Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 http://ojsjournal. Efektivitas Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxatio. terhadap Kecemasan: Sistematic Review Willi Holis1*. Mery Eka Yaya Fujianti1 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang. Indonesia * Corresponding Author: williholis02@gmail. ARTICLE INFORMATION Article history Received 24 October 2024 Revised 4 December 2024 Accepted 4 December 2024 Keywords Relaksasi otot progresif PMR Kecemasan ABSTRACT Introduction:Anxiety is a significant concern in both primary and specialized health care, with an average lifetime prevalence of around 25% among all patients with general medical conditions. Psychological and physical stressors from any illness often trigger anxiety, particularly in susceptible individuals. Depression may accompany anxiety, and it is frequently undiagnosed and untreated, making it challenging to distinguish from normal mood variations, especially under serious medical conditions. Some studies also indicate that anxiety disorder is a comorbidity (Carver and O'Malley, 2. Metode: A literature search was conducted in several major databases, including PROQUEST. SCIENCEDIRECT, and SCOPUS, using keywords such as Progressive Muscle Relaxation. Anxiety, and systematic review. The inclusion criteria set by the authors are: . Quantitative study designs, including observational and experimental . Studies conducted within the last 10 years . Subjects of both genders . ge Ou 13 year. experiencing anxiety. Progressive Muscle Relaxation as the intervention. Anxiety status as the outcome measure. Result: Systematic reviews from 15 health journals demonstrate the success of PMR in alleviating anxiety. The results highlight the enhancement of services based on non-pharmacological approaches and the actualization of nurses in providing holistic care for patients through the bio-psycho-socio-spiritual model. Discussion: The implications of this systematic review's findings are expected to offer positive support in hospitals, clinics, and other health facilities, emphasizing the importance of considering the mental status of patients undergoing medical procedures, whether treatment or invasive actions. Mental disorders such as anxiety can worsen a patient's health condition, making it crucial to ensure patients receive holistic care that addresses both physical and mental/psychological Pendahuluan: Ansietas merupakan isu penting dalam pelayanan kesehatan baik di tingkat primer maupun spesialis, dengan prevalensi seumur hidup sekitar 25% di antara pasien dengan gangguan medis umum. Stres psikologis dan stres fisik yang disebabkan oleh gangguan medis sering memicu ansietas, terutama pada individu yang rentan. Depresi dapat muncul bersamaan dengan ansietas dan sering kali tidak terdiagnosis serta tidak diobati. Dalam kondisi gangguan medis yang serius, depresi sulit dibedakan dari kondisi mood normal. Beberapa studi menunjukkan bahwa gangguan kecemasan juga sering menjadi komorbid. Metode: Pencarian literatur dilakukan di beberapa database utama seperti PROQUEST. SCIENCEDIRECT, dan SCOPUS dengan menggunakan kata kunci Progressive Muscle Relaxation. Ansietas, dan systematic review. Kriteria inklusi meliputi: . Desain studi kuantitatif, baik observasional maupun . Rentang waktu studi maksimal 10 tahun terakhir . Subjek laki-laki dan perempuan . sia Ou 13 tahu. yang mengalami ansietas. Intervensi menggunakan Progressive Muscle Relaxation. Parameter hasil studi adalah status ansietas. Result: Tinjauan sistematik dari 15 jurnal kesehatan menunjukkan bahwa PMR efektif dalam mengurangi ansietas. Hasil penelitian ini meningkatkan layanan berbasis non-farmakologis dan mengaktualisasikan peran perawat Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 http://ojsjournal. dalam merawat pasien dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek bio-psiko-sosio-spiritual. Discussion: Implikasi dari hasil tinjauan sistematik ini diharapkan dapat memberikan dukungan positif di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya agar memperhatikan status mental pasien yang menjalani prosedur medis, baik berupa pengobatan maupun tindakan invasif. Karena gangguan mental seperti ansietas dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien, perlu adanya upaya agar pasien mendapatkan pengobatan dan perawatan yang holistik, memperhatikan tidak hanya aspek fisik, tetapi juga aspek mental/psikis. Indonesian Health Science Journal Website: http://ojsjournal. E-mail: Pendahuluan Ansietas adalah masalah penting pada pelayanan kesehatan baik primer maupun spesialis, karena rata-rata prevalensi seumur hidup untuk gangguan ini sekitar 25% dari semua pasien gangguan medis umum. Stresor psikologis dan fisik dari gangguan medis sering memicu ansietas, terutama pada individu yang rentan. Depresi dapat terjadi seiring dengan perjalanan ansietas. Depresi sering tidak terdiagnosis dan tidak diobati, dimana dalam kondisi ganguan medis yang serius sangat sulit dibedakan dengan kondisi mood yang normal. Bahkan pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan juga merupakan suatu komorbiditas (Carver and OAoMalley, 2. Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang umum dengan prevalensi seumur hidup yaitu 16%-29% (Katz, et al. , 2. Dilaporkan bahwa perkiraan gangguan kecemasan pada dewasa muda di Amerika adalah sekitar 18,1% atau sekitar 42 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan, seperti gangguan panik, gangguan obsesiv-kompulsif, gangguan stres pasca trauma, gangguan kecemasan umum dan fobia (Duckworth, 2. Sedangkan gangguan kecemasan terkait jenis kelamin dilaporkan bahwa prevalensi gangguan kecemasan seumur hidup pada wanita sebesar 60% lebih tinggi dibandingkan pria (McCloughan et al. , 2. Di Indonesia prevalensi terkait gangguan kecemasan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. pada tahun 2013 menunjukkan bahwa sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala kecemasan dan depresi (Depkes, 2. Pasien dengan kecemasan dan depresi sering mencari pengobatan melalui terapi medis, psikoterapi, dan teknik perilaku kognitif, termasuk Complementary and Alternative Medicine (CAM). Dalam beberapa tahun terakhir. CAM menjadi tren populer, terutama karena pendekatan ini sejalan dengan konsep mind-body connection dan sering diterapkan di berbagai tempat terapeutik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi psikologis dapat membantu pasien meningkatkan kendali atas gejala kecemasan dan efek samping pengobatan atau prosedur medis. Intervensi yang dimaksud meliputi restrukturisasi kognitif dasar, hipnoterapi, terapi seni dan musik, relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation atau PMR), serta citra terpimpin (Guided Imager. Hasil penelitian menunjukkan bukti yang beragam terkait efektivitasnya dalam mengatasi kecemasan dan depresi, yang menjadi kendala dalam adopsinya secara luas di praktik klinis (Charalambous et al. , 2. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas PMR dalam mengurangi kecemasan berdasarkan literatur yang tersedia. Meskipun banyak studi telah mengeksplorasi berbagai intervensi CAM, termasuk PMR, hasilnya masih belum konsisten dan cenderung beragam. Sebagian besar penelitian tidak memberikan bukti yang kuat atau generalisabel mengenai keefektifan PMR dalam konteks spesifik, seperti populasi tertentu . isalnya, pasien dengan tingkat Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 http://ojsjournal. kecemasan tinggi akibat kondisi medis kroni. Hal ini menciptakan kebutuhan untuk penelitian yang lebih terfokus, menggunakan desain metodologi yang lebih ketat dan validasi hasil yang lebih baik, guna mendukung implementasi PMR secara klinis dalam pengelolaan kecemasan. Metode Pencarian literatur dilakukan di beberapa database mayor seperti PROQUEST. SCIENCEDIRECT. DAN SCOPUS dengan memasukkan kata kunci Progressive Muscle Relaxation. Anxiety, and systematic review. Kriteria inklusi yang penulis tetapkan adalah: Desain studi kuantitatif, baik observasi hingga eksperimen. Maksimal rentang waktu studi 10 tahun lalu . Subjek pria dan wanita . sia Ou 13 tahu. yang mengalami . Intervensi yang diberikan berupa Progressive Muscle Relaxation. Parameter hasil studi adalah status ansietas. Hasil Hasil analisa data dari 15 artikel tentang Efektivitas Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxatio. , didapatkan bahwa PMR efektif dalam mengatasi kecemasan sebagaimana yang tercantum pada tabel 1 Tabel 1. Analisa Artikel Sitasi Eun-Jeong Lee et all, 2012 Hasil Studi ini menunjukkan bahwa relaksasi monochord sama efektifnya dengan PMR. Suara Monochord dan relaksasi untuk pasien onkologi gynaecologic selama otot progresif mengurangi kemoterapi dengan mengurangi kecemasan dan kecemasan dan memperbaiki meningkatkan keadaan psikologis dan sosial. relaksasi selama kemoterapi: Uji coba EEG Kaina Zhou, 2015 Uji coba random terkontrol terapi musik dan terapi relaksasi otot progresif (PMR) pada pasien kanker payudara wanita post mastektomi radikal: Hasil pada depresi, kegelisahan dan lama tinggal di rumah sakit Terapi musik dan latihan relaksasi otot progresif dapat mengurangi depresi, kecemasan dan lama tinggal di rumah sakit pada pasien kanker payudara wanita setelah mastektomi Lana J. McCloughanet all, 2015 Peserta dengan kegelisahan evaluasi sosial yang tinggi menunjukkan penurunan SOL yang Pemulihan psikologis: Relaksasi signifikan secara statistik dari minggu ke-1 otot progresif (PMR), sampai minggu ke 2 (Z = -2,02, p = . kegelisahan, dan tidur pada dengan ukuran efek yang besar . = 0,. mengikuti pelatihan PMR. Kebutuhan tidur penari penuh waktu berbeda dengan populasi Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 Liping Zhao, et all 2012 Efek dari latihan relaksasi progresif pada kecemasan, depresi dan kualitas hidup pasien endometriosis dengan terapi hormon agonis Theologia Tsitsi, et all 2017 http://ojsjournal. Kelompok PMR menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam semua domain QOL setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam semua domain kesehatan fisik dan hanya dua domain kesehatan mental setelah intervensi. Perbandingan antar kelompok terhadap peningkatan skor setelah intervensi menunjukkan bahwa kelompok PMR memiliki peningkatan yang signifikan secara signifikan dalam skor kecemasan, depresi dan keseluruhan / domain QOL dibandingkan kelompok kontrol (P <0,. Temuan ini memberikan bukti tentang efek positif kombinasi PMR dan GI dalam mengurangi kecemasan dan memperbaiki keadaan mood pada orang tua anak-anak dengan keganasan. Efektivitas intervensi relaksasi . elaksasi otot progresif dan teknik pencitraan terpad. untuk mengurangi kecemasan dan memperbaiki mood orang tua anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan keganasan: Uji coba terkontrol secara acak di Republik Cyprus dan Yunani Yunping Li, et All 2015 - Studi ini menunjukkan bahwa latihan PMR efektif dalam memperbaiki kecemasan. Relaksasi Otot Progresif depresi, dan komponen kesehatan mental Menurunkan Status Kecemasan QOL pada pasien dengan PAH dan Depresi Pasien Hipertensi Arteri Paru Andreas Charalambous, et all. Temuan menunjukkan bahwa pasien dengan kanker prostat dan payudara yang menjalani perawatan kemoterapi dapat memperoleh Efektivitas Relaksasi Otot manfaat dari sesi PMR dan GI untuk Progresif dan Guided mengurangi kecemasan dan depresi mereka. Imaginary dalam mengurangi kecemasan pada Pasien Kanker Payudara dan Prostat yang Menahan Kemoterapi Jin Woo Suh, et all. Selama 4 minggu pertama, kelompok EFT mengalami penurunan yang signifikan dalam skala gejala HB, kemarahan, dan paranoid . cy Kecemasan dan Gejala <0,. Selama interval 9 minggu, ada Kemarahan pada Pasien penurunan signifikan pada skala gejala HB. Hwabyung Membaik Setelah 4 keadaan kegelisahan, keadaan kemarahan. Minggu dari Program Teknik sifat kemarahan, somatisasi, kecemasan. Kebebasan Emosional permusuhan, dan sebagainya pada kelompok Dibandingkan dengan Program EFT . cy <0,. Relaksasi Otot Progresif: Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 http://ojsjournal. Percobaan Terkontrol Acak Mohamad Rodi Isa, et all, 2013 Sebanyak 77 pasien dari UMMC dan 78 pasien dari UKMMC ikut berpartisipasi. Pada akhir Dampak Relaksasi Otot penelitian, 90,9% dan 87,2% pasien dari Progressive terhadap Tingkat kelompok UMMC dan UKMMC Depresi. Kecemasan dan Stres menyelesaikan penelitian masing-masing. Ada pada Pasien Kanker Prostat: perbaikan signifikan pada Studi Kuasi-Eksperimental kecemasan . <0,001, parsial 2 = 0,. dan stres . <0,001, parsial 2 = 0,. pada akhir penelitian pada mereka yang menerima pelatihan otot. Namun, tidak ada perbaikan dalam depresi . = 0,. Li Pan, et all. Latihan relaksasi otot progresif secara efektif meningkatkan kecemasan dan kualitas hidup Efek Pelatihan Relaksasi Otot pasien yang hamil dengan kehamilan ektopik Progresif terhadap Kecemasan yang menerima pengobatan metotreksat pada dan Kualitas Hidup Pasien Rawat Inap Dengan Kehamilan pasien rawat inap Ektopik : Pengobatan Metotreksat Davy Vancampfort, et all, 2011 Dalam relaksasi otot progresif, peserta . = . menunjukkan penurunan kecemasan, tekanan Efek relaksasi otot progresif psikologis dan kelelahan dan peningkatan pada kecemasan dan kesejahteraan subjektif. Perbedaan antar kesejahteraan pada penderita kelompok dalam skor ditemukan untuk skizofrenia: percobaan kecemasan, kesejahteraan subyektif dan terkontrol secara acak tekanan psikologis, namun tidak untuk Ukuran efek yang mendukung relaksasi otot progresif adalah 1,26 untuk kesehatan subjektif dan 1,25 dan 1,02 untuk masing-masing kecemasan dan tekanan VP Singh, et all. Musik dan PMR efektif dalam mengurangi kecemasan dan dyspnoea bersamaan dengan Perbandingan keefektifan tindakan fisiologis seperti SBP. PR dan RR musik dan relaksasi otot dalam dua sesi pada pasien COPD yang progresif untuk kecemasan dirawat di rumah sakit karena eksaserbasi. pada penelitian pilot terkontrol COPD-A Lukas de Lorent, et all. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan dengan AA secara signifikan Akupunktur Auricular Versus mengurangi ketegangan, kecemasan, dan Relaksasi Otot Progresif pada kemarahan / agresi selama 4 minggu, namun Pasien dengan Gangguan tidak meningkatkan mood. Antara AA dan Kecemasan atau Gangguan PMR, tidak ada perbedaan signifikan secara Depresi Mayor: Percobaan statistik yang ditemukan setiap saat. Klinis Kelompok Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 Sermsak Lolak, et all. Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kecemasan dan Depresi pada Pasien yang Terdaftar dalam Program Rehabilitasi Paru Rawat Jalan Martha L, et all. Relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan dalam simulasi klinis http://ojsjournal. PR efektif dalam mengurangi kecemasan dan tingkat depresi pada pasien paru-paru kronis. Temuan ini menunjukkan bahwa menambahkan pelatihan PMR terstruktur ke program PR yang mapan mungkin tidak memberi manfaat tambahan dalam pengurangan kecemasan dan depresi lebih lanjut pada pasien yang menerima PR - Tidak ada perbedaan signifikan dalam nilai post-test - Ada penurunan yang signifikan dalam kecemasan dari pre-test kelompok eksperimen sampai post-test mereka . Pembahasan Kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis. Data menunjukkan bahwa prevalensi kecemasan seumur hidup mencapai sekitar 25% di antara pasien dengan kondisi medis umum. Hal ini menunjukkan bahwa satu dari empat pasien mungkin mengalami kecemasan pada suatu titik dalam hidupnya, terutama mereka yang berurusan dengan kondisi medis kronis atau serius. Kecemasan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan, mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola penyakit dan berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari. Stres psikologis dan fisik yang timbul dari berbagai penyakit sering kali memicu kecemasan, terutama pada individu yang rentan. Faktor-faktor seperti rasa sakit, ketidakpastian tentang prognosis penyakit, dan dampak sosial dari penyakit dapat menjadi pemicu utama kecemasan. Misalnya, pasien yang didiagnosis dengan penyakit jantung koroner mungkin mengalami kecemasan karena takut akan serangan jantung berikutnya atau kematian mendadak. Depresi sering kali muncul bersamaan dengan kecemasan, memperburuk kondisi mental Depresi yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati dapat memperburuk hasil kesehatan secara keseluruhan dan menurunkan efektivitas pengobatan. Tantangan dalam mendiagnosis depresi pada pasien dengan gangguan medis serius adalah bahwa gejala-gejala depresi sering kali tumpang tindih dengan gejala fisik dari penyakit yang mendasarinya, sehingga sulit untuk membedakan antara keduanya. Relaksasi Otot Progresif (PMR) adalah teknik yang telah terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan. Teknik ini melibatkan tensing dan kemudian merelaksasi kelompok otot tertentu di tubuh, yang membantu mengurangi ketegangan fisik dan menenangkan Berdasarkan tinjauan sistematis dari 15 jurnal kesehatan. PMR terbukti berhasil dalam mengurangi kecemasan di berbagai populasi, termasuk mahasiswa, pasien dengan penyakit kronis, dan individu dengan gangguan kecemasan umum. Penerapan PMR sebagai intervensi non-farmakologis dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam manajemen kecemasan. Dalam konteks klinis. PMR dapat digunakan sebagai bagian dari program rehabilitasi, terapi kelompok, atau sebagai intervensi mandiri yang dapat dipelajari oleh pasien untuk digunakan di rumah. Penggunaan PMR juga sejalan dengan konsep perawatan holistik, yang menekankan pentingnya merawat pasien secara menyeluruh, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Temuan dari tinjauan sistematis ini menyoroti perlunya layanan kesehatan untuk memperhatikan status mental pasien yang menjalani prosedur medis. Kecemasan yang tidak Indonesian Health Science Journal Vol. No. Oktober 2024 http://ojsjournal. terkelola dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien dan mengurangi efektivitas Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan intervensi seperti PMR dalam rencana perawatan pasien. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup pasien tetapi juga dapat meningkatkan hasil klinis secara Kesimpulan Systematic review yang diperoleh dari 15 jurnal kesehatan menunjukkan keberhasilan PMR dalam mengatasi kecemasan/ansietas. Signifikansi hasil penelitian ini sangat berperan dalam peningkatan pelayanan dengan berdasar pada pelayanan kesehatan non farmakalogis, dan aktualisasi perawat dalam merawat pasien dengan konsep holistik yaitu Fenomena yang muncul dari hasil penelitian dari 15 jurnal tersebut mengindikasikan bahwa penanganan ansietas dengan metode Progressive Muscle relaxation (PMR) benarbenar perlu dilakukan dan diterapkan, agar tingkat kesembuhan pasien menjadi maksimal dan Daftar Pustaka