MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Januari, 2023 e-ISSN: 2988-3997 Copyright A 2023 Eka Widyanti, et al. Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kegiatan Pembersihan Rumah Ibadah Bersama Pengurus Paguyuban Ika Pakarti Kutai Timur Eka Widyanti1*. Muhammad Yasin2, *e-mail: widyantieka699@gmail. 1,2Pendidikan Agama Islam. STAI Sangat. Indonesia Abstract Lack of public awareness to carry out mutual cooperation is a reality that is often found in urban communities. One of the concerns of this dedication is the cleanliness of the house of worship . This service is carried out through collaboration between the Islamic Religious Education Study Program (PAI) and the DPD Ika Pakarti. East Kutai Regency. The PAI Study Program was represented by 2 lecturers and the DPD Ika Pakarti was represented by 25 members of the Implementation This activity was carried out at the Al-Abror Mosque. Jln. Kenyamukan North Sangatta East Kutai Regency, the implementation of the action was carried out in mutual cooperation on Sunday from 08 to 11. 00 WITA, namely on February 5 2023 The method used is the Participatory Action Research method, where the call participants are directly involved in the process of cleaning the house Worship . The result is that community service through cleaning houses of worship . gets extraordinary enthusiasm. This can be seen from the increasing number of people participating. Another result of this service is an increase in the cleanliness of the mosque after carrying out community service. Keywords: community service, cleaning. House of Worship Abstrak Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan gotong royong merupakan realita yang sering dijumpai di tengah masyarakat perkotaan. Salah satu yang menjadi konsen dari pengabdian ini adalah tentang kebersihan rumah ibadah . Pengabdian ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan DPD Ika Pakarti Kabupaten Kutai Timur. Prodi PAI diwakili oleh 2 orang dosen dan DPD Ika Pakarti diwakili oleh 25 anggota paguyuban. Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Abror. Jln. Kenyamukan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, pelaksanaan aksi dilakukan gotong-royong pada hari Minggu jam 08 sampai dengan 11. 00 Wita. Yaitu pada tanggal 5 Februari Tahun 2023 Metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research, dimana peserta pengabdian ikut terlibat langsung dalam proses kegiatan pembersihan Rumah Ibadah (Masji. Hasilnya adalah dengan adanya pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pembersihan rumah ibadah (Masji. mendapatkan antusias yang luar biasa. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah masyarakat yang ikut berpartisipasi semakin bertambah. Hasil lain dari pengabdian ini adalah peningkatan kebersihan masjid pasca melakukan pengabdian kepada Kata Kunci: pengabdian masyarakat, pembersihan. Rumah Ibadah https://miftahul-ulum. id/ojs/index. php/mayara/index MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Pendahuluan Rumah ibadah merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan sosial Rumah ibadah, dalam hal ini masjid merupakan sarana untuk memupuk kebersamaan antar masyarakat(Yasin, 2022. Kebersamaan di tengah masyarakat akan sangat mudah untuk dijaga apabila diawali dari masjid. Kebersamaan merupakan suatu ikatan yang timbul dari adanya rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan, serta adanya hubungan profesional dalam suatu lembaga (Mubarok, 2. Masjid menjadi tempat yang aman dan netral dari berbagai kegiatan. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah kaitannya dengan ibadah mahdhah saja, namun masjid juga dapat digunakan sebagai tempat ibadah ghoiru mahdhah. Masjid berfungsi sebagai pusat peribadatan, pusat ilmu pengetahuan, pusat ekonomi, pusat peradaban. Pusat dajwah Islamiyah, dan pusat ukhuwah Islamiyah. Masjid juga merupakan simbol keadilan, simbol kebersamaan, simbol sosial, simbol keberagaman, dan simbol persatuan dan kesatuan (Suryawati, 2. Masjid yang dipahami oleh masyarakat umum merupakan tempat untuk beribadah, baik rukuk sujud, maupun iAotikaf, padahal sejak zaman Nabi Muhammad SAW masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah namun juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, pusat perekonomian, pusat militer, pusat perdamaian, pusat kesehatan, dan bahkan sebagai pusat perdagangan dengan memanfaatkan luasnya halaman yang dimiliki masjid (Khairuni & Widyanto, 2. Jadi ketika menelisik jauh ke belakang, maka semua aktivitas yang telah dipaparkan di atas sebenarnya, semua bermuara dari masjid (Mubarok, 2. Karenanya, dibutuhkan perawatan, pemeliharaan, dan pembersihan masjid sebagai upaya untuk membuat masyarakat senang berada di masjid, semangat untuk berlamalamaan di masjid, sehingga akan terjalin komunikasi yang baik antar warga yang akan mengantarkan masjid sebagai pemersatu masyarakat. Kebersihan merupakan salah satu yang harus terus diupayakan oleh manusia untuk menjaga lingkungan sekitar mereka dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sehat dan aman. Islam sendiri mengakomodir manusia untuk dapat saling tolong menolong, saling bekerjasama, dan melakukan interaksi sosial tanpa memandang ras, suku, budaya, warna kulit, dan bahkan agama (Mubarok & Bakri, 2. Agama tidak melarang pemeluknya untuk bekerjasama selama tidak mencampuri dan mengikuti ritual agama lain. Kebersamaan juga dapat diartikan sebagai toleransi beragama dalam pengertian yang lebih Hal tersebut dapat dijumpai dari bagaimana sikap saling menghargai antar umat Kenyataannya, manusia tidak bisa hidup sendiri, karenanya ia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya (Khasinah, 2. Kini, kesadaran masyarakat untuk memupuk kebersamaan untuk melakukan gotong royong sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari keadaan lingkungan yang mulai tidak terjaga kebersihannya (Siwalette, 2. Sedangkan kebersihan lingkungan hanya dapat diciptakan oleh masyarakat itu sendiri. Bantuan dana dalam jumlah besar serta programprogram tidak dapat menghasilkan perubahan tanpa keikutsertaan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar. Kebersihan lingkungan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam, salah satunya adalah bergotong royong. Gotong royong adalah bekerja bersamasama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil (Fahriani, 2. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan melakukan gotong royong, antara lain dengan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tentu masyarakat akan terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti wabah diare. Apalagi, gotong royong juga dapat menciptakan semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan yang merupakan sikap dan karakter bangsa Indonesia (Zulkarnain, 2. Suatu kegiatan tidak akan memperoleh hasil yang maksimal dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat apabila dikerjakan secara individu. Oleh karena itu, gotong royong sangat diperlukan untuk memperoleh keduanya. Kegiatan Keagamaan di Masjid bukan hanya kegiatan sholat lima waktu dan kajian kitab saja saja akan tetapi kegiatan sosial masyarakat perlu ditumbuh kembangkan dalam menyatukan umat, dimana melalui kegiatan sosial bisa menbangun interakasi sosial satu sama lain, sesama warga lingkungan yang dulunya belum kenal dengan adanya kegiatan sosial kerja bakti akan membangun ukhuwah basyariyah. ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah. Maksud dari konsep ukhuwah yang ketiga ini adalah sebuah prinsip Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 yang dilandasi bahwa sesama manusia adalah bersaudara karena berasal dari ayah dan ibu yang satu, yakni Adam dan Hawa (MaAoruf, 2. Disisi lain pendapat Sittah Shofiana Fahriani bahwa alasan siswa yang kurang peduli dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada siswa yakni karena faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Upaya guru dalam menumbuhkan perilaku gotong royong pada siswa di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dengan cara guru melakukan pendekatan secara langsung yakni dengan memberikan tugas secara berkelompok pada proses pembelajaran berlangsung serta arahan terhadap siswa (Fahriani, 2. Fenomena yang ada di kota sangatta Masjid Al-Abror Jalan Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur, banyak pekerja tambang yang over sip sehingga titik temu masyarakat sangat minim sekali, bahkan ke masjid hanya sholat saja. Ketika selesai sholat yang langsung berangkat kerja, maka dengan kegiatan bakti sosial berupa kerja bakti akan lebih mempererat sesama warga lingkungan yang ada. Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di wilayah Kota Sangatta kabupaten Kutai Timur. Provinsi Kalimantan Timur dalam bentuk Bakti sosial yaitu kerja bakti. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode penelitian Participatory Action Research (Lawson. Caringi. Pyles. Jurkowski, & Bozlak, 2. Participatory Action Research yang biasa disingkat PAR merupakan kegiatan riset pengabdian dimana penulis terlibat secara langsung secara partisipatif sebagai pembimbing di lokasi pengabdian (Syaribanun, 2. Diantara tiga pilar yang dimiliki oleh PAR antara lain: . metodologi riset, . dimensi aksi, . dimensi partisipasi (Soedjiwo, 2. Ketiga pilar PAR tersebut kemudian menjadi pijakan penulis dalam pengabdian ini dengan memberikan materi sebagai perwujudan metodologi, pelatihan sebagai dimensi aksinya, dan pembimbingan sebagai dimensi partisipasinya. Dalam pengabdian ini dilakukan secara partisipatif dalam bentuk pendampingan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan terlebih dahulu membuat perencanaan yang matang baik dari segi Perencanaan melalui rapat pembentukan panitia Tim Aksi Ikapakarti dengan masyarakat sekitar kemudian persiapan dengan dengan kerjasama dengan para pengurus dan masyarakat. Setelah melakukan pendampingan dan diskusi tentang persiapan selanjutnya Panitia Tim aksi Ika Pakarti mempersiapkan peralatan bersih bersih seperti : sapu. Alat Pel, pembersih lantai, cangkul dan semua itu disiapkan oleh panitia dan peserta Tim Aksi Ikapakarti. Pengabdian dalam bentuk pendampingan ini dilaksanakan setiap bulan sekali selama enam bulan yaitu setiap bulan minggu pertama. Sebelum melaksanakan pengabdian, penulis melakukan komunikasi awal dengan mengantarkan surat izin kepada Pengurus DPD Ikapakarti Kutai Timur Setelah surat izin diterima, sebelum penulis melakukan pengabdian kemudian penulis beserta pihak prodi melakukan silaturrahmi lanjutan guna melakukan MoU kerjasama antara Prodi PAI STAI Sangatta dengan Ika Pakarti Kutai Timur Hasil dan Pembahasan Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bersih-bersih masjid ini dilakukan di kota sangatta Kab. Kutai Timur, dimana masjid Al-Abror, dengan adanya kegiatan bakti sosial banyak sekali antusiasme warga lingkungan masjid ikut serta dalam gotong-royong, dengan adanya kegiatan ini maka dari pihak Tim Aksi Ikapakarti yang dinahkodai Bapak Ahmad Subadi langsung membentuk panitia, dalam pembentukan ini yang perlu di titik tekankan adalah Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan Tim Aksi Bakti Sosial Membersihkan Masjid Perencanaan dalam pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan sebuah keputusan yang ditempatkan di awal proses suatu aktivitas dalam proses pembelajaran (Ichsan, 2. Berkaitan dengan hal tersebut maka sering didengar istilah rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Rencana juga dapat memberikan petunjuk untuk dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan supaya efektif dan efisien (Mubarok, 2. Sementara bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh siswa sekolah adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong,rasa MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 saling peduli siswa kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan uluran tangan mereka (Putri. Sawala, & Adawiyah, 2. Kegiatan perayaan hari hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah, dan kegiatan belajar mengajar Alquran sering dilaksanakan di masjid (Rifai, 2. Bahkan dalam sejarah Islam menyebutkan masjid sebagai tempat aktivitas sosial bahkan kemiliteran. Sebutan lain yang ada di Indonesia terkait masjid adalah mushola, langgar, ataupun surau. Masjid yang kotor selain dapat mendatangkan najis juga akan membuat jamaah di dalamnya akan merasa terganggu ditengah aktivitas ibadah mereka. Jika didiamkan berlama-lama maka jamaah pun tidak mau kembali beribadah di masjid tersebut. Maka kebersihan di masjid memang merupakan hal yang wajib diperhatikan. Tidak bisa dipungkiri sebuah kegiatan bisa sukses tanpa adanya rapat persiapan yang matang, maka dari itu demi suksesnya kegiatan tim aksi ini, maka bapak Ahmad Subadi selaku koordinator bidang sosial di Ikatan Paguyuban Tanah Jawi membentuk kepanitian, dan kepanitian ini berjumlah 25 orang, dalam pembentukan kepanitian tim aksi ini di rumahnya bapak ketua DPD Ika Pakarti Kabupaten Kutai Timur, setelah terbentuk kepanitian kemudian panitia membagi tugas dan bergerak, mulai mempersiapkan Mesin potong rumput guna untuk membersihkan pekarangan atau tanah yang kosong di area masjid, ada tim lagi mempersiapkan sapu guna untuk menyapu halaman masjid, alat pel, kanebo untuk membersihkan dinding dan pintu masjid yang Gambar : Persiapan Tim Aksi Ika Pakarti Pelaksanaan Tim Aksi Bakti Sosial Membersihkan Masjid Pelaksanaan pembersihan masjid memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan mengingat lokasi masjid yang sangat luas mulai dari bangunan sampai pada halaman masjid. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk dapat membersihkannya secara total. Selain membutuhkan tenaga ekstra, tentu membutuhkan bantuan masyarakat sekitar sebagai bentuk kerjasama, gotong royong dan tolong menolong. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memelihara kebersihan masjid, agar masjid tetap terjaga kebersihannya: . Teratur membersihkan lantai masjid menggunakan sapu dan cairan pel maupun cairan disinfektan (Rahim. Isbintara. Adi, & Gunanto, 2. Menjaga kebersihan karpet masjid dengan menggunakan alat penyedot debu maupun peralatan lainnya (Febriansyah. Pasha, & Fikri, 2. Menata kembali mukena, sarung, sajadah, maupun alquran setelah digunakan yang telah disediakan masjid (Yussoff & Shaharuddin, 2. Menjaga kebersihan tempat wudhu maupun toilet (Ferdiyansyah. Qisti, & Sihombing, 2. Bersihkan pula debu di atas rak rak, maupun di langit langit masjid menggunakan kemoceng ataupun alat lainnya (Hidayat. Danuri, & Purwanto, 2. Berbagai macam cara yang telah dipaparkan di atas dapat digunakan baik semua maupun salah satu cara tersebut agar masjid tetap dalam kondisi bersih(Yasin. Dalam aktivitas harian bisa digunakan salah satu diantara sekian banyak cara yang telah dipaparkan namun membutuhkan kesabaran dan kontinuitas. Dalam pelaksanaannya tim aksi Ikapakarti bergerak dan saling koordinasi untuk kegiatan bakti sosial. Kegiatan tersebut dilakukan di Masjid Al-Abror Jalan Kenyamukan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, pelaksanaan team aksi dilakukan gotong-royong pada hari Minggu jam 08 sampai dengan 11. 00 Wita tanggal 5 Februari Tahun 2023, dimana team aksi gotong-royong ini ada yang membawa cangkul, sapu alat pel, mesin Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 potong rumput, tim aksi dibagi beberapa bagian dari bapak usman bagian perlengkapan, bapak Nahroji bagian lapangan atau halaman Masjid, bapak Zainul sebagai penaggung jawab pekarangan, bapak kumis bagian dalam masjid, ini dibagi merupakan menjaga kesucian masjid, sehingga Ketika sholat dhuhur dimulai tidak mengganggu. Dengan lingkungan yang nyaman melakukan ibadah pun akan terasa lebih bernilai dan khusyu'. Masjid merupakan rumah Allah SWT di dunia. Masjid digunakan umat Islam sebagai tempat beribadah kepada-Nya. Namun, selain sebagai tempat beribadah masjid juga merupakan pusat kegiatan komunitas muslim. Hal ini sesuai dengan pendapat Muhammad Amal Darmawan dan Muh. Yusuf. Dalam jurnal Selami IPS adalah . proses pelaksanaan gotong-royong di Desa Wumbuburo itu dimulai dengan Kepala Desa Wumbuburo memberitahu informasi kepada kaur-kaur Desa lewat lisan maupun surat bahwa akan adanya pertemuan antara pemerintah desa dengan masyarakat di Tribun maupun di masjid untuk membahas tentang program atau kegiatan gotong-royong yang akan dilakukan, dan gotong royong itu ada yang datang dari inisiatif Masyarakat Desa Wumbuburo, seperti: . sumbangan materil dan . sumbangan moril dan ada yang berdasarkan inisiatif pemerintah Desa Wumbuburo seperti gotong royong pada bidang: . penanganan musibah, . pesta atau hajatan, . rumah tangga, . kepentingan umum. Nilai gotong-royong yang terkandung pada gotongroyong di Desa Wumbuburo yaitu: . kebersamaan, . ekonomi, . pergeseran pelaksanaan gotong-royong di Desa Wumbuburo, . pergeseran di bidang pertanian, . pergeseran di bidang pesta/hajatan, . pergeseran di bidang kepentingan umum akibat masyarakat sekarang yang memandang segala sesuatunya dengan uang, hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Desa, menjadi masyarakat yang individualis dan materialistik. Gambar : Pelaksanaan Kegiatan Bakti Sosial Kerja Bakti Evaluasi Tim Aksi Bakti Sosial Membersihkan Masjid Suksesnya kegiatan team aksi tentu ada titik kekurangan dalam kegiatan, maka setelah selesai kegiatan diadakan rapat evaluasi, apa kekurangan dari team aksi ini, akan dibenahi pada kegiatan berikutnya. Dalam proses evaluasi yang dilakukan tentu, ada yang dapat menghindari kekurangan ataupun kelemahan. Kita juga tidak dapat mengingkari kelebihan atau kekuatan sesuatu. Begitupun juga kegiatan Bakti Sosial Kerja bakti Bersih-bersih Masjid Al-Abror yang telah terlaksana ini, ada kekurangan yang menjadi kelemahan dan menghambat acara ini, namun hal-hal tersebut juga menciptakan kelebihan yang menjadi kekuatan dan melancarkan kegiatan ini. Gambar Rapat Evaluasi Team Aksi Ikapakarti MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Kesimpulan Kegiatan pengabdian yang di lakukan di Masjid Al-Abror ini merupakan kegiatan yang baru dilakukan mengingat sebelumnya belum pernah dilakukan. Hasil pengabdian ini memberikan manfaat langsung bagi pengurus masjid, pemuda, dan masyarakat sebagai jamaAoah masjid Al-Abror. Masjid menjadi bersih, tertata, dan rapi baik di dalam masjid AlAbror maupun di bagian halaman masjid. Selanjutnya aktivitas kebersamaan dalam gotong royong dan saling tolong menolong masyarakat jamaAoah masjid Al-Abror semakin intens dan terjalin dengan baik. Aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pembersihan rumah ibadah bersama Pengurus Paguyuban Ika Pakarti Kutai Timur sebagai muara dari aktivitas-aktivitas sosial lain berikutnya di Masjid Al-Abror, sehingga Masjid AlAbror tidak hanya sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah namun dapat menjadi pusat ilmu pengetahuna, sebagai pusat perekonomian, pusat dakwah, pusat kegiatan sosial, pusat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniah,dan ukhuwah basyariah. Rekomendasi bagi pengabdian selanjutnya adalah: Kutai timur memiliki begitu banyak rumah-rumah ibadah, dan tidak semua rumah ibadah mempunyai kemampuan operasional untuk melakukan pembersihan dan perbaikan secara rutin. Sehingga diperlukan pengabdian-pengabdian selanjutnya dengan aktivitas yang serupa pada rumahrumah ibadah yang lain. Ucapan Terimakasih Terimakasih yang tak terhingga diberikan kepada Ketua STAI Sangatta dan pejabat struktural yang mendampingi ketua berikut dengan Ketua Jurusan dan sekretaris Jurusan Tarbiyah serta Kaprodi PAI atas kesempatan, dan dukungan yang diberikan untuk melakukan pengabdian ini. Ucapan terimakasih yang tak terhingga berikutnya diucapkan kepada Ketua dan segenap pengurus DPD Ika Pakarti Kutai Timur yang telah bersedia berkolaborasi dan ikut terjun langsung untuk melakukan pengabdian berupa pembersihan rumah ibadah dalam hal ini masjid Al-Abror. Terakhir, terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada segenap pengurus dan jamaAoah masjid Al-Abror sangatta yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Referensi