Khandria Kholifatun, Sri Jumini, Bambang Sugiyanto : Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika pada Siswa Kelas 5 di MIN 3 Banjarnegara Tahun Pelajaran 2022/2023 Khandria Kholifatun Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al Quran Wonosono. kholifatunkhandria@gmail.com Sri Jumini Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al Quran Wonosono. srijumini@unsiq.ac.id Bambang Sugiyanto Fakultas Hukum dan Syari’ah. Universitas Sains Al Quran Wonosono. Bambangsugiyanto81@gmail.com Abstrak Pendidikan indonesia memiliki tingkat yang rendah terutama dalam hal literasi numerasi hal ini ditandai dengan rendahnya skor PISSA. Padahal dalam literasi numerasi terdapat matematika, dimana matematika adalah ilmu dasar yang mendasar segala pengetaguan dan teknologi. Oleh karena pentingnya literasi numerasi maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ekspot de facto. Adapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi porduct moment, uji t, uji koefisiesi determinasi dan analsisis regresi didapatkan bahawa literasi numerasi memiliki hubungan dengan kemampuan pemahaman konsep matematika, dimana literasi numerasi memiliki pengeruh sebesar 23%, dengan pegaruh yang positif. Kata Kunci: literasi numerasi, pemahaman konsep matematika, korelasi, siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tingkat kompetisi seorang siswa didasarkan pada tingkat pendidikan yang ditempuh. Pendidikan yang rendah dan kurang berkualitas akan berpengaruh terhadap kompetisi yang dimiliki. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan kompetensi yang unggul. Sehingga diperlukanya perbaikan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia agar negera Indonesia menjadi lebih maju peradabannya. Pendidikan menjadi salah satu faktor dalam peradaban, di Indonesia sendiri penyelenggaraan sebuah satuan. Siswa atau peserta didik harus memiliki kesadaran diri untuk belajar dan mengembangkan kemampuanya. Ada banyak kemampuan yang harus dimiliki siswa salah PENDAHULUAN Indonesia memiliki wilayah yang luas, sehingga memiliki berbagai macam ras, suku, bangsa dan bahasa. Hal tersebut menimbulkan berbagai macam perbedaan. Banyaknya perbedaan menimbulkan banyak masalah seperti kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, rendahnya tingkat pendidikan. Permasalahanpermasalahan tersebut saling berhubungan satu sama lain. Misalnya rendahnya tingkat Pendidikan juga turut mempengaruhi kualitas hidup mereka, semakin baik tingkat pendidikan yang mereka terima maka pola pikir, perilaku, sikap dan karakter juga akan berkualitas. Pendidikan harus dimulai dari lingkup terkecil dan harus dibiasakan dimulai dari pendidikan non formal hingga pendidikan formal, lingkup 37 Jurnal Pendidikan Modern. Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023, 37 - 44 satu kemampuan yang menjadi dasar adalah kemampuan membaca dan kemampuan literasi, dengan kemampuan literasi siswa akan terbiasa dengan membaca dan mencari tahu maksud dari sebuah bacaan, hal tersebut tentunya membangun kebiasaan dan pola pikir yang baik. Dengan pembiasaan litetrasi peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan diluar pembelajaran dan memprosesnya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Sehinga dengan pembiasaan literasi kemampuan peserta didik dapat meningkat karena secara aktif membangun dan merekontruksi pengetahuan yang dimiliki secara berkela sesuai dengan perkembangan zaman. Maka literasi sangat penting untuk menyiapkan dan menciptakan genenerasi emas yang maju. Kemampuan literasi numeasi harus mulai dibiasakan dari bangku sekolah dasar sehingga pembiasaan tersebut akan menjadi perilaku yang konstan sepanjang hidup. Untuk mengembangkan budaya litersi tidak mudah hal ini terjadi karena rendahnya minat dan daya baca, serta saat ini sebagian besar siswa cenderung menginginkan hal yang instan tanpa memahami dan membaca lebih lanjut. Untuk mengembangkan budaya literasi diperlukan usaha dari semua belah pihak karena literasi merupakan kemampuan yang komplesks dan berkaitan satu sama lain. Adapun dimensi literasi meliputi literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, literasi teknologi, literasi budaya, literasi kewarganegaaraan. apabila melihat dari dimensi literasi dapat dilihat bahwa literasi mecakup berbagai bidang kehidupan dan merupakan pembelajaran sepanjang hayat. Setiap dimensi literasi memiliki peran dalam kehidupan, seperti literasi numerasi. Dalam dunia pendidikan literasi numerasi sangat penting karena karena literasi numerasi membutuhkan kemampuan pemahaman dasar hingga penerapan konsep untuk memecahkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari- hari. Konsep literasi numerasi merupakan konsep matematika sehingga pembahasan literasi numerasi pasti mencakup lingkup matematika. Akan tetapi berdasarkan data Programme for International Student Assessment atau PISA, sebuah asesmen mengenai prestasi membaca, matematika dan sains kemampuan literasi numerasi Indonesia tergolong rendah. Pada tahun 2000 hingga tahun 2018 skor literasi numerasi tergolong menurun. Untuk rata- rata skor matematika didapatkan dari OPEC namun hanya memiliki skor 471 sehingga tergolong rendah . Akibat rendahnya skor PISA dan OPEC membuat pemerintah Indonesia membuat program gerakan literasi bangsa pada tahun 2016. Sasaran dari program literasi bangsa adalah siswa jenjang sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah atas, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemanpuan literasi siswa melalui pembiasaanpembiasaan. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibentuk program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang didasarkan pada Permendikbud No. 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, Berdasarkan peraturan tersebut dibentuk program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi dari sejak sekolah dasar, sehingga siswa terbiasa dengan literasi dan membentuk kebiasaan yang baik. Gerakan literasi sekolah diturunkan menjadi gerakan literasi membaca dan literasi numerasi pada lingkup sekolah baik sekolah dasar sampai dengan sekolah menangah atas. Gerakan literasi numerasi berkaitan dengan pembiasaan literasi pada lingkup sekolah. Literasi membaca berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami bacaan, sedangkan literasi numerasi berkaitan erat dengan matematia, ilmu yang akan terus dipelajari dan selalu berhubungan dengan pembelajaran. Oleh karena itu literasi numerasi menjadi salah satu fokus dalam program gerakan literasi sekolah. 38 Khandria Kholifatun, Sri Jumini, Bambang Sugiyanto : Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Matematika sebagai ilmu dasar tentu berkaitan erat dengan literasi numerasi karena llitersi numerasi selalu mencakup matematika, akan tetap matematika belum tentu literasi numerasi. Dapat dikatkan literasi numerasi dan matematika selalu beriringan. Sehingga ilmu matematika dan segala konsep matematika harus mulai diajarkan dari jenjang sekolah dasar. Hal ini tercantum dalam Lampiran Permendiknas No 22 Tahun 2006 bahwa “salah satu tujuan matematika pada pendidikan dasar adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah”. (Wibowo, 2020) Dasar dari ilmu matematika adalah pemahaman konsep akan natematika, jadi sebelum mempelajari ilmu matematika secara keseluruhan, harus terlebih dahulu mempelajari konsep dasar atau fondasi dalam matematika. Pemaham akan konsep sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai karena konsep akan berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika. Dengan memahami konsep matematika siswa atau peserta didik dapat menerapkan dan menyesuaikan konsep matematika sesuai dengan alur masalah yang ada. Kemampuan siswa atau peserta didik dalam matematika dapat diukur melalui beberapa hal, seperti kemampuan memahami konsep, kemampuan menguasai materi, kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar siswa. Adapun beberapa penelitian terdahulu mengenai matematika, berikut adalah hasil penelitian terdahulu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Zanjabila Ar-rahiiqil Mahtuun, dkk disebutkan bahwa tingkat tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi perbandingan memiliki akumulasi presentase rata-rata sebesar 78%. Penelitian kedua yaitu dari Yuni Kartika, pada tahun 2018 berdasarkan hasil tes, nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siwa peserta didik yang berjumlah 30 orang dikategorikan rendah dengan nilai 40,00-54,99. Apabila didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa rendah. Kemampuan pemahaman konsep matematika penting dalam pembelajaran matematika karena menjadi dasar pemecahan masalah matematika. Rendahnya kemampuan literasi numerasi diakibatkan karena siswa kurang memahami perintah soal dan proses penerapan rumus dan konsep. Maka dari itu pemahman konsep sangat penting bagi siswa. Berdasarkan permasalahan literasi di Indonesia dan rendahnya kemampuan pemahaman konsep maka, penulis ingin meneliti meneliti pengaruh literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas sekolah dasar. Oleh karena itu judul dari peneltian ini adalah “Hubungan Literasi Numerasi Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Pada Siswa Kelas 5 di MIN 3 Banjarnegara”. METODE Sebuah penelitan harus memikiki metode yang digunakan untuk melakukan analisis dan mendapatkan hasil dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dimana penelitian didasarkan pada angka dan dianalisi secara statistik. Dengan menggunakan bentuk penelitian ex post facto, yang berguna untuk menemukan pengaruh antar variabel penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anggota MIN 3 Banjarnegara, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 MIN 3 Banjarnegara, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas 5 B. Variabel independen dalam penelitian ini adalah literasi numerasi sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah 39 Jurnal Pendidikan Modern. Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023, 37 - 44 kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Berikut adalah gambar hubungan antar kedua variabel. Hubungan Antar Variabel Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Kosep Matematika Siswa (x) hiposesis penelitian yang diasumsikan oleh peneliti diterima atau ditolak. Untuk menguji instrumen yang digunakan valid dan reliabel dilalukanlah analisis pendahuluan menggunakan rumus KR.20 dan product moment. Serta melakukan analisis tingkat kesukaran soal dengan rumus yang telah di tetapkan. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji prasyarat dengan uji normalitas menggunakan rumus liliefors untuk mengetahui data nilai literasi numerasi normal. Kemudian melakukan uji homogenitas data literasi numerasi dan kemampuan pemahaman konsep matematika, dari hasil uji varian F data penelitian ini homogen sehingga penelitian dapat dilanjutkan. Kemudian melakukan uji hipotesis penelitan untuk menentukan pernyataan sementara yang dibuat peneliti dapat diterima atau tidak. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi product moment untuk mengetahui hubungan literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika, uji t untuk menguji hipotesis penelitian dan uji regresi untuk mengetahui arah pengaruh antar variabel, bernilai positif apabila kemampuan literasi naik dan kemampuan pemahaman konsep naik bernilai negatif apabila kemampuan literasi turun kemampuan pemahaman konsep naik. (Y) Gambar 2.1 Apabila berdasarkan gambar hubungan variabel penulis berasumsi bahwa variabel literasi numerasi memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik sehingga dapat diambil sebuah hipotesis penelitiab yaitu :(Ramadhan et al., 2009) a. Ho: “Tidak ada hubungan literasi numerasi terhadap pemahaman konsep matematika pada siswa kelas 5 B di MIN 3 Banjarnegara”. b. Ha: “Ada hubungan literasi numerasi terhadap pemahaman konsep matematika pada siswa kelas 5 B di MIN 3 Banjarnegara”. Untuk memperoleh hasil penelitian penulis terlebih dahulu mengumpulkan data penelitian dengan cara tes dan dokumentasi. Tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan literasi numerasi. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data kemampuan pemahaman konsep matematika dengan cara mengumpulkan nilai ulangan harian matematika siswa. Soal yang digunakan dalam penelitian telah dianalisis sehingga soal valid dan reliabel. Dalam melakukan analisis data, penelitian ini menggunakan analisis pendahuluan untuk mengetahui reliabilitas instrumen penelitian agar layak dan valid apabila digunakan, analisis prasyarat digunakan sebagai syarat awal data penelitian, suatu penelitian harus di uji homogenitas dan normalitasnya terlebih dahulu agar dapat dilanjutkan ketahap salanjutnya, analisis hipotesis digunakan untuk menguji HASIL DAN PEMBAHASAN Bedasarkan data penelitian maka didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Data hasil penelitian harus di analisis agar sesuai dengan pedoman penelitian analisis data dimulai dari uji n normalitas data yang dijadikan sumber peneliti yaitu data literasi numerasi dan data kemapuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara tahun ajaran 2022/2023 datq normal karena hasil nilai Liliefors hitung (l_0) < Liliefors tabel (l_tabel). Kemudian hasil uji homogenitas dengan rumus uji Varian (F) data literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep 40 Khandria Kholifatun, Sri Jumini, Bambang Sugiyanto : Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika matematika didapatkan hasil Fhitung < Ftabel yang artinya data dalam penelitian ini homogen.(Pratama, 2019) Penelitian ini uji hipotesis digunakan untuk menguji pernyataan sementara penulis akan diterima atau ditolak, sehingga uji hipotesis sangat penting dan perlu untuk memilih uji hipotesis yang tepat, dalam penelitian ini uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment, uji koefisiensi determinasi (R), uji t_rxy, dan uji analisis regresi sederhana. Untuk menemukan hasil dari penelitian yang dilakukan mengenai hubungan literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika kelas 5 B di MIN 3 Banjarnegara maka perlu dilakukan uji hipotesis agar penelitian mendapatkan pernyataan sesuai fakta yang ada, berikut adalah hasil analisis yang didapat dalam penelitian di MIN 3 Banjarnegara : Kemampuan litrasi numerasi siwa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari tes literasi numerasi menunjukan bahwa siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara memiliki kemampuan literasi numerasi sedang hal ini didasarkan pada inteval renrang nilai 73- 79 dimiliki 20 siswa dengan prosentase 67%. Skor nilai literasi numerasi terbesar memiliki nilai 60, sedangkan nilai skor literasi numerasi tertinggi adalah 85. Rata – rata nilai literasi numerasi pada siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara adalah 72,8%. Dari data tersebut dapat disimpukan bahwa siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara memiliki kemampuan sedang. Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Hasil penelitian kemampuan pemahaman konsep matematika dari dokumentasi nilai ulangan harian matematika didapatkan pada hasil dokumentasi nilai rata- rata ulangan harian matematika didapatkan bahwa, skor terendah yakni 73 memiliki prosentase 3%, nilai tertinggi yakni 90% dengan prosentase 3% yang dimiliki oleh satu siswa. Rata – rata nilai kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B adalah 82. Interval nilai terbanyak terletak pada nilai 82-84 dengan jumlah 17 siswa. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematika sedang dengan prosentase 73%.(Syarifah, 2017) Hubungan antara literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Dari uji hipotesis literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B diperoleh hasil penelitian bahwa r hitung = 0,485646 pada r taraf signifkansi 5% maka r tabel adalah 0,355046, sehinngga nilai r hitung > r tabel, maka H o ditolak dan H a diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan antara literasi numerasi dengan kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Literasi numerasi tidak dapat dipisahkan dengan matematika. Literasi numerasi dikembangkan dari matematika, sehingga didalamnya terdapat kemampuan matematika dan kemampuan pemahaman konsep matematika yang diaplikasikan kedalam pemecahan masalah matematika. Literasi numerasi membutuhkan pemahaman untuk menyelesaikan masalah matematika yang ada dalam kehidupan sehari- hari dan dengan ditambah dengan bacaan cerita yang panjang disetiap butir soal menyebabkan penyelesaian satu soal membutuhkan waktu yang banyak untuk mengkorelasikan konsep matematika kedalam soal yang disajikan. Walaupun literasi numerasi tidak dijadikan mata pelajaran khusus akan tetapi literasi numerasi sangat penting dalam pendidikan. Hasil rata- rata nilai tes literasi numerasi yakni 72,8 sedangkan rata- rata kemampuan pemahaman konsep matematika adalah 82, dari nilai rata- rata yang diperoleh maka rata- rata 41 Jurnal Pendidikan Modern. Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023, 37 - 44 literasi numerasi siswa jauh lebih kecil dari pada rata- rata hasil kemampuan pemahaman konsep matematika. Uji hipotesis yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa literasi numerasi memiliki hubungan, hal ini didasarkan pada hasil nilai koefisiensi korelasi r hitung sebesar 0,485646 maka kedua variabel memiliki hubungan yang cukup atau moderat. Pengaruh literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Berdasarkan analisis hipotesis menggunakan uji koefisiensi determinasi (R), didapatkan nilai R adalah 0,485646, apabila dihitung dengan menggunakan rumus koefisiensi determinasi maka diperolah data sebesar 23,59% yang artinya adalah sebanyak 23,56% variabel kemampuan pemahaman konsep matematika dipengaruhi oleh variebel literasi numerasi, namun sisanya adalah 76,42% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum didefinisikan. Kemudian setalah melakukan uji t_rxy dilanjukan melakukan uji regresi sederhana untuk menujukan nilai antara variabel literasi numerasi dengan variabel kemampuan pemahaman konsep matematika. Dari dari uji regresi sederhana didapatkan nilai konstanta a sebesar 69,12677538 dengan nilai regresi sebesar 81,9. Jadi literasi numerasi memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Literasi numerasi memiliki berpengaruh sebesar 23,58% terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika. Banjarnegara maka penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan sebagai berikut : Kemapuan literasi numerasi pada siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara cenderung berkemanpuan sedang dengan prosentase sebanyak 67%, siswa, kemampuan rendah memiliki prosentase sebanyak 7% dan siswa berkemampuan tinggi memiliki prosentase sebanyak 7% dengan rata- rata hasil tes literasi numerasi sebesar 72,8.(Radiusman, 2020) Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara cenderung berkemampuan sedang dengan prosentase sebanyak 73%, untuk siswa yang berkemampuan tinggi hanya memiliki prosentase 3% dan siswa yang berkemampuan rendah memiliki prosentase 7% sesuai data yang diperoleh dokumentasi nilai rata- rata nilai ulangan harian. Terdapat korelasi atau hubungan antara variabel literasi dengan variabel kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa r hitung = 0,485646 pada r taraf signifkansi 5% maka r tabel adalah 0,355046 dan r tabel pada taraf signifkansi 1 % adalah 0,455631 sehinngga nilai r hitung > r tabel, pada maka H o ditolak dan H a diterima. Jadi dalam penelitian ini terdapat hubungan yang cukup atau moderat antara variabel literasi numerasi dengan variabel kemampuan pemahaman konsep pada siswa kelas 5 B MIN 3 Banjarnegara. Literasi numerasi memiliki pengaruh sebanyak 23,56% terhadap variabel kemampuan pemahaman konsep matematika, namun sisanya adalah 76,42% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum didefinisikan. Literasi numerasi memiliki pengaruh yang positif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh t hitung > t tabel. Pada taraf signifikasi 5% t hitung > t tabel (2,939 > 2,045), pada taraf signifikasi 1% t hitung > t tabel (2,939 > 2,756), sehingga H a diterima sedangkan H o. PENUTUP Simpulan Untuk mempermudah pembaca mengetahui hasil penelitian maka penulis mencantumkan beberapa point yang didapatkan dalam penelitian mengenai pengaruh literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas 5 B MIN 3 42 Khandria Kholifatun, Sri Jumini, Bambang Sugiyanto : Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Matematika. Prisma, 10(1), 121. https://doi.org/10.35194/jp.v10i1.962 Basuki, K. (2019). Metode Pembelajaran Bridwatching; Prestasi Belajar IPA; Learning Method Bridwatching ; Science Learning Achievement. ISSN 2502-3632 (Online) ISSN 2356-0304 (Paper) Jurnal Online Internasional & Nasional Vol. 7 No.1, Januari – Juni 2019 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, 53(9), 1689–1699. www.journal.uta45jakarta.ac.id Eksperimental, D. P. (2001). Punya Metpen. 1– 12. Engel. (2014). Derfinisi Kuantitatif Korelasional. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 4(1), 33– 40. Indonesia, U. T. (2019). BAB I. 1–7. Mardiana. (2018). pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar murid di SD inpres 12/79 Bana Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone. 110. Masitoh, I., & Prabawanto, S. (2016). Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Eksloratif. EduHumaniora Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 7(2), 186. https://doi.org/10.17509/eh.v7i2.2709 Mulyono, B., & Hapizah, H. (2018). Pemahaman Konsep Dalam Pembelajaran Matematika. KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 103–122. https://doi.org/10.22236/kalamatika.vol3n o2.2018pp103-122 Nuraeni, N.-, Mulyati, E. S., & Maya, R. (2018). ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA MTs. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 1(5), 975. https://doi.org/10.22460/jpmi.v1i5.p975- Saran Penelitian ini dilakukan untuk menambah referensi mengenai pentingnya literasi numerasi dan kemampuan pemahaman konsep matematika dalam pembelajaran dan tidak dapat dipisahkan dalam prosesnya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penelitian ini baik dari segi penulisan maupun pemaparan hasil penelitian hubungan literasi numerasi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas 5 di MIN 3 Banjarnegara. Penulis mengharapkan peneliti selanjutnya lebih memperhatikan jadwal penelitian agar tidak bertubrukan dengan kegiatan sekolah tujuan penelitian.Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian. DAFTAR PUSTAKA Agustang, A. (2021). Makalah “Masalah Pendidikan Di Indonesia.” Www.Melianikasim.Wordpress.Com, 0–19. https://meilanikasim.wordpress.com/2009/ 03/08/makalah-masalah-pendidikan-diindonesia/ Alvi Mubaroq, G. (2016). Korelasi Antara Minat Belajar Fisika dan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VII SMP N 1 Depok Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi, 80. https://repository.usd.ac.id/5399/2/111424 029_full.pdf Ariandani, P. A. (2019). Analisis Hubungan Antara Literasi Numerasi, Kecemasan Finansial(Financial Anxiety), Indeks Prestasi Kumulatif (Ipk) Dan Uang Saku Bulanan Dengan Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Brawijaya. 1–24. Astuti, P. (2021). Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMPN 4 Batang Gansal dalam Menyelesaikan Masalah 43 Jurnal Pendidikan Modern. Volume 09 Nomor 01 Tahun 2023, 37 - 44 983 Oktaviani.J. (2018). Hubungan Antara Literasi Numerasi Dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas Viii Smp Negeri 1 Pacitan. Sereal Untuk, 51(1), 51. Pratama, R. B. (2019). Metodologi Penelitian. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 28–55. Putri, Sandi, E., Yusmin, Edy, Nursangaji, & Asep. (2021). Analisis Kemampuan Lietrasi Numerasi Pada Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel Dikaji Dari Kecerdasan Emosiaonal. 2(2), 174– 183. Radiusman, R. (2020). Studi Literasi: Pemahaman Konsep Anak Pada Pembelajaran Matematika. FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 6(1), 1. https://doi.org/10.24853/fbc.6.1.1-8 Ramadhan, S., Tressyalina, & Zuve, F. O. (2009). Buku Ajar Buku Ajar Metode Penelitian Pembelajaran Bahasa Indonesia. Rosida, A. C. (2019). Pengaruh penggunaan model discovery learning terhadap pemahaman konsep operasi hitung (penelitian quasi eksperimen pada siswa kelas V SDN Neglasari kecamatan Kotawaringin kabupaten Bandung 2019/2020). 10–34. http://repository.unpas.ac.id/46487/55/bab 2 bnr.pdf Syarifah, L. L. (2017). Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Sma Ii. Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika, 10(2), 57–71. https://doi.org/10.30870/jppm.v10i2.2031 Wibowo, G. S. (2020). Pengaruh Disiplin Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Iv Sd Se-Gugus Gajah Mada Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal. Wicaksana, A., & Rachman, T. (2018). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1), 10–27. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pen gertian-use-case-a7e576e1b6bf 44