Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Analisis Metode Penerjemahan Dalam Menerjemahkan Novel Bumi Manusia Fiki Mazaya Program Studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Terbuka fikimazaya11@gmail. Submitted: 31-12-2. Reviewed: 01-01-2. Accepted: 13-01-2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, dengan memperhatikan aspek kebudayaan, interaksi sosial dan identitas sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian merupakan kalimat dalam novel bumi manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 metode penerjemahan yang dikemukakan oleh Peter Newmark, yaitu metode komunikatif . ,22%), metode semantic . ,60%), dan metode idiom . ,18%). Ketiga metode tersebut dapat mempertahankan nuansa budaya dalam konteks Indonesia pada awal abad ke-20 dan juga memperkenalkan nilai sosial yang terdapat dalam struktur masyarakat kolonial. Dalam menerjemahkan, banyak tantangan untuk mentransfer istilah khas yang terkait status sosial, seperti kata "Pribumi," "Indo," dan "Belanda," yang memiliki makna Hasil penelitian ini, mampu mengkomunikasikan pesan budaya dan sosial tanpa kehilangan makna asli. Kata Kunci: Metode Penerjemahan. Novel Bumi Manusia. Penerjemahan Istilah Budaya. ABSTRACT This study aims to analyze the translation methods used in translating the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer, with a focus on cultural aspects, social interaction, and the complex social The study employs a qualitative descriptive method. The data source consists of sentences from the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. The results of the study indicate that there are three translation methods proposed by Peter Newmark, namely the communicative method . 22%), the semantic method . 60%), and the idiomatic method . 18%). These three methods are able to preserve the cultural nuances within the context of early 20th-century Indonesia and also introduce the social values inherent in the colonial society structure. In translation, there are significant challenges in transferring culturally specific terms related to social status, such as "Pribumi," "Indo," and "Belanda," which carry deep meanings. The results of this study demonstrate that the translation is able to communicate cultural and social messages without losing the original meaning. Keywords: Bumi Manusia Novel. Cultural Terms Translation. Translation Methods. PENDAHULUAN Penerjemahan merupakan suatu proses mentransfer pesan, makna ataupun informasi dari satu bahasa ke dalam bahasa lain, dengan memerlukan keahlian khusus dalam mempertahankan pesan asli dengan menyesuaikan elemen bahasa dan budaya. Penerjemahan juga memiliki peran penting dalam komunikasi antar bahasa dan menghubungkan budaya yang ada sehingga mampu memperluas pemahaman antar bangsa. Namun, seiring perkembangan zaman, kondisi profesi penerjemah telah mengalami perubahan signifikan, terutama dengan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kemajuan teknologi. Penerjemah saat ini tidak hanya bergantung pada keahlian bahasa, tetapi juga pada perangkat lunak dan alat bantu penerjemahan. Penerjemahan pada era globalisasi ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dikuasai (Yusniaty Galingging & Gunawan Tambunsaribu, 2. Dengan adanya kemajuan teknologi dan berkembangnya alat bantu penerjemahan otomatis, mungkin tampak lebih mudah dan lebih cepat dalam banyak Namun, ketika berbicara tentang penerjemahan sastra, seperti pada novel Bumi Manusia, pekerjaan ini masih memerlukan perhatian khusus, keterampilan manusia, dan keahlian untuk menjaga kedalaman dan keautentikan karya tersebut. Seperti pendapat(Rakhmyta, 2. yang mengatakan bahwa Aujenis teks ini membutuhkan ketelitian lebih dari penerjemah karena hasil terjemahannya mempengaruhi pemahaman pembacaAy. Dengan begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh penerjemah dalam menerjemahkan novel Bumi Manusia, harus mempertahankan kekayaan bahasa dan gaya sastra Pramoedya yang khas, termasuk penggunaan metafora yang merupakan bahasa figuratif dan variasi bahasa. (Soelistyowati et al. , 2. Konteks kolonialisme, perjuangan sosial, dan budaya Indonesia yang khas, serta menjaga agar pesan kritik terhadap sistem kolonial dan ketidakadilan tetap jelas dan tidak tersalah artikan. Penerjemahan sastra bukan hanya tentang pengalihan teks, tetapi penerjemah harus bisa menghasilkan terjemahan dengan tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan yang (Sobari, 2. Metode penerjemahan merupakan pendekatan yang digunakan penerjemah dalam pemilihan cara terbaik untuk mentransfer makna, setiap metode memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda-beda. Dalam dunia penerjemahan, tidak ada satu metode yang bisa diterapkan secara universal, karena setiap teks memiliki karakteristik dan konteks yang berbeda (Jayantini et al. , 2. Oleh karena itu, dalam penelitian penerjemah harus memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai metode yang tersedia dan memilih metode yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan teks yang diterjemahkan. Menurut(Moonti & Dama, 2. mengatakan bahwa AuDalam mengklasifikasikan kategori budaya, peneliti menggunakan teori Peter NewmarkAy. Dengan begitu, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Peter Newmark yang merupakan seorang ahli penerjemahan yang dikenal dalam teori dan praktik penerjemahannya, dalam pemilihan metode tidak hanya mempertimbangkan aspek linguistik tetapi juga konteks budaya yang terkandung. Dalam konteks novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, proses penerjemahan menjadi sangat menantang, mengingat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kedalaman makna sosial, politik, dan budaya yang terkandung dalam cerita tersebut. Seperti pendapat(Sari & Dewi, 2. bahwasannya AuNovel dengan bahasa kiasan dan ekspresi idiomatik tentu memerlukan penerjemahan yang akurat agar dapat dipahami oleh pembaca sasaranAy. Oleh karena itu, teori penerjemahan yang dikembangkan oleh Peter Newmark, dengan berbagai metode yang diusulkannya, menjadi sangat relevan dalam menggambarkan pendekatan yang dapat digunakan untuk menerjemahkan karya sastra ini. Novel Bumi Manusia merupakan satu novel yang diciptakan oleh seorang sastrawan tanah air yaitu Pramoedya Ananta Toer, yang pertama kali diterbitkan oleh Hastra Mitra pada Kemudian September 2005, novel ini diterbitkan kembali di Indonesia oleh Lentera Dipantara. Novel ini menggambarkan realitas sosial-politik Indonesia pada awal abad ke-20, saat negara tersebut masih berada di bawah penjajahan Belanda. Cerita ini berfokus pada kehidupan seorang pemuda bernama Minke, seorang pribumi yang terpelajar, yang terjebak dalam konflik antara identitas pribumi dan tekanan sosial serta politik yang ada pada masa Minke berusaha mencari makna tentang diri, bangsa, dan kehidupan, sembari berhadapan dengan ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat kolonial. Pramoedya Ananta Toer menggunakan Bumi Manusia sebagai alat untuk menggambarkan sejarah yang sering terabaikan, memberikan suara kepada mereka yang selama ini terpinggirkan, dan menunjukkan bagaimana orang-orang yang terjajah tidak hanya berjuang untuk kebebasan fisik, tetapi juga untuk kebebasan berpikir dan mengekspresikan diri. Sebagai sebuah karya sastra yang kuat. Bumi Manusia membawa pesan universal tentang perjuangan melawan penindasan dan pentingnya pembebasan dalam segala aspek kehidupan manusia. Dengan segala kedalaman sosial, budaya, dan sejarah yang terkandung di dalamnya. (Indriyany, 2. Bumi Manusia tetap menjadi karya yang relevan hingga kini, sebuah karya yang menginspirasi dan membuka mata terhadap pentingnya perlawanan terhadap ketidakadilan serta pencarian identitas yang lebih bermartabat. Ada beberapa penelitian yang meneliti mengenai metode penerjemahan yang diteliti oleh(Khoiriyatunnisa & Yuniar, 2. mengkaji penerjemahan dalam film animasi Al-Farabi yang difokuskan pada kalimat dialog yang terdapat dalam film. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa metode penerjemahan kata demi kata dan harfiah yang lebih sering digunakan, terutama untuk melatih keterampilan bahasa, dengan menyimak, membaca, menerjemahkan dan juga menambah kosakata bahasa sehingga film tersebut dapat dipahami dengan jelas. Kemudian JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 penelitian berikutnya yang diteliti oleh (Fitriani & Ifianti, 2. mengkaji metode penerjemahan dalam menangani onomatope pada buku anak-anak Little Abid Seri Pengetahuan Dasar yang terdiri dari delapan judul buku. Onomatope, yang berfungsi untuk meniru bunyi alam atau suara, adalah elemen penting dalam buku anak-anak karena memberikan kesan dinamis dan imajinatif. Dalam penelitian ini. Metode komunikatif juga sering diterapkan untuk mempertahankan daya tarik dari suara yang diwakili oleh onomatope, sekaligus memastikan bahwa anak-anak dalam audiens target mendapatkankan lebih banyak manfaat dari membaca buku cerita anak dwi bahasa. Selanjutnya yang diteliti oleh(Rahmawati & Kartika, 2. mengkaji penerjemahan lirik lagu, yang memiliki tantangan tersendiri karena peran penting elemen musik dan ritme dalam menyampaikan makna. Lirik lagu tidak hanya menyampaikan pesan melalui kata-kata, tetapi juga melalui irama, melodi, dan ekspresi emosi yang terkandung dalam musik. Oleh karena itu, penerjemah lagu harus mempertimbangkan dua aspek utama: pertama, akurasi dalam menyampaikan pesan teks, dan kedua, kesesuaian dengan ritme atau melodi lagu tersebut. Sehingga ditemukan beberapa penggunaan metode penerjemahan, salah satunya metode penerjemahan komunikatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan novel Bumi Manusia ke dalam The Earth of Mankind dengan menggunakan metode penerjemahan yang dikemukakan oleh Peter Newmark, serta untuk memahami bagaimana penerjemah menangani tantangan bahasa dan budaya dalam mentransfer kesepadanan makna dalam bahasa sasaran. (Mardliyah et al. , 2. Begitu juga seperti pendapat (Agusdtine et al. , 2. yang menyatakan bahwa AuNamun makna yang disampaikan tidak boleh melenceng agar terjemahannya dapat dipahami dan berterima. Ay Melalui penelitian ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana metode-metode tersebut dapat digunakan untuk menjaga kesetiaan terhadap teks asli dan memastikan pemahaman yang tepat dari pesan budaya, politik dan juga sosial yang terdapat pada novel ini. Selain itu, metode ini diharapkan dapat ditemukan cara-cara efektif untuk menghasilkan terjemahan yang tidak hanya akurat, tetapi juga pesan dan nilai yang ingin disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer. (Hadiyanto & Ellisafny, 2. Dengan demikian, karya besar ini dapat dinikmati dan dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang budaya dan sosial, serta memberikan pengalaman yang lebih holistik dan mendalam, baik dalam konteks sejarah, budaya, maupun konflik yang dihadirkan dalam novel tersebut. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, memahami, dan menganalisis fenomena sosial secara lengkap, pengalaman ataupun kejadian tanpa manipulasi. Deskriptif kualitatif adalah metode yang berfokus pada penggambaran realitas yang ada dalam teks dan mengupasnya berdasarkan perspektif, makna, dan pengalaman pembaca. Dalam konteks penelitian ini, deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali elemen-elemen sastra yang muncul dalam novel Bumi Manusia dan memberikan penjelasan mendalam mengenai karakter, tema, serta latar sosial yang menjadi inti Hal ini memberi pembaca wawasan tentang nuansa kultural, emosional, dan psikologis dalam cerita tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana novel ini mencerminkan perlawanan terhadap ketidakadilan kolonial dan pencarian identitas dalam masyarakat Indonesia yang tertindas. Sama hal nya juga Menurut pendapat (Afifah, 2. yang mengatakan bahwa Aupada ketidakcocokannya, tingkat budaya yang mendominasi, karena budaya antara penerima bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda. Ay Sumber data penelitian ini adalah Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bab 2 yang berjudul Au: DALAM HIDUPKU. BARU SEUMUR JAGUNGAy terdapat sebanyak 45 halaman. Dengan memilih bab 2 dalam novel Bumi Manusia karena memberikan landasan kuat untuk memahami tema, karakter maupun konflik utama dalam novel. Teknik pengumpulan data, dilakukan dalam beberapa langkah diantaranya : . menganalisis teks secara mendalam untuk memahami isi novel dengan detail, . Observasi terhadap pola-pola sosial dan konflik dalam teks, . Menandai kata, frasa, klausa dan juga kalimat yang teridentifikasi dalam data. Dan peneliti perlu memperhatikan bias pribadi dengan menggunakan pendekatan sistematis, seperti refleksi diri, untuk memastikan bahwa pandangan pribadi tidak memengaruhi analisis, sehingga hasil penelitian tetap objektif dan valid. Teknik analisis data dilakukan dengan : . menyeleksi data yang akan dianalisis, dengan mempertimbangkan relevansi elemen bahasa dan budaya yang terkandung dalam teks . mengidentifikasi metode penerjemahan . menganalisis istilah, unsur budaya, dan gaya bahasa yang ada pada novel . memeriksa keakuratan dan konsistensi dalam teks asli . mengevaluasi kualitas dalam penerjemahan. Pendekatan ini didasarkan pada skopos theory dan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 equivalence theory, yang membantu memastikan bahwa penerjemahan mempertahankan makna, kesetaraan budaya, dan konteks sosial teks asli HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian ini, yang dilakukan terhadap penerjemahan novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Earth of Mankind ditemukan 3 metode penerjemahan dari 8 metode yang dikemukakan oleh Peter Newmark metode penerjemahan tersebut adalah sebagai berikut. Tabel. Metode penerjemahan pada novel Bumi Manusia NO METODE PENERJEMAHAN JUMLAH DATA PERSENTASE (%) 1 Metode Komunikatif 45,22% 2 Metode Semantik 32,60% 3 Metode Idiom 22,18% TOTAL 100,00% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa metode penerjemahan yang paling banyak digunakan adalah metode penerjemahan Komunikatif dengan jumlah 473 dengan presentasi 45,22% kemudian metode selanjutnya adalah metode Semantik dengan jumlah 341 dengan presentasi 32,60% dan yang terakhir adalah metode Idiom dengan jumlah 232 dengan presentasi 22,18%. Metode Penerjemahan Komunikatif Menurut Peter Newmark merupakan upaya dalam penerjemahan yang menekankan dalam penyampaian pesan secara jelas dan terpahami kepada pembaca dalam bahasa target tanpa menghilangkan elemen-elemen budaya dan konteks sosial yang sangat penting dalam Dengan menggunakan penerjemahan komunikatif, penerjemah bisa menjaga makna inti dari novel Bumi Manusia, sementara mengadaptasi kata-kata dan kalimat agar lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Hal ini mencakup penyesuaian istilah budaya, penggunaan ekspresi lokal, serta menjaga nuansa sosial dan politik yang terkandung dalam teks, yang semuanya sangat penting dalam karya sastra yang penuh dengan makna seperti Bumi Manusia. Berikut adalah contoh teks. Bsu : "Biar aku ceritakan: ia temanku sekolah di H. , jalan H. Surabaya. Ia lebih tinggi dari padaku. Dalam tubuhnya mengalir darah Pribumi. Entah berapa tetes atau gumpal. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Bsa : AuLet me tell you: he was my schoolmate at H. S . Dutch-run school in colonial Indonesia, mainly attended by Europeans and Indo peopl. Street. Surabaya. He had a higher social standing than me. In his body flowed Indigenous I don't know how many drops or clots of it flowed through him. Ay Dalam kalimat diatas terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode komunikatif menurut Newmark. Yang pertama, konteks kolonial pada masa itu. AuH. Ay (Hoogere Burgerschoo. merupakan sekolah yang hanya dapat diakses oleh anak-anak kelas atas, terutama dari kalangan Eropa dan Indo. Dimana kesenjangan sosial pada masa itu, adanya perbedaan status sosial antara orang belanda maupun indo dan pribumi. Dan penambahan pada kalimat memberikan penjelasan mengenai status sosial yang tercermin dari akses ke Seperti, . Dutch-run school in colonial Indonesia, mainly attended by Europeans and Indo peopl. Berikutnya "Ia lebih tinggi dari padaku" dalam kata tersebut terdapat diskriminasi sosial dan rasial yang ada di masa tersebut. Dan dalam kata "He had a higher social standing than me," atau "He was of a higher status than me. " Dapat menggambarkan bahwa perbedaan yang dimaksud lebih pada status sosial yang bersifat struktural. Pada kalimat "Dalam tubuhnya mengalir darah Pribumi. Entah berapa tetes atau " Terdapat perbedaan identitas sosial, yang menghubungkan status seseorang dengan kebudayaan dan darah. Di mana seseorang yang terlahir sebagai Indo atau Pribumi sering merasa bahwa darah mereka yang "pribumi" membawa beban sosial meskipun mereka berada di sekolah yang sama dengan orang Belanda. Dan terjemahan pada di atas memberikan gambaran lebih jelas bahwa darah pribumi di dalam tubuh teman tersebut membawa makna sosial yang lebih rendah dalam struktur kelas kolonial. Pada kalimat "Entah berapa tetes atau gumpal. " Kalimat tersebut meskipun temannya memiliki darah Pribumi, ia tidak sepenuhnya terlihat atau diterima sebagai Pribumi dalam masyarakat kolonial. Sebaliknya, dia mungkin lebih dianggap sebagai bagian dari Indo atau kelas sosial yang lebih tinggi karena pendidikan dan status sosialnya. Dan pada frasa tersebut mempertahankan nuansa keraguan digambarkan dalam kalimat aslinya, dan juga menyiratkan perbedaan sosial yang rumit dalam hal darah dan identitas rasial. Bsu : "Para pelajar seakan gila merayakan penobatan ini: pertandingan, pertunjukan, pameran keterampilan dan kebiasaan yang dipelajari orang Eropa Ai sepakbola. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 standen, kasti. Dan semua itu tak ada yang menarik hatiku. Aku tak suka pada Bsa : "The students seemed almost mad with excitement celebrating this coronation: matches, performances, exhibitions of skills and abilities learned from Europeans Ai football, tennis, baseball. And none of that interested me. I didnAot like sports. ootball = soccer, tennis, and baseball, all sports introduced by the European Pada kalimat diatas juga terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode komunikatif menurut Newmark. Yang pertama, "Para pelajar seakan gila merayakan penobatan ini" pada kalimat ini menggambarkan kegembiraan dan antusiasme para pelajar yang merayakan suatu peristiwa penobatan, mungkin penobatan seorang tokoh atau acara besar lainnya yang berhubungan dengan kebudayaan Eropa. Dalam perayaan ini mencerminkan pengaruh budaya kolonial dimana orang eropa memiliki tempat yang dominan. Ini menunjukan bahwa perbedaan sosial sangat nyata, masyarakat pribumi dihadapkan pengaruh budaya luar yang mereka tiru, meskipun tidak semuanya menarik atau sesuai dengan identitas mereka. Dan menambahkan penjelasan atau mengubah struktur kalimat untuk menekankan keramaian dan kegembiraan yang berlebihan, serta memberi sedikit konteks tentang apa yang dirayakan . isalnya, "coronation" atau acara seremonial yang terkait dengan dominasi budaya Erop. Berikutnya pada kalimat "Pertandingan, pertunjukan, pameran keterampilan dan kebisaan yang dipelajari orang Eropa Ai sepakbola, standen, kasti. " Dalam olahraga sepakbola, standen, kasti dimana ini menggambarkan bahwa olahraga Eropa menjadi bagian dari kebudayaan yang didorong oleh pemerintah kolonial kepada masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari asimilasi budaya yang dipaksakan. Namun, tidak semua orang Indonesia, terutama pribumi atau kelas bawah, merasa tertarik dengan kegiatan ini, karena mereka lebih terkait dengan budaya dan tradisi mereka sendiri. Dan untuk memberi informasi penting tentang pengaruh budaya Eropa dikehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia pada masa kolonial, dengan menambahkan catatan kaki, seperti . ootball = soccer, tennis, and baseball, all sports introduced by the European colonizer. Selanjutnya pada kalimat "Dan semua itu tak ada yang menarik hatiku. Aku tak suka pada sport. " Kalimat ini menggambarkan adanya penolakan terhadap nilai-nilai asing yang dipaksakan oleh penjajah dan menunjukkan bahwa ada keengganan untuk menerima atau JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 meniru kebudayaan yang datang dari luar. Ketidaktertarikan terhadap olahraga Eropa juga bisa mencerminkan ketidakcocokan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan yang dibawa oleh penjajah. Dan dengan mempertahankan nuansa penolakan terhadap budaya asing melalui pilihan kata yang lebih kuat, maka kalimat tersebut membuat lebih jelas dengan mengontraskan antara budaya pribumi yang mungkin lebih tradisional dan budaya kolonial yang datang dengan segala bentuk olahraga Eropa. Metode Penerjemahan Semantik Menurut Peter Newmark dalam penerjemahan novel bumi manusia menekankan pada keakuratan makna kata atau frasa dalam bahasa sumber, dengan tetap mempertahankan struktur dan gaya bahasa dari teks sumber tanpa terlalu banyak melakukan perubahan. Sehingga pendekatan penerjemahan ini sangat berguna ketika makna yang terkandung dalam teks sangat penting untuk menyampaikan pesan sosial dan budaya novel tersebut. Dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, terdapat banyak elemen budaya, sejarah, dan emosi yang sangat penting untuk dipertahankan dalam terjemahan. Mengingat konteks sosial dan politik dalam novel ini yang sangat terkait dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia, perasaan ketidakadilan, dan identitas sosial, penerjemahan yang tepat adalah hal yang krusial. Oleh karena itu, metode semantik sangat relevan diterapkan untuk menjaga kesetiaan terhadap makna dan nuansa asli dalam teks tersebut. Bsu : "Ilmu dan pengetahuan, yang kudapatkan dari sekolah dan kusaksikan sendiri pernyataannya dalam hidup, telah membikin pribadiku menjadi agak berbeda dari sebangsaku pada umumnya. Bsa : AuKnowledge and education, which I gained from school and witnessed firsthand in life, has made my character somewhat different from that of my people in general. Ay Pada data diatas juga terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode semantic menurut Newmark. Pertama, pada kata "Ilmu dan pengetahuan" pada kalimat ini mencerminkan peran penting pendidikan dalam pandangan hidup pada masa kolonial di Indonesia, pendidikan barat seringkali menjadi jalur untuk memisahkan antara mereka yang terdidik dengan mereka yang tidak, menciptakan perbedaan status sosial yang besar. Dan dalam kata yang terkandung "ilmu dan pengetahuan" mencakup lebih dari sekadar "knowledge" atau JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 "education", tetapi juga menggambarkan konsep pengetahuan formal yang terkait dengan pendidikan kolonial dan nilai-nilai Barat. Selanjutnya pada kalimat "Yang kudapatkan dari sekolah dan kusaksikan sendiri pernyataannya dalam hidup". Pada bagian ini mencerminkan pemahaman bahwa pengetahuan yang diperoleh di sekolah membawa seseorang pada perbedaan pemahaman hidup, yang mungkin menciptakan jarak sosial terhadap yang tidak berpendidikan. Dengan demikian, pernyataan ini menggambarkan adanya transformasi personal yang dihasilkan dari pendidikan. Dengan menggunakan istilah "witnessed firsthand" atau "I witnessed in life itself", terjemahan ini mengkomunikasikan bahwa pengetahuan yang didapat bukan hanya dari buku, tetapi juga pengalaman langsung yang membuatnya berbeda dari orang lain. Berikutnya kalimat "Telah membikin pribadiku menjadi agak berbeda dari sebangsaku pada umumnya. " Menggambarkan adanya perbedaan sosial dan identitas antara sebangsanya yang lebih luas. Dalam kata "pribadi" di sini merujuk pada kepribadian atau identitas personal yang dibentuk oleh pendidikan dan pengalaman hidup. Dalam konteks kolonial, bahwa pendidikan Barat yang diterima telah membentuk menjadi berbeda dari orang-orang Dalam kata "character" dan "my people" memberikan penekanan bahwa perbedaan ini bukan hanya pada tingkah laku, tetapi juga pada nilai-nilai dasar dan pandangan hidup yang telah terbentuk yang mampu menciptakan jarak dengan orang sebangsanya. Bsu : "Sampai sejauh itu orang hanya mengenal nama Tuan Mellema Orang sekali-sekali saja atau sama sekali tak pernah melihatnya lagi. Sebaliknya orang lebih banyak menyebut-nyebut gundiknya: Nyai Ontosoroh Ai gundik yang banyak dikagumi orang, rupawan, berumur Tiga puluhan, pengendali seluruh perusahaan pertanian besar itu. Bsa : AuUp to that point, people only knew the name of Mr. Mellema. They saw him occasionally, or never at all. On the other hand, people often spoke of his concubine : Nyai Ontosoroh - A concubine admired by many, beautiful, in her thirties, and the manager of the entire large agricultural estate. Ay Begitu juga pada data di atas, terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode semantik menurut Newmark. Pada kalimata "Sampai sejauh itu orang hanya mengenal nama Tuan Mellema. " Menunjukan jarak sosial dan ketidakhadiran fisik dari tokoh Tuan Mellema dalam kehidupan masyarakat. Dalam masyarakat kolonial, orang-orang Eropa sering kali lebih JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 terpisah secara sosial dari kehidupan pribumi, dan mereka hanya dikenal lewat nama atau jabatan mereka, tetapi jarang terlibat langsung dengan masyarakat di bawah mereka. Makna kata "hanya mengenal nama" merujuk pada kenyataan sosial bahwa tokoh ini tidak berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dan terjemahan tersebut mempertahankan esensi bahwa Tuan Mellema lebih dikenal sebagai nama atau figur administratif daripada sosok yang berinteraksi langsung dengan orang-orang sekitar. Selanjutnya, "Orang sekali-sekali saja atau sama sekali tak pernah melihatnya lagi. Pada kalimat tersebut menggambarkan jarak sosial yang lebih jauh antara Tuan Mellema dan masyarakat sekitar, yang lebih mengarah pada perbedaan kelas sosial antara penjajah (Erop. dan pribumi. Ini juga dapat mencerminkan ketidakberdayaan orang pribumi yang tidak memiliki hubungan langsung dengan orang Eropa dalam kehidupan sosial mereka. Dan terjemahan kata memilih dengan kata yang menunjukkan ketidakberadaan atau jarang nya interaksi dengan masyarakat, yang mencerminkan perbedaan sosial yang tajam antara Tuan Mellema dan orang-orang pribumi. Berikutnya pada kalimat, "Sebaliknya orang lebih banyak menyebut-nyebut gundiknya: Nyai Ontosoroh" kalimat ini, menunjukkan perbedaan perlakuan sosial terhadap Nyai Ontosoroh, yang adalah gundik . Tuan Mellema. Kata "gundik" memiliki makna yang sangat kuat dalam konteks sosial kolonial, karena gundik biasanya merujuk pada perempuan pribumi yang menjadi pasangan atau kekasih pria Eropa dalam sistem sosial kolonial. Begitupun juga gundik memiliki status sosial yang lebih tinggi dalam komunitas pribumi, meskipun ia tetap berada di bawah dominasi kelas penjajah. Dan Penggunaan kata "concubine" di sini penting karena ini lebih tepat menggambarkan status gundik dalam masyarakat kolonial, meskipun kata ini memiliki nuansa yang lebih formal atau lebih sedikit melibatkan keberagaman sosial yang lebih kompleks. Pada Kalimat "Gundik yang banyak dikagumi orang, rupawan, berumur tiga puluhan, pengendali seluruh perusahaan pertanian besar itu. " Pada bagian ini, menegaskan bahwa Nyai Ontosoroh adalah seorang perempuan yang berpengaruh dan dihormati, meskipun dia seorang Penekanan pada keindahan fisik dan kemampuan mengelola perusahaan menggambarkan bagaimana dalam masyarakat kolonial, seorang gundik dengan kecerdasan dan kemampuan tertentu dapat meraih posisi sosial yang tinggi, meskipun dia tidak memiliki status resmi yang setara dengan orang Eropa. Dan terjemahan tersebut memastikan bahwa JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 konsep kemampuan mengelola perusahaan dan penghargaan sosial terhadap Nyai Ontosoroh tetap terjaga, mencerminkan kompleksitas peran sosialnya dalam struktur kolonial. Metode Penerjemahan Idiom Menurut Peter Newmark yaitu kelompok kata atau ungkapan yang memiliki makna khusus yang tidak bisa ditebak hanya dengan mengandalkan arti literal dari kata-kata yang Dengan kata lain, makna idiom sering kali terpisah dari arti harfiah katakata yang ada dalam idiom tersebut. Idiom sering kali bersifat khas budaya, yang membuat terjemahan idiom dalam bahasa lain bisa sangat menantang. Melalui pendekatan ini, penerjemah menjaga agar nuansa lokal dalam bahasa Indonesia tetap tersampaikan, meskipun terjadi penyesuaian dalam penggunaan idiom yang lebih familiar di bahasa target. Hal ini membuat teks tetap terasa alami dan bermakna kuat, sambil memperkenalkan pembaca kepada makna dan nuansa budaya yang lebih luas. Dalam novel Bumi Manusia, banyak istilah, ungkapan, dan frasa yang berkaitan dengan konteks sosial, budaya, dan sejarah Indonesia pada masa kolonial, yang membutuhkan perhatian khusus dalam Dalam menerapkan metode ini harus memiliki pemahaman yang baik tentang kedua bahasa, serta keterampilan untuk menyesuaikan idiom-idiom tersebut dengan ekspresi idiomatik yang ada dalam bahasa target tanpa mengurangi makna yang terkandung. Bsu : "Dengarkan dulu. Aku akan bertanya: Hai, philogynik, mata kranjang, buaya darat, mana haremmu?" Bsa : AuListen first. I'm going to ask you a question: Hey, womanizer lecherous gaze, womanizer, where's your harem?Ay Pada kalimat diatas juga terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode idiom. Yang pertama, pada kalimat "Hai, philogynik" atau dalam bahasa Indonesia terkadang ditulis "filoginisAy. Meskipun ini bukanlah sebuah idiom yang umum digunakan di Indonesia, dalam konteks kalimat tersebut, "philogynik" bisa diterjemahkan menggunakan istilah idiomatik dalam bahasa Inggris yang menggambarkan kecenderungan berlebihan terhadap perempuan atau ketertarikan yang tidak serius. Salah satu opsi bisa menggunakan "womanizer" atau "philanderer", meskipun ini lebih menekankan pada sifat suka bermain-main dengan banyak Selanjutnya pada kalimat, "Mata kranjang" merupakan idiom yang lebih kasual dan bernuansa negatif dalam bahasa Indonesia. Dalam budaya Indonesia, ini sering kali digunakan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 untuk menggambarkan pria yang terlalu tertarik pada penampilan fisik perempuan, atau yang sering menggoda perempuan dengan cara yang tidak sopan. Untuk menjaga makna idiomatik ini dalam bahasa Inggris, kita perlu menggunakan ekspresi yang setara yang mengandung nuansa yang sama, seperti "lecherous eyes" atau "lustful gaze", yang mengarah pada makna bahwa seseorang memiliki keinginan seksual yang tidak terkendali, terutama dalam konteks penghormatan terhadap perempuan. Kedua istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan mata yang melirik atau memperhatikan dengan cara yang berlebihan dan tidak sopan, sesuai dengan makna idiomatik "mata kranjang" dalam bahasa Indonesia. Berikutnya pada kalimat, "Buaya darat" kata tersebut memiliki konotasi negatif dan menggambarkan seorang pria yang suka bermain-main dengan perasaan perempuan, atau pria yang suka berpindah-pindah pasangan tanpa niat serius. Dan kata "womanizer" atau "playboy" istilah tersebut cocok untuk menggambarkan karakter pria yang suka mengejar wanita secara tidak serius dan sering berpindah-pindah pasangan. Dalam kalimat "Mana haremmu?" dalam bahasa Indonesia merujuk pada gundikgundik atau selir yang sering menjadi pasangan pria, terutama dalam budaya Timur Tengah atau dalam konteks colonial. Penggunaan kata "harem" di sini masih tepat, karena "harem" memiliki makna kultural yang lebih luas dan idiomatik dalam bahasa Inggris. Bsu : "Rob tidak peduli. Memang dia pernah berkata: satu-satunya bukti pembesar Jawa tidak berniat punya harem hanya dengan beristri orang Eropa. Totok atau Indo. Dengannya ia tak bakal berma-du. Bsa : AuRob doesn't care. Indeed, he once said: the only proof that Javanese aristocrat Not intending to have a harem is by Marrying a European woman, either a Dutch or an Indo. He wouldn't have multiple wives. Ay Berikut pada data diatas juga terdapat konteks budaya dan sosial dengan metode idiom menurut Newmark. Yang pertama, "Pembesar Jawa" merujuk pada seorang bangsawan atau pejabat dari kalangan Jawa, atau seseorang yang memegang kedudukan penting dalam masyarakat Jawa pada masa kolonial, terutama di bawah pemerintahan Belanda. Dan "Javanese nobleman" atau "Javanese aristocrat". Harus memastikan bahwa makna sosial dan budaya mengenai status serta hubungan dengan kekuasaan kolonial tetap dipertahankan. Berikutnya pada kalimat, dalam "Tidak berniat punya harem" merujuk pada bentuk idiom sosial yang mencerminkan keengganan untuk memiliki banyak istri atau selir, sebuah JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 konsep yang berkaitan dengan kekuasaan sosial dan status dalam masyarakat kolonial. Dan dalam frasa tersebut, penjelasan tentang status sosial dan kebudayaan yang terlibat, karena harem dalam budaya Eropa dan Timur Tengah juga sering diartikan secara berbeda. Selanjutnya, kalimat "Beristri orang Eropa. Totok atau Indo. " Kalimat ini menyebutkan bahwa "pembesar Jawa" hanya akan menikahi wanita dari EropaAibaik yang Totok . rang Belanda asl. atau Indo . ampuran antara Belanda dan pribum. Dalam kalimat tersebut, mungkin tidak memiliki padanan yang tepat untuk istilah "Totok" dan "Indo", sehingga perlu Namun, untuk "beristri orang Eropa", kita bisa menggunakan frasa "marrying a European woman, either a Dutch or an Indo" untuk menyampaikan konsep rasial dan kebudayaan yang terlibat. Kalimat terakhir, "Dengannya ia tak bakal berma-du. " Frase "berma-du" merujuk pada tindakan memiliki hubungan dengan dua orang perempuan atau secara lebih luas. frase ini menegaskan bahwa pembesar Jawa yang menikahi orang Eropa (Totok atau Ind. tidak akan terlibat dalam praktik poligami atau memiliki banyak pasangan . Dan pada kalimat tersebut, tidak ada istilah yang tepat untuk "berma-du" dalam arti idiomatiknya. Untuk mempertahankan makna, bisa diterjemahkan menjadi "he wouldn't have multiple wives" atau "he wouldn't engage in polygamy". KESIMPULAN Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam menerjemahkan novel Bumi Manusia ke dalam The Earth of Mankind terdapat 3 metode penerjemahan dari 8 metode yang dikemukakan oleh Peter Newmark yaitu yaitu metode komunikatif . ,22%), metode semantic . ,60%), dan metode idiom . ,18%). Metode penerjemahan komunikatif menjadi metode penerjemahan yang paling banyak digunakan karena penyampaian pesan yang jelas dan mudah dimengerti pembaca dalam konteks budaya maupun bahasa yang berbeda. Metode ini pun juga lebih efektif untuk mengatasi tantangan perbedaan bahasa, konteks sosial yang luas, dan memastikan pesan tersampaikan dengan baik. Kemudian metode penerjemahan Idiom yang paling sedikit dengan persentase sebesar 22,18%. Hal ini dikarena metode Idiom terikat dengan konteks budaya lokal yang sangat spesifik, seperti memiliki nuansa dan makna tersirat yang erat dengan kehidupan sosial, politik, ataupun budaya di Indonesia dalam masa kolonial. Sehingga ketika menerjemahkan jangan sampai kehilangan makna asli dalam teks tersebut. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 95-110 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Dengan begitu pula untuk peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai metode penerjemahan khususnya pada novel Bumi Manusia, disarankan untuk lebih berhati hati dan teliti dalam menerjemahkan setiap kata ataupun kalimat dikarenakan novel ini memiliki penulisan yang sangat khas, puitis dan penuh dengan nuansa sosial-politik yang sering membuat kita terkecoh dalam setiap kata atau kalimatnya. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur dan hormat, saya mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Dosen Pembimbing, atas arahan, bimbingan, dan motivasi yang tiada henti sepanjang proses penelitian ini. Terima kasih atas kesediaan beliau meluangkan waktu, memberikan wawasan, serta kesabaran yang luar biasa dalam membimbing saya, terutama dalam memahami konsep-konsep dan tantangan terkait metode penerjemahan. Sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kelancaran proses penelitian dan penyelesaian karya ilmiah ini. Dan terima kasih yang mendalam kepada keluarga tercinta dan orang terdekat saya, yang selalu memberikan dukungan tanpa batas, baik dalam bentuk kasih sayang, perhatian, maupun motivasi yang tiada henti sepanjang perjalanan penelitian ini. Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan doa yang telah diberikan, yang menjadi sumber kekuatan dan semangat bagi saya dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. DAFTAR PUSTAKA