perbedaan signifikan rerata biaya langsung medis, biaya langsung non medis dan total biaya akibat hipertensi antara penderita hipertensi pengguna JKN dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri. Perbedaan rerata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi yang memanfaatkan JKN berdampak pada penurunan beban ekonomi keluarga terutama pada komponen biaya langsung medis sebesar 97,8%. SARAN Direkomendasikan pada Pemerintah Kota Jambi dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kegiatan promotif, mengedukasi dan meningkatkan kesadaran ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan jaminan kesehatan yang dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga akibat hipertensi. DAFTAR PUSTAKA