Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021, 16 - 28 Available online at: http://ojs. id/index DOI: https://doi. org/10. 29407/pn. Skala Karakter Religius Sebagai Alat Ukur Karakter Religius Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Laelatul Arofah1. Santy Andrianie2. Restu Dwi Ariyanto3 laelatularofah@unpkediri. santyandrianie@unpkediri. restudwiariyanto@unpkediri. Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri1, 2, 3 Abstrak Bangsa yang besar bukan ditentukan oleh besarnya kekayaan alam dan majunya teknologi yang dimiliki oleh suatu bangsa, namun karena kuatnya karakter yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Berpijak pada pernyataan ini, maka penguatan pendidikan karakter perlu diterapkan untuk mendukung penguatan karkter generasi penerus bangsa. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah menengah kejuruan, didapat fakta bahwa masih banyak siswa yang memiliki karakter religius Hal ini perlu mendapatkan solusi mengingat pentingnya peranan karakter religius sebagai penyeimbang karakter-karakter lainnya. Tujuan akhir yang ingin diwujudkan dalam penelitian ini adalah mengembangkan inovasi aplikasi android untuk memperkuat karakter religius siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang dapat diterima secara teoritis dan praktis sehingga dapat digunakan secara luas dalam seting pendidikan sebagai salah media bimbingan yang bertujuan untuk mengatasi krisis karakter religius di kalangan siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian pengembangan Borg & Gall . Saat ini proses penelitian berada pada tahap 3 yaitu pengembangan awal draft produk yang salah satunya yaitu mengembangkan instrumen skala karakter religius. Skala karakter religius terdiri atas 28 item pernyataan yang pengembangannya didasarkan pada dimensi religius Glock and Strak . yaitu dimensi keyakinan, dimensi praktek agama, dimensi penghayatan, serta dimensi konsekuensi dan pengalaman. Pada artikel ini akan dibatasi pada hasil validitas dan reliabilitas item pernyataan pada skala karakter religius. Adapun hasil validitas yang didapat berupa 24 item pernyataan yang dinyatakan valid dan instrumen ini dinyatakan reliabel untuk digunakan, dibuktikan dengan nilai reliabilitas 0. 971 atau dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil validitas dan reliabilitas tersebut, maka skala karakter religius dapat digunakan untuk mengukur karakter religius siswa sekolah kejuruan. Kata kunci: karakter religius, validitas, reliabilitas Abstract A great nation is not determined by the natural wealth and technology possessed by a nation, but because of the strong character of the nation. Based on this statement, strengthening character education needs to be implemented to support the strengthening of the character of the nation's next generation. Based on a preliminary study conducted in vocational high schools, it is found that many students have low religious character. This is necessary to remember the importance of religious character as a balance to other characters. The final goal to be realized in this study is to develop an android application innovation to strengthen the religious character of Vocational High School students that can be accepted theoretically and practically so that it can be widely used in educational settings as one of the guidance media that aims to overcome the problem of religious character in student classes. The Peer reviewed under responsibility of Universitas Nusantara PGRI Kediri. A 2021 Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto This is an open access article under the CC BY-SA license ( https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/ ) Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto development model used in this study was adapted from the development research model of Borg & Gall . Currently the research process is in stage 3, namely the initial development of the wrong product design, namely developing a scale instrument for religious character. The scale of religious character consists of 28 statement items whose development is based on the religious dimensions of Glock and Strak . , namely dimensional beliefs, dimensions of religious practice, dimensions of appreciation, and dimensions of loss and experience. In this article we will build on the validity and reliability of the statement items on the religious character scale. The validity results obtained were in the form of 24 statement items that were declared valid and the instruments were declared valid for use, as evidenced by the reliability value of 0. 971 or in the very high category. Based on the results of the validity and reliability, the scale of religious character can be used to measure the religious character of vocational school students Keyword: religious character, validity, reliability bagi terbentuknya generasi yang berkualitas dan mampu hidup mandiri serta memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan (Raharjo, 2. Pendidikan karakter di sekolah terintegrasi pada Kurikulum 2013 melalui program penguatan pendidikan karakter. Karakter bangsa Indonesia yang dicanangkan melalui program penguatan karakter oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan adalah karakter religius, royong, dan integritas. Pada penelitian ini, fokus penelitian ditujukan pada salah satu karakter yaitu religius. Karakter religius menurut Glock dan Stark . alam Ancok. adalah sebuah komitmen religius individu yang dilihat dari aktivitas atau perilaku yang kepercayaan individu. Aktivitas berkaitan agama harus ditanamkan pada siswa karena pondasi utama dalam berperilaku terletak pada kekuatan religiusitasnya. Nilai-nilai dalam karakter religius harus diperkenalkan dalam lingkup Pendidikan, tak terkecuali siswa sekolah kejuruan. Inanna . menjelaskan bahwa PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan hal yang sering diperbincangkan saat ini. Dalam setiap lingkup seharusnya perlu Pendidikan mengingat setiap individu perlu diberikan nilai-nilai dipraktikkan dalam kehidupan seharihari. Karakter memiliki andil besar dalam keberhasilan seseorang dalam menjalani Individu yang memiliki karakter kuat, akan mampu menghadapi tantangan jaman dan mampu mengambil keputusan yang bijak. Mengingat pentingnya peranan karakter dalam kehidupan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan mencangkan program penguatan pendidikan karakter yang diterapkan secara terstruktur dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, sehingga karakter bangsa Indonesia dapat ditanamkan sejak dini pada generasi muda bangsa. Pendidikan karakter merupakan sebagai suatu proses pendidikan secara holistik yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai pondasi http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto karakter melalu pembiasaan-pembiasaan dalam budaya sekolah, juga untuk menanggulangi adalanya penurunan moral di kalangan anak-anak dianggap sebagai cermin kurang berhasilnya dunia pendidikan di era globalisasi saat ini. Dalam sekolah, salah satu komponen yang dapat memberikan bantuan untuk menanamkan karakter religius yaitu melalui kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling memberikan bantuan berupa layanan-layanan yang berfungsi sebagai pencegahan dan penyembuhan, salah satunya yaitu layanan informasi yang bertujuan sebagai pencegahan atau upaya preventif. Layanan informasi dapat dikemas dalam berbagai media seperti kegiatan klasikal, diskusi, poster, film, maupun penggunaan Media elektronik dapat dijadikan sebagai salah satu media memudahkan Guru BK menyampaikan pesan kepada siswa. Nursalim dan Mustaji . menjelaskan bahwa secara umum, media bimbingan dan Konseling memiliki kegunaan sebagai berikut: . Memperjelas pesan agar tidak Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra, . Menimbulkan gairah/minat siswa, interaksi lebih langsung antara siswa dengan guru bimbingan dan konseling . uru BK), . Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama, . Proses layanan bimbingan dan konseling dapat lebih menarik, . Proses layanan bimbingan dan konseling http://ojs. id/index. php/pinus menjadi lebih interaktif, . Kualitas layanan bimbingan dan konseling dapat ditingkatkan, dan . Sikap positif siswa terhadap materi layanan bimbingan dan Salah satu media elektronik yang saat ini cukup modern yaitu mobile Melalui mobile learning menyampaikan pesan yang terdapat dalam layananya. Bentuk mobile learning yang dapat diterapkan yaitu Aplikasi android sudah tidak asing bagi guru atau siswa sehingga akan lebih mudah dalam mengaplikasikannya. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengembangkan media bimbingan berbasis android untuk meningkatkan karakter religius yang dapat diterima dari segi teoritis dan praktis. Salah satu komponen dalam aplikasi android adalah instrumen penilaian karakter religius siswa sekolah kejuruan yang disebut dengan skala karakter religius. Melalui skala ini, siswa dapat diketahui sejauhmana tingkat karakter religiusnya. Untuk dapat mengetahuinya, maka disusunlah skala karakter religius yang terdiri dari 4 dimensi. Skala karater religius berisikan indikator-indikator yang harus dikuasi oleh siswa sekolah kejuruan berkaitan dengan keimanan mereka terhadap ajaran yang dianutnya, ketekunan pelaksanaan ibadah dan penghayatan agama yang dianut seseorang. Dimensi religiusitas menurut Glock dan Stark (Ancok dan Nashori, 1. yaitu dimensi keyakinan, dimensi praktek agama, dimensi penghayatan, serta dimensi konsekuensi dan pengalaman . Keempat dimensi ini Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto diwujudkan dalam sebuah kisi-kisi berisikan item-item pernyataan untuk siswa sekolah kejuruan. Sebelum skala tersebut diisi oleh siswa tentunya diperlukan sebuah langkah untuk kevalidan dan konsistensi dari sebuah Hal tersebut senada dengan Arikunto mengatakan salah satu instrumen dikatakan baik apabila terlebih dahulu dilakukan uji coba dan diketahui hasil analisis itemnya. Diharapkan dengan penyusunan skala karakter religius ini peneliti akan tahu sejauhmana tingkat validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan sebagai instrumen pengumpul data siswa Gambar Prosedur Pengembangan Media Bimbingan Penguatan Karakter Religius Berbasis Android Subjek yang dijadikan uji coba dalam penelitian ini adalah ahli materi Bimbingan Konseling, pengembang media pendidikan, konselor sekolah, serta siswa SMK. Seperti yang sudah dijelaskan dalam gambar 1, ada beberapa tahapan dalam penelitian ini. Salah satu tahapan yang peneliti lakukan yaitu pengembangan awal draft produk yang salah satu komponennya yaitu pengembangan instrumen skala karakter Skala karakter religius terdiri dari 4 indikator meliputi dimensi keyakinan, dimensi praktek agama, dimensi penghayatan, serta dimensi konsekuensi dan pengalaman. Hasil pengembangan skala karakter religius yang telah tersusun kemudian melalui uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan oleh 30 siswa SMK Ulul Albab. Nganjuk. Uji validitas dalam penelitian ini diolah dengan menghitung korelasi product moment pearson, dan uji reliabilitas yang digunakan adalah uji alpha Cronbach dengan menggunakan aplikasi SPSS 20. for windows. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang penelitian pengembangan Borg & Gall . Terdapat sepuluh tahapan penelitian pengembangan yang didesain oleh Borg & Gall, namun penelitian ini tidak melakukan semuanya melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan fokus Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut: HASIL Pengembangan karakter religius untuk siswa sekolah menengah kejuruan yang didasarkan pada kisi-kisi 4 dimensi religius, didapatkan hasil 28 pernyataan yang nantinya akan diuji validitas dan reliabilitas kepada calon pengguna instrumen untuk http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Berikut kisi-kisi karakter religius siswa sekolah kejuruan: INDIKATOR Dimensi Keyakinan Dimensi Praktek Agama Tabel 1 Kisi-kisi Skala Karakter Religius SUB INDIKATOR NO PERNYATAAN Percaya kepada Tiada tuhan yang patut disembah Tuhan dalam ajaran selain Tuhan dalam ajaran agama agama saya Agama yang saya anut adalah agama yang paling benar di mata Tuhan Percaya kepada Saya ragu pada perintah Tuhan Kitab suci. yang tertuang dalam kitab suci Saya yakin bahwa jika kita melaksanakan perintah Tuhan yang tertulis dalam kitab suci, maka kelak kita akan masuk Percaya akan takdir Saya percaya bahwa usia Tuhan seseorang telah ditentukan oleh Tuhan Saya percaya bahwa Tuhan sudah masingmasing orang Menjalankan ibadah Saat sedang beribadah, saya sesuai ajaran agama sering memikirkan hal lain konsentrasi ibadah saya Saya membaca kitab suci setiap hari Saya selalu melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama saya Melakukan kegiatan 10 Saya selalu berusaha turut serta keagamaan seperti sebagai panitia penyelenggara kegiatan keagamaan ceramah agama, 11 Saat memiliki rejeki, saya selalu kegiatan amal, bersedekah dan 12 Saya malas mengikuti kegiatan berperan dalam ceramah keagamaan kegiatan keagamaan. http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Dimensi Penghayatan Sabar dalam menghadapi cobaan Perasaan selalu bersyukur kepada Tuhan Menganggap kegagalan yang dialami sebagai musibah yang ada . Takut ketika melanggar aturan dan merasakan tentang kehadiran Tuhan Perilaku suka Dimensi Konsekuensi dan Pengalaman Berlaku jujur dan http://ojs. id/index. php/pinus Saat saya sedang ada masalah, saya yakin bahwa saya mampu menyelesaikannya dengan pertolongan Tuhan Saya selalu berusaha tegar dan memperbanyak doa saat saya mendapatkan musibah Saya kadang merasa iri pada teman yang memiliki keadaan ekonomi lebih baik dibanding Saya jarang mengucap syukur saat mendapatkan rejeki Saya yakin bahwa masalah dan musibah yang dihadapi manusia adalah bentuk peringatan dan kasih sayang Tuhan pada Saya yakin bahwa dari suatu masalah yang kita hadapi, ada pelajaran yang dapat kita petik Saya selalu merasa bahwa Tuhan selalu tahu apa yang saya fikirkan dan saya lakukan Setelah melakukan perbuatan dosa, saya selalu berusaha taubat . inta maa. kepada Tuhan dan berusaha tidak mengulanginya Saya ingin mengikuti kegiatan organisasi sosial agar bermanfaat bagi banyak orang Saat 2 ada kesempatan bersedekah, saya akan memberikan sedekah meskipun itu uang terakhir yang saya miliki Saya adalah orang yang mudah Saya pendapat secara jujur meskipun itu menyakitkan bagi orang lain Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Menjaga amanat Saya selalu bisa menjaga rahasia Saya selalu bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan Bagi saya, kebersihan adalah sebagian dari iman Saya akan menegur orang yang membuang sampah sembarangan Menjaga kebersihan Setelah mengembangkan 28 pernyataan dari 4 indikator tentang skala karakter religius, selanjutnya dilakukan uji validitas kepada 30 siswa SMK Ulul Albab. Nganjuk. Uji validitas dianalisis dengan korelasi product moment Hasil uji validitas menunjukkan terdapat 4 item yang tidak valid sehingga enyisakan 24 item yang valid. Berikut hasil data perhitungan uji validitas: Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 2 Hasil Validitas Skala Karakter Religius Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Item r hitung r tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid http://ojs. id/index. php/pinus Setelah dilakukan uji validitas terlihat dalam tabel 2 bahwa terdapat 4 item yang dinyatakan tidak valid sehingga harus dihilangkan atau dihapus. Keempat item tersebut yaitu no. 14, 15, 23, 28. Setelah dihilangkan atau dihapus selanjutnya dilihat apakah ke-24 item masih mewakili tiap indikator. Berikut kisi-kisi skala karakter religius setelah validitas: Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Tabel 3 Kisi-kisi Skala Karakter Religius setelah Validasi INDIKATOR SUB INDIKATOR NO PERNYATAAN Dimensi Keyakinan Percaya kepada Tiada tuhan yang patut disembah Tuhan dalam ajaran selain Tuhan dalam ajaran agama saya agama saya Agama yang saya anut adalah agama yang paling benar di mata Tuhan Percaya kepada Saya ragu pada perintah Tuhan yang Kitab suci. tertuang dalam kitab suci Saya yakin bahwa jika kita melaksanakan perintah Tuhan yang tertulis dalam kitab suci, maka kelak kita akan masuk surga Percaya akan takdir Saya percaya bahwa usia seseorang Tuhan telah ditentukan oleh Tuhan Saya percaya bahwa Tuhan sudah menetapkan rejeki masing-masing Dimensi Praktek Menjalankan ibadah Saat sedang beribadah, saya sering Agama sesuai ajaran agama memikirkan hal lain sehingga mengganggu konsentrasi ibadah saya Saya selalu menyempatkan membaca kitab suci setiap hari Saya selalu melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama saya Melakukan kegiatan 10 Saya selalu berusaha turut serta keagamaan seperti kegiatan keagamaan ceramah agama, 11 Saat memiliki rejeki, saya selalu kegiatan amal, bersedekah dan 12 Saya malas mengikuti kegiatan berperan dalam ceramah keagamaan kegiatan keagamaan. Dimensi Sabar dalam 13 Saat saya sedang ada masalah, saya Penghayatan menghadapi cobaan pertolongan Tuhan http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Dimensi Konsekuensi dan Pengalaman Perasaan selalu bersyukur kepada Tuhan Menganggap kegagalan yang dialami sebagai musibah yang ada . Saya jarang mengucap syukur saat mendapatkan rejeki Takut ketika melanggar aturan dan merasakan tentang kehadiran Tuhan Perilaku suka Saya yakin bahwa masalah dan musibah yang dihadapi manusia adalah bentuk peringatan dan kasih sayang Tuhan pada hambanya Saya yakin bahwa dari suatu masalah yang kita hadapi, ada pelajaran yang dapat kita petik Saya selalu merasa bahwa Tuhan selalu tahu apa yang saya fikirkan dan saya lakukan Setelah melakukan perbuatan dosa, saya selalu berusaha taubat . inta maa. kepada Tuhan dan berusaha tidak mengulanginya lagi Saya ingin mengikuti kegiatan organisasi sosial agar bermanfaat bagi banyak orang Saat ada kesempatan bersedekah, saya akan memberikan sedekah meskipun itu uang terakhir yang saya miliki Berlaku jujur dan Menjaga amanat Menjaga kebersihan Berdasarkan hasil uji validitas skala karakter religius diketahui bahwa tiap indikator terwakili oleh item-item Terdapat 24 item pernyataan yang mewakili indikator karakter Selanjutnya untuk melihat konsistensi dari item tersebut maka http://ojs. id/index. php/pinus Saya akan menyampaikan pendapat secara jujur meskipun itu menyakitkan bagi orang lain Saya selalu bisa menjaga rahasia Saya terhadap tugas yang diberikan Bagi saya, kebersihan adalah sebagian dari iman dilakukan uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 0 for windows. Berikut hasil uji reliabilitas skala karakter religius: Tabel 4 Hasil Reliabilitas Skala Karakter Religius Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto diwakili oleh 6 pernyataan yang tersebar dalam 2 sub indikator. Indikator dimensi penghayatan diwakili oleh 6 pernyataan yang tersebar dalam 4 sub indikator. Sedangkan yang terakhir indikator pengalaman diwakili oleh 6 pernyataan yang tersebar dalam 4 sub indikator. Seluruh indikator skala karakter religius terwakili dengan total 24 item sehingga skala ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur sejauhmana karakter religius siswa sekolah kejuruan. Hasil reliabilitas juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi dengan nilai 0. Menurut Azwar memuaskan dicapai pada koefisien 9 atau lebih. Artinya skala karakter religius baik untuk dijadikan sebagai instrumen pengukuran karakter Nilai merupakan landasan bagi siswa untuk kelak menjadi orang yang dapat mengendalikan diri terhadap hal-hal yang bersifat negatif (Utami, 2. Pendapat memegang pranan penting sebagai pondasi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang handal dan menciptakan pribadi yang baik. Apabila generasi penerus bangsa tidak memiliki dikhawatirkan kemajuan dan masa depan bangsa akan terancam, seperti pendapat Cahyono . yang menjelaskan bahwa suatu bangsa dapat dikatakan maju bukan karena umur dan lamanya merdeka, bukan juga karena jumlah penduduk serta kekayaan alam, tetapi disebabkan oleh karakter yang dimiliki bangsa tersebut. Didasarkan pada Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil uji reliabilitas di atas menunjukkan bahwa nilai alpha Cronbach sebesar 0. Nilai tersebut tergolong sangat tinggi yang artinya item pernyataan memiliki konsistensi atau keajegan untuk dijadikan instrumen dalam mengukur kerakter religius siswa sekolah kejuruan. Dalam sebuah penelitian, syarat sebuah instrumen dapat digunakan yaitu valid dan reliabel. Instrumen yang valid dapat mengukur apa yang seharusnya Sedangkan instrumen dikatakan digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama pula (Sugiyono, 2. PEMBAHASAN Setelah menginterpretasikan hasil uji validitas dan reliabilitas skala karakter religius siswa sekolah kejuruan, maka didapat sebuah hasil bahwa terdapat 4 indikator karakter religius yang dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan item Keempat indikator menurut Glock dan Strak (Djamaludin Ancok dan Fuad Nashori, 1. adalah dimensi keyakinan, dimensi praktek agama, dimensi penghayatan, serta dimensi konsekuensi dan pengalaman. Indikator keyakinan diwakili oleh 6 pernyataan yang tersebar ke dalam 3 sub indikator. Indikator peribadatan atau praktek agama http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto pendapat tersebut, maka karakter religius penting untuk ditanamkan pada diri siswa diwali dengan pengembangan instrumen. Dalam sesuatu yang penting untuk dilakukan. Bagaimanapun instrumen merupakan alat untuk membantu peneliti menjabarkan indikator apa saja yang sedang diteliti. Disamping itu, sebagai upaya penguatan karakter religius, hasil instrumen juga bisa digunakan untuk pilihan tema materi diberikan untuk siswa dengan didasarkan pada indikator tersebut. Tentunya dalam pengembangan instrumen tidak dapat dilakukan begitu saja, harus disertai dengan uji validitas dan reliabilitas, seperti yang sudah dilakukan oleh Instrumen yang akurat dan valid tidak hanya memberikan manfaat dalam pengembangan sebuah ilmu, namun juga dapat meningkatkan kualitas penelitian (Summers, 2001. Churchill, 1. Penelitian ini memiliki kelebihan yaitu sebagai landasan bagi peneliti untuk mengidentifikasi individu yang memiliki karakter religius seperti apa. Selain itu, ditandaklanjuti lebih dalam, tidak hanya sebatas pengembangan skala karakter pengembangan aplikasi berbasis android. Android merupakan salah satu bentuk mobile learning yang dapat dimanfaatkan oleh guru BK di sekolah. Menurut Mohamed Ally, . mengemukakan mobile learning merupakan sebuah pembelajaran yang dilakukan dengan perangkat mobile yang dapat diakses oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. http://ojs. id/index. php/pinus Mengingat saat ini teknologi menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari utamanya siswa sekolah kejuruan. Kriteria pengembangan media yang digunakan adalah kesesuaian dengan tujuan, kesesuaian media dengan materi BK, kesesuaian dengan karakteristik konseli, kesesuaian dengan teori, kesesuaian dengan gaya belajar konseli, kesesuaian dengan kondisi lingkungan, kemudahan akses, efisiensi biaya, kemudahan (Nursalim, 2. Diharapkan dengan adanya aplikasi android tentang karakter religius akan lebih memudahkan guru BK dalam mengukur sejauhmana mana karakter religius siswa. Penelitian ini tentunya juga tidak terlepas dari keterbatasan yang ada. Penelitian ini hanya sebatas menguji validitas dan reliabilitas skala karakter religius siswa sekolah kejuruan belum Selain itu, jumlah responden yang terlibat hanya 30 meskipun jumlah itu sudah masuk pada syarat uji validitas dan reliabilitas. Akan lebih baik kalau jumlah responden lebih banyak sehingga tingkat kevalidan sebuah instrumen semakin baik pula. KESIMPULAN Setelah validitas dan reliabilitasnya, dapat disimpulkan pada tahap penelitian ke 3 yaitu penyusunan draft awal berupa pengembangan skala karakter religius. Skala karakter religius diuji cobakan Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto Polorej. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran. Churchill. A paradigm for developing better measure of marketing constructs. Journal of Marketing Research, 16, 6473. kepada siswa SMK Ulul Albab. Nganjuk dengan total responden 30 siswa. Hasil uji coba tersebut menghasilkan 24 item pernyataan yang dinyatakan valid dan menghasilkan skor reliabilitas sebesar 971 dengan kriteria sangat baik. Seluruh item tersebut telah mewakili tiap indikator karakter religius yaitu dimensi keyakinan, dimensi praktek agama, dimensi penghayatan, serta dimensi konsekuensi dan pengalaman. Dari hasil yang didapat tersebut artinya skala karakter religius siswa sekolah kejuruan dapat dijadikan sebagai alat ukur karakter religius siswa sekolah kejuruan sekaligus sebagai acuan untuk beranjak pada tahap pengembangan selanjutnya. Glock. C & Stark. American Piety: The Nature of Religion Commitment. USA: University of California Press. Inanna. Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa Bermoral. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 1. ,27-33 Mohamed Ally. Mobile Learning Transforming the Delivery of Education and Training. Athabasca University DAFTAR RUJUKAN Ancok. Psikologi Terapan: Mengupas Dinamika Kehidupan Manusia. Yogyakarta: Darussalam. Nursalim. Mochammad & Mustaji. Media Bimbingan Konseling. Surabaya: Unesa University Press Arikunto. Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Nursalim. Pengembangan Media Bimbingan Konseling. Jakarta: PT Indeks. Azwar. Saifuddin. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. & Gall. Educational Research. Introduction. White Plain. New York: Longman. Inc. Raharjo. Pendidikan Karakter sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia. Jakarta: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendiknas, 16 . , 17-29. Cahyono. Pola Pengembangan Pendidikan Karakter Siswa (Sebuah Studi di SDN 1 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Borg, http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Laelatul Arofah. Santy Andriane. Restu Dwi Ariyanto http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021