Jurnal BIOSAINSTEK Sopurt by : e-ISSN : 2685-676X. Vol. 7 No. http://w. id/index. php/BIOSAINSTEK DOI: https://doi. org/10. 52046/biosainstek. Factors Related with the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever at Tobelo Regional General Hospital (Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Tobel. Olivia Asih Blandina 1nC dan Julian Debora Talasi 1 Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan . Universitas Hein Namotemo. Tobelo. Indonesia. Koresponden : olivia. asih@gmail. Info Artikel : E Artikel Penelitian *Diterima : 14 April 2025 A Artikel Pengabdian *Disetujui : 1 Juli 2025 A Riview Artikel *Publikasi On-Line : 7 Juli 2025 Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by infection with the Dengue virus. DHF is an acute disease with clinical manifestations of bleeding that causes shock that leads to death. DHF can attack any age group, from children under 15 years of age to adults aged 15 years and over. Symptoms of DHF are fever for 2-7 days with a temperature of 3. 90C, headache, pain in the back and Identifying factors related to the occurrence of DHF in Rulmalh Salkit Ulmulm Daleralh Tobelo. This study is a descriptive analytical study with a quantitative design. The sample obtained was 63 respondents. The variables studied included age, knowledge, 3Mplus mosquito nest eradication activities, and the habit of hanging clothes. The study found no significant relationship between age factors, knowledge, mosquito nest eradication & 3Mplus activities, clothes hanging habits with the incidence of Dengue Fever. = 0. , mosquito nest eradication & 3Mplus . = 0. , clothes hanging habits . = 0. There is no significant relationship with all variables because the p value is >0. Most of the ages that cause Dengue Fever incidents at the Tobelo Regional General Hospital are <25 years. Most of the respondents at the Tobelo Regional General Hospital have good knowledge with a percentage of . %). Most of the respondents at the Tobelo Regional General Hospital do not carry out mosquito nest eradication & 3Mplus activities properly Most of the respondents have bad clothes hanging habits with a percentage of . %). Keyword: Dengue Fever. Hospital. Factors PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular dengan cepat, khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang sebelumnya terinfeksi virus dengue dari penderita demam berdarah lainnya. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotype virus dari genus Flavivirus, family Flaviviridae. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Ariyani. Saputra and Dewi, 2. sebanyak 50%, untuk mencapai target tersebut Jurnal BIOSAINSTEK, diperlukan berbagai strategi baik penanggulangan vektor maupun upaya lainnya termasuk program vaksinasi (Tamora, 2. Gejala penyakit DBD yaitu demam selama 2-7 hari dengan suhu 3,90C, nyeri kepala, nyeri di punggung dan ulu hati. Pada anak biasanya ditandai dengan facial flush, norexia, muntah, nyeri pada tulang/otot, nyeri epigastrium, nyeri abdomen. Demam Berdarah Dengue (DBD) World Health Organization (WHO) penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masayarakat utama di seluruh daerah tropis di Berdasarkan data dari Kemenkes RI hingga pekan ke-25 Juni 2021 total kasus di Indonesia mencapai angka 19. 156 kasus yang dilaporkan 405 dari total 477 kabupaten/kota di Indonesia. Sebanyak 160 pasien diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat 417 kasus dibandingkan pada saat 30 Mei 2021 yang hanya ada 9. 903 kasus. Adapun kasus DBD didominasi pada kelompok umur 1544 tahun sebanyak 38% dan 5-14 tahun mencapai 37,39% (Kemenkes RI, 2. Kasus yang terdapat di Indonesia ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau penyebab DBD akan terus meningkat dan meluas Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia, mulai dari ketahanan tubuh dan stamina. Faktor ekstrinsik yaitu yang datang dari luar tubuh manusia, faktor ini tidak mudah dikontrol karena berhubungan dengan pengetahuan, lingkungan dan perilaku manusia baik di tempat tinggal, lingkungan sekolah atau tempat bekerja, faktor usia, sikap, pengetahuan, kebiasaan mengantung akaian, lingkungan, (Ariyani. Saputra and Dewi, 2. Terdapat mempegaruhi ejadian DBD yaitu faktor lingkungan, umur, pengetahuan dan sikap. Adapun mempengaruhi terjadinya DBD yaitu berupa frekuensi pengurasan kontainer, ketersediaan tutup pada kontainer, kepadatan rumah. Demam Berdarah Dengue, kebiasaan menggantung pakaian, (Ariyani. Saputra. & Dewi, 2. Pengetahuan yang baik, kemudian melakukan penilaian atau memberikan pendapat terhadap sesuatu yang diketahui (Ariyani. Saputra. , & Dewi, 2. Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo merupakan salah satu Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki jumlah pasien yang lebih banyak dari rumah sakit Volume 7 No. Juli 2025 Data menunjukan ahwa pada tahun 2023 jumlah pasien yang menderita DBD sebanyak 285 pasien sedangkan pada tahun 2024 Januari sampai April sebanyak 173 pasien. Studi pendahuluan yang dilakukan menunjukan bahwa beberapa pasien yang masuk Rumah Sakit di sebabkan oleh faktor usia, faktor pengetahuan, faktor lingkungan dilihat dari hasil observasi yang dilakukan peneliti ada 10 penderita BD, 4 diantara mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi BD adalah faktor usia, 3 diantaranya menyatakan faktor yang mempengaruhi erjadinya DBD adalah pengetahuan, dan 3 diantara mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi DBD adalah Sehingga diperlukan penelitian untuk meneliti tentang faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectiona. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo. Dalam penelitian ini besar sampel yang dipilih berjumlah 63 dihitung menggunakan rumus slovin. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 3 bagian pernyataan yaitu faktor pengetahuan, faktor pemberantasan sarang nyamuk 3Mplus, faktor kebiasaan menggantung i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gambaran Umum Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo. Penelitian ini dilakukan pada penderita Demam Berdarah Dengue. Teknik menggunakan accidental sampling dimana pengambilan sampel populasi tidak direncanakan terlebih dahulu, untuk dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 63 responden. Penelitian dimulai pada bulan April 2024, dengan cara peneliti berkunjung ke ruangan masingmasing untuk membagikan kuesioner penelitian pada pasien, kuesioner di kumpul langsung setelah responden mengisi kuesioner saat Jurnal BIOSAINSTEK. Deskripsi Karakteristik Responden Karakteristik responden dibawah ini adalah karakteristik sampel penelitian pada Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan jenis kelamin, usia,dan karakteristik keluarga responden yang pernah terkena Demam Berdarah Dengue. Berikut adalah deskripsi responden menurut data karakteristik responden penelitian yang didapat dari 63 responden. Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Penelitian dan Keluarga yang pernah terkena Demam Berdarah Dengue Karakteristik Jumlah Jenis kelamin Laki- laki Perempuan Total Usia <25 tahun 26-45 tahun >46 tahun Total Pernah Menderita Jumlah DBD Tidak Total Berdasarkan data karakteristik responden penelitian terlihat bahwa data responden Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan jenis kelamin laki-laki lebih besar yaitu sebanyak 33 responden . %) sedangkan perempuan sebanyak 30 responden . %). Sedangkan data responden usia <25 tahun sebanyak 58 responden . %), usia 2645 tahun sebanyak 5 responden . %) dan usia >46 tahun tidak ada. Berdasarkan data menunjukan bahwa dari 63 responden, terdapat keluarga responden yang menderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 50 responden . %) dan responden yang tidak menderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 13 responden . %). Untuk Faktor-faktor Demam Berdarah Dengue Volume 7 No. Juli 2025 terdiri dari 3 faktor yaitu faktor pengetahuan, faktor pemberantasan sarang nyamuk 3Mplus, faktor kebiasaan menggantung pakaian. Tabel 2. Distribusi Faktor- Faktor Faktor- Faktor Jumlah Pengetahu an Baik Kurang baik Total Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk & 3M Baik Kurang baik Total Kebiasaan menggantung pakaian Baik Kurang baik Total Tabel 2 Menunjukan bahwa seluruh responden memiliki pengetahuan baik, 32 pemberantasan sarang nyamuk & 3M dengan baik, 60 responden . %) memiliki kebiasaan menggantung pakaian. Uji normalitas data dilakukan dengan menunjukan hasil 0,000 . <0,. sehingga pengetahuan, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M, kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue tidak berdistribusi normal. Uji Linieritas menunjukan nilai signifikansi 0,109 . > 0,. , variabel DBD dan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M menunjukan nilai signifikansi 0,648 . > 0,. , variabel DBD dan faktor kebiasaan menggantung pakaian menunjukan nilai signifikansi 0,461 . > 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat linieritas hubungan faktor dengan kejadian DBD. Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Kejadian DBD dengan Faktor Pengetahuan Chi-Square Tests Value Asymp. Sig. -side. Pearson Chi-Square 2,660a ,264 Likelihood Ratio 3,666 ,160 Linear-by-Linear Association ,002 ,965 N of Valid Cases 4 cells . ,7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,41. Tabel 3 menunjukan hasil pengujian korelasi variabel kejadian DBD dengan faktor pengetahuan menunjukan hasil Pearson ChiSquare 0,264 . >0,. yang artinya tidak Jurnal BIOSAINSTEK. Volume 7 No. Juli 2025 terdapat hubungan pada variabel kejadian DBD dengan faktor pengetahuan. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi kejadian DBD dengan Faktor Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk & 3M Chi-Square Tests Value Asymp. Sig. -side. Pearson Chi-Square 2,067 ,723 Likelihood Ratio 2,284 ,684 Linear-by-Linear Association ,321 ,571 N of Valid Cases 6 cells . ,0%) hav e expected count less than 5. The minimum expected count is ,41. Tabel 4 menunjukan hasil pengujian korelasi variabel kejadian DBD dengan faktor kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,723 . >0,. yang artinya tidak terdapat hubungan pada variabel kejadian DBD dengan faktor kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M. Tabel 5. Hasil Uji Korelasi kejadian DBD dengan faktor Kebiasaan menggantung pakaian Chi-Square Tests Value Asymp. Sig. -side. Pearson Chi-Square 4,192a ,123 Likelihood Ratio 3,274 ,195 Linear-by-Linear Association 3,595 ,058 N of Valid Cases 4 cells . ,7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,62. Tabel 5 menunjukan hasil pengujian korelasi variabel kejadian Demam Berdarah Dengue dengan faktor kebiasaan menggantung pakaian menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,123 . >0,. yang artinya tidak terdapat hubungan pada variabel kejadian DBD dengan faktor kebiasaan menggantung pakaian. Pembahasan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular dengan cepat, khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang sebelumnya terinfeksi virus dengue dari penderita demam berdarah lainnya. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh salah satu dari empat serotype virus dari genus Flavivirus, family Flaviviridae. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Ariyani. Saputra and Dewi. Berdasarkan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo tentang Kejadian Demam Berdarah Dengue ( DBD) menunjukan bahwa total responden 63 berjenis kelamin laki-laki 33 . %) perempuan 30 . %). Secara teori diyakini bahwa anak laki-laki lebih berisiko mengalami infeksi dari pada perempuan karena produksi immunoglobulin dan antibodi secara genetika dan hormonal pada perempuan lebih efisien memproduksi immunoglobulin dibanding laki-laki (Soegijanto, 2. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Ansori dkk. memiliki hasil penelitian bahwa jenis kelamin seseorang tidak dapat memengaruhi ataupun menjadi faktor risiko penyebab terjadinya kejadian DBD. Namun Penelitian (Ansori dkk. , 2. memiliki hasil penelitian dimana terdapat asosiasi yang signifikan antara jenis kelamin dan derajat infeksi dengue dimana responden laki-laki mempunyai peluang 3,333 kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat menyerang kelompok usia berapa saja, mulai dari anak anak yang usianya kurang dari 15 tahun hingga orang dewasa usia 15 tahun ke atas (Saputra. Ariyani and Dewi, 2. Usia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepekaan terhadap infeksi virus dengue, semua golongan umur dapat terserang virus dengue, meskipun Jurnal BIOSAINSTEK, baru berumur beberapa hari setelah lahir. Sebagian besar kasus DBD menyerang anak Ae anak di bawah 15 tahun (WHO, 2. Berdasarkan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo tentang Kejadian Demam Berdarah Dengue bahwa total Responden berusia di bawah <25 tahun. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Raihan dkk . menemukan hasil, yakni kejadian terbanyak pada anak yang mengalami demam berdarah dengue adalah pada rentang usia 5-10 tahun. Secara teori usia juga merupakan salah satu faktor internal yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari apakah banyak dilakukan di dalam dan di luar rumah, karena nyamuk Aedes aegypti yang mempunyai kebiasaan menggigit pada pagi dan sore hari. Sehingga anak-anak lebih berisiko mengalami Demam Berdarah Dengue karena mereka lebih banyak melakukan aktifitas di luar ruangan (Susilowati and Cahyati, 2. Berdasarkan jumlah distribusi frekuensi faktor pengetahuan tentang kejadian Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo dapat diketahui bahwa seluruh responden . %) memiliki pengetahuan baik. Dan hasil uji chi-square antara pengetahuan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue menunjukan hasil Pearson Chi-Square 0,264 . >0,. , yang artinya Ha di ditolak dan H0 diterima atau tidak terdapat hubungan pada variabel kejadian Demam Berdarah dengue dengan faktor Pengetahuan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori (Ansori dkk. , 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan faktor predisposing yang dapat menyebabkan suatu perilaku seseorang dapat terjadi. Hal ini karena orang yang berpengetahuan baik juga dapat melakukan pengetahuannya sendiri. Hal ini bisa didasari oleh pengalaman kejadian DBD di lingkungan responden, aktivitas yang terlalu tinggi sehingga tidak sempat untuk melakukan (PSN) dan juga faktor karakteristik responden lainnya. Hasil pemberantasan sarang nyamuk & 3Mplus tentang kejadian Demam Berdarah Dengue berdasarkan hasil analisis univariat jumlah distribusi frekuensi faktor Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk & 3M dapat di ketahui bahwa 32 responden . %) dapat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M dengan baik dan 31 responden . %) kurang baik. Sedangkan uji chi-square untuk faktor kegiatan pemberantasan sarang nyamuk & 3M dengan kejadian DBD menunjukan hasil Pearson ChiSquare 0,723 . >0,. Volume 7 No. Juli 2025 Artinya H0 di ditolak dan Ho diterima atau tidak terdapat hubungan pada variabel kejadian DBD dengan faktor Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk & 3M. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Ansori dkk. , 2. bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tindakan PSN 3M plus dengan kejadian Demam Berdarah Dengue. Hasil menggantung pakaian tentang kejadian Demam Beradrah Dengue berdasarkan hasil analisis univariat jumlah distribusi frekuensi faktor Kebiasaan menggantung pakaian dapat diketahui bahwa 60 responden . %) dapat melakukan kebiasaan menggantung pakaian dengan baik dan responden . %), kurang baik. Sedangkan hasil uji uji chi-square untuk faktor Kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue menunjukan hasil Pearson ChiSquare 0,123 . >0,. , yang artinya Ha di ditolak dan Ho diterima atau tidak terdapat hubungan pada variabel kejadian Demam Berdarah Dengue dengan faktor Kebiasaan menggantung pakaian. Hasil Penelitian ini sejalan dengan teori penelitian (Susilowati and Cahyati, 2. kebiasaan menggantung pakaian, bekas pakai memberi pemahaman mengapa kegiatan (PSN) dilakukan tidak cukup hanya dengan 3M saja tetapi harus dengan 3M plus. Kegiatan 3M hanya akan mengurangi populasi nyamuk dengan mengurangi kemungkinan adanya telur dan jentik, sedangkan dengan 3M plus yaitu dengan meningkatkan kebiasaan menggantung pakaian di ruangan terjadinya kontak dengan nyamuk dewasa. IV. PENUTUP Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Sebagian besar usia yang menyebabkan kejadian Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit umum Daerah Tobelo <25 tahun. Sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo memiliki pengetahuan yang baik persentase . %). Sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk & kegiatan 3Mplus dengan baik 51%. Sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo memiliki kebiasaan menggantung pakaian yang buruk dengan persentase . %). Jurnal BIOSAINSTEK. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Direktur dan Staf Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo. turut membantu dalam proses penelitian ini DAFTAR PUSTAKA