Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. Juni 2025 . e-ISSN 2527-8215 ANALYSIS OF FINANCIAL RATIO FACTORS THAT INFLUENCE THE FINANCIAL PERFOMANCE OF FOOD AND BAVERAGE SUB-SECTOR ENTITIES Desi Ayanah Luluah1*. Hari Sulistiyo2 Universitas Singaperbangsa Karawang Email : 2110631030011@student. ABSTRACT Exploring the effect of financial ratio factors such as the liquidity ratio . urrent rati. , solvency ratio . ebt to asset rati. , and firm size on the entity's financial performance . eturn on asset. is the aim of this study. The research was conducted during the period 2020 to 2022, using a sample of food and beverage sub-sector entities listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sampling method used was purposive sampling, with a total sample of 38 entities. The analysis model used is multiple linear regression, which has undergone the classical assumption test before. Data processing was performed using the IBM SPSS Statistics 26 program. The results showed that the effect of the liquidity ratio . urrent rati. and firm size on return on assets was not significant, while the debt to asset ratio showed a negative effect on return on assets. Simultaneously the variables current ratio, debt to asset ratio, firm size affect the return on assets Keywords : Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Firm Size. Return on Assets. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RASIO KEUANGAN YANG MEMENGARUHI KINERJA KEUANGAN ENTITAS SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN ABSTRAK Mengeksloprasi dan menguji pengaruh dari faktor-faktor rasio keuangan seperti rasio likuiditas . urrent rati. , rasio solvabilitas . ebt to asset rati. , dan ukuran perusahaan . irm siz. terhadap kinerja keuangan entitas . eturn on asse. ialah tujuan dari penelitian ini. Penelitian dilakukan selama periode 2020 sampai 2022, dengan menggunakan sampel entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan total sampel yang digunakan sebanyak 38 entitas. Model analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda yang telah melalui uji asumsi klasik sebelumnya. Pengolahan data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh rasio likuiditas . urrent rati. dan ukuran entitas . irm siz. terhadap return on asset tidak signifikan, sedangkan debt to asset ratio menunjukkan pengaruh negatif terhadap return on asset. Secara simultan variabel current ratio, debt to asset ratio, firm size berpengaruh terhadap return on assets. Kata Kunci : Current Ratio. Debt to Asset Ratio. Firm Size. Return on Asset. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan di era globalisasi saat ini membuat persaingan antar sektor industri semakin kompetitif baik pada sektor jasa, dagang, maupun manufaktur (Ilham et al. , 2. Adapun salah satu bagian penting dari sektor manufaktur ialah sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. Sub sektor makanan minuman . ood and beverag. terus mengalami pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya, terutama meningkatnya permintaan akan makanan dan minuman. Peningkatan tersebut dikarenakan jumlah penduduk yang terus meningkat (Arum & Afrisah, 2. Dengan perkembangan tersebut, setiap entitas berupaya untuk dapat bersaing demi mencapai kinerja yang optimal dan maksimal serta menghasilkan laba atau keuntungan yang Kinerja entitas dapat diukur menggunakan rasio keuangan seperti rasio profitabilitas. Salah satu pengukuran profitabilitas yang umum digunakan adalah return on asset. Menurut Mardiyanto dalam Wijaya . return on asset yang sering diakronimkan menjadi ROA merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar laba yang dihasilkan entitas berdasarkan penggunaan Hasil return on asset dapat dijadikan sebagai evaluasi kinerja keuangan suatu entitas baik secara trend atau dibandingkan dengan entitas yang sejenis (Wijaya, 2. Hal tersebut karena return on asset mengindikasikan efektivitas penggunaan aktiva oleh entitas untuk menghasilkan laba. Oleh sebab itu, yang digunakan sebagai pengukuran kinerja entitas pada penelitian ini ialah return on asset. Menurut Panjaitan . Return on asset dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Beberapa faktor tersebut seperti current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), dan firm size (FS). Current ratio adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar aktiva lancar suatu entitas menjamin liabilitas jangka pendeknya (Hantono, 2. Liabilitas jangka pendek tersebut dipenuhi dengan memanfaatkan aktivitas lancar entitas. Semakin besar aktiva lancar yang dimiliki entitas maka semakin besar pula rasio yang didapatkan. Dengan tingkat likuiditas yang tinggi maka kinerja keuangan suatu entitas dapat meningkat. Debt to asset ratio merupakan rasio yang mengukur seberapa banyak aktiva yang dapat menjamin liabilitas entitas (Hantono, 2. Semakin besar debt to asset ratio maka semakin besar beban keuangan yang harus dibayarkan entitas sehingga entitas harus memastikan bahwa hasil dari kinerja berupa laba yang dihasilkan harus mampu menutupi beban Firm size adalah ukuran sebuah entitas yang dapat ditentukan dengan total aktiva yang dimiliki entitas untuk mendukung kegiatan operasional entitas agar memperoleh laba atau keuntungan yang optimal dan maksimal (Panjaitan, 2. Semakin besar jumlah aktiva yang dimiliki entitas maka semakin besar firm size entitas tersebut. Semakin besar firm size suatu entitas, semakin tinggi kemungkinan entitas untuk mencapai tingkat profitabilitas yang tinggi. Dalam beberapa penelitian sebelumnya mengenai pengaruh current ratio, debt to asset ratio, dan firm size terhadap return on asset, menunjukkan hasil yang inkonsisten sehingga menimbulkan research gap. Pada penelitian yang dilakukan oleh Luckieta et al. , . , menunjukkan hasil bahwa firm size berpengaruh positif terhadap return on asset. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian (Ilham et al. , 2. Menurut Febrianti & Suartini, . menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap return on asset, debt to asset ratio tidak berpengaruh terhadap return on asset, dan secara simultan current ratio dan debt to asset ratio berpengaruh terhadap return on asset. Sedangkan, menurut Alfiani . current ratio tidak berpengaruh signifikansi terhadap return on asset, debt to asset ratio tidak berpengaruh signifikansi terhadap return on asset, dan secara simultan current ratio dan debt to asset ratio tidak berpengaruh signifikansi terhadap return on asset. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh dari current ratio, debt to asset ratio, dan firm size terhadap return on set dan berjudul AuAnalisis Faktor-Faktor Rasio Keuangan yang Memengaruhi Profitabilitas EntitasAy TINJAUAN PUSTAKA Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Dhamayanti & Rahayu . menyatakan bahwa teori keagenan menggambarkan hubungan antara pemegang saham dan menajemen, dimana pemegang saham selaku principal dan manajemen selaku agent dalam sebuah entitas. Dalam praktiknya agent memiliki informasi yang lebih banyak dibanding principal. Hal tersebut dikarenakan agent yang mengelola operasional entitas sedangkan principal hanya menyetorkan modalnya saja yang menyebabkan adanya konflik kepentingan yang mungkin timbul antara agent maupun principal (Dhamayanti & Rahayu, 2. Untuk mengevaluasi kinerja dan tindakan yang dilakukan oleh agent, alat analisis yang dapat digunakan adalah rasio Salah satu rasio keuangan yang dapat menggambarkan tentang kesehatan perusahaan adalah rasio profitabilitas seperti return on asset. Return on asset dapat mengindikasikan seberapa efektif tindakan yang diambil oleh agent dalam mengelola aktiva untuk menghasilkan laba. Dengan menggunakan rasio keuangan, principal dapat mengontrol kinerja agent dan memastikan agent bertindak sesuai dengan kepentingan principal. Rasio keuangan juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi agent dan principal dalam mengelola keagenan. Analisis Faktor-Faktor Rasio Keuangan Yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Entitas Sub Sektor Makanan Dan Minuman (Desi Ayanah Luluah dan Hari Sulistiy. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Pecking Order Theory Pecking order theory dikemukakan oleh Myers dan Majluf pada tahun 1984 menjelaskan tata urutan keputusan pendanaan yang optimal bagi suatu entitas. Teori ini menjelaskan bahwa dalam pengambilan keputusan pendanaan, entitas biasanya akan memilih sumber dana internal terlebih dahulu. Kemudian, jika masih dibutuhkan entitas mempertimbangkan sumber dana eksternal dengan preferensi pada pendanaan melalui liabilitas sebelum menggunakan sekurtitas ekuitas (Dewi & Wirama, 2. Debt to asset ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur proporsi liabilitas sebagai sumber pendanaan dari aktiva yang dimiliki entitas. Dengan kata lain, rasio ini mengindikasikan seberapa besar aktiva yang dimiliki oleh entitas yang didanai melalui liabilitas. Penggunaan debt to asset ratio dapat memberikan pemahaman mengenai seberapa jauh entitas dalam memanfaatkan liabilitas sebagai pilihan utama dalam struktur modal entitas tersebut. Dalam pengambilan keputusan mengenai sumber pendanaan, entitas dapat mempertimbangkan debt to asset ratio sebagai salah satu alat dan salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Debt to asset ratio juga dapat memberikan informasi tentang proporsi liabilitas dalam struktur modal entitas, yang dapat membantu entitas dalam mengevaluasi risiko dan keberlanjutan keuangan dalam memilih sumber dana pendanaan yang Rasio Profitabilitas Profitabilitas entitas dapat diukur dengan berbagai cara tergantung dengan laba dan aktiva atau modal yang akan dibandingkan antara satu dengan lainnya (Novika dan Siswanti, 2. Menurut Kasmir dalam (Nukmaningtyas & Worokinasih, 2. rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan entitas dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA). Semakin besar nilai return on asset yang dimiliki suatu entitas maka kesehatan entitas tersebut semakin baik karena entitas dianggap mampu menggunakan aktiva dengan efisien untuk memperoleh laba atau kentungan dalam satu Perumusan Hipotesis Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Return on Asset (ROA) Menurut Arum & Afrisah . current ratio adalah salah satu rasio likuiditas, dimana rasio ini mengukur kemampuan entitas untuk membayar liabilitas yang segera jatuh tempo atau kewajiban jangka pendek setelah ditagih seluruhnya. Perbandingan antara aktiva lancar dengan liabilitas jangka pendek yang umum digunakan adalah 2:1 atau sebesar 200%. Entitas yang memiliki nilai current ratio yang tinggi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membayar liabilitas jangka pendeknya sehingga dapat menciptakan stabilitas keuangan dan memungkinkan entitas berfokus pada upaya untuk menghasilkan laba. Semakin besar current ratio, semakin besar nilai return on asset yang dihasilkan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Panjaitan, 2. yang menyebutkan semakin tinggi current ratio maka entitas memiliki pilihan untuk melakukan perluasan usahanya sehingga laba atau keuntungan yang dihasilkan juga maksimal yang mendukung temuan pada penelitian sebelumnya oleh Febrianti & Suartini . dan Firmanza et al. Namun, bertentangan dengan temuan yang dilakukan oleh Alfiani . yang menunjukkan current ratio tidak berpengaruh signifikansi terhadap return on asset. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rambe . yang menyebutkan untuk meningkatkan penjualan, entitas tersebut tidak memanfaatkan besar modal kerja yang dimiliki. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Luckieta et al. Alfiani . Virby . , dan Deni . H1: Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA) Pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Return on Asset (ROA) Debt to asset ratio merupakan salah satu jenis rasio solvabilitas. Pengertian rasio solvabilitas menurut Hantono . adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sebanyak apa aktiva entitas yang bersumber dari liabilitas atau ekuitas. Debt to asset ratio menurut Munawir . dalam (Zulkarnaen, 2. adalah rasio antara total liabilitas dengan aktiva. Dari pengertian rasio solvabilitas dan debt to asset ratio sebelumnya dapat diasumsikan bahwa semakin tingginya debt to asset ratio maka semakin banyak aktiva yang sumber dananya dari liabilitas sehingga mengakibatkan pembayaran bunga yang tinggi. Jika suatu entitas berhasil memperoleh laba atau keuntungan yang cukup untuk membayarkan semua liabilitas beserta bunganya dan tidak mengalami kerugian maka kinerja entitas tersebut dapat digolongkan baik. Sebaliknya, jika entitas mengalami kesulitan dalam membayar liabilitas atau mengalami kerugian, maka kinerja entitas tersebut dapat digolongkan menjadi kurang baik. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian oleh Astutik & Anggraeny . Namun, hasil penelitian Alfiani, . menyebutkan bahwa debt to asset ratio tidak berpengaruh signifikansi terhadap return on asset. H2: Debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA) Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 Pengaruh Firm Size (FS) terhadap Return on Asset (ROA) Firm size atau ukuran entitas menggambarkan besar atau kecilnya sebuah entitas melalui total aktiva, total penjualan, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aktiva (Astuti, 2. Firm size dapat diukur dengan logaritma natural dari total aktiva menurut Hartono dalam Luckieta et al. Berdasarkan penjelasan mengenai firm size sebelumnya, dapat diaumsikan bahwa semakin besar aktiva yang dimiliki entitas maka semakin besar nilai firm size yang dimiliki entitas tersebut. Skala ekonomi yang besar biasanya dimiliki oleh entitas yang besar sehingga membantu entitas tersebut untuk mengurangi biaya produksi dan biaya operasional. Dalam hal ini, firm size dapat berpengaruh terhadap return on asset. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Luckieta et al. Ilham et al. , dan Panjaitan . H3: Firm Size (FS) berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA) METODOLOGI PENELITIAN Data dan Sampel Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 sampai 2022. Kemudian pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: . entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. , . entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 sampai 2022, . entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. yang mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit selama periode 2020 sampai 2022, . entitas yang menggunakan mata uang rupiah dalam penyajian laporan keuangan, . entitas yang mendapatkan laba selama periode 2020 sampai 2022. Dengan kriteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 38 entitas. Data yang digunakan menggunakan laporan keuangan masing Ae masing entitas yang diambil melalui website w. Agar memenuhi uji asumsi klasik, jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini mengalami perubahan dari 108 data menjadi 102 data. Model Penelitian dan Operasionalisasi Variabel Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda yang akan digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Namun, data observasi yang digunakan harus lolos uji asumsik klasik terlebih dulu. Model regresi matematis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis 1 sampai 3 yaitu sebagai berikut: Keterangan: ycIycCyaycnyc yca yu1 , yu2 , yu3 : yaycIycnyc yayaycIycnyc yaycIycnyc yuA ycIycCyaycnyc = yca yu1 yaycIycnyc yu2 yayaycIycnyc yu3 yaycIycnyc yuA Return on Asset entitas i pada tahun t Konstanta Koefisien regresi Current ratio entitas i pada tahun t Debt to asset ratio entitas i pada tahun t Firm size i pada tahun t Error Variabel yang digunakan dalam penelitian ada dua jenis variabel yaitu variabel terikat . dan variabel bebas . Variabel terikat . yang digunakan yaitu return on asset (ROA) dan variabel bebas . yaitu current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), dan firm size. Untuk pengukuran variabel adalah seperti tabel 1 berikut. Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Indikator yaycaycayca yaAyceycycycnEa Return on Asset (Y) ycIycCya = (Syafriana, 2. ycIycaycyca Oe ycIycaycyca ycNycuycycayco yaycyceyc yaycyceyc yaycaycuycaycayc Current Ratio (X. yaycI = (Alfiani, 2. yaycnycaycaycnycoycycayc yaycaycuyciycoyca ycEyceycuyccyceyco ycNycuycycayco yaycnycaycaycnycoycnycycayc Debt to Asset Ratio (X. yayaycI (Alfiani, 2. ycNycuycycayco yaycyceyc Firm Size (X. yaycnycyco ycIycnycyce = yaycu. cNycuycycayco yaycoycycnycyc. (Luckieta et al. , 2. Skala Rasio Rasio Rasio Rasio HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Pada tabel 2, disajikan untuk hasil statistik deskriptif penelitian dengan menggunakan sebanyak 102 data Analisis Faktor-Faktor Rasio Keuangan Yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Entitas Sub Sektor Makanan Dan Minuman (Desi Ayanah Luluah dan Hari Sulistiy. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 observasi yang terdiri atas variabel current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), firm size (FS), dan return on asset (ROA). Tabel 2. Deskriptif Statistik Current Ratio (CR) Debt to Asset Ratio (DAR) Firm Size (FS) Return on Asset (ROA) Sumber: output IBM SPSS statistics . Minimum 0,18 7,02 25,56 0,01 Maximum 13,31 74,39 32,83 29,38 Mean 2,7619 40,4076 29,2425 8,8989 Berdasarkan tabel 2 pada variabel current ratio (CR) menunjukkan nilai rata-rata hanya sebesar 2,7619 dari nilai maximum sebesar 13,31 sehingga dapat diasumsikan pada entitas yang diamati kemampuan untuk membayar liabilitas jangka pendek cukup rendah. Selanjutnya variabel debt to asset ratio (DAR) menunjukkan nilai rata-rata 40,4076 dari nilai maximum sebesar 74,39 yang dapat diasumsikan bahwa sebagian besar dari entitas yang diamati aktiva yang dimiliki berasal dari liabilitas. Dalam hal ini, entitas cenderung memiliki tingkat liabilitas yang tinggi. Kemudian, rata-rata firm size (FS) yang ada didalam penelitian sebesar 29,2425 atau setara dengan Rp 5. 188,- dan nilai maximum sebesar 32,83 yang setara dengan Rp 676,-. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata Firm Size dalam sampel ini relatif besar. Pada variabel return on asset (ROA) menunjukkan nilai rata-rata sebesar 8,8989 dengan nilai maximum sebesar 29,38. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata nilai return on asset (ROA) pada sampel didalam penelitian menunjukkan kinerja yang cukup rendah. Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan analisis regresi berganda, data yang digunakan harus melalui uji kelayakan data dengan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang dilakukan terdiri atas uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji auto korelasi. Hasil uji normalitas menggunakan metode one sample kolmogorov smirnov diperoleh nilai signifikansi 0,098 dengan nilai alpha sebesar 0,05. Nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha yang mengindikasikan data terdistribusi secara normal. Hasil uji multikolinearitas diperoleh nilai nilai tolerance masing-masing variabel lebih dari 0,1 dan nilai VIF masing-masing variabel kurang dari 10 sehingga semua data terbebas dari multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode uji glejser dengan nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari nilai alpha . sehingga model regresi ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dan layak untuk dilakukan penelitian. Pada uji autokorelasi, diperoleh hasil perhitungan durbin Watson dapat diasumsikan bahwa nilai durbin watson sebesar 1,720 berada diantara dL . ,6. dan 4-dU . ,2. atau dL < dw < 4-dU sehingga data observasi yang digunakan terbebas dari Pengujian Hipotesis Uji T Tabel 3. Hasil Uji T Current Ratio (CR) Debt to Asset Ratio (DAR) Firm Size (FS) Sumber: output IBM SPSS statistics . Standardized Coefficients Beta -0,124 -0,414 Sig. -0,950 -3,165 0,024 0,344 0,002 0,981 Berdasarkan analisis pada tabel 3, hasil pengujian hipotesis 1 yang menguji current ratio berpengaruh terhadap return on asset menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,344 dengan nilai alpha sebesar 0,05. Karena nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 ditolak, yang berarti current ratio tidak berpengaruh terhadap return on asset. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya efisiensi penggunaan modal kerja dalam entitas yang menjadi sampel penelitian. Yang mengakibatkan perputaran modal kerja yang lambat atau semakin lama periode pengembalian atau pemasukan Selain itu, faktor lainnya adalah pada entitas yang termasuk dalam sampel penelitian ini tidak mampu mengendalikan struktur biaya produksi secara efisien. Hal ini didukung dengan temuan pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Alfiani, . Deni . Felicia et al. Rambe . Virby . Hasil penelitian pada hipotesis 2 yang menguji debt to asset ratio berpengaruh terhadap return on asset menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan nilai alpha sebesar 0,05 serta nilai koefisien regresi . u2 ) sebesar 0,414. Dalam hal ini, nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha dan nilai koefisien regresi bertanda Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 negatif yang menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima yang berarti debt to asset ratio berpengaruh negative terhadap return on asset. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan debt to asset ratio akan menyebabkan penurunan return on asset. Sebaliknya, penurunan debt to asset ratio akan menyebabkan peningkatan return on Debt to asset ratio yang tinggi menandakan risiko yang tinggi pula, yang akan berdampak pada kinerja suatu entitas. Namun, dapat dijadikan catatan terkait penggunaan debt to asset ratio ini yaitu apabila peningkatan debt to asset ratio dilakukan secara wajar dan dengan penggunaan liabilitas yang bijaksana akan meningkatkan return on asset. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Sanjaya & Sipahutar, 2. , (Felicia et al. , 2. , (Jurlinda et al. , 2. Hasil penelitian pada hipotesis 3 yang menguji firm size berpengaruh terhadap return on asset dan menunjukkan nilai sihnifikan 0,981 dengan nilai alpha 0,05. Karena nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha maka dapat disimpulkan hipotesis 3 ditolak, yang artinya firm size tidak berpengaruh terhadap return on asset. Salah satu alasan firm size tidak berpengaruh terhadap return on asset adalah adanya peningkatan biaya-biaya yang dibayarkan oleh entitas sehingga mengurangi potensi laba yang dihasilkan. Contoh biaya-biaya tersebut adalah biaya operasional, biaya manajemen, biaya pemasaran dan promosi, dan lainnya. Selain itu, entitas dengan nilai firm size yang cukup besar akan menghadapi risiko operasional yang lebih tinggi, seperti risiko kegagalan dalam diversifikasi produk atau risiko operasional secara keseluruahn. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Deni . Uji F Tabel 4. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square 153,801 35,762 Regression 461,402 4,301 Residual 3504,647 Total 3966,048 Dependent Variabel Predictors: (Constan. , (Firm Siz. Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR) Sumber: output IBM SPSS statistics . Sig. 0,007 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,007 dengan nilai alpha sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari pada nilai alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan current ratio, debt to asset ratio, firm size dapat mempengaruhi return on asset. Koefisien Determinasi Tabel 5. Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of The Estimate 0,341 0,116 0,089 5,98011 Predictors: (Constan. Firm Size (FS). Current Ratio (CR). Debt to Asset Ratio (DAR) Dependent Variabel: Return on Asset (ROA) Sumber: output IBM SPSS statistics . Berdasarkan hasil analisis pada tabel 5, variabel current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), firm size (FS) yang termasuk kedalam model penelitian mampu memberikan kontribusi sebesar 11,6% terhadap variabel return on asset (ROA). Sementara itu, sebesar 88,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. PENUTUP Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menguji pengaruh dari current ratio, debt to asset ratio, dan firm size terhadap return on asset yang berfokus pada sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. periode 2020 sampai 2022. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Current ratio tidak berpengaruh terhadap return on asset, hal tersebut dikarenakan adanya kemungkinan penggunaan modal kerja yang tidak efisien dan pengendalian struktur biaya produksi yang tidak efisien pada entitas dalam sampel penelitian ini. Debt to asset ratio berpengaruh negatif terhadap return on asset, yang menunjukkan peningkatan debt to asset ratio akan menyebabkan penurunan return on asset, begitupun sebaliknya. Firm size tidak berpengaruh terhadap return on asset, yang dikarenakan adanya peningkatan biaya-biaya yang dibayarkan oleh entitas dan entitas yang memiliki nilai firm size yang cukup besar akan menghadapi risiko operasional yang lebih tinggi. Secara simultan current ratio, debt to asset ratio, firm size dapat mempengaruhi return on asset. Besaran kontribusi yang diberikan variabel current ratio, debt to asset ratio, firm size kedalam model penelitian sebesar 11,6% terhadap variabel return on asset. Analisis Faktor-Faktor Rasio Keuangan Yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Entitas Sub Sektor Makanan Dan Minuman (Desi Ayanah Luluah dan Hari Sulistiy. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mempertimbangkan rasio keuangan sebagai variabel Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel diluar rasio keuangan yang berpengaruh terhadap return on asset sebagai variabel independent seperti good corporate governance, corporate social responbility, dividend payout ratio, dan lain sebagainya. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti kembali faktorfaktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan seperti pajak entitas, kondisi pasar saham, dan manajemen Bagi entitas sub sektor makanan dan minuman . ood and beverag. dapat memperhatikan rasio-rasio keuangan seperti current ratio, debt to asset ratio, firm size, dan return on asset agar investor tertarik untuk berinvestasi ke entitas masing-masing. Selain itu, entitas juga memperhatikan manajemen liabilitas yang efisien, peningkatan pengelolaan risiko, struktur biaya operasional yang efisien agar meningkatkan kinerja keuanganya. Bagi investor dan pemakai laporan keuangan dapat memperhatikan dan mengevaluasi kinerja sebuah entitas melalui beberapa faktor seperti rasio keuangan yang terdiri dari rasio lancar, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas sebelum mengambil keputusan yang diambil. DAFTAR RUJUKAN Alfiani. Pengaruh current ratio dan debt to assets ratio terhadap return on assets. Onlin. JURNAL MANAJEMEN, 14. , 2022Ae2206. https://doi. org/10. 29264/jmmn. Alfiani. Pengaruh current ratio dan debt to assets ratio terhadap return on assets. JURNAL MANAJEMEN, 14. , 206Ae212. https://doi. org/10. 29264/jmmn. Arum. , & Afrisah. PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO ASSET RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI Tahun 2015-2. Edunomika, 06. , 1Ae14. https://jurnal. id/index. php/jie/article/view/4925 Astuti. PENGARUH PROFITABILITAS. LEVERAGE. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL. AKUNTANSI DEWANTARA, , 179Ae191. https://doi. org/10. 26460/ad. Astutik. , & Anggraeny. Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt To Asset Ratio (DAR) Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Pt. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Periode 20082017. JURNAL SEKURITAS, 97Ae111. http://openjournal. id/index. php/SKT/article/view/3265/2541 Deni. ANALISIS PENGARUH FIRM SIZE. CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA Deni. Jurnal FinAcc, 4. , 912Ae922. Dewi. , & Wirama. PECKING ORDER THEORY: PENGARUH PROFITABILITAS DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN PADA KEPUTUSAN PENDANAAN PERUSAHAAN. EJurnal Akuntansi Universitas Udayana, 18. , 2423Ae2450. Dhamayanti. , & Rahayu. PENGARUH CURRENT RATIO. RETURN ON ASSETS. DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP HARGA SAHAM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. http://jurnalmahasiswa. id/index. php/jira/article/view/2764/2774 Febrianti. , & Suartini. THE EFFECT OF CURRENT RATIO (CR) AND DEBT TO ASSET RATIO (DAR) ON RETURN ON ASSET (ROA). Journal of Economic. Business and Accounting, 4. , 492Ae Felicia. Ariyanti. Titi. Velycia. , & Rajagukguk. PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO ASSET RATIO. DAN PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KOMSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2013 Ae 2017. Jurnal Profita, 12. , 330. https://doi. org/10. 22441/profita. Firmanza. Fathir. Nardi, & Saddam. PENGARUH CURRENT RATIO DAN CASH RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA. TBK DI JAKARTA PERIODE TAHUN 2012-2019. Jurnal Neraca Peradaban, 1. , 246Ae256. https://journalstiehidayatullah. id/index. php/neraca/article/view/63/53 Hantono. Konsep Analisa Laporan Keuangan dengan Pendekatan Rasio dan SPSS. Ilham. Sinaga. Putri. Sinta. , & Faudi. EFEK DARI LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN DALAM MEMENGARUHI TINGKAT PROFITABILITAS. Edunomika, 05. , 1Ae Jurlinda. Alie. , & Veronica. PengaruhDebt to Asset Ratiodan Debt to Equity Ratio Terhadap Return On AssetPerusahaan Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial. Manajemen. Akuntansi. Dan Bisnis, 3. , 1Ae12. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 10 No. Juni 2025 e-ISSN 2527-8215 Luckieta. Amran. , & Alamsyah. Pengaruh DAR dan Ukuran Perusahaan Terhadap ROA Perusahaan yang Terdaftar Di LQ45 Pada BEI. Jurnal Ekonomi & Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, 19. https://doi. org/10. 31294/jp. Nukmaningtyas. , & Worokinasih. PENGGUNAAN RASIO PROFITABILITAS. LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN ARUS KAS UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (Studi Pada Perusahaan Sektor Aneka Industri Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 61. , 136Ae143. http://download. id/article. php?article=750470&val=6468&title=PENGGUNAA N RASIO PROFITABILITAS LIKUIDITAS LEVERAGE DAN ARUS K AS UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS Studi Pada Perusa haan Sektor Aneka Industri Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesi a Periode 2013 - 2016 Panjaitan. ANALISIS PENGARUH CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO, PERTUMBUHAN PENJUALAN. TOTAL ASSET TURNOVER DAN FIRM SIZE TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal FinAcc, 4. , 173Ae184. Rambe. PENGARUH CURRENT RATIO DEBT EQUITY RATIO DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP RETURN ON ASSET YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 21. https://doi. org/10. 30596/jrab. Sanjaya. , & Sipahutar. Pengaruh Current Ratio. Debt to Asset Ratio dan Total Asset Turnover terhadap Return on Asset pada Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 19. , 136Ae150. https://doi. org/10. 30596/jrab. Supardi. , & Suratno. PENGARUH CURRENT RATIO. DEBT TO ASSET RATIO. TOTAL ASSET TURNOVER DAN INFLASI TERHADAP RETURN ON ASSET. Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, 2(Tahu. , 16Ae27. Syafriana. IMPLIKASI RETURN ON ASSETS (ROA) PERBANKAN INDONESIA (T. Hidayati. Ed. 1st ed. CV. PENA PERSADA. Virby. PENGARUH CURRENT RATIO (CR) DAN DEBT TO ASSETS RATIO (DAR) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) (Studi Kasus pada PT. Electronic City Tbk yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2. Jurnal Semarak, 3. , 111Ae122. Wijaya. ANALISIS PERKEMBANGAN RETURN ON ASSETS (ROA) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN. JURNAL ILMU MANAJEMEN, , 40Ae51. Zulkarnaen. PENGARUH DEBT TO ASSETS RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2010 Ae 2015. Jurnal Warta, 56. https://jurnal. id/index. php/juwarta/article/view/12/10 Analisis Faktor-Faktor Rasio Keuangan Yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Entitas Sub Sektor Makanan Dan Minuman (Desi Ayanah Luluah dan Hari Sulistiy.