Terbit online pada laman web jurnal: https://ojs. id/ojs/index. php/jipis JIPIS Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 1 No. 61 - 66 ISSN Media Elektronik: - Strategi Pustakawan Sekolah dalam Mempromosikan Perpustakaan dengan Konsep P3FLU (Studi Kasus pada Perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumaw. Ernawati Kepala Perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Jalan Medan-Banda Aceh Desa Panggoi Kec. Muara Dua Kota Lhokseumawe qisthyblog@gmail. Abstract The Sukma Bangsa Lhokseumawe school library has adequate facilities and infrastructure. Therefore, in order for the library to always exist and be efficient, consistency and innovation of librarians is needed in advancing the development of managed To develop the library, it is necessary to promote the library. Either through social media or providing information by word of mouth. This is needed as an alternative that can be done so that the library is increasingly known and is happy to be visited by users. The form of library promotion that can be carried out by school libraries in the context of Promotion. Publicity and Marketing for Library Users or in short with the P3FLU concept with an agenda of activities including Book Fairs (Book Bazaar. Literacy Competitions. GLS Program (Sukma Literacy Movemen. Library Arrangement . Funday Literacy. User Education. These programs are carried out consistently by school librarians in order to support and promote the existence of an efficient library in accordance with the function of the library. The main purpose of this activity is so that all users / readers know and use the library as a medium for learning and finding information as well as seeing every development of activities in the library. In addition, the main target to be achieved is to attract visiting interest and encourage reading interest for all users, especially students of the Sukma Bangsa Lhokseumawe School. Keywords: P3FLU Concept. Librarian Innovation and School Libraries Abstrak Perpustakaan sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang cukup memadai. Oleh karena itu agar perpustakaan selalu eksis dan berdayaguna maka diperlukan konsitensi dan inovasi pustakawan dalam memajukan perkembangan perpustakaan yang dikelola. Untuk melakukan pengembangan perpustakaan maka diperlukannya promosi Baik melalui media sosial atau memberikan informasi dari mulut kemulut. Hal tersebut diperlukan sebagai alternatif yang dapat dilakukan agar perpustakaan semakin dikenal dan senang dikunjungi oleh pengguna. Adapun bentuk promosi perpustakaan yang dapat dilakukan oleh perpustakaan sekolah dalam rangka Promosi. Publisitas dan Pemasaran For Library User atau di singkat dengan Konsep P3FLU dengan agenda kegiatan diantaranya Pameran buku (Bazaar Buk. Lomba Literasi. Program GLS (Gerakan Literasi Sukm. Penataan Perpustakaan. Funday Literacy. User Education (Bimbingan Pemustak. Program-program tersebut dilakukan secara konsistensi oleh pustakawan sekolah dalam rangka menunjang dan mempromosikan keberadaan perpustakaan yang berdaya guna sesuai dengan fungsi perpustakaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar semua pengguna/pemustaka mengenal dan menggunakan perpustakaan sebagai media sarana belajar serta menemukan informasi sekaligus melihat setiap perkembangan dari kegiatan-kegiatan di perpustakaan. Selain itu dengan sasaran utama yang ingin dicapai adalah menarik minat kunjung dan mendorong minat baca bagi seluruh pemustaka khususnya siswa Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Kata kunci: : Konsep P3FLU. Inovasi Pustakawan dan Perpustakaan Sekolah Diterima Redaksi: 06-06-2022 | Selesai Revisi: 07-06-2022 | Diterbitkan Online: 10-06-2022 Ernawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Pendahuluan Sebagus dan selengkap apapun koleksi suatu perpustakaan, secanggih apapun sistem komputerisasi perpustakaan apabila tetap sepi pengunjung dan pustakawan tetap hanya menunggu secara pasif datangnya pelanggan ke perpustakaan. Maka fungsi dan keberadaan perpustakaan hanya sebatas gudang penyimpanan barang atau sekedar pajangan disudut Untuk itu perlu adanya upaya dan inovasi yang harus dilakukan oleh seorang pustakawan dalam meningkatkan dan mempromosikan keberadaan perpustakaan, walaupun dengan bentuk dan metode yang berbeda-beda tergantung pada jenis perpustakaan jenis layanan perpustakaan ataupun sektor pengguna yang dilayani. Jika perpustakaan dengan jenis apapun, menjadi sepi pengunjung ataupun peminjam. Apakah keadaan tersebut harus dibiarkan dan diterima dengan begitu saja? Perpustakaan merupakan salah satu unsur yang harus ikut bertanggung jawab dalam menarik AupasarAy tersebut untuk datang ke perpustakaan, menjadi pelanggan dan memanfaatkan produk-produknya secara maksimal. Pada era teknologi modren saat sekarang ini banyak cara yang dapat dilakukan dalam mempromosikan sebuah produk yang dihasilkan. Melalui Promosi dapat dilakukan dengan cara sederhana dan gratis. Media sosial menjadi salah satu alternatif sarana promosi seperti instagram, facebook, atau lewat channel youtube. Selain alternatif media sosial, promosi dapat dilakukan dengan cara tradisional seperti memberikan informasi dari mulut ke mulut kepada masyarakat sosial. Dengan cara tersebut akan terlihat bahwa informasi yang di berikan oleh sipemberi informasi kepada penerima informasi. Promosi perpustakaan dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak swasta atau pihak asing. Membuka Aucounter-counterAy perpustakaan sebagai tempat promosi bahan pustaka misalnya, yang kemudian berimbas pada perpustakaan yang perlahan lahan akan dikenal masyarakat karena pengunjung AucounterAy akan bertanya dimana Perpustakaan itu ? Untuk menarik minat baca di AucounterAy tersebut, hendaknya tidak hanya menaruh bahan pustaka saja, benda lain misalnya seperti souvenir memperdengarkan lagu-lagu daerah/ lagu nasional yang membuat suasana menjadi tenang sehingga timbul niat pengguna untuk menyinggahi AucounterAy tersebut, promosi pakaian yang bertuliskan tentang promosi perpustakaan juga bisa menarik minat pengunjung Pemutaran film-film bersejarah yang AuberbauAy pendidikan setidaknya menunjang untuk promosi perpustakaan. Ada daya tarik tersendiri yang mengundang keingintahuan user/pengguna untuk memanfaatkan perpustakaan. Terdapat berbagai bentuk-bentuk promosi perpustakaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperkenalkan eksistensi perpustakaan. Selain yang telah disebutkan diatas contoh lain adalah pelaksanaannya di gabung dalam hari bahasa misalnya. Pelaksanaan bazar pun dapat dilaksanakan secara tunggal yang dirangkaikan dengan kegiatan lain dalam satu even. Pelaksanaan ceramah, seminar misalnya yang tercover dalam satu event kegiatan, yang sematamata bertujuan akhir untuk promosi perpustakaan. Promosi lain adalah melalui wisata perpustakaan. saja wisata ketempat-tempat yang indah, unik, dan menarik, akan tetapi kunjungan ke perpustakaan pun mengandung makna luas karena pada akhirnya dapat menambah wawasan bagi pengguna. Kegiatan kunjungan ke perpustakaan seyogyanya dilakukan secara terus menerus oleh setiap pustakawan. Guna memperkenalkan perpustakaan terintegrasi dengan pendidikan maka Perpustakaan membuat program kunjungan perpustakaan atau yang lebih dikenal dengan Library Tour dimana sasarannya adalah peserta didik dan civitas akademik dilingkungan pendidikan khususnya sekolah. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan rasa kecintaan pada perpustakaan. (Darmono, 2007 : . Perpustakaan sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe memiliki perpustakaan yang dikatakan cukup memadai dalam segi fasilitas dan sarana prasarana yang oleh karena itu sudah sepatutnya diperhatikan agar selalu eksis dalam perkembangan yang demikian luas dan komplit. Untuk melakukan pengembangan perpustakaan maka diperlukannya mempromosi perpustakaan. Banyak hal yang harus dilakukan dan dibenahi. Dengan demikian diperlukan alternatif yang dapat dilakukan agar perpustakaan semakin dikenal dan senang dikunjungi oleh peserta Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar secara optimal. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pustakawan sekolah diantaranya promosi perpustakaan kepada siswa dan atau guru di Lingkungan sekolah Dimana promosi yang dilakukan di perpustakaan sekolah berbeda dengan perpustakaan umum dan sejenisnya. Adapun bentuk promosi perpustakaan yang dapat dilakukan oleh perpustakaan sekolah dalam rangka Promosi. Publisitas dan Pemasaran For Library User atau di singkat dengan Konsep P3FLU dengan agenda kegiatan seperti pameran buku (Bazaar Buk. Lomba Literasi. Program GLS. Penataan perpustakaan yang baik. Fun Day Literasi dan User Education (Bimbingan Pemustak. Adanya program-program yang dilakukan mempromosikan perpustakaan berdaya guna sesuai dengan fungsi perpustakaan itu sendiri. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar semua pengguna mengenal dan menggunakan bahan pustaka dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Selain itu dengan sasaran yang ingin dicapai bahwa dapat menarik minat kunjung sekaligus minat membaca seluruh pengguna untuk dapat datang dan mengunjungi perpustakaan sekolah. DOI: Lisensi: 62 Ernawati JIPIS (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Isla. Vol. 1 No. Metode Penelitian No. Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi pustakawan dalam mempromosikan keberadaan perpustakaan sekolah dengan menggunakan konsep P3FLU pada pemustaka di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Alasan mengapa Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe menjadi lokasi penelitian dikarenakan peneliti merupakan kepala perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang sudah mengabdikan dirinya sebagai pustakawan sekolah dan bekerja khusus di perpustakaan hamper 15 tahun lamanya. Kemudian objek sekunder dari penelitian ini ditujukan kepada pemustaka khususnya civitas akademika di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe sedangkan yang menjadi objek primer adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan dengan menggunakan konsep P3FLU. Metode penelitian disini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrument kunci. Dalam hal ini peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas agar objek yang diteliti menjadi lebih jelas karena peneliti turut serta sebagai objek penelitian. Menurut Iskandar . menjelaskan bahwa hakikat penelitian kualitatif adalah mengamati orang lain dalam lingkungan hidupnya berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. , mendekati atau berinteraksi dengan orang-orang yang berhubungan dengan focus penelitian yang tujuannya untuk mencoba memahami, menggali pandangan dan pengalaman mereka untuk mendapatkan informasi atau data yang diperlukan. Penelitian kualitatif disini digunakan oleh peneliti sebagai intrumen kunci dalam mengumpulkan data dan menafsirkan data. Alat pengumpulan data biasanya menggunakan pengamatan langsung, wawancara, studi Sednagkan kesahihan dan keterandalan data menggunakan triangulasi dengan menggunakan metode induktif, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Hasil dan Pembahasan Strategi dan Inovasi Pustakawan Agar terlaksananya program ini maka perlu adanya jadwal program kegiatan, tahap pelaksanaa dan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah dan hari-hari yang berkaitan dengan peringatan di sekolah. Adapun program promosi perpustakaan dilakukan sebagai panduan dan pedoman saat melaksanakan kegiatan promosi perpustakaan untuk terus dapat ditingkatkan melalui tabel berikut ini : Nama Kegiatan Spirit Writer Duta Literasi Appretiation For Student and Teacher Workshop Literacy Relawan Perpustakaan Tour Library Seminar Literasi Siswa Temu Ramah Penulis Lokal Pelatihan Menulis Pojok Literasi Panggung Kreasi Siswa Fun Song Teacher Kelas Literasi Pengelola Perpustakaan Sekolah Pelaksanaan Kegiatan 2 X /Pertahun Semester II Tiap Semesteran SMA dan SD SD,SMP dan SMA Hari Kunjung Perpustakaan dan Hari Buku Nasional 2 Semester SMA dan SD September dan April SD dan SMA 2 Semester Semester II SMA Semester II SMA Semester II SMP dan SMA Semester II Semester II SD dan SMA Semester/ Setiap Sabtu Semester II Kegiatan Guru Mobil Pustaka