Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK KAMPUS ISTN DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) 1Marhaeni*, 2 Kurniawan Atmadja Sistem Informasi. Fakultas Sains dan Teknologi Informasi. Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Matematika. Fakultas Sains dan Teknologi Informasi. Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jl. Moh Kahfi II Srengseng Sawah Jagakasra. Jakarta Selatan *e-mail: marhaeni@istn. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) pada sebuah kampus menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan variabelnya, yaitu Perceived Ease of Use (PEOU). Perceived Usefulness (PU). Attitude Toward Using (ATU), serta variable tambahan yaitu Computer Self-Efficacy (CSE. Behavioral Intention to Use (BITU), dan Actual System Usage (ASU)). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert . kepada 70 responden yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan staf administrasi kampus, dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSE memiliki pengaruh signifikan terhadap PEOU, namun tidak signifikan terhadap PU. PEOU secara positif mempengaruhi PU dan ATU, sedangkan PU mempengaruhi ATU dan BITU. Selanjutnya. BITU terbukti menjadi prediktor kuat bagi ASU, di mana niat untuk menggunakan sistem berkorelasi tinggi dengan tingkat penggunaan aktual SIAKAD. Temuan ini mengonfirmasi validitas model TAM serta menggarisbawahi pentingnya kemudahan penggunaan dan kegunaan sistem dalam meningkatkan penerimaan teknologi oleh Implementasi hasil penelitian ini dapat mendorong pengembangan SIAKAD yang lebih userfriendly, disertai dengan pelatihan yang ditargetkan untuk meningkatkan kepercayaan diri pengguna dalam menggunakan teknologi. Studi ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengayaan model TAM dan kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas sistem informasi di lingkungan pendidikan Kata Kunci: Sistem Informasi Akademik, penerimaan teknologi. TAM. Computer Self-Efficacy. PLSSEM. SmartPLS. Abstract This study aims to analyze the acceptance of an Academic Information System (SIAKAD) at a university using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The model includes variables such as Perceived Ease of Use (PEOU). Perceived Usefulness (PU). Attitude Toward Using (ATU), and additional variables: Computer Self-Efficacy (CSE). Behavioral Intention to Use (BITU), and Actual System Usage (ASU). Data were collected using a Likert-scale . Ae. questionnaire distributed to 70 respondents comprising students, lecturers, and administrative staff. The analysis was conducted using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method through SmartPLS-4 The results indicate that CSE has a significant influence on PEOU but not on PU. PEOU positively affects both PU and ATU, while PU influences ATU and BITU. Furthermore. BITU is proven to be a strong predictor of ASU, where the intention to use the system strongly correlates with actual usage levels of SIAKAD. These findings confirm the validity of the TAM model and emphasize the importance of system ease of use and usefulness in enhancing user technology acceptance. The This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. implementation of these findings can drive the development of a more user-friendly SIAKAD along with targeted training to boost user confidence in using the technology. This study provides theoretical contributions to enriching the TAM model and practical contributions to improving the quality of information systems in higher education settings. Keywords: Academic Information System, technology acceptance. TAM. Computer Self-Efficacy. PLSSEM. SmartPLS. Pendahuluan . r Introductio. Penerapan teknologi informasi dalam pendidikan tinggi, seperti Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data akademik. Namun, tingkat penerimaan teknologi oleh pengguna seperti mahasiswa, dosen, dan staf administrasi memainkan peran krusial dalam keberhasilan implementasi sistem ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan SIAKAD, termasuk variabel tambahan seperti Computer Self-Efficacy (CSE). Dalam kerangka TAM, persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dan manfaat sistem (Perceived Usefulness/PU) sering menjadi penentu utama penerimaan Di sisi lain, faktor seperti niat untuk menggunakan sistem (Behavioral Intention to Use/BITU) dan penggunaan aktual (Actual System Usage/ASU) merefleksikan tingkat keberhasilan penerapan teknologi. Penambahan CSE sebagai variabel dalam model ini memberikan perspektif penting terkait kepercayaan diri pengguna dalam mengoperasikan teknologi, yang berpotensi memengaruhi penerimaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor dalam model TAM, termasuk hubungan antara CSE. PEOU. PU, dan variabel-variabel lainnya, terhadap tingkat penerimaan SIAKAD. Dengan menggunakan metode Partial Least SquaresStructural Equation Modeling (PLS-SEM) dan alat bantu SmartPLS, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan empiris mengenai faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap penerimaan dan penggunaan sistem informasi akademik dalam konteks pendidikan tinggi. Kampus ISTN telah mengimplementasikan SIAKAD untuk mendukung aktivitas akademik. Namun, tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem ini belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan SIAKAD di ISTN dengan menggunakan pendekatan TAM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas dan penerimaan SIAKAD di ISTN, sekaligus memperkaya literatur mengenai penerimaan teknologi dalam konteks pendidikan Tinjauan Literatur . r Literature Revie. Sistem Informasi Akademik (Siaka. Sistem Informasi Akademik (Siaka. adalah platform digital yang dirancang untuk mengelola data akademik secara terintegrasi. Menurut. Siakad berfungsi untuk mendukung aktivitas utama dalam institusi pendidikan tinggi, seperti manajemen data mahasiswa, jadwal perkuliahan, pengelolaan nilai, hingga pelayanan administrasi akademik. Implementasi Siakad bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Siakad yang sedang diimplementasikan untuk di teliti dalam penerimaan dari segi user adalah sevima platform . Technology Acceptance Model (TAM) Model TAM dikembangkan oleh . untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan Model ini berfokus pada dua variabel utama: Perceived Ease of Use (PEOU) yaitu Sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan teknologi akan mudah . This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Perceived Usefulness (PU) menurut . Sejauh mana pengguna percaya bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan kinerja mereka. Kedua variabel ini secara langsung memengaruhi Attitude Toward Using (ATU) . , yang pada gilirannya memengaruhi niat untuk menggunakan teknologi . (Behavioral Intention to Use/BITU). Niat ini kemudian diterjemahkan menjadi tingkat penggunaan aktual (Actual System Usage/ASU) . Berbagai studi seperti yang dilakukan oleh . , . , . telah menunjukkan validitas model ini dalam berbagai konteks teknologi. Faktor Computer Self-Efficacy (CSE) mengacu pada kepercayaan diri pengguna dalam menggunakan teknologi. Menurut . kepercayaan diri ini memengaruhi kemampuan pengguna untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru. Dalam konteks SIAKAD. CSE dapat memengaruhi PEOU dan PU, yang selanjutnya memengaruhi sikap dan niat pengguna terhadap sistem. Metode Penelitian . r Research Metho. Jenis Penelitian Jenis Penelitian Kuantitatif yaitu jenis penelitian yang mengutamakan pengumpulan dan analisis data numerik untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian . Metode ini sering digunakan untuk mengukur fenomena yang dapat dihitung dan memberikan gambaran yang jelas serta statistik yang dapat diinterpretasikan. Menentukan populasi penelitian yang merupakan pengguna Siakad yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di Kampus ISTN, berjumlah 70 Instrumen Penelitian yaitu mengembangkan kuesioner yang sesuai dengan tujuan penelitian, menggunakan skala Likert 1-5 . untuk mengukur sikap dan persepsi responden terhadap penggunaan Siakad. Pengumpulan Data dengan mengadministrasikan kuesioner kepada responden, yang dilakukan secara langsung, melalui email, atau platform online. Analisis Data Menggunakan software Smart PLS / PLS-SEM . untuk menganalisis data kuantitatif yang dikumpulkan, termasuk pengujian model TAM yang melibatkan variabel CSE. PU. PEOU. BITU. ATU. ASU. TAM dikembangkan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi informasi oleh pengguna akhir. Kerangka Penelitian Desain Penelitian AMenentukan FaktorFaktor yang penerimaan Siakad Populasi dan Sampel Pengumpulan Data APopulasi User Siakad ARandom Sampling AKuisioner AWawancara Analisis Data AAnalisis Kuantitatif dengan SmartPLS-4 Interpretasi dan Simpulan Gambar 1. Kerangka Penelitian Pada Gambar. 1 di atas dijelaskan mengenai tahapan kerangka penelitian yang terdiri dari 5 tahapan yang terdiri dari Desain Penelitian yaitu menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan siakad, populasi dan sampel dengan random sampling, pengumpulan data dengan kuisioner dan wawancara, analisis data dengan metode kuantitatif dan interpretasi dan simpulan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Hasil dan Pembahasan . r Results and Analysi. No. Tabel. 1 Demografi Responden Keterangan Prosentase . alam %) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pendidikan SMA Status Tenaga Pendidik (Dose. Tenaga Kependidikan Mahasiswa Frekuensi Penggunaan Siakad Setiap hari Beberapa kali dalam seminggu Beberapa kali dalam sebulan Jarang Berdasarkan tabel. 1 di atas dapat dilihat dari pengguna/user jenis kelamin perempuan lebih banyak yang menggunakan siakad sevima, kemudian jenjang pendidikan yang banyak menggunakan adalah SMA artinya mahasiswa yang banyak menggunakan siakad dan status mahasiswa lebih banyak, adapun frekuensi pengguna siakad dilakukan akses siakad untuk operasional yaitu setiap hari. Tabel 4. Model Kerangka Konsep Nama Variabel / Indikator Label Definisi Computer Self-Efficacy CSE Mengukur komputer atau teknologi terkait. CSE1 Menjalankan Siakad CSE2 Mengakses Siakad CSE3 Menjalankan web browser . eperti Google Chrome. Internet Explorer. Microsoft edg. CSE4 Mengoperasikan aplikasi office . eperti Word. Excel. Poin. CSE5 Mendownload dan mengupload file yang berhubungan dengan Siakad. Perceived Ease of Use PEOU Mengukur sejauh mana pengguna percaya bahwa kemudahan menggunakan suatu sistem atau teknologi akan meningkatkan kinerja. PEOU1 Siakad dapat diakses dengan mudah . PEOU2 Siakad mudah untuk dipelajari. PEOU3 Siakad mudah dipahami PEOU4 Siakad mudah digunakan. PEOU5 Siakad menjadikan terampil dalam mengolah data This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. PEOU6 (Siakad Sevim. dapat dengan mudah diakses setiap dibutuhkan. Perceived Usefulness Mengukur sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan suatu sistem atau teknologi akan meningkatkan kinerja. PU1 Siakad membantu dalam pengolahan data PU2 Siakad dapat membantu pengolahan data PU3 Siakad dapat memperbaiki kinerja pengolahan data akademik. PU4 Siakad dapat meningkatkan efektivitas dalam pengolahan akademik. PU5 Siakad Attitude Toward Using ATU Mengukur sikap atau perasaan pengguna terhadap penggunaan suatu sistem atau teknologi. ATU1 Siakad merupakan ide yang baik. ATU2 Siakad merupakan hal positif. ATU3 Otorisasi login pada Siakad ATU4 Menggunakan Siakad adalah tindakan yang Behavioural Intention to BITU Mengukur perilaku niat untuk menggunakan sistem Use BITU1 Niat menggunakan Siakad BITU2 Niat meningkatkan penggunaan Siakad BITU3 Niat menyarankan penggunaan Siakad BITU4 Niat menambah software pada Siakad BITU5 Niat akan menggunakan PC/Laptop/Handphone untuk akses Siakad Actual System Usage ASU Mengukur akan penggunaan aktual Sistem. ASU1 Mengakses Siakad selama hari efektif ASU2 Mengakses Siakad sesuai dengan kebutuhan ASU3 Mengakses Siakad rata-rata minimal 10 menit. ASU4 Merasa puas dengan informasi pada Siakad Hipotesis A H1 CSE secara positif mempengaruhi PEO. Penjelasan: Pengguna dengan kepercayaan diri yang tinggi pada kemampuannya (CSE) akan lebih cenderung merasa bahwa sistem mudah digunakan (PEOU). A H2 CSE secara positif mempengaruhi PU. Penjelasan: Pengguna dengan tingkat CSE yang tinggi cenderung merasakan manfaat atau kegunaan sistem lebih baik (PU). A H3: PEOU secara positif mempengaruhi PU. Penjelasan: Semakin mudah sistem digunakan (PEOU), semakin besar kemungkinan pengguna melihat sistem tersebut bermanfaat (PU). A H4: PEOU secara positif mempengaruhi ATU. Penjelasan: Kemudahan penggunaan sistem (PEOU) akan membentuk sikap yang lebih positif terhadap penggunaan sistem (ATU). A H5: PU secara positif memengaruhi ATU. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Penjelasan: Jika sistem dianggap berguna (PU), pengguna lebih mungkin memiliki sikap positif terhadap penggunaannya (ATU). H6: PU secara positif mempengaruhi BITU. Penjelasan: Ketika sistem dipandang bermanfaat (PU), pengguna lebih cenderung memiliki niat untuk menggunakannya (BITU). H7: ATU secara positif mempengaruhi BITU Penjelasan : Semakin positif sikap pengguna terhadap penggunaan sistem (ATU), semakin tinggi niatnya untuk menggunakan sistem tersebut (BITU). H8: BITU secara positif mempengaruhi ASU. Penjelasan : Niat yang kuat untuk menggunakan sistem (BITU) akan meningkatkan frekuensi atau tingkat aktual penggunaan sistem (ASU). Analisis Data dengan Smart PLS Model yang digambarkan dengna menggunakan SmartPLS-4 . mendapatkan hasil model gambar konseptual sebagai berikut : Gambar 2. Model Konseptual Berdasarkan model konseptual di atas, maka dapat diperoleh hasil dan pembahasan yaitu : Uji Validitas dan Reliabilitas Outer Model (Evaluasi Pengukura. Validitas dan reliabilitas indikator untuk setiap variabel diuji dengan melihat Outer Loading. AVE. Composite Reliability (CR), dan Cronbach's Alpha. A Convergent Validity This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Nilai Outer Loading sebagian besar > 0. 7 menunjukkan semua indikator valid terhadap variabel laten masing-masing, kecuali satu hubungan (CSE Ie PU) dengan loading rendah (-0. o Nilai AVE untuk setiap variabel Ou 0. A Reliabilitas o Nilai Composite Reliability (CR) > 0. 7 menunjukkan konsistensi internal indikator. o Cronbach's Alpha Ou 0. 7 menunjukkan data reliabel. Hasil Outer Model dapat disimpulkan bahwa model ini valid dan reliabel secara keseluruhan, meskipun perlu mempertimbangkan dampak dari satu loading rendah. Inner Model (Evaluasi Struktura. Pada model struktural, hubungan antar variabel diuji untuk mengukur pengaruh langsung berdasarkan hipotesis yang diajukan dan hasil evaluasi sebaga berikut : R-Square (RA) Berdasarkan analisis R-Squere diperoleh : A PEOU . : CSE menjelaskan 46% varians dalam persepsi kemudahan penggunaan. A PU . : PEOU menjelaskan 83. 8% varians dalam persepsi kegunaan. A ATU . : PEOU dan PU menjelaskan 78. 9% varians sikap terhadap penggunaan sistem. A BITU . : ATU dan PU menjelaskan 78. 8% varians dalam niat penggunaan sistem. A ASU . : BITU menjelaskan 60. 4% varians dalam penggunaan aktual. Path Coefficients Hubungan CSE Ie PEOU CSE Ie PU PEOU Ie PU PEOU Ie ATU PU Ie ATU ATU Ie BITU PU Ie BITU BITU Ie ASU Tabel 3. Keofisien Jalur Koefisien Jalur Signifikansi Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Hasil Diterima Ditolak Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Berdasarkan tabel di atas, maka hasil jalur koefisien semua signifikan kecuali pada hubungan CSE Ie PU yang artinya bahwa kemampuan berkomputer tidak signifikan terhadap Persepsi Kemanfaatan. Uji Hipotesis Berdasarkan Hubungan hipotesis yang dirancang dan analisis data yang diperoleh maka dihasilkan hubungan antar variabe sebagai berikut : Hubungan CSE Ie PEOU: o Koefisien jalur sebesar 0. 678 menunjukkan CSE memiliki pengaruh positif signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan. Pengguna dengan kepercayaan diri teknologi yang tinggi lebih cenderung merasakan sistem ini mudah digunakan. Hubungan CSE Ie PU: o Koefisien jalur negatif (-0. menunjukkan bahwa CSE tidak memengaruhi persepsi kegunaan sistem secara signifikan. Hal ini bisa disebabkan oleh kesenjangan persepsi antara kepercayaan diri teknologi pengguna dan manfaat langsung dari sistem. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 5. Nomor 1,Februari 2025: halaman 32-40 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Hubungan PEOU Ie PU: o Koefisien jalur 0. 950 sangat signifikan, menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan berkontribusi besar pada persepsi manfaat sistem. Semakin mudah sistem digunakan, semakin besar manfaat yang dirasakan. Hubungan PEOU dan PU Ie ATU: o Kemudahan penggunaan (PEOU) dan persepsi manfaat (PU) memengaruhi sikap pengguna terhadap sistem. Pengaruh ini signifikan dengan masing-masing koefisien 458 dan 0. Hubungan ATU dan PU Ie BITU: o Sikap positif terhadap sistem (ATU) dan persepsi manfaat (PU) berkontribusi signifikan terhadap niat penggunaan sistem (BITU), dengan ATU memiliki pengaruh lebih kuat . Hubungan BITU Ie ASU: o Koefisien jalur 0. 777 menunjukkan bahwa niat penggunaan (BITU) memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual (ASU). Niat kuat menghasilkan penggunaan sistem yang lebih intensif. Kesimpulan . r Conclusio. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) efektif dalam menganalisis penerimaan Sistem Infromasi Akademik (Siaka. Semua hipotesis yang diajukan terkonfirmasi dengan hubungan signifikan antar variable Computer Self Efficacy (CSE). Persepsi Kemudahan (PEOU). Persepsi manfaat (PU) dan niat penggunaan (BITU), sikap Pengguna (ATU) adalah faktor kunci yang mendorong aktualisasi penggunaan sistem (ASU). Kemampuan Berkomputer / Computer Self Efficacy (CSE) secara langsung memengaruhi kemudahan penggunaan (PEOU) tetapi tidak signifikan terhadap persepsi manfaat (PU). Persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) memainkan peran penting dalam menentukan kegunaan sistem (PU) dan sikap pengguna (ATU). Faktor sikap pengguna dan niat penggunaan berkontribusi besar dalam meningkatkan penggunaan aktual sistem (ASU). Ucapan Terima Kasih