Research Article FORBIS: Forensics Business Information System Journal Published online on: https://journal. id/index. php/forbis 1 . Januari 2024 PEMANFAATAN SYSTEM AMARTA UNTUK SPLICING CORE PADA PT. PLN ICON PLUS Azizar Rahman 1*. Muhammad Isa Anshari 2. Agus Wijayanto 3 1,2,3 Teknologi Informasi. Universitas Mulia email: 1azizarrahman@students. id, 2muhammad. isa@students. aguswijayanto@universitasmulia. Correspondence ARTICLE INFO Article History Received : 29 November 2023 Revised : 13 Agustus 2024 Accepted : 18 Agustus 2024 Available online : 18 Agustus 2024 Keywords: Amarta. Core Splicing ABSTRACK This research discusses the use of the AMARTA system for core splicing purposes at PT. PLN Plus icon. The AMARTA system as the latest platform in information technology management is an effective solution in increasing the efficiency and reliability of the core connection process. This research includes analysis of AMARTA system implementation, performance evaluation in the context of core connection, as well as the positive impacts produced in PT PLN Plus icon. The research methodology includes data collection through direct observation, interviews, and analysis of related documentation. The research results show that the use of the AMARTA system provides a significant increase in the speed, accuracy and safety of the core connection process. This positive implication contributes directly to increasing PT's operational PLN Icon Plus, creates a work environment that is more integrated and responsive to the latest technology needs. ABSTRAK Penelitian ini membahas pemanfaatan sistem AMARTA untuk keperluan splicing core pada PT. PLN Icon Plus. Sistem AMARTA, sebagai platform terkini dalam manajemen teknologi informasi, menjadi solusi efektif dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan proses splicing core. Penelitian ini mencakup analisis implementasi sistem AMARTA, evaluasi kinerja dalam konteks splicing core, serta dampak positif yang dihasilkan dalam operasional PT. PLN Icon Plus. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem AMARTA memberikan peningkatan signifikan dalam kecepatan, ketepatan, dan keamanan proses splicing core. Implikasi positif ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional PT. PLN Icon Plus, menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan teknologi Page | 13 Research Article FORBIS: Forensics Business Information System Journal Published online on: https://journal. id/index. php/forbis 1 . Januari 2024 Pendahuluan Splicing Core adalah salah satu teknologi yang memiliki peran krusial dalam dunia kabel optik. Jadi, di dalam kabel optik, ada serat optik yang membawa data dalam bentuk sinyal cahaya. Splicing Core ini berfungsi sebagai pusat di mana dua atau lebih serat optik dihubungkan secara presisi untuk memastikan kelancaran aliran data. Splicing Core bekerja dengan menyilangkan dan menggabungkan ujung-ujung serat optik. Ada dua jenis splicing core utama yaitu mekanis dan fusion. Splicing mekanis menggunakan pengait atau pengunci untuk menggabungkan serat, sementara splicing fusion menggunakan panas untuk meleburkan ujung-ujung serat sehingga mereka menyatu menjadi satu. PT. PLN ICON PLUS, sebagai perusahaan tempat melaksanakan kerja praktek merupakan salah satu anak usaha PLN yang bergerak dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Splicing Core merujuk pada area di dalam Joint Box di mana serat optik dihubungkan atau Teknologi Serat Optik merupakan medium transmisi yang menggunakan cahaya untuk mengirimkan data dengan kecepatan Joint Box adalah perangkat atau kotak yang dirancang untuk melindungi dan menyatukan serat optik. Sedangkan Splicing Core merupakan bagian dari Joint Box di mana proses penyambungan serat optik dilakukan. Proses ini dikenal dengan Splicing. Metodologi Studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka,membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Studi Litelatur digunakan sebagai panduan pengetahuan dasar untuk melakukan analisis, desain,digunakan dan diuji secara luas langkah-langkah Pengujian Aplikasi Pengujian aplikasi digunakan untuk memahami aplikasi atau system yang akan di gunakan Page | 14 sebelum melakukan pengujian Splicing Core atau menyambungkan Core. Pengujian system dengan penjelasan sebagai Layanan DokTek (Dokumen Tekni. yang salah satunya adalah folder OSP (Outside Site Pla. yang akan dilakukan Jointing Core atau Splicing Core. A Cek Tikor dan Core yang akan dipakai pada customer A Joint Core sesuai dengan yang ada pada folder OSP (Outside Site Pla. A Setelah Jointing Core, lakukan End to End Testing pada program AMARTA Pengujian Lapangan A Pengujian lapangan adalah melakukan secara langsung dengan membuktikan apakah Core yang sudah di sambungkan, sudah benar atau Dengan cara mengecek End to End pada program AMARTA Gambar 1. System Amarta Hasil dan Pembahasan Sebelum melakukan Jointing Core atau Splicing Core, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu pada Layanan DokTek yang didalamnya terdapat beberapa folder, salah satunya yaitu folder OSP (Outside Site Plan. Didalam folder OSP tersebut terdapat DokTek yang akan dilakukan Jointing Core atau Splicing Core seperti pada Gambar 2. Research Article FORBIS: Forensics Business Information System Journal Published online on: https://journal. id/index. php/forbis 1 . Januari 2024 Gambar 3. Sambungan Kabel Joint Box ke Customer Gambar 2. DokTek OSP Pada Gambar 2 terdapat ODF (Optical Distribution Fram. perangkat atau sistem yang digunakan didalam jaringan serat optik. Ini adalah rangkaian panel dan peralatan yang digunakan untuk mengatur, menghubungkan dan mendistribusikan serat optik dalam Fungsinya mirip dengan distribusi kabel dalam sistem kabel tembaga. ODF telekomunikasi dan infrastruktur jaringan. Langkah yang kedua setelah menyambungkan kabel pada AMARTA, kita cek terlebih dahulu Core yang akan dipakai sesuai dengan DokTek OSP-nya. Sebagai contoh. Customer yang ada pada DokTek menggunakan Core 1 dan 2. Maka, dari JB menuju Customer sambungan Core-nya adalah 5,6 vs 1,2 dan sambungan yang terakhir adalah 1,2 vs 1,2. Seperti pada Gambar 4. ODF terdiri dari panel penampung yang menyediakan konektor serat optik untuk menghubungkan kabel masuk dan kabel keluar. Memungkinkan pengelola jaringan dengan mudah menghubungkan, memutuskan atau merutekan serat optik sesuai dengan kebutuhan. Pada ODF dan JB terdapat Core yang akan di Splicing atau dihubungkan sesuai dengan Core yang ada pada folder DokTek. Untuk Core yang dipakai pada Gambar 3 menggunakan 2 Core yaitu 21,22 dan untuk kabelnya menggunakan kabel sesuai dengan yang ada pada DokTek. Gambar 4. Splicing Core JB pada AMARTA Langkah yang pertama sebelum melakukan Splicing Core adalah menentukan letak Customer pada AMARTA melalui tikor yang ada pada DokTek. Begitu sudah mendapatkan letak Customer-nya, sambungkan kabel dari JB menuju Customer. Seperti pada Gambar 4. Gambar 5. Splicing Core JB di Lapangan Page | 15 Research Article FORBIS: Forensics Business Information System Journal Published online on: https://journal. id/index. php/forbis Langkah yang ketiga, setelah melakukan Jointing Core pada Customer, yaitu melakukan End to End Testing (E2E) pada Connection Path Finder. Merupakan jenis pengujian perangkat lunak atau sistem di mana seluruh aliran proses atau perjalanan dari awal hingga akhir diuji untuk memastikan bahwa semua komponen berinteraksi dengan baik berfungsi dengan benar. Seperti pada Gambar 6. Januari 2024 pekerjaan DokTek nya Selesai atau dinyatakan End to End (E2E). Seperti pada Gambar 8. Gambar 8. Layanan Service pada Path Finder Gambar 6. DokTek yang sudah End to End Setelah End to End Testing (E2E), selanjutnya adalah memasukan layanan service DokTek pada Connection Path Finder. Layanan yang dimasukan bisa mengambil dari link spreadsheet seperti pada Gambar 7. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah Joint Box merupakan alat atau wadah yang berfungsi sebagai pusat penyambungan untuk serat optik dari beberapa kabel berbeda dapat dihubungkan atau disatukan. Joint Box mempunyai area khusus dimana proses Splicing serat optik Proses Splicing dapat dilakukan dengan menggunakan metode Splicing mekanis untuk menyatukan ujung serat atau Splicing Fusion yang melibatkan pemanasan dan penyatuan fisik serat optic. Untuk kapasitas Splicing Core cukup bervariasi, mulai dari Closure 6 Core, 12 Core, 24 Core, hingga 256 Core tergantung dari permintaan Customer ingin memakai berapa Core. Proses penyambungan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan rugi sinyal, meningkatkan kinerja jaringan dan memastikan kelancaran aliran data melalui jaringan serat optic. Referensi