Jurnal Literasi Pendidikan Dasar Volume 5 No. 2, 2024, pp. P-ISSN 2746-1505. E-ISSN 2721-0294 Open Acces: https://unikastpaulus. id/jurnal/index. php/jlpd METODE PEMBELAJARAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Frans Laka Lazar1. Fabianus Hadiman Bosco2. Safira Maya Ririn3 1,2,3 Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng. Jl. Ahmad Yani. No. 10 Ruteng 86508 Article Info Received October 7, 2024 Revised December 20, 2024 Accepted January 10, 2025 Avaliabel Online Kata Kunc Metode Pembelajaran. Kesulitan Belajar. Anak Berkebutuhan Khusus Key Words Learning Methods. Learning Difficulties. Children Special Needs ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDI Lame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . jenis kesulitan belajar ABK, . faktor penyebab kesulitan belajar ABK, dan . metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar ABK di SDI Lame. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . ada beberapa jenis kesulitan belajar ABK di SDI Lame, yaitu ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar. Faktor penyebab kesulitan belajar adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti sikap malas, tidak fokus atau kurang konsentrasi, dan susah diatur. sedangkan faktor eksternal yaitu lingkungan sekolah dan rumah yang kurang mendukung. Metode pembelajaran untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut yaitu teknik komunikasi yang baik, analisis tugas, instruksi langsung, modeling, gesture promps, dan peer tutorial. ABSTRACT This research is motivated by the problem of learning difficulties for children with special needs at SDI Lame. The purpose of this research is to find out . the types of learning difficulties of children with special needs at SDI Lame, . the factors that cause learning difficulties of children with special needs at SDI Lame, and . learning methods in overcoming learning difficulties of children with special needs at SDI Lame. This research uses qualitative methods with descriptive research. The data collection techniques used were interviews and observations. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that . there are several types of learning difficulties for children with special needs at SDI Lame, namely learning dependence, learning disabilities, low achievement, and slow learning. The factors that cause learning difficulties are internal factors and external factors. Internal factors such as laziness, lack of focus or concentration, and unruly. while external factors are unsupportive school and home environments. Learning methods to overcome these learning difficulties are good communication techniques, task analysis, direct instruction, modeling, gesture prompts, and peer tutorials. Corresponding author: Email: franslaka67@gmail. com (Frans Laka Laza. Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Mereka memiliki potensi dan kemampuan yang unik, namun seringkali menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. menunjukkan bahwa jumlah siswa ABK pada tahun 2020/2021 mencapai 1. Dari jumlah tersebut, menurut data kemendikbudristek, sebanyak 135. 946 ABK telah melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan. Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ABK di Indonesia mencapai angka 1,6 juta anak. Dari jumlah tersebut, berdasarkan data kemendikbudristek dan BPS, baru 18% ABK yang sudah mendapat layanan pendidikan inklusi, sedangkan sebagian besarnya belum mendapat kesempatan untuk belajar sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Melihat ketidakmerataan ABK dalam mendapat layanan pendidikan, maka permasalahan yang diduga sebagai penyebabnya yaitu mungkin pendidik atau guru kurang paham tentang ABK dan potensi ABK, keterbatasan sumber daya dan fasilitas pendidikan, dan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan ABK. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat . menyatakan bahwa seluruh warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Berdasarkan UUD di atas. ABK memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak seperti anak normal. Kendatipun memiliki kebutuhan khusus. ABK tetap berhak mendapat perlakuan yang sama dalam pendidikan. Mereka bisa belajar di sekolah-sekolah inklusif bersama sanak-anak seusianya (Lazar, 2. Meskipun belajar di sekolah reguler. ABK harus memperoleh perlakuan yang berbeda dengan anak normal. Misalnya, dari segi metode atau cara mendidik harus berbeda dengan anak lainnya. Hal ini merupakan suatu cara yang patut diingat oleh seluruh pendidik dalam membimbing siswa-siswi yang memiliki keterbatasan. Menurut Nenden Ineu Herawati . pendidikan inklusif merupakan suatu jenis layanan pendidikan yang menegaskan bahwa semua ABK dimasukkan ke sekolah-sekolah reguler bersama dengan anak-anak seumurannya. Setiap orang berhak untuk memperoleh pendidikan apapun kondisinya. Keterbatasan dari seorang yang berkebutuhan khusus baik keterbatasan sosial, ekonomi maupun kesehatannya, entah fisik maupun mentalnya, hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk bisa mendapat pendidikan. ABK pada umumnya disebut Auanak yang luar biasaAy. Mereka adalah anak-anak yang memiliki perbedaan dengan anak lain pada umumnya. ABK memiliki perbedaan dari segi proses pertumbuhan dan perkembangannya (Lazar, 2. ABK harus betul-betul dibimbing dengan cara yang khusus dan cara tersebut mampu meningkatkan kemampuannya dalam hal memperoleh ilmu pendidikan serta keterampilan-keterampilan lainnya. Di sekolah inklusi, di mana siswa regular dan ABK belajar bersama, persoalan yang sering kali muncul adalah layanan khusus untuk mengatasi anak yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. ABK dengan anak yang normal sama- sama memiliki peluang dalam mencari jati dirinya. Tetapi sebagian orang masih meragukan kemampuan dari ABK. ABK bukan anak yang tergolong bodoh atau rendah pengetahuannya tetapi mereka hanya ingin mendapatkan perhatian dan bimbingan khusus dalam memperoleh pendidikannya agar mereka sama dengan anak normal pada umumnya. Mereka memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dalam hidupnya yang merangsang mereka untuk selalu mendapat hak yang dia inginkan. Kesulitan belajar yang dialami ABK merupakan suatu tingkat kecerdasan normal maupun di atas tingkat Kesulitan belajar merupakan suatu hambatan yang dimiliki oleh seseorang dalam pencapaian hasil belajarnya. Menurut Hanifah dkk. kesulitan belajar merupakan suatu keadaan atau kondisi prestasi . yang diperoleh tidak sesuai atau tidak setara dengan syarat . rata-rata yang telah ditetapkan, baik dari segi psikomotorik, kognitif, dan afektif. Selain itu, kesulitan belajar yaitu kesulitan siswa dalam menanggapi atau memahami pelajaran di sekolah ( Nurhayati, 2. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana seorang siswa tidak dapat belajar (Riska & Rita Syofyan. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu keadaan yang dialami seorang anak yang menimbulkan hambatan dalam proses belajarnya. Kesulitan belajar pada ABK mencakup berbagai macam tantangan yang berdampak pada pengalaman dan hasil pendidikan mereka. Kesulitan-kesulitan ini dapat bersifat kognitif, termasuk ketidakmampuan belajar spesifik seperti disleksia, yang memengaruhi kemampuan membaca, atau disgrafia, yang menghambat kemampuan menulis (Cynthia Puranik dkk. , 2. Selain itu, anak-anak mungkin mengalami defisit perhatian atau masalah sosialemosional, yang semakin mempersulit pembelajaran mereka. Keragaman kesulitan ini membutuhkan strategi pendidikan yang disesuaikan yang mempromosikan inklusivitas dan memenuhi kebutuhan individu. Langkah signifikan telah dilakukan dalam pelatihan guru, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa program psikoedukasi dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman pendidik terhadap tantangan unik yang dihadapi oleh anak-anak ini (Wahjusaputri dkk. , 2. Dengan membekali guru dengan pengetahuan dan JLPD P-ISSN 2746-1505 E-ISSN 2721-0294 Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn sumber daya yang dibutuhkan, maka sekolah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman, yang pada akhirnya berujung pada peningkatan prestasi akademik dan integrasi sosial bagi siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan holistik ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berhasil dalam lingkungan pendidikan yang inklusif. SDI Lame merupakan sekolah inklusif yang memiliki ABK yang juga mengalami kesulitan dalam belajar. Para siswa lebih cenderung bermain dan mengganggu teman pada saat pelajaran berlangsung dan tidak mengikuti arahan dari gurunya, ada siswa yang sulit membaca, menulis, dan berhitung bahkan tulisan sendiri pun tidak tidak bisa dibaca dan dipahaminya serta ada siswa yang hanya duduk diam dalam kelas pada saat pelajaran atau tidak ada interaksi dalam kelas. Menurut Suryani . siswa yang mengalami kesulitan belajar nampak dari tanda-tanda seperti mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan dan tidak memiliki tata bahasa yang baik, kesulitan mengeja dan menulis permulaan, seseorang tidak bisa membedakan suara antara satu dengan orang yang lainnya, kesulitan dalam membedakan objek yang satu dengan objek yang lainnya apalagi yang memiliki kemiripan, kesulitan berhitung berkaitan dengan pemecahan permasalahan sederhana atau menghafal perkalian, kesulitan dalam memahami berbagai model ekspresi guru seperti wajah, gerak tubuh dan intonasi suara, kesulitan dalam pergerakan atau koordinasi tangan dan mata, tidak menyimak penjelasan guru, pandangan matanya yang tidak fokus, sering kali berdiam diri atau melamun dan juga tidak pernah memberi respon saat guru bertanya, hanya untuk datang duduk diam lalu pulang, tidak pernah ikut terlibat dalam proses tanya jawab dan jarang sekali mengerjakan tugas, dan mengalami rasa lelah yang berlebihan dengan menyandarkan badan di kursi bahkan tidur pada saat pelajaran sedang berlangsung. Gejala-gejala tersebut juga dialami oleh ABK di SDI Lame Dengan mengetahui kesulitan-kesulitan belajar bagi ABK, maka guru perlu mencari dan menemukan metode mengajar yang tepat sesuai dengan kondisi kebutuhan khusus mereka masing-masing baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jenis kesulitan belajar ABK, faktor penyebab kesulitan belajar anak berkebutuhan khusus, dan metode pengajaran yang cocok untuk mengatasi kesulitan belajar anak berkebutuhan khusus di SDI Lame. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Moh. Nazir & Risman Sikumbang . , penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu metode untuk mendeskripsikan, menggambarkan, suatu objek, suatu sistem pemikiran, suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian ini mengarah pada kajian untuk mendeskripsikan metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar ABK di SDI Lame. Subjek penelitian yaitu siswa-siswi ABK kelas 1-6 di SDI Lame. Ada 23 siswa tergolong ABK yang mengalami kesulitan belajar, dengan perincian sebagai berikut: kelas 1 terdiri dari 5 siswa, kelas 2 sebanyak 3 siswa, kelas 3 sebanyak 2 siswa, kelas 4 sebanyak 5 siswa, kelas 5 terdapat 6 siswa, dan kelas 6 terdapat 2 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Triangulasi yang digunakan berupa triangulasi sumber dan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Di bawah akan dipaparkan hasil penelitian dengan judul metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus di SDI Lame. Hasil penelitian menjelaskan 3 tujuan penelitian yaitu mengetahui jenis kesulitan belajar ABK, faktor penyebab kesulitan belajar ABK dan metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar anak mereka. Jenis-Jenis Kesulitan Belajar ABK Anak yang memiliki gangguan dalam belajar bukanlah anak yang bodoh ataupun anak yang malas. Tetapi, anak dengan gangguan belajar memiliki gangguan di satu area otaknya, namun caranya yang berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya yaitu dalam proses menerima informasi. Berikut beberapa jenis kesulitan belajar ABK di SDI Lame sebagai berikut: Ketergantungan belajar Ketergangguan belajar merupakan kondisi peserta didik dalam hal terganggunya proses belajarnya karena banyak hal yang bertentangan, sehingga hasil belajarnya rendah atau kurang. Hasil penelitian di SDI Lame menunjukkan bahwa ketergangguan belajar yang dialami oleh siswa seperti tidak bisa berkonsentrasi pada JLPD P-ISSN 2746-1505 E-ISSN 2721-0294 Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn saat pelajaran berlangsung karena dipengaruhi oleh faktor-faktor yang muncul dari diri anak sendiri maupun dari lingkungan luar anak tersebut. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD) mempengaruhi tingkat konsentrasi anak, dapat mengganggu pembelajaran dan keterlibatan mereka di kelas . asar (Susan McKenney et al. , 2018. Marjolein Zee et al. , 2. Hal senada juga disampaikan dalam penelitian Nurfina . yang mengatakan bahwa ketergantungan belajar merupakan bentuk gangguan atau masalah yang dialami oleh peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Ketergantungan belajar disebabkan oleh faktor yang muncul baik dari dirinya sendiri atau internal maupun dari luar dirinya atau eksternal. Ketidakmampuan belajar Ketidakmampuan belajar merupakan jenis kesulitan belajar yang menyebabkan anak tidak mampu belajar atau bahkan menghindari proses belajar mengajar sehingga hasil belajar rendah. Hasil penelitian di SDI Lame menyimpulkan bahwa ketidakmampuan belajar adalah keadaan dimana siswa tidak mampu belajar atau tidak mampu memahami materi yang diajarkan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada pada dirinya maupun dari luar dirinya. Ketidakmampuan belajar yang paling dominan yaitu kesulitan membaca . , menulis . , berhitung . , tidak berkonsentrasi, bermalas-malasan, dan tidak mampu memecahkan masalah. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat (Susan McKenney et al. , 2. (Marjolein Zee et al. , 2. yang menegaskan bahwa di sekolah dasar, anak-anak sering mengalami berbagai kesulitan belajar yang dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan akademik dan perkembangan mereka secara keseluruhan seperti kesulitan membaca, menulis dan menghitung. Hal senada juga ditegaskan oleh Mulyono . yang mengatakan bahwa ketidakmampuan belajar adalah suatu keadaan atau kondisi ketidaktepatan atau kekurangan peserta didik dalam belajar, karena ada faktor-faktor yang Pencapaian rendah Pencapaian rendah merupakan suatu keadaan dimana peserta didik memiliki kemampuan tinggi atau melebihi batas tetapi hasil yang dicapai sangat rendah. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa pencapaian rendah adalah jenis kesulitan belajar dengan keadaan siswa yang tingkat kemampuan intelektualnya melebihi batas namun pencapaian belajarnya tetap rendah. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat dari Utami . mengatakan bahwa pencapaian rendah yaitu siswa dengan kondisi kemampuan intelektual di atas normal, namun prestasi belajar yang diperoleh tergolong rendah. Penyebabnya adalah anak tidak memiliki satu metode belajar yang tepat dan efektif sesuai dengan kemampuannya atau guru tidak menggunakan metode mengajar yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan anak dan kebutuhannya. Guru hanya menggunakan metode yang bersifat umum dan konvensional. Lamban belajar Lamban belajar adalah suatu keadaan peserta didik yang mengalami lambat belajar, dia membutuhkan banyak waktu untuk dapat memahami materi atau teori yang telah dibahas. Hasil penelitian di SDI Lame menyimpulkan bahwa lamban belajar adalah kesulitan belajar dimana siswa lebih banyak membutuhkan waktu dalam belajarnya agar dia mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Giawa . mengatakan bahwa anak yang lamban belajar adalah yang memiliki kemampuan rendah sehingga membutuhkan waktu yang banyak atau lebih agar mampu memahami Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar ABK Kesulitan belajar yang dimiliki oleh anak di SDI Lame biasanya terlihat dari kemampuan akademik dan prestasi belajarnya. Ada 2 faktor penyebab kesulitan belajar antara lain: Faktor internal Faktor internal yaitu faktor yang berasal diri anak itu sendiri baik dari segi psikis maupun fisik yang menyebabkan anak tersebut mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa faktor internal yang menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar yaitu kemampuan anak yang tergolong rendah, tingkah laku atau karakteristik anak yang seringkali tidak berkonsentrasi, bermalas-malasan, dan bahkan susah untuk diatur. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Jayanti. Indriani. Nurdin Arifin. JLPD P-ISSN 2746-1505 E-ISSN 2721-0294 Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn Dedi Rahman Nur . mengatakan bahwa anak atau siswa mengalami kesulitan belajar disebabkan oleh kemampuan intelektual yang rendah serta tindakan atau perilaku yang seringkali tidak terkontrol. Faktor eksternal Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar yaitu lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Hasil penelitian di SDI Lame menjelaskan bahwa faktor eksternal yang paling dominan adalah lingkungan bermain anak yang mempengaruhi belajar anak. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Jayanti. Indriani. Nurdin Arifin. Dedi Rahman Nur . mengatakan bahwa faktor eksternal yang menyebabkan kesulitan belajar pada anak disebabkan oleh yang lingkungan masyarakat, lingkungan bermain, atau pengaruh teman sebaya. Metode Pembelajaran Dalam Mengalami Kesulitan Belajar ABK Metode pembelajaran merupakan salah satu penting dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan ABK, maka pendidik akan lebih mudah mengoranisasi pembelajaran di kelas dan hasil yang diharapkan juga pasti terapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ada beberapa macam metode pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar bagi ABK di SDI Lame sebagai berikut: Komunikasi dan Penyampaian Materi Komunikasi yaitu metode yang dapat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar dari siswa serta dapat membentuk karakteristiknya. Hasil penelitian SDI Lame mengatakan bahwa metode komunikasi sangat berperan penting dalam mengatasi kesulitan belajar ABK, dengan metode komunikasi hasil belajar anak Metode ini digunakan oleh guru dalam menyampaikan hal atau informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Sikula . mengatakan bahwa komunikasi yaitu kegiatan menyalurkan informasi baik itu pengertian maupun pemahaman kepada peserta didik agar mereka lebih mudah memahami suatu materi yang diajarkan. Analisis tugas Analisis tugas yaitu sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan mengerjakan tugas. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa metode analisis tugas sangat cocok untuk mengatasi kesulitan belajar. Metode ini digunakan untuk mengecek dan mengukur sejauh mana siswa memahami suatu materi yang telah diajarkan. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Nurul Hidayati Rofiah & Ina Rofiana . yang mengatakan bahwa metode analisis tugas adalah metode yang digunakan oleh guru dalam hal mengecek atau mengukur pemahaman siswa terhadap suatu materi pelajaran. Instruksi langsung Instruksi langsung merupakan metode yang mampu memberi ruang kepada peserta didik untuk menampilkan atau membagikan ide atau gagasan, mampu mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan benar dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan guna meningkatkan rasa percaya diri dalam menuangkan ide atau pendapat. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa metode instruksi langsung sangat cocok untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Metode ini dapat membantu peserta didik dalam hal memecahkan sebuah masalah yaitu dengan ikut menuangkan ide atau gagasan terhadap suatu topik yang Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Nurul Hidayati Rofiah & Ina Rofiana . mengatakan bahwa bahwa metode instruksi langsung mampu memberikan dampak baik agar siswa mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam hal menuangkan ide atau gagasan. Modeling Modeling merupakan metode yang memberitahu sesuatu hal apa yang harus dilakukan atau bagaimana cara Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa dengan menggunakan metode modeling siswa dapat lebih cepat memahami suatu materi dan lebih mengenal baik suatu objek yang menjadi contoh dari sebuah materi yang telah dibahas. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Nurul Hidayati Rofiah & Ina Rofiana . mengatakan bahwa metode modeling merupakan metode yang digunakan dalam hal memberitahukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Gestural prompts Metode gestural prompts merupakan metode dengan menggunakan bahasa isyarat untuk membantu siswa agar mendapatkan sebuah informasi dengan jelas dan mudah dipahami. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa metode gestural prompts sangat cocok untuk mengatasi kesulitan belajar. Metode ini digunakan oleh guru untuk menyalurkan materi dengan menggunakan cara-cara yang sederhana seperti JLPD P-ISSN 2746-1505 E-ISSN 2721-0294 Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn bahasa isyarat, dan metode ini seringkali digunakan di kelas rendah. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Nurul Hidayati Rofiah & Ina Rofiana . mengatakan bahwa bantuan bahasa isyarat dapat membantu siswa dalam upaya untuk mendapat informasi secara jelas dan mudah dipahami. Peer tutorial Peer tutorial merupakan metode dengan menggabungkan peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dengan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian di SDI Lame mengatakan bahwa metode peer tutorial ini sangat bermanfaat bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Metode ini digunakan oleh guru dengan menggabungkan siswa yang memiliki kemampuan lebih dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah atau di bawah rata-rata. Hasil penelitian di atas sejalan dengan pendapat Nurul Hidayati Rofiah & Ina Rofiana . mengatakan bahwa metode peer tutorial merupakan metode dengan cara menggabungkan peserta didik dengan kemampuan intelektual yang lebih dengan peserta didik dengan kemampuan di bawah rata-rata atau minim. Di samping itu, peer turorial juga menekankan adanya kolaborasi antara berbagai elemen seperti, pendidik, orang tua, dan spesialis lainnya untuk menciptakan sistem dukungan yang komprehensif (Rasmitadila dkk. , 2. Dengan adanya kolaborasi antara siswa yang mampu dengan siswa yang tidak mampu, serta dengan orang tua, pendidikan dan ahli lain, maka kesulitan belajar bisa diatasi dan hasil belajar anak bisa meningkat. KESIMPULAN Berdasarkan data dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SDI Lame, bahwa dapat disimpulkan: Jenis kesulitan belajar yang dialami oleh ABK di SDI Lame sesuai dengan hasil penelitian adalah ketergantungan belajar, ketidakmampuan belajar, pencapaian rendah, dan lamban belajar. Faktor yang meyebabkan kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal meliputi perilaku yang susah diatur, bermalas-malasan, sibuk dengan urusannya sendiri, seringkali berdiam diri, dan jarang berkonsentrasi saat pelajaran sedang berlangsung, kurang fokus dan Dan faktor eksternalnya yaitu lingkungan masyarakat dan lingkungan bermain dari anak tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan dalam mengatasi kesulitan belajar bagi anak berkebutuhan khusus yaitu metode komunikasi dan penyampaian materi pembelajaran, analisis tugas, instruksi langsung, modelling, gesture prompts, dan peer tutorial. Metode-metode ini terbukti mampu membawa perubahan terhadap anak berkebutuhan khusus dalam hal kesulitan belajar. Dengan adanya metode-metode ini pembelajaran, tujuan pembelajaran pun bisa tercapai. JLPD P-ISSN 2746-1505 E-ISSN 2721-0294 Metode Pembelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus- Frans Laka Lasar. Fabianus Hadiman Bosco. Safira Maya Ririn DAFTAR PUSTAKA