Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Kurikulum 184 Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 3 Makassar Wabdillah1. Mansyur 2. Butsiarah 3. Hasriani4. Ahmad Kurniawan 5, 1,2,5 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Universitas Negeri Makassar Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar Email: wabdillah@unm. Abstrak. SMK Negeri 3 Gowa merupakan salah satu sekolah kejuruan di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang senantiasa berupaya meningkatkan tenaga guru yang kompeten sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan khususnya memperkuat kompetensi guru dalam melakukan pembelajaran. SMK Negeri 3 Gowa saat ini telah menerapkan kurikulum merdeka, namun masih terdapat beberapa guru yang kesulitan dalam memilih dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Pendekatan pembelajran yang dapat digunakan dalam pembelajaran dalam kurikulum merdeka adalah pendekatan Pendekatan saintifik adalah pendekatan berbasis proses keilmuan yang melibatkan proses ilmiah yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir, kemampuan berpikir kritis, dan sikap ilmiah dari siswa. Sebanyak 40 guru di SMK Negeri 3 Gowa diberikan pelatihan dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam pembelejaran. Pembelajaran saintifik diterapkan melalui beberapa tahapan yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data atau informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Penerapan pendekatan saintifik pada kegiatan pembelajaran dilakuakn agar terjadi keseimbangan dalam ranah afektif yaknik pengembangan sikap, ranah psikomotroik yaknik peningkatan skill atau keterampilan, dan tentu saja terkait ranah kognitif yaknik peningkatan pengetahuan peserta didik. Setelah pelatihan Berdasarkan pengamatan, terdapat 85% peserta pelatihan dalam hal ini guru SMK Negeri 3 Gowa sudah dapat menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis saintifik. Kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru khususnya di sekolah kejuruan dalam membuat dan menyusun perangkat pembelajaran berbasis saintifik sesuai dengan kurikulum merdeka. Kata Kunci: Pendekatan Saintifik. Kurikulum Merdeka PENDAHULUAN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan setingkat SMA, tujuannya adalah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja, dipekerjakan atau sebagai wirausahawan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka diperlukan penigkatan kompetensi siswa SMK. Namun permasalahannya ternyata kompetensi yang dimiliki sebagian lulusan SMK belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, dunia usaha dan dunia kerja. Beberapa aspek yang menyebabkan hal tersebut adalah karena kurangnya kompetensi guru yang dimiliki oleh guru yang ada di SMK. Permasalahan seperti ini juga dialami oleh SMK Negeri 3 Gowa. SMKN 3 Gowa terletak di jalan Mesjid Raya. Kelurahan Bonto Bontoa. Somba Opu dan memiliki lahan seluas 2,3 hektare. Berdasarkan data tahun 2023. SMK Negeri 3 Gowa saat ini 446 siswa dengan tenaga pendidik 101 orang. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala SMK Negeri 3 Gowa pada bulan Januari 2024 Saat ini jumlah guru yang sudah tersertifikasi di SMK Negeri 3 Gowa baru mencapai 70%. SMK Negeri 3 Gowa tidak hanya fokus 185 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 pada kognitif siswa saja tapi juga peningkatan kompetensi guru untuk menjamin terciptanya transformasi pendidikan. Pemerintah telah melakukan penyiapan tenaga guru yang kompeten sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan khususnya memperkuat kompetensi guru dalam melakukan pembelajaran. Sehingga untuk mendukung kegiatan pemerintah, maka dilaksanakanlah kegiatan pelatihan dengan sasaran peningkatan kompetensi guru-guru khususnya di SMK Negeri 3 Makassar Pembelajaran yang dilaksanakan pada SMK yang mengadopsi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dapat menggunakan menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses mencoba/mengumpulkan menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan (Permendikbud,2. SMK Negeri 3 Gowa merupakan salah satu sekolah kejuruan yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan observasi yang diperoleh tim belum semua guru mampu melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik . cientific approac. sesuai dengan Kurikulum Merdeka dengan maksimal. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka dilaksanakanlah pelatihan tentang pembelajaran berbasis pendekatan saintifik . cientific approac. di SMK Negeri 3 Gowa. METODE PELAKSANAAN PROGRAM Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan pada pemaparan sebelumnya, kegiatan pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik di SMK Negeri 3 Gowa melalui metode pelaksanaan sebagai berikut: Tahap Pelaksanaan dan Persiapan Lokasi Proses pelaksanan PKM Pelatihan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik pada SMK Negeri 3 Gowa terlebih dahulu dilakukan peyampaian surat permohonan izin dari ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Kepala SMK Negeri 3 Gowa. Persiapan lokasi dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah sebagai tempat pelaksanaan pelatihan, kesiapan guru untuk mengikuti pelatihan serta fasilitas yang relevan dengan kegiatan pelatihan pembelajan berbasis pendekatan saintifik. Sebagai salah satu pendekatan pembelajaran, pendekatan saintifik diarahkan pada penerapan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan rangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau eksperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesis (Daryanto, 2. Kegiatan persiapan lokasi dilakukan dengan berkunjung langsung ke lokasi PKM dalam hal ini SMK Negeri 3 Gowa, kemudian melakukan sharing session dengan pemangku Tahapan Sosialisasi Pada tahapan sosialisasi, guru-guru di SMK Negeri 3 Gowa diberikan pemahaman tentang pentingnya kegiatan pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik agar dapat meningkatkan kompetensi guru yang dapat berdampak pada tercapainya hasil belajar yang maksimal oleh peserta didik. Menurut Musfiqon dan Nurdyansah . pembelajaran dengan pendekatan saintifik mesti disajikan dengan target untuk meningkatkan rasa keingintahuan . oster a sense of wonde. , meningkatkan keterampilan mengamati . ncourage observatio. , melakukan analisis . ush for analysi. , dan berkomunikasi . equire communicatio. Pada tahapan ini juga diperoleh data terkait jumlah guru yang mewakili setiap program keahlian berdasarkan masukan dari pimpinan dan struktural di SMK Negeri 3 Gowa. Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Kurikulum 186 Tahapan Pelatihan dan Pendampingan Pada tahanpan ini tim pelaksana PkM melatih dan mendampingi mitra dalam hal ini Guru SMK Negeri 3 Gowa khususnya, tahapan pelatihan didahului dengan pembukaan kegiatan oleh kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yaitu : Pemberian materi konsep pembelajaran pendekatan saintifik Pelatihan pembuatan dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik Tahapan Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan pada saat pelaksanaan pelatihan pembelajaran berbasi pendekatan saintifik kepada guru yang bertujuan untuk melihat keseriusan dan fokus grusu dalam mengikuti pelatihan, strategi yang digunakan adalah melihat dan pembimbingan langsung serta memberikan motivasi kepada guru pada saat dilakukan pengarahan materi dan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik Evaluasi dilakukuan pada saat pemberian materi pelatihan telah selesai bertujuan untuk melihat peningktan pengetahuan kompetensi dan keterampilan guru dalam membuat perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Tahap selanjutnya yakni observasi. Kegiatan ini dilakukan selama proses pelatihan untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan, ataupun kendala yang dihadapi oleh peserta dalam memahami materi pelatihan yang diberikan. Observasi juga dilakukan terkait bagaimana respon ataupun keaktifan peserta dalam mengikuti pelatihan yang diberikan. Tahap terakhir yakni asistensi atau pendampigan. Setelah kegiatan pelatihan dilakukan, nantinya akan ada proses pendampingan kepada peserta pelatihan. Proses pendampingan berupa layanan asistensi indeksasi jurnal. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan yaitu Kegiatan Persiapan Pelatihan Kegiatan persiapan pelatihan dilakukan setelah proposal kegiatan pengabdian kepada masyakat yang diajukan mendapat persetujuan dari Ketua LP2M UNM. Adapun langkahlangkah persiapan yang dilakukan sebagai berikut: Kegiatan pertama yang dilakukan mengurus kelengkapan administrasi dan melakukan koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan pengabdian di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kab. Gowa dan melakukan pertemuan dengan Kepala SMK Negeri 3 Gowa. Dalam koordinasi tersebut disepakati bahwa pelaksanaan pelatihan dimulai bulan Agustus 2024 dan dipusatkan di aula SMK Negeri 3 Gowa Pelaksanaan Pelatihan Penyajian materi pendekatan saintifik Materi yang diberikan kepada guru-guru di SMK Negeri 3 Gowa sebaga peserta pelatihan adalah teori yang menyangkut pengenalan pendekatan pembelajan saintifik, karakteristik serta pentingnya mengimplementasikan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran. Pengimplementasian pendekatan saintifik pada proses pembelajaran dilakukan dengan memberikan pengarahan agar peserta didik dapat mengajukan pertanyaan untuk perumusan 187 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 masalah, peserta didik juga diarahkan untuk berpikir tingkat tinggi, menganalisis temuan data dan mengambil keputusan. Hosnan . mengemukakan bahwa pendekatan saintifik memiliki karakteristik yaitu pembelajaran berpusat pada peserta didik atau sudents centered learning, pendekatan saintifik melibatkan keterampilan proses sains, pendekatan saintifik melibatkan proses-proses kognitif khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, pendekatan saintifik mengembangkan karakter peserta didik Gambar 1. Tim pelaksana memberikan materi pendekatan saintifik Pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dengan mengintegrasikan langkah-langkah pendekatan pembelajaran saintifik Pelatihan Penyusunan perangkat pembelajaran oleh guru-guru SMK Negeri 3 Gowa dilakukan dengan mengintegrasikan langkah-langkah pendekatan pembelajaran saintifik yang terdiri dari : Mengamati (Observin. Kegiatan mengamati atau observing bertujuan membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu fenomena atau objek. Kegiatan mengamati dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan mengamati langsung atau melalui media . ambar, vide. Menanya (Questionin. Kegiatan menanya atau questioning betujuan agar siswa dapat merumuskan pertanyaanpertanyaan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan menanya dapat dilakukan dengan cara membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan yang relevan dan . Mengumpulkan Informasi (Experimentin. Kegiatan mengumpulkan informasi atau xperimenting bertujuan agar siswa aktif dalam mencari jawaban atas pertanyaan melalui berbagai sumber informasi. Kegiatan mengumpulkan informasi dapat dilakukan dengan cara melakukan percobaan sederhana, membaca buku, atau mencari informasi dari internet. Mengolah/Menganalisis Data (Associatin. Kegiatan analisis data atau Associating bertujuan mengorganisasi dan menginterpretasi data yang diperoleh oleh siswa. Kegiatan menganalisis data dapat dilakukan dengna ,embuat tabel, grafik, atau diagram untuk menyajikan data. Mengomunikasikan (Communicatin. Kegiatan mengkomunikasikan atau Communicating bertujuan untuk menyampaikan hasil temuan kepada guru dan siswa. Kegiatan mengkomunikasikan dapat dilakukan dengan membuat laporan, presentasi, atau diskusi kelompok. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria yaitu . subtansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Kurikulum 188 penalaran,. Penjelasan guru, peserta didik, dan interaksi yang terjadi terbatas alur berfikir logis, . Peserta didik didorong untuk berfikir secara kritis, analisis, dan tepat dalam pembelajaran, . peserta didik mampu berfikir hipotik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu dengan yang lain dari subtansi atau materi pembelajaran, . Peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berfikir yang rasional dan objektif dalam pembelajaran, . Pembelajaran dapat dipertanggunjawabkan secara konsep, teori, dan fakta empiris . Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana, jelas, dan menarik sistem penyajiannya. Kemendikbud . Setelah guru-guru SMK Negeri 3 Gowa menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan pendekatan saintifik. Maka setiap guru akan melakukan presentasi perangkat pembelajaran untuk dilakukan evaluasi serta pemberian masukan ataupun saran terkait dengan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Presentasi yang dilakukan oleh guru memiliki peran penting dalam menilai, mengukur, dan memberikan umpan balik terhadap perangkat pembelajaran yang yang disusun. Melalui Presentasi, guru SMK Negeri 3 Gowa dapat menyampaikan isi dari perangkat pembelajaran, seperti syntaks yang terdapat pada RPP sehingga guru dapat memberikan umpan balik secara langsung, baik melalui pertanyaan maupun diskusi, sehingga proses evaluasi menjadi lebih interaktif dan dinamis. Dalam proses evaluasi, presentasi dapat membantu mengidentifikasi masalah yang muncul selama penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik, serta menawarkan solusi untuk perbaikan pada perangkat pembelajaran tersebut atau rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang lebih efektif dan efisien. Hasil Pelatihan Pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik menunjukkan respon yang positif di SMK Negeri 3 Gowa. Peserta pelatihan sangat antusias dan serius mengikuti seluruh rangkaian Daya serap materi pelatihan oleh peserta rata-rata baik, dibuktikan dengan 85% dari peserta mampu mempresentasikan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dengan maksimal. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan pembelajaran berbasis pendektan saintifik di SMK Negeri 3 Gowa dapat dinyatakan berhasil dan sukses. Gambar 2. Tim pelaksana menyerahkan sertifikat hasil pelaksanaan pelatihan Antusiasme peserta pelatihan mencerminkan kebutuhan mereka akan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan profesi. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan keterampilan guru, yang pada akhirnya akan berdampak positif 189 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2024 pada proses pembelajaran dan pengembangan potensi peserta didik SMK Negeri 3 Gowa. Setelah pelatihan, peserta pelatihan diberikan sertifikat dan melakukan pengisian survei untuk mengetahui respon guru-guru dalam pelatihan pembelajaran saintifik ini Implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran memberikan beberapa keunggulan, di antaranya: . proses pembelajaran lebih terpusat pada siswa sehingga lebih aktif dalam pembelajaran, . langkah pembelajarannya sistematis sehingga memudahkan guru memanajemen pelaksanaan pembelajaran, . memberikan peluang kepada guru untuk mengembangkan kreativitasnya dan mengajak siswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan berbagai sumber belajar, . langkah pembelajarannya melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum, dan prinsip, . proses pembelajaran melibatkan prosesproses kognitif yang merangsang keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta . mengembangkan karakter siswa (Rhosalia, 2. Bermanfaat Kurang Bermanfaat Tidak Bermanfaat Sangat Bermanfaat Gambar 4. Respon Guru terhadap pelatihan pembelajaran saintifik Berdasarkan gambar 4 terlihat bahwa guru-guru sebagai peserta pelatihan berpendapat bahwa pelatihan pembalajran saintifik sangat bermanfaat bagi mereka dalam pembelajaran di SMK Negeri 3 Gowa. Respon selanjutnya terkait bagaimana kesiapan guru untuk mengimplementasikan pendekatan pembelajaran saintifik dalam kurikulum merdeka di SMK Negeri 3 Gowa Kurang Siap Tidak Siap Sangat Siap Siap Gambar 5. Kesiapan Guru untuk mengimpelementasikan Pembelajaran Saintifik Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Kurikulum 190 Pada gambar 5 menunjukkan bahwa sebagian besar guru-guru sangat sangat siap untuk mengimpelmentasikan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik pada kurikulum merdeka di SMK Negeri 3 Gowa. Gambar 6. Dokumentasi Kegiatan . ttps://menaraindonesia. com/2024/09/03/pelatihanpendekatan-saintifik-tingkatkan-kualitas-pembelajaran-di-smk-negeri-3-gowa/ KESIMPULAN Kegiatan pelatihan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik di SMK Negeri 3 Gowa berlangsung dengan baik dan lancar. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua sesi penting. Sesi pertama berfokus pada pemberian pemahaman tentang pentingnya pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pada sesi ini, para peserta diberikan gambaran mengenai bagaimana pendekatan saintifik dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan Sesi kedua adalah sesi praktis, di mana para peserta didik membuat perangkat pembelajaran dengan mengimplementasikan pendekatan saintifik. Guru-guru diajak langsung terlibat dalam merancang strategi dan perangkat pembelajaran yang berbasis metode ini, agar dapat diterapkan di kelas mereka. Sebanyak 85% peserta pelatihan mampu mempresentasikan perangkat pembelajarannya dengan baik Pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan guru untuk menjadi lebih aktif, inovatif, dan profesional di lingkungan sekolah. Dampaknya diharapkan akan memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis melalui pendekatan saintifik. Hal ini sejalan dengan arah pendidikan modern yang mengedepankan keterampilan abad ke-21, di mana pendekatan saintifik menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis penelitian. DAFTAR PUSTAKA