Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Available online at: https://jiped. org/index. php/JSPG ISSN (Onlin. 2599-0756 Pembelajaran PPKN Berbasis Proyek dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila di SMPN 5 Tulungagung Aprilia Eka Ardinta1*. Hikmah Eva Trisnantari2 ekaaprilia821@gmail. com1*, hikmaheva@gmail. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Bhinneka PGRI Abstract : This study aims to determine the implementation and evaluation of project-based Civics learning in shaping the profile of Pancasila students. This type of research is qualitative research with observation research methods, interviews, and documentation. Researchers used data analysis techniques using the approach developed by Miles and Huberman include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of project-based learning uses six steps according to its syntax including determining fundamental questions, designing project planning, preparing schedules, monitoring students and project progress, testing results, and evaluating experiences. To form the profile of Pancasila learners through project-based learning, teachers give project assignments in groups that begin with a question. Evaluation of project-based learning uses non-test evaluation tools carried out by direct Keywords : Civics Learning. Project Based. Pancasila Student Profile. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PPKn berbasis proyek dalam membentuk profil pelajar Pancasila. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis data menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Miles and Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek menggunakan enam langkah sesuai sintaksnya meliputi penentuan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, penyusunan jadwal, memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan evaluasi pengalaman. Untuk membentuk profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek, guru memberikan penugasan proyek secara kelompok yang dimulai dengan sebuah pertanyaan. Evaluasi pembelajaran berbasis proyek menggunakan alat evaluasi non tes yang dilakukan dengan cara observasi langsung. Kata Kunci : Pembelajaran PPKn. Berbasis proyek. Profil Pelajar Pancasila PENDAHULUAN Pendidikan dianggap sebagai bagian utama untuk menyiapkan generasi muda dalam menghadapi dinamika perubahan dan berkembang teknologi yang terus berlanjut. Pesatnya perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang canggih, telah mengubah tampilan pendidikan menjadi lebih modern sesuai dengan globalisasi. Perkembangan teknologi yang Copyright A 2024 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari semakin canggih tidak hanya membawa keuntungan, namun juga dapat membawa tantangan baru yaitu menurunnya karakter generasi muda yang dianggap jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Upaya meningkatkan karakter generasi muda di Indonesia, diimplementasikan melalui pendidikan karakter (Faiz dan Kurniawaty, 2. Pada program kurikulum terbaru yang disebut kurikulum merdeka, diprakarsai oleh Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi yaitu Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan pembentukan karakter peserta didik dengan menggunakan serangkaian strategi utama. Tujuan utamanya adalah menciptakan pelajar memiliki perilaku dan karakter yang selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Konsep ini dijelaskan dalam regulasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan Nomor 22 Tahun 2020 yang membahas Rencana Strategi Kemendikbud Tahun 2020-2024. Menurut informasi yang telah dirilis oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi dalam siaran Pers Nomor 21/sipers/A6/I/2022. Kemendikbudristek mengumumkan bahwa akan ada tiga opsi kurikulum yang diimplementasikan oleh institusi pendidikan selama masa pembelajaran dari tahun 2022 hingga 2024, yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan kurikulum prototipe. Kurikulum prototipe biasa disebut dengan kurikulum merdeka belajar adalah sebuah (Kemendikbudristek, 2. Profil pelajar Pancasila memuat enam dimensi karakter yang esensial bagi setiap peserta didik. Enam dimensi ini saling berhubungan dan saling mendukung, sehingga menghasilkan profil pelajar Pancasila yang komprehensif memerlukan perkembangan dari enam aspek ini. Bagian dari dimensi profil pelajar Pancasila mencakup . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. berkebhinekaan global. bergotong royong. bernalar kritis. Pembentukan profil pelajar Pancasila dapat dilakukan melalui budaya yang ada di sekolah, project tentang profil pelajar Pancasila, pembelajaran ekstrakurikuler ataupun pembelajaran intrakurikuler (Sufyadi et al. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. merupakan bagian integral dari kurikulum sebagai materi pembelajaran yang memegang peran yang signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik. Faktor ini dikarenakan cakupan materi pembelajaran PPKn yang sangat luas, termasuk pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila (Dina. Rohmatulloh, dan Toni, 2. Bagi guru, penting untuk menerapkan model pembelajaran lebih inovatif dan berpusat kepada peserta didik yang bertujuan untuk menunjang terbentuknya https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari karakter profil pelajar Pancasila, seperti penggunaan pembelajaran berbasis proyek sebagai upaya untuk mendukung pemulihan pembelajaran oleh Kemendikbudristek. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, diperlukan penelitian yang mendalam untuk mengkaji lebih lanjut mengenai pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan membentuk profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran PPKn. Karena alasan tersebut, peneliti merasa ingin melaksanakan penelitian dengan judul Pembelajaran PPKn Berbasis Proyek dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila di SMPN 5 Tulungagung. METODE PENELITIAN Penelitian yang berjudul Pembelajaran PPKn Berbasis Proyek dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila di SMPN 5 Tulungagung menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dan digunakan untuk menyelidiki kondisi alami dari objek yang diteliti. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, peneliti menggunakan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini meliputi pelaksanaan pembelajaran PPKn berbasis proyek di kelas VII. Penelitian ini dilakukan di SMPN 5 Tulungagung yang beralamat di Jalan Rejosari. Desa Kedungsoko. Kecamatan Tulungagung. Kabupaten Tulungagung, kodepos 66215. Informan dari penelitian ini terdiri dari guru PPKn kelas VII dan peserta didik kelas VII. Penelitian ini menggunakan dua instrumen penting, menurut Sugiyono . , terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Ada tiga teknik yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data meliputi teknik observasi, wawancara, dan Peneliti menggunakan teknik analisis data menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Miles and Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pembelajaran PPKn berbasis proyek dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMPN 5 Tulungagung. Pelaksanaan pembelajaran merupakan langkah guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan belajar serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik (Ariani et al, 2. Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan juga mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif dan inovatif. Keterampilan kreatif dan inovatif dapat mencerminkan karakter yang sesuai dalam profil https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari pelajar Pancasila. Contoh bentuk proyek dari pembelajaran berbasis proyek di SMPN 5 Tulungagung yaitu proyek kebhinnekaan, proyek kampanye kebersihan lingkungan sekolah, dan proyek pelestarian tradisi lokal. Dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, guru harus mengikuti sintaks yang ada agar proses pembelajaran menjadi lebih maksimal. Pembelajaran PPKn berbasis proyek melibatkan enam langkah yang harus dilaksanakan secara Penentuan pertanyaan mendasar. Pembelajaran berbasis proyek diawali dengan pertanyaan mendasar yang berfungsi sebagai pilar utama dalam proses pembelajaran. Pertanyaan mendasar adalah pertanyaan yang disusun dengan cermat oleh guru pada awal pembelajaran, yang bertujuan untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari Pertanyaan mendasar berperan sebagai cara bagi guru untuk memberikan penugasan kepada peserta didik. Penugasan yang berasal dari pertanyaan dirancang untuk melatih peserta didik agar mampu bernalar kritis. Keterampilan bernalar kritis yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis proyek mencerminkan karakter profil pelajar Pancasila. Mendesain perencanaan proyek. Mendesain perencanaan proyek dilakukan secara kolaboratif oleh guru dan peserta didik. Guru mengarahkan peserta didik dalam merancang tahapan pengerjaan proyek, serta menentukan alat dan bahan yang akan digunakan. Untuk mempercepat proses pengerjaan proyek, guru meminta peserta didik menyiapkan alat dan bahan dari rumah, sehingga saat pembelajaran di kelas waktunya tidak terbuang untuk mencari alat dan bahan. Guru mengarahkan peserta didik untuk membagi tugas dalam kelompok agar pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Pembagian tugas ini juga melatih kemandirian dan tanggung jawab peserta didik terhadap tugas yang diberikan, hal ini mencerminkan karakter yang sesuai dalam profil pelajar Pancasila. Menyusun jadwal. Penyusunan jadwal proyek sangat penting dalam proses pembelajaran proyek. Jadwal ini berfungsi sebagai pedoman bagi peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas proyek secara terstruktur dan tepat waktu. Jadwal proyek disusun berdasarkan kesepakatan antara guru dan peserta didik, dengan memastikan bahwa semua pihak memahami dan menyetujui batas waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, penyusunan jadwal proyek membantu mengarahkan peserta didik menuju pencapaian hasil yang optimal dan meminimalkan risiko keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek. Guru memiliki tanggung jawab dalam memonitor aktivitas peserta didik dan kemajuan proyeknya. Guru melakukan monitoring kepada peserta didik selama pembelajaran dengan cara mendekati setiap kelompok untuk https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari mengecek kemajuan proyek mereka. Pendekatan ini menunjukkan komitmen guru dalam memberikan perhatian pribadi kepada setiap kelompok dan memastikan bahwa peserta didik mendapatkan bimbingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka. Guru juga memberikan bantuan jika peserta didik mengalami kesulitan. Pada tahap ini peserta didik mengerjakan proyek dengan cara bekerja sama dan saling membantu jika ada yang kesulitan. Perilaku tersebut mencerminkan karakter yang sesuai dalam profil pelajar Pancasila. Menguji hasil. Menguji hasil dilaksanakan setelah peserta didik selesai mengerjakan tugas proyeknya. Pengujian hasil proyek dilakukan oleh peserta didik dengan cara mempresentasikan hasil proyek kepada peserta didik yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan kelompok lain. Sesi tanya jawab ini menciptakan lingkungan yang mendorong interaksi dan partisipasi aktif, membantu peserta didik terlibat lebih mendalam dalam materi, memotivasi pemikiran kritis, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Proses ini mencerminkan karakter yang sesuai dalam profil pelajar Pancasila. Evaluasi pengalaman. Evaluasi pengalaman dilakukan oleh guru bersama peserta didik setelah proses presentasi hasil proyek selesai. Guru melakukan evaluasi pengalaman belajar peserta didik menggunakan metode diskusi. Melalui diskusi, setiap kelompok diberi kebebasan untuk mengungkapkan pengalaman mereka selama pembelajaran berbasis proyek. Ini sesuai dengan tujuan evaluasi pengalaman belajar, yaitu untuk memahami secara mendalam pengalaman yang dialami peserta didik selama proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek ini menjadi model pembelajaran yang disarankan Kemendikbudristek untuk digunakan guru dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pembentukan profil pelajar Pancasila sangat penting ditanamkan dalam diri peserta didik agar mereka dapat beradaptasi dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat dan juga dapat menjadi solusi terhadap masalah penurunan karakter (Ismail et al, 2. Pelaksanaan pembelajaran PPKn berbasis proyek pada peserta didik kelas VII di SMPN 5 Tulungagung menggunakan pendekatan yang berfokus pada peserta didik, dimana guru hanya sebagai fasilitator. Untuk membentuk profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek, guru memberikan penugasan proyek secara kelompok yang dimulai dengan sebuah Jadi peserta didik dapat terlibat aktif dan mampu berpikir kritis, hal ini sesuai dengan pendapat Rianda dan Sayekti . , yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan suatu pendekatan pembelajaran inovatif yang memungkinkan peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta untuk mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari Pada proses pembelajaran, peserta didik diajarkan untuk memiliki keterampilanketerampilan yang mencerminkan profil pelajar Pancasila seperti dimensi berakhlak mulia dengan cara mau membantu teman yang membutuhkan, dimensi berkebhinekaan global dengan cara mampu berkomunikasi secara baik, dimensi gotong royong dengan cara mampu bekerja sama dengan teman, dimensi mandiri dengan cara mampu bertanggung jawab saat diberikan tugas, dimensi bernalar kritis dengan cara mampu menjawab pertanyaan maupun memberikan pertanyaan, dan dimensi kreatif dengan cara mampu memberikan ide yang kreatif dalam sebuah Dengan begitu, pelaksanaan pembelajaran PPKn berbasis proyek dapat digunakan guru untuk membentuk profil pelajar Pancasila pada diri peserta didik agar peserta didik mampu beradaptasi pada perkembangan teknologi yang semakin pesat. Evaluasi pembelajaran PPKn berbasis proyek dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMPN 5 Tulungagung. Evaluasi pembelajaran merupakan proses pengukuran dan penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Proses ini tidak hanya sebatas penilaian hasil belajar, tetapi juga mencakup penilaian proses pembelajaran (Febriana, 2. Di SMPN 5 Tulungagung, evaluasi hasil proyek pada mata pelajaran PPKn kelas VII dilakukan dengan cara mempresentasikan hasil proyek kepada peserta didik yang lain di dalam kelas. Sedangkan untuk mengevaluasi proses pembelajaran berbasis proyek, guru dan peserta didik melaksanakan Pada proses refleksi, peserta didik diminta untuk menyampaikkan pendapatnya mengenai pembelajaran proyek yang telah dilaksanakan. Dengan cara refleksi ini, dapat digunakan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran agar sesuai dengan minat peserta Evaluasi pembelajaran juga digunakan guru untuk melakukan penilaian berupa aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Di SMPN 5 Tulungagung, guru PPKn kelas VII menggunakan alat bantu non tes untuk menilai aspek sikap dan keterampilan peserta didik. Pendekatan ini sesuai dengan pendapat Herianto . , yang menyatakan bahwa alat evaluasi non tes efektif untuk menilai sikap, keterampilan, dan minat peserta didik. Penelitian pada peserta didik kelas VII di SMPN 5 Tulungagung juga menunjukkan bahwa alat evaluasi non tes, seperti observasi langsung saat peserta didik mengerjakan proyek dapat digunakan untuk menilai sikap dan keterampilan peserta didik. Sementara itu, penilaian pengetahuan lebih dititikberatkan pada hasil akhir proyek peserta didik. Dengan begitu, evaluasi pembelajaran PPKn berbasis proyek dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada peserta didik kelas VII https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari di SMPN 5 Tulungagung melibatkan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran dan hasil proyek peserta didik. SIMPULAN Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran PPKn kelas VII di SMPN 5 Tulungagung sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan sintaks pembelajaran berbasis proyek meliputi penentuan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, penyusunan jadwal, memonitoring peserta didik dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Pelaksanaan pembelajaran PPKn berbasis proyek ini dapat digunakan guru dalam membentuk profil pelajar Pancasila, karena dalam proses pembelajaran berbasis proyek dapat melatih peserta didik untuk membentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Evaluasi pembelajaran PPKn berbasis proyek dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada kelas VII di SMPN 5 Tulungagung dilakukan guru dan peserta didik dengan cara refleksi. Dalam proses refleksi, peserta didik diminta untuk menyampaikan pendapatnya mengenai pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat digunakan guru untuk menilai hasil proyek dan proses pembelajaran dengan alat evaluasi yang berupa non tes. DAFTAR RUJUKAN Ariani. Masruro. Saragih. Hasibuan. , dan Simamora. Buku Ajar Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: CV. Widina Media Utama. https://doi. org/10. 21070/2022/978-623-464-043-4 Dina. Rohmatulloh. , dan Toni. Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Gotong Royong dan Kreatif Pada Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol https://doi. org/10. 23969/jp. Faiz. , dan Kurniawaty. Urgensi Pendidikan Nilai di Era Globalisasi. Jurnal Basicedu, 6. , 3222Ae3229. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Febriana. Evaluasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Herianto. Buku Ajar Evaluasi Pembelajaran PPKN Edisi Pertama. 1Ae90. Mataram: Yayasan Nusatenggara Centre. Kemendikbudristek. Dimensi. Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 68-75 Aprilia Eka Ardinta. Hikmah Eva Trisnantari Kurikulum Merdeka. BSKAP Kemendikbudristek. Rianda. , dan Sayekti. Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Keterampilan Psikomotorik Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6. , 214Ae223. https://doi. org/10. 54069/attadrib. Sufyadi. Harjatanaya. Adiprima. Satria. Andiarti. , dan Herutami. Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar pancasila. Pusat Kurikulum Dan Pembelajaran Badan Standar. Kurikulum. Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset Dan Teknologi. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024