WIDHARMA JURNAL PENGABDIAN WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 01 No. 01 Agustus 2022 IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM MENINGKATANKAN KOMPETENSI SISWA DI SD NEGERI 2 TLOGOWATU Endri Liana 1), M. Yusuf Setya Wardana 2) 1) FKIP, Universitas Widya Dharma Klaten E-mail: endri.liana@gmail.com 2) Article Info ARTICLE HISTORY Received: 20/07/2022 Reviewed: 23/07/2022 Revised: 25/07/2022 Accepted: 26/07/2022 DOI: 10.54840/widharma.v1i01.10 FKIP, Universitas PGRI Semarang E-mail: wardana@upgris.ac.id Abstract Kampus Mengajar merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang disusun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Tujuan dari program ini adalah menciptakan pembelajaran kondusif dan efektif dimasa pandemi dengan melibatkan peran mahasiswa dan perguruan tinggi. Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 1 dilaksanakan dengan metode bertahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis hasil. Hasil dari kegiatan ini yakni meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta kemampuan interpersonal mahasiswa. Keywords : Pandemi Covid-19, Kampus Mengajar Angkatan 1) PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi masyarakat di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan yang harus meniadakan pembelajaran secara langsung. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 di Indonesia adalah semua intitusi pendidikan harus meniadakan pembelajaran tatap muka (Putria et al., 2020). Pembelajaran yang awalnya dilakukan secara langsung tatap muka beralih menjadi penbelajaran jarak jauh secara daring (online). Hal ini dilakukan sebagai langkah dalam mengantisipasi penyhhebaran Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia. Pembelajaran daring merupakan langkah baru dalam proses pembelajaran yang menjadikan media elektronik sebagai media yang digunakan untuk menyampaikan suatu pembelajaran. Menurut Imania Imania & Bariah (2019) pembelajaran daring merupakan suatu pembelajaran konvensional yang menggunakan jaringan internet dan dituangkan melalui format digital. Pembelajaran daring dianggap satu-satunya media yang dapat menyampaikan materi pembelajaran Perubahan sistem pembelajaran ini memberikan dampak bagi peserta didik juga guru mengingat kurangnya persiapan pihak sekolah. Atas kondisi tersebut, maka direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyusun Program Kampus Mengajar Angkatan 1. Program Kampus Mengajar bertujuan untuk membantu Sekolah Dasar yang terdampak pandemi dengan memperdayakan mahasiswa berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu Guru dan Kepala Sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi yang sangat terkendala karena kurangnya persiapan pihak sekolah. Program ini bermanfaat bagi para siswa SD, dan juga pemberdayaan mahasiswa guna membantu berjalannya kegiatan di sekolah. Kepedulian mahasiswa untuk pendidikan siswa SD di desa maupun kota yang harus melewati banyak tantangan di tengah pandemi dapat dibantu dengan adanya program ini. Kampus Mengajar Angkatan 1 merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang melibatkan peran mahasiswa baik dari fakultas pendidikan maupun nonpendidikan yang sebelumnya telah diberikan bimbingan dan pelatihab agar siap membantu Endri Liana 1), M. Yusuf Setya Wardana 2) /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar di daerah domisilinya. Pengalaman dan wawasan mahasiswa diharapkan menjadi lebih banyak dengan adanya program kampus mengajar. Sekolah yang menjadi mitra dari pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan program Kamus Merdeka Angkatan 1 yakni SD Negeri 2 Tlogowatu yang terletak di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah yang berakreditasi B. Sekolah yang berada jauh dari pusat kota ini belum memiliki kepala sekolah tetap, sehingga tugas kepala sekolah harus diemban oleh guru kelas. Ssering kali siswa harus belajar mandiri karena sering ada keperluan di luar sekolah dan juga mengerjakan tugas yang harusnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Selain itu, SD Negeri 2 Tlogowatu juga memerlukan perhatian khusus dalam hal pemahaman literasi dan numerasi pada siswa karena pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di awal masa pandemi. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain daripada belajar karena kurangnya perhatian dari orang tua. Kampus mengajar mencakup pembelajaran di semua pelajaran yang difokuskan pada literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan bantuan administrasi sekolah. Selain itu, mahasiswa diharapkan untuk mengembangkan krerativitas, berjiwa kepemimpinan, dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi serta memiliki pengalaman belajar guna peningkatan efektifitas proses pembelajaran. METODE PENELITIAN Program Kampus Mengajar Angkatan 1 yang dilaksanakan pada 22 Maret 2021 hingga 26 Juli 2021 diikuti oleh mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang Berlokasi di SD Negeri 2 Tlogowatu bertujuan untuk menanamkan kepekaan sosial dan empati pada diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakkat yang ada di sekitarnya, menyelesaikan masalah yang dihadapi, mengembangkan wawasan, karakter, soft skill, hard skill mahasiswa serta kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa pada pembangunan nasional. Merdeka Belajar Kampus Merdeka dilaksanakan unruk meningkatkan kompetensi mahasiswa baik soft skill maupun hard skill agar lebih siap dan relevan dengan perkembangan zaman dan membentuk pemimpin masa depan bangsa yang berkepribadian dan berkarakter unggul (Suhartoyo et al., 2020). Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 1 dilaksanakan dengan metode bertahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaa, dan pelaporan. Setiap penyusunan karya tulis ilmiah harus melalui beberapa tahapan yaitu tahap rencana, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi (Hadiyati et al., 2017). Tahap persiapan meliputi kegiatan pembekalan, perizinan, observasi, dan penyusunan program kerja. Tahap pelaksanaan terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya mengajar, adaptasi teknologi, dan membantu menyusun administrasi sekolah. Tahap evaluasi berupa penyusunan laporan, dan pengumpulan laporan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan persiapan pengabdian 1. Pembekalan Pembekalan dilaksanakan dalam satu pekan sebelum penerjunan mahasiswa.Pembekalan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa saja, namun dosen pembimbing juga mengikuti kegiatana pembekalan. Pembekalan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan minimal yang diperlukan dalam kegiatan pengabdian di sekolah dasar. Materi yang diberikan diantaranya konsep pembelajaran literasi dan numerasi, kompetensi pedagogi, peranmahasiswa dalam pembelajaan jarak jauh, etika berkoomunikasi dalam sektor pendidikan, implikasi asesmen dalam pembelajaran, dan sosialisasi mengenai Covid-19. 2. Penerjunan Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta sekolah dasar yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program. Langkah koordinasi diantaranya menjalin kkomunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; lapor diri serta menyerahkan surat tugas belmawa dan dari perguruan tinggi oleh mahasiswa ke Endri Liana 1), M. Yusuf Setya Wardana 2) /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; Dinas Pendidikan membuatkan surat tugas untuk mahasiswa yang kemudian di serahkan kepada kepala sekolah dasar penempatan. Gambar 1. (a) Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; (b) dengan sekolah 3. Observasi Mahasiswa melakukan pengamatan secara langsung di lapangan secara fisik maupun nonfisik serta berdialog dengan pihak-pihak terkait. Aspek yang diperhatikan dalam tahap observasi sebagai berikut: a. Metode observasi, metode yang dilakukan dalam obsevasi awal adalah mengamati kondisi lingkungan sekolah serta partisipasi warga sekkolah dalam pembelkajaran si SD Negeri 2 Tlogowatu. Observasi bertujuan untuk memperoleh data menganai kondisi fisik hingga proses belajar mengajar di sekolah tersebut. b. Sumber data observasi, data observasi diperoleh dari observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru pamong yang bersangkutan c. Hasil observasi meliputi proses pembelajaran, adaptasi teknologi, hingga administrasi sekolah 4. Perencanaan Program Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa yang bertugas di SD Negeri 2 Tlogowatu berusaha menyusun rencana program kegiatan yang dapat menjadi stimulus awal bagi seluruh warga sekolah; mengkonsultasikan rancangan kegiatan pada huru pamong dan dosen pembimbing; daan meminta persetujuan kegiatan kepada dosen pembimbing Tahap pelaksanaan dan analisis hasil 1. Mengajar Dalam proses kegiatan mengajar, hal pertama yang dilakukan adalah mencari tahu sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dengan memberikan stimulus awal kepada siswa. Stimulus yang diberikan adalah pertanyaan review materi sebelumnya. Menurut Meldina (2019), kegiatan bertanya dapat digunakan sebagai stimulus awal yang penting untuk menyalurkan rasa ingin tahu siswa karena bertanya merupakan proses awal berfikir. Dengan adanya mahasiswa yang mengabdi di sekolah dasar menjadikan motivasi dan minat belajar siswa semakin meningkat baik dari segi numerasi maupun literasi. Hal yang sesuai dengan tujuan Program Kampus Mengajar Angkatan 1. Hal lain yang menjadi dampak dari adanya mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 1 yang dirasakan guru yakni guru dapat lebih mudah dan terbantu dalam melaksanakan pembalajaran daring maupun luring di sekolah maupun di rumah, penerapan literasi dan numerasi di SD, juga memperbaiki karakter siswa. Dengan adanya pembelajaran yang inovatif, siswa juga mampu berfikir kritis yang dibuktikan dengan antusiasme siswa dalam belajar. Endri Liana 1), M. Yusuf Setya Wardana 2) /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Gambar 2. (a) Inovasi pembelajaran dengan media pembelajaran; (b) berdiskusi 2. Adaptasi teknologi Pada kegiatan adaptasi teknologi, yang dilakukan adalah mengadakan evaluasi materi dengan kuis online. Mahasiswa memberikan pemahaman dasar mengenai kuis online. Siswa hanya diminta mengerjakan kuis yang materinya sesuai dengan yang telah diajarkan di sekolah. Kuis dapat di akses dalam kurun waktu 3 hari setelah kuis dibuka. Dampak yang didapat dari kuis online ini adalah siswa dapat menggunakan ponsel untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yan telah diajarkan. Siswa juga lebih senang mengerjakan kuis secara online dikarenakan siswa tidak perlu menulis di buku. 3. Membantu administrasi sekolah Gambar 3 Kuis online Pada kegiatan membantu administrasi sekolah, mahasiswa membantu guru memperbarui data sekolah serta menyediakan perangkat pembelajaran sebagai kelengkapan administrasi dalam pembelajaran seperti RPP, bahan dan materi ajar, media pembelajaran hingga LKPD. Pada pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) mahasiswa membantu menjadi pengawas dan melakukan proses koreksi lembar jawab dan merekap nilai. Endri Liana 1), M. Yusuf Setya Wardana 2) /WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 Gambar 4. (a) Membantu administrasi sekolah; (b) menjadi pengawas PAS KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil kajian di atas, penulis menyimpulkan bahwa Kampus Mengajar Angkatan 1 merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Program Kampus Mengajar Angkatan 1 ini memiliki tujuan untuk memberikan solusi dan jalan keluar bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi di Sekolah Dasar di daerah domisili. Implementasi Kampus Mengajar Angkatan 1 yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Tlogowatu terbukti dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu, mahasiswa yang berkontribusi juga dapat mengembangkan kemampuan interpersonal, karakter, dan kepemimpinan yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA Hadiyati, H., Fatkhurahman, F., & Suroto, B. (2017). PELATIHAN MANAJEMEN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI TENAGA PENDIDIK DI SMP N 3 KAMPAR KIRI TENGAH. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1). Imania, K. A., & Bariah, S. K. (2019). RANCANGAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS DARING. JURNAL PETIK, 5(1). Kemendikbud. (2021). Panduan Program Kampus Mengajar Angkatan 1. Jakarta : Kemendikbud Meldina, T. (2019). IMPLEMENTASI MODEL LEARNING START WITH A QUESTION STRATEGI MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA SEKOLAH DASAR. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 6(2). Putria, H., Maula, L. H., & Uswatun, D. A. (2020). Analisis Proses Pembelajaran dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid- 19 Pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4). Suhartoyo, E., Wailissa, S. A., Jalarwati, S., Samsia, S., Wati, S., Qomariah, N., Dayanti, E., Maulani, I., Mukhlish, I., Rizki Azhari, M. H., Muhammad Isa, H., & Maulana Amin, I. (2020). Pembelajaran Kontekstual Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(3).