Manajemen & Kewirausahaan, 2021, 2. :20-35 MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN PENGARUH TINGKAT PERTUMBUHAN ASET. STRUKTUR AKTIVA DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Glorya Gebriela Mamahit1. Arie Kawulur2 dan Hennij Suoth3 123Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Manado. Indonesia mamahitglorya@gmail. com1, ariekawulur@unima. id2, hennijsuoth@unima. Diterima: 01-06-2021 Direvisi : 11-06-2021 Disetujui: 14-06-2021 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pertumbuhan aset, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal. Objek penelitian yang diambil adalah perusahaan manufaktur sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi atau archival. Dengan teknik data panel metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Dengan aplikasi pengolahan data eviews 10. Sampel penelitian sebanyak 41 perusahaan manufaktur sektor pertambangan periode 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan aset (TAG) dan struktur aktiva (FAR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal (DAR), sedangkan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal (DAR). Kata Kunci: Tingkat pertumbuhan. struktur aktiva. struktur modal. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of asset growth rate, asset structure and profitability on capital structure. The object of research taken is a mining sector manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2015-2019 period. The data collection technique in this research is documentation or archival. With the quantitative method panel data technique with an associative approach. With the data processing application Eviews 10. The sample of this research is 41 manufacturing companies in the mining sector for the period of 5 The results showed that the asset growth rate (TAG) and asset structure (FAR) has a positive and insignificant effect on capital structure (DAR) while profitability has a positive and significant effect on capital structure (DAR). Keywords: asset growth rate. asset structure. capital structure PENDAHULUAN Perkembangan industri manufaktur yang terus mengalami peningkatan dengan menyebabkan persaingan dalam dunia perekonomian yang semakin Oleh pengembangan perusahaan dituntut untuk terus berupaya semakin maju dan persaingan yang semakin ketat. Hal ini yang mendorong suatu perusahaan, dimana perusahaan tersebut harus mampu mengontrol dan mengelola perusahaan dengan semaksimal mungkin dengan cara cepat dan tepat. Kebijakan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut tidak lepas dari permasalahan seberapa besar perusahaan dapat Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia memenuhi kebutuhan pendanaan atau permodalan perusahaan. Pada pertambangan yang menjadi objek penelitian, sektor pertambangan adalah salah salah satu sektor primadona Perusahaan pertambangan di Indonesia dianggap memiliki keunggulan yang tinggi dalam pemanfaatan pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan-perusahaan pertambangan yang ada di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di pasar global dimana dinilai memiliki sumber daya alam yang Industri pertambangan merupakan salah satu pilar pembangunan dalam Industri ini bergerak pada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dalam sektor pertambangan salah satu pengelolaan yang harus diperhatikan adalah masalah finansial yang penting bagi kelangsungan hidup Agar memenuhi kebutuhan perusahaan perlu adanya pengelolaan dan penentuan secara tepat terhadap sumber dana. Pendanaan atau permodalan dijadikan kombinasi yang spesifik antara modal sendiri dengan modal asing atau utang perushaan disebut dengan struktur modal. Manajemen perusahaan yang baik yaitu dapat memperhatikan struktur modal keputusan pendanaan. Struktur modal juga dapat diartikan sebagai perimbangan atau perbandingan antara jumlah utang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto, 2011:. Berdasarkan uraian latar belakang di atas yang didasarkan pada fenomena empirik perusahaan manufaktur sektor pertambangan dengan adanya pro dan kontra dari berbagai hasil penelitian termotivasi untuk mengkaji kembali penelitian tentang bagaimana pengaruh tingkat pertumbuhan aset, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal. Populasi yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta periode yang akan di gunakan dalam jangka waktu 5 tahun yaitu tahun 2015 Ae 2019. TINJAUAN LITERATUR Struktur Modal Struktur perimbangan jumlah hutang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa (Sartono, 2001:. Capital . pendanaan permanen jangka panjang perusahaan yang ditunjukan oleh utang, saham preferen dan ekuitas saham biasa (Horne dan Wachowicz, 2007:. Struktur modal juga dapat diartikan sebagai perimbangan atau perbandingan antara jumlah utang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto, 2011:. Struktur modal pada penelitian ini di ukur menggunakan debt to asset ratio (DAR), membandingkan total utang dengan total aset yang dimiliki. Total Utang DAR = Total Assets Tingkat Pertumbuhan Aset Tingkat pertumbuhan aset yang perusahaannya di masa mendatang. Tingkat pertumbuhan perusahaan dapat dicerminkan melalui pertumbuhan aset Menurut pecking order theory, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi akan eksternal berupa hutang jangka panjang. Berdasarkan uraian tersebut, dapat Mamahit. Kawulur. Suot . disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pertumbuhan perusahaan, semakin tinggi perusahaan tersebut. Tingkat digambarkan dari pertumbuhan total aset perusahaan . dari tahun ke tahun. Pengukuran ialah dengan perbandingkan total aset tahun sebelumnya . dengan tahun sekarang . Rumus TAG sebagai TAG = Total Asset . Oe Total Asset . Oe . Total Asset . Oe . Struktur Aktiva Struktur aktiva ialah perbandingan aktiva tetap dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Menurut Devi et al. perusahaan dengan struktur aktiva menggunakan dana dari pihak luar atau hutang untuk mendanai kebutuhan Tujuan dari penghitungan rasio ini adalah untuk mengetahui seberapa besar porsi aktiva tetap yang dapat dijadikan perusahaan sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukannya. Rumus FAR ialah: FAR = Total Aktiva Tetap Total Aktiva Profitabilitas Profitabilitas kemampuan perusahaan dalam mencapai keuntungan serta menjadi ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan, yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan oleh perusahaan dari hasil penjualan dan pendapatan investasi (Kasmir, 2. Dalam pecking order theory, perusahaan yang dengan tingkat profitabilitas tinggi cenderung untuk memanfaatkan sumber dana internal berupa laba ditahan terlebih dahulu dan menggunakan pendanaan eksternal yang relatif rendah. Profitabilitas sendiri merupakan variabel yang dipengaruhi oleh solvabilitas (Rajagukguk et al, 2. , modal kerja dan leverage (Ratu et al, 2. serta diprediksi mampu meningkatkan nilai perusahaan (Tuju et al. , 2. Lebih dari itu, studi sebelumnya menunjukkan profitabilitas mampu berperan sebagai moderasi yang menghubungkan kebijakan dividen dan nilai perusahaan (Assa et al, 2. Pada penelitian ini profitabilitas diukur menggunakan ROA (Return On Asse. ROA = Laba Bersih setelah Pajak Total Aktiva Hipotesis Penelitian Hubungan Tigkat Pertumbuhan Aset terhadap Struktur Modal Pecking order theory. Tingkat pertumbuhan aset perusahaan lebih tinggi mengandalkan pendanaan dari luar berupa hutang dalam jangka panjang. Tingkat pertumbuhan aset yang tinggi, perlu dana yang relatif lebih besar untuk pembiayaan Sumber pendanaan dari dalam mungkinan tidak dapat mencukupi, oleh karena itu perusahaan membutuhkan dana luar untuk membantu pengoperasional perusahaan tersebut. Perusahaan yang mempunyai pertumbuhan sangat cepat memungkinkan harus meningkatkan aset tetap, dikarenakan pertumbuhan dari aset tetap sendiri dari satu periode ke periode perusahaan memiliki kinerja yang baik (Wahyuni & Ardini, 2. Tingkat pertumbuhan perusahaan yang tinggi seringkali membutuhkan penambahan aset dalam mendukung pertumbuhan penjualan sehingga perusahaan yang cenderung lebih banyak menggunakan H1: Tingkat Hubungan Struktur Aktiva terhadap Struktur Modal Dalam penelitian ini struktur aktiva ialah perbandingan antara aktiva tetap dengan total aktiva yang menunjukkan besarnya aktiva yang dapat menjadi Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak luar/ kreditur. Aktiva tetap yaitu aktiva yang tingkat kepekaannya terhadap risiko sangat besar dalam perputaran jangka waktu yang panjang. Perusahaan yang aktivanya cocok sebagai jaminan atas menggunakan utang jangka panjang untuk memenuhi sturtur modal perusahaan dengan jaminan aktiva tetap jenis umum lebih banyak. Struktur aktiva dapat berpengaruh terhadap struktur modal dikarenakan aktiva perusahaan yang besar cenderung dapat memperoleh pinjaman dalam meningkatkan aktivitas operasional H2: Struktur terhadap struktur modal. Hubungan Profitabilitas Struktur Modal Dalam perusahaan dalam menghasilkan laba/ profit atau keuntungan adalah profitabilitas. Perusahaan pada tingkat pengembalian yang cukup tinggi terhadap investasi dengan penggunaan hutan dalam jumlah yang relatif rendah. Karena Profitabilitas perusahaan yang baik sesuai dengan pecking order teory menjelaskan bahwa pendanaan dari dalam atau internal lebih dahulu diutamakan sebelum pendanaan dari luar atau eksternal. Profitabilitas yang semakin tinggi berarti laba yang didapat oleh perusahaan semakin besar, maka dengan asumsi tersebut menjelaskan penggunaan hutan yang lebih sedikit atau H3: Profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal. Tingkat Pertubuhan Aset Struktur Aktiva Sturktur Modal Profitabilitas Gambar 1 Model Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berupa angka-angka yang Penelitian kuantitatif ialah data berupa angka-angka (Sugiyono, 2013:. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia kantor perwakilan sulawesi utara dalam rentang waktu bulan oktober 2020 sampai januari 2021 pada pertambangan yang terdaftar di BEI periode tahun 2015-2019. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 s/d 2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 perusahaan dan ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dengan pembatasan kriteria tertentu. Kriterianya antara lain: Mamahit. Kawulur. Suot . Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Menyediakan laporan tahunan yang lengkap secara berturut-turut dari tahun 2015 Ae 2019. Memiliki data yang lengkap dengan variabel-variabel terkait. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Data Analisis pembahasan yang disajikan dalam bab memiliki tujian untuk penentuan hasil analisis data dari hasil amatan variabel Ae variabel peda penelitian ini yang mengalami pengujian pada model analisis data panel yaitu untuk mengetahui apakah pengaruh dari tingkat pertumbuhan aset, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal. Aplikasi Eviews 10 yang dijadikan bantuan untuk analisis data, sampel penelitian terdiri dari 41 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2015 Ae 2019. Pada bagian ini membahas tentang descriptive statistics, descriptive statistics ialah suatu cara yang dipakai untuk gambaran variabel juga karakter dari sampel pada penelitian ini. Descriptive statistic, di antaranya terdiri dari Mean. Min. Max, dan jumlah sampel obsevasi dari Tabel 1 Statistik Deskriptif Mean Gambaran descriptive statistic dapat dilihat variabel Y (DAR) dengan jumlah 205 observasi dengan nilai mean 0,511066, median 0,484274, min 0,000613, max 1,897679. Perusahaan dengan nilai DAR terendah adalah PT Indika Energy Tbk (INDY) sedangkan perusahaan dengan nilai DAR tertinggi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Gambar 2 Nilai rata Ae rata DAR pada 41 Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 Ae 2019. DAR ADRO ANTM APEX ARII ARTI BIPI BRMS BSSR BUMI BYAN CITA CTTH DEWA DKFT DOID DSSA ELSA ESSA GEMS GTBO HRUM IFSH INCO INDY ITMG KKGI MBAP MDKA MEDC MITI MTFN MYOH PKPK PSAB PTBA PTRO RUIS SMMT SMRU TINS TOBA Analisis Deskriptif Keterangan: DAR = Debt to asset ratio TAG = Total assets growth FAR = Fixed asset ratio ROA = Return on asset DAR TAG FAR ROA Median Max Min Std. Dev. Obs Sumber: Olahan Eviews 10. DAR Sumber: Data Olahan Dari gambar diatas dapat dilihat nilai DAR pada perusahaan manufaktur sektor terdaftar di BEI periode 2015Ae2019 mengalami kenaikan dan penurunan atau sering di sebut fluktuasi. Pada perusahaan ADRO nilai DAR sebesar 0. sedangkan pada perusahaan ANTM mengalami penurunan sebesar 0. namun pada perusahaan APEX meningkat 0312 dan pada perusahaan ARII turun sebesar 0. 8639 juga terus menurun pada perusahaan ARTI sebesar 0. Nilai DAR pada perusahaan BIPI yaitu 7222, dan penurunan terjadi pada perusahaan BRMS sebesar 0. juga mengalami penurun pada perusahaan BSSR sebesar Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Gambaran descriptive statistic dapat dilihat variabel X1 (TAG) dengan jumlah 205 observasi dengan nilai mean 0. 080903, median 035385, min -0. 814736, max 2. Dengan nilai TAG terendah adalah perusahaan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) dan perusahaan dengan nilai TAG tertinggi adalah PT Indika Energy Tbk (INDY). Gambar 3 Nilai rata Ae rata TAG pada 41 Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 Ae 2019. TINS TOBA PSAB PTBA PTRO RUIS SMMT MTFN MBAP MEDC IFSH INDY ESSA GEMS BSSR KKGI ARII ARTI ADRO ANTM HRUM BYAN CITA CTTH DEWA DKFT DOID DSSA ELSA MDKA TAG SMRU MYOH PKPK INCO BIPI ITMG MITI -0,4 GTBO -0,3 BRMS -0,2 BUMI -0,1 APEX 3396 namun mengalami kenaikan pada perusahaan BUMI yaitu 1. Pada perusahaan BYAN nilai DAR sebesar 5869 juga nilai DAR pada perusahaan CITA 0. 5725 dan juga pada perusahaan CTTH sebesar 0. 5413 namun pada perusahaan DEWA menurun sebesar 4516 juga serupa dengan perusahaan DKFT sebesar 0. 4210 dan kenaikan terjadi pada perusahaan DOID sebesar 0. Nilai DAR perusahaan DSSA sebesar 4894, perusahaan ELSA sebesar 0. perusahaan ESSA sebesar 0. 6148 namun menurun pada perusahaan GEMS sebesar 4449, juga pada perusahaan GTBO nilainya sebesar 0. 1758 menurun juga pada perusahaan HRUM sebesar 0. Pada perusahaan IFSH memiliki nilai DAR 5061, pada perusahaan INCO nilai DAR berada di angka 0. 1625 juga pada perusahaan INDY berada pada 6067, pada perusahaan ITMG nilai DAR turun sebesar 0. 2866 juga pada perusahaan KKGI sebesar 0. Perusahaan MBAP mempunyai nilai DAR 2606, pada perusahaan MDKA berada pada angka DAR sebesar 0. dan mengalami kenaikan pada MEDC pada angka sebesar 0. 7499 namun pada perusahaan MITI nilai DAR sebesar 0. juga pada perusahaan MTFN sebesar 8673 dan nilai pada perusahaan MYOH menurun sebesar 0. Nilai DAR pada perusahaan PKPK berada pada angka 6003 , juga pada perusahaan PSAB 6153 dan menurun sebesar 3751 yaitu pada perusahaan PTBA namun pada perusahaan PTRO nilai DAR Perusahaan RUIS memiliki nilai DAR sebesar 0. 6340 dan menurun pada perusahaan SMMT sebesar 3217 dan pada perusahaan SMRU berada pada angka 0. 3287, pada perusahaan TINS naik sebesar 0. 5258 dan nilai DAR pada perusahaan TOBA sebesar TAG Sumber: Data Olahan Dari gambar 3 dapat dilihat nilai TAG pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2015 Ae 2019 mengalami kenaikan dan penurunan atau sering di sebut fluktuasi. Pada perusahaan ADRO nilai TAG sebesar 0. sedangkan pada perusahaan ANTM mengalami kenaikan sebesar 0. namun pada perusahaan APEX nilai TAG 0831 dan pada perusahaan ARII mengalami penurunan sebesar 0. juga pada perusahaan ARTI nilai TAG Nilai TAG pada perusahaan BIPI yaitu sebesar 0. dan meningkat pada perusahaan BRMS pada perusahaan BSSR 0859 juga pada perusahaan BUMI menurun sebesar 0. Pada perusahaan BYAN nilai TAG sebesar 0339 juga nilai TAG pada perusahaan CITA berada pada angka 0. 0701 dan pada perusahaan CTTH sebesar 0. 1743 namun pada perusahaan DEWA menurun sebesar 0962, pada perusahaan DKFT nilai TAG 1221 dan pada perusahaan DOID sebesar 0. Nilai TAG perusahaan DSSA sebesar 0. Mamahit. Kawulur. Suot . perusahaan ELSA sebesar 0. 1025 serta pada perusahaan ESSA berada pada 5449 namun pada perusahaan GEMS nilainya sebesar 0. 2114, juga pada perusahaan GTBO nilainya sebesar 0. 0675 perusahaan HRUM dengan nilai Pada perusahaan IFSH memiliki nilai TAG sebesar 0. 3514, pada perusahaan INCO nilai TAG berada di 0096 juga pada perusahaan INDY berada pada angka TAG sebesar 0. pada perusahaan ITMG nilai TAG turun 0106, pada perusahaan KKGI Perusahaan MBAP mempunyai nilai TAG sebesar 0. pada perusahaan MDKA berada pada angka TAG sebesar 0. 5351 dan mengalami penurunan pada MEDC pada 1845 namun pada perusahaan MITI nilai TAG sebesar 0. 2706 juga pada perusahaan MTFN sebesar 0. 0829 dan nilai pada perusahaan MYOH menurun Nilai TAG pada perusahaan PKPK berada pada angka 2303 , juga pada perusahaan PSAB 0305 dan naik sebesar 0. yaitu pada perusahaan PTBA namun pada perusahaan PTRO nilai TAG sebesar Perusahaan RUIS memiliki nilai TAG sebesar 0. 0006 sedangkan pada perusahaan SMMT sebesar 0. 0420 dan pada perusahaan SMRU berada pada 0414, pada perusahaan TINS naik 1670 dan nilai TAG pada perusahaan TOBA sebesar 0. Gambar 4 Rata Ae rata FAR pada 41 Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 Ae FAR ADRO ANTM APEX ARII ARTI BIPI BRMS BSSR BUMI BYAN CITA CTTH DEWA DKFT DOID DSSA ELSA ESSA GEMS GTBO HRUM IFSH INCO INDY ITMG KKGI MBAP MDKA MEDC MITI MTFN MYOH PKPK PSAB PTBA PTRO RUIS SMMT SMRU TINS TOBA FAR Sumber: Data Olahan Gambaran hasil pengujian statistik deskriptif dapat dilihat bahwa variabel X2 (FAR) dengan menggunakan observasi sebanyak 205 memiliki nilai rata Ae rata . 269727, nilai tengah . 239703, nilai minimum sebesar 001050, nilai maksimum sebesar 851528, dan standar deviasi sebesar Perusahaan dengan nilai FAR terendah adalah PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sedangkan perusahaan dengan nilai FAR tertinggi adalah PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX). Dari gambar diatas dapat dilihat nilai FAR Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdapat di BEI periode 2015Ae2019 mengalami kenaikan dan penurunan atau sering di sebut Perusahaan ADRO nilai FAR 2341, sedangkan ANTM mengalami 5070. APEX perusahaan FAR 6786 dan perusahaan ARII mengalami penurunan sebesar 0. juga pada perusahaan ARTI nilai FAR Nilai FAR pada perusahaan BIPI yaitu sebesar 0. 0372 dan pada perusahaan BRMS sebesar 0. juga pada perusahaan BSSR berada pada 3109 juga pada perusahaan BUMI Pada perusahaan BYAN nilai FAR sebesar 2775 juga nilai FAR pada perusahaan CITA berada pada angka 0. 2036 dan pada perusahaan CTTH sebesar 0. 1999 namun pada perusahaan DEWA nilainya sebesar 4031, pada perusahaan DKFT nilai FAR 4861 dan pada perusahaan DOID sebesar 0. Nilai FAR perusahaan DSSA sebesar 0. perusahaan ELSA sebesar 0. 3226 serta pada perusahaan ESSA berada pada 4266 namun pada perusahaan GEMS perusahaan GTBO dengan nilai 0. dan perusahaan HRUM dengan nilai Pada perusahaan IFSH memiliki nilai FAR sebesar 4932, pada perusahaan INCO nilai FAR berada di 6768 juga pada perusahaan INDY berada pada angka FAR sebesar 0. pada perusahaan ITMG nilai FAR turun 1814, pada perusahaan nilai KKGI sebesar 0. Perusahaan MBAP mempunyai nilai FAR sebesar 0. pada perusahaan MDKA nilainya berada pada angka sebesar 0. 2293 dan Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan pada MEDC pada 0106 namun pada perusahaan MITI nilai FAR juga menurun sebesar 0053 juga pada perusahaan MTFN memiliki nilai FAR sebesar 0. 0154dan nilai pada perusahaan MYOH menurun sebesar Nilai FAR pada perusahaan PKPK berada pada angka 0. 3749, juga pada perusahaan PSAB nilainya sebesar 0. dan nilai sebesar 0. 2978 yaitu pada PTBA perusahaan PTRO nilai FAR sebesar Perusahaan RUIS memiliki nilai FAR sebesar 0. 4152 sedangkan pada perusahaan SMMT sebesar 0. 1120 dan pada perusahaan SMRU berada pada 2243, pada perusahaan TINS 2121 dan nilai FAR pada perusahaan TOBA sebesar 0. Gambar 5 Rata Ae rata ROA pada 41 Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 Ae ROA ADRO ANTM APEX ARII ARTI BIPI BRMS BSSR BUMI BYAN CITA CTTH DEWA DKFT DOID DSSA ELSA ESSA GEMS GTBO HRUM IFSH INCO INDY ITMG KKGI MBAP MDKA MEDC MITI MTFN MYOH PKPK PSAB PTBA PTRO RUIS SMMT SMRU TINS TOBA ROA Sumber: Data Olahan Gambaran hasil uji descriptive statistic dapat dilihat variabel X3 (ROA) dengan jumlah 205 observasi dengan nilai 112691, median 0. 048842, min 000231, max 3. 933236, std. Dengan nilai ROA terendah adalah perusahaan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dan perusahaan dengan nilai ROA tertinggi adalah PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN). Dari gambar diatas dapat dilihat nilai ROA pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2015 Ae 2019 mengalami kenaikan dan penurunan atau sering disebut Pada perusahaan ADRO nilai ROA sebesar 0. 0568, sedangkan pada perusahaan ANTM sebesar 0. 0173, pada perusahaan APEX nilai ROA sebesar 0953 dan pada perusahaan ARII mengalami penurunan sebesar 0. juga pada perusahaan ARTI nilai ROA naik Nilai ROA pada perusahaan BIPI yaitu sebesar 0. 0462 dan pada perusahaan BRMS sebesar 0. juga pada perusahaan BSSR berada pada 2196 juga pada perusahaan BUMI Pada perusahaan BYAN nilai ROA sebesar 0. 2256, nilai ROA pada perusahaan CITA berada pada angka 1219 dan pada perusahaan CTTH 0170 namun pada perusahaan DEWA mengalami penurunan sebesar 0045, pada perusahaan DKFT nilai ROA 0326 dan pada perusahaan DOID nilainya sebesar 0. Nilai ROA perusahaan DSSA sebesar 0. perusahaan ELSA sebesar 0. 0628 serta pada perusahaan ESSA berada pada 0154 namun pada perusahaan GEMS mengalami kenaikan dengan nilainya sebesar 0. 1061, perusahaan GTBO dengan 0948 dan perusahaan HRUM dengan nilai 0. Pada perusahaan IFSH memiliki nilai ROA 0574, pada perusahaan INCO nilai ROA menurun berada pada angka 0166 juga pada perusahaan INDY berada pada nilai sebesar 0. 0484, pada perusahaan ITMG nilai ROA meningkat 1262, perusahaan KKGI nilai ROA Perusahaan MBAP mempunyai nilai ROA 2776, pada perusahaan MDKA nilainya berada pada angka 0. 0600 dan mengalami penurunan pada perusahaan MEDC berada pada angka 0. 0299 namun pada perusahaan MITI nilai ROA juga 5023, juga pada perusahaan MTFN memiliki nilai ROA naik sebesar 8258 dan nilai pada perusahaan MYOH menurun sebesar 0. Nilai ROA pada perusahaan PKPK berada pada angka 2266, juga pada perusahaan PSAB nilainya sebesar 0. 0207, dan nilai sebesar 1606 yaitu pada perusahaan PTBA namun pada perusahaan PTRO nilai ROA Mamahit. Kawulur. Suot . Perusahaan RUIS memiliki nilai ROA sebesar 0. sedangkan pada perusahaan SMMT 0555 dan pada perusahaan SMRU berada pada angka dengan nilai ROA sebesar 0. 0367, pada perusahaan TINS sebesar 0. 0289 dan nilai ROA pada perusahaan TOBA sebesar 0. digunakan sehingga di terima, yang berarti REM adalah model yang akan digunakkan. Sebaliknya jika nilai prob < 0,05 maka H0 menggunakkan modal FEM. Tabel 3 Hasil Uji Hausman Pengujian Model Correlated Random Effects - Hausman Test . Uji Chow Pool: PERUSAHAAN Uji Chow test ialah suatu penentuan uji model mana yang sangat tepat untuk digunakan dalam pengestimasian data panel, diantaranya uji FEM dan CEM. Prob Value < 0,05, mengartikan model yang tepat digunakan FEM juga sebaliknya seperti itu jika P-Value > 0,05 model yang tepat digunakkan ialah CEM. Tabel 2 Hasil Uji Chow Pool: PERUSAHAAN Test cross-section fixed effects Statistic Cross-section F 12. Cross-section Chi-square Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Cross-section random 1. Sumber: Data diolah (Eviews . Prob. Sumber: Data diolah (Eviews . Berdasarkan hasil chow test pada tabel diketahui nilai prob Ae cross section Chi- square 0,0000 < 0,05. Maka hasil tersebut menyimpulkan H0 di tolak dan H1 di terima, oleh karena itu FEM adalah model yang lebih baik dari CEM. Uji Hausman Hausmant perbandingan model dalan menentukan model mana yang paling baik dipakai intuk regresi data panel, modelnya yaitu antara FEM dan REM. Dalam perbandingan probnya dengan = 0,05 . %). Maka perbandingannya jika nilai prob > 0,05 maka H0 merupakan model yang terbaik Prob. Berdasarkan hausman test yang terdapat pada tabel dilihat nilai probAecross section 0,6660 > 5%. Maka hasil tersebut menyimpulkan REM dianggap lebih baik dari FEM. Redundant Fixed Effects Tests Effects Test Test cross-section random effects Uji Lagrange Multpilier Pada model ini Uji LM melakukan perbandingan dengan mencari tahu model yang akan dipakan yang baik antaran CEM REM. Dalam BreuschAePagan dengan nilai = 0,05 . %). Berdasarkan uji LM pada tabel di atas dilihat nilai prob Ae Breusch Pagan 0,000 < 5%. Maka hasil tersebut menyimpulkan REM dianggap lebih baik digunakkan dari CEM. Hasil Estimasi Model Hasil Estimasi model pada penelitian digunakan untuk analisis pengaruh tingkat pertumbuhan aset, struktur ativa dan profitabilitas terhadap struktur modal. Maka model yang terpilih pada penelitian ini yaitu Random effect Model. Model penelitian ini dari estimasi dengan penggunaan observasi kurun waktu selama 5 tahun yaitu tahun 2015 s/d 2019. Berikut ini merupakan output dari REM Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tabel 5 Hasil Uji Random Effect Model (Model Terpili. Dependent Variable: DAR? Method: Pooled EGLS (Cross-section random effect. Date: 02/24/21 Time: 14:13 Sample: 1 5 Included observations: 5 Cross-sections included: 41 Total pool . observations: 205 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. TAG? FAR? ROA? Random Effects (Cros. Rho Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah (Eviews . Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Mean dependent var Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Ket: Taraf signifikan (<) 5 % Taraf tidak signifikan (>) 5 % Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dari hasil pengujian REM dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan aset dengan koefisien 0,053061, prob sebesar 0,2251 > 5%. Oleh karena itu dapat disimpulkan TAG berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Berdasarkan hasil REM pada struktur aktiva dengan koefisien 0,137576, prob sebesar 0,1623 > 5%. Maka dapat disimpulkan TAG berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Selanjutnya pada uji REM ditunjukkan prob koefisien 0,142884, prob sebesar 0,0006 > Jadi dapat di lihat ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Dengan hasil yang diteliti pada adjusted R2 0,050321, yang berarti struktur modal dari variabel independen ialah TAG. FAR. ROA sebesar 5%. Sedangkan 95% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Dari hasil pengujian tiap perusahaan mendapatkan 19 perusahaan yang mengalami peningkatan Struktur Modal yaitu pada perusahaan APEX sebesar 437910. ARII sebesar 0. BIPI BUMI BYAN sebesar 0. CITA CTTH DOID sebesar 0. ESSA INDY MEDC sebesar 0. MITI MTFN sebesar 266636. PKPK sebesar 0. PSAB PTRO RUIS sebesar 0. TINS 027714 dan TOBA sebesar 012331, sedangkan ada 22 perusahaan yang mengalami penurunan Struktur Modal yaitu pada perusahaan ADRO 070269. ANTM sebesar 0. ARTI sebesar -0. BRMS BSSR sebesar 177527. DEWA sebesar -0. DKFT sebesar -0. DSSA sebesar 0. ELSA sebesar -0. GEMS sebesar -0. GTBO sebesar 268453. HRUM sebesar -0. IFSH sebesar -0. INCO sebesar 0. ITMG sebesar -0. KKGI MBAP sebesar 0. MDKA sebesar -0. MYOH sebesar -0. PTBA sebesar 137093. SMMT sebesar -0. 145059 dan SMRU sebesar -0. Berdasarkan persamaan regresi menggunakan metode random effect dapat ditafsir yaitu: Konstanta Hasil dari analisis di atas yang menunjukkan jika variabel tingkat pertumbuhan aset, struktur aktiva dan profitabilitas = 0 . , oleh sebab itu capital structure akan mengalami peningkatan sebesar 0. Tingkat Perumbuhan Aset (TAG) Hasil dari analisis di atas yang 053061 adalah nilai koefisien variabel tingkat pertumbuhan aset maka dengan ini menyatakan dalam peningkatan 1% akan terjadi 053061 terhadap struktur Struktur Aktiva (FAR) Hasil dari analisis di atas yang menunjukkan jika nilai koefisien regresi variabel struktur aktiva (FAR) dengan nilai 0,137576 dapat dijelaskan jika ada peningkatan 1% maka ada penurunan sebesar 0,137576 yang akan terjadi pada struktur modal. Profitabilitas (ROA) Hasil dari analisis yang dipaparkan jika koefisian regresi variabel profitabilitas (ROA) memiliki nilai 0,142884 maka penjelasannya dalam peningkatan 1% kan terjadi penurunan 0,142884 pada struktur modal sendiri. Hasil metode REM, maka persamaan regresi data panel sebagai berikut: Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Y = yu yu1TAG yu2FAR yu3ROA e DAR = 0. 142884 e Uji Parsial (T) Uji parsial untuk mengetahui pengaruh antar variabel independen terhadao variabel Ae variabel dependen dengan tingkat signifikan = 5% . dengan menggunakkan random effect Tingkat Pertumbuhan Aset (TAG) terhadap Struktur Modal (DAR) H1 yaitu tingkat pertumbuhan aset berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Dengan melihat hasil uji pada tabel di atas dengan REM dilihat bahwa H1 dengan nilai 0,053061, prob sebesar 0,2251 > 0,05 menunjukan tingkat pertumbuhan aset hipotesisnya ditolak. Struktur Aktiva (FAR) terhadap Struktur Modal (DAR) H2 yaitu Struktur Aktiva dimana struktur aktiva memiliki pengaruh yang positif dan tidak signfikan terhadap modal Melihat pada hasil uji di atas dengan REM dilihat bahwa H2 nilainya 0,137576, prob 0,1623 > 0,05 menunjukan struktur aktiva hipotesisnya Profitabilitas (ROA) terhadap Struktur Modal (DAR) H3 yaitu profitabilitas menjelaskan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Dengan melihat hasil uji REM nilai probnya 0,0006 > 0,05 dan nilai profitabilitas 0,142884, maka H3 ditolak. Pembahasan Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset Terhadap Struktur Modal Dilihat dari pengujian dan hasilnya dapat diketahui tingkat pertumbuhan aset memiliki pengaruh positif tapi tidak signifikan dengan struktur modal pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI dari tahun 2015 sampai dengan Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan aset dalam taraf tinggi membutuhkan pendanaan perusahaan dalam jumlah besar. Dalam hal ini memungkinkan dana dari dalam atau mencukupkan kebutuhan yang dialami perusahaan, oleh sebab itu perusahaan mencukupkan dana perusahaan dengan penggunaan dana eksternal atau dana luar Sehingga kita dapat melihat jika pertumbuhan aset perusahaan tinggi memungkinkan kemampuan perusahaan menghasilkan profit stabil. Dengan pecking order theory perusahaan akan terlebih dahulu menggunakan pendanaan dari dalam perusahaan yaitu berupa laba ditahan dan beban penyusutan dan kemudian memutuskan untuk penggunaan dana dari luar eksternal perusahaan yaitu berupa hutang dan jika penggunaan hutang pun tidak dapat mencukupi maka akan melakukan penerbitan ekuitas. Menurut Myers dan Majluf . , penggunaan utang yang akan dilakukan melakukan penekanan pada asimetri informasi yang terjadi dalam perusahaan. Menurut teori signal perusahaan dapat perusahaan mengalami pertumbuhan di masa depan yaitu dengan penggunaan Karena dapat kita ketahui bahwa hutang sendiri dapat memberi sinyal positif untuk investor dan dapat memberi keyakinan bahwa prospek perusahaan akan baik di masa depan. Hasil penelitian ini tidak sejalan baik dengan penelitian (Deviani & Sudjarni, 2018. Meilyani et al. , 2. dimana hasil pengaruh negatif terhadap struktur modal. Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal Dalam hasil penelitian yang sudah diteliti bahwa struktur aktiva juga berpengaruh positif namun tidak Mamahit. Kawulur. Suot . signifikan dengan struktur modal pada perusahaan sektor pertambangan ini yang memiliki tengang waktu 20152019. Menurut Bringham dan Houston . perusahaan yang memiliki aktiva yang jenisnya tetap umum seperti tanah dan bangunan dan jenisnya yang lain yang cocok untuk dijadikan jaminan atas penggunaan utang, aktiva jenis tetap tersebut lebih banyak diminati oleh pemberi pinjaman . ontohnya pihak ban. Dengan kata lain aktiva yang jenisnya khusus kurang diminati untuk dijadikan jaminan karena aktiva jenis khusus tersebut kurang bermanfaat untuk pihak pemberi pinjaman ketika perusahaan tersebut tidak mampu untuk memberikan pelunasan pada pihak peminjam. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa struktur aktiva yang semakin besar maka pendanaan atau dalam hal ini struktur modal akan berasal dari utang dan penggunaan utang tersebut akan mengalami peningkatan. Trade off penggunaan utang akan dilakukan jika masih terdapat aset tetap yang bisa dijadikan jaminan. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Kanita, 2. dan bertentangan dengan (Karimi, 2. berpengaruh terhadap struktur modal. pendapatan melalui investasi yang Menurut Brigham dan Houston . profitabilitas yang berada pada taraf yang tinggi yaitu penggunaan utang sangat rendah atau relatif kecil. Dengan pecking order memanfaatkan sumber dananya yang bersal dari internal perusahaan sebelum menggunakkan pendanaan eksternal dalam jumlah minimum atau Penelitian ini sejalan dengan (Wahyuni & Ardini, 2. adanya terhadap struktur modal. Dalam hal yang dikemukaan bahwa profitabilitas yang tinggi dalam penggunaan utang dilakukan untuk bersifat perlindungan Sedangkan perbedaan hasil yang dikemukakan oleh penelitian sebelumnya (Denziana & Yunggo, 2017. Deviani & Sudjarni. Kartika & Dana, 2. bahwa terhadap struktur modal. Hal ini menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi menggunakan sedikit utang atau dana eksternal dan lebih mengarah pada penggunaan dana internal perusahaan. Pengaruh Profitabilitas Struktur Modal Sesuai dengan hasil penelitian yang telah diteliti pada perusahaan manufaktur sektor pertambangan maka disimpulkan Tingkat berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur sektor pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019. Dalam hal ini menghasilkan tingkat pertumbuhan aset yang tinggi sangat cenderung memerlukan dana yang lebih besar maka dari itu perusahan pada umumnya memerlukan tambahan dana eksternal berupa hutang untuk dapat mencukupi modalnya. Hal ini Terhadap Sesuai dengan hasil yang telah didapat (ROA) berpengaruh positif juga signifikan berada pada periode tahun 2015 sampai 2019 dengan perusahaan yang terdaftar di BEI. Profitabilitas ialah suatu kemampuan perusahaan dalam merupakan suatu pengukuran yang efektif bagi manajeman di suatu perusahaan yaitu dengan melihat profit KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia menjelaskan bahwa besarnya tingkat menyebabkan tingkat penggunaan hutang semakin kecil. Karena mengutamakan pendanaan internal . Struktur aktiva berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2019. Hal ini ditandai dengan semakin besar struktur aktivanya maka struktur modal yang asalnya dari hutang akan mengalami peningkatan hal ini disebabkan karena pada umumnya perusahaan jika memerlukan modal Bank menjadi suatu tempat alternatif untuk mendapat pinjaman modal. Tetapi pihak Bank membutukan jaminan bila mana sewaktu Ae waktu membayarnya perusahan dapat menyita aktiva yang dijaminkan misalnya aktiva tetap yang umum berupa tanah dan lain Ae lain maka dari itu untuk dapat memberikan memperhatikan struktur aktiva dari perusahaan tersebut. Pengaruh positif tersebut sesuai dengan Trade Off Theory di mana penambahan hutang akan terus dilakukan jika aset tetap masih tersedia untuk dijadikan jaminan untuk pemberi pinjaman. Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur sektor pertambangan Yang Terdaftar di BEI tahun periode 2015 Ae 2019. Hal ini umumnya perusahaan Aeperusahaan memiliki profitabilitas yang tinggi tetap akan dihadapkan pada suatu sumber dana dari dalam . atau memakai sumber dana dari luar . Bila perusahaan menggunakan dana internal perusahaan tidak lagi perusahaan bagus dan mampu mendanai perusahaannya dengan keuntungan yang didapat, namun jika menggunakan dana eksternal . untuk mendanai modal keuntungan tersendiri dimana ada pajak, dan secara umum juga pembayaran bunga dikarenakan adanya hutang guna mengurangi penghasilan karena pajak tersebut. Wahyuni. Irma, and Lilis Ardini. adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Dalam hal yang dikemukaan bahwa profitabilitas yang tinggi penggunaan utang dilakukan untuk Saran Hasil penelitian pengaruh tingkat pertumbuhan aset, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal pada pertambangan yang terdaftar di BEI, maka dapat diajukan saran yaitu: Bagi perusahaan sangat diharapkan pada penentuan struktur modal dengan adanya pertimbangan yang cermat dikarenakan struktur modal menjadi faktor yang perlu dalam perusahaan dan bisa meningkatkan minat investor dalam memberikan Bagi investor dapat dijadika acuan karena dalam berinvestasi perlu adaya pertimbanganAepertimbangan sehingga memperoleh return atau keuntungan seseuai dengan analisa yang dilakukan sebelumnya. Bagi peneliti yang akan datang, manfaat untuk peneliti sebagai bahan referensi sesuai dengan variabel penelitian. Selain itu juga Mamahit. Kawulur. Suot . bisa menambahkan jumlah sampel dalam waktu pengamatan dan bisa menggunakan observasi lain dalam Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Aset. Struktur Aktiva dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia DAFTAR PUSTAKA