JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN MENTAL ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI MASA PANDEMI Galih Hanafi 1*. Ansori2 Pendidikan Masyarakat. IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia hanafigalih41@gmail. Received: October, 2021. Accepted: January, 2024 Abstract Building mental resilience is a long-term investment that provides the younger generation with noble character and a positive personality, as well as the ability to survive in any situation, including drug Adolescent abuse requires effort, collaboration, and the involvement of multiple parties, most notably parents. The purpose of this study is to shed light on how parents educate children about the dangers of drugs in order to build their mental resilience. The method of research is descriptive Five parents were used as research subjects in Saguling Village. West Bandung Regency. Interviewing, observation, and documentation were used to collect data for this study. The obtained data or information is then analyzed by reducing it, presenting it, and arriving at a conclusion. The study's findings indicate that bolstering parents' roles is critical in shaping children's mental resilience and personality, ensuring that children do not fall victim to drug abuse easily. Keywords: Mental Resilience. Drug Abuse. The Role of Parents Abstrak Membangun ketahanan mental adalah sebuah penanaman modal untuk masa depan, membekali generasi muda dengan budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang baik serta memiliki kemampuan untuk bertahan dalam keadaan apa pun termasuk penyalahgunaan narkoba. Penyelesaian penyalahgunaan yang ada pada remaja dibutuhkan kerja keras, kerjasama dan, peran dari berbagai pihak terutama orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja yang dilakukan orang tua dalam membentuk ketahanan mental anak untuk mengantisipasi bahaya narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Saguling. Kabupaten Bandung Barat dengan lima orang tua sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data atau informasi yang diperoleh kemudian di analisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan sampai pada penarikan Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan peran orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk ketahanan mental dan kepribadian anak sehingga anak tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci: Ketahanan Mental. Penyalahgunaan Narkoba. Peran Orang Tua How to Cite: Hanafi. , & Ansori. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 1-8 PENDAHULUAN Di tengah pandemi Corona, perhatian bangsa ini tak terlepas dari virus Corona (Covid-. mulai dari orang tua, remaja maupun anak-anak. Mereka memikirkan bagaimana caranya bertahan di tengah pandemic Corona ini. Namun ada satu hal penting yang orang tua tak boleh lupakan yaitu bahaya penyalahgunaan narkoba yang bisa saja membuat anak tertarik mencoba. 2 Hanafi & Ansori. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi Karena perdagangan narkoba tidak akan berhenti setiap harinya, dan tentunya banyak tersebar luas agen-agen penjual narkoba yang berusaha menarik remaja untuk mencobanya. Pada saat ini masalah penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah yang sangat serius. Faktanya adalah bahwa anak-anak di usia awal antara 9 sampai 12 tahun saja sudah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan narkoba serta bermacam-macam zat atau obat. Narkoba itu sendiri merupakan singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Dalam istilah lain yang diterangkan oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia yaitu napza yang merupakan singkatan dari Narkotika. Psikotropika, dan zat adiktif. Dari kedua istilah ini baik "narkoba" ataupun "napza" semua mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi pengunanya. Penyalahgunaan Narkoba berarti memakai Narkoba di luar indikasi medis, tanpa petunjuk ataupun resep dokter, pemakaian sendiri secara relatif teratur sekurang-kurangnya selama satu bulan. Penyalahgunaan narkoba merupakan pemakaian obat-obatan atau zat-zat yang berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan atau penelitian. Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh serta mental emosional para pemakainya. Jika sering dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di masyarakat. Pada umumnya seorang individu menjadi penyalahguna narkoba adalah dikarenakan masalahmasalah hidup yang berdampak pada timbulnya tekanantekanan batin, sehingga memilih untuk mencari jalan keluar singkat dari yang dialaminya tersebut, dan berujung pada penyimpangan perilaku dan salah satunya adalah penyalahgunaan Narkoba. Adapun faktorfaktor penyebab penyimpangan perilaku dapat diklasifikasi dalam dua kategori yaitu, kondisi biologis serta kondisi psikologis. Faktor biologis yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba biasanya dari faktor hereditas, kerusakan otak, diet atau kekurangan nutrisi. Sedangkan pada faktor psikologis biasanya dari tekanan-tekanan social, stress, tidak berpikir rasional, rasa keingintahuan dan induksi dari kelompok teman penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia lama-lama semakin meluas, bahkan di kalangan anak usia sekolah, sehingga bila tidak segera di atasi maka dapat menjadi salah satu ancaman bagi kesejahteraan generasi yang akan datang, karena generasi muda merupakan penerus bangsa juga merupakan sumber daya manusia bagi pembangunan negara. Kecenderungan anak menyalahgunakan narkoba tidak lepas dari peran dan tanggung jawab orang tua dalam membimbing anak-anaknya. Sekalipun lingkungan seperti masyarakat, sekolah dan teman sebaya mempunyai pengaruh yang besar bagi anak, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dalam membimbing anaknya, maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Maka oleh karena itu peran orang tua sangat penting untuk membangun ketahanan mental anak melalui pendidikan dan bimbingan. Anak merupakan cermin keluarga/orang tua. Menurut Nurhasnawati (Sudalmi, 2. ungkapan tersebut yang sering kita dengar sebagai suatu pengakuan bahwa orang tua memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk kepribadian anak. Selanjutnya Abdul G. Nusantara (Sudalmi, 2. mengungkapkan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak sangat terlihat jelas pada keluarga. Salamahazhar (Sudalmi, 2. menjelaskan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggungjawab sekolah. Bimbingan dapat dilakukan bentuk bimbingan secara umum, maupun bimbingan dengan nilainilai Agama. Bimbingan umum biasanya berada dalam pendidikan masyarakat atau luar sekolah yang dapat mempengaruhi pikiran serta ketahanan mental bagi remaja. Jika Volume 7. No. Januari 2024 pp 1-8 pendidikan masyarakat cukup baik dalam mensosialisasikan tentang narkoba serta bahayanya kemungkinan besar remaja akan menjauhi dari sikap penyimpangan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti apa saja yang dilakukan orang tua untuk membentuk ketahanan mental agar anak tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba melalui artike yang berjudul Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Mencegah Penyalahgunaan Narkoba. LANDASAN TEORI Peran Orang Tua Terhadap Anak Orang tua merupakan komponen keluarga yang di dalamnya terdiri dari ayah dan ibu, yang merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan sah dan dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab mendidik, mengasuh, membimbing, memelihara serta melindungi anak (Hadi, 2. Adapun beberapa peranan yang dapat dilakukan orang tua terhadap anaknya, sebagai berikut : Peran Sebagai Pendorong Peran Sebagai Panutan Peran Sebagai Pengawas Peran Sebagai Teman Peran Sebagai Penasehat Peran Sebagai Komunikator Peran Kasih Keluarga Peran Penanaman Percaya Diri Peran Konsep Diri Peran Bimbingan Agama Lestari . menyatakan bahwa peran orag tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua yang berkaitan dengan pandangan mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam mengasuh anak. Ketahanan Mental Anak Ketahanan mental adalah kondisi kejiwaan yang bersifat dinamis yang mengandung kesanggupan untuk mengembangkan kemampuan dalam keadaan bagaimanapun juga, baik menghadapi gangguan dan ancaman dari luar keadaan dirinya sendiri (Setyobroto. Ketahanan mental seorang anak terus menerus mengalami perubahan ketika dalam masa perkembangan, yang mana perubahan-perubahan tersebut sangat dipengaruhi pengalaman atau proses belajar semasa hidupnya. Ketahanan mental anak mulai labil ketika mereka beranjak ke masa remaja. Masa remaja merupakan suatu masa perkembangan yang dinamis dalam kehidupan Individu. Menurut Shaw dan Costanzo remaja juga mengalami perkembangan pesat dalam aspek intelektual/kognitif (Ali, 2. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan menangani berbagai masalah abstrak dan simbolik, seperti bicara, bermain, berhitung atau membaca Sedangkan tumbuh kembang emosional berkaitan dengan kemampuan membentuk ikatan batin, kasih sayang,mengelola rangsang dari luar serta kemampuan menangani kegelisahan akibat suatu kegagalan (Ali, 2. Proses ketahanan mental remaja terjadi pada empat lingkungan utama, yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan teman sebaya, serta lingkungan masyarakat. Media masa turut berperan dalam perkembangan jiwa remaja. Kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi memberikan keuntungan sekaligus kerugian. Bagi remaja media massa 4 Hanafi & Ansori. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi dimanfaatkan sebagai pengisi waktu luang untuk lebih banyak meresap nilai kehidupan yang tidak sesuai dengan kehidupan yang ada, dan dikhawatirkan mempengaruhi perilaku dan gaya hidup remaja (Santrock, 2. Narkoba Pengertian Narkoba Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya. Dalam istilah lain yang diterangkan oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika. Psikotropika, dan zat adiktif. Dari keduaistilah ini baik "narkoba" "napza" semua mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi pengunanya. Sedangkan menurut ndang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pengertian narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman , baik sintetis ataupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penururnan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi bahkan sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan Yang dimaksud dengan penyalahgunaan Narkoba, yaitu memakai Narkoba di luar indikasi medik, tanpa petunjuk atau resep dokter, pemakaian sendiri secara relatif teratur atau berkala sekurang-kurangnya selama satu bulan. Penyalahgunaan narkoba merupakan pemakaian obat-obatan atau zat-zat yang berbahaya dengan tujuan bukan pengobatan dan Ada banyak faktor yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba khususnya pada anak remaja seperti yang diungkapkan oleh Sembiring, dkk . bahwa salah satu faktor yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba pada remaja dan anak-anak yaitu faktor keluarga, dimana orang tua seharusnya memberikan motivasi dan memberikan perhatian terhadap sang anak tetapi tidak semua orang tua demikian. Penyalahgunaan narkoba sangat berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan Purnomowardani dan Koentjoro . yang menemukan bahwa penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan tindak kriminal. Korban penyalahgunaan narkoba yang sampai ke taraf ketergantungan akan membutuhkan uang yang cukup banyak untuk membiayai kebiasaannya, sehingga mereka sering bekerja pada lokasi-lokasi rawan, seperti penyeludupan, perampokan, pencurian, mucikari, pelacuran, dan perjudia METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu yang berhubungan dengan katagori, karakteristik, berupa pertanyaan atau kata-kata. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Saguling, tepatnya di Jalan PLTA Saguling. Kabupaten Bandung Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Saguling. Adapun sampel yang ditentukan dalam penelitian ini yaitu Ayah / Ibu memiliki anak remaja usia 15-18 tahun dan tinggal serumah. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan Wawancara ini dilakukan secara terstruktur, yaitu peneliti sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan pada subjek penelitian, untuk mempermudahkan peneliti ketika sedang mewawancarai narasumber secara tatap muka. Wawancara bertujuan mengumpulkan keterangan tentang informasi kehidupan keluarga anak pecandu narkoba khususnya bagaimana peran orang tua dalam upaya penanggulangan anak yang menjadi pecandu narkoba. Observasi adalah metode pengumpulaa data dengan pengamatan pada subjek dan objek penelitian. Peneliti sudah melaksanakan observasi langsung ke lapangan. Kegiatan ini sudah dilakukan berbulan-bulan dengan tujuan untuk melihat langsung kondisi lokasi, dan Volume 7. No. Januari 2024 pp 1-8 mengetahui keadaan objek yang akan diteliti. Dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan bahan-bahan dalam bentuk dokumen catatan yang relavan dengan judul penelitian. Data atau informasi yang diperoleh dari hasil penelitian akan di analisis secara kontinyu setelah dibuat catatan lapangan. Dalam hal ini peneliti menggunakan Model Miles dan Huberman (Gunawan, 2. , yaitu: Reduksi Data, merupakan suatu proses analisis untuk memilih, memusatkan perhatian, menyederhanakan, mengabstraksikan serta mentransformasikan data yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Penyajian Data, yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penarikan kesimpulan yaitu mencari benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola penjelasan atau konfigurasi yang merupakan kesimpulan akhir dari hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil wawancara dari lima orang tua, terdapat satu orang tua yang anaknya pernah memasuki lingkungan para pecandu narkoba bahkan anaknya pernah menjadi pemakai Penyebab paling mendasar seorang anak menjadi pecandu narkoba seperti pada hasil penelitian ini karena adanya disfungsi dari keluarga itu sendiri akibat kesibukan maupun tingkat kesadaran dan kepedulian dari keluarga anak pecandu narkoba terkait. Ada beberapa peran orang tua yang dilakukan untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba di tengah wabah pandemi covid-19 adalah sebagai berikut : Orang tua sebagai pelindung Orang tua melarang anaknya untuk bergaul dengan lingkungan remaja yang sudah terkena narkoba dengan alasan karena fase anak remaja ini merupakan fase dimana anak memilki rasa ingin tahu yang besar dan labil sehingga bila masuk atau bergaul dengan anak-anak yang sudah mengenal narkoba dan mendapat ajakan untuk mencoba, bukan hal yang tidak mungkin anak ikut terjerumus ke lingkaran hitam dan menakutkan ini. Orang tua sebagai pemantau Orang tua memantau pergaulan anak dikalangan remaja dengan alasan pergaulan anak zaman sekarang banyak hal negatifnya. Hal tersebut membuat orang tua memberikan arahan kepada anak jangan sampai bergaul dengan pergaulan tersebut agar tidak terjerumus bersama orangorang yang memakai narkoba. Orang tua sebagai pendidik Memberitahu informasi kepada anak mengenai apa itu narkoba beserta dampak negatifnya. Orang tua memberi informasi tersebut agar anak mengetahui bahanya narkoba ketika mereka salah gunakan. Sehingga setelah tau narkoba beserta efek samping dari penyalahgunaannya itu setidaknya membuat anak berpikir bijak untuk menjauhi hal-hal yang bersangkutan dengan . Orang tua sebagai teman Orang tua memberikan lebih banyak waktu bersama anak. Orang tua harus membuat nyaman anak mereka seperti teman sehingga dapat menjadi tempat bercerita, baik tentang keseharian anak tersebut dan selalu menghibur dikala dia sedih. Dengan hadirnya seorang teman memang membuat anak merasa bahagia walaupun masalah-masalah yang timbul tersebut begitu besar 6 Hanafi & Ansori. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi sehingga seorang orang tua yang berperan sebagai teman dapat mencegah timbulnya kenakalan - kenakalan remaja dan anak dari mengguna narkoba. Orang tua sebagai pendorong Anak yang telah terjerumus menggunakan narkoba masih dapat diselamatkan dengan cara Orang tua berperan memberikan dorongan terus-menerus kepada anaknya agar kembali ke jalan yang benar, namun tidak boleh dengan kekerasan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba di tengah wabah pandemi covid-19 ini, salah satunya mengikuti sosialiasi mengenai dampak penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil wawancara terhadap orang tua, hanya ada satu dari lima orang tua yang pernah mengikuti sosialisasi penyalahgunaan narkoba yang diselenggarakan oleh BNN. Selain itu, peran yang paling penting dan utama yaitu memberikan perhatian kepada anak. Perhatian orang tua terhadap anak itu sangat penting dalam membentuk karakter serta membangun mental anak. Bentuk perhatian dari orang tua terhadap anak itu bermacam-macam yaitu memberi bimbingan kepada anak dalam menentukan pilihan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Pemberian motivasi terhadap anak sehingga mendapat dorongan dalam setiap melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. Pengawasan orang tua, pengawasan disini bukan berarti orang tua mengekang anaknya dalam melakukan sesuatu namun mengamati dan menjaga anak agar mempunyai karakter yang baik serta tidak terjerumus kedalam perilaku yang menyimpang. Bentuk lain dari perhatian orang tua kepada anak juga yaitu memberi nasihat atau saran dalam memecahkan masalah, dengan dasar pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Mengikuti pengajian ini tentunya akan memberikan manfaat bagi anak. Pengajian ini mengajarkan hal-hal baik terutama memberitahu makanan yang haram dimakan serta dilarang oleh Allah, dengan begitu anak akan lebih kuat iman serta mentalnya agar terjauh dari hal-hal yang menyimpang. Peran orang tua untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba di tengah wabah pandemic covid-19 ini pun terdapat beberapa factor penghambatnya. Permasalahan mengenai penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja disebabkan kurangnya peran orang tua pada anak. Banyak sekali orang tua diluar sana sibuk bekerja seharian penuh sehingga anak tidak mendapatkan peran dari orang tua. Orang tua berpikir bekerja mencari uang itu agar dapat membahagiakan anaknya, namun hal tersebut salah. Berdasarkan hasil observasi, ada beberapa orang tua yang mengalami kesulitan saat melarang anak bergaul dengan lingkungan yang sudah terpengaruh dengan narkoba karena ketika anak memiliki teman yang nyaman, mereka tidak dapat menjauhinya begitu saja meskipun dalam lingkungan pertemanan tersebut terdapat perilaku menyimpang. Anak merasa baik-baik saja meskipun lingkungan pertemanannya seperti itu dan akan berpikir asalkan dirinya tidak mengikuti temannya seperti itu. Sehingga orang tua akan mengalami kesulitan saat melarang anak bergaul dengan lingkungan temannya, yang ada hanya akan menimbulkan perdebatan antara orang tua dengan anak yang mengakibatkan mental anak menurun karena berpikir orang tuanya tida mengerti akan dirinya. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara didapat bahwa ketika orang tua memberi nasehat, respon anak melawan, bersikap acuh dan langsung pergi seakan-akan mereka tidak memerdulikan nasehat dari orang tua, hal tersebut membuat orang tua mengalami Kondisi seperti itu sering terjadi pada anak yang memasuki masa remaja tetapi tidak semua anak akan seperti itu ketika dinasehati. Semuanya tergantung pada orang tua bagaimana cara menasehati yang benar agar anak kita mau mendengarkannya, jika menasehati dengan nada emosional tentu anak pun tidak mau mendengarkannya. Volume 7. No. Januari 2024 pp 1-8 Pembahasan Peran Orang Tua untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba di tengah wabah pandemi covid-19 ini sangat penting sekali bagi anak, apalagi anak lebih banyak diam di rumah sehingga sebisa mungkin orang tua harus memberikan perannya semaksimal Keluarga memiliki tanggung jawab yang penting dalam membangun ketahanan mental pada anak sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, suatu kehidupan keluarga inti yang terdiri dari ayah dan ibu merupakan pusat paling awal dan sangat menentukan dalam proses pembinaan, pendidikan, dan pembentukan kepribadian anak. Sebagaimana pendapat Bunsaman & Krisnani . bahwa orang tua merupakan lingkungan yang paling utama bagi Peran orang tua dalam menguatkan mental dan psikologis remaja dapat menjadi benteng untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua memiliki peran penting dan strategi dalam menentukan kearah mana dan kepribadian anak yang bagaimana yang akan dibina. Membangun ketahanan mental adalah sebuah penanaman modal untuk masa depan, membekali generasi muda dengan budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang baik. Keluarga adalah ladang yang terbaik dalam pemberian nilainilai agama pada anak dalam membina kepribadian mandiri pada anak. Keluarga merupakan lingkungan tempat anak memperoleh tempat tinggal, kasih sayang, bergaul, berkembang, berproses kearah yang lebih baik. Menurut Hadi . keluarga memiliki tugas dan peran masing-masing dalam menjalankan kehidupan, seperti orang tua yang berkewajiban dan bertanggungjawab untuk mengasuh, mendidik, memelihara dan melindungi anak. Hasil temuan menunjukan orang tua cukup berperan aktif untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba di tengah wabah pandemic covid-19 yaitu orang tua berperan sebagai pelindung, pemantau, pendidik, teman, dan pendorong. Christiani . menyebutkan bahwa peran pengasuhan yang dilakukan orang tua merupakan pendorong perkembagan sosial, emosional, dan intelektual dari anggota keluarga. Jadi apabila orang tua melakukan peran pengasuhannya dengan baik maka akan yang berpengaruh untuk membentuk mental yang Lebih lanjut menurut Setyobroto . seseorang dengan etahanan mental memiliki kemampuan untuk bertahan dan menghadapi segala kondisi, baik mengadapi gangguan dan ancaman dari luar keadaan dirinya sendiri. Selanjutnya ada beberapa upaya yang dilakukan untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba yaitu mengikuti sosialisasi mengenai penyalahgunaan narkoba, memberikan perhatian terhadap anak seperti membimbing anak, pemberian motivasi, pengawasan orang tua, memberikan nasihat atau saran, dan menjadi tauladan yang baik untuk Selain itu mengikuti pengajian juga menjadi salah satu upaya untuk membangun ketahanan mental anak. Dengan mengikuti pengajian, anak pun akan mengenal lebih dalam mengenai agama, hal yang dilarang oleh Tuhan juga dapat membangun iman atapun mental anak agar terhindar dari perilaku menyimpang seperti narkoba. ada dengan pendapat Agoes Dariyo (Reza, 2. bahwa salah satu cara yang paling efektif dalam menanggulangi seorang remaja agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba melalui penguatan iman . Oleh karena itu, orang tua perlu membimbing, membina, dan mengarahkan kehidupan agama seorang anak sejak usia dini, sebelum terjerumus dalam penyalah gunaan narkoba. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan adanya kendala orang tua untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghindari narkoba yaitu mengalami kesulitan saat melarang anak bergaul dengan lingkungan teman yang sudah terpengaruh dengan narkoba, hal tersebut harus dilakukan secara bertahap karena anak tidak bisa langsung menjauh dengan temannya. 8 Hanafi & Ansori. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masa Pandemi Apalagi jika orang tuanya sibuk tidak berada dirumah itu malah akan membuat anak merasa kesepian dan kemungkinan besar anak akan mengalami depresi juga mencoba narkoba untuk menghibur dirinya. KESIMPULAN Orang tua merupakan lingkungan yang paling utama bagi anak. Oleh karena itu, peran orang tua sangat sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan mental anak agar tidak mereka tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Peran orang tua di Desa Saguling cukup baik dalam membentuk ketahanan mental anak. Para orang tua berperan sebagai pelindung, pemantau, pendidik, teman, dan pendorong. Selanjtunya, ada beberapa upaya yang dilakukan orang tua untuk pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba yaitu dengan mengikuti sosialisasi, memberikan perhatian, menjadi tauladan yang baik, serta memberikan bimbingan agama. Penyelesaian penyalahgunaan yang ada pada remaja dibutuhkan kerja keras, kerjasama dan, peran dari berbagai pihak terutama orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus meningkatkan perannya dalam keluarga dan memantau aktivitas anak mereka agar masalah penyalahgunaan narkoba tidak sampai mempengaruhi anak. Selain itu, orang tua harus lebih meningkatkan komunikasi, baik dengan anak, sekolah, dan lingkungan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA