Volume . Issue . Maret / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Lingkungan Impact Terhadap Disiplin Belajar Siswa Tinsiawati IsmailA. SudirmanA* Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia Article Info Article history: Received: 20 Januari 2024. Accepted: 26 Februari 2024. Published: 27 Februari 2024 Keywords: Lingkungan. Disiplin Belajar ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah AuUntuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Disiplin Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di Kelas Vi SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi GorontaloAy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post fakto. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo yang berjumlah 51 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, kuesioner Kemudian menggunakan regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap disiplin belajar dengan koefisien determinasi sebesar 0. 177 atau 17. 3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak didesain pada penelitian ini. How to cite. Ismail,T. Sudirman,S. Lingkungan Impact Terhadap Disiplin Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Hal 51-62 Korespondensi author Email : tinsiawatiismail@gmail. com : Tinsiawati Ismail Pendahuluan Disiplin belajar erat kaitannya dengan tata tertib atau aturan yang berkaitan dengan pembelajaran. Disiplin adalah suatu sifat atau kemampuan yang dimiliki seseorang dan bisa mengendalikan diri agar tetap mematuhi aturan yang telah dibuat. Sedangkan belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi dalam kepribadian seseorang. Disiplin belajar merupakan perilaku seseorang yang menunjukan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, tata tertib norma kehidupan yang berlaku karena didorong adanya kesadaran dalam dirinya untuk melaksanakan tujuan Dalam mencapai disiplin belajar yang baik terdapat faktor yang dapat mempengaruhinya, yakni lingkungan belajar. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat (Darmadi, 2. Lingkungan belajar merupakan suatu tempat berlangsungnya kegiatan belajar yang memberikan pengaruh dari luar terhadap siswa untuk keberlangsungan kegiatan belajarnya. Lingkungan belajar yang harmonis, aman, nyaman, dan tertib merupakan harapan bagi seluruh insan pendidikan. Faktor lingkungan belajar diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap siswa untuk bisa meningkatkan disiplin belajar secara optimal. Lingkungan belajar harus mendapat perhatian yang besar, karena lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian siswa. Lingkungan belajar siswa terdiri dari lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan Pada umumnya apabila lingkungan baik, maka akan berpengaruh terhadap perbuatan yang positif dan begitu pula sebaliknya. Agar dapat terlaksana sikap disiplin siswa yang diharapkan, maka ketiga lingkungan tersebut harus saling membantu, saling menolong, kerja sama, karena masalah pendidikan itu sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dalam hal ini guru/sekolah, orang tua/keluarga, dan begitu juga masyarakat yang berada di Lingkungan belajar keluarga berhubungan dengan bagaimana peran orang tua memberikan pengaruh terhadap anaknya dalam pembentukan karakter Keluarga memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik sebagai pembentukan watak yang terpuji. Memberikan perhatian, arahan, serta kepedulian itu merupakan tugas orang tua. Karena dapat dikatakan bahwa pendidikan dasar seorang anak berasal dari orang tua ataupun keluarganya. Lingkungan masyarakat adalah tempat terjadinya sebuah interaksi suatu sistem dalam menghasilkan sebuah kebudayaan yang terikat oleh norma-norma dan adat istiadat yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Adapun beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa, yaitu Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 kegiatan siswa dalam masyarakat, media masa, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat, dan tokoh masyarakat sekitar. Masyarakat mendidik anak dengan latihan-latihan praktis, berwujud keterampilan, ketabahan, keberanian, dan sebagainya yang semuanya akan dipergunakan sebagai bekal dalam kehidupannya. Lingkungan belajar sekolah berhubungan dengan peran sekolah mendidik anak dengan memberikan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan si anak dengan pengajaran. Sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Sarana dan prasarana yang tidak lengkap akan membuat proses pembelajaran akan terhambat. Begitu juga dengan peran guru dalam proses pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi kepada siswa. Guru yang mengajar pun tidak harus monoton atau harus mempunyai ide dalam menjelaskan materi agar seluruh siswa paham dengan materi yang diberikan dan tidak merasa bosan dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti rendahnya disiplin belajar siswa terjadi di SMP Negeri 2 Suwawa dapat dilihat pada table dibawah ini. Tabel 1. 1 Pelanggaran Disiplin Belajar Siswa Kelas Vi Kasus Terlambat masuk sekolah Tidak masuk sekolah Sakit Ijin Jumlah Kelas Vi. 23 siswa 6 siswa 3 siswa 10 siswa Kelas Vi. 18 siswa 6 siswa 7 siswa 7 siswa Kelas Vi. Kelas Vi. 20 siswa 13 siswa 3 siswa 6 siswa 7 siswa 14 siswa Keterangan Jumlah siswa kelas Vi. 1= 32 Vi. 2= 24 Vi. 3= 24 Vi. 4= 23 Data persemester Sumber : Data BK Semester Ganjil SMP Negeri 2 Suwawa 2019 Dapat dilihat dari hasil pengamatan peneliti pada permasalahan saat ini yang terjadi pada kelas Vi SMP Negeri 2 Suwawa yaitu, masih terdapat siswa yang kurang disiplin dalam belajar, yang mana masih banyak siswa yang terlambat masuk sekolah dan siswa yang tidak masuk sekolah. Disamping hal tersebut masih terdapat pelanggaran disiplin belajar yang lainnya seperti siswa terlambat masuk kelas setelah jam istrahat, siswa yang tidak mengerjakan tugas sesuai waktu yang diberikan, pakaian yang tidak rapi, suka keluar masuk kelas, dan tidak memperhatikan guru pada saat pelajaran. Berdasarkan permasalahan diatas tentunya harus ada solusi untuk memecahkan masalah tersebut sehingga disiplin belajar siswa kedepannya dapat meningkat. Pengadaan lingkungan belajar yang memadai akan dapat Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 memberikan dorongan kepada siswa untuk bisa meningkatkan disiplin Lingkungan belajar yang memadai berupa keharmonisan hubungan dengan kedua orang tua harus dijaga dan orang tua harus bisa memberikan perhatian lebih terhadap anaknnya. Kemudian agar dapat terlaksana sikap disiplin siswa yang diharapkan, maka ketiga lingkungan tersebut harus saling membantu, saling menolong dan saling kerja sama. Metode Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Suwawa Provinsi Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada beberapa alasan yakni objek tersebut sesuai dengan tujuan penelitian, selain itu data yang diperlukan mudah diperoleh. Adapun waktu penelitian dilaksanakan selama 6 . bulan yang diawali dengan observasi ke lokasi penelitian dari bulan November 2019 sampai dengan bulan April 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional karena mencari pengaruh antara lingkungan dan disiplin belajar siswa. Berdasarkan penelitian di atas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 suwawa Provinsi Gorontalo. Peneliti juga melakukan Teknik Pengumpulan data berupa Observasi. Dokumentasi, dan Kuisioner. Hasil Penelitan Uji Kualitas Instrumen Kualitas data yang dihasilkan dari pengguna instrumen dalam penelitian ini dapat dianalisis dengan pegujian validitas dan reliabilitas. Oleh karena itu, terlebih dahulu kuesioner diuji validitas dan reliabilitas. Variabel lingkungan belajar (X) Jumlah pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel lingkungan belajar dalam penelitian ini sebanyak 15 . ima bela. Pengujian validitas pernyataan tersebut disajikan dalam table sebagai berikut: Table 4. 4 : Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas Variabel X Pernyataan Status Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Reliabilitas Alpha Ket X10 X11 X12 X13 X14 X15 Sumber: Data olahan SPSS 23, 2020 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 848 (Reliabe. Berdasarkan pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika rhitung lebih besar dari rtabel. Nilai rtabel didapatkan dari tabel rho dimana df=n-2 n=30-2 df=28 dan tingkat signifikan 5% maka nilai rtabel sebesar 0. dengan demikian dari 15 . ima bela. pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel lingkungan belajar ditemukan bahwa semua pernyataan telah memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel 0. sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Variabel disiplin belajar (Y) Jumlah pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel disiplin belajar dalam penelitian ini sebanyak 20 . ua pulu. Pengujian validitas tersebut disajikan dalm tabel sebagai berikut: Tabel 4. 5: Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas Variabel Y Pernyataan Status Reliabilitas Apha 0,361 0,361 Valid Valid Y10 Y11 Y12 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Ket. (Reliabe. Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y20 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data olahan SPSS 23, 2020 Dalam pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika rhitung lebih besar dari rtabel. Nilai rtabel didapatkan dari tabel rho dimana df=. n=30-2 df=28 dan tingkat signifikan 5% maka nilai rtabel sebesar 0,361. Dengan demikian dari 20 pernyataan yang digunakan untuk mengatur validitas dari variabel disiplin belajar, ditemukan bahwa semua pernyataan telah memiliki nilai r hitung lebih besar dari rtabel 0,361. Sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Gambaran umum variabel penelitian Salah satu analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran awal mengenai objek/variabel yang diteliti. Kriteria interpretasi skor berdasarkan jawaban responden dapat ditentukan dengan skor maksimum setiap kuesioner adalah 5 . dan skor minimum adalah 1 . maka dapat diketahui rentang skala adalah dengan mengalikan skor tertinggi dengan jumlah responden dan mengalikan skor terendah dengan jumlah responden. Langkah selanjutnya setelah pengumpulan data yakni dilakukan proses analisis data untuk menjawab permasalahan dari penelitian Sehingga berdasarkan rentang skala tersebut dibuat penilaian . engacu pada Riduwan, 2. sebagaimana terlihat pada tabel berikut: Tabel 4. 6: Interpretasi Skor Presentase Skor 20%-36% 01%-52% 01%-68% 01%-64% 01%-100% Sumber: Data Olahan, 2020 Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Kriteria Sangat tidak baik Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui kriteria dari tiap pernyataan, idikator dan variabel. Perhitungan skor dapat diperoleh melalui perhitungan berikut ini: % ycIycoycuyc ycEyceycycuycycaycycaycaycu = ycIycoycuyc yaycoycycycayco ycu 100% ycIycoycuyc yayccyceycayco Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana. Dalam perhitungan persamaan regresi linerar sederhana, digunakan rumus persamaan umum yaitu: = a bX Tabel 4. 9: Hasil Analisis Regresi Coefficientsa Standa Unstandardiz Coeffici ed Coefficients ents Model (Cons Std. Error Beta SUM Dependent Variable: SUMY Sig Sumber: Data Olahan SPSS 23, 2020 Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel di atas , maka diperoleh persamaan regresi untuk menguji pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Disiplin Belajar adalah sebagai berikut: = 31. Interpretasi dari model analisis regresi di atas adalah sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 31. 466 menyatakan bahwa jika tidak terdapat pengaruh dari variabel Lingkungan Belajar (X) maka rata-rata nilai dari variabel Disiplin Belajar (Y) adalah sebesar 31. 466 satuan. Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Nilai koefisien regresi variabel X diperoleh sebesar 0. 638 dengan arah koefisien positif. Hal ini menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar yang lebih baik dapat meningkatkan Disiplin Belajar pada mata pelajaran IPS kelas Vi SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Pengujian Hipotesis Adapun hasil pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS 23 dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 10: Hasil Uji Hipotesis Model Sig (Constan. Lingkungan Belajar tKeterangan Tabel Signifikan Sumber : Data Olahan SPSS 23, 2020 Hasil analisis pada tabel menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel lingkungan belajar. Untuk mendapatkan simpulan apakah menerima atau menolak Ho, terlebih dahulu harus ditentukan nilai t-tabel yang akan digunakan. Nilai t-tabel ini bergantung pada besarnya df . egree of freedo. atau derajat kebebasan serta tingkat signifikan yang digunakan. Data observasi dalam penelitian ini sebanyak 51 responden, dengan menggunakan tingkat signifikansi sebsar 5% dan nilai df sebesar n-k-1= 49 diperoleh nilai t-tabel sebesar 1. engujian ini sifatnya dua arah, sebab proposi hipotesis tidak mengisyaratkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat merupakan pengaruh yang positif atau negati. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang besarnya berkisar antara 0% - 100%. Besarnya koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel berikut: Model Summaryb Adjuste Std. Error Squa of the Square Estimate Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Predictors: (Constan. SUMX Dependent Variable: SUMY Tabel 4. 11: Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada tabel di atas menunjukkan besarnya koefisien korelasi yakni sebesar 0,421. Atau dengan kata lain, hubungan variabel bebas dengan variabel terikat yakni sebesar 42,1%. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel lingkungan belajar memiliki hubungan yang erat dengan variabel disiplin belajar di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Pembahasan Disiplin belajar erat kaitannya dengan tata tertib atau aturan yang berkaitan dengan pembelajaran. Disiplin belajar adalah keadaan sikap mental anak yang dengan senang hati tunduk pada aturan-aturan ketertiban kegiatan psikis dan mental dalam merubah perilaku melalui kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah. Disiplin belajar sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, sikap tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Disiplin belajar juga dapat membentuk perilaku seseorang kedalam pola yang disetujui oleh lingkungannya. Apabila seorang siswa memiliki sikap disiplin dalam kegiatan belajarnya, maka kepatuhan dan ketekunan belajarnya akan terus meningkat. Hasil analisis deskriptif mengenai disiplin belajar ditemukan bahwa ratarata skor variabel disiplin belajar yakni sebesar 92,50% yang berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo telah memiliki disiplin belajar yang baik. Disiplin belajar mempunyai kaitan yang erat dengan lingkungan belajar, banyak faktor yang dapat mempengaruhi disiplin belajar siswa yakni keteladanan, kewibawaan, anak, hukuman dan ganjaran, serta lingkungan Dalam hal ini disiplin belajar difokuskan pada faktor lingkungan belajar, lingkungan belajar sendiri memiliki pengertian sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar yang mendapatkan pengaruh/rangsangan . dari luar terhadap keberlangsungan kegiatan belajar tersebut. Lingkungan belajar yang harmonis, aman, nyaman, dan tertib merupakan harapan bagi seluruh insan Faktor lingkungan belajar diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap siswa untuk bisa meningkatkan disiplin belajar secara Pada umumnya apabila lingkungan baik, maka akan berpengaruh Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 terhadap perbuatan yang positif dan begitu pula sebaliknya. Agar dapat terlaksana sikap disiplin siswa yang diharapkan, maka ketiga lingkungan tersebut harus saling membantu, saling menolong, kerja sama, karena masalah pendidikan itu sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dalam hal ini guru/sekolah, orang tua/keluarga, dan begitu juga masyarakat yang berada di lingkungannya. Hasil analisis deskriptif mengenai lingkungan belajar ditemukan bahwa rata-rata skor variabel lingkungan belajar yakni sebesar 92. 83% yang berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang baik terhadap terciptanya disiplin belajar siswa di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Pernyataan tersebut dibuktikan dari pengujian regresi yang ditemukan bahwa lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Semakin baik lingkungan belajar siswa maka akan baik pula disiplin belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Besarnya nilai koefisien korelasi yakni sebesar 0,421. Atau dengan kata lain, hubungan variabel bebas dengan variabel terikat yakni sebesar 42,1%. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel lingkungan belajar memiliki hubungan yang erat dengan variabel disiplin belajar di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Kemudian untuk pengujian besar pengaruh (Kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terika. menggunakan R Square, hasil nilai R Square adalah nilai sebesar 0. Nilai ini menunjukkan bahwa sebesar 17. variabel disiplin belajar di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dapat dipengaruhi oleh lingkungan belajar, sedangkan 3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh Positif dan signifikan terhadap disiplin belajar yaitu 177 atau 17. Sisanya 82. 3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak Adapun faktor lain yang tidak diteliti yakni keteladanan, kewibawaan, anak, hukuman dan ganjaran. Semakin baik lingkungan belajar maka akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan disiplin belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas Vi di SMP Negeri 2 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Saran Berdasarkan simpulan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: Ismail,T. Sudirman,S. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. 2024 51-62 Agar terlaksananya sikap disiplin siswa yang diharapkan, maka sebaiknya lingkungan belajar harus saling membantu, saling menolong, kerja sama, karena masalah pendidikan itu sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dalam hal ini guru/sekolah, orang tua/keluarga, dan begitu juga masyarakat yang berada di lingkungannya. Kepada siswa diharapkan untuk bisa memperhatikan disiplin belajarnya, serta disiplin tata tertib yang telah dibuat, karena dengan berdisiplin akan menjadikan sikap yang terpuji. Lingkungan sekolah hendaknya lebih meningkatkan penegakan kedisiplinan Khususnya bagi guru dan siswa. Perlunya sanksi yang tegas untuk pelanggaran kedisiplinan bagi guru dan siswa yang melaggar. Adanya penegakan kedisiplinan sekolah diharapkan mampu meningkatkan disiplin belajar siswa. Lingkungan keluarga hendaknya meningkatkan kualitas cara mendidik anak dengan memperhatikan keteraturan siswa belajar dirumah. Membina relasi antara anggota keluarga yang baik dengan memberikan perhatian terhadap belajar siswa. Dan menyediakan fasilitas yang memadai berupa ruang Diharapkan dengan ini siswa lebih bersemangat dalam belajar dan merasa diperhatikan oleh orang tuanya sehingga akan meningkatkan disiplin Lingkungan masyarakat diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan yang baik dan kondusif. Daftar Pustaka