ANALISIS SEMIOTIKA MEME AoTEXT HIM FIRSTAo SEBAGAI REPRESENTASI KETANGGUHAN EMOSIONAL PEREMPUAN DI ERA DIGITAL. Jasmine Alifia Kalila1 ,Dewi Iriani2. Nanang Ganda Prawira3 Desain Komunikasi Visual. Fakultas Pendidikan Seni dan Desain. Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154. Jawa Barat e-mail : jasminekalila@upi. edu1, dewiiriani91@upi. edu1, nananggandaprawira62@upi. ABSTRAK Meme berupa gambar maupun video pendek kini menjadi media komunikasi yang digemari dalam media sosial. Meme digunakan pula untuk menyampaikan isu maupun kritik sosial. Salah satunya adalah meme Text Him First. Meme tersebut mengangkat isu stereotipe gender yang ada dalam masyarakat. Dalam konteksnya meme tersebut memparodikan bagaimana stereotipe gender bisa bertukar bertindak terlebih dahulu. Meme tersebut memiliki banyak versi salah satunya adalah versi pengantin. Meme tersebut akan dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat narasi mitos bagaimana perempuan dapat berperan menjadi pemimpin yang maskulin dalam suatu hubungan. Kata Kunci: Meme. Semiotika. Stereotipe Gender ABSTRACT Meme whether in the form of images or short videos, have become a popular medium of communication on social media. They are also used to convey issues and social criticism. One example is the "Text Him First" meme, which addresses gender stereotypes present in society. this context, the meme parodies how gender stereotypes can be reversed, with one taking the initiative first. The meme has many versions, one of which is the wedding version. This meme will be analyzed using Roland BarthesAo semiotic approach. Based on the research findings, there is a mythical narrative showing how women can take on a masculine leadership role in a Keywords: Meme. Semiotic. Gender Stereotypes PENDAHULUAN Pada masa ini, media komunikasi digital semakin berkembang, salah satunya adalah media sosial. Melalui media sosial, individu dari berbagai belahan dunia bisa saling berkomunikasi baik menggunakan teks, audio, video, maupun gambar. Salah satu alat bantu yang seringkali digunakan untuk berkomunikasi adalah meme. Meme menurut Brunello . alam Dewi, 2. merupakan suatu bagian dari budaya, dimana suatu ide ditiru, dibagikan, dan digunakan dalam berbagai perbincangan ataupun bentuk interaksi lainnya oleh individu ke individu lainnya. Meme bisa berupa audio, visual, maupun gabungan. Meme sebagai media komunikasi digital sering digunakan untuk berkomunikasi secara simbolik baik sebagai konten utama maupun sebagai alat respon. Meme juga bisa menjadi viral tergantung dari situasi yang terjadi saat meme tersebut digunakan. Rohmah dan Kusuma . memberikan contoh bagaimana suatu meme bisa menjadi viral dikarenakan isu politik di Indonesia dalam penelitiannya terhadap meme Setya Novanto. Kasus kecelakaan dan persidangan Setya Novanto saat itu membuat publik secara sukarela membuat parodi berupa gambar, teks, maupun video terkait kasusnya. Begitu pula dengan Wagener yang menuliskan dalam penelitiannya bahwa meme mengambil peran sebagai perwakilan dari perasaan atau pengalaman yang rumit serta ide-ide budaya dalam bentuk yang terkompresi sehingga dapat merepresentasikan dinamika masyarakat digital kontemporer (Wagener, 2. Salah satu meme yang sempat menarik perhatian publik adalah meme berkonteks "Text Him First". Meme ini memperlihatkan momen disaat perempuan menjadi orang yang mengambil insiatif atau bertindak lebih dahulu dalam suatu hubungan. Desain visual yang terkenal dari meme ini adalah bagaimana perempuan diperlihatkan sebagai sosok maskulin dan laki-laki sebagai sosok feminim yang mana kontradiktif dengan stereotype gender dalam Meme ini menarik untuk diteliti, terutama untuk menggali pesan simbolik terkait representasi gender maupun stereotipe gender dalam meme tersebut. Terutama karena meme ini memparodikan bagaimana perempuan yang berinisiatif dianggap luar biasa karena melanggar konstruksi feminin sementara laki-laki justru sebaliknya. Gambar 1. Contoh Meme AuText Him FirstAy Sumber: 9GAG METODE PENELITIAN Meme yang akan dianalisis berasal dari postingan di website 9GAG oleh akun @hewhoisme85 . Desember 2. , namun dalam meme tersebut terdapat nama dari kreator yang membuat meme itu yang bernama Hany Mostafa Ozil dan dari postingan akun Tik Tok @khloe. Desember 2. Meme AuText Him FirstAy seringkali digunakan karena banyak perempuan yang merasa relate dengan situasi yang direpresentasikan dalam meme Meme ini akan dianalisis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Dalam hal ini teori semiotika yang akan digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang mana dapat menjelaskan tanda-tanda secara denotatif, tapi juga konotatif dan mitos yang terbentuk dari nilai-nilai budaya dan sosial yang dilekatkan pada tanda tersebut. Sistem tanda semiotika Barthes . alam Fitriana dan Oemar, 2. dibagi 3, yakni : AU Denotasi : makna yang bisa ditangkap oleh pancaindra secara gamblang. Ini merupakan tingkat pemaknaan yang dasar. AU Konotasi : makna yang muncul dikarenakan adanya interaksi budaya yang ada pada objek AU Mitos : makna konotasi tingkat kedua, dalam hal ini makna khusus yang dipengaruhi kehidupan lingkungan sosial budaya. Makna konotasi bisa beraneka ragam, mitos menjadi makna yang paling banyak disetujui diantara pandangan-pandangan tersebut. Gender Menurut Narwoko . alam Wahyuningsih, 2. gender adalah suatu konsep yang dihasilkan oleh hubungan sosial yang mana membedakan peran dan funsi dari laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Gender bukan jenis kelamin, tetapi sering dikaitkan dengan jenis kelamin. Dalam konteks sosial, gender sering menjadi identitas yang diharapkan terhadap jenis kelamin tersebut. Misalnya laki-laki diharapkan untuk selalu maskulin dan perempuan diharapkan untuk selalu feminin. Hal ini menimbulkan suatu stereotipe pada masing-masing gender tersebut. Menurut Santrock . alam Wahyuningsih, 2. stereoripe gender merupakan suatu kategori secara umum yang membuat masyarakat yakin bagaimana seharusnya karakter dari laki-laki maupun perempuan. Menurut Rosyidah & Nurwati . stereotip ini didasarkan pada pandangan gender yang seringkali berubah menjadi seksisme diskriminasi. Misalnya, laki-laki sering diasosiasikan dengan sifat dominan, rasional, dan aktif, sementara perempuan dianggap emosional, pasif, dan nurturing. Meskipun begitu, stereotipe gender di tiap bangsa bisa berbeda. Misalnya, di Amerika laki-laki yang maskulin divisualkan memiliki kumis maupun jambang yang, bentuk wajah yang sangat tegas, dan badan yang berisi serta berotot . Sementara itu di Jepang, fisik lelaki maskulin cenderung memiliki badan yang kurus namun berotot, tidak memiliki kumis maupun jenggot, namun tetap memiliki struktur wajah yang tajam dan Begitu pula dalam hal karakter gender, bisa jadi tiap negara punya penggambaran yang berbeda walaupun memiliki kesamaan pula. David dan Brannon . ikutip Dermatoto dalam Pratiwi dkk, 2. menjelaskan beberapa karakter dari maskulin, yakni : AU Tidak menggunakan barang-barang yang identik atau memiliki hubungan dengan perempuan serta tidak berperilaku layaknya perempuan. AU Menjadi seseorang yang penting, bisa juga diartikan menjadi sosok individu yang dikagumi karena pencapaian ataupun hal yang dimilikinya. AU Memiliki kontrol atas emosinya, bersikap rasional, dan tidak memperlihatkan AU Memiliki keberanian dan kecenderungan untuk mengambil resiko HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2. Meme Text Him First versi pengantin Sumber: 9GAG Gambar ini menunjukkan dua orang berpakaian pengantin, tetapi peran gendernya dibalik, dimana perempuan memakai jas dan topi seperti pengantin pria, dan pria memakai gaun pengantin Pemberian caption AuWhen you text him firstAy memungkinkan untuk mengartikan bahwa meme ini menyorot konsep ketika perempuan yang chat duluan . enginisiasi komunikasi ke laki-lak. Visual ini menyindir pembalikan peran gender dan menyorot terjadinya pergantian atau pergeseran dominasi dalam prosesi pernikahan pasangan tersebut. Tabel 1. Analisis Semiotika Barthes Contoh Meme versi pengantin Denotasi Konotasi Mitos Dress putih dengan veil dan perhiasan AU Simbol kesucian . arna puti. , dan tradisi pakaian pernikahan perempuan dari benua Eropa maupun Amerika. Gaun pengantin merepresentasikan stereotip gender terhadap feminine yaitu perempuan yang suci dan anggun, serta lembut kepada suaminya kelak AU Pakaian pernikahan yang AU Pakaian yang menonjolkan keanggunan dan sifat feminine . dari Seorang laki-laki memakai gaun pengantin putih AU Laki-laki merupakan representasi maskulin dalam AU Senyuman menandakan kebahagiaan atas apa yang dialami ataupun dicapai Laki-laki ini tidak sesuai dengan peran gender tradisional, bangga menjadi pihak yang pasif dan AU Laki-laki yang memakai baju perempuan umumnya dianggap memiliki sifat kewanitaan yang dominan, dan tidak seagresif laki-laki pada umumnya Wanita setelan jas pengantin pria berada di AU Wanita sebagai pihak yang mengambil alih peran aktif dalam hubungan. AU Pakaian pernikahan yang akan dikenakan oleh pria, mengedepankan sisi AU Posisi di depan bermakna pemimpin atau percaya diri. Wanita yang chat duluan . engambil sisi maskulin dalam dirinya dan lebih aktif serta memimpin dalam hubungan Gestur Wanita Menggandeng lengan laki-laki -gestur menggandeng yang umumnya dilakukan laki-laki. Bermakna sebagai tumpuan atau pegangan hidup pasangan Wanita yang menjadi provider dan menyediakan AobantuanAo serta AoperlindunganAo kepada mempelai Caption AuWhen you text him firstAy Tindakan menginisiasi hubungan dianggap AoberatAo membalikkan stereotip gender. Perempuan harusnya menunggu untuk di chat duluan oleh laki-lakinya sebagai pihak yang Dari analisis ini, terlihat bagaimana representasi maupun konstruksi gender maskulin dan feminin dipresentasikan secara simbolik melalui pembalikan peran tradisional. Tanda-tanda seperti baju pernikahan dan gestur dan posisi tubuh baik dari laki-laki maupun perempuan dalam gambar menunjukkan suatu narasi gender yang terbalik. Dalam analisis meme tersebut juga ditemukan mitos bagaimana perempuan akan memiliki pemikiran dirinya mengambil posisi laki-laki sebagai pemimpin apabila mengirimkan chat/ pesan terlebih dulu. Begitu pula laki-laki, digambarkan senang saat perempuan mengambil peran tersebut. Perempuan ternyata tidak seperti yang dinarasikan selama ini yaitu harus pasif, selalu menunggu, maupun menjadi patuh serta pengikut dari laki-laki. Kesimpulan Dalam kegiatan komunikasi saat ini, meme bisa digunakan sebagai media komunikasi sekaligus penyebar isu sosial yang ringan. Baik pesan dan visual meme hanya menjadi hiburan, tapi juga kritik terutama isu stereotipe gender. Meme ini menyuarakan realita bahwa perempuan juga dapat membalikkan stereotip gender untuk mengambil inisiatif, tanpa dibayang-bayangi rasa canggung karena tekanan budaya . Dengan membalik peran dalam konteks humor, meme ini secara tidak langsung mendorong audiens untuk mempertanyakan ulang ekspektasi sosial yang selama ini diterima sebagai sesuatu yang normal. DAFTAR PUSTAKA