Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PERSEPSI SISWA TERHADAP ASSESSMENT FOR LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI INTRINSIK SISWA: AUTONOMY. COMPETENCE DAN RELATEDNESS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Restia Ayangsa1. Dessi Susanti2 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Padang. Indonesia e-mail: 1restiaayangsa01@gmail. com, 2dessisusanti@fe. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap assessment for learning dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik, dengan relatedness, competence, dan autonomy sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang diduga disebabkan oleh belum optimalnya pemenuhan kebutuhan psikologis dasar serta implementasi assessment for learning yang belum menyeluruh dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel berjumlah 183 siswa kelas XI SMAN 2 Bungo yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap assessment for learning berpengaruh signifikan terhadap motivasi intrinsik. Pengaruh ini dimediasi secara signifikan oleh relatedness, competence, dan autonomy. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian formatif yang diterapkan secara tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan psikologis dasar siswa, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar dari dalam diri Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan assessment for learning secara konsisten dan berorientasi pada penguatan hubungan sosial, rasa mampu, dan kebebasan belajar siswa. Kata kunci: Assessment for Learning. Motivasi Intrinsik. Autonomy. Competence. Relatedness ABSTRACT This study aims to analyze studentsAo perceptions of assessment for learning and its effect on intrinsic motivation, with relatedness, competence, and autonomy as mediating variables. The background of this research is the low level of student learning motivation, which is suspected to be caused by the suboptimal fulfillment of basic psychological needs and the incomplete implementation of assessment for learning in the learning process. This study uses a quantitative approach with an associative method. The sample consisted of 183 eleventh-grade students from SMAN 2 Bungo, selected using proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) model based on Partial Least Square (PLS). The results show that studentsAo perceptions of assessment for learning significantly influence their intrinsic motivation. This effect is significantly mediated by relatedness, competence, and autonomy. These findings emphasize that properly implemented formative assessment can help meet studentsAo basic psychological needs, thereby enhancing their internal motivation to learn. Therefore, teachers are encouraged to consistently apply assessment for learning in a way that fosters social connectedness, a sense of competence, and learner autonomy. Keywords : Assessment for Learning. Intrinsic Motivation. Autonomy. Competence. Relatedness PENDAHULUAN Motivasi Intrinsik merupaka faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar Siswa dengan motivasi intrinsik tinggi belajar karena minat pribadi, rasa ingin tahu, dan kepuasan dalam memahami materi (Ryan & Deci, 2. Sebaliknya, motivasi yang hanya didorong oleh tekanan eksternal cenderung Self-Determination Theory (SDT) menjelaskan bahwa motivasi intrinsik akan optimal jika tiga kebutuhan psikologis terpenuhi: autonomy . ebebasan menentukan cara belaja. , competence . asa mamp. , dan . ubungan Assessment for learning yang diterapkan secara konsisten melalui strategi seperti perumusan tujuan belajar, umpan balik formatif, penilaian diri, dan penilaian teman https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 372 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desemebr . sebaya, memiliki potensi memenuhi ketiga kebutuhan ini (Black & Wiliam, 1. Namun, penelitian di Indonesia yang menguji keterkaitan persepsi siswa terhadap assessment for learning, ketiga kebutuhan psikologis dasar, dan motivasi intrinsik secara simultan masih sangat terbatas. Studi pengaruh langsung assessment for learning terhadap hasil belajar atau motivasi, tanpa SelfDetermination Theory (Granberg et al. , 2021. Sofyatiningrum et al. , 2. Kontribusi unik penelitian ini adalah menguji model mediasi Ie autonomy/competence/relatedness Ie motivasi intrinsik menggunakan PLS-SEM dalam konteks pembelajaran Ekonomi di SMA. Hasil observasi awal pada 34 siswa kelas XI SMAN 2 Bungo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki motivasi intrinsik yang tinggi, terutama pada aspek autonomy . ,2%). Selain itu, hanya 45,7% siswa yang merasa menerima umpan balik Hal assessment for learning masih belum optimal, sehingga diperlukan penelitian empiris untuk menguji pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik dengan mempertimbangkan peran kebutuhan psikologis dasar. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini Adalah sebagai berikut: Menganalisis pengaruh assessment for learning terhadap autonomy, competence, relatedness, dan motivasi intrinsik. Menguji peran mediasi autonomy, competence, dan relatedness dalam hubungan assessment for learning dan motivasi intrinsik. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan psikologis siswa sebagai landasan motivasi belajar yang berkelanjutan. METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa terhadap assessment for learning terhadap motivasi intrinsik, serta peran mediasi autonomy, competence, dan relatedness. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 2 Bungo semester genap tahun ajaran 2024/2025. Populasi berjumlah 339 siswa, dan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 183 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berbasis skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuj. , yang disusun berdasarkan indikator teori: A Assessment for learning : dimensi monitoring dan scaffolding (Ron et al. , 2. A Motivasi intrinsik : empat indikator Intrinsic Motivation Inventory (Deci & Ryan, 1. Ae interest/enjoyment, effort/importance, value/usefulness, dan felt pressure/tension. A Autonomy, competence, relatedness : indikator kebutuhan psikologis dasar dalam Self-Determination Theory (Ryan & Deci. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4, melalui dua tahap: Analisis Outer Model A Convergent validity: nilai outer loading > 0,70 dan AVE > 0,50. A Discriminant validity: nilai cross loading < 0,85. A Reliabilitas: CronbachAos Alpha dan Composite Reliability > 0,70. Analisis Inner Model A Uji hipotesis bootstrapping signifikan jika p < 0,05 dan T-statistik > 1,96. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil data penelitian ini dimaksudkan berdasarkan dugaan yang telah di kemukakan dalam penelitian ini. Tabel 1. Nilai Outer Loading Variabel Asessment for Learning (X) Motivasi Intrinsik (Y) Autonomy (M. Indikator M1. M1. M1. M1. M1. M1. Outer Loading Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid https://ejournal. id/index. php/mp | 373 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desemebr . M1. M1. M2. M2. M2. M2. Competence (M. M2. M2. M2. M2. M3. M3. M3. M3. Relatedness (M. M3. M3. M3. M3. Sumber : Data diolah Smart PLS 4, 2025 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil olah data pada tabel 1. indikator memiliki outer loading diatas >0,7, sehingga dapat disimpulkan bahwa konvergen semua indikator dikatakan valid. M2. M2. M2. M2. M2. M2. M2. M3. M3. M3. M3. M3. M3. M3. M3. Autonomy AfL Competence Sumber : Data diolah Smart PLS 4, 2025 Tabel 2. Hasil Cross Loading Indikator M1. M1. M1. M1. M1. M1. M1. M1. M2. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Motivasi Intrinsik Dari hasil cross loading pada tabel 2. menunjukkan bahwa setiap indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading lebih besar dibandingkan dengan nilai cross loading di variabel lainnya. Dari hasil yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa indikatorindikator yang dipakai pada penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik dimana indikator pada variabel tersebut lebih baik daripada variabel lainnya. Relatedness Tabel 3. Average Variance Extarcted. Composite Reliability dan CronbachAos Alpha AfL Autonomy Competence Motivasi Intrinsik Relatedness CronbachAo Alpha Keandalan Komposite . Berdasarkan tabel 3. menunjukkan hasil composite reliability dan cronsbachAos alpha yang reliabel dengan nilai variabel diatas 0. hal tersebut menunjukkan konsisten dan stabilitas instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Sehingga semua konstruk atau variabel pada penelitian ini baik dan pernyataan digunakan dalam mengukur masing-masing variabel memiliki realibitas yang baik. Tabel 4. Nilai R-Square Variabel R-Square Autonomy Competence R-Square Adjusted Keandalan Komposite . Rata-rata varians diekstraksi (AVE) Sumber : Data diolah Smart PLS 4, 2025 Relatedness Sumber : Data diolah Smart PLS 4, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R-Square variabel autonomy sebesar 0. Nilai R-Square 0. 684 menunjukkan bahwa variabelitas konstruk autonomy yang dapat dijelaskan oleh variabel competence dan relatedness sebesar 68,4% sedangkan sisanya 31,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti pada penelitian ini. Selanjutnya nilai R-Square variabel competence sebesar 0. 577 berarti bahwa variabelitas konstruk competence dapat dijelaskan oleh variabel autonomy dan relatedness sebesar 57,7% sedangkan sisanya 42,3% dijelaskan https://ejournal. id/index. php/mp | 374 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desemebr . oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti pada penelitian ini. Kemudian nilai R-Square variabel relatedness sebesar 0. 610 berarti bahwa variabelitas konstruk relatedness dapat dijelaskan oleh variabel autonomy dan competence sebesar 61% sedangkan sisanya 39% dijelaskan oleh E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 variabel lain diluar variabel yang diteliti pada penelitian ini. Semakin besar nilai R-Square menunjukkan semakin besar variabel independen tersebut dapat dijelaskan variabel dependen, dengan demikian semakin baik persamaan strukturalnya. Tabel 1. Uji Hipotesis Bootstrapping Variabel AfL -> Autonomy AfL -> Competence AfL -> Motivasi Intrinsik AfL -> Relatedness Motivasi Intrinsik -> Autonomy Motivasi Intrinsik -> Competence Motivasi Intrinsik -> Relatedness Original Sampel (O) Sampel Mean (M) Standard Deviation Tstatistic (|O/STDEV|) Value Sumber : Data diolah SmartPLS, 2025 Hasil uji bootstrapping menunjukkan bahwa semua jalur dalam model penelitian signifikan . < 0,. Persepsi terhadap Assessment Learning langsung terhadap motivasi intrinsik siswa. Selain itu, relatedness, competence, dan autonomy terbukti memediasi hubungan tersebut secara signifikan, menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis dasar berperan penting dalam meningkatkan motivasi Tabel 2 Uji Hipotesis Hipotesis Specific Indirect Effect Variabel AfL -> Autonomy -> Motivasi Intrinsik AfL -> Competence -> Motivasi Intrinsik AfL -> Relatedness -> Motivasi Intrinsik Original Sampel (O) Sampel Mean (M) Standard Deviation Tstatistic (|O/STDEV|) Value Sumber : Data diolah SmartPLS, 2025 Hasil uji Specific Indirect Effect menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara persepsi siswa terhadap assessment for learning terhadap motivasi intrinsik melalui variabel mediasi relatedness, competence, dan autonomy. Ketiga variabel tersebut berhasil memediasi hubungan secara signifikan, dengan nilai p < 0,05 dan t-statistik > 1,96. Temuan ini mengindikasikan bahwa assessment for learning tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga secara tidak langsung memengaruhi kebutuhan psikologis dasar siswa. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa assessment for learning memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap autonomy, competence, relatedness, dan motivasi intrinsik Temuan ini konsisten dengan kerangka Self-Determination Theory (Ryan & Deci, 2. yang menegaskan bahwa lingkungan belajar yang memenuhi kebutuhan psikologis dasar akan meningkatkan motivasi intrinsik. Pengaruh Assessment for Learning terhadap Autonomy. Competence dan Relatedness Assessment dirancang dengan jelas melalui penyampaian tujuan pembelajaran, pemberian umpan balik formatif, dan kesempatan penilaian diri/teman sebaya, terbukti meningkatkan persepsi autonomy . ebebasan dalam belaja. , competence . asa mamp. , dan relatedness . eterhubungan Hasil ini mendukung penelitian Ron et al. , . dan Granberg et al. , . yang menemukan bahwa praktik assessment for learning yang konsisten dapat memperkuat aspek kognitif sekaligus afektif Pengaruh assessment for learning terhadap autonomy dalam penelitian ini https://ejournal. id/index. php/mp | 375 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desemebr . meskipun signifikan, relatif lebih rendah dibanding competence dan relatedness. Hal ini sejalan dengan temuan Wang et al. bahwa dalam budaya kolektivis seperti Indonesia, aspek keterhubungan sosial . dan rasa mampu . cenderung lebih dominan dalam memengaruhi motivasi siswa. Pengaruh Autonomy. Competence dan Relatedness terhadap Motivasi Intrinsik Autonomy, terhadap motivasi intrinsik siswa. Pengaruh terbesar ditemukan pada relatedness dan competence, yang mengindikasikan bahwa dukungan sosial dan rasa percaya diri akademik menjadi pendorong utama motivasi belajar di konteks ini. Hasil ini memperkuat temuan Pat-El et al. , . bahwa interaksi sosial positif di kelas dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi Peran Mediasi Autonomy. Competence dan Relatedness Analisis menunjukkan bahwa ketiga kebutuhan signifikan hubungan assessment for learning terhadap motivasi intrinsik. Artinya, assessment for learning tidak hanya memengaruhi motivasi intrinsik secara tidak langsung melalui pemenuhan kebutuhan autonomy, competence, dan relatedness. Temuan ini menegaskan mekanisme yang diajukan oleh Self-Determination Theory bahwa motivasi intrinsik tumbuh ketika siswa merasakan kebebasan, kemampuan, dan keterhubungan dalam belajar. Penelitian ini sejalan dengan studi Malecka & Boud, . yang menunjukkan bahwa umpan balik dialogis dalam assessment for learning membangun kapasitas belajar mandiri siswa, serta studi Sofyatiningrum et al. , . yang menyoroti peran assessment for learning dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, kontribusi unik penelitian ini adalah pengujian model mediasi lengkap berbasis Self-Determination Theory menggunakan PLSSEM di konteks SMA Indonesia, khususnya pada mata pelajaran Ekonomi. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi positif siswa terhadap Assessment for Learning berpengaruh langsung dan signifikan terhadap autonomy, competence, relatedness, dan motivasi intrinsik. Ketiga kebutuhan psikologis dasar juga terbukti berpengaruh E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 signifikan terhadap motivasi intrinsik dan memediasi hubungan assessment for learning dengan motivasi intrinsik. Temuan ini mendukung kerangka Self-Determination Theory bahwa pemenuhan kebutuhan autonomy, competence, dan relatedness menjadi mekanisme utama yang menghubungkan strategi penilaian formatif dengan motivasi belajar dari dalam diri Penelitian ini masih dilakukan di satu sekolah sehingga generalisasi ke populasi yang lebih luas perlu dilakukan. Kemudian desain penelitian cross-sectional tidak dapat memastikan hubungan kausal jangka panjang. Serta Instrumen berbasis kuesioner self-report berpotensi mengandung bias subjektif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam penerapan assessment for learning yang mendukung kebutuhan psikologis dasar. DAFTAR PUSTAKA